Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kemhan Dorong PT DI Kembangkan Helikopter Serang Secanggih Apache

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/02/helikopter-gandiwa-ptdi.jpg

Kementerian Pertahanan akan mendorong PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk mengembangkan helikopter serang, menyusul rencana pemerintah Indonesia membeli delapan unit helikopter serang Apache AH-64 dari Amerika Serikat untuk TNI Angkatan Darat. Yang dibutuhkan satu skuadron helikopter serang atau sebanyak 16 unit," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang ditemui sesaat setelah peluncuran buku yang ditulis anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berjudul "Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan" di Jakarta, Jumat (30/8) malam.

Ia lantas menjelaskan,"Kalau kita beli delapan unit helikopter Apache, berarti baru setengah skuadron. Mungkin ada kombinasi, seperti halnya pesawat tanpa awak (UAV), setengah skuadronnya merupakan buatan dalam negeri." Pengembangan helikopter serang yang dibangun oleh PT DI, kata dia, diharapkan spesifikasi dan kemampuannya tak jauh berbeda dengan helikopter Apache. "Mungkin spesifikasinya masih di bawah Apache, tetapi kemampuannya tak begitu jauh," kata Menhan.

Purnomo mengatakan bahwa pihaknya telah mengutus Sekjen Kemhan Budiman, yang saat ini telah dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), ke Amerika Serikat untuk mengetahui secara pasti detail spesifikasi helikopter serang Apache itu. "Spesifikasi teknologinya harus jelas betul, yang dibeli seperti apa. Terakhir yang berangkat ke AS adalah Sekjen Kemhan yang saat ini menjadi KSAD," katanya.

Menurut Purnomo, sistem persenjataan sebuah alat tempur sangat memengaruhi harga. Suatu peralatan tempur yang dilengkapi dengan sistem deteksi radar tentu lebih mahal daripada yang tidak ada. Ia menegaskan bahwa pembelian helikopter Apache merupakan rencana pertahanan jangka panjang. Oleh sebab itu, kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar diharapkan tidak akan berpengaruh banyak terhadap rencana pembelian itu.

Prajurit Indobatt Amankan Force Commander Mayjen Paolo Serra di Lebanon

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/8/30/UNIFIL1.jpg

Di tengah padatnya kegiatan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) Konga XXVI-E2/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dalam rangka pelaksanaan upacara Medal Parade yang akan berlangsung di Lapangan Soekarno, Desa Adshid al-Qusayr, UN Posn 7-1 Markas Indonesia Battalion, Lebanon Selatan,  prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo FPC masih mendapatkan kepercayaan dari UNIFIL untuk melaksanakan pengamanan Force Commander Mayjen Paolo Serra dalam rangka Tripartite Meeting bulan Agustus antara kedua negara Lebanon dan Israel dengan mediator UNIFIL di UNP 1-32 A, Lebanon, Kamis (29/8/2013).

Pada kegiatan tersebut, Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi menunjuk Dantim Kawal 2 Kapten Laut Puadi Hasani sebagai Dantim pengawalan VVIP bagi Mayjen Paolo Serra, mulai dari pergerakan di gedung Head of Mission Naqoura sampai di UNP 1-32 A, Naqoura Lebanon Selatan.

Pada pengawalan ini Satgas Indo FPC menyiapkan 1 kendaraan Light Vehicle Strada yang bertindak sebagai kendaraan Reece (pengaman serta pembuka jalan bagi iring-iringan VVIP) dan 1 kendaraan Armed Personil Carrier (APC) ANOA. Dalam kegiatan ini, Satgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil didampingi oleh kontingen Srilangka Force Protection (SLFP) dengan mengerahkan 2 kendaraan APC.

Sehari sebelum pelaksanaan, seluruh staf yang terlibat melaksanakan tugas sesuai arahan Dansatgas Indo FPC dengan mengambil langkah-langkah persiapan dalam menghadapi kegiatan ini, yang diawali dengan pengecekan kendaraan APC dan Strada, persenjataan yang akan digunakan, alat komunikasi untuk koordinasi, sprint personel yang terlibat hingga latihan pendahuluan bersama dengan kontingen SLFP. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan individu maupun perlengkapan yang digunakan, serta menularkan pengalaman kepada kontingen Srilangka yang baru saja tiba di Lebanon yang merupakan pengalaman pertamanya.

Pengawalan berjalan lancar dan aman hingga Force Commander Mayjen Paolo Serra kembali ke HQ UNIFIL. Pada kegiatan debrifieng, perwakilan protokoler Force Commander menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas pengawalan yang sudah berjalan dengan lancar serta tidak ada kendala di lapangan kepada Satgas Indo FPC Konga XXVI-E2 dan kontingen SLFP.

Menurut Letkol Inf Yuri Elias Mamahi, pengawalan dengan menggunakan Panser ANOA yang dilakukan oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-E2 di Lebanon sangatlah membanggakan, karena produksi anak bangsa tersebut ikut serta bergabung dalam sistem pengamanan perjalanan Force Commander menuju UNP 1-32 A yang menjadi tempat pertemuan antara delegasi negara Lebanon, Israel dan United Nation yang diwakili oleh Force Commander.

Dansatgas Konga XXVI-E2 Letkol Inf Yuri Elias Mamahi mengucapkan terima kasih dan merasa bangga kepada seluruh personel Satgas Indo FPC TNI yang telah berhasil menjalankan tugas pengawalan tersebut, dan berpesan agar selalu memegang teguh Standard Operational Procedure (SOP) yang ada serta menjadikan kegiatan ini sebagai wahana menambah ilmu taktik pengamanan untuk meningkatkan profesionalisme diri kita masing-masing.

TNI AL Tunjukkan Keseriusannya Incar 10 Kapal Selam Rusia

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Amur_950.jpg/800px-Amur_950.jpg

TNI sangat serius dalam melakukan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Setelah TNI AD membeli MBT Leopard 2A6 dan helikopter serang Apache, TNI AU membentuk satu skuadron Sukhoi dan F-16, kali ini TNI AL bakal memperkuat armadanya. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah Republik Indonesia (RI) mendapat tawaran dari Rusia berupa bantuan 10 kapal selam. Saat ini, TNI AL hanya memiliki dua kapal selam yang terbilang berumur. Hingga tiga tahun ke depan, TNI AL bakal kedatangan tiga kapal selam baru hasil kerja sama dengan Korea Selatan.

Untuk mempercepat pencapain kekuatan pokok minimum (MEF), Purnomo tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintahan yang dipimpin Vladimir Putin itu. Meski begitu, Purnomo tidak merinci apakah kapal selam yang ditawarkan itu berbentuk hibah atau pembelian baru. Terkait spesifikasi juga ia mengaku kurang tahu lantaran baru tawaran awal dan perlu dilakukan kajian mendalam. Yang pasti, kata dia, kapal selam yang dijajakan ke Indonesia relatif baru.

“Kami akan kirim tim ke Rusia, terdiri Kemenhan, Mabes TNI, dan TNI AU untuk tahu lebih lanjut. Pak Marsetio (KSAL) pimpinan delegasinya,” kata Purnomo usai peluncuran buku ‘Komunikasi Dalam Kinerja Intelijen Keamanan’ di Jakarta, Sabtu (31/8). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio mengakui bakal berkunjung ke Rusia untuk melihat langsung galangan tempat bersandarnya kapal selam. Hal itu dilakukan agar kapal selam yang dibeli cocok dengan kondisi perairan Indonesia. Ia belum bisa menjelaskan secara detail lantaran belum melihat langsung barangnya.

“Yang Rusia belum. Harus disesuaikan dengan geografis Indonesia, apakah termasuk kapal selam samudera atau kapal selam kelas negara archipelago? Idealnya kapal selam kita memiliki kekhususan dan kekhasan dengan melihat kedalaman dan kontur laut,” ujar Marsetio.

TNI AL Akan Gelar Manuver Di Natuna

http://i.poskota.co.id/uploads/2011/09/KRI-BKD-814-GB-2-koran-070911.jpg

Kepala staf Komando Armada RI Kawasann Barat ( Kasarmabar) Laksma TNI M Atok Urrahman melepas keberangkatan sejumlah KRI   unsur jajaran Koarmabar dalam kegiatan  manuver lapangan Latihan Mako Koarmabar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta , Sabtu (31/8).

Sejumlah KRI lebih dari 6 unsur diantaranya jenis parchim, Fast Patrol Boat (FPB) 57 dan penyapu ranjau tipe Kondor dan yang tergabung dalam bentuk Komando Tugas laut gabungan dan sejumlah pesawat tempur dari Satuan Tugas Udara melaksanakan operasi laut  gabungan dengan daerah latihan mulai laut Jawa sampai dengan perairan Natuna.

Unsur KRI jajaran Komando Armada RI kawasan Barat  yang terlibat dalam latihan manuver  diantaranya  jenis parchim KRI Patiunus-384, KRI  Imam Bonjol 383,KRI Sutanto dam KRI Teuku Umar-385 serta jenis FPB 57 KRI Barakuda-633. Sedangkan unsur Udara dari sattuan Tugas Udara melibatkan pesawat Udara 2 Hawk dan pesawat Intai strategis.

Latihan manuver lapangan yang direncanakan sampai dengan 5 Agustus 2013 dalam bentuk Komando Tugas laut gabungan -13 tersebut bertugas melaksnakan operasi laut gabungan di mandala operasi di perairan laut natuna guna memutus   garis penghubung  laut lawan serta melaksanakan penyekatan dan pengendalian laut dalam mendukung tugas pokok TNI.

Unsur –unsur KRI yang tergabung dalam Komando Tugas Laut Gabungan 13 tersebut  melaksanakan  manuver  lapangan mulai dari pangkalan di Jakarta lintas laut menuju daerah operasi menuju petrairan Natuna  melaksanakan kegiatan latihan diantaranya manuver taktis, latihan pengembangan kerjasama taktis unsur laut dan udara, melaksanakan peperangan elektronika, peperangan anti udara dan peperangan anti kapal permukaan.

Jumat, 30 Agustus 2013

Uji Tembak Roket R-Han Buatan Indonesia Berhasil Diluncurkan Dengan Baik

http://www.jakartagreater.com/wp-content/uploads/2012/06/rhan341.jpg

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil meluncurkan sejumlah roket dengan daya jelajah hingga 100 kilometer. Peluncuran dilakukan di Kawasan Cilautereun, Garut, Jawa Barat. Dalam tayangan Liputan 6 Terkini SCTV, Kamis (30/8/2013), roket-roket dengan daya jangkau 30 dan 100 kilometer ini berhasil mengangkasa dengan baik.


Roket berjenis R-Han ini merupakan karya para ahli Indonesia dengan seluruh materialnya dari dalam negeri. Roket khusus ini diciptakan untuk memperkuat pertahanan dalam menjaga kedaulatan negara. Roket berhasil diciptakan berkat kerja sama para ahli dari Lapan, PT Pindad, serta Kementerian Riset dan Teknologi yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Teknologi Roket Nasional. Rencananya kemampuan roket akan ditingkatkan hingga memiliki daya jangkau 150 kilometer.

Peluru MU 3PB Kal 12,7 Milimeter Pindad Penembus Baja Tank

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSCZa56SFPSwIcTD3nIZi2vZ-iacQpYr3sSiZyFq616j0vnnhL1rQ

Indonesia sudah sejak lama mampu memproduksi senjata melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad (Persero). Salah satu produk inovasi Pindad adalah peluru yang mampu menembus tank baja. Engineer Produksi dan Desain Pindad, Budi mengungkapkan, peluru yang berjenis MU 3PB kaliber 12,7 milimeter tersebut diproduksi Pindad di Jawa Timur, daya ledaknya lebih kuat dibanding peluru yang selama ini biasa diproduksi perseroan.

"Peluru ini bisa tembus tank. Materialnya tetap alumunium dan tembaga, tapi daya ledaknya lebih besar," kata Budi di Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, dikutip Jumat (30/8/2013). Budi menjelaskan, pembuatan peluru dibedakan dari bahan peledak, ada yang hanya untuk melumpuhkan, bahkan ada yang mampu menghancurkan. Perbedaannya bisa dilihat dari warna di bagian runcing peluru yang diproduksi. Untuk peluru yang bisa menembus tank, berwarna perak di ujung bagian runcingnya.

"Kalau misalnya yang sudah tahu pasti hafal, warna merah, oh untuk ini, perak untuk ini," katanya. Dikatakan Budi, peluru tersebut digunakan khusus untuk senjata laras panjang berjenis sniper yang diproduksi oleh PT Pindad. Sniper tersebut memiliki jangkauan tembak hingga 1,8 kilometer. "Biasanya untuk ditaruh di helikopter," katanya. Namun, dia belum bisa menyebutkan, siapa yang sudah memesan baik peluru atau senjata canggih made in Bandung tersebut.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko : Jangan Sampai Alutsista Bagus, Prajuritnya Memble

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/30/115749820130830-101035780x390.JPG

Jenderal (TNI) Moeldoko resmi menjabat Panglima TNI setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Apa yang akan dilakukan Moeldoko untuk TNI ? Langkah pertama, Moeldoko mengatakan, ingin melakukan konsolidasi internal untuk memahami organisasi TNI. Ia memperkirakan tidak akan lama waktu untuk konsolidasi untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) TNI.

"Prajurit-prajurit TNI harus profesional. Di sisi lain harus militan. Jangan alutsistanya bagus, prajuritnya memble," kata Moeldoko seusai pelantikan. Secara khusus, Moeldoko ingin memperbaiki secara serius kultur di TNI agar seluruh prajurit dapat memahami kehendak rakyat. Menurutnya, kultur menjadi persoalan utama di TNI lantaran masih adanya prajurit yang ugal-ugalan.

Langkah selanjutnya, Moeldoko ingin terus memodernisasi alutsista. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik sehingga alutsista semakin kuat. Alutsista terbaru yang masih berproses, kata dia, yakni pengadaan Helikopter Apache buatan Amerika Serikat. Ketika disinggung persiapan menjelang Pemilu 2014, Moeldoko menekankan prajurit TNI harus menjunjung tinggi netralitas. Terkait pengamanan rangkaian pemilu, ia akan membicarakan lebih detail terkait teknis dengan Kepala Polri.

"Saya harus dapat menjamin seluruh prajurit saya netral. Ini yang harus kerja keras. Kami juga dapat berkontribusi dalam pemilu agar tidak ada hambatan apapun. Dari sisi (distribusi) logistik kami siap membantu," pungkas lulusan terbaik Akabri tahun 1981 itu.

Presiden SBY Resmi Melantik Panglima TNI yang Baru

http://gdb.voanews.com/89F921CB-38FB-4AAD-9D77-68146349815D_w640_r1_s.jpg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (30/8) di Istana Negara melantik Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI dan Letjen Budiman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Jenderal Moeldoko yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun, sementara Letjen Budiman sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Usai pelantikan, Jenderal Moeldoko mengatakan, prioritas utama yang akan dilakukan setelah menjabat sebagai Panglima TNI adalah penguatan sumber daya manusia. “Langkah-langkah saya yang pertama adalah penguatan SDM agar prajurit-prajurit TNI profesional, tapi di sisi yang lain dia juga harus militan. Jangan alutsista-nya bagus tapi prajuritnya memble, kita tidak mau itu,” ujarnya.

Selain itu, Moeldoko juga menjelaskan, ia akan terus melakukan modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk meningkatkan sistem persenjataan TNI. Ia juga menambahkan akan menjamin netralitas prajurit TNI dalam pemilihan umum yang akan datang. Sementara itu Letnan Jenderal Budiman mengatakan sebagai KASAD yang baru ia akan meneruskan apa yang telah dijalankan oleh pendahulunya.

“Prioritas saya tentu melanjutkan kepemimpinan yang lama, yang sudah berjalan. Kemudian kita lebih menyempurnakan, agar prajurit kita lebih profesional tetapi tidak meninggalkan jati dirinya,” ujarnya. Ia juga menginginkan agar prajurit angkatan darat dapat menjadi prajurit yang dicintai rakyat dan disegani oleh semua elemen bangsa.

Helikopter Serang Pertama China Berhasil Luncurkan Rudal AAM

http://3.bp.blogspot.com/-g0gnAnQihug/TebpJrh80XI/AAAAAAAAEtI/AGl0W7v8M4A/s1600/WZ-10+wz10.jpg

Helikopter WZ-10 yang merupakan helikopter serang pertama yang dikembangkan oleh China telah berhasil meluncurkan rudal udara-ke-udara (AAM) dan berhasil mengintersep target di ketinggian rendah untuk yang pertama kalinya. WZ-10 yang merupakan akronim dari "Wuzhuang Zhishengji 10" yang berarti "helikopter bersenjata", melakukan penembakan rudal itu saat latihan tempur yang melibatkan personel dari pasukan penerbangan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di perairan timur Provinsi Guangdong, China Selatan, pekan lalu.

Latihan tersebut, yang merupakan latihan tempur skala besar sejak dibentuknya pasukan penerbangan, diadakan untuk mempelajari metode pertempuran masa kini. Ada enam operasi yang dilakukan dalam latihan tersebut yaitu penembakan, dukungan penembakan jarak dekat, serangan khusus, airlanding di sisi sayap, intersepsi tembakan dan bergerak dengan "leapfrogging".

Helikopter serang WZ-10 atau biasa juga disebut Z-10 dirancang untuk misi anti tank, menetralkan pasukan dan kekuatan mobile di darat, dan misi sekunder untuk pertempuran udara-ke-udara. Helikopter ini pertama kali terlihat di hadapan publik pada saat China International Aviation and Aerospace Exhibition ke-9 di selatan kota Zuhai, Guangdong 2010 lalu. WZ-10 dirancang dan diproduksi oleh Perusahaan Changhe Aircraft Industries Corporation (CAIC) dari China, namun seorang engineer Rusia mengatakan bahwa WZ-10 adalah desain Rusia.

Kenaikan Mata Uang Dolar tak Ganggu Program Latihan Prajurit TNI-AD

http://korem172.files.wordpress.com/2008/02/tni-ad.jpg

Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah sampai saat ini belum mempengaruhi program latihan prajurit TNI-AD yang menggunakan alusista produk luar negeri. Kalaupun pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar berkepanjangan, TNI-AD akan melakukan kangkah-langkah penyesuaian. "Sampai saat ini belum ada pengaruhnya. Program latihan tetap berjalan seperti biasa. Kami yakin pemerintah akan menempuh kebijakan yang berdampak positif terhadap penguatan rupiah," kata Komandan Kodiklat TNI- AD, Letjen TNI Lodewijk F Paulus kepada para wartawan.

Menurut Lodewijk, program latihan dengan penggunaan persenjataan yang dijalankan di lingkungan TNI-AD selama 2013 merupakan hasil kontrak setahun sebelumnya. Dalam kontrak tersebut asumsi dolar terhaap rupiah di kisaran angka Rp 9.000. Jadi, kata dia, program- program latihan yang melibatkan persenjataan baik ringan maupun berat yang dibeli dengan dolar tidak ada pengaruhnya. "Baru akan terasa kalau berlanjut sampai 2014. Tapi saya yakin Bapak Presiden akan melakukan langkag- langkah tepat untuk mengatasi masalah nilai tukar rupiah ini," ujar dia.

Kodiklat merupakan lembaga latihan, doktrin, dan pendidikan TNI- AD. Kodiklat membawahi 20 pusat pendidikan, empat di antaranya yaitu Pusdik Infanteri, Kavaleri, Alteleri, dan Zeni bersentuhan langsung dengan alusista yang diproduksi di mancanegara. Dengan demikian, pengadaan alusista baik ringan maupun berat harus menggunakan mata uang dolar. "Ada sejumlah persenjataan yang didatangkan dari luar negeri," kata dia usai sertijab Wadan Kodiklat serta dua direktur di lingkungan Kodiklat.

Wadan Kodiklat diserahterimakan dati Mayjen TNI Mulyono kepada Brigjen TNI Dodi Usodo Hargo. Sedangkan Direktur Pendidikan diserahterimakan dari Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak kepada Kol Inf Gede Kusuma  Arta, sedangkan Direktur Latihan dati Brigjen TNI Prihadi Agus kepada Brigjen TNI Tatang Adi Cahyono. Serahterima jabatan tersebut berlangsung di Sula Kodiklat Jl Aceh Bandung.

Hari Ini, Presiden Akan Melantik Panglima TNI dan KSAD Baru

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQv5tBlGfjiHWQsGc0ByNEX18pRJhAgEnOUvrdCJn4d_cp6PzIQ

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melantik Jenderal (TNI) Moeldoko sebagai Panglima TNI dan Letnan Jenderal (TNI) Budiman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8/2013) pukul 10.00 WIB. Moeldoko akan menggantikan Laksamana (TNI) Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat menerima Moeldoko untuk memimpin TNI setelah sekitar tiga bulan menjadi KSAD.

Adapun Budiman akan menggantikan posisi Moeldoko di TNI AD. Saat ini, Budiman menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Ia pernah menjabat Wakil KSAD. Kepada wartawan, Agus mengaku ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan melakukan apa pun untuk masyarakat setelah pensiun nanti. Agus tak tertarik masuk ke dunia politik meski ada tawaran dari orang-orang parpol.

Entah serius atau berseloroh, Agus mengaku ingin menjadi pengamat militer nantinya. Kenapa jadi pengamat? "Mau ngomong apa saja enggak ada yang menyalahkan," kata Agus.

Lockheed Martin Buat Kendaraan Lapis Baja yang Bisa Terbang

http://images.gizmag.com/gallery_lrg/darpa-transformer.jpg

Sebuah proyek baru oleh perusahaan pertahanan Lockheed Martin dan Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) Amerika Serikat adalah mobil terbang. Mobil terbang yang dinamai Transformer TX ini merupakan perpaduan dari kendaraan lapis baja dan helikopter dan siap diuji coba pada 2015 nanti, menurut pejabat Lockheed Martin. Lockheed Martin Skunk Works, yang merupakan sebutan tidak resmi dari sebuah divisi Lockheed Martin untuk Program Pembangunan Lanjutan, ditugaskan untuk mengembangkan sebuah kendaraan kompak, mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal. Kendaraan ini juga disyaratkan harus laik jalan dan bisa dioperasikan oleh seorang tentara.

DARPA yang terkenal dengan proyek-proyek anehnya itu mengatakan bahwa dalam program ini mereka berusaha untuk menggabungkan keunggulan dari kendaraan darat dan helikopter menjadi kendaraan tunggal, dan memaksimalkan fleksibilitas gerakannya. Transformer TX dirancang untuk mengakomodasi berbagai misi dengan muatan bervarisasi dan bisa membawa kargo, sebagai unit evakuasi medis, kendaraan darat taktis dan tentunya pengangkut personel tentara. Transformer TX juga akan dilengkapi dengan kemampuan mengintai dan menyerang.

Baling-baling (rotor) Transformer TX didesain miring guna menjadikannya tetap aman beroperasi di zona pendaratan kecil dibandingkan dengan helikopter standar. Dengan satu tangki gas, kendaraan ini memiliki jarak tempuh hingga 250 mil (402 km). Proyek senilai US$ 20,3 juta ini dimulai pada 2010 lalu dan saat ini sudah memasuki fase desain tahap akhir. Sebuah prototipe Transformer TX tidak lama lagi akan segera dibuat.

Kamis, 29 Agustus 2013

Rusia Akan Kirim Kapal Perang ke Laut Tengah

http://1.bp.blogspot.com/-CRICMry5S-4/Uh8pZhSCgsI/AAAAAAAABWc/4mAU9ygaTrs/s1600/3057634_20130829051209.jpg

Rusia dikabarkan berencana mengirim dua kapal perangnya ke Laut Tengah untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut karena "situasi yang sudah diketahui bersama". Demikian kantor berita Interfax mengabarkan, Kamis (29/8/2013). Interfax mengutip pernyataan seorang sumber angkatan bersenjata yang mengatakan kapal perang anti-kapal selam dan kapal serbu itu akan tiba di Laut Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Jika benar Rusia mengirim kan kapal perangnya ke Laut Tengah, maka kemungkinan besar mereka akan bertemu dengan kapal-kapal perang AS yang kini bersiaga di kawasan yang sama. Setidaknya AS menyiagakan empat kapal perang di Laut Tengah untuk mengantisipasi rencana serangan militer ke Suriah. Sepanjang konflik bersenjata Suriah yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini, Rusia memang dikenal menjadi salah satu sekutu kuat rezim Bashar al-Assad selain China dan Iran.

Di tengah konflik yang semakin memanas, Rusia diketahui tetap memasok rudal-rudal anti-serangan udara S300 untuk militer Suriah, dengan dalih pengiriman itu merupakan bagian dari perjanjian yang sudah sejak lama diteken. Dukungan Rusia kembali terlihat setelah insiden serangan senjata kimia di Ghouta dekat ibu kota Damaskus pekan lalu. Di saat AS dan sekutunya serta negara-negara Timur Tengah menuding rezim Suriah berada di balik serangan brutal tersebut, lagi-lagi Rusia meyakini pelaku serangan senjata kimia bukanlah pemerintah Suriah. Bahkan, saat wacana serangan militer ke Suriah semakin gencar, Rusia tetap bersikukuh membela Suriah dan memperingatkan dampak serangan militer terhadap stabilitas Timur Tengah pada umumnya.

Rusia Tampilkan Sistem Pertahanan Udara S-350 di MAKS 2013

http://4.bp.blogspot.com/-EGYZUzBdMfw/Uh1w2kujvZI/AAAAAAAATyE/Ir4KD8Pw_xs/s1600/sistem_pertahanan_udara_s-350e.jpg

Pada pameran kedirgantaraan MAKS 2013 yang berlangsung di Moskow, perusahaan pertahanan Rusia Almaz-Antey untuk pertama kalinya menampilkan sistem pertahanan udara jarak menengah baru "S-350E" kepada publik. Sistem rudal baru S-350E ini dirancang untuk melindungi objek terhadap serangan besar-besaran dari udara termasuk alutsista musuh yang berteknologi siluman, serta rudal balistik taktis dan operasional taktis, baik untuk masa sekarang maupun di masa mendatang.

Sebelumnya Almaz-Antey memang berjanji akan menghadirkan sebuah sistem pertahanan udara jarak menengah baru, lalu muncullah S-350E yang juga dikenal sebagai Vityaz (Ksatria). Sistem rudal S-350E ini sebelumnya juga ditampilkan di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin saat kunjungannya ke pabrik Obukhov di St Petersburg, Rusia beberapa waktu lalu. Dari informasi yang diperoleh, kinerja S-350E diklaim jauh lebih unggul dari sistem pertahanan udara S-300. Negara-negara mitra Rusia juga disarankan untuk mengganti sistem S-300-nya karena sistem itu masih menggunakan teknologi usang jaman Uni Soviet.

Peluncur vertikal 50P6E TEL dari sistem S-350E yang terkombinasi dengan radar multi fungsi dengan tampilan melingkar menjadikan sistem rudal ini efektif untuk mengatasi serangan dari segala arah. Inilah yang membuatnya berbeda dari sistem-sistem rudal pesaingnya yang peluncurnya cenderung condong (seperti sistem pertahanan udara Patriot buatan AS). Karena desain barunya dan penggunaan rudal canggih 9M96, jumlah amunisi juga meningkat secara dramatis yaitu satu peluncur terdiri dari 12 rudal, bukan 4.

Faktor kunci yang menjadi penentu efektivitas sistem rudal baru ini adalah kemampuannya untuk secara bersamaan (dalam satu waktu) mengatasi serangan pesawat dari berbagai tipe, dari segala arah, di semua ketinggian penerbangan, di semua kondisi cuaca, siang atau malam, dan dalam kondisi padat sinyal. Semua ini karena penggunaan alat informasi fundamental baru yaitu radar multifungsinya. Fitur ini baru kali ini digunakan dalan sistem pertahanan udara Rusia. Selain itu, S-350E memiliki mobilitas dan daya tahan yang tinggi. Hanya dibutuhkan waktu lima menit saja untuk menjadikan sistem ini dalam status waspada.

Pameran kedirgantaraan MAKS merupakan momen penting bagi bisnis Rusia. Awalnya hanya sebagai acara hiburan belaka, namun kemudian berubah menjadi pasar di mana produsen-produsen pertahanan Rusia mencari pembeli. Pameran ini menjadi penting bagi negara-negara CIS dan tetangga, karena kesamaan pasar. Sejak pameran pertama pada 1992, selanjutnya MAKS selalu diadakan pada tahun-tahun ganjil hingga saat ini. MAKS 2013 sendiri berlangsung dari tanggal 27 Agustus 2013 hingga 1 September 2013 dan dibuka untuk umum mulai tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2013.

Presiden: Wajib Memprioritaskan Produksi Dalam Negeri

http://infokorupsi.com/datafile/id/images/korupsi/p4b0b9d2bdd974_sby_tak_tegas.jpg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengingatkan agar pengembangan kekuatan alat utama sistem senjata atau alutsista Indonesia harus memprioritaskan produksi dalam negeri. Jika memang industri lokal belum mampu membuat, maka dimungkinkan membeli buatan luar negeri. Hal itu dikatakan Presiden dalam pidatonya Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-18 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (29/8/2013).

"Kebijakan pemerintah dalam pengembangan alutsista sekarang dan kedepan, kalau alutsista itu bisa diproduksi di dalam negeri, maka wajib hukumnya untuk gunakan produksi industri kita sendiri. Kalau belum bisa diproduksi di dalam negeri, maka dimungkinkan untuk pengadaan dari luar negeri tapi dengan skema yang baik. Barang kali ada joint investment. Nanti pada saatnya kita memiliki kemampuan untuk produksi alutsista itu," kata Presiden disambut tepuk tangan para hadirin.

Acara tersebut dihadiri Presiden ketiga RI yang juga tokoh iptek BJ Habibie, jajaran kabinet, ilmuwan, dan seribuan tamu undangan lain. Presiden mengatakan, saat ini telah memasuki dunia peperangan. Sekitar 20 tahun terakhir telah terjadi revolusi dari peperangan modern, baik organisasi maupun persenjataan. Untuk itu, kata dia, diperlukan modernisasi alutsista, strategi, doktrin, pendidikan, dan pelatihan.

Presiden juga mengapresiasi semua pihak, salah satunya Kemenristek, yang telah berkontribusi dalam bidang pertahanan dan banyak bidang lain. Dalam acara tersebut, dipamerkan berbagai produk alutsista buatan dalam negeri. Contohnya, buatan PT Pindad diantaranya Panser Komodo, senjata SS1-VI, SS-M1, SS2-V5, G2-Elite, G2-Combat, dan lainnya. Selain itu, dilakukan peluncuran 24 unit Roket R-Han 122 dari Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peluncuran roket buatan lokal itu dilakukan setelah penekanan tombol oleh Presiden.

Panglima TNI: Letjen Budiman jadi Kasad karena pertimbangan SBY

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/07/1539018620X310.jpg



Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyebut terpilihnya Letnan Jenderal Budiman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) karena ada beberapa pertimbangan yang dilakukan presiden. Selain soal pengalamannya, Budiman dianggap tahu soal program regenerasi di lingkungan TNI.

"Itu bapak presiden ada pertimbangan siapa yang akan di angkat, baik dari sisi regenerasi ke depan, dan sebagainya," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/8). Menurut dia, pemilihan Budiman itu dilakukan agar program jangka pendek yang sudah dipersiapkan bisa segera dilakukan. Sehingga, pengganti berikutnya dengan masa jabatan panjang bisa melanjutkan seluruh program yang sudah berjalan.

"Jadi bisa saja kan bapak presiden mempertimbangkan proses regenerasi untuk tahun depan diperlukan kebijakan ini waktu yang pendek dulu, baru mungkin berikutnya memiliki waktu yang panjang, bisa saja seperti itu," ujarnya. Sehingga, dengan terpilihnya Budiman menjadi Kasad memberikan banyak keuntungan bagi TNI meski dari sisi angkatan mengalami kemunduran. "Meskipun dari angkatannya mundur, tapi bukan berarti kemunduran dari angkatan darat," tuturnya.

Empat Kapal Perang TNI AL Dikirim ke Sail Komodo

http://static.inilah.com/data/berita/foto/2024082.jpg



Empat kapal perang milik TNI Angkatan Laut dikirim untuk mendukung acara Sail Komodo 2013, yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur sejak 28 Agustus hingga 19 September 2013. Empat kapal perang milik TNI AL itu dilepas oleh Menko Kesra Agung Laksono dengan suatu upacara militer di Jakarta International Container Terminal (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal perang yang dikirim masing-masing adalah KRI Makassar-590, KRI dr. Suharso-990, KRI Banda Aceh-593, dan KRI Surabaya-591.

Empat kapal perang itu mempunyai tugas yang berbeda, untuk KRI Makassar-590 akan digunakan untuk mendukung kegiatan Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari IV (LNRPB IV) serta Kapal Pemuda Nusantara (KPN). Sementara KRI dr. Suharso-990 akan digunakan untuk melaksanakan operasi bakti sosial dan pelayanan kesehatan Surya Bhaskara Jaya (SBJ) LXII. Sedangkan KRI Banda Aceh-593 akan digunakan untuk mendukung kegiatan Bakti Kesra Nusantara (Bakesra), dan KRI Surabaya-591 untuk mendukung Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara).

Sail Komodo 2013 yang akan berlangsung mulai 28 Agustus hingga 19 September 2013 ini merupakan event internasional yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia dengan mengangkat tema, "Sail komodo 2013: Jembatan Emas Menuju NusaTenggara Timur menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia.

Ini juga komitmen pemerintah untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi utama wisata dunia. Event internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi - Belitong 2011, dan Sail Morotai 2012. Penyelenggaraan event internasional Sail Komodo 2013 dilakukan pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Kegiatan Sail ini dapat dijadikan model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil.

Di sisi lain, kegiatan Sail Komodo 2013 ini sangat efektif untuk mempromosikan wilayah NTT dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional, apalagi Taman Nasional Komodo merupakan salah satu situs warisan dunia Dunia yang telah ditetapkan UNESCO pada 19 Desember 1991. Melalui event sail ini dapat dijadikan media untuk mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, Mensos Salim Segaf Al Jufri, Wamenkes Ali Ghufron Mukti, Wamenbud Wiendu Nuryanti, Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E., Asops Kasal Laksda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., serta sejumlah undangan lainnya.

Rabu, 28 Agustus 2013

Pameran Internasional Industri Pertahanan MSPO yang Akan Di Selenggarakan di Polandia

http://u.indo.fm/i/evP0L.jpg

Pameran Pertahanan Internasional yang ke 21 akan diselenggarakan di Kielce, Polandia tanggal 2-5 September 2013. Pameran ini telah berada dibawah pengawasan Presiden Republik Polandia, Bronisław Komorowski. Pameran Internasional Industri Pertahanan merupakan forum yang menyatukan klien potensial dan para supplier; pameran ini juga menampilkan teknologi militer terbaru, persenjataan dan produk untuk tentara. Ini adalah tempat dimana klien dapat menampilkan kebutuhan dan ekspektasi mereka; pameran ini merupakan landasan untuk mengadakan pembicaraan dan diskusi. Pelaku bisnis dari seluruh dunia membangun kontak baru dan menjaga hubungan jangka panjang mereka dengan klien internasional dan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan.

Sejak tahun 2004 pameran MSPO telah diikuti oleh Pameran Nasional. Hingga saat ini Jerman, Perancis, Israel, Amerika Serikat, Swedia, negara-negara yang tergabung dalam grup V4 dan Inggris telah merepresentasikan potensi militer mereka. Pameran MSPO 2013 akan diikuti oleh Pameran Nasional dari Turki.

Pameran MSPO dimulai pada tahun 1993; pada saat itu pameran ini diadakan hanya di satu ruang pameran yang hanya menampilkan 85 peserta dari 5 negara - pada saat itu hanya terdapat 8 perusahaan asing. Setelah 20 tahun, di tahun 2012 pameran ini membawa 400 peserta dari 29 negara dari seluruh dunia. Pameran MSPO juga telah bertumbuh untuk memperoleh status sebagai event paling penting di sektor pertahanan di Eropa Tengah, sebagai tambahan pameran ini berada di posisi ketiga di wilayah Eropa; setelah pameran Paris dan London. Pameran tahun lalu dikunjungi oleh lebih dari 13.000 pengunjung.

Pameran MSPO merupakan pameran yang memiliki arti khusus bagi industri pertahanan Polandia. Selama bertahun-tahun  MSPO mendapat dukungan dari Kementrian Pertahanan, Kementrian Ekonomi, Kementrian Luar Negeri, Kementrian Perbendaharaan Negara, Kementrian Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi, Angkatan Bersenjata Republik Polandia dan juga Kamar Dagang Produsen Pertahanan Nasional Polandia. MSPO menyatukan sektor bisnis dan profesional yang merepresentasikan staf Angkatan Bersenjata Polandia, Kepolisian, Kementrian Pertahanan Polandia, Kementrian Dalam Negeri, Pemerintahan Polandia dan juga delegasi asing.

Pameran perdagangan ini lebih dari sekedar pameran biasa; event ini mencakup berbagai seminar dan konferensi. Institusi - institusi yang mendukung pameran perdagangan dan peserta yang memiliki kesempatan untuk melakukan presentasi, simposium dan konferensi. Pameran Angkatan Bersenjata Republik Polandia yang dilengkapi dengan presentasi dinamis ini telah menjadi eleman yang diperlukan dalam pameran MSPO - event ini diselenggarakan oleh Inspektorat Pendukung Angkatan Bersenjata bekerjasama dengan Tentara Nasional Angkatan Darat dan Polisi Militer.

Pameran Internasional Logistik (LOGISTYKA) diadakan secara bersamaan dengan MSPO; ini merupakan pelengkap bagi pameran militer. LOGISTYKA menampilkan pencapaian logistik pertahanan terbaru dan juga solusi logistik serta sistem perlindungan yang didesain untuk masyarakat umum dan keamanan nasional serta jasa penyelamatan.

TNI Pesan Helikopter Anti Kapal Selam Dari PT DI

 https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/562319_427465270707114_720470159_n.jpg

PT dirgantara Indonesia (PT DI) terus mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pertahanan dan militer Indonesia. Tentu hal ini tidak terlepas dari semangat pemerintah yang mendorong penggunaan alutsista dalam negeri. Dan memang seperti itulah seharusnya, jika Indonesia yang besar ini mau mandiri . TNI AL akhirnya memesan 11 unit helikopter jenis Anti-Kapal Selam (AKS) kepada PT DI. Pembelian ini sekaligus menepis kemungkinan pembelian Heli AKS Seasprite yang memang menuai kontroversi.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio berharap 11 helikopter AKS untuk memperkuat alutsista TNI Angkatan Laut telah ada paling lambat tanggal 5 Oktober 2014. TNI AL telah menyiapkan skuadron khusus untuk menerima 11 helikopter AKS buatan PT DI dengan nama Skuadron 100 AKS.  Helikopter AKS dibutuhkan TNI AL untuk membentuk kekuatan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) pada tahun 2014 nanti.  Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) ini mellibat unsur Kapal Perang, Pesawat Udara, Koprs Marinir dan Pangkalan.

Berdasarkan keterangan Asisten Direktur Utama PT DI, Sonny Ibrahim Saleh, PT DI akan menggarap 11 unit helikopter AKS  TNI AL serta delapan helikopter serang TNI AD.“Untuk anti kapal selam jenisnya adalah Superpuma karena faktor peralatan pendukung sedangkan untuk tujuan serang bukan lagi NBO-105 tapi kemungkinan Ecureuil,” tandasnya di Bandung – Jawa Barat.

Dari penjelasan Juru Bicara PT DI itu,  dapat disimpulkan helikopter AKS yang dipesan PT DI adalah Eurocopter varian  AS332 Super Puma atau versi lebih baru AS565 MB Panther. Sedangkan heli serang untuk TNI AD juga buatan Eurocopter, AS350 Ecureuil atau varian  AS555 Fennec. Sebelumnya PT DI  memang telah menandatangani kerjasama dengan Eurocopter untuk produksi sejumlah jenis helikopter, termasuk Fennec dan Ecureuil.

Di saat yang sama, PT DI  juga memenuhi pesanan 7 unit helikopter Eurocopter jenis lain. Enam diantaranya untuk TNI AU. Jenisnya adalah EC-725 Cougar varian Combat SAR and Personal Recovery. Pengerjaan tersebut di luar jumlah pesanan atas heli angkut personil Bell 412 EP untuk kepentingan TNI. Hal ini membuktikan kualitas PT DI terus mendapatkan kepercayaan. Dengan banyaknya pesanan kepada PT DI meyebabkan nilai kontrak yang diraih pada tahun 2012 mencapai Rp 8,2 triliun, sementara tahun 2011 hanya Rp 1 triliun. Nilai kontrak itu mencakup pesanan CN-235 MPA dan Helikopter Anti Kapal Selam.

Iran Memberikan Reaksi Jika AS dan Sekutunya Lancarkan Serangan ke Suriah

http://citraindonesia.com/wp-content/uploads/2012/09/rudal-iran-566-500x283.jpg

Militer AS siap menyerang Suriah, kata Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, saat momentum untuk itu berkembang di Perancis dan Inggris demi memberi hukuman terhadap rezim Assad. Pada saat bersamaan oposisi Suriah mengatakan, mereka telah diberitahu tentang rencana serangan militer segera oleh negara-negara berpengaruh dunia.

"Kami siap. Kami siap menyerbu" jika diberi perintah oleh Presiden Barack Obama, kata Chuck Hagel kepada BBC, Selasa (26/8). "Kami telah menempatkan sejumlah aset (peralatan militer) di posisi guna memenuhi ... opsi apapun yang presiden ingin putuskan," katanya.

Reaksi Iran
Ketua komisi hubungan luar negeri parlemen Republik Islam menyatakan bahwa Iran adalah sekutu strategis bagi Suriah, seraya menyatakan, "Iran sejak awal menolak segala bentuk campur tangan asing di Suriah dan menilai semua langkah militer dalam hal ini akan gagal."

Tanimnews (27/8) Hujjatul Islam Vahid Ahmadi ketua komite hubungan luar negeri parlemen dalam hal ini dan mengatakan, "Republik Islam Iran dan Suriah memiliki hubungan stretegis adapun hubungan kita dengan Suriah sangat dalam dan luas."

"Barat, setelah beberapa bulan terakhir, mempersenjatai kelompok oposisi dan sehingga mereka dapat berkuasa di kancah politik Suriah, sama seperti yang usulan diajukan dalam  KOnferensi Jenewa II," tuturnya.

Pesawat Pembom A-10 Thunderbolt

http://www.airpowerworld.info/other-military-aircraft/a-10-thunderbolt-ii.jpg

A-10 Thunderbolt juga sangat dikenal sebagai Warthog, yang sering juga dijuluki “meriam terbang”. Pesawat ini sangat lihai dalam memburu sasaran darat terutama tank. Kehebatannya sangat terbukti ketika berada pada garis-garis depan dalam pertempuran Operasi Badai Gurun, Kosovo, Afghanistan dan masih banyak lagi.

A-10 adalah pesawat yang mampu terbang sangat dan serba guna. Pesawat ini bentuknya rada aneh, namun terbukti sangat ampuh untuk menghancurkan sasaran-saran fasilitas tempur musuh di darat. Hebatnya, pesawat ini mampu melakukan short take-off dan landing. Pesawat ini memiliki daya jelajah yang panjang (800 mil), daya tahan tinggi dan dapat berkeliaran di daerah pertempuran manapun.
Mampu bermanuver pada kecepatan rendah dan ketinggian rendah (di bawah 1.000 kaki), sehingga memungkinkan penargetan yang akurat dan efektif.

A-10 dapat membawa sampai sepuluh rudal udara-ke-permukaan Maverick Raytheon AGM-65. Pesawat ini juga mampu membawa tipe rudal udara ke udara berjarak menengah seperti tipe Sidewinder. Selain membawa berbagai rudal diatas, pesawat ini juga mampu sekaligus mengangkut berbagai rudal lainnya seperti :
 
  • LDGP mk82 226kg,
  • BLU-1,
  • BLU-27 / B Rockeye II (bom cluster) 
  • Unit bom cluster lainnya seperti CBU-52/71.

Sementara itu dihidung pesawat juga dipersenjatai dengan General Dynamics GAU-8 meriam / A Avenger 30mm.

Bangkai Pesawat Tempur PD II Ditemukan di Dasar Laut Filipina

http://img.okeinfo.net/content/2013/08/26/56/855657/BjTnVdfEYH.jpg

Amerika berhasil menemukan bangkai pesawat terbang yang tenggelam di dasar laut Filipina. Bangkai pesawat tersebut ditengarai pesawat tempur Perang Dunia II yang jatuh tertembak. Robot ciptaan organisasi bernama BentProp Project memiliki misi untuk mencari bangkai-bangkai kendaraan perang Amerika Serikat untuk membawanya pulang. Musim panas ini BentProp mendapatkan misi untuk menjelajahi dasar-dasar laut menggunakan autonomous underwater vehicle (AUV) untuk mencari sisa-sisa kendaraan perang Amerika pada PD II.

Sebagaimana dikutip dari Mashable, Senin (26/8/2013), AUV dilengkapi dengan alat pemindai sonar dan sistem pencitraan untuk membuat pemetaan dua dimensi dari kontur yang sudah dijelajahi. Terkini, robot bawah laut tersebut menemukan bangkai pesawat tempur di sekitar 500 mil wilayah perairan Filipina. Puing-puing itu nantinya akan dibawa pulang ke Amerika untuk dilakukan penelitian oleh tim peneliti Angkatan Laut Amerika Serikat.

Robot yang diciptakan hasil kerjasama University of California dengan San Diego Instituion of Oceanography dan University of Delaware ini difasilitasi dengan beberapa kamera, berbagai tipe sonar, dan sebuah baling-baling hexacopter agar bisa bergerak bebas dan tahan di dasar laut.

Indonesia dan AS Masuk Dalam Daftar Negara Dengan Server Terbanyak Menggunakan FinSpy

http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/tkF.4Hvjj8CdL6iqyP0N.w--/YXBwaWQ9eW5ld3M7cT04NTt3PTYwMA--/http://l.yimg.com/os/publish-images/news/2013-03-15/30a29c08-3c51-4a95-badf-ffbe1f247c9f_youonlyclicktwice-map.jpg 

Indonesia termasuk satu dari 25 negara yang menggunakan piranti lunak FinSpy untuk memata-matai. Laporan yang diterbitkan Citizen Lab, pusat penelitian Universitas Toronto untuk media digital dan keamanan global, itu merinci temuan dari dua peneliti keamanan di universitas di California dan Toronto, Morgan Marquis-Boire dan Bill Marczak. Dalam laporan ini, 25 negara lain yang menjalankan software serupa adalah Australia, Bahrain, Bangladesh, Brunei, Kanada, Republik Cek, Estonia, Ethiopia, Jerman, India, Jepang, Latvia, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Belanda, Qatar, Serbia, Singapura, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Setidaknya laporan tersebut menyebut nama tiga provider di Indonesia. Berdasarkan IP address, server-server FinSpy dioperasikan di tiga provider tersebut. Bukan berarti ketiga provider ini terlibat, hanya FinSpy terhubung ke server-server yang menggunakan jaringan milik provider tersebut. Bahkan hanya Indonesia dan Amerika Serikat yang masuk dalam daftar merah negara dengan server terbanyak dengan software FinSpy.“FinSpy” dijual oleh perusahaan Inggris bernama Gamma Group. Software ini 'menempel' pada email dan memiliki kemampuan untuk "mengambil gambar dari layar komputer, merekam percakapan Skype, menyalakan kamera dan mikrofon dan mencatat aktivitas keyboard," menurut laporan New York Times. Tanpa sadar pengguna bisa mengunduh software ini. FinSpy kemudian menghubungkan komputer milik perorangan ke sebuah server lokal -- dalam beberapa kejadian, server-server ini adalah milik pemerintah.

Pejabat Gamma Group mengatakan bahwa mereka menjual teknologi ini pada pemerintah untuk mengawasi aktivitas kriminal yang melibatkan "pedofil, teroris, kejahatan terorganisir, penculikan, serta perdagangan manusia."

"Temuan kami menyoroti adanya kesenjangan antara klaim Gamma dengan kenyataan bahwa FinSpy digunakan secara khusus untuk mengejar 'orang jahat' dan ada bukti yang semakin menumpuk bahwa alat ini sudah dan terus dipakai untuk melawan kelompok oposisi atau aktivis hak asasi manusia," tulis peneliti dalam laporan mereka. Menurut para peneliti, FinSpy sepertinya tak hanya digunakan untuk pengawasan bermotif politik, tapi penggunaannya berbeda-beda di masing-masing negara. Meski begitu, peneliti laporan tersebut memperingatkan bahwa alat-alat ini biasanya digunakan di negara-negara di mana aktivitas politik serta kebebasan berpendapat adalah tindakan kriminal.

Misalnya di Ethiopia, link download FinSpy ada di foto-foto dalam email yang ditujukan bagi lawan-lawan politik pemerintahan, sementara di Turkmenistan, server yang mengoperasikan software ini dimiliki oleh serangkaian IP adress milik kementerian komunikasi negara tersebut. Sementara di Vietnam, software ini ditemukan dalam sebuah ponsel Android yang mengirimkan SMS ke sebuah nomor Vietnam. Para peneliti menganggap ini adalah temuan mengerikan karena pemerintah Vietnam mengeluarkan undang-undang sensor yang melarang blogger untuk menentang Partai Komunis.

Selasa, 27 Agustus 2013

Percepatan Belanja Modernisasi Alutsista RI Diharapkan Bisa Mulai di Tahun 2014

http://3.bp.blogspot.com/-yoc3Khnxy2g/Tk4g3LtMShI/AAAAAAAAFTA/VSc9J4HSq1Y/s1600/1.jpg

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq memprediksi dalam 20 tahun ke depan tidak akan ada perang militer secara terbuka. Sementara, menurut dia, Indonesia kini dihadapkan pada ketegangan di regional. "Dalam buku putih kita diproyeksikan tidak ada perang militer terbuka," kata politisi PKS ini saat menghadiri Rapat Paripurna pengambilan keputusan soal persetujuan Panglima TNI yang baru Jenderal TNI Moeldoko, menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun Agustus ini.

Karena itu, ia berharap, ide percepatan belanja modal dan modernisasi alutsista TNI bisa dilakukan mulai 2014. "Ke depan, bisa saja terjadi suatu waktu, China atau Jepang bisa terlibat konflik militer terbuka. Walaupun kita tidak terlibat langsung, pasti kita kena imbasnya," cetusnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN Muhammad Najib berharap Panglima TNI yang baru tetap dapat mempertahankan meritokrasi. "Ini sebagai ciri dari tentara modern. Hanya tentara yang yang terbaiklah yang muncul ke permukaan," katanya. Ia juga berharap ada semangat menghidupkan industri dalam negeri untuk melengkapi peralatan TNI. "Kita akhirnya akan memiliki kemandirian dalam alutsista dan tidak tergantung pada negara lain," pungkasnya.

Jakarta Dibayangi Pangkalan Militer AS

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/08/cocos-island-jakarta.jpg

Tidak jelas, apa maksud Amerika Serikat membuat Pangkalan Militer di Pulau Cocos, Australia yang hanya berjarak 1270 km dari Jakarta. Jika pasukan di pulau itu hendak melakukan serangan ke Jakarta, hanya dibutuhkan waktu puluhan menit. Kalangan DPR mulai khawatir dengan pembukaan pangkalan baru militer AS di Pulau Cocos, yang diiringi penempatan 2500 prajurit Marinir, di pulau yang dekat dengan Pulau Chrismast, Australia, di Samudra Hindia. Bahkan AS berencana akan menambah pasukan di Pulau Cocos menjadi 4000 Marinir, Jika Pemerintah Australia menyetujuinya.

Dilihat dari peta, Pulau Cocos ini terlihat dekat dan berada di barat daya Pulau Jawa. Dihitung dengan menggunakan pesawat tempur, jarak tempuh Pulau Cocos ke Jakarta hanya butuh waktu puluhan menit. Untuk itu, anggota Komisi I DPR RI (F-PPP) Husnan Bey Fananie melihat pangkalan baru militer dan penempatan pasukan di pulau itu bukan tanpa maksud dan tujuan.

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/08/Cocos-Keeling-Islands.gif

“Pemerintah dan rakyat Indonesia harus waspada. Karena pasukan itu tidak ubahnya sebagai pasukan spy drone atau pasukan mata-mata (striking drone), pasukan yang ditempatkan sebagai pasukan penyerang nantinya,” kata Husnan. Husnan mengaku ikut mempertanyakan keberadaan 2.500 marinir AS yang ditempatkan di Pulau Cocos, saat menerima kunjungan Ketua Kongres Amerika Serikat untuk Bidang Luar Negeri, Edward Royce di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/8/2013). Dari berbagai informasi yang didapatkan, keberadaan Marinir AS di pulau tersebut, memang sengaja untuk memata-matai negara-negara di kawasan Asia, khususnya Indonesia.

“Saya tanyakan apa alasan kuatnya dan argumentasinya penempatan marinir AS di pulau tersebut. Namun jawabannya sangat normatif dan diplomatis, bahwa pasukan marinir ditempatkan atas dasar kerja sama militer AS dengan militer Australia, juga untuk membantu negara-negara di kawasan Asia saat menghadapi bencana alam,” tuturnya. Atas jawaban itu, politisi PPP itu mengaku tetap mengganjal. Karena, tidak mungkin sesederhana itu penempatan pasukan marinir AS di Australia dalam skala sebesar. “Menurut saya, pasti AS memiliki agenda besar dalam penempatan pasukannya di Australia, baik dalam jangka pendek dan panjang,” jelasnya.

Setelah Disahkan DPR, Moeldoko Langsung Benahi Alutsista

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/jenderal_moeldoko_ok_09.jpg

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Moeldoko hari ini, Selasa (27/8/2013) disahkan oleh DPR menjadi Panglima TNI. Sebelum disahkan, Moeldoko menyampaikan agenda tugas yang akan dilaksanakannya dalam waktu dekat. Janji Moeldoko, masalah modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). "Pasti melakukan agenda modernisasi alutsista," kata Moeldoko di DPR.

Sebelum disahkan DPR, Moeldoko diuji-kelayakan pada Rabu (21/8/2013) lalu. Dalam uji kelayakan, Moeldoko juga diketahui memiliki jumlah kekayaan yang cukup fantastis untuk ukuran seorang jenderal. Harta Moeldoko yang dilaporkan pada KPK pada 25 April 2012 mencapai Rp32 Miliar. Laporan itu didaftarkan saat Moeldoko menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Selain harta, dalam uji kelayakan di DPR pekan lalu, Moeldoko juga diketahui pernah menjalankan Operasi Sajadah ketika dia menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi. Operasi sajadah itu, dikait-kaitkan dengan penyelesaian Ahmadiyah di Cikeusik beberapa waktu lalu. Nama Moeldoko merupakan calon tunggal Panglima TNI yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Moeldoko merupakan pengganti dari Laksamana Agus Suhartono yang pensiun.

Akal Bulus AS Dibalik Penjualan Helikopter Apache Ke Indonesia

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/07/AH-64D_Longbow.jpg

Kehadiran Apache seri paling mutakhir ini tak pelak akan menambah kemampuan TNI-AD, khususnya Penerbangan TNI-AD. Sebelumnya, untuk tugas serang TNI-AD mengandalkan heli Mi-35P serta NBO-105. Kita patut berbangga hati dalam hal ini tentunya.

Namun demikian, ada sedikit hal yang agak janggal. Seperti dalam laporan Startribune, Indonesia disebutkan telah setuju berdiskusi untuk memperbolehkan Amerika Serikat mencari jenazah prajurit AS yang gugur semasa Perang  Dunia ke-2, di perairan serta daratan Indonesia. Menurut penilaian ARC, hal ini agak janggal. Pasalnya AS belum pernah secara aktif mencari jasad prajuritnya yang gugur di perang Korea atau Vietnam. Jika pun mencari, itu atas desakan komunitas tentara AS.

Bukan tidak mungkin, 'pencarian' yang dilakukan di perairan dan daratan Indonesia justru digunakan untuk hal lain. Memetakan perairan Indonesia untuk operasi kapal selam atau mendata pantai mana saja yang cocok untuk pendaratan amfibi misalnya. Lagi pula, kebanyakan prajurit AS bertempur di kawasan timur Indonesia. Tak perlu lah kami sebutkan ada apa di Timur Indonesia. Para pembaca yang budiman tentu sudah bisa menebaknya.

Akan tetapi, semoga saja itu semua tidak benar, dan Amerika memang jujur ingin mencari jasad prajuritnya. Seandainya pun disepakati, semoga saja perwira penghubung dari TNI bisa sigap dan mawas.

Di sisi lain, dalam pertemuan tadi juga disepakati, Indonesia dan Amerika akan menjadi tuan rumah bersama untuk ADMM Plus, dalam kegiatan Counter Terrorism Exercise (CTX), yang akan berlangsung pada tanggal 9-13 September 2013 mendatang di Kawasan IPSC Sentul, Bogor. Latihan bersama yang melibatkan 18 negara ini adalah pertama yang pernah dilaksanakan di Kawasan Asia Pasifik. Menhan Purnomo Yusgiantoro berharap Menhan Chuck Hagel dapat hadir untuk menyaksikan latihan bersama ini.

AS - Indonesia Lakukan Transaksi 8 Heli Apache AH-64D Seharga US$ 500 Juta

http://www.sflorg.com/aviation/images/imav080906_01_02.jpg

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menjual delapan helikopter serang Apache kepada pemerintah Indonesia dengan nilai transaksi sebesar US$ 500 juta. AS tengah berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan Asia Tenggara meskipun ada kekhawatiran atas catatan merah hak asasi manusia (HAM) pada militer Indonesia. Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel juga mengatakan Indonesia telah sepakat untuk membahas kemungkinan tim pemulihan AS untuk mencari kerangka jenazah tentara AS yang hilang di bumi Indonesia atau di perairan teritorialnya selama Perang Dunia II. Pekerjaan akan dilakukan oleh POW-MIA Komando Akuntansi Bersama.

Chuck Hagel mengungkapkan nilai kontrak US$ 500 juta mencakup pelatihan pilot dan radar Longbow. Hagel berada di Indonesia dalam rangka tur keliling selama satu minggu. Indonesia merupakan negara pemberhentian kedua. Dia berada di Jakarta untuk bertemu dengan pejabat pemerintah sebelum menghadiri pertemuan para menteri pertahanan Asia di Brunei.

Penjualan heli Apache ini bertujuan untuk memperkuat hubungan militer kedua negara saat Indonesia menjadi bagian kebijakan "poros" AS di Asia-Pasifik ketika kekhawatiran terhadap kekuatan militer Beijing. Namun perhatian Hagel telah beralih dari isu perjalanan kepada konfrontasi dengan Suriah.

"Menyediakan Indonesia helikopter kelas dunia ini adalah contoh dari komitmen kami untuk membantu membangun kemampuan militer Indonesia. Satu Indonesia yang kuat akan baik bagi kawasan," kata Hagel setelah pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Seorang pejabat pertahanan, yang berbicara dengan syarat anonim, menambahkan bahwa penjualan helikopter Apache tersebut merupakan transaksi yang pertama dengan militer Indonesia. Penjualan itu merupakan kebijakan untuk mendukung keamanan di kawasan Asia Tenggara. Namun para pejabat tidak menjelaskan kapan helikopter Apache itu akan dikirim. Saat ini, heli Apache diproduksi oleh pembuat pesawat AS Boeing.

http://naveenishere.files.wordpress.com/2011/10/apacheattackhelicopter.jpg

"Kita akan mempersiapkan Skuadron Apache sebagai helikopter serang yang merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD)," ujar Purnomo. AS memang pernah membekukan kerja sama pertahanan dan penjualan senjata ke Indonesia atas keprihatinan tentang pelanggaran HAM selama pemerintahan tiga dekade presiden Soeharto, yang berakhir pada tahun 1998.

Hubungan militer Indonesia -AS hanya diperbarui pada tahun 2005. Di bawah kepemimpinan Soeharto, tentara pasukan khusus dituduh melakukan pembunuhan di luar hukum. Parlemen Belanda tahun lalu menolak rencana penjualan tank ke Indonesia, bekas jajahannya, atas keprihatinan hak asasi manusia. Namun Yusgiantoro mengatakan kepada wartawan bahwa angkatan bersenjata Indonesia telah mengalami proses reformasi sejak tahun 1998. "Kami telah berubah sekarang."

Penjualan heli Apache tersebut juga didorong meningkatnya kekhawatiran di Washington tentang sikap asertif Beijing atas sengketa di Laut China Selatan. Indonesia tidak memiliki klaim bertentangan dengan Beijing di Laut China Selatan, seperti negara lain seperti Filipina. Indonesia merupakan kekuatan regional yang besar dan dipandang memegang peran kunci dalam menyelesaikan perselisihan.

Senin, 26 Agustus 2013

Tiga Warga Palestina Tewas Ditembaki Tentara Israel

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/warga-palestina-kerap-menjadi-korban-kekerasan-dan-kebrutalan-tentara-_121205222346-250.jpg

Tentara Israel menembaki warga Palestina dalam sebuah bentrokan di dekat pengungsian Qalandia, Tepi Barat. Pejabat Palestina dan militer Israel mengatakan tiga orang tewas dalam insiden paling mematikan itu. Kekerasan ini terjadi ketika Israel dan Palestina melakukan putaran dialog perdamaian dalam lima tahun terakhir. Tentu saja penembakan ini kemungkinan akan mengganggu pembicaraan damai yang sedang berlangsung.

Seorang pejabat di rumah sakit Ramallah mengatakan tiga orang tewas akibat lumba tembak di Qalandia. Sementara puluhan orang mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut. Perdana Menteri (PM) Palestina, Rami Hamdallah mengutuk tragedi penembakan ini. Kejahatan seperti yang dilakukan Israel, ujar dia, membuktikan perlunya perlindungan dunia internasional yang mendesak. Selain itu, perlindungan dunia juga harus efektif bagi rakyat Palestina.

Juru Bicara Polisi Perbatasan Israel, Shai Hakimi mengatakan aparat keamanan sedang menangkap seorang tersangka, ketika ratusan warga turun ke jalan. Menurut Hakimi, warga kemudian melempari petugas dengan bom molotov, batu dan blok beton. Petugas pun kemudian menggunakan amunisi warga untuk mengendalikan kerusuhan. Biasanya aparat menggunakan peluru karet dan gas air mata. Ia pun mengaku polisi langsung menyelidiki tragedi penembakan ini.

Sementara itu, militer Israel mengaku langsung bergerak ke tempat kejadian setelah polisi dilempari warga. Juru Bicara Militer Israel, Peter Lerner mengatakan tentara melepaskan tembakan ketika mereka merasa dalam bahaya. Sering kali, lanjut Lerner, tentara tak punya pilihan lain ketika terjadi kekerasan dan jumlah massa melebihi pasukan keamanan.  ''Tidak ada pilihan kecuali menyalahkan api untuk membela diri,'' kata Lerner, Senin (26/8).

Menteri Pertahanan AS Bertemu Presiden SBY Bahas Masalah Pertahanan Global

http://gdb.voanews.com/13C511E3-A0AE-4128-A209-CCF4F3F2A32F_w640_r1_s_cx0_cy14_cw0.jpg

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel, usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhono di kantor kepresidenan di Jakarta, Senin (26/8), mengatakan Amerika Serikat memandang positif kemitraannya dengan Indonesia yang selama ini sudah terjalin. Amerika, lanjut Hagel, saat ini tengah mendorong suatu perubahan keseimbangan dalam prioritas hubungan Amerika Serikat dengan dunia, khususnya kawasan Asia Pasifik.

“Kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat sangat penting. Kepemimpinan yang Indonesia tunjukkan di ASEAN dan beberapa organisasi multilateral lainnya, dan juga kepemimpinan di kawasan dan global, mengesankan,” ujarnya.

“Amerika Serikat berharap untuk memperdalam dan memperkuat pertemanan dan kemitraan ini. Seperti diketahui, Presiden Obama dua tahun lalu mendorong suatu perubahan keseimbangan dalam prioritas hubungan Amerika dengan dunia, dan itu cukup terfokus pada Asia Pasifik. Namun, bukan berarti Amerika Serikat meninggalkan bagian dunia lain. Tapi khususnya kawasan (Asia Pasifik) ini penting untuk masa depan Amerika Serikat. Hubungan, persahabatan dan kemitraan yang sudah kami bangun bertahun-tahun, sangat penting untuk Amerika.”

Didampingi oleh Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro saat memberikan keterangan pers, Hagel menambahkan, dalam pertemuan tingkat menteri di Brunei Darussalam nanti, dirinya akan menekankan pentingnya penguatan hubungan kerjasama di segala bidang yang tidak hanya terfokus pada masalah keamanan. “Salah satu alasan saya di kawasan ini adalah untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri pertahanan ASEAN di Brunei. Pencarian keseimbangan baru ini tidak melulu soal keamanan atau memperkuat hubungan militer, tapi juga terfokus pada hubungan diplomatik, ekonomi, perdagangan, komersial, budaya dan pendidikan,” ujarnya.

“Meski demikian, keamanan dan perdamaian itu tetap penting. Saya akan menekankan hal itu sekali lagi pada konferensi ASEAN di Brunei nanti seperti halnya yang saya lakukan di Singapura saat ShangriLa Dialogue dua bulan lalu.” Purnomo mengatakan, selain melakukan pertemuan dengan Presiden Yudhoyono, Hagel akan bertemu pasukan pembela perdamaian Indonesia di gedung Kementrian Pertahanan.

“Tadi dengan Presiden, Menteri Pertahanan Amerika Serikat berdiskusi mengenai masalah-masalah global, regional, kemudian hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika Serikat. Setelah ini kita akan ada pertemuan bilateral di Kementerian Pertahanan. Setelah itu beliau juga akan ketemu dengan prajurit yang dulu pernah ikut di dalam latihan Garuda Shields, dan juga pasukan perdamaian,” ujarnya. Selain Indonesia, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel juga akan mengunjungi Malaysia dan Filipina. Hagel juga akan menghadiri pertemuan para menteri pertahanan ASEAN, pada 28-29 Agustus 2013 di Brunei Darussalam.

TNI AU Masih Kekurangan Prajurit Wanita

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Tentara-Wanita.jpg

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal (TNI) Ida Bagus Putu Dunia dalam sambutannya yang dibacakan Wakasau Marsekal Madya TNI Sunaryo, menjelaskan, secara kuantitas jumlah prajurit wanita TNI AU (Wara) masih belum ideal. Hingga kini, baru ada sebanyak 1.592 orang wara, yang terdiri dari 656 perwira dan 936 bintara.

"Secara kuantitas, jumlah tersebut masih jauh dari ideal karena baru memenuhi empat persen dari seluruh kebutuhan. Idealnya, tujuh persen dari kebutuhan," kata Ida Bagus Putu Dunia, dalam Peringatan HUT Ke-50 Wara di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (26/8).

Dijelaskan, pada tahun 2013 TNI AU menerima 12 taruni yang saat ini menjalani pendidikan di Akmil Magelang. Catatan prestasi yang diukir oleh para prajurit Wara dalam berbagai penugasan cukup beragam dan mengesankan baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir ini prajurit Wara bahkan juga telah dilibatkan dalam berbagai misi perdamaian PBB di daerah konflik berbagai belahan dunia.

"Sangat wajar dan sudah selayaknya bila Wara yang berprestasi dan telah menunjukan integritas tinggi mendapat apresiasi tinggi sesuai dengan kapasitas kemampuannya," ujar KSAU. Namun demikian TNI AU sudah sepakat, tidak akan berpatokan pada besarnya kuota perempuan untuk memegang jabatan penting. Namun, menitikberatkan pada kapasitas yang dimiliki. "Oleh karena itu, saya harapkan prajurit Wara mampu meningkatkan kapabilitasnya secara profesional agar mampu bekerrja dengan lebih baik dalam menghadapi setiap penugasan," ucapnya.

Wakil Kepala Staf TNI AU (Wakasau) Marsekal Madya TNI Sunaryo menambahkan jumlah wara yang menjadi penerbang tinggal dua orang, yakni penerbang helikopter dan penerbang pesawat angkut. Sementara lainnya sudah purna tugas. Dengan adanya penerimaan taruni, tidak menutup kemungkinan para taruni yang memiliki predikat perwira, mampu menjadi penerbang pesawat tempur.

"Setelah mereka selesai menjalani pendidikannya sangat mungkin bisa menjadi penerbang tempur. Semua akan kami persiapkan secara matang," kata Sunaryo. Menurutnya, selama ini ada beberapa kendala mengapa Wara sulit menjadi penerbang. Salah satunya, Wara diharuskan memiliki peran ganda. Selain menjadi prajurit wanita TNI AU, Wara juga harus berperan sebagai ibu rumah tangga. 

Melalui peringatan HUT Wara Ke-50, KSAU mengharapkan agar peringatan ini dijadikan evaluasi diri bagi seluruh prajurit Wara dalam membangun bangsa ini. Dalam peringatan HUT Wara tersebut, sebanyak 13 orang Wara melakukan terjun payung dan Plypass pesawat cessna-172 dengan membawa banner serta puluhan Wara menyuguhkan tarian kolosal.

Minggu, 25 Agustus 2013

Amerika Fokus Memantau Kawasan Asia

http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/03/tentara-moral-bejat.jpg

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Chuck Hagel, mengatakan pembaharuan fokus mereka ke Asia akan berdampak pada perkembangan ekonomi di kawasan itu. Oleh sebab itu, dalam kunjungan safarinya ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, AS memiliki misi untuk mendorong lebih banyak kerja sama multilateral dengan beberapa negara di Asia.

Demikian ungkapan Hagel dalam jumpa wartawan yang digelar pada Minggu 25 Agustus 2013, di Gedung Kementerian Pertahanan Malaysia, seperti dikutip laman Wall Street Journal. Menurut dia, daripada berfokus kepada konflik sengketa lahan, lebih baik berinvestasi kepada kemitraan keamanan. "Karena kerja sama dan kemitraan akan mendukung pencapaian tujuan ekonomi negara. Keamanan adalah landasan penting bagi keamanan," ujar Hagel.

Sementara itu, untuk perdagangan, Hagel melanjutkan, tidak mungkin dapat berlangsung apabila dilakukan dengan kekerasan. Masyarakat pun dikatakan Hagel, juga tidak dapat menjalani kehidupan normal di bawah ancaman tindak terorisme. Hagel melanjutkan, kemitraan adalah langkah penting untuk menghadapi permasalahan regional seperti penanganan terhadap aksi terorisme, pembajakan atau bencana alam. Oleh sebab itu, dia berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara di Asia Tenggara.

