Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Selasa, 16 Juli 2013

Edward Snowden Meminta Suaka Ke Rusia Setelah Menjadi Buronan AS

http://wscdn.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2013/07/16/130716124048_snowden_304x171_humanrightswatch.jpg

Pemerintah Rusia mengatakan pembocor rahasia intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, telah mengajukan suaka sementara di Rusia. Badan migrasi federal memastikan ia telah mengisi dokumen yang diperlukan di bandara Sheremetyevo, Moskow, tempat ia tinggal dalam tiga minggu terakhir.

Snowden diburu oleh aparat Amerika karena membocorkan rincian program penyadapan pemerintah. Ia tidak memiliki dokumen perjalanan sehingga tidak dapat menerima  tawaran suaka dari sejumlah negara Amerika Latin.

"Ia telah mengambil keputusan bahwa ia perlu mengajukan suaka sementara dan langkah inilah yang telah ia lakukan," kata Anatoly Kucherena, kuasa hukum yang memiliki hubungan kuat dengan Kremlin.
Kucherena membantu Snowden mengisi dokumen yang diperlukan.

Perlu Waktu Tiga Bulan

"Untuk saat ini, ia tidak akan pergi kemana pun. Saat ini ia merencanakan tinggal di Rusia," katanya. Kucherena mengatakan Snowden mengisi dalam formulir pengajuan suaka bahwa ia menghadapi kemungkinan penyiksaan bila kembali ke Amerika Serikat.

Bila permintaan ini diterima, ia dapat bekerja dan bergerak secara bebas di Rusia, kata kuasa hukum itu. Kantor berita Interfax mengutip seorang petugas migrasi yang mengatakan pengajuan seperti itu akan dipertimbangkan dalam waktu tiga bulan.

Sementara itu juru bicara Putin mengatakan keputusan memberikan suaka ini berada pada tangan badan migrasi bukan pada Presiden Vladimir Putin. "Bila kita membicarakan suaka sementara, maka ini bukan isu (yang harus diputuskan) presiden namun oleh badan migrasi federal," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov.

Indonesia Diduga Kurang Teliti Dalam Memahami Isi Kontrak Pembelian Super Tucano

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/Super-Tucano3.jpg

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara dinilai kecolongan dalam membuat kontrak pembelian satu skuadron pesawat tempur ringan buatan Brasil, Super Tucano EMB-314/A-29. Pembuat pesawat, Embraer Defense System, tidak menyediakan kemudahan soal perawatan dalam suku cadang. “Tidak ada garansi klaim dalam pembelian pesawat ini,” kata sumber Tempo di TNI Angkatan Udara kemarin.

Menurut sumber tersebut, garansi seharusnya diberikan kemudahaan bagi TNI AU dalam memperoleh jasa pemeliharaan dalam pembelian suku cadang pesawat tempur, kata dia, memang membutuhkan perawatan berkala yang diukur berdasarkan lamanya jam terbang. Selama perawatan tersebut, beberapa komponen harus diganti.

Wahasil, dia melanjutkan, sejak beberapa bulan lalu, dua dari empat pesawat harus masuk hangar perawatan berkala. Sayangnya, suku cadang yang diganti tak bias dikirim ke Indonesia. TNI AU pun terpaksa mengirim komponen ke Brasil untuk diperbaiki di negara itu.

“Sekarang hanya dua pesawat Super Tucano yang siaga,” kata dia. TNI AU sendiri, dia menambahkan, tak memiliki anggaran pengiriman komponen. Akibatnya, TNI AU terpaksa merogoh kocek sendiri untuk mengirim komponen ke pabrik pembuatan. Ia membandingkan pembelian Sukhoi buatan Rusia beberapa tahun lalu yang memberikan garansi perawatan. Ketika itu, Sukhoi memberikan jaminan suku cadang rutin selama satu tahun.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, mengatakan TNI AU sudah mengantongi garansi dari Embraer. Hanya, dia melanjutkan, mekanisme pelaksanaan belum memudahkan TNI AU. “Minggu lalu kontrak sudah diamandemen, garansi sudah oke.”

Ihwal pengiriman komponen ke Brasil, Rachmad mengatakan, hal itu sudah sesuai dengan prosedur. Di Negara pembuatnya tersebut, komponen dianalisis untuk diperbaiki.

Super Tucano merupakan jenis pesawat tempur ringan yang lincah dalam bermanuver. Dipakai sebagai pengganti OV-10 Bronco buatan Amerika, Super Tucano memiliki kemampuan menyerang musuh dengan presisi tinggi. Dalam latihan gabungan di Asembagus, Situbondo, beberapa lalu, pesawat ini mampu menghabisi semua sasaran tembak yang ada.

Empat unit Super Tucanon telah didatangkan disimpan di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang. Empat pesawat ini merupakan penyerahan tahap awal dari 16 pesawat. Sedangkan sisanya bakal tiba pada semester pertama 2014. Total nilai pesawat itu seharga US$ 143 juta atau Rp. 1,3 triliun.

Komponen Cadangan Mengoptimalkan Sistem Pertahanan Indonesia

http://www.yapthiamhien.org/images/news/9037051df661cc140a308f55bf4e8877_menhan_purnomo_yusgiantoro.jpg

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kedua kiri) dan Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen TNI Budiman (kedua kanan), menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5). Raker tersebut digelar antara lain membahas RUU Komponen Cadangan Pertahanan dan program legislasi nasional bidang pertahanan serta tindak lanjut kerjasama pembuatan jet tempur dengan Korea Selatan. (Foto: ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/ama/13)

16 Juli 2013, Jakarta: Sesuai dengan sistem pertahanan negara, komponen pertahanan terdiri atas komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Kini, Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan (RUU Komcad) sudah berada di DPR dan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2013. Legislasi tersebut mengatur bagaimana perekrutan komponen cadangan, kompensasi, dan statusnya, sehingga memberikan kejelasan bahwa komcad bukan wajib militer.

Pembentukan komponen cadangan juga memberikan keuntungan dalam rangka mengoptimalkan sistem pertahanan RI ke depan. Dengan keberadaan komcad, kekuatan pengganda untuk komponen utama (TNI) yang dihasilkan, jauh lebih besar dari yang ada sekarang. "Biaya yang dikeluarkan negara untuk operasional pertahanan negara pun akan lebih murah," kata Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) Dr. Ir Pos M Hutabarat, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, anggaran pendidikan, pelatihan, dan kompensasi, untuk para anggota komcad nanti tak semahal total biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk komponen utama saat ini. Jika UU Komcad diterapkan, tutur dia, negara bisa menghemat anggaran belanja pegawai. Ia berpendapat, pembentukan komcad sama pentingnya dengan program pengadaan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. "Begitu pula halnya dengan peningkatan kesejahteraan prajurit," katanya.

Untuk itu, jelas Pos Hutabarat, pemerintah kini terus membangun modernisasi alutsista dan kesejahteraan prajurit secara simultan. "Ini adalah sebuah sistem, jadi semua saling mengisi," ujarnya. Dirjen Pothan mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan dana sangat besar untuk pengadaan dan modernisasi alutsista hingga 2014 nanti.

Jumlah anggaran yang disediakan mencapai Rp 150 triliun. Dana ini digunakan untuk pembelian sejumlah unit peralatan militer seperti Tank Leopard buatan Jerman, kapal perang jenis Multi Role Light Frigate dari Belanda, dan pesawat angkut jenis C-295. Di samping itu, anggaran ini juga digunakan untuk biaya produksi tank panser oleh PT Pindad, serta beberapa kerja sama alutisista dengan negara-negara lain.

Bukan Wajib Militer
Dia memaparkan, komcad meski dilatih secara ketentaraan, bukanlah wajib militer. Tetapi, lebih merupakan pelatihan dasar kemiliteran kepada masyarakat yang terpilih, dengan status tetap warga sipil, untuk selanjutnya diorganisasi dalam rangka menjaga kesiapsiagaan bila sewaktu-waktu dibutuhkan bagi kepentingan pertahanan NKRI.

Dirjen Pothan, menjelaskan, RI menganut sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya, yang berada dan dimiliki oleh bangsa Indonesia. Ini dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut, untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.Pos Hutabarat menambahkan, proses pembentukan komponen cadangan melalui beberapa tahapan.

Di antaranya, pertama, pengumuman pendaftaran calon anggota komcad di instansi pemerintah, swasta dan media massa. Kedua, calon anggota secara suka rela mendaftarkan diri. Ketiga, seleksi calon yang memenuhi persyaratan umum dan kompetensi selanjutnya dilatih dasar kemiliteran. "Komponen cadangan adalah warga sipil yang dilatih militer dan bila terjadi perang dikerahkan melalui mobilisasi oleh Presiden dengan status sebagai kombatan di tiga matra. sewaktu-waktu meraka dapat dikerahkan untuk memperbesar serta memperkuat kekuatan dan kemampuan TNI. Jadi, mereka akan digunakan ke tiga angkatan tersebut bila terjadi perang," katanya.

Konsepnya, tutur Pos Hutabarat, mereka akan dilatih dalam enam minggu. Selama latihan, gaji mereka ditanggung pemerintah. Setelah kembali ke pekerjaan masing-masing, dalam setahun mereka masih diwajibkan berlatih selama satu bulan. "Ini agar kemampuannya sebagai komcad tetap terjaga," katanya.

Pos Hutabarat menegaskan, program komcad amat penting. Sebagai posisi tawar terhadap negara lain. "Karena keberadaan mereka memiliki efek gentar bila jumlah pasukan kita besar," ujarnya.

Dia mencontohkan China yang memiliki tiga juta tentara, dengan lima juta komcad. Jika RUU Komcad lolos, Dirjen Pothan menyebutkan, pemerintah menargetkan jumlah anggota komponen cadangan RI antara 100-120 ribu orang dalam 20 tahun. "Jika respon masyarakat positif dan anggarannya cukup, maka akan diperbesar," katanya. Anggaran program ini akan diambilkan dari APBN. Dirjen Pothan mengatakan, RUU Komcad sudah menjadi salah satu prioritas dalam Prolegnas 2009-2014. Saat ini, legislasi tersebut sudah berada di parlemen.

"Diharapkan tahun ini sudah mulai dibahas dan bisa selesai pada 2014. Sosialisasi di media massa sudah dilakukan Kemhan, dan kita melihat bahwa masyarakat menginginkan RUU Komcad ini bisa diselesaikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Pos Hutabarat menambahkan, tak ada batas maksimum untuk komponen cadangan, yang penting mereka memiliki keahlian dan sudah mempunyai pekerjaan tetap. Setelah selesai, mereka akan kembali bekerja dan kalau dibutuhkan seandainya terjadi perang, mereka akan dipanggil untuk memperkuat komponen utama (TNI). Sementara itu, untuk perusahaan swasta wajib mengizinkan karyawannya menjadi anggota komponen cadangan.

"Mereka tak perlu memberikan gaji, karena akan ditanggung pemerintah melalui kompensasi yang diberikan saat mengikuti pelatihan," ucapnya.

Penjualan Pesawat Buatan PT. Dirgantara Indonesia, Terus Meningkat


http://www.airforce-technology.com/projects/cn235mp/images/cn235mp_2.jpg

PT Dirgantara Indonesia (PT. DI) berhasil memproduksi berbagai tipe pesawat dan helikopter. Pesawat yang dirakit dan diproduksi di markas PT DI di Bandung Jawa Barat ini, ternyata telah digunakan di banyak negara.

Antara lain negara di Asia dan Afrika seperti Korea Selatan, Thailand, Pakistan, Senegal hingga Malaysia. Hal ini disampaikan oleh Manajer Komunikasi Dirgantara Indonesia, Sonny S Ibrahim Senin (15/7/2013). PT. DI mendapat pesanan pesawat militer dari beberapa negara seperti :

  • 1 Pesawat CN235 ke Brunai
  • 8 Pesawat CN235 ke Malaysia
  • 2 Pesawat CN235 ke Thailand
  • 5 Pesawat NC212 ke Thailand
  • 12 Pesawat CN235 ke Korsel
  • 4 Pesawat CN235 ke Pakistan
  • 7 Pesawat CN235 ke UEA
  • 1 Pesawat CN 235 Senegal,
  • 1 Pesawat CN235 ke salah satu negara Afrika

Selain pesawat tipe CN235 dan NC212, PT DI telah mengirimkan 1 unit helikopter tipe Super Puma ke Malaysia. Pesawat dan helikopter tersebut,\ telah dikirimkan dan digunakan oleh negara pemesan. "Semua sudah dikirim dan dioperasikan," terangnya. Pada kesempatan itu, Sonny menambahkan beberapa negara ASEAN tengah menjajaki pembelian pesawat generasi terbaru CN295. Pesawat yang dibandrol US$ 39 juta per unit ini, telah digunakan oleh TNI AU.

 http://3.bp.blogspot.com/-R4owQt3SZ9g/UaNvMlCgLRI/AAAAAAAAZWE/-SG_C7SaWc8/s1600/CN295_Burmarrad.jpg

"CN 295 sudah dipesan Tentara Indonesia. Beberapa negara ASEAN juga sudah menaruh minat. Mungkin lagi tahap akhir kontrak," jelasnya. Tahun 2013 ini, PT DI berencana mengirimkan 1 unit pesawat NC212-400 ke Thailand. Pesawat ini sendiri dibandrol seharga US$ 7,3 juta per unit dan versi militer dilepas US$ 7,8 juta per unit.

Kemhan Kembangkan Kamera Intai SRS Retina 2000

http://4.bp.blogspot.com/-5ZbwvccMDOA/UddocUOLE2I/AAAAAAAADXE/EKzRRFPeswE/s1600/srs-retina-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg

Sebenarnya sudah lama, Kementerian Pertahanan RI dan PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) yang diketuai Kasubdit Teknologi Pertahanan Kolonel (Laut) Taufik Arief melakukan riset pengembangan kamera SRS Retina 2000. Kamera ini merupakan produksi dalam negeri yang mulai dirintis pada tahun 2006 dan diujicobakan pada tahun 2007, dan kemudian mulai dioperasikan oleh Skadron Udara 4 serta memperkuat alutsista TNI AU pada tahun 2008.

SRS Retina 2000 dirancang dengan kemampuan mengidentifikasi suatu objek dan merekamnya dalam bentuk data berupa foto udara digital dan video. Sistem ini terdiri atas Gimbal yang meliputi kamera foto, kamera video, laser finder (penentu jarak), Master Control Unit (MCU) dan Uniterruptible Power Supply (UPS). Menurut Letkol Pnb Novyanto Widadi SIP, Komandan Skadron Udara 4 Casa 212 yang menjadi Pabandya Latihan staf Operasi Koopsau 2 di Makassar, sistem kamera ini diakuisisi melalui serangkaian tahapan dan proses yang terencana dan sistematis. Pengujiannya dilakukan baik saat di darat maupun di udara.

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTVSiFTSFD_fQTgAAlHpVU022dvfeIIt_0us9rPX6AL1VkOghPJ

Deskripsi umum fungsi dari alat ini dalam mendukung operasi dan performance peralatan, ringkasan teknis kemampuan sensornya terdiri atas, color day light CCD camera yang berupa digital camera video dengan tingkat resolusi tinggi, dengan kemampuan memperbesar objek hingga 26 kali. ”Ini memungkinkan pengambilan gambar secara detail dari ketinggian 5.000 kaki” katanya.

Resolusi tinggi digital camera dengan kualitas gambar 12,4 mega pixel mampu menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi, dan mampu digunakan untuk melaksanakan foto udara vertikal (pemetaan) dan foto udara obliq atau identitifikasi objek dari ketinggian 5.000 – 10.000 kaki. Laser range finder (range 4-6 km) merupakan alat yang mampu digunakan untuk mengindera sasaran efektif pada jarak 4-5 km, dengan alat ini data objek yang diidentifikasi dapat diketahui jarak terhadap pengamat dan koordinatnya.

SRS 2000 Retina ini sebagai upaya Departemen Pertahanan guna mengembangkan peralatan pencitraan karya anak bangsa yang kelak dapat dikembangkan dan digunakan. Alat ini sudah diujicobakan menggunakan pesawat C-212 Casa TNI-AU dengan hasil baik. ”Dengan tiga sensor yang dimiliki  SRS retina 2000  jika diaplikasikan ke pesawat, pesawat itu mempunyai kemampuan melaksanakan intai udara taktis, identifikasi objek maupun foto udara vertikal” tambah Novi.

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTg1aEti9ps3Pk2F-Q8EFm_278_CKfqE99Vyq9g8SZloR6LlQ3a9g

Selama empat tahun operasional, kamera SRS Retina 2000 telah banyak berkiprah dalam berbagai misi operasi, salah satunya dalam operasi Eyes In the Skies (EIS), yakni patroli maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura yang bekerja sama dengan pihak Malaysia dan Singapura.

Di samping itu, juga dalam kegiatan latihan, baik latihan perorangan di Lanud Abd Saleh, Latihan antar satuan Garuda Perkasa, Sikatan Daya, Angkasa Yudha dan juga dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2008 yang di gelar di daerah Sanggatta di Wilayah Kalimantan Timur. Kamera produksi PT LEN yang kini dioperasikan oleh Skadron Udara 4 itu memiliki kemampuan menghasilkan foto udara vertikal, foto udara oblique, dan video streaming yang merupakan inti dari misi surveillance.

 http://img81.imageshack.us/img81/325/img4084ir9.jpg

Kehadiran Tim Vertifikasi Kemhan kali ini memang bertujuan untuk menjajaki secara teknis rencana pengembangan kamera yang telah diproduksi sebelumnya.  Adapun kemampuan yang akan dikembangkan lebih lanjut antara lain kemampuan operasional siang dan malam dengan meningkatkan kemampuan sensor video dan meningkatkan pergerakan kamera yang semula hanya mampu bergerak pada dua sumbu,  menjadi mampu bergerak pada tiga sumbu dan mampu berputar 360 derajad.

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSDPI6NrPTg1qmWbn_NtyR6kpilS1hsQKIh1Vc5XT1ARs3r2bqmoQ

Di samping itu yang tidak kalah penting adalah penambahan kemampuan transmisi data dari pesawat secara real time yang dilakukan melalui satelit, sehingga kegiatan surveillance dan recognizance yang dilaksanakan dapat dimonitor on the ground. Keberadaan SRS 2000 sangat membantu dalam melakukan penyerangan, memprediksi sasaran juga sangat bermanfaat dalam mendeteksi sasaran. Selain mudah dan cepat dalam instalasi (pemasangan di pesawat) juga mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. Tidak memengaruhi alat komunikasi, navigasi maupun kelistrikan dan sistem aerodinamis dari pesawat.

Alat ini juga memiliki tingkat efisiensi tinggi dari segi pemeliharaan dan suku cadang, karena dibuat di dalam negeri, sehingga penindakan kesulitan tidak tergantung dengan pihak luar.

Latihan Perang, Kapal Perang China Tampak di Laut Jepang

http://img.okeinfo.net//content/2013/07/15/413/836894/liBfVhd0RN.jpg

Armada kapal perang China dilaporkan terlihat di sebuah selat internasional yang memisahkan utara Jepang dengan Rusia. Pihak Jepang menyatakan, kapal perang China itu terlihat di Laut Jepang. Dua kapal antirudal, dua fregat dan sebuah kapal logistik melintasi Selat Soya di Laut Jepang. Mereka berlayar menuju Laut Okhotsk. Selat yang juga dikenal dengan La Perouse, memisahkan Pulau Sakhalin yang dimiliki Rusia dengan Pulau Hokkaido.

Kelima kapal itu turut serta dalam latihan perang China dengan Rusia yang baru saja usai. Dua kapal China lainnya, tampak bergerak menuju Laut China Timur. "Tujuan kapal perang China ini melewati Selat Soya tidak diketahui," pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang, seperti dikutip AFP, Senin (15/7/2013).

Sebelumnya pada Sabtu 13 Juli lalu, sekira 16 kapal perang Rusia tampak bergerak dari Selat Soya menuju Laut Okhotsk. Kedua negara itu melakukan latihan perang di laut, di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya kemampuan maritim Negeri Tirai Bambu.

Sementara ketegangan antara Jepang dengan China masih terus terjadi. Kedua negara saling berebut pengaruh atas sebuah pulau di Laut China Timur. Jepang menyebut pulau itu dengan Senkaku, sementara China menyebutnya dengan Pulau Diayous.

Untuk mencegah kebocoran, Intelijen Rusia Beli Mesin TIK

http://wscdn.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2013/07/11/130711150922_typewriter_304x171_bbc_nocredit.jpg

Badan intelijen Rusia dilaporkan memborong mesik ketik listrik yang diduga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tak terjadi kebocoran informasi rahasia sebagaimana berlangsung pada skandal WikiLeaks dan Edward Snowden.

Pemesanan pembelian senilai 486.540 rubel (Rp150 juta) itu telah diajukan Lembaga Keamanan Rusia, FSO, dan sudah dimuat pula di situs resmi untuk pengadaan barang negara tirai besi itu.
Belum ada komentar dari FSO tentang kenapa lembaga intelijen penting Rusia itu masih memerlukan mesin tik yang sudah jauh ketinggalan jaman saat ini.

Namun seperti dikutip koran Rusia, Izvestiya, sebuah sumber dalam FSO menyatakan tujuan penggunaan mesin ketik itu adalah untuk mencegah terulangnya insiden kebocoran informasi seperti yang terjadi pada lembaga intelijen yang menggunakan perangkat keras komputer.

"Setelah skandal tersebarnya informasi rahasia melalui WikiLeaks, kemudian pengungkapan rahasia intelijen melalui Edward Snowden, kemudian ada juga laporan bahwa Dmitry Medvedev disadap saat melawat ke London dalam rangka agenda G20 (tahun 2009), diputuskan sekarang kebiasaan membuat dokumen kertas diperluas," kata sang sumber.

Ia juga menyebut sejak lama sebenarnya mesin ketik digunakan di berbagai lembaga dan kementrian di Rusia untuk mengetik rancangan dokumen yang bersifat rahasia, bahkan sejumlah laporan yang disiapkan khusus untuk Presiden Vladimir Putin juga ditulis dengan mesin tik.

Serangan Israel ke Iran Disetujui Awal 2014?

http://img.okeinfo.net//content/2013/05/10/412/804816/UZzWL6quum.jpg

Anggota Partai Likud Tzachi Hanegbi mengatakan, Israel akan membuat keputusan final mengenai rencana serangan ke fasilitas nuklir Iran tahun depan. Israel juga tidak akan bergantung pada Amerika Serikat (AS) mengenai serangan itu.

"Keputusan menyerang Iran tidak akan disetujui sebelum awal tahun 2014," ujar pejabat partai yang berkuasa di Israel itu, seperti dikutip Times of Israel,"Terkait kemungkinan serangan militer itu, Israel dan AS akan bekerja sama dengan menggunakan jadwal yang berbeda. Ini disebabkan karena banyaknya perbedaan kemampuan (militer) Israel dan AS. AS bisa melakukan ini (menyerang) dengan lebih efektif ketimbang Israel," papar Hanegbi.

Anggota parlemen yang sudah lama duduk di Knesset itu mengingatkan kembali, bila sanksi dan diplomasi untuk isu nuklir itu tidak efektif, maka kebijakan militer harus dilakukan. Hanegbi menegaskan, langkah militer adalah langkah satu-satunya untuk mengecah Iran memiliki kekuatan nuklir.

"Haruskah Israel menaruh harapan ke AS? Bisakah Israel diyakinkan bahwa mitra terdekatnya akan bertindak untuk menghapus ancaman itu? Jawaban saya adalah tidak. Jaminan itu tidak akan bisa diberikan oleh satupun presiden dan tidak pernah bisa diminta oleh seorang perdana menteri. Israel tidak perlu mengharapkan komitmen itu," tegasnya.

Seperti diketahui, Negeri Yahudi itu kembali mengeluarkan retorika kerasnya terhadap Negeri Persia terkait isu nuklir. Dalam kunjungannya ke China, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, nuklir Iran akan mengganggu proses distribusi minyak dunia karena Iran takkan segan memblokir Selat Hormuz (Teluk Persia).

Sementara itu, Iran yang sedang disibukkan dalam persiapkan pemilu presiden terlihat mulai jarang berkomentar menanggapi ancaman-ancaman serangan itu. Para politisi di negara tersebut kini berlomba-lomba untuk mengikuti perlombaan politik besar itu.