Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Rabu, 17 Juli 2013

TNI Hadapi Tantangan Kompleks Khususnya di Kawasan Asia Tenggara

http://4.bp.blogspot.com/-RCi3wYBFxLg/UG0J-w1SE0I/AAAAAAAAAOI/5JOJeD-f_BQ/s1600/2012_10_03_12_48_58_a33.jpg



Negara saat ini memiliki citra dan posisi yang berbeda dalam percaturan internasional dibandingkan dengan beberapa dekade terakhir. Indonesia telah mampu menanggalkan citra keterpurukan, citra instabilitas, dan citra konflik yang dulu pernah membara di mana-mana.

Demikian amanat Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., yang dibacakan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Dr. S. Widjonarko, S.Sos., M.M., M.Sc. selaku Inspektur Upacara pada upacara bendera 17-an, di Lapangan Upacara Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (17/7/2013), seperti tertulis dalam rilis yang diterima.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, patut bersyukur atas pencapaian tersebut karena pembangunan nasional menunjukkan hasil yang positif dan menuju ke arah yang diharapkan. Kemajuan pembangunan ekonomi telah mendorong terwujudnya harapan besar terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat sehingga menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun demikian tegas Panglima TNI, sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan negara, TNI masih harus dihadapkan kepada tantangan yang tidak ringan dan semakin kompleks, khususnya di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, sebagai akibat adanya potensi konflik yang disebabkan oleh benturan kepentingan ataupun rivalitas antara kekuatan-kekuatan besar di kawasan tersebut.

Geo-politik, geo-ekonomi dan arsitektur kawasan juga terus berubah dan berkembang dari masa ke masa, yang tidak jarang berpengaruh kepada geo-politik dan geo-ekonomi, serta kondisi sosial nasional. Untuk itu, kepada seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas dan berada, agar senantiasa mencermati perkembangan situasi keamanan regional dan nasional, serta perkembangan pembangunan di daerah masing-masing, dengan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan, guna mengantisipasi setiap perkembangan yang dapat mengganggu proses pembangunan.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Panglima TNI memberikan penekanan kepada seluruh Komandan Satuan dan seluruh prajurit serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI   untuk : Pertama, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk dijadikan landasan moral dan etika dalam melaksanakan tugas dan pengabdian, sebagai landasan spiritual agar tidak terjerumus pada tindakan primitif penyalahgunaan narkoba, dan/atau tindakan lain yang merugikan diri, satuan masyarakat, bangsa dan negara. Kedua, pegang teguh serta amalkan komitmen netralitas TNI dalam politik praktis.

Pelajari, pedomani dan laksanakan instruksi Panglima TNI tahun 2008 tentang pedoman netralitas TNI dalam Pemilu dan Pilkada. Ketiga, bagi para Komandan Satuan tingkatkan pembinaan satuan dengan mengedepankan kepemimpinan lapangan yang penuh simpati dan keteladanan dengan senantiasa hadir di tengah tengah anggota dan lingkungan satuan.

Keempat, bangun komunikasi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah, Polri dan komponen masyarakat lainnya pada setiap pelaksanaan tugas, guna mewujudkan daerah serta masyarakat yang aman dan sejahtera. Kelima, cermati dan sikapi setiap perkembangan lingkungan yang terjadi di sekitarnya dengan arif dan hati-hati, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan adat istiadat setempat agar terhindar dari mispersepsi maupun salah dalam memberikan komentar sehingga kontra produktif dengan tujuan semula.

Upacara diikuti oleh prajurit TNI maupun PNS TNI yang bertugas di lingkungan Mabes TNI Cilangkap, berlangsung dengan tertib dan khidmat.

Sector East Military Police Unit Pimpin 4 Kontingen MILITARY POLICE SE SECTOR EAST Pada Operasi Gabungan di Lebanon

http://www.pkc-indonesia.com/images/pmpp/ops%20gab%20sempu%203.JPG

Blate Marjayoun UN Posn 7-3, ( SEMPU ) Sector East Military Police Unit kali ini memimpin operasi gabungan empat Kontingen Military Police se Sector East. Operasi dalam rangka penegakan dan ketertiban berlalu lintas personil UNIFIL ini dipimpin oleh SEMPU dibawah Komando Pasiops SEMPU Lettu Cpm I Putu Adi Suryadana. Operasi gabungan skala besar pertama kali yang diprakarsai oleh SEMPU ini dilaksanakan di AOR ( Area of Responsibility ) pada dua tempat berbeda, tim Alpha dengan IVO UTM 36 S 0740975 – 3692950 dan tim Bravo pada UTM 36 S 0740975 – 3693950 Lebanon Selatan, Rabu ( 17 / 07 / 2013 ).

 Operasi gabungan tersebut dilaksanakan dalam rangka disamping penegakan disiplin personil UN juga untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Dalam pelaksanaan AOP ( Alternate Observation Post ) ini sedikitnya satu personil dari Nepal, India, Spanyol, Indonesia ditambah 2 personil SEMPU melaksanakan Speed Gun ( mengukur kecepatan kendaraan ) UNIFIL pada titik yang telah ditentukan, untuk dilaporkan pada titik point berikutnya yang berjarak kurang lebih 1 Kilometer.

http://www.pkc-indonesia.com/images/pmpp/ops%20gab%20sempu%202.JPG

 Dalam pelaksanaanya, misalnya apabila ada kendaraan dari Kontingen yang Spanyol yang melintas, maka personil dari Spanish Military Police yang memeriksa dengan didampingi personil SEMPU. Pada pelaksanaan AOP ini, personil Military Police dari tiap tiap kontingen dengan didampingi Perwiranya, memeriksa tentang identitas personil UN, surat keluar kesatuan, surat ijin mengemudi, tata tertib dan disiplin berkendaraanpun tidak lepas dari pemeriksaan ini ( termasuk penggunaan seat belt dan pemakaian tutup kepala ).

 Dalam operasi gabungan yang dilaksanakan oleh empat Kontingen plus SEMPU ini, enam belas kendaraan baik sipil maupun Militer telah diperiksa dan tercatat tiga kendaraan melanggar batas kecepatan maksimal dari kecepatan yang telah ditentukan oleh UNIFIL, sehingga perlu dikeluarkannya UTIR ( Unifil Traffic Incident report ). Perwira pendamping yang sekaligus OIC ( Officer In Charge ) traffic Lettu Cpm Ibrahim Rahman setelah selesai pelaksanaan operasi gabungan ini mengucapkan terima kasih kepada semua personil Military Police dari empat kontingen atas kerja sama dan kesungguhan yang telah ditunjukkan dalam pelaksanaan tugasnya.

http://www.pkc-indonesia.com/images/pmpp/ops%20gab%20sempu%201.JPG

 Komandan Satgas POM TNI konga XXV-E/UNIFIL Letkol Cpm Subiakto S.H. seusai menerima laporan pelaksanaan AOP gabungan oleh empat Kontingen Military Police se Sector East termasuk SEMPU menyampaikan, dari hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa dalam operasi penegakan dan ketertiban ini, siapapun yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi yang berupa UTIR. Lebih lanjut disampaikan, bahwa tujuan pada pelaksanaan operasi gabungan ini disamping untuk keselamatan penumpang itu sendiri, penegakan peraturan disiplin berlalu lintas, dan mengurangi kecelakaan lalu lintas di wilayah AOR ( Area Of Operation ).

Preman : Hanya Kami Yang Bisa Bunuh Anggota Kopassus

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/q71/996819_389738397796971_1212679026_n.jpg

Salah satu saksi dalam sidang kasus penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Cebongan, Sleman, Rudi Handoko, mengaku pernah bertemu dengan Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Deky, bahkan sempat akan dipukul. Hal itu diungkapkan Rudi yang juga merupakan warga binaan di Lapas Cebongan dalam sidang lanjutan, Kamis ( 11/7/2013) pukul 09.00 WIB, di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

"Di luar pernah dengar dan bertemu. Saya ingat pernah mau dipukul," kata Rudi Handoko dalam kesaksiannya. Rudi menceritakan, kala itu event organizer tempatnya bekerja menggelar acara di Bosche Kafe. Di sela event, saksi nyaris dipukul oleh Deky lantaran tidak terima ditegur oleh panitia. Pemicunya karena Deki memaksa masuk tanpa membayar tiket. "Saat saya panggil, dia (Deky) mau memukul saya," ujarnya.

Di dalam penjara, Rudi juga mengaku berkenalan dengan kelompok Deky saat berada di Lapas Cebongan. Saat itu, Deky mengatakan masuk penjara karena terlibat kasus pembunuhan anggota TNI AD di Hugo's Cafe. Anggota kelompok Deky yang bernama Ade juga ikut memukul Serka Heru Santoso menggunakan botol. "Saya dengar mereka bercerita dengan bangga bisa membunuh anggota TNI," ucap Rudi.

Dalam sidang berkas pertama atas terdakwa Serda Ucok Tigor Simbolon dkk, oditur militer menghadirkan enam orang saksi. Semuanya merupakan warga binaan LP Cebongan. Selain Rudi Handoko, ada Tri Indrawan, Yusuf Sumarno, Fugiono, Agus Bintoro, dan Joni Hendrawan.

Salahsatu Pasukan Rahasia TNI-AL KOPASKA "Komando Pasukan Katak"

http://4.bp.blogspot.com/-C4p6eRJlZ5s/TzqHMDWjs7I/AAAAAAAAFRE/Y2pMMqrrcAk/s200/LOGO+KOPASKA+1.png
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQY6fyx4qRqd94e9KQOOxavtAAoJpD_l_OTMM2dTYdig1JITxbF5A

Tidak ada rintangan yang tidak dapat di lalui, itulah slogan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang membuat para prajuritnya menjadi kuat, tangguh dan pemberani. Pembentukkan Kopaska berawal dari Seorang perwira yang mempunyai gagasan untuk membuat satuan frogmen dalam jajaran TNI AL Kapten (Jas) Dch Iskak yang menjabat sebagai Kepala Dinas Duril, dengan dukungan dari Dinas Ranjau yang memberanikan diri membentuk pasukan katak (frogman unit).
 
 https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/q73/s720x720/1005284_394272544010223_1917702037_n.jpg

Untuk pertamakalinya direkrutlah 12 orang dan yang berhasil lulus hanya 4 orang. Kapten Iskak tidak sendirian dalam membentuk pasukan ini, di belakang beliau ada seorang penyelidik misi militer dari Belanda. Hasil dari pembentukan frogmen unit ini masih jauh dari harapan maka pada tahun 1957 ALRI mengirim seorang perwira Letnan Hidayat ke US NAVY dalam program UDT (Uderwater Demolition Team) Reserve Training Course di Amerika, dan hasilnya memuaskan. Semenjak itu TNI AL mulai membangun pondasi bagi pasukan yang di cita-citakan. KOPASKA secara resmi didirikan pada tanggal 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno.
 
 http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1315812015/peristiwa-sertijab-pangarmabar-15.jpg
 
Kopaska saat ini Berjumlah sekitar 300an personil (data ini tidak valid karena Kopaska mempunyai tingkat kerahasian yang tinggi dalam hal personil dan operasi). terbagi menjadi 2 yaitu Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya.

Satuan Komando Pasukan Katak Armada Barat (Satkopaska Armabar)
  • Detasemen 1 Sabotase / anti-Sabotase (Teror)
  • Detasemen 2 Operasi Khusus
  • Detasemen 3 Combat SAR
  • Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut / Mine clearence
  • Detasemen 5 Underwater Demolition
  • Detasemen 6 Special Boat Units

Satuan Komando Pasukan Katak Armada Timur (Satkopaska Armatim)
  • Detasemen 1 Sabotase / anti-Sabotase (Teror)
  • Detasemen 2 Operasi Khusus
  • Detasemen 3 Combat SAR
  • Detasemen 4 EOD dan Ranjau Laut / Mine clearence
  • Detasemen 5 Underwater Demolition
  • Detasemen 6 Special Boat Units

Pendidikan
Pendidikan Kopaska diawali dengan indoktrinasi dan gemblengan fisik yang membuat lelah luar biasa terutama otot kaki. Maklum "kesaktian" utama Kopaska adalah menyelam dan bertempur dibawah air. Masa latihan pertama selama 1,5 bulan itu diakhiri dengan “Hell Week” yang sangat menguras tenaga karena para siswa baik Pa, Ba dan Ta "digojlok" dengan standar pasukan khusus.

Mereka selalu dikejutkan dengan kegiatan tiba-tiba dan tak terduga. Seperti renang laut di tengah malam, senam perahu karet, dayung, tidur sesaat lantas 10 menit kemudian para siswa disuruh melakukan halang rintang, push up dan pull up atau digembleng fisiknya (termasuk trauma fisik) oleh para pelatih untuk melatih mental serta ujian lisan tentang teori yang telah diberikan.
 
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRCT8F-LgdeDvSxQQQKt03HOd3qOjk9o3gc1HLYvoo8612FmiD0uQ

Semua itu hanya membuktikan bahwa seseorang bisa berpikir 10 kali lipat dalam keadaan terdesak dan tantangannya adalah bagaimana caranya bisa berpikir seperti itu secara sadar dan tidak gegabah. Karena itulah hakikat sebuah pasukan khusus yang bisa menyelesaikan misinya dengan cepat, tuntas dan rapi.

Fase selanjutnya adalah pembinaan kelas selama 2,5 bulan plus sebulan praktek. Teori yang didapat antara lain adalah : pengintaian pantai, demolisi dan sabotase. Daerah latihan Kopaska pada ini adalah seputar pantai wilayah gresik atau pantai di daerah Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Tapi jangan kira walaupun pembinaan kelas, para siswa tetap diwajibkan lari dan berenang baik dalam kolam maupun laut.
 
Persenjataan Dan Peralatan
Karena sebagian besar tugas KOPASKA berada di lingkungan asin dan lembab, sebagian besar senjata dan peralatan KOPASKA mencerminkan kondisi ini.
  • Pistols : Pindad P1/P2 , Sig Sauer P226 , Glock 17 , Glock 19 , H & K USP
  • Submachineguns : MP5 H & K varian, Micro Uzi , Daewoo K7 , MP7
  • Senapan serbu : AK-47 , Norinco Type 56-2 , Colt M16A1 senapan serbu, Pindad SS1-V1/V2 , Pindad SS2-V1/V2 , AK CZ-58 , HK416 , M4 , Steyr Agustus A3 SFO, AK-101
  • Senapan sniper : Sig 550 Sniper rifle, Steyr Mannlicher- SSG 69 , Galatz Sniper Rifle, AW L96, Denel NTW-20 , Arctic Sniper, HK417 , SR-25
  • Senapan mesin : Daewoo K3 , FN Minimi , FN MAG , GPMG , Pindad 12,7 MG

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/kopaska%5B1%5D.jpg
http://img402.imageshack.us/img402/1425/ssrickside700.jpg
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRtwxpD5vDQR0CezpakGLYeTnYlpYkSGmhfUMYvEK2f6XD2-HNi
 
KOPASKA menggunakan peralatan penyelam scuba komersial. Semua personil juga dilengkapi dengan helm ringan PRO-TEC, Tingkat III MICH helm, dan beberapa dari mereka mengenakan Helm Airframe oleh Presisi Crye. Mereka menggunakan sirkuit dekat, sirkuit dekat dan terbuka setengah sirkuit peralatan aqualung, skuter atau sub-skimmer kerajinan untuk mobilitas bawah air, dan Avon Sea Raider Rigid Inflatable Boat atau Hull (Dengan mengempis lambung, sebuah Raider Laut dapat juga dapat digunakan sebagai kerajinan sub-skimmer). Mereka

Parameter Kualitatif Kopaska
Parameter kualitatif Kopaska ini dibuktikan dengan Tri-Tugas yang dibebankan ABRI (sebelum TNI) kepada satuan kecil ini, diawal kelahirannya pada tanggal 31 Maret 1962. Dalam Operasi Militer merebut Irian Barat dari tangan Belanda itu, Kopaska mendapat tugas khusus :

  1. Melaksanakan intai pantai Biak (combat reconnai-sance) dan pada hari-H, melaksanakan penghancuran halang rintang alam maupun buatan (Belanda) di pantai pendaratan.
  2. Melaksanakan serangan komando (commando raid) terhadap sasaran-sasaran di laut dan di pantai pendaratan, termasuk melaksanakan pen-culikan Laksamana Reeser, Panglima Tentara Belanda di Irian Barat.
  3. Melaksanakan penghancuran Kapal Induk HMS Karel Doorman dengan serangan Human Torpedo.

Indonesia Jadikan RX 420 Pondasi Bangun Pabrik Rudal C-705

http://4.bp.blogspot.com/-7ZAYfiPzFyQ/Udz_O2hUJlI/AAAAAAAABIQ/ajhvViWSfxE/s1600/Rudal+C-705+ASCM.jpg

Kunjungan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ke China, beberapa waktu lalu tidak sia-sia. Setelah membeli sejumlah rudal China, pemerintan negeri tirai bambu itu akhirnya menyetujui opsi yang diminta pemerintah RI. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia diperkenankan membangun pabrik rudal C-705 di tanah air. 

Rudal C 705 ini berhulu ledak 110 kilogram, dengan daya jangkau 75 km dan 170 km dengan tambahan roket pendorong. Rudal ini memiliki Sistem pemandu: radar, TV, atau IR dengan target kapal berbobot 1500 ton. Rudal jelajah C 750 bisa diluncurkan dari pesawat, kapal dan kendaraan darat. Selain dipasang di kapal, Indonesia akan memasangnya di silo darat, seperti yang dilakukan vietnam untuk rudal Yakhont yang digunakan Indonesia di beberapa KRI.

Kini, Departemen Pertahanan sedang mengumpulkan para pakar rudal Indonesia untuk mempersiapkan pembangunan pabrik rudal C-705. “Kita akan menggenjot produksi alutsista dalam negeri. Kalau tidak bisa, kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi,” ujar Purnomo Yusgiantoro “Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, akan kita pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan,” ujar Menteri Pertahanan. Pembangunan Pabrik rudal C 705 dilakukan Kementrian Pertahanan RI dan Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal.

Rudal C-705 kali pertama diperkenalkan ke publik pada ajang Zhuhai Airshow ke-7 tahun 2008. Misil ini adalah pengembangan dari C-704, dan bentuknya lebih menyerupai miniatur C-602. Pengembangan rudal baru ini fokus ke tiga hal: elemen mesin, hulu ledak, dan sistem pemandu. Dengan desain modular dari mesin baru, membuat jangkauan rudal yang sebelumnya 75-80 km, menjadi sampai 170 kilometer. C-705 dipersiapkan untuk mengkandaskan kapal perang dengan daya hancur mencapai 95,7%, ideal untuk menenggelamkan kapal.

Kerjasama rudal C 705 sangat penting bagi Indonesia dan sangat strategis. Dari rudal ini, Indonesia akan mengembangkan kemampuan rudal Cruiser RX – 420 yang ditargetkan memiliki daya jangkau 300 Km lebih. Rudal Lapan RX- 420 sudah diuji coba beberapa kali. Namun hingga kini masih ada kendala dipersoalan di keakuratan daya jelajah, dalam mencapai target sasaran secara presisi. Jika teknologi cruiser telah dimiliki para pakar rudal Indonesia, munculnya rudal RX- 420 versi militer, akan menggentarkan negara negara tetangga. Diharapkan negara tetangga yang mencoba mengganggu teritorial Indonesia, akan berpikir puluhan kali jika pertahanan rudal Indonesia bisa dikembangkan optimal.

TNI-AL Akan Bangun Pangkalan Militer Di Jambi

http://www3.hafiz-konsultan.com/berita/images/kapalperang.jpg

Rencana pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung sepertinya akan memiliki dampak yang luas. Tidak hanya untuk kemajuan ekonomi Jambi, namun pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung juga akan meningkatkan situasi keamanan di wilayah Jambi. Pasalnya, Jambi ditargetkan akan memiliki Pangkalan Angkatan Laut (Lanal).

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), mengatakan terkait rencana pembangunan Lanal tersebut dirinya telah bertemu dengan Panglima Komando Armada RI Wilayah Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto. Dikatakan HBA, Pangarmabar menyetujui usulan tersebut, dan merencanakan kunjungan kerja ke wilayah Jambi.

 https://lh6.googleusercontent.com/-zmnY0tSMDjk/UeaIPHB4CQI/AAAAAAAABBU/SXUBbNTmnlc/w955-h537-no/untitled.jpg

“Beberapa hari lalu saya kunjungi Panglima Armabar, kita menawarkan kenapa tidak bangun Lanal di Jambi. Apalagi dari kawasan Ujung Jabung akan kelihatan kapal lalu-lalang di Laut China Selatan. Rupanya, panglima sudah tahu akan hal itu. Makanya beliau langsung respon," kata HBA.

Sebagai tindak lanjut, kata HBA, Pangarmabar akan segera melakukan studi kelayakan dan survei lapangan. Jika tidak ada halangan, panglima beserta jajarannya akan berkunjung ke Jambi pada tanggal 21-23 Juli ini.

“Beliau akan ke Jambi dengan menggunakan kapal perang. Nanti beliau akan keliling Sabak bersama saya. Nanti teman-teman wartawan juga ikut. Rombongan juga akan bawa pesawat intai," beber HBA.

Bukti keseriusan atas rencana pembangunan Lanal tersebut, HBA mengatakan Pemprov Jambi bersedia menyediakan lahan yang dibutuhkan. "Saya sempat tanya berapa butuh tanah, 100 hektar kita siapkan,"

TNI Uji Meriam Korea Selatan di Kawasan Urut Sewu

 http://suaramerdeka.com/foto_aktual/2cae6a6585184032332b17ab153b61a9.jpg
TNI AD menggelar uji terima terhadap Meriam Howitzer 105 MM jenis KH-178 di pesisir selatan Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Selasa (16/7). Uji terima meriam produksi Kores Selatan itu ditinjau langsung oleh  Wakasad Letjen TNI M Munir.

Ikut mendampingi Waasop Kasad Brigjen TNI George I Supit, Kadislitbang TNI AD Brigjen TNI Kun Priambodo, dan Dirpalat Brigjen TNI I Wayanb Cager. Tampak pula Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Agus Kriswanto, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Adi Wijaja dan Dandim 0709 Letkol Dany Rakca Andalawasan.

Kalakgiat Uji Meriam Howitzer 105 MM Kolonel CPL Sri Sunanto menjelaskan, dalam uji terima di Urut Sewu pihaknya melakukan uji penembakan sebanyak dua pucuk meriam sebagai simpel. Pengujian dilakukan dengan jarak 6 km, 10 km dan 11,8 km.

"Uji terima meriam guna mendapatkan data dan fakta terhadap meriam produk Korea Selatan itu, sesuai dengan spesifikasi standar penerimaan (SSP)," ujar Kolonel CPL Sri Sunanto kepada suaramerdeka.com di sela-sela uji terima.

Kolonel Sri Sunanto yang sehari-hari menjabat Kasubdit Binjat Ditpalat TNI AD tersebut menambahkan, materi uji yang dilakukan meliputi uji non destructive (tidak merusak) dan uji destruktif bersifat merusak. Uji sebelumnya dilakukan di Lapangan Tembak ASR TNI AU Pandanwangi, Lumajang.

"Nanti masih ada rangkaiannnya lagi, seperti latihan dari operator dan perawatannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, pembelian meriam tersebut merupakan lanjutan dari kontrak eksport (KE) pembelian Alutsista TNI AD dari Korea Selatan. Adapun jumlahnya sekitar 54 pucuk meriam.