"Mitra kami di kawasan Asia Tenggara memahami bahwa tantangan dan ancaman kompleks ini tidak dapat dituntaskan seorang diri. Konflik itu butuh keinginan politis bilateral dan multilateral serta kapasitas untuk mengatasi hal itu," imbuh Hagel. Menurut laporan WSJ, kunjungan Hagel ke Asia Tenggara membawa tiga misi, yakni memperluas latihan tradisional militer, membuat kerja sama bilateral menjadi multilateral, dan kerja sama multilateral menjadi luas lagi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin, merujuk pernyataan Hagel kepada konflik sengketa lahan yang kini tengah dialami Malaysia dengan Filipina. "Sangat penting untuk membangun kepercayaan di antara para pemimpin negara," kata Hishammuddin. Kunjungan Hagel ke Malaysia merupakan rangkaian turnya dalam pekan ini ke beberapa negara di Asia Tenggara. Usai berkunjung ke Malaysia, dia akan menjejakkan kakinya di Indonesia selama dua hari, yakni pada 26-27 Agustus 2013.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menerima kedatangan Hagel di kantornya pada pukul 14.00 WIB. Hagel juga dijadwalkan bertemu dengan Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro di Gedung Kemhan.  Mereka akan melakukan pembicaraan bilateral menyangkut beberapa isu antara lain pembahasan soal isu keamanan global dan regional, rencana penyelenggaraan latihan penanganan terorisme yang akan diselenggarakan tahun ini, pembelian alutsista TNI, dan pengembangan kapasitas personel kedua negara dalam bidang teknis kemiliteran maupun keamanan nasional.

Tujuan utama kehadiran Hagel di kawasan Asia Tenggara, karena ingin menghadiri pertemuan Menhan ASEAN yang akan berlangsung di Brunei Darussalam pada 29-30 Agustus 2013. Selain Hagel, Menhan China, Jenderal Chang Wanquan dijadwalkan turut hadir dalam forum tersebut. Kedua Menhan direncanakan menandatangani sebuah kesepakatan yang menggambarkan adanya negosiasi di antara kedua negara dengan perekonomian terbesar itu. Kunjungan Hagel akan berakhir di Manila, Filipina usai berkunjung ke Brunei.

Indonesia - Kanada Jalin Kerja Sama Bilateral Soal Keamanan

http://images.detik.com/content/2013/08/25/10/122751_img_20130824_234250.jpg

Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mempimpin Forum Konsultasi Bersama Indonesia dan Kanada, di Ottawa pada 22 sampai 23 Agustus 2013. Forum ini pertama kalinya dilakukan pada tingkat Menlu. "Sebagai dua negara demokrasi dan dua ekonomi besar dunia, anggota G-20, hubungan Indonesia-Kanada memiliki dampak di kawasan maupun global dalam menciptakan keamanan, perdamaian dan kesejahteraan dunia," kata Marty lewat rilisnya, Minggu (25/8/2013).

Marty mengungkapkan hal tersebut, menyinggung soal signifikansi hubungan Indonesia dan Kanada ke depan. Menurutnya, demi mengokohkan kerja sama bilateral kedua negara, kedua Menlu menggaris bawahi arti penting infrastruktur bilateral kedua negara yang semakin solid. Saat ini, Infrastruktur bilateral Indonesia-Kanada terdiri dari pertemuan Kepala Pemerintahan kedua negara, Forum Konsultasi Tahunan tingkat Menteri, Dialog Hak Asasi Manusia (HAM) dan Forum ekonomi.

"Melalui infrastuktur bilateral yang telah ada, Indonesia dan Kanada dapat memaksimalkan peluang kerja sama yang lebih nyata kedepan bagi kepentingan rakyat kedua negara," ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, kedua Menlu mematangkan rencana kunjungan kunjungan Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper ke Indonesia bulan Desember 2013 mendatang. "Jelang kunjungan PM Kanada, disepakati adanya rencana aksi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang hubungan Indonesia dan Kanada yang akan menjadi pokok pembahasan pemimpin kedua negara," sambung Marty.

Alutsista Indonesia Tertinggal dari Malaysia

http://antarajatim.com/UserFiles/imageberita/alutsista_05102012110046.jpg

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memastikan membeli main battle tank (MBT) Leopard 2A6 sebanyak 100 unit dan tank medium Marder 50 unit dari Jerman. TNI AD mendukung penuh kebijakan pembelian itu lantaran sudah sangat mendesak untuk direalisasikan. Komandan Batalyon Kavaleri 8/Tank Narasinga Wiratama Letkol Otto Sollu menginginkan MBT Leopard bisa segera dihadirkan di Indonesia. Saat ini, satuannya diperkuat Tank FV-101 Scorpion sebanyak 53 unit. Tank Scorpion termasuk kelas medium dan didatangkan pada 1997.

Melihat perimbangan kekuatan negara lain, Otto meminta dukungan semua pihak agar MBT Leopard segera menggantikan Tank Scorpion. Apalagi, pihaknya sudah membangun garasi yang telah disiapkan untuk menampung MBT Leopard.

Karena alutsista TNI AD sudah ketinggalan zaman, ia berharap kedatangan MBT Leopard dipercepat demi menjaga kedaulatan NKRI. Keunggulan tank produksi Rheinmetall itu, sambungnya, memiliki daya tahan dan kekuatan, serta akurasi tembakan paling canggih. “Kita sudah siap menerima alutsista yang baru. Masa kita negara besar belum punya tank besar?” katanya kepada Republika pekan lalu.

Menurut Otto, dibanding negara tetangga, Indonesia jauh tertinggal. Bukan bermaksud merendahkan diri, kata dia, fakta itu membuatnya miris. Ia menyebut, Malaysia dan Singapura sudah diperkuat MBT Leopard dan Tank M1 Abrams. Adapun, Cina dan India sudah bisa membuat tank tempur utama hasil transfer teknologi dari Rusia. “Negara lain sudah punya. Agar TNI kuat, kedatangan Leopard harus didukung,” kata Otto.

Selain garasi, pihaknya sudah menyiapkan SDM untuk mengoperasikan MBT Leopard. Sebanyak 46 prajurit dan 12 cadangan sudah belajar mengemudikan tank melalui simulasi dan kajian berbagai referensi. Sebanyak 494 prajurit juga sudah menjalani kursus bahasa Jerman untuk memudahkan komunikasi dengan teknisi dalam pembelajaran transfer of technology (ToT). “Intinya prajurit sudah siap, kendaraan tempur yang belum datang.  Kita tunggu saja,” katanya.

Peremajaan alutsista juga dilakukan di Batalyon Artireli Medan (Yon Armed) I/105 Tarik, Singosari. Rencananya, satuan yang menginduk ke Divisi Infanteri II/Kostrad itu bakal kedatangan kendaraan multi launcher rocket system (MLRS) Astros II MK6 dari Brasil. Keunggulannya, peluncur roket itu mampu menjangkau sasaran musuh sejauh 300 kilometer dan mampu menghancurkan kapal induk beserta muatannya.

“Kita siap menerima Astros, selaku komandan saya bangga sekali menyiapkan dari segi kualitas sarana dan prasarana agar senjata itu nantinya dpat digunakan dan dipelihara sesuai fungsinya demi memperkuat satuan ini,” kata Komandan Yon Armed Letkol Arya Yudha.

Sabtu, 24 Agustus 2013

5 BUMN Raih Kontrak Untuk Membuat Senjata Militer Untuk TNI

http://koran-jakarta.com/images/berita/103297.jpg

Lima perusahaan BUMN dipercaya pemerintah untuk menyediakan alat-alat utama sistem pertahanan (alusista) bagi TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara (AU). Kelima BUMN tersebut adalah PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PINDAD, PT INTI, dan PT Dok Koja Bahari (DKB). Kelima BUMN ini diserahi tugas untuk produksi kapal tanker, helikopter, dan pesawat. Nilai order kontrak kelimanya merupakan yang terbesar dari yang pernah ada sebelumnya.

"Kali ini alat-alat untuk TNI, baik TNI AD dan TNI AU, lebih banyak diproduksi di dalam negeri. Karena itu PT DI, PAL, PT INTI, DKB dan PINDAD harus siap mendapat kepercayaan ini," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kupang, Sabtu (24/8). Dari sisi alat untuk sistem pertahanan udara saja, ada sekitar 65 helikopter dan 5 pesawat CN295 yang harus disiapkan. Belum lagi untuk penyediaan kapal perang, senjata, dan yang lainnya. Sayang Dahlan tidak tahu persis berapa nilai kontrak alutsista tersebut.

"Yang pasti, ada kebijakan dari bapak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) agar investasi untuk TNI AD dan TNI AU disediakan anggaran yang besar. Bahkan belum lama ini sudah disahkan Undang-Undang mengenai itu," kata dia. Hasil kerja kelima BUMN tersebut, nantinya diharapkan tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pertahanan nasional, tapi juga bisa dipasarkan ke negara lain. Salah satunya, yang akan dipasarkan adalah pesawat militer hasil produksi PT DI CN295.

"Pesawat CN295 yang kita tumpangi ini sudah mampir roadshow ke beberapa negara, antara lain Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Myanmar," ujar dia. Bahkan untuk melihat hasil kerja PT DI tersebut dalam penyiapan pesawatnya, Dahlan menggunakan pesawat CN295 untuk perjalanan Safari Kerjanya ke tujuh daerah di Indonesia. Dia berharap BUMN semakin menghasilkan alat-alat sistem pertahanan yang lebih baik bagi negara. "Saya merasa nyaman di pesawat ini. Seperti halnya pesawat militer ya begini, tidak ada aksesori layaknya pesawat komersial. Yang paling penting landing dan take off-nya bagus," kata Dahlan.

Tambahan 2 Pesawat Baru, CN-295 Akan Perkuat TNI AU


Kolonel dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan Gita Amperiawan mengatakan TNI Angkatan Udara akan kembali menerima pesawat transportasi teknis jenis CN-295 pada bulan depan.

"Dari sembilan pesawat CN-295 yang kita pesan untuk skuadron dua TNI AU tahun ini, sebanyak dua pesawat sudah datang dan sudah dipakai. Dua lagi akan datang 35 hari mendatang, atau kira-kira bulan depan," kata Kolonel dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan Gita Amperiawan, kepada wartawan dalam perjalanan dari Jakarta menuju Kupang menumpang pesawat CN-295, bersama rombongan Kementerian BUMN, Jumat (23/8) malam.

Pesawat CN-295 merupakan pesawat yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia, namun saat ini masih dirakit di Spanyol. Gita mengatakan meskipun dirakit di Spanyol, namun dua pesawat CN-295 yang telah datang, dilakukan pengecatan dan penyelesaian di Indonesia. Pesawat ketiga dan keempat yang diperkirakan tiba September, juga akan dicat dan diselesaikan di Indonesia.

Selanjutnya, pesawat kelima, keenam dan ketujuh yang datang berikutnya, akan mulai dikustomisasi di Indonesia. Sedangkan pesawat kedelapan dan kesembilan sepenuhnya akan dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia di Bandung. "Mulai tahun depan, mudah-mudahan PT Dirgantara Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri di Indonesia," kata dia.

Gita mngemukakan TNI AU akan terus menambah pesawat jenis CN-295 hingga berjumlah 16 buah untuk memenuhi kebutuhan skuadron dua TNI AU di Halim Perdanakusuma Jakarta. Dia menjelaskan, pesawat jenis CN-295 berkapasitas penumpang 79 orang (jika dimodifikasi dengan bangku model memanjang). Pesawat tipe medium itu memiliki kekuatan mesin dan kecepatan lebih besar dibandingkan tipe sebelumnya yakni CN-235. "Kemampuan terbangnya sembilan jam jika bahan bakar penuh," ujar dia.

Menurut dia, CN-295 merupakan pesawat khusus transportasi baik untuk prajurit maupun logistik. Dalam kondisi perang, pesawat jenis tersebut harus dikawal oleh pesawat tempur, karena CN-295 tidak dirancang untuk bertempur. "Pesawat ini tidak dipersenjatai dan memang tidak bisa dipasangi senjata, hanya khusus untuk 'dropping' pasukan dan logistik. Jadi dalam kondisi perang harus ada pesawat 'escourt' atau pendamping," kata dia.

18 Negara Dukung Latihan Multilateral Komodo 2014

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/South-Korea-Army.jpg

Sebanyak 18 negara menyatakan mendukung pelaksanaan kegiatan Latihan Bersama Multlateral Komodo 2014 di Perairan Natuna dan Kepulauan Anambas, Propinsi Kepulauan Riau. Demikian salah satu kesepakatan yang dihasilkan para delegasi dari 18 negara dalam Initial Planning Conference (IPC) Komodo Multilateral Exercise 2014, selama dua hari, 22-23 Agustus 2013, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asops KSAL), Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, mengucapkan terima kasih kepada para delegasi yang telah berpartisipasi dan berkontribusi, bekerja keras melalui diskusi bersama sehingga menghasilkan formulasi draft untuk pelaksanaan Latihan Bersama Multlateral Exercise Komodo 2014.

“Draft hasil diskusi yang telah dicapai ini mengindikasikan bahwa latihan bersama kedepan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana,” kata Laksda TNI Didit Heerdiawan pada acara penutupan IPC Komodo Multilateral Exercise 2014, Jumat (23/8). Menurutnya, pertemuan ini untuk mempertemukan pemikiran para delegasi negara peserta guna mempertajam pelaksanaan kegiatan latihan bersama tersebut.

Kegiatan IPC ini akan dilanjutkan dengan pertemuan lanjutan yaitu Midle Planning Conference (MPC) pada bulan November 2013 dan pertemuan terakhir yaitu Final Planning Conference (FPC) bulan Januari 2014. Delegasi dari 18 negara peserta juga ikut dalam dua kali pertemuan lanjutan tersebut.

Negara peserta Latihan Multilateral Komodo 2014 akan mengirimkan kapal perangnya dalam kegiatan latihan tersebut. Adapun negara peserta latihan tersebut adalah Indonesia sebagai tuan rumah, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Philipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, India, Japan, Korea Selatan, Australia, New Zealand, Amerika Serikat (USA), China dan Rusia.

Sedangkan TNI AL akan melibatkan 12 KRI terdiri dari 2 kapal perang jenis Van speijk, 2 sigma, 2 Landhing Platform Dock (LPD), 3 Angkut Tank jenis Froch, 2 Perusak kawal (PK) dan 1 landing Ship Tank (LST) serta 6 pesawat udara milik TNI AL. Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlakoarmabar), Laksamana Pertama TNI Dr. Amarulla Octavian akan bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat) Komodo Multilateral Exercise 2014.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Marsetio pada pembukaan IPC Komodo Multilateral Exercise 2014, Kamis (22/8), mengatakan, kerja sama antarnegara tidak terbatas pada kerja sama pertahanan, tetapi juga dimungkinkan untuk menjalin kerja sama pada aspek non-tempur antara lain penanggulangan bencana alam, keamanan maritim dan diplomasi.

Marsetio menilai penting kerja sama antar Angkatan Laut mengingat perkembangan lingkungan strategis di kawasan Asia Pasifik yang sangat cepat dan dinamis terkait permasalahan keamanan, pertahanan dan kondisi lingkungan yang berpotensi terjadi bencana alam.

Menurutnya, penanganan bencana alam yang terjadi di suatu negara sangat mungkin melibatkan Angkatan Laut berbagai negara seperti yang pernah terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Prakarsa latihan ini juga untuk menindaklanjuti ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Respons. Dengan demikian sangat tepat kiranya tema latihan Komodo Multilateral Exercise 2014 adalah ASEAN Navy Cooperation For Stability (Bekerja sama untuk menjaga stabilitas di kawasan ASEAN).

Hal penting yang ingin dicapai pada Latihan Multilateral Komodo 2014, menurut KSAL, meningkatkan kemampuan interoperability antar Angkatan Laut. Selain itu, untuk memanfaatkan kegiatan latihan bersama salah satu bentuk capacity building dan sebagai saluran diplomasi untuk mempererat kerjasama antar Angkatan Laut sehingga dapat menciptakan stabilitas keamanan kawasan.

Panglima TNI Sambut Hangat Pangab Thailand

http://www.rmol.co/images/berita/normal/58031_07265523082013_tni_panglima_dan_pangab_thailand.jpg

Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, didampingi KSAD, KSAU, WaKSAL, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI dan Staf Khusus Panglima TNI, menerima kedatangan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Thailand, General Tanasak Patimapragon, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Jumat (23/8).

"Kunjungan Pangab Thailand dalam rangka meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Thailand," jelas Kadispenum Puspen TNI, Kolonel (Cpl) Minulyo Suprapto, kepada Rakyat Merdeka Online.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyerahkan brevet Tri Media dan Cavalry Wing of the Marine Corps kepada Pangab Thailand, serta menyerahkan brevet Cavalry Wing of the Marine Corps kepada Admiral Yuttana P, General Worapong S, General Surapong S, Lieutenant General Tarnchaiyan S, dan Lieutenant General Bundit.

Selanjutnya Pangab Thailand menyerahkan brevet The Royal Thai Army Honorary Parachutist Badge kepada Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, Aster Panglima TNI Mayjen TNI S. Widjonarko, Dankormar Mayjen TNI (Mar) A. Faridz W.

Jumat, 23 Agustus 2013

Militer Mesir Sweeping Apartemen Mahasiswa Indonesia

http://www.berdikarionline.com/wp-content/uploads/2013/07/Militer.jpg-396x290.jpg

Panasnya situasi politik di Mesir berimbas ke Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini tinggal disana. Paling tidak hal itu dirasakan sejumlah mahasiswa Indonesia Selasa 22/8 kemarin.

Menurut informasi yang diterima Redaksi MuslimDaily, dari apartemen yang dijadikan Rumah Rakyat Keluarga Masyarakat Jawa Timur (Gamajatim), pada Selasa pagi setelah Subuh didatangi sejumlah pasukan Militer Mesir berjumlah lima sampai enam orang.

Tentara Mesir masuk ke apartemen ditemani penjaga gerbang dengan posisi siaga sambil membawa pistol genggam. Tentara kemudian memeriksa semua ruangan yang ada di Gamajatim, namun tidak sampai memeriksa buku, dokumen, isi komputer atau laptop. Setelah memastikan tidak ada yang dicurigai, tentara langsung keluar rumah. Peristiwa itu berlangsung selama sekitar beberapa menit saja.

Tidak hanya memeriksa apartemen WNI, tentara Mesir juga memeriksa rumah-rumah lain di samping apartemen. Atas pemeriksaan yang semakin ketat tersebut, WNI di Mesir berusaha saling mengingatkan dan menghimbau agar selalu waspada, selalu mengunci gerbang apartemen, agar tidak membukakan pintu untuk orang tidak dikenal, dan jangan tertipu petugas gadungan.

Sementara jika tiba-tiba dilakukan pemeriksaan mendadak (sweeping) dari militer, diharap tidak panik agar tidak menimbulkan kecurigaan. Selain itu agar tidak mengajak kawan Warga Negara Mesir menginap di apartemen WNI. Segera urus dokumen atau paspor yang sudah habis masa berlakunya. Dan terakhir agar tetap patuhi jam malam yang diterapkan militer.

Meski militer Mesir sudah mulai memeriksa tempat tinggal para WNI, namun upaya evakuasi belum begitu mendesak dilakukan, paling tidak itu yang dirasakan sejumlah mahasiswa.

Menhan AS Akan Datang ke Indonesia Bahas Terorisme dan Alutsista

http://gdb.voanews.com/0D19430B-FCE2-46A1-8F59-75C998F241B4_w640_r1_s_cx0_cy7_cw0.jpg

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel, rencananya akan mengunjungi dan bertemu Menhan RI Purnomo Yusgiantoro pada 26 Agustus mendatang. Pertemuan tersebut akan membahas masalah pertahanan dan masalah terorisme. Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Pertahanan yang diterima detikcom, Jumat (23/8/2013), pertemuan kedua menteri tersebut akan dilaksanakan di Kantor Kementerian Pertahanan RI. Beberapa isu yang akan dibahas bersama antara lain:
  1. Pertukaran pandangan kedua Menteri Pertahanan terhadap isu-isu keamanan global dan regional.
  2. Rencana penyelenggaraan CTX (Counter Terorism Exercise) 2013, dimana kedua negara menjadi Co-Host bagi 18 negara peserta.
  3. Pembelian Alutsista TNI dalam rangka memenuhi MEF.
  4. Pengembangan kapasitas personel kedua negara khususnya dalam bidang teknis kemiliteran maupun keamanan nasional pada umumnya.

Dari sisi historis, kerjasama pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat sudah berlangsung sejak tahun 1950-an. Kerjasama tersebut mengalami pasang surut mengikuti dinamika lingkungan strategis yang berlaku pada tataran global. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kerjasama tersebut berada dalam masa-masa terbaik di mana kedua negara menjalin kerjasama berdasarkan prinsip "Mutual Respect" dan "Mutual Benefit".

Kedekatan hubungan kedua negara di bidang pertahanan dapat dilihat dari pembelian peralatan utama sistem senjata TNI kepada para produsen di Amerika Serikat. Selain itu, intensitas pertukaran personel diantara kedua negara juga meningkat secara signifikan.

Pertukaran personel dilakukan pada tingkatan operasional antara lain meliputi, pertukaran siswa, latihan bersama maupun kegiatan pertukaran tenaga ahli bidang– bidang teknis kemiliteran. Pertukaran personel pada tingkat tinggi ditandai dengan kunjungan pejabat tinggi di tingkat Kementerian Pertahanan, Markas Besar Gabungan maupun Markas Besar Angkatan.

Selain Helikopter Apache TNI AD Juga Tertarik Helikopter Chinook

http://richard-seaman.com/Wallpaper/Aircraft/Helicopters/American/MidlandChinook_1.jpg

Belum lama ini, delegasi pejabat tinggi Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan perwira tinggi TNI AD, mengunjungi fasilitas rotocraft Boeing di Mesa, Arizona, Amerika Serikat (AS). Kunjungan ini terutama untuk melihat produksi dan kemampuan model baru helikopter tempur Apache AH-64E.

Sebagaimana disampaikan melalui rilis hari ini, Kamis (22/8), dalam kesempatan itu, beberapa anggota rombongan menerbangkan langsung versi terbaru helikopter Apache yang diproduksi di fasilitas itu. Termasuk di antaranya KSAD Jenderal Moeldoko, Sekjen Kemhan Letnan Jenderal Budiman, serta beberapa anggota rombongan lain, yang total berjumlah sekitar 14 perwira TNI AD.

Diketahui, Indonesia sendiri telah menyampaikan minat untuk membeli sedikitnya 8 helikopter Apache AH-64E dari militer AS, melalui perjanjian Penjualan Militer Luar Negeri. Pemerintah Indonesia bahkan telah mengirimkan Surat Permohonan untuk Surat Penerimaan, serta telah mendapatkan izin dari Pemerintah AS untuk membeli helikopter AH-64E tersebut.

"Helikopter Apache diharapkan menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk meningkatkan kemampuan strategi pertahanannya," kata Dave Brostrom, Manajer Pengembangan Bisnis Boeing. "Boeing merasa terhormat dianggap sebagai bagian dari upaya modernisasi pertahanan Indonesia," sambungnya.

Delegasi RI sendiri disambut oleh pimpinan senior Boeing Apache, termasuk Dave Koopersmith (Wakil Presiden untuk Program Helikopter Serang), Dave Palm (Direktur Pengembangan Bisnis untuk Vertical Lift), serta Mike Burke (Direktur Pengembangan Bisnis untuk Helikopter Serang). Oleh mereka, rombongan di antara berkeliling di tempat produksi Apache itu dan bertemu dengan sejumlah pejabat program AD AS.

Selain Apache, Brostrom sendiri mengaku mencatat bahwa Indonesia juga telah menyatakan minat atas helikopter Chinook CH-47F, yang diproduksi di Ridley Township, Pennsylvania. Akan halnya realisasi pembelian Apache, disebutkan bahwa kerangka waktu untuk keputusan mengenai permohonan itu belum diumumkan.

Sebagai salah satu unit dari The Boeing Company, Boeing Defense, Space & Security adalah satu dari perusahaan pertahanan, ruang angkasa dan keamanan dunia terbesar. Berkantor pusat di St Louis, perusahaan ini terakhir tercatat bernilai US$33 miliar, dengan mempekerjakan sebanyak 59.000 karyawan di seluruh dunia.