Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Selasa, 21 Mei 2013

TNI AU Pantau Pergerakan Teroris di Sumatera

http://static.liputan6.com/201210/tni-au-logo121016b.jpg

Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional Tiga (Hanudnas III), terus melakukan pemantauan pergerakan kelompok jaringan terorisme yang diduga bersembunyi di wilayah Sumatera. Komunikasi dan pergerakan kelompok terorisme, menjadi fokus utama Hanudnas III. Salah satunya menggunakan radar yang ada di sektor Hanudnas III.

Panglima Komando Sektor Hanudnas III, Marsekal Pertama TNI Sungkono, saat diwancara, Selasa (21/5) mengatakan, wilayah teritorial Kosek Hanudnas itu selain Provinsi Sumut juga meliputi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Aceh. Dengan kekuatan dan pasukan yang cukup terlatih, maka aspek keamanan udara, menjadi tanggungjawab mereka selama 24 jam mengawasi wilayah udara.

Dia menyebutkan, meskipun BNPT menyebutkan adanya kelompok terorisme yang sudah masuk ke wilayah Sumatera, khususnya di Sumut, namun hingga saat ini belum ada pergerakan yang mencurigakan. Menurutnya, tidak ada pelanggaran menonjol, dan keamanan di teritorialnya masih relatif aman.

4 Daftar Pesawat Terbaik Dunia Saat Ini

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB62znJOGjFzgh6atqXxBvsxLP3tqrTXTwVRjUKJ6xYrLpXvHSspwWLJ7Cy-lHNPRqSCCnr0KqX-PaP1DMbUQ15p-XTzr_boe7owmQyfInPOedW0yE4ly7twzM0vLdBQRPJqm9IozFzydN/s1600/PAK+FA+T-50+WIKI+Sukhoi_T-50.jpg
1. Sukhoi T-50 (Rusia)
Rusia sebagai salah satu kekuatan militer di dunia tentu tidak akan mau kalah dari pesaing berat nya Amerika serikat dalam pembuatan peralatan militer, terlebih lagi di bidang dirgantara, yaitu pesawat tempur berteknologi tinggi. Sukhoi T-50 merupakan pesawat tempur terbaik yang kini di miliki oleh angkatan bersenjata Rusia, dan merupakan Pesawat tempur berteknologistealth pertama buatan Rusia,dan merupakan pesaing terberat dari pesawat tempur tercanggih yang dimiliki oleh amerika serikat, yaitu F-22 Raptor.


Sukhoi T-50 di desain untuk memudahkan pilot dalam melakukan manuver yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan pesawat-pesawat rusia sebelumnya.Rusia berencana memproduksi 1,000 Sukhoi T-50 itu dalam beberapa dekade mendatang dengan harapan India akan membeli 200 unit di antaranya(Rusia dan India bekerjasama dalam pembuatan pesawat tempur T-50 ini).

Beberapa Keunggulan yang di miliki oleh pesawat Tempur Sukhoi T-50 adalah :
  • Manuver yang dimiliki sangat Baik.
  • Kecepatan Jelajah Supersonic
  • Mempunyai sistem perlindungan diri yang bagus.
  • Memiliki kelebihan dari berat pesawat saat lepas landas, yaitu 20 ton, atau lebih ringan dari F22-Raptor yang memiliki berat lepas landas 24 Ton.
  • Harga yang di patok Rusia dalam penjualan adalah Kurang dari 100 juta Dolar (Rp 852,5 miliar) per unit. Bandingkan dengan harga F-22 Raptor yang dihargai 140 juta dolar AS.
_________________________________________________________________________________



2. F22-Raptor (Amerika Serikat)
F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen.

 
Pesawat ini melalui masa pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22, tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada Desember 2005. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.
_________________________________________________________________________________


 
3. F-35 Lightning II
F-35 Lightning II adalah hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter. Pesawat ini adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara, dukungan udara jarak dekat, dan pengeboman taktis.

 

Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya, dan beberapa negara lainnya. Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi oleh industri kedirgantaraan yang dipimpin oleh Lockheed Martin serta dua rekan utamanya, BAE Systems dan Northrop Grumman. Pesawat demonstrasi pertama kali terbang pada tahun 2000,[2] dan pesawat versi produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006.
__________________________________________________________________________________

http://www.my-walls.net/wp-content/uploads/2012/11/Chinese-Fighter-J-20.jpg
4. Chengdu J-20 China
China merupakan sahabat terdekat Rusia, dan mereka berdua sering melakukan kerjasama dalam pembuatan peralatan militer termasuk pesawat tempur, oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa teknologi yang dimiliki china pada saat ini juga berasal dari pemberian Rusia, sehingga China bisa menjadi kekuatan militer paling di takuti di dunia.

http://paralay.iboards.ru/download/file.php?id=11892&mode=view

Chengdu J-20 adalah pesawat generasi ke 5 yang paling modern dimiliki oleh China.dan ini merupakan pembuktian terhadap sikap amerika yang mengejek China tidak akan mampu membuat pesawat tempur siluman sampai tahun 2020.

Bill Sweetman,memperkirakan bahwa Chengdu J-20 memiliki panjang 75 kaki (23 meter) dengan lebar rentang sayap 45 kaki (14 meter). Jika hanya membawa persenjataan atau kargo internal, jet tempur siluman ini dapat lepas landas dengan beban 34.000 kg hingga 36.000 kg. Prototip J-20 bisa menggunakan mesin kembar Saturnus 117 buatan Rusia yang masing-masing berdaya dorong 14.000 kg. David Lapan dari Pentagon mengatakan bahwa China masih memerlukan mesin buatan Rusia untuk pesawat silumannya ini. Namun laporan dari pihak China mengatakan bahwa J-20 akan didukung oleh dua mesin turbofan 13.200 kg/WS-10 yang dilengkapi Thrust Vector Controlled (TVC ) nozel buatan dalam negeri.

China Miliki Lebih dari 40 Hangar Bawah Tanah

Hangar bawah tanah China

 Korea Utara bukanlah satu-satunya negara di Asia Timur yang membangun fasilitas pangkalan/hangar bawah tanah. China juga memiliki hangar bawah tanah dengan jumlah yang fantastis, yaitu sekitar 40 atau lebih dan mungkin menjadi yang terbanyak di dunia. Kapasitas dari seluruh hangar bawah tanah China ini setidaknya bisa untuk "melindungi" 1.500 pesawat.

Hangar bawah tanah China

Pada tahun 2011, kapasitas 1.500 ini mewakili lebih dari jumlah pesawat tempur modern yang dioperasikan oleh China, yang berarti memberikan China kemampuan untuk melindungi aset terbaiknya dalam setiap konflik besar di mana pesawat lawan akan berusaha untuk menyerang pangkalan udara China. 

资料图:中国援建阿尔巴尼亚地下机库。

China memulai pembangunan 40 atau lebih hangar bawah tanah ini pada tahun 1950 (kemungkinan dengan bantuan ilmuwan Uni Soviet). Disinilah China banyak menyimpan armada-armada terbarunya, meskipun beberapa diantara pangkalan ini tidak lagi difungsikan sebagai fasilitas militer dan dibuat sebagai museum yang dibuka untuk umum.

Pintu hangar bawah tanah China

Tentu saja pesawat-pesawat yang disimpan tersebut tidak langsung terbang ketika sudah keluar dari pintu hangar. Untuk lepas landas dan mendarat, masih dilakukan seperti biasa yaitu harus keluar dulu dari hangar. Pangkalan semacam ini lebih sebagai area penyimpanan, pemeliharaan, stok bahan bakar, amunisi, dan pemeliharaan dan perbaikan semua peralatan di lapangan terbang. Untuk ukuran pintu masuknya pun beragam, mulai dari belasan meter hingga 40-an meter. Pesawat tempur modern umumnya sudah memiliki sayap lipat, jadi pintu hangar yang belasan meter sudah cukup untuk dilaluinya.

中国援建的阿地下空军(组图)

Keberadaan hangar-hangar bawah tanah ini tentu akan menyulitkan bagi siapa pun untuk menghancurkan pesawat-pesawat China yang tidak sedang terbang. Landasan pacu dan fasilitas lapangan terbang lainnya memang bisa rusak/hancur karena serangan dari udara, namun teknisi lapangan udara berikut peralatan perbaikannya dari dalam hangar akan dengan cepat memperbaiki kerusakan tersebut.

 中国援建的阿地下空军(组图)

Infrastruktur bawah tanah semacam ini memang terbukti sangat survivable saat Perang Dunia II, kala itu Jerman membangun sejumlah lini produksi bawah tanah untuk bahan kritis rudal balistik dan pesawat tempur. Fasilitas ini terbukti sangat tahan terhadap pemboman yang menggunakan amunisi terarah standar.

中国援建的阿地下空军(组图)

Untuk alasan inilah Amerika Serikat dan beberapa negara lain seperti Inggris mengembangkan sejumlah bom tanah yang bisa menembus fasilitas bawah tanah, biasanya bom semacam dijuluki dengan "bunker buster" atau juga "earthquake (gempa)" . Bom "bunker buster" selama ini hanya sering dikaitkan dengan fasilitas-fasilitas bawah tanah milik Iran, namun sesungguhnya Korea Utara dan China memiliki fasilitas militer bawah tanah yang jauh lebih dalam dari permukaan tanah. Hingga kini AS terus mengembangkan bom penetrasi tanah dan terus berupaya memperoleh data baru mengenai pembangunan fasilitas-fasilitas bawah tanah China.

http://himg2.huanqiu.com/attachment2010/120224/zip1330053298/1330053298_19.jpg

Basis-basis bawah tanah seperti ini tentunya akan memberikan perlindungan yang baik dari serangan-serangan mendadak skala besar, sekaligus memberikan China keunggulan dalam perang yang lama. Kalau AS biasa meggunakan pangkalan udara bisaa (tidak bawah tanah) dan tidak semua pesawat juga berada di situ. China juga banyak memproduksi rudal balistik yang membawa hulu ledak seberat setengah ton dengan rentang 300-700 kilometer. Ada hampir 2.000 rudal jenis ini yang kapanpun bisa menghantam lapangan-lapangan udara negara-negara tetangga. Rudal-rudal ini mudah dimobilisasi dan juga memiliki tempat penyimpanan di bawah tanah. Banyaknya tempat-tempat penampungan bawah tanah seperti ini jelas telah meningkatkan kemampuan kekuatan udara China.

Iran Segera Produksi Sistem Pertahanan Udara Herz-9

Iran Luncurkan Sistem Pertahanan Udara Tercanggih

Lini produksi untuk sistem pertahanan udara baru Herz (Protector) 9, akan diresmikan dalam sebuah upacara khusus yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi hari ini. Pada selasa lalu, Kementerian Pertahanan Iran mengumumkan bahwa Iran berencana untuk meluncurkan lima alutsista defensif baru dalam beberapa hari kedepan.

Juga, pada bulan lalu, seorang komandan senior militer Iran mengumumkan bahwa negara itu akan mengungkapkan sebuah sistem rudal pertahanan udara yang mirip dengan S-300 Rusia dalam waktu dekat. "Sistem ini, dikenal sebagai Bavar (Keyakinan) 373, sedang dikembangkan di negeri ini dan akan segera diluncurkan secara resmi," Ujar Laksamana Farhad Amiri.

Dia mengatakan bahwa saat ini sistem pertahanan rudal Bavar-373 telah memasuki tahapan produksi dan subsistemnya pun juga telah diuji.

Awal tahun ini, para pejabat senior militer Iran mengumumkan bahwa Iran sedang menguji subsistem dari sistem pertahanan rudal Bavar 373. Komandan pangkalan pertahanan udara Khatam ol-Anbiya Brigadir Jenderal Farzad Esmayeeli mengatakan kemudian bahwa "uji coba lab sedang berlangsung untuk subsistem dari sistem pertahanan udara jarak jauh Bavar 373".

Angkatan Bersenjata Iran baru-baru ini juga menguji-tembak berbagai jenis rudal baru dan torpedo dan menguji sejumlah besar alutsista buatan dalam negeri, peralatan, termasuk kapal selam, kapal perang permukaan, artileri, helikopter, pesawat terbang, UAV dan sistem elektronik pertahanan udara saat latihan militer skala besar.

Analis pertahanan dan pengamat militer mengatakan bahwa "wargames" dan kemajuan Iran dalam memproduksi senjata telah terbukti sebagai faktor pencegah, khususnya untuk menghadapi ancaman tinggi dari AS.

Rusia-Turki Siap Bangun Sistem Pertahanan Udara yang Sama dengan S-300

Peluncur rudal sistem pertahanan udara S-300VM

Rusia siap bersama dengan Turki mengembangkan sistem pertahanan udara jarak jauh yang berdasarkan pada sistem rudal permukaan-ke-udara S-300, hal ini diungkapkan kepala badan ekspor alutsista Rusia (Rosoboronexport) Sergei Ladygin pada hari Minggu, 19 Mei 2013. Sudah sejak lama Turki menggelar tender untuk pembelian sistem pertahanan udara jarak jauh, namun hingga kini tidak ada pemenang yang diumumkan,.

"Rusia siap menawarkan sebagian dari tender produk Rusia-Turki (sistem pertahanan udara) yang berdasarkan sistem S-300VM. Misalnya, untuk mengintegrasi sistem pertahanan udara (S-300VM) di kendaraan/peralatan militer Turki," ujar Ladygin saat pameran senjata di ibukota Peru Lima. Sistem pertahanan udara S-300VM/Antey 2500 (SA-23 Gladiator) dilengkapi dengan kendaraan jenis baru, radar array canggih dan enam peluncur untuk setiap kendaraan.

Rosoboronexport juga mengatakan bahwa upaya kolaborasi Rusia dan Turki ini juga untuk mempromosikan sistem pertahanan udara di pasar-pasar negara ketiga, katanya. "Artinya, ada kemungkinan untuk membahas penjualan lisensi untuk produksi sistem ini di negara-negara lain di dunia," katanya.

Versi berikutnya dari sistem rudal S-300, yang disebut dengan S-300PMU1, memiliki jangkauan lebih dari 150 kilometer dan dapat mencegat rudal balistik dan pesawat di ketinggian rendah dan tinggi, sehingga efektif unuk menangkal serangan udara.

Drone Siluman Terbaru China 'Lijian' 001



Beberapa jam sebelum Angkatan Laut AS meluncurkan pesawat tempur tak berawak (UCAV) Northrop Grumman X-47B (demonstrator) dari dek kapal induk (USS Bush) untuk yang pertama kalinya, muncul gambar (angle baru yang lebih jelas) dari drone siluman pertama China "Lijian" (pedang tajam) beberapa situs China.

 

Drone ini cukup menarik, karena fitur karakterisitik cat gelap (kemungkinan semacam material penyerap radar atau RAM), air intake frontal besar, "normal" landing gear yang diperlukan untuk meredam hentakan dari pendaratan yang berat, dan drone ini berkode "001" yang mengindikasikan ini adalah pesawat pertama dari jenisnya.

Bagian lain yang menarik adalah semacam kanopi palsu (seperti yang diaplikasikan pada beberapa pesawat tempur), biasanya ini sebagai pembingung musuh sehingga musuh tidak tahu ke arah mana pesawat itu berputar. Belum ada data karakteristik yang diperoleh untuk drone ini.

Rusia Tidak Menanggapi Protes Barat Dan Israel Atas Penjualan S-300 Ke Suriah

http://realitypod.com/wp-content/uploads/2010/08/S-300PMU.jpg

Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa. Misi utama kunjungan Netanyahu itu untuk membujuk Presiden Putin agar Rusia mengurungkan niatnya menjual sistem rudal antiserangan udara S-300 ke Suriah. Sistem rudal S-300 merupakan generasi sistem pertahanan udara buatan Rusia paling canggih saat ini, yang juga bisa berfungsi sebagai sistem rudal anti- rudal. Kemampuan S-300 disinyalir setara dengan sistem rudal antirudal Patriot buatan AS.

Pada tahun 2010, Suriah telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk membeli 144 pucuk rudal S-300 dengan enam tempat peluncurnya senilai 900 juta dollar AS. Akhir tahun 2011, Rusia mulai mengirim sebagian rudal S-300 itu ke Suriah. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, yang memantau perkembangan isu Suriah dari Kairo, Mesir.

AS, Barat, dan Israel melayangkan protes keras kepada Rusia atas penjualan sistem rudal itu ke Suriah, dan meminta agar Moskwa segera membekukan penjualan tersebut. Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyebut, penjualan sistem rudal S-300 akan mengancam stabilitas kawasan.

Menteri Pariwisata Israel Uzi Landau menuduh Rusia merusak stabilitas Timur Tengah dengan menjual sistem rudal canggih tersebut. Menurut Landau, rudal- rudal S-300 itu bisa saja jatuh ke tangan Hezbollah atau Iran. Israel sangat khawatir dengan kemungkinan tersebut karena keberadaan rudal S-300 itu akan mengancam supremasi militernya, terutama kekuatan udaranya, di kawasan tersebut.

Namun, Rusia tidak menggubris protes Barat dan Israel itu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Warsawa, pekan lalu, menegaskan, transaksi penjualan sistem rudal itu merupakan transaksi lama dan bertujuan untuk pertahanan diri sehingga Suriah mampu membela diri dari serangan udara. Seusai bertemu dengan Netanyahu, Presiden Putin juga menegaskan agar semua pihak saat ini menahan diri agar tidak memperburuk perang saudara yang terjadi di Suriah.

Kekejaman oposisi
Sementara kekuatan-kekuatan dunia masih berbeda pendapat soal penyelesaian krisis di Suriah, situasi di lapangan terus memburuk.Hari Selasa, Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia (HRW) dan Koalisi Nasional (NC) oposisi Suriah mengecam sebuah video yang memperlihatkan kekejaman seorang milisi oposisi. Milisi itu terlihat memotong jantung seorang prajurit rezim Assad yang telah tewas kemudian memakannya.

Video mengerikan itu diunggah ke internet, hari Minggu lalu. Milisi dalam video itu diidentifikasi bernama Abu Sakkar dari Baba Amr. HRW menyebutkan, dia adalah Komandan Brigade Omar al-Farouq al-Mustakila di Homs.

NC, yang merupakan payung gerakan oposisi di Suriah, mengecam tindakan sadis tersebut. ”NC menegaskan, tindakan itu telah melanggar moral rakyat Suriah, nilai dan prinsip Tentara Pembebasan Suriah (FSA),” kata NC sambil menambahkan, pelakunya akan diadili secara jujur dan terbuka. HRW menegaskan, pasukan oposisi harus bertindak tegas untuk menghentikan pelanggaran tersebut.

Presiden Minta Kasad Baru Transparan Soal Pengadaan Alutsista


Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono telah memilih Letjen Moeldoko sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang baru menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo. Dalam mengembankan tugas baru itu, Presiden memberikan tujuh pesan khusus untuk Moeldoko yang sebelumnya menjadi Wakil Kasad.

Menurut Pramono, tujuh pesan itu disampaikan saat pertemuan ketiganya di kantor Presiden, kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin, (20/5). Salah satunya adalah mengenai mengutamakan transparansi dalam pengadaan alutsista di jajaaran TNI AD.

"Ada beberapa arahan Presiden. Di antaranya, langkah-langkah dalam penertiban pengadaan alutsista dan keuangannya harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, sehinggga tidak ada kesan penggunaan anggara yang kurang tepat. Ini harapan beliau. Dalam hal ini tetap dilanjutkan oleh Jenderal Moeldoko," ujar Pramono.

Selain itu, kata dia, Presiden menyatakan kepemimpinan dan manajemen TNI saat ini sudah berada di jalur yang benar. Oleh karena itu, ia minta Moeldoko tetap melanjutkan kepemimpinan itu di jalur yang sama.

TNI juga diharapkan tetap menjadi tentara profesional. Dalam hal ini, Presiden berpesan performa TNI disempurnakan, baik dalam penyusunan kekuatan dan kemampuan termasuk didalamnya adalah modernisasi  alutsista.

"Juga dibahas masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya, seiring dengan apa yang menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya yaitu dengan gaji yang selalu mengikuti perkembangan ekonomi. Yang kedua adalah perumahan, pendidikan dan pembangunan markas-markas TNI di daerah," papar adik ipar Presiden itu.

Presiden juga menyatakan kekuatan TNI itu adalah adanya kedekatan atau bersama-sama rakyat. Oleh sebab itu, ia berpesan melalui Kasad baru agar melanjutkan apa yang sudah dikerjakan saat ini, karena tanpa bantuan rakyat TNI pun tak mungkin menjadi kuat.

Dalam mengemban tugas barunya Moeldoko juga diminta  menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI dengan rakyat dan TNI dengan jajaran lainnya. Terutama juga menjaga hubungan baik dengan kepolisian agar dapat bekerja samaa menjaga keamanan negara.

"Menghadapi Pemilu 2014, Presiden menekankan betul  adanya TNI AD yang netral,  tidak berpolitik praktis. Sebetulnya ini sudah ditunjukkan saat pelaksanaan Pemilu 2009. Itu ditekankan oleh beliau lagi. Itu yang tadi beliau pesankan untuk Kasad baru," tandas mantan Danjen Kopassus itu

Dua Kapal Perang TNI AL Kembali Ke Indonesia


Dua Kapal Perang Republik Indonesia, yaitu KRI Frans Keisiepo (FKO)-368  dan KRI Kujang,  yang sejak tanggal 13 hingga18  Mei  2013  bersandar di  Pelabuhan Changi Naval Base Singapura  dalam rangka mendukung  kegiatan Imdex-2013, kini  kembali Ke Indonesia .

Diakhir kegiatan Imdex-2013,  KRI FKO--368 menerima kunjugan kehormatan    Istri Panglima  Singapura Ms Michelnchelle yang diterima  Komandan KRI FKO Letkol Laut (P) Arif Badrudin beserta rombongan. Dalam kunjungannya ke KRI FKO, para tamu ini diberikan paparan  tentang tugas yang telah di laksanakan KRI FKO, yang disampaikan langsung oleh Komandan Kri Fko Letkol Laut (P) Arif Badrudin  di Longe room Perwira .

Usai paparan dilanjutkan peninjauan untuk melihat berbagai fasilitas di KRI FKO diantaranya di ruang MCR, ruang dapur ruang PIT, dan dianjungan kapal serta dilanjutkan  foto bersama di haluan .

Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan bagi bangsa dan negara Republik Indonesia sebagai duta bangsa dalam Imdex-2013 di Changi Nava Base , khususnya TNI Angkatan laut. Selama Sandar di  Changi Sudah beberapa pejabat  yang berkunjung di KRI FKO, diantaranya Menteri Pertahanan  Singapura, Ciep Of Navi,  Kasal Australia, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio,  pejabat teras TNI Angkatan Laut, serta siswa siswi sekolah Indonesia Singapura.

Proyek Tank Indonesia Part II

Tank ACV SW turret BMP 3

Pemerintah Indonesia dan Turki akhirnya menandatangani nota kesepahaman pembuatan light/medium tank yang dikerjakan oleh FNSS Defense System Turki dan PT Pindad Indonesia. Penandatangan kerja sama ini dilakukan di Istanbul, Turki, saat berlangsungnya Internasional Defense Industri Fair (IDEF) ke-11, Mei 2013.

Menurut Asisten Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama, Silmy Karim, pihak Turki siap bekerjasama dari proses desain hingga tahap produksi. “Keduanya bekerja sama dalam waktu tiga hingga lima tahun. Tahun ini diusahakan grand design tank selesai, sehingga tahun depan bisa dibuat prototipenya,” ujar Silmy Karim.

Kerja sama PT Pindad dengan FNSS Turki merupakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Turki, Juni tahun 2010. Kesepakatan tersebut dimatangkan kembali saat Presiden Turki Abdullah Gul melakukan kunjungan balasan ke Jakarta, April 2011.

FNSS Turki bahkan telah mengirimkan prototipe tank ringan ACV 300 untuk dijajal oleh TNI AD dan dipelajari PT Pindad.

FNSS Defence System Turki
FNSS Defense System merupakan pembuat armoured personnel carrier (APC) PARS roda 6 x 6 dan 8 x 8 berkemampuan amphibi dengan bobot 16 – 24 ton. FNSS juga pembuat infantry fighting vehicle IFV ACV 300 (tracked) berbobot 14 ton, turunan M113 USA. ACV 300 juga memiliki varian baru yakni ACV S yang lebih panjang (Stretched) dengan penggerak rantai 6 roda, sementara ACV 300 rantai 5 roda.

FNSS PARS 8X8

ACV S (Stretched) Varian baru

ACV 300 Adnan Anti Tank Missile Malaysia

Sebelum bekerjasama dengan Indonesia, FNSS Turki telah bekerjasama dengan Malaysia dalam membuat DEFTECH atau AV-8, yang merupakan pengembangan dari PARS 8×8 Turki. Selain itu Malaysia juga bekerjasama dengan FNSS membuat ACV - Adnan berdasarkan ACV 300 Turki.

5 Prestasi Lomba Tembak TNI Di AASAM Bersama Senapan Buatan Pindad


Beberapa tahun belakangan hingga sekarang, nama militer Indonesia menjadi harum atas prestasi yang dilakukan TNI AD dalam mengikuti lomba tembak. Lomba tembak yang rutin diikuti oleh TNI AD adalah Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Lomba tembak ini diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia hampir setiap tahunnya, dengan mengundang beberapa negara se-Asia Pasifik. Dalam beberapa kompetisi tersebut, diketahui TNI AD selalu menggunakan senapan buatan negeri.

Senapan tersebut adalah pabrikan dari PT Pindad Indonesia. Senjata pabrikan Bandung ini hingga sekarang masih memproduksi senapan-senapan yang digunakan oleh TNI AD. Dari prestasi tersebut, TNI AD sempat menuai pujian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berikut 5 prestasi TNI AD memakai senapan Pindad.

1. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2009

Dalam AASAM tahun 2009, kontingen TNI AD membawa 15 orang personil yang terbagi atas 10 orang petembak dan 5 orang official. Lomba ini diselenggarakan pada bulan Mei.

Dalam kompetisi tersebut kontingen TNI-AD dapat menunjukkan prestasi terbaiknya dengan mendapatkan 59% medali emas, 41% medali perak dan 39% medali perunggu dari jumlah 41 medali yang diperebutkan, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai Juara Umum.

Kesuksesan TNI AD disini di dukung oleh kualitas kehandalan senjata Senapan Serbu 2 (SS-2) yang diproduksi oleh PT Pindad Indonesia.

2. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2010

TNI AD mengirim kontingen sebanyak 15 orang di AASAM tahun 2010. Lomba ini dilaksanakan pada bulan Juni. Disana, para petembak TNI AD telah berhasil mempertahankan prestasi sebagai Juara Umum, dengan perolehan 22 medali emas, 13 medali perak, dan 14 medali perunggu. Para petembak TNI AD ini dibekali oleh Senapan Serbu 2 (SS-2) buatan PT Pindad Indonesia.

3. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2011
Di AASAM tahun 2011 ini, TNI AD berhasil meraih medali emas terbanyak. Pada babak akhir kompetisi, Malaysia menjadi lawan terkuat Indonesia, namun kontingen petembak TNI AD berhasil meraih 7 medali emas, 9 medali perak dan 5 medali perunggu, dimana Indonesia mengungguli peserta-peserta dari negara lainnya. Dari kompetisi yang berlangsung pada bulan Mei ini, lagi-lagi TNI AD berhasil meraih Juara Umum. Selain menggunakan SS2 milik PT Pindad, TNI AD juga berkesempatan menggunakan pistol jenis Browning milik Australia.

4. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2012
AASAM tahun 2012, kontingen TNI AD yang dikirim berjumlah 17 orang. Dari 51 medali yang disiapkan dalam kejuaraan itu, prajurit TNI AD menyabet 25 emas, sementara tentara Amerika hanya memperoleh 2 emas dan 5 perunggu, sedang Australia diperingkat kedua hanya mengantongi 9 emas,  12 perak dan 7 perunggu.

Ditahun tersebut posisi prajurit TNI AD memiliki kemampuan menembak diatas rata-rata prajurit yang ada diseluruh dunia. Prajurit TNI AD hanya memakai senjata buatan PT Pindad jenis SS2 dan mampu meredupkan pamor senjata MP4 Carbine Amerika Serikat, SAR 21 Singapura, Steyr Aug Austria, HK G36, atau HK416.

5. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2013

Kompetisi yang digelar pada bulan Mei ini, menuai pujian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam akun twitternya. Pasalnya, di lomba tembak ini TNI AD masih bisa mempertahankan prestasinya sebagai Juara Umum dengan menggunakan SS2 Pindad. Berikut tulisan dari akun twitter SBY :
  • "Kontingen TNI AD dg gemilang menang lomba tembak AASAM di Australia, raih 17 medali emas. Selamat. Saya bangga. *SBY*"
  • "Prajurit TNI dg senjata buatan Pindad sering menang lomba tembak lawan tentara negara lain. Indonesia bangga. *SBY*"
  • Dalam lomba tembak AASAM 2013 tersebut, kontingen TNI AD beranggotakan 24 prajurit Kostrad dan 6 dari Kopassus. Di sana TNI AD berhasil memperebutkan 58 medali berupa 17 medali emas dan 58 nomor menembak.