Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Jumat, 17 Mei 2013

3 Terduga Teroris, Dibawa Keluar Dari Mako Brimob

Densus 88 Polri

Tiga terduga teroris hasil penggerebekan di Solo Jawa Tengah dibawa keluar dari Mako Brimob Gondowulung Bantul DIY. Diperkirakan mereka dibawa ke Jakarta.

Informasi yang beredar, 3 terduga teroris atas nama Ibrahim Sungkar, David, dan Nuaim Ba'asyir. Mereka dibawa dari Solo dan dititipkan di Mako Brimob Gondowulung Bantul DIY.

"Jam 7 saya datang sudah ada. Tapi tidak tahu jumlahnya dan siapa saja mereka," kata anggota brimob yang mengaku dari Bagian Pelatihan Brimobda DIY, Jumat (17/5/2013).

Polda DIY mengelak jika ada titipan terduga teroris di Mako Brimob Gondowulung. "Tidak ada. Saya juga konfirmasi ke Kapolda mengatakan tak ada titipan terduga teroris dari Solo," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti yang dihubungi detikcom lewat telepon.

Di lokasi, sejumlah anggota brimob bersenjata laras panjang terlihat berjaga di depan ruang tahanan. Namun belasan jurnalis tidak diperkenankan mendekat dan diminta menunggu di pos penjagaan sekitar 200 meter dari ruang tahanan.

Sekitar pukul 10.15 WIB sebuah minibus jenis Isuzu Elf nopol AD 1283 LD warna abu-abu metalik keluar dari Mako Brimob Gondowulung. Di depan minibus yang seluruh kacanya tertutup, mobil Ranger polisi dengan sirine menyala membuka jalan menuju Ring Road Selatan dan melaju ke arah barat.

Polisi Jakarta Sudah Gunakan Android


Sebanyak 60 anggota badan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat dan kepolisian di wilayah Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara sudah memanfaatkan peranti lunak berbasis Android dalam dua bulan terakhir. Dengan menggunakan telepon genggam berperangkat global positioning system (GPS), pergerakan anggota dapat terdeteksi. Pelaporan dan penanganan kasus pun diharapkan lebih cepat.
Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Mohammad Iqbal, Kamis (16/5/2013), mengatakan, pemanfaatan peranti itu melengkapi teknologi informasi yang dipakai selama ini, khususnya tombol darurat (panic button) yang sudah diaplikasikan 31 minimarket di Jakarta Utara, dan kamera pemantau (CCTV).

Penerapan peranti bernama ”Sispitibmas” (Sistem Pelaporan dan Informasi Babinkamtibmas) ini diluncurkan pada akhir Mei 2013. Seluruh pergerakan personel terpantau di ruang kendali di Markas Polres Metro Jakarta Utara. Selain mempercepat penanganan kejadian, peranti lunak ini memudahkan pemantauan situasi keamanan di masyarakat.

”Setiap hari, setiap anggota babinkamtibmas (badan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat) mendata lima orang di wilayahnya, mencakup nama, tempat-tanggal lahir, alamat, nomor kontak, dan foto, serta melaporkan kejadian,” ujarnya.

Setiap anggota dibekali telepon seluler berbasis Android. Di ruang kendali, laporan masuk setiap saat. Selain hemat kertas, sistem ini mempercepat penyebarluasan informasi ke semua anggota kepolisian. Polisi juga dapat menjaga kedekatan dengan masyarakat, antara lain dengan menyapa dan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun melalui pesan singkat.

Iqbal menambahkan, selain menerapkan peranti lunak itu, pihaknya terus menyosialisasikan penerapan tombol darurat di kalangan usaha minimarket, perbankan, dan perorangan. Teknologi ini telah dirintis di Jakarta Utara sejak Juni 2012.

Warga makin terdata Andy Garna, konsultan teknik dari Nagabendu Technologies, menambahkan, sejak dipakai pada 13 Maret 2013, sebanyak 11.140 warga yang bermukim di Jakarta Utara telah terdata, termasuk statusnya di masyarakat, seperti tokoh agama, ketua RT-RW, atau tokoh pemuda. Warga juga makin aktif melaporkan kejadian di sekitarnya.
Sispitibmas juga memudahkan penyebaran instruksi. Instruksi dapat dilayangkan atasan kepada semua personel secara serentak ataupun sesuai spesifik wilayah. Sistem itu juga dapat memantau kinerja personel babinkamtibmas. ”Ada anggota yang malas menyambangi warga, ada yang rajin sekali,” ujarnya. Setelah Polres Metro Jakarta Utara, teknologi ini akan diterapkan di Kota Depok dan Kota Bekasi, Jawa Barat.

TNI Diminta Selalu Waspada dan Bersikap Antisipatif

TNI Diminta Selalu Waspada dan Bersikap Antisipatif - penum4.jpg

TNI harus senantiasa bersikap waspada sekaligus antisipatif, agar dapat melaksanakan tugas pokok dengan sebaik-baiknya. Senantiasa siap operasional, agar setiap saat dapat digerakkan untuk mengemban tugas perbantuan, dalam rangka turut serta menjaga dan memelihara stabilitas nasional guna menjamin kesinambungan pembangunan nasional.

Demikian amanat Kasum TNI Marsekal Madya TNI Boy Syahril Qamar, S.E., yang dibacakan Kababinkum TNI Mayor Jenderal TNI S. Supriyatna, S.H., M.H., selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera 17-an bertempat di Lapangan Upacara Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Lebih lanjut Kasum TNI mengingatkan, agar disiplin, dedikasi dan loyalitas setiap prajurit TNI, harus senantiasa terawat dan terjaga.  Soliditas dan solidaritas prajurit TNI harus senantiasa optimal dan prima. Hindari kebijakan pembinaan, gaya kepemimpinan dan kegiatan administrasi, yang merugikan kesatuan atau menimbulkan kesalahpahaman sesama prajurit, agar dapat ditekan dan dihindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti terlibat dalam penjualan senjata api, narkoba dan kegiatan lain yang bertentangan dengan norma dan hukum.

Dalam upacara yang diikuti oleh segenap personil Mabes TNI tersebut, Kasum TNI  menyampaikan beberapa atensi untuk dipedomani dan dilaksanakan, sebagai berikut : Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Tingkatkan wawasan serta ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka membangun kualitas diri yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam pelaksanaan tugas dan mensikapi dinamika kehidupan sosial;  Pegang teguh dan amalkan komitmen netralitas TNI dalam politik praktis.

Pelajari, pedomani dan amalkan Instruksi Panglima TNI tentang Pedoman Netralitas TNI dalam Pemilu dan Pilkada. Setiap perwira dan seluruh prajurit dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis, namun tidak boleh buta politik;  Jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas, baik internal maupun antar Angkatan dan dengan Polri, sebagai pondasi terwujudnya soliditas dan solidaritas nasional.

Tingkatkan semangat dan jiwa korsa yang tinggi, namun tidak picik dan sempit, terutama dalam menyikapi perbedaan pendapat atau bentuk-bentuk kesalahpahaman yang tidak perlu, baik antara sesama prajurit TNI maupun dengan anggota Polri dan masyarakat;  Amalkan secara nyata setiap butir Delapan Wajib TNI, di tengah kehidupan masyarakat yang sedang mengalami banyak cobaan. Hormati setiap nilai kearifan lokal dimanapun para prajurit dan PNS TNI bertugas dan berada, demi semakin mantapnya kemanunggalan TNI-Rakyat, di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika;  Tingkatkan pembinaan satuan dengan mengedepankan kepemimpinan lapangan yang penuh simpati, keteladanan dan pengayoman terhadap anak buah.  Cegah dan hindari segala perbuatan asusila dalam segala bentuknya serta kendalikan segala naluri primitif manusia termasuk di dalamnya kecanduan alkohol, kecanduan pornografi dan tindakan tidak patut serta melawan hukum.

2 Buah Su-30MK2 Tiba Di Makasar


Hari Kamis (16/05), sekitar pukul 18:00 WITA pesawat raksasa Antonov-124 mendarat di Lanud Hasanuddin Makassar. Pesawat ini membawa tambahan 2 buah Su-30MK2 tambahan pesanan Indonesia, dari 6 yang dipesan. 2 buah sebelumnya sudah tiba pada februari lalu, dan kini TNI-AU tinggal menunggu 2 buah lagi yang diperkirakan datang pada bulan Juni. Berikut adalah foto kedatangan pesawat AN-124 di Makassar.

 


Dengan kedatangan 2 pesawat ini, total sudah ada 14 buah jet Sukhoi mengisi skadron udara 11 di Lanud Hