Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Jumat, 31 Mei 2013

Kasad Resmikan Penggunaan Area Latihan TNI di Simalungun, Provinsi Sumatera Utara

http://4.bp.blogspot.com/-6wYPSAEEeaU/T6zVzgLh0lI/AAAAAAAANd8/W_l7lw3VQrI/s1600/BMP3F_citrapersada.JPG

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI Letnan Jenderal Moeldoko meresmikan penggunaan area latihan prajurit di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Simalungun Military Training Area/Simtra) Kodam I BB, Kamis siang.

Peresmian di Dusun Bohoan Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Bupati Simalungun JR Saragih, Ketua DPRD Simalungun diwakili Ketua Komisi III Johalim Purba, Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik SIK, tokoh adat dan ratusan masyarakat.

Kasad mengatakan Simtra merupakan salahsatu upaya Angkatan Darat dalam menyiapkan medan latihan, sarana dan prasarana untuk mendukung kemampuan militer para prajurit.


Tanpa latihan yang terstruktur, tidak mungkin tercipta prajurit yang terlatih untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ujar Kasad yang mengatakan pihaknya juga akan menggelar latihan kemiliteran bersama dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

Untuk itu Kasad menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemkab yang telah menyediakan lahan hutan seluas 8.140 hektare sebagai tempat latihan prajurit, dan mengucurkan dana sebesar Rp9,6 miliar untuk karya bakti TNI untuk membuka dan melebarkan akses jalan di Kecamatan Silou Kahean dan Dolok Silou.

“Kepedulian Bupati untuk mewujudkan prajurit yang profesional sangat membanggakan,” ujarLetjend Moeldoko yang baru pertama kali melakukan perjalanan dinas pascadilantik sebagai Kasad TNI.

Kasad juga berpesan kepada prajurit di lokasi latihan untuk menjalin kerukunan dan keharmosian dengan masyarakat khususnya dalam upaya menjunjung adat budaya setempat, tidak sembarangan menebang pohon, mengotori sungai dan membuang sampah tapi juga ikut melestarikan lingkungan alam.

Ketika ditanya fasilitas sarana latihan di lokasi Simtra ini, Kasad menjelaskan pihaknya akan membuat perencanaan terlebih dahulu, membicarakan dengan petinggi TNI dan pemerintah. “Saya perkirakan empat atau lima tahun sudah ada,” ujar Letjend Moeldoko.

Bupati Simalungun memberitahukan pemkab telah menyiapkan keadministrasian penggunaan lahan hutan itu untuk sarana latihan TNI secara legal opini dan legal hukum. “Semua telah kita sampaikan ke pemerintah pusat dan disetujui Menteri Kehutanan. Tinggal menunggu rencana induk kegiatan latihan dari Kodam I Bukit Barisan,” sebut Bupati.

JR Saragih menandaskan Simtra ini merupakan kepentingan negara dan bangsa bukan untuk Bupati atau Pemerintah Kabupaten Simalungun. Selain itu perekonomian rakyat juga mulai meningkat ditandai dengan bukanya sejumlah kedai di pemukiman penduduk.

“Harapan kami kepada Pak Kasad, untuk pembangunan Kabupaten Simalungun yang lebih baik dan meningkat lagi, kami sangat mendambakan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) tahun 2014 dilaksanakan di daerah kami,” ujar Bupati.

Kasad TNI dan rombongan didampingi Pangdam I BB Mayjend TNI paulus F Lodewijk, Danrem 022 PT Kolonel Inf Restu Widiyantoro MDA, Dan Rindam I BB Kolonel Inf teguh Arif Indratmoko, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf martin SM Turnip dan jajaran TNI, datang untuk meresmikan Simtra dan meninjau karya bakti TNI di Simalungun.

Embarkasi Ranpur Malindo Darsasa 2013 Di Dermaga Kolinlamil


Bertempat di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Satgas Latihan Gabungan Bersama (Latgama) Malindo Darat Samudera Angkasa (Darsasa) tahun 2013 melaksanakan embarkasi kendaraan tempur (ranpur) yang akan dipergunakan dalam latihan ke KRI Makassar-590.

Kendaraan tempur dan perlengkapan latihan tersebut diantaranya Armour Halilintar, Rapid intervention Vehicle (RIV), Land Rover Commando/Ranger, kendaraan taktis, decco trailer, truk NPS serta beberapa truk berbagai ukuran.

Semua ranpur dan perlengkapan tempur tersebut diangkut dengan Landing Platform Dock KRI Makassar-590 yang bertolak dari dermaga Kolinlamil guna mengikuti kegiatan Latihan Gabungan Bersama yang akan digelar antara Malaysia-Indonesia (Latgama Malindo) Darsasa-8AB/2013 pada tanggal 7 sampai 12 Juni 2013 di Medan, Sumatera Utara.

Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Darsasa diselenggarakan sebagai implementasi strategi penanggulangan teror untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teroris yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah Malaysia dan Indonesia.

Latihan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kedua angkatan dari kedua negara untuk melaksanakan kerja sama dalam penanggulangan teror. Latihan ini untuk melatih komando yang dibentuk dalam rangka meningkatkan kerja sama, pengertian dan profesionalisme di antara kedua pasukan ATM dan TNI.

Northrop Grumman MQ-4C Triton UAV AS Terbaru


Angkatan Laut AS sukses melakukan ujicoba terbang pesawat pengintai tanpa awak, Northrop Grumman MQ-4C Triton, Rabu (22/05/2013). Pesawat yang dirancang untuk pengawasan dan pengintaian udara ini dapat beroperasi hingga 24 jam dan dengan ketinggian hingga 16 kilometer.Pesawat pengintai tanpa awak, Northrop Grumman MQ-4C Triton usai menjalani ujicoba terbang selama 80 menit.




Illustration of the BAMS unmanned aerial system
RoleSurveillance UAV
National originUnited States
ManufacturerNorthrop Grumman
First flight22 May 2013
StatusTesting
Primary userUnited States Navy
Number built68(planned) + 2 prototypes[1]
Program costUS$13,240.9m (as of FY13)
Unit costUS$137.907m (FY13)[1]
US$189.156m (inc R&D)[1]
Developed fromNorthrop Grumman RQ-4 Global Hawk

Pesawat Northrop Grumman MQ-4C Triton dirancang untuk pengintaian udara hingga 24 jam dengan ketinggian lebih dari 16 kilometer. Pesawat pengintai tanpa awak Northrop Grumman MQ-4C Triton usai menjalani ujicoba terbang selama 80 menit.

650 Prajurit TNI AD Dari Yon 403 Berangkat Ke Perbatasan Indonesia Malaysia


Sebanyak 650 orang Prajurit Batalyon 403/Wirasada Pratista berangkat dalam penugasan ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan  KRI Teluk Amboina. Acara pemberangkatan pasukan tersebut dipimpin oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo,  di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Selasa (28/5).

Dalam amanatnya Pangdam IV/Diponegoro berpesan kepada para prajurit yang akan bertugas,  Jagalah kehormatan, Bawalah kehormatan  dan tunjukkan bahwa prajurit Kodam IV/Diponegoro yang terbaik. Sebanyak 650 orang Prajurit Batalyon 403/Wirasada Pratista berangkat dalam penugasan ke daerah perbatasan di daerah operasi. Menurut Pangdam “Tugas adalah kehormatan dan tugas adalah segala-galanya”.

Disamping itu Pangdam juga berpesan agar menjaga keamanan personel dan materiil, jaga kesehatan dan apabila pulang nanti  bisa bertemu dengan anak istri dalam keadaan sehat dan bagi yang belum berkeluarga agar bisa bertemu dengan keluarganya. Tak lupa pula harus  profesional, ’’Ingat saudara disana punya sector, dan ingat saudara disana tugasnya membina masyarakat di perbatasan’’,tegasnya. Sebelumnya sudah ada yang datang dan pergi, maka Pangdam mengharapkan para prajurit 403/Wirasada Pratista harus bisa membina masyarakat di perbatasan tersebut lebih baik, harus rela, iklas, bersemangat dan berhasil.

Hadir dalam acara  pemberangkatan tersebut  Kasdam IV/Diponegoro, Danrem 072/Pmk, Dan Pomdam IV/Diponegoro, Dan Lanal, Para Asisten Kasdam IV/Diponegoro, Para Kabalak, Danyon 403/WP, Dan Yonarhanudse- 15, Dansat Brimob, Ibu Ketua Persit dan istri serta keluarga anggota Batalyon 403 yang akan bertugas.

Pemerintah Tambah Rp 750M anggaran alutsista dari utang negara

TNI


Pemerintah telah melakukan peminjaman luar negeri untuk biaya operasional beberapa Kementerian dan Lembaga sebesar Rp 29,2 triliun dalam APBN Perubahan 2013. Dana tersebut dipinjam dari bank dunia dan Japan International Corporation Agency (JICA).

Data yang diterima merdeka.com dari Ditjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Jumat (31/5), total pinjaman luar negeri tersebut dialokasikan ke 23 K/L dengan enam K/L memiliki utang di atas Rp 1 triliun.

Dalam data tersebut yang paling banyak menggunakan utang luar negeri tersebut adalah Kementerian Pertahanan dengan penambahan utang sebesar Rp 12,7 triliun. Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 7,8 triliun. Kepolisian RI sebesar Rp 2 triliun. Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp 1,6 triliun. Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp 1,5 triliun dan Kementerian Perhubungan sebesar Rp 1,3 triliun.

Sedangkan dari pinjaman dalam negeri, pemerintah menambah utang sebesar Rp 750 miliar yang digunakan untuk pembelian Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan Kepolisian RI. Dengan rincian Rp 600 miliar untuk Kementerian Pertahanan dan TNI, sedangkan Kepolisian RI mendapatkan Rp 150 miliar.

Utang tersebut dialokasikan Kemenhan/TNI untuk membeli sebagian besar senjata, amunisi, Panser Anoa, serta kapal angkut tank dengan total Rp 334 miliar. Sedangkan, utang dalam negeri sebesar Rp 150 miliar yang dialokasikan untuk kepolisian paling banyak digunakan untuk pengadaan alat apung polsek sungai sebesar Rp 45 miliar.

Kamis, 30 Mei 2013

S-300 Pesanan Pertama Telah Tiba Di Suriah


Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, Damaskus telah menerima paket pertama sistem pertahanan rudal, S-300, dari Rusia. Hal itu disampaikan Assad dalam wawancaranya dengan televisi al-Manar Lebanon, Kamis (30/5).

Ia menambahkan, pengiriman paketkedua akan segera dikirim ke Suriah. Lebih lanjut Assad menandaskan, Damaskus akan merespon setiap agresi rezim Zionis Israel terhadap Suriah.

Pada tanggal 28 Mei, Rusia menyatakan akan tetap mengirimkan sistem anti-rudal S-300 ke Suriah meskipun Israel mengancam akan mengambil tindakan untuk mencegah pengiriman sistem tersebut.

China : Tidak Perlu Mencuri Rahasia Militer AS

Curi Data iPad, Peretas ini di Penjara 3 Tahun Lebih
Kementerian Pertahanan China membantah laporan dari Amerika Serikat (AS) mengenai pembobolan informasi tentang persenjataan AS. Negeri Panda menyebut tuduhan itu konyol, dan menegaskan bahwa mereka tidak perlu bantuan asing untuk memperkuat militernya.

Seperti diketahui, Washington Post merilis laporan mengenai keterlibatan China dalam peretasan sistem persenjataan Negeri Paman Sam, kemarin. Dalam suratkabar itu, pengamat militer turut mengkritik kelemahan sistem keamanan informasi Pentagon yang dinilai ketinggalan zaman dari sistem yang dimiliki China.

Sejumlah dokumen yang diyakini sudah ada ditangan China adalah desain Misil Patriot, sistem pertahanan misil balistik Aegis yang digunakan Angkatan Laut AS, Jet F/A-18, pesawat V-22 Osprey, Helikopter Blackhawk, dan kapal tempur pesisir. Negeri Panda itupun diyakini sudah mencuri informasi mengenai jet F-35.

"Ini sama saja dengan meremehkan kemampuan Pentagon dan intelijen China. China memiliki kemampuan memproduksi senjata untuk pertahanan nasional, China sudah punya kapal induk, jet tempur baru, dan pesawat transport. Kami sudah menunjukan kemampuan kami," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan China Geng Yansheng, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/5/2013).

Isu peretasan memang menjadi suatu hal yang memicu ketegangan hubungan AS dan China. China selalu membantah keras tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Masalah peretasan itu juga akan dibahas oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping di California, pekan depan.

Sejauh ini, Pentagon pun belum berkomentar lebih lanjut mengenai insiden peretasan itu. Pejabat AS yang memberi keterangan ke Washington Post juga menolak menyebutkan identitasnya karena sejumlah hal.

Presiden Sby Kerahkan Tni Bangun Jalan Di Papua Dan Papua Barat


Dalam rangka mempercepat pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Barat, khususnya untuk membuka keterisoliran wilayah, pemerintah menetapkan Jalan Strategis Nasional Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, yang untuk selanjutnya disebut Jalan P4B.

Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2013 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 17 Mei 2013 lalu. Ada 40 jalan Strategis Nasional di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat yang dilampirkan dalam Perpres ini. Dari ke-40 Jalan P4B itu, 16 jalan di antaranya digolongkan sebagai Ruas Jalan Tertentu Pada Jalan P4B.

Melalui Perpres ini, pemerintah memberikan penugasan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melaksanakan pembangunan jalan pada ruas-ruas jalan tertentu yang merupakan bagian dari Jalan P4B. “Pembangunan jalan pada ruas-ruas tertentu itu meliputi kegiatan perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, dan pengawasan,” bunyi Pasal 3 Ayat (3) Perpres No. 40/2013 itu.

Menurut Perpres ini, kegiatan perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi dan pengawasan dilakukan oleh TNI secara swakelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. Perpres ini tetap menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan pembinaan teknis terhadap pelaksanaan pembangunan jalan dimaksud sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jalan.

Sementara itu terkait anggaran, Pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2013 ini menyebutkan, bahwa pendanaan yang diperlukan bagi pembangunan Jalan P4B dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Untuk pendanaan pembangunan ruas-ruas jalan tertentu dialokasikan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kementerian Pertahanan, dan untuk pendanaan pembangunan ruas-ruas jalan tertentu dialokasikan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum,” bunyi Pasal 4 Ayat (3) Perpres ini.

Pelaksanaan pembangunan Jalan P4B, menurut Perpres ini, dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas yang disusun oleh Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat (UP4B). Presiden menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengevaluasi jalan-jalan yang telah dibangun sesuai fungsi jalan, untuk ditetapkan statusnya lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jalan.

Pasal 8 Perpres ini menegaskan, Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat untuk mengkoordinasikan pemrograman dan penganggaran pembangunan jalan P4B, dan memfasilitasi penyerahan aset sesuai dengan status jalan. “Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 9 Perpres yang diundangkan pada 17 Mei 2013 itu.

Panglima TNI Sematkan Tanda Kehormatan Kepada Kasal Thailand


Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menyematkan tanda kehormatan Bintang Jalasena Utama kepada Kasal Thailand /Commander-in-Chief of the Royal Thai Navy Admiral Surasak Rounroengrom, di Ruang Hening Gedung Sudirman Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Penganugerahan tanda kehormatan tersebut didasarkan pada keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TK/ tahun 2012  tanggal 2 Desember 2012, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam rangka lebih meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Thailand, khususnya untuk kemajuan dan pembangunan Angkatan Laut kedua negara.

Beberapa saat sebelumnya, Kasal Thailand beserta 6 stafnya diterima Panglima TNI yang didampingi Kasal, Kasum TNI, Irjen TNI, Aspers Panglima TNI,  Waasintel Panglima TNI, Staf Khusus Panglima TNI,  Wakapuspen TNI dan Athan RI di Bangkok, bertempat di Ruang Tamu Panglima TNI.

Hacker China Berhasil Mencuri Blue Print Kendaraan-kendaraan Tempur Amerika


Peretas (hacker) asal Cina dikabarkan telah memperoleh akses ke desain lebih dari dua lusin sistem utama persenjataan Amerika Serikat. Baru baru ini, Cina Juga dituduh telah berhasil mencuri data-data rahasai milik Mata-mata Australia. Mengutip sebuah laporan yang dipersiapkan untuk Departemen Pertahanan oleh Dewan Sains Pertahanan, Washington Post mengatakan desain yang berhasil diretas termasuk jenis pesawat tempur dan kapal, serta pertahanan rudal penting bagi Eropa, Asia, dan Teluk.

Di antara senjata yang tercantum dalam laporan itu adalah sistem canggih rudal Patriot, sistem pertahanan rudal balistik Angkatan Laut, jet tempur F/A-18, V-22 Osprey, helikopter Black Hawk, dan F-35 Joint Strike Fighter.

Laporan ini tidak menyebutkan kapan pencurian cyber dilakukan atau siapa yang terlibat. Tapi dari jejaknya, seperti kemampuan untuk melumpuhkan komunikasi dan merusak data, merujuk pada peretas asal Cina.

Dalam sebuah laporan kepada Kongres bulan ini, Pentagon mengatakan Cina menggunakan spionase cyber untuk memodernisasi militernya dan peretasan menjadi perhatian serius. Dikatakan pemerintah AS menjadi sasaran peretasan yang "diatribusikan langsung kepada pemerintah Cina dan militernya."

Cina telah membantah laporan tersebut dan menyatakan tidak berdasar.

Sebelumnya, perusahaan keamanan komputer Mandiant mengatakan unit militer rahasia Cina mungkin berada di balik serangkaian serangan peretasan di AS. Sebanyak 100 perusahaan AS dikabarkan menjadi korban serangan itu.

Rabu, 29 Mei 2013

Misteri Rekening dan Dana Rahasia Perjuangan Indonesia, Di Incar Ameraka Dan Israel


Pada tahun 1906 terjadilah ikrar raja-raja nusantara yang di prakasai oleh Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker bersama Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto dalam ikrar tersebut ditumbuhkannya rasa nasionalisme “tanah air (Indonesia) diatas segala-galanya”. Pada saat itu seluruh raja-raja nusantara menyumbangkan sebagian asset mereka untuk membantu perjuangan. (Dana Perjuangan).

Sebagian dana itu dipakai untuk biaya perjuangan dan sebagian lagi disimpan di luar negeri. Dana perjuangan lebih dikenal dengan Dana Revolusi / Dana Amanah mulai dihimpun lagi pada masa setelah kemerdekaan dana revolusi yang dihimpun berdasar perpu no.19 tahun 1960. Isinya antara lain, mewajibkan semua perusahaan negara menyetorkan 5% profit 5% dari keuntungannya pada pemerintah bagi Dana Revolusi.

Yang disebut perusahaan negara itu, termasuk pula berbagai perusahaan Belanda yang baru dinasionalisasikan, seperti perkebunan2 besar. Konon berjumlah ratusan juta dolar tersimpan di luar negeri.

Salah satu sumber Dana Revolusi terbesar adalah adanya "Perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement Geneva"
dibuat dan di tandatangani 21 Nov 63 di hotel Hilton Geneva oleh Presiden AS John F Kennedy &Pres RI Ir Soekarno dgn saksi dr Swiss William Vouker.

Masih ingat kan knp JFK & Bung Karno deket waktu itu? tanya aja marrilyn monroe. Perjanjian ini menyusul MoU diantara RI dan AS tiga tahun sebelumnya.

Point penting perjanjian itu; Pemerintahan AS (selaku pihak I) mengakui 50 persen keberadaan emas murni batangan milik RI, yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan pemerintah RI (selaku pihak II) menerima batangan emas itu dalam bentuk biaya sewa penggunaan kolateral dolar yang diperuntukkan pembangunan keuangan AS.

Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian itu, tercantum klausul yang memuat perincian; atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah AS harus membayar fee 2,5 persen setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 (dua tahun setelah perjanjian).Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut.

Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausul pengembalian harta,namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing).Biaya yang ditetapkan dalam dalam perjanjian itu sebesar 2,5 persen setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.

Salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI & AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI.

Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS, dan beberapa negara eropa yg baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun, untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bg Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.

Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED & The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006.

Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.wow utang negara kita seharusnya lunas. Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya.

Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5% atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebnyk itu? Hitung aja! Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia.

Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia, maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak. Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia.

Bangsawan Turki dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.Pada masa Pemerintahan Soeharto hingga Megawati telah diadakan suatu operasi untuk mengembalikan dana tersebut ke Indonesia. Bahkan para bankir hitam kelas dunia, CIA & MOSSAD (agen rahasia Israel) berusaha keras untuk mendapatkan user account & PIN The HEF tsb.

Pasukan Militer Indonesia Selamatkan Tentara Spanyol Dari Hizbullah

Patroli Prajurit Indobatt di Lebanon

Kontingen Pasukan Garuda di Haiti mendapatkan medali penghargaan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Di Kongo, atas kerja kerasnya membangun jalan raya, pasukan Garuda juga mendapat banyak pujian. Sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah PBB, kiprah Pasukan Garuda memang mendapat tempat di hati masyarakat setempat. Selain itu pasukan Garuda di Libanon juga sempat menyelamatkan pasukan pengintai Spanyol yang sedang melakukan patroli. Saat itu posisi tim Spanyol benar-benar terjepit karena dikejar pasukan Hizbullah.

60 Pasukan spanyol yang mengendarai 10 panser sedang berpatroli rutin. Mereka sempat mengambil foto dokumentasi kabel saluran air yang dicurigai sebagai kabel komunikasi milik Hizbullah. Ternyata aksi mereka diketahui Hizbullah.

Dengan menggunakan 10 motor trail dan mobil, Hizbullah mengejar tentara Spanyol. Mereka menyandang AK-47 dan roket antitank. Tim pengintai Spanyol terpaksa meminta bantuan Kontingen Indonesia. Untuk mencegah pertempuran darah, akhirnya Spanyol terpaksa menyerahkan memory card kamera tersebut pada Hizbullah disaksikan pasukan Garuda sebagai penengah.

"Anda punya senjata, kami juga punya. Kami tidak takut menghadapi anda," kata Hizbullah galak pada tentara Spanyol.

Setelah konflik mereda, anggota Pasukan Garuda menemui para tokoh Hizbullah. Mereka mencoba menerangkan ada kesalah pahaman antara Hizbullah dan Spanyol. Hubungan pasukan TNI dengan warga sekitar Libanon memang dekat. Sikap Pasukan Indonesia yang ramah tamah ternyata mempunyai keuntungan. Apalagi rakyat Libanon dan Indonesia sama-sama beragama Islam.

Setelah pasukan Garuda memberi penerangan, para anggota Hizbullah bisa memahami masalah tersebut. Mereka pun melupakan konflik yang terjadi dengan pasukan Spanyol dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) ini.

"Kami orang Libanon sebenarnya tidak menghargai dan menghormati UNIFIL karena mereka tidak berpihak secara adil pada orang Libanon selatan. Tetapi kami melakukan ini karena sangat menghormati anda orang Indonesia," kata Hizbullah.

Kobangdikal Luluskan 32 Pasukan Elit TNI AL Intai Amfibi


Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) kembali luluskan 32 orang prajurit Korps Marinir berkualifikasi Intai Amfibi (Taifib) setelah berhasil menjalani Pendidikan Intai Amfibi di Sekolah Khusus Marinir, Komando Pendidikan Marinir, Kobangdikal, Rabu (29/5/2013).

Diktaifib Angkatan ke-39 TA.2012 tersebut, ditutup secara resmi oleh Komandan Kodikmar Kolonel Marinir Much. Sulchan di lapangan Pusat Pendidikan Infanteri Kodikmar Bhumi Marinir Gunungsari, Surabaya. Penutupan pendidikan Taifib tersebut ditandai dengan pelepasan tanda siswa, penyematan brevet Taifib dan penyerahan ijazah oleh Komandan Kodikmar kepada Kapten Marinir Arismoko yang merupakan lulusan terbaik Pendidikan Taifib Angkatan ke-39.

Dari 32 prajurit baru Taifib tersebut, sembilan diantaranya perwira berpangkat Letda hingga Kapten, 10 orang bintara dan 13 orang lainnya strata tamtama. Komandan Kodikmar mengatakan, selama delapan bulan para siswa menjalani pendidikan dan latihan khusus yang berat dan melelahkan itu bertujuan membentuk diri para siswa menjadi prajurit yang handal, tangguh dan trengginas serta memiliki kemampuan khusus dalam tugas pasukan intai Amfibi.

“Brevet Trimedia yang baru saja disematkan di dada kalian, tidak didapat dengan mudah, melainkan hanya kerja keras, mental baja dan semangat yang tinggi selama mengikuti pendidikan,” terangnya. Orang nomor satu di jajaran Kodikmar ini berharap, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tersebut mampu menjadi pendorong untuk membangkitkan kinerja dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya Korps Marinir TNI AL sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai pasukan Intai Amfibi..

Selain itu, Sulchan –sapaan akrab Dankodikmar ini- mengharapkan agar para prajurit Intai Amfibi yang baru lulus senantiasa memahami dan mendalami semua materi yang telah diperoleh dan meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan profesionalisme pasukan khusus yang ditunjang dengan ketrampilan sesuai bidang tugasnya serta memiliki naluri tempur yang tajam untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.

Tentara Cyber Indonesia Akan Dibentuk


Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berencana untuk membuat tentara cyber. Pasukan inilah yang nantinya bertugas menjaga keutuhan NKRI di dunia maya. Berbagai jenis serangan cyber memang sudah mulai sering terjadi di Indonesia. Bahkan sekitar tiga pekan lalu,

situs Kementerian Pertahanan sempat diretas oleh hacker yang belum diketahui identitasnya. Tak ingin jadi bulan-bulanan di dunia maya. Pemerintah pun segera berbenah, salah satunya mulai muncul wacana soal memperkuat pertahanan cyber.

"Saat ini kita memang tidak punya Undang-undang soal cyber defense, yang ada sekarang ini Undang-undang Cyber Crime melalui UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," jelas Pos M. Hutabarat, Dirjen Potensi Keamanan Kementerian Pertahanan.

Nah, untuk mempertahankan keutuhan NKRI, Pos merasa aturan terkait pertahanan cyber itu harus segera direalisasikan. "Ini harus segera dibentuk, karena dari ini kemudian kita bisa membuat cyber army," tambah Pos, usai berdiskusi di acara bertajuk 'Menghadapi Tantangan di Era Cyber Security' di Pullman Hotel, Rabu (28/5/2013).

Tentara cyber yang dimaksud Pos adalah pasukan militer yang memang diberi pengetahuan khusus soal seluk beluk dunia maya. Dengan demikian, pasukan ini bisa menangkis atau melakukan serangan cyberketika dibutuhkan.

Cyber army memang bukanlah hal baru dalam dunia militer. Negara adidaya seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, sampai Iran sudah memiliki tentara cyber yang besar dan handal. Bahkan beberapa di antaranya memang mengemban misi khusus kenegaraan.

Tentara seperti itulah yang diidamkan Kementrian Pertahanan. Sayang, Pos belum bisa memprediksi kapan para tentara cyber di Indonesia bisa segera terbentuk. "Tunggu undang-undang itu selesai, yang jelas tidak dalam 3 tahun ini," tandasnya.

Israel Kembali Membunuh Warga Palestina dengan Gas Beracun di RS

http://knrp.org/wp/wp-content/uploads/2013/03/gas.jpg

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan rezim Israel memasok rumah sakit (RS) Gaza dengan gas yang digunakan untuk keperluan anestesi, tapi berpotensi membunuh. Israel yang merupakan satu-satunya pemasok gas nitrous oksida rumah sakit Gaza, memberi mereka gas karbondioksida yang diklaim sebagai nitrous oxide. Empat pasien meninggal setelah menghirup gas karbondioksida, bukan nitrous oxide selama operasi bedah.

Menteri Kesehatan Gaza, Ashraf Al-Qudra menggambarkan rezim Tel Aviv berbuat kejahatan tidak etis. "Kami menilai Israel bertanggungjawab penuh atas tindakan membahayakan kehidupan pasien kami," katanya seperti dilansir PressTV, Selasa (28/5).

Menurut Al-Qudra, hal itu merupakan upaya lain Israel untuk membuat kehidupan rakyat Gaza sulit. Israel adalah satu-satunya pemasok gas nitrogen dan tidak ada orang lain yang bisa disalahkan kecuali pendudukan Israel.

Nitrous oksida yang dicampur dengan oksigen diberikan kepada pasien untuk meringankan rasa sakit dan menginduksi tidur sebelum operasi. Para ahli mengatakan penggantian nitrous oxide dengan karbondioksida akan menyebabkan serangan jantung dan dapat menyebabkan kematian.

Organisasi hak asasi manusia melaporkan ratusan warga Gaza tewas dalam setahun terakhir karena akibat langsung dari blokade Israel.

Asosiasi HAM, Al-Dameer menyerukan penyelidikan internasional atas apa yang digambarkan sebagai kejahatan baru Israel.

"Israel telah lama melakukan kejahatan terhadap pasien Palestina. Mengganti gas medis itu tidak mengejutkan kami. Kami meminta WHO dan Palang Merah melakukan investigasi terhadap kasus ini,

Indonesia Beli Perisai Udara Oerlikon Skyshield

Oerlikon Skyshield

Kementerian Pertahanan tak hanya membeli pesawat tempur untuk memperkuat pertahanan dirgantara Indonesia. Kementerian mengaku telah memesan perisai udara dari pabrik Rheinmetall Air Defence di Swiss. Alat utama sistem persenjataan bernama Oerlikon Skyshield itu berbentuk meriam yang terintegrasi dengan radar pangkalan udara.

"Kita pesan enam unit Oerlikon SkyShield, saat ini dalam proses produksi," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Mei 2013.

Enam unit meriam perisai udara itu dipesan Kementerian Pertahanan dengan harga US$ 202 juta. Namun, TNI AU mesti menunggu cukup lama sebelum menggunakan alutsista baru ini. Pasalnya, Oerlikon Skyshield baru bisa dikirim dari Swiss pada 2015. "Jadi bertahap. Pertama, empat unit tiba tahun 2015, dua unit lagi tiba tahun 2017," kata dia.

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/05/35mm-1000_Millennium_FCS.jpg

Sumber Tempo menyebutkan, Oerlikon Skyshield menggunakan meriam kembar berukuran amunisi 35 milimeter dan rudal anti-serangan udara jarak pendek. Kemampuan meriam memuntahkan 1.000 peluru dalam satu menit dianggap efektif menghancurkan ancaman pesawat tempur dan rudal musuh.

Kemampuan Oerlikon Skyshield semakin mumpuni jika menggunakan amunisi khusus buatan Rheinmetall bernama Advanced Hit Efficiency and Destruction (AHEAD). Jika ditembakkan, peluru ini mampu menyebar membentuk perisai, sehingga presisi tepat sasaran mencapai lebih dari 90 persen.

Peretas China Incar Kantor Pusat Intelijen Australia


Peretas asal China telah mencuri cetak biro kantor pusat mata-mata Australia senilai jutaan dolar Australia. Pencurian itu merupakan bagian dari serangan siber melawan bisnis dan target militer di sekitar sekutu Amerika Serikat.

Peretas juga mencuri informasi rahasia dari Departemen Perdagangan dan Luar Negeri yang menjadi rumah bagi agen mata-mata asing Australian Secret Intelligence Service. TV ABC Australia melaporkan berita itu pada Senin (27/5). Nama narasumber disebutkan bahwa peretas China telah membidik perusahaan-perusahaan yang berbasis di Australia secara lebih agresif ketimbang sebelumnya. Beberapa perusahaan yang diincar adalah Bluescope Steel dan Codan.

Sementara Australia Broadcasting Corporation melaporkan, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengatakan pemerintahnya "sangat sadar" akan ancaman terhadap keamanan di dunia maya. Pihak China sendiri tidak memberi tanggapan apapun. Sebelumnya mereka pernah membantah terlibat dalam kegiatan mata-mata di dunia maya.

Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr mengatakan aksi peretas tidak akan merusak hubungan Canberra yang merupakan mitra dagang terbesar China.

Indonesia Memperketat Pengawasan Intelijen Asing

 http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2010/12/intelijen.jpg

Pengakuan Kementerian Pertahanan soal adanya operasi intelijen asing di Papua mendapat respons dari parlemen. Anggota Komisi I DPRRI Nuning Kertopati menjelaskan, bekal data tersebut harus dimanfaatkan oleh intel negara memperketat pengawasan.

Terlebih, adanya eskalasi ancaman di daerah konflik seperti Papua. "Maka pengawasan perlu ditingkatkan,"ujarnya saat dihubungi Republika, Senin (27/5) malam. Menurutnya, intelijen asing biasanya datang ke satu negara dengan cara pengelabuan. Hal tersebut juga berlaku untuk para agen asing di Papua.

"Misalnya intelijen asing di Papua bisa saja berkedok agama, bisnis atau pun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masih banyak lagi,"jelasnya.

Dia mengungkapkan, intelijen negara memang seharusnya dapat mengidentifikasi keberadaan mereka. Kemudian, mengelola informasi tersebut dengan cara meningkatkan komunikasi dengan pemuka agama atau adat budaya setempat. Sehingga, bentuk gerakan separatis atau terorisme bisa dicegah.

Kerjasama TNI dan Singapore Armed Forces

Gaya Panglima TNI Saat Bertemu Panglima AD Singapura - 1.jpg

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. bersama Panglima Angkatan Bersenjata Singapura (Chief of Defence Forces Singapore Armed Forces) Mayor Jenderal NG Chee Meng memimpin Sidang ke-16 Combined Annual Report Meeting (CARM)-INDOSIN High Level Commitee (HLC) 2013 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, sidang ke-16 CARM-INDOSIN merupakan sidang tahunan antara TNI dan Singapore Armed Forces (SAF) yang diselenggarakan secara bergantian di kedua negara. Dalam Sidang CARM-INDOSIN tahun 2013 ini, Panglima TNI dan Panglima AB (Angkatan Bersenjata) Singapura sepakat untuk membahas tentang konsep kerjasama militer kedua negara.

Apa Saja Kerjasama TNI dan Singapore Armed Forces? - DSC_0019.JPG

Sidang yang diikuti oleh 41 peserta terdiri dari 21 delegasi Indonesia dipimpin oleh Panglima TNI dan  20 delegasi Singapura dipimpin oleh Panglima AB Singapura ini, juga membahas tantangan dan ancaman yang perlu mendapat perhatian serta kewaspadaan kedua negara, antara lain menyangkut aksi teror, kejahatan lintas negara, kelangkaan energi dan pangan, perubahan iklim dan pemanasan global, penyelundupan manusia dan senjata, penyakit menular serta merebaknya uji coba senjata pemusnah massal yang berpotensi membahayakan kehidupan manusia dan alam sekitarnya.

Dalam sambutannya, Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai negara yang secara geografis berbatasan langsung, Indonesia dan Singapura perlu bekerjasama secara sinerji dalam suatu kerangka kerjasama yang saling menguntungkan dalam berbagai bentuk interaksi kegiatan. Melalui kerjasama yang komprehensif diharapkan hasil yang dicapai dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kedua angkatan bersenjata, keamanan kawasan perbatasan serta kawasan Asean dan regional sekitarnya.

Apa Saja Kerjasama TNI dan Singapore Armed Forces? - DSC_0014.JPG

Kerjasama antara TNI dan SAF hingga saat ini telah dilaksanakan baik pada tataran kerjasama tingkat Markas Besar Angkatan Bersenjata (Military-to-Military), maupun tataran kerjasama tingkat angkatan kedua negara (Service-to-Servise). Berbagai bidang kegiatan kerjasama telah dilaksanakan seperti bidang intelijen dengan melaksanakan pertemuan rutin komunitas intelijen, pertukaran informasi intelijen; bidang operasi dalam bentuk patroli terkoordinasi (Patkor INDOSIN) di perairan perbatasan kedua negara; bidang latihan bersama dari tiap-tiap angkatan; dan saling melakukan kunjungan pada tataran perwira senior maupun yunior serta kerjasama khususnya menyangkut pelatihan dan pendidikan.  Disamping itu, kedua angkatan bersenjata juga telah memiliki kesepahaman untuk mengimplementasikan pengaturan dukungan logistik bersama.

Menurut Panglima TNI, hal penting lainnya dari forum ini adalah timbulnya dorongan dan keinginan yang kuat dari kedua belah pihak untuk memulai pembahasan Term of Reference (TOR) dari masing-masing komite maupun keinginan merevisi dokumen yang telah ada untuk disesuaikan dengan struktur organisasi CARM INDOSIN HLC, dan diagendakan pada pembahasan selanjutnya.

Apa Saja Kerjasama TNI dan Singapore Armed Forces? - DSC_0005.JPG

Melalui forum ini, diharapkan agar semua pihak agar mulai membahas langkah-langkah kerjasama yang lebih luas dan produktif, serta ikut berperan dalam memberikan kontribusi positif pada peningkatan hubungan dan kerjasama kedua negara.

Selasa, 28 Mei 2013

AM Putranto Komandan PMPP TNI

AM Putranto Komandan PMPP TNI

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memimpin upacara serah terima jabatan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI dan Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (27/5/2013).

Mayjen TNI Hotma Marbundi menyerahkan jabatannya sebagai Koorsahi, kepada Panglima TNI. Penyerahan jabatan itu dilakukan, karena Marbundi akan memasuki masa pensiun.

Sementara jabatan Komandan PMPP diserahkan Brigjen TNI Imam Edy Mulyono, kepada Kolonel Inf AM Putranto. Imam Mulyono selanjutnya menjadi Staf Khusus KSAD. Mutasi dan promosi ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/351/V/2013.

Komandan PMPP yang baru Kolonel Inf AM Putranto adalah alumni Akabri 1987. Sebelumnya, ia menjabat Paban II/Manajemen Staf Perencanaan di Mabes AD. Beberapa jabatan yang pernah disandangnya, antara lain Komandan Satgas Kontingen Garuda XXIII-B/UNIFIL Lebanontahun 2007, Danrem 061/Suryakancana, dan Komandan Brigif Linud-18/2 Kostrad.

Panglima TNI, sebagaimana diungkap dalam siaran pers Puspen TNI, mengatakan, perubahan tatanan pandangan terhadap sebuah organisasi di era globalisasi, menuntut adanya penerapan prinsip-prinsip manajemen yang membawa organisasi menuju ke sebuah misi yang lebih maju. Demikian juga TNI, sebagai institusi negara senantiasa terus dan harus terus bergerak menyempurnakan diri, untuk sebuah tujuan dalam satu koridor visi dan misibagi kemajuan TNI, seiring bergulirnya waktu dan perkembangan yang mengelilinginya.

Panglima TNI berharap, seluruh perwira TNI meningkatan dan mengembangan intelektualitas serta kapasita, sebagai generasi penerus pembangunan TNI di masa datang. Substansi sertijab di lingkungan TNI merupakan mata rantai yang utuh dari proses dinamika dan pembinaan organisasi TNI, yang berorientasi pada pembangunan kompetensi sumberdaya manusia.

Mata rantai proses tersebut, salah satunya dipegang oleh Koorsahli Panglima TNI beserta unsur di dalamnya, yang secara substansial meliputi seluruh gerak kehidupan TNI sebagai organisasi.

Rusia Bakal Larang Terbang Helikopter Mi-8

Vladimir Putin

Pihak berwenang Rusia bakal melarang terbang seluruh helikopter Mi-8. Pemicunya, kecelakaan pesawat jenis ini di kawasan Saratov pada Selasa (28/5/2013). Menurut warta Itar-TASS, insiden itu menewaskan seorang pilot. Sementara, dua penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Pihak militer Rusia dalam penyelidikan sementaranya mengatakan kalau penerbangan helikopter naas itu untuk pelatihan terbang. Helikopter itu milik Angkatan Udara (AU) Rusia. "Penyelidikan terus kami lanjutkan," kata pihak AU Rusia.

Sementara itu, Komandan AU Rusia Victor Bondarev sudah memerintahkan larangan terbang tersebut. "Selama penyelidikan seluruh Mi-8 dilarang terbang,"tegasnya. Kendati begitu, kebijakan itu tak berlaku bagi helikopter Mi-8 kepresidenan. "Presiden Vladimir Putin tetap menggunakan Mi-8 dalam tugas-tugasnya,"demikian Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Rusia Lakukan Pelatihan Militer

detail berita

Rusia menggelar pelatihan militer dalam skala besar. Pelatihan ini melibatkan pertahanan udara, transportasi militer, dan kekuatan tempur angkatan udara (AU) Rusia. Pelatihan ini dimulai tanpa adanya pengumuman besar-besaran.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov di Moskwa mengatakan sedikitnya ada 8.700 serdadu ikut serta dalam pelatihan ini. Lalu, ikut terlibat pula 180 pesawat militer, dan 240 kendaraan perang.

"Pelatihan ini sesuai dengan pernyataan Presiden Vladimir Putin agar Rusia selalu mengecek kesiapan tempurnya guna menghadapi berbagai kondisi,"kata Gerasimov.

Lebih rinci, Gerasimov mengatakan pelatihan itu melibatkan pesawat tempur MIG-31 dari Distrik Militer Timur. Pesawat-pesawat itu menembak dan menghancurkan target di Semananjung Kamchatka.

"Rakyat Rusia harus tahu kalau berbagai ancaman bisa masuk ke Rusia,"kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam telekonferensi dengan para pejabat militer.

Pertukaran Delegasi Militer untuk Perkuat Kerja Sama

Pertukaran Delegasi Militer untuk Perkuat Kerja Sama

Menteri Pertahanan Vietnam, Jenderal Phung Quang Thanh, dan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memandang perlu adanya usaha untuk makin memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. 

Caranya, antara lain dengan pertukaran delegasi militer antara Indonesia dan Vietnam. Pandangan itu muncul dalam pertemuan antara Sjafrie dan Phung Quang, Senin (27/5/2013) di Hanoi Vietnam. Selain memperkenalkan pesawat CN-295 yang telah dipakai oleh TNI Angkatan Udara, kedatangan Sjafrie di Vietnam juga dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama bidang pertahanan dengan negara tersebut.

"Guru bangsa kita punya kebanggaan yang sama, yaitu sama-sama bangkit untuk kebanggaan nasional. Oleh karena itu, perlu pertukaran delegasi militer agar hubungan kedua negara menjadi lebih baik. Kami akan memikirkan untuk mempelajari dan membeli peralatan militer dari Indonesia," tutur Phung Quang, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas, M Hernowo.

Sementara itu, Sjafrie menawarkan Pusat Pelatihan Keamanan dan Perdamaian di Sentul, Jawa Barat, untuk digunakan oleh militer Vietnam yang ikut dalam kontingen Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa."Kami juga ingin militer Indonesia dapat menerima pengalaman historis dari Vietnam dalam operasi gerilya," tambah Sjafrie.

Sjafrie juga menawarkan peluang kerjasama antara pasukan khusus kedua negara. Pasalnya, jika pasukan khusus di suatu kawasan seperti Asean saling berinteraksi, kawasan itu akan semakin solid.

Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE

Mengapa Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE? - IMG_7785.JPG

Tim COE ( Contingent Owned Equipment )  MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) kembali menginspeksi alat dan perlengkapan Satgas Kizi TNI Konga XX-J/MONUSCO, Senin (27/5/2013). Kedatangan tim inspeksi diterima langsung oleh Komandan Satgas Letkol Czi Irfan Siddiq beserta perwira staf di Bumi Nusantara Camp.

Berbeda dengan inspeksi pertama pada bulan Februari lalu yang diketuai oleh Mr. James Boima (Senegal), Tim COE kali ini diketuai oleh Mr. Solomon Shock (Nigeria). Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi alat dan perlengkapan Satgas yang sudah digunakan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, terhitung mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2013.

Rangkaian inspeksi diawali dengan paparan singkat Perwira Seksi Logistik Kapten Czi Hanif Tupen tentang kondisi peralatan dan perlengkapan yang dimiliki oleh Satgas, dilanjutkan dengan pemeriksaan alat perlengkapan yang ada di Bumi Nusantara Camp maupun di lokasi pekerjaan. Obyek yang diinspeksi meliputi pemeriksaan perlengkapan perorangan (self-sustainment) dan beberapa alat utama Satgas (major equipment).

Mengapa Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE? - IMG_7808.JPG

Setelah menerima paparan, selanjutnya tim COE bergegas untuk memeriksa alat dan perlengkapan Satgas yang berada di camp maupun yang ada di lokasi pekerjaan. Bertepatan dengan kegiatan tersebut, Satgas Kizi TNI baru menerima beberapa jenis peralatan baru yang datang dari Indonesia, diantaranya, prime mover, excavator, backhoe loader, dan generator set. Hal ini mendapat tanggapan yang positif dari tim pemeriksa. Dihadapkan dengan pekerjaan yang semakin padat, alat yang baru ini diharapkan mampu membantu pekerjaan yang dihadapi oleh Satgas.

Disamping menerima Alberzi yang baru, pada COE inspection yang kedua ini Satgas Kizi TNI juga telah dapat meluluskan beberapa jenis perlengkapan baru yang dianggap layak untuk mendapatkan reimbursment dari United Nations. Perlengkapan baru tersebut adalah internet access (melalui V-Sat yang dibeli dari Bentley Walker, Inggris), basic fire fighting, dan field defence storage yang semuanya masuk dalam kategori self – sustainment.

Mengapa Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE? - IMG_7764.JPG

Dari hasil pemeriksaan terhadap masing-masing bagian, keseluruhan peralatan dan perlengkapan yang dimiliki Satgas Kizi TNI mendapatkan kategori lulus sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang itu berjalan dengan lancar dan tertib. Diakhir acara tersebut, tim beserta seluruh perwira melaksanakan makan siang bersama sebelum  mereka meninggalkan Bumi Nusantara Camp menuju kediamannya di Logbase Dungu.

Senin, 27 Mei 2013

TNI Lakukan Latihan Militer Bersama Malaysia

 TNI Adakan Latihan Bersama Malaysia

“Manfaatkan momentum kegiatan Latihan Gabungan Bersama Malaysia-Indonesia (Latgama Malindo) Darsasa-8AB/2013 sebagai wahana pertukaran ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan keterampilan dan profesionalisme prajurit, demikian dikatakan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Widodo, pada Apel Kesiapan Gelar Latgama Malindo Darsasa-8AB/2013 di Mako Brigif-2/Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2013).

Selanjutnya Waasops Panglima TNI mengatakan, Indonesia sebagai tuan rumah dan kita sebagai prajurit TNI harus memberikan yang terbaik, tunjukan bahwa prajurit TNI adalah prajurit profesional yang terlatih dan berdisiplin tinggi. “Laksanakan latihan ini dengan semaksimal dan seoptimal mungkin sejalan dengan tujuan dan sasaran latihan yang sudah ditetapkan”, tegasnya.

Kepada para prajurit yang terlibat latihan, Laksma TNI Widodo menekankan, utamakan dan perhatikan faktor keamanan dalam setiap tindakan dan aktivitas serta eliminir semaksimal mungkin tindakan-tindakan yang akan menyebabkan kerugian baik materiil maupun personil, serta jalani hubungan baik yang harmonis dalam interaksi dan aktivitas kegiatan yang didasari oleh prinsip saling menghormati dan menghargai diantara sesama prajurit kedua angkatan bersenjata (TNI dan ATM).

Usai apel kesiapan, Waasops Panglima TNI melanjutkan pemeriksaan alat peralatan khusus yang akan digunakan untuk latihan seperti, senjata, nubika, kendaraan taktis selider milik Denjaka TNI AL dan kendaraan taktis milik Denbravo Paskhas TNI AU.

Sementara itu, Direktur Latihan Brigjen TNI (Mar) Bujung Lalana menekankan kepada para pelaksana latihan Malindo yang akan berlangsung di Medan tanggal 7 s.d. 12 Juni 2013, antara lain kita tidak boleh sombong dan harus santun, jangan memalukan, jadilah prajurit yang disegani, dirindukan dan jangan jadi prajurit gila atau orang melihat jadi benci, karena kalian adalah prajurit disegani, karena kalian adalah prajurit yang menumpas teroris.

650 Prajurit TNI-AD Yonif 407/Tegal Pulang Dari Perbatasan

 


Setelah bertugas selama tujuh bulan di perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia, akhirnya 650 prajurit Batalyon Infantri 407 kembali pulang, Minggu (26/5/2013).  Tiba di pelabuhan Tanjung Mas Semarang, para prajurit hendak kembali ke markas mereka di Slawi, Kabupaten Tegal. Lalu, sebagian dari mereka akan pulang dan bercerita kepada keluarga.

Komandan Rayon Letkol Infantri Ari Aryanto mengatakan, selama tujuh bulan pihaknya menjaga 1.038 kilometer garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Ada tiga kabupaten yang mereka jaga, yaitu Nunukan, Malino dan Kutai Barat.

"Kami disebar di 29 pos untuk menjaga perbatasan," katanya kepada Tribun Jateng. Selama bertugas, batalyonnya berhasil mengungkap 34 kegiatan ilegal seperti penyelundupan narkoban, sembako, dan pelintas batas dana. Pihaknya juga memeriksa patok-patok perbatasan antara Malaysia dan Indonesia.
Cerita TNI Menjaga Patok Perbatasan

Selama bertugas di perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia, prajurit dari Batalyon Infantri 407 harus menjaga 13.544 patok penanda batas Indonesia-Malaysia. Upaya memeriksa patok itu ternyata tidak mudah. "Sepanjang penemuan kami tidak ada yang bergeser, tapi untuk mengecek kami harus masuk hutan," ujar Komandan Rayon Letkol Infantri Ari Aryanto di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Minggu (26/5/2013).

Untuk mengecek patok ternyata tidak mudah. Beberapa patok berada jauh di tengah hutan. Kadang beberapa prajurit harus menginap di hutan beberapa hari. Perjalanaan dari satu lokasi ke lokasi lainpun tidak mudah. Pernah, ia harus berjalan selama empat hari untuk sampai di tujuan.

Hasil pengecekkannya, tidak ada patok yang bergeser. Tapi beberapa patok hilang karena kejadian alam semisal longsor atau tertimpa pohon. Selebihnya ada program pembaharuan patok setiap tahun, jadi tidak perlu khawatir patok bergeser.

Minggu, 26 Mei 2013

167 Prajurit Indobatt Terima Medali dari PBB

Sosialisasi Tugas “Sector East Military Police Unit” Ke Indobatt

Sebanyak 167 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti), menerima penghargaan Medali PBB atas jasa dan pengabdiannya dalam misi perdamaian PBB di Haiti.

Hal ini adalah bentuk pengakuan atas kontribusi yang luar biasa dari 167 tentara penjaga perdamaian PBB dari Indonesia. Selain itu sebagai wujud terima kasih dari PBB untuk pengabdian yang telah diberikan bagi kepentingan perdamaian, stabilitas, dan rekonstruksi di Haiti. 

Penyematan Medali PBB / Medal Parade kepada 167 Prajurit TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH dilakukan dalam suatu upacara parade yang dilangsungkan di Lapangan Parade Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti, Jumat (23/5/2013).

Inspektur upacara adalah Deputy of Special Representative Secretary General (SRSG) MINUSTAH, Carl Alexandre.

Deputy SRSG Carl Alexandre mengucapkan selamat kepada setiap prajurit atas kontribusi yang konsisten terhadap pelaksanaan mandat misi PBB di Haiti, serta penghargaan atas loyalitas yang diberikan kepada perdamaian terlepas dari kesulitan yang dihadapi saat ini. Di samping itu juga usaha, kerja keras dan pengorbanan yang diberikan selama ini tidak akan sia-sia. 

"Dalam kehidupan dunia yang semakin mengglobal dan terhubung satu sama lain, kita harus mengakui bahwa tidak ada perdamaian dan keamanan bagi siapapun apabila tidak ada perdamaian dan keamanan bagi semua. Kehadiran anda disini hari ini menggambarkan komitmen Anda terhadap tujuan ini", kata Mr. Carl Alexandre di hadapan 500 personel yang hadir. 

Acara upacara dilanjutkan dengan penampilan kesenian khas yaitu Reog Ponorogo yang dibawakan oleh 18 personil Satgas Kizi TNI serta Tarian Tango yang dibawakan oleh dua personil dari Argentina Battalion. 

Sementara itu, Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH, Letkol Czi Arief Novianto, mengatakan, selain mengemban tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB, Satgas Kizi TNI juga mengemban misi sebagai duta bangsa untuk mempromosikan budaya dan kesenian asli Indonesia di dunia Internasional.

"Pemberian penghargaan dari PBB merupakan wujud nyata pengakuan PBB atas hasil usaha dan kerja keras yang diberikan bagi misi perdamaian di Haiti," ujarnya.

Komurindo 2013 Akan Segera Digelar


Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2013 akan segera digelar. Kompetisi tahunan yang ke-6 tersebut akan berlangsung pada 30 Mei hingga 2 Juni 2013 di Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Tahun ini, Institut Teknologi (IT) Telkom akan menjadi tuan rumah kegiatan ini.

Komurindo adalah ajang kompetisi rancang bangun muatan roket tingkat perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan bibit unggul calon peneliti, perekayasa, dan ilmuwan dalam bidang peroketan nasional. Ajang ini juga sekaligus untuk menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap teknologi keantariksaan.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam rancang bangun serta pengujian roket dan muatannya. Kompetisi ini juga akan meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi penginderaan jauh dan sistem otomasi robotika pada muatan roket. Dalam perlombaan ini, setiap tim peserta harus melalui beberapa tahap penilaian. Tahapan tersebut yaitu uji dimensi, uji fungsional, uji statik, integrasi muatan, dan uji terbang. Setiap tim terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembina.

Pada kompetisi tahun sebelumnya, hanya terdapat satu kategori penilaian yaitu payload (muatan roket). Namun, untuk meningkatkan kualitas lomba, maka tahun ini mahasiswa juga ditantang untuk berkompetisi dalam bidang roketnya. Tema untuk kategori muatan roket yaitu High Rate Attitude Data Monitoring and Surveillance Payload. Sementara itu kategori roket bertema Autonomous Low Speed EDF Rocket. Dalam kategori roket, setiap tim membuat disain roket dengan berat tidak melebihi 1,5 kilogram dan panjang maksimum 1 meter.

Sabtu, 25 Mei 2013

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4392.JPG

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi menutup Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tingkat Divisi tahun 2013 dengan upacara militer, di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur,  Jumat (24/5/2013).

Upacara diikuti oleh ribuan prajurit peserta Latgab TNI 2013, ditandai dengan penanggalan tanda peserta secara simbolis yang dilakukan oleh Panglima TNI terhadap 4 orang perwakilan peserta Latgab.

Latihan perang besar-besaran (tingkat Divisi) ini telah digelar di beberapa daerah, antara lain : Latihan Posko (15-19 April 2013) di Mako Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat; Latihan Umum atau Latihan Pendahuluan di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir, Baluran, Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, selama dua hari (2-3 Mei 2013), yang kala itu dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI Boediono, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat tinggi TNI lainnya.

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4478.JPG

Sementara itu, untuk Latihan Lapangan telah digelar di Tarakan, Pantai Sekerat, Sangatta, Pulau Senupak, Pulau Senkuang, di Kaubun dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain latihan perang darat dan perang udara, TNI telah pula melancarkan latihan perang laut, di laut Jawa dan Sulawesi. Materi latihan yang telah dikembangkan adalah proses dan mekanisme pengambilan keputusan militer, proses dan mekanisme pengecekan, gelar kesiapan dan latihan pendahuluan serta komando pengendalian Kampanye Militer dan Operasi Militer Gabungan TNI.

Personil yang terlibat dalam Latgab ini berjumlah 16.745 prajurit, dan mengerahkan peralatan tempur antara lain : TNI AD: 14 Unit Tank Scorpio, 5 Unit Tank Stormer Apc, 2 Unit Tank Stormer Co, 13 Unit Tank Amx, 21 Pucuk Meriam (Mer), 12 Hely Mi 17, 12 Hely Bel, dan 3 Bolco. Sedangkan untuk TNI AL mengerahkan 36 KRI, 17 unit BMP-3F, 33 BTR-50, 6 Kapa K-61, 2 unit RM-70/Grad, 7 Unit LVT-7A1, 2 unit BVP-2, 3 CASA, 5 Hely, TNI AU: 5 Pesawat SU 27/30, 5 Pesawat Hawk SPO, 5 Unit F-16, 5 Unit Hawk PBR, 11 Pesawat C-130 Hs/H/B, 1 Pesawat C-130 BT, 2 Pesawat B-737 Intai, 2 Pesawat C-212 Cassa, 2 Unit Cn-235, 1 Unit Cn-235 MPA, 2 Helly Nas-332/Sa-330, 4 Helly Ec-120 Colibri.

 Prajurit Korps Marinir Ikuti Penutupan Latgab TNI Tahun 2013

Sejumlah 16.745 peserta Latgab TNI 2013 tersebut terbagi menjadi : Penyelenggara Latihan dari Kodiklat TNI. Sedangkan Pelaku Latihan dari Kostrad, Koarmatim, Koarmabar, Kohanudnas, Koopsau I, Koopsau II, Kolinlamil, Korps Marinir, Kopassus, Kodam Jaya, Kodam VI/MLW, Kodam IX/UDY, Korps Paskhas, Bais TNI, Satkomlek TNI, Penerbad, Puspen TNI, Babinkum TNI, dan Puskes TNI. Sementara itu untuk tim evaluasi dari Mabes TNI.

Sebagai Direktur Latihan (Dirlat) pada Latgab ini dipercayakan kepada Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar serta Wakil Direktur Latihan Dankodiklat TNI Mayjen TNI Chaidir Serunting Sakti, M.Sc.  Seluruh rangkaian kegiatan Latgab TNI 2013 telah berlangsung sesuai dengan rencana, dan tidak ada prajurit yang terluka, maupun material tempur yang rusak atau hilang.


Berdasarkan laporan pelaksanaan yang dibacakan oleh Dirlatgab TNI 2013 di hadapan Panglima TNI saat upacara penutupan, secara umum tujuan latihan dapat tercapai dengan baik, antara lain:  Pertama, terlaksananya proses pengambilan keputusan militer untuk perumusan rencana kampanye militer dan rencana operasi gabungan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Kedua, terlaksananya latihan umum di Asem Bagus, Jawa Timur, secara aman dan lancar. Ketiga, terwujudnya kerja sama antar matra dan keterpaduan satuan TNI yang tergabung dalam Kogab TNI pada pelaksanaan rangkaian operasi gabungan. Keempat, tercapainya uji doktrin dan teraplikasikanya doktrin kampanye militer, doktrin operasi gabungan dan doktrin masing-masing angkatan.

 Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4414.JPG

Sementara itu Panglima TNI dalam sambutannya pada upacara tersebut mengatakan, kebutuhan paling hakiki dari sebuah negara adalah eksistensi, yang harus diperjuangkan dan dipertahankan sehingga menjadi pijakan bagi suatu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Pada konteks kepentingan mempertahankan eksistensi itulah, maka Latihan Gabungan TNI tahun 2013 telah dilaksanakan selama lebih kurang 40 hari.

Mencermati paradigma militeristik, lanjut Panglima TNI, keamanan negara pada dasarnya dipandang sebagai keadaan di mana rakyat Indonesia secara penuh harus dilindungi pada setiap aspek kehidupan, termasuk ekonomi dan pemanfaatan sumber daya nasional dalam rangka menciptakan kesejahteraan bangsa. Dalam kaitan tersebut, usaha pertahanan negara harus pula diarahkan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif bagi keberlangsungan pembangunan nasional itu sendiri.

Dengan demikian, persoalan pertahanan keamanan bukanlah konsep yang mutually exclusive, yang dapat dipisahkan secara hitam-putih, namun merupakan kesatuan usaha dari segenap komponen bangsa untuk membangun kekuatan TNI, kekuatan pertahanan, dan ketahanan nasional, dihadapkan kepada tantangan dan ancaman yang bergulir seiring perkembangan lingkungan strategis, kata Panglima TNI.


Lebih lanjut dikatakan, gelar kekuatan dan kemampuan TNI yang telah kita latihkan ini merupakan salah satu national power,  yang ditujukan guna menjamin keberlangsungan hidup bangsa Indonesia di tengah persaingan global yang ketat dan kompetitif. Secara ekstrim dapat dikatakan, tanpa  national power adalah hampir mustahil bagi sebuah negara dapat mewujudkan kepentingan nasionalnya. Terlebih, dalam konteks hubungan internasional, national power  menjadi suatu hal yang kemudian sifatnya sangat esensial, karena national power tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan nasional, dan selamanya akan menjadi modal pokok bagi negara agar dapat menjadi pemeran utama di dalam hubungan internasional,  khususnya dalam penerapan soft power diplomacy. 

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh unsur dan para prajurit yang terlibat dalam Latgab TNI tahun 2013 ini, atas suksesnya penyelenggaraan Latihan Gabungan TNI tahun 2013.

Jumat, 24 Mei 2013

Helikopter Militer, Rekayasa Digital Buatan Warga Indonesia. Gemparkan China


Gambar hasil rekayasa digital bisa tampil begitu meyakinkan sehingga mampu mengecoh orang yang melihatnya. Salah satu contoh terbaru terjadi di Negeri Tirai Bambu, tempat situs online milik surat kabar Global Times keliru memuat gambar helikopter tempur palsu.

Seperti dikutip dari Kotaku, gambar hasil rendering 3D tersebut muncul di laman Huanqiu.com milik Global Times, lengkap dengan teks yang menyebutkan bahwa helikopter itu kemungkinan merupakan konsep mesin perang buatan Pasukan Beladiri Jepang.



Ditambahkan pula bahwa helikopter yang bersangkutan "terlihat seperti model dari film fiksi ilmiah karena teknologi untuk membuatnya belum tersedia". Galeri gambar-gambar helikopter ditampilkan di rubrik "militer". Berita tentang hal ini bahkan muncul juga lewat kantor berita Xinhua yang mengutip Global Times dan mengatakan bahwa helikopter futuristik itu merupakan konsep yang didesain oleh kalangan "profesional Jepang".

Padahal, gambar helikopter ini bukan dibuat oleh Negeri Sakura, melainkan seseorang warga Indonesia bernama Ridwan Chandra Choa yang pernah bekerja sebagai seniman digital Lucasfilm Animation di Singapura. Ridwan mengunggahnya ke situs DeviantArt.


Beberapa pengguna di situs jejaring sosial Weibo meragukan keaslian helikopter dalam gambar. "Tanpa baling-baling ekor, bagaimana caranya dia bermanuver?" tanya seorang pengguna. Beberapa pengguna lain berkomentar bahwa desain helikopter lebih mirip benda di buku komik ketimbang mesin perang sungguhan.

Sebenarnya gambar tersebut sudah dibubuhi alamat URL DeviantArt—berikut nama dan tanda tangan sang kreator—dalam alfabet latin yang menunjukkan bahwa helikopter 3D di dalamnya hanya dimaksudkan sebagai sebuah karya seni. Namun, agaknya mereka tidak menyadari hal ini.

ITB Membuka S2 "Cyber Security"

 

Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka program S2 yang berkonsentrasi di bidang cyber scurity. Program ini dibuka untuk menjawab kebutuhan keamanan di dunia digital atau teknologi komunikasi dan informasi ((Information and Communication Technology/ICT), di tengah makin gencarnya serangan hacker pada situs-situs pemerintah, swasta maupun personal.

Untuk angkatan pertama, program S2 di bawah naungan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini akan dimulai September 2013. Namun untuk angkatan pertama, S2 ini belum dibuka untuk umum, tetapi khusus bagi alumni STEI yang mengikuti program fast track di prodi yang punya background informatika. Tetapi ke depan, program pertama di Indonesia ini akan dibuka untuk umum, termasuk untuk mewadahi para hacker.

"Ke depan program S2 ini akan terbuka untuk umum, hanya untuk yang pertama ini khusus untuk alumni kemudian dari instansi yang mendesak," jelas Wakil Rektor ITB bidang Riset dan Inovasi, Prof Dr Wawan Gunawan Abdul Kadir, di Bandung, Kamis (23/5).

Wawan menuturkan, selama ini STEI ITB memang berkonsentrasi di bidang sekuriti ICT. Faktor keamanan ICT ini menjadi poin penting yang harus selalu terjaga dari ancaman pembobolan oleh hacker, virus, dan lain-lain. Contohnya dari situs Presiden RI hingga situs VPMBG Badan Geologi menjadi sasaran hacker.

Karena itulah STEI ITB membuka program S2 yang berkonsentrasi di bidang anti-hacker itu. Dalam pembukaan program, ITB mendapat bantuan dari Korea Selatan yang kini tengah konsentrasi mengatasi serangan para peretas dunia maya. ITB mendapat bantuan dana yang totalnya mencapai 5 sampai 6 juta dolar Amerika Serikat dari Korea Selatan.

Dana ini untuk membangun Center Sekuriti IT di Kampus ITB Jatinangor, Sumedang, yang terdiri dari kampus, labolatorium, dan fasilitas lainnya yang terkait dengan keamanan TI. ITB juga membuka kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara dan Kementerian Kominikasi dan Informatika.

Dekan STEI ITB Prof Dr Ir Suwarno menambahkan, S2 Cyber Security merupakan bagian dari Center Sekuriti IT yang kini masih dalam proses pembangunan di Kampus ITB Jatinangor. S2 Cyber Security memfokuskan diri pada keamanan TI. Di luar negeri, program ini sudah berkembang pesat. Tujuannya untuk menciptakan keamanan sekaligus menahan serangan 

Aceh Memang Jadi Intaian Amerika

http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/05/ilustrasi-intelijen-asing.jpg

Polemik pendaratan tanpa izin pesawat militer Amerika Serikat (AS) ke Indonesia pada Senin (20/5) lalu memang telah berakhir. Kepergian pesawat jenis Dornier-328 itu pada Selasa (21/5) dari Indonesia pun diiringi penjelasan mengenai sebab pendaratan itu terjadi oleh Kedutaan Besar AS untuk Indonesia.
Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia, Scott Marciel menjelaskan pesawat berangkat dari Maladewa menuju Singapura. Hanya saja pesawat terpaksa mendarat di Indonesia karena mengalami kekurangan bahan bakar. Pernyataan dari Dubes AS ini justru mengundang tanya di benak pengamat intelejen sekaligus militer Negara, Wawan Purwanto. Menurut Wawan, "ada sesuatu yang wajib digaris bawahi dari insiden tersebut".

Titik berat yang terlibat dalam kejadian ini adalah Amerika, Negara adikuasa yang memiliki banyak agenda dan kepentingan di dunia, termasuk Indonesia. “Pergerakan mereka perlu diwaspadai, apalagi pihak militer yang melakukan pendaratan secara tiba-tiba tersebut.

Lokasi pendaratan pesawat tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh juga bisa menambah kuat indikasi adanya upaya mata-mata dari AS. Aceh dalam beberapa tahun belakangan ini masuk dalam radar bidikan AS untuk dijadikan wilayah perbantuan perang mereka. “Sabang (wilayah di Aceh) sempat diisukan mau jadi lokasi pembangunan pangkalan militer AS, jadi wajar kalau mereka mengintip Aceh.

Maka dari itu, Pemerintah harus lebih memperketat pertahanan di wailayah paling barat Indonesia dan jangan hanya berpusat di kawasan pulau Jawa saja. Karena akan menjadi sebuah penodaan martabat bila AS terus menerus melakukan pencurian informasi di wilayah kedaulatan Indonesia.

Aceh Dan Papua Menjadi Intaian Intelijen Negara Asing

http://4.bp.blogspot.com/-5eh9en0nNfA/TZLRIh0xMaI/AAAAAAAAF5w/MSCcDA6_tcc/s1600/intelijen.jpg

Pendaratan darurat pesawat militer milik Amerika Serikat (AS) di Aceh beberapa waktu lalu, menyedot perhatian sejumlah kalangan. Tak pelak, kejadian ini kemudian menimbulkan kecurigaan tentang adanya upaya intelijen asing yang berusaha masuk ke Indonesia. "Kegiatan (intelijen asing) ini patut diwaspadai semua pihak," kata Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan, Mayjen Hartind Asrin.

Ia mengungkapkan, sejak kejadian tersebut, pemerintah semakin meningkatkan kualitas pengawalan di daerah-daerah perbatasan. Termasuk berbagai pintu masuk, seperti bandar udara dan pelabuhan. Para aparat yang bertugas di tempat-tempat tersebut pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Hartind tak menampik adanya agen-agen asing yang masuk ke Indonesia. Mereka biasanya memiliki cover story dan cover job yang beragam. Ada yang bekerja sebagai wartawan, aktivis LSM, buruh, dan lain sebagainya. Tidak sampai di situ saja, lanjutnya, tidak terutup kemungkinan organisasi intelijen luar negeri juga merekrut WNI sebagai perpanjangan tangan mereka. "Merekrut orang-orang lokal adalah cara yang paling bagus buat mereka," ujarnya.

Sekitar satu dekade lalu, mantan pimpinan TNI Ryamizard Ryacudu pernah menyatakan, ada 60 ribu agen asing yang berkeliaran di Indonesia. Terkait hal tersebut, Hartind mengaku pemerintah sampai saat ini belum lagi mengantongi data pasti soal jumlah agen asing yang masuk ke negara ini.

"Karena tugas pendataan itu ada pada BIN (Badan Intelijen Negara-red), sedangkan pemerintah (kemenhan) hanya membuat kebijakannya," tuturnya. Menurutnya, isu yang berkembang sejauh ini umumnya masih sebatas opini publik saja. Intelijen asing dinilai membidik wilayah Aceh dan Papua. Sebab, dua wilayah itu merupakan wilayah perbatasan negara yang potensial akan sumber daya alam.

Karena itu, keberadaan pesawat militer Amerika Serikat (AS) di langit Kota Aceh, Senin (20/5) lalu, perlu mendapat perhatian serius. Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Hidayat Nur Wahid menilai, pemerintah harus lebih serius menjaga wilayah terdepan Indonesia, dalam hal ini Papua dan Aceh. “ Karena di wilayah Papua dan Aceh menjadi wilayah yang banyak intelijen asing,” kata Hidayat saat dihubungi Republika, Rabu (22/5).

Selain membidik kekayaan alam Indonesia, intelijen asing juga disebut Hidayat kerap mencampuri politik dalam negeri. Tak heran maka Papua dan Aceh kerap dilanda gesekan politik dan separatisme. “Ada dua motif asing di Indonesia ekonomi yakni mengeruk sumber daya alam. Selain itu ada motif politik,” ujarnya.

Menurut Hidayat, motif politik bisa saja dibawa agen asing untuk menghancurkan Indonesia. Sejumlah isu pun dijadikan kedok untuk merongrong kedaluatan bangsa, di antaranya soal HAM. “Mereka ini bisa saja memiliki motif politik yang berniat membuat kekisruhan di Indonesia,” ujar politikus PKS ini. Terkait dengan peristiwa pesawat militer AS yang memasuki wilayah Indonesia,  Hidayat pun angkat suara, “Bisa saja itu adalah intelijen.”

Menyusul aksi pesawat AS di Aceh, Pengamat intelejen Wawan Purwanto meminta pemerintah meminta penjelasan ke negara Paman Sam. “Tentu saja harus ada penjelasan yang kongkret (dari AS). Kalau karena kalau alasannya habis bahan bakar atau keliru soal izin, kurang bisa dicerna,” ujar dia ketika dihubungi, Rabu (22/5).

Wawan mengatakan, awak militer AS memiliki tingkat keterampilan tinggi dalam memperhitungkan segala hal, termasuk soal persedian bahan bakar. Di samping itu, pesawat militer AS juga bukan rahasia lagi sudah dilengkapi dengan ragam fitur teknologi super canggih. Sehingga, kealpaan soal perhitungan jarak dan bahan bakar yang tersedia hampir zero probability alias mustahil.

“Jadi besar kemungkinan ada yang dilanggar secara sengaja oleh pihak AS dalam aturan zona terbang di Negara kita,” ujarnya.

Wawan menambahkan, insiden soal pelanggaran zona terbang, seperti oleh AS,  sebenarnya bukan kejadian pertama. Tahun 2009 lalu, pesawat militer Indonesia jenis Sukhoi sedang melakukan peragaan armada perang di Makassar. Tiba-tiba ada benda asing yang dipastikan merupakan pesawat militer luar negeri, menjadikan Sukhoi itu sebagai sasaran tembak.

Beruntung, penembakan urung terjadi dan pesawat misterius kemudian menghilang. Hal itu menjadi bukti bahwa wilayah udara Indonesia rentan ditembus kekuatan asing. “Dulu pesawat kita di-lock (dibidik) oleh armada asing. Ya itu membuktikan ada pesawat pengintai sedang hilir mudik di langit Indonesia,” jelas dia.

AS sendiri telah mengakui kesalahan karena pesawat militer Dornier seri 328 miliknya melintasi wilayah Indonesia. Pihak AS mengaku terpaksa mendaratkan pesawatnya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. "Kesalahan mendaratnya pesawat itu ada di pihak kami," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel saat mendampingi Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman.

Pesawat militer AS sebelumnya berangkat dari Maladewa menuju Singapura, Senin (20/5).  Namun pesawat itu terpaksa mendarat di kawasan Indonesia karena mengalami kekurangan bahan bakar. Marciel menerangkan awak pesawat Dornier 328 semula menduga izin terbang di kawasan Indonesia masih berlaku. Namun ternyata izin terbangnya telah kadaluwarsa.

Aktivitas rahasia pihak asing, khsusnya AS, memang pernah diungkapkan oleh laman Wikileaks.  Pada tahyn 2010, Wikileaks pernah merilis 3.059 dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait Indonesia. Dari dokumem itu terungkap sisi kepentingan AS pada sejumlah isu dalam negeri, di antaranya soal Pemilu Presiden 2004, masalah Timor Timur, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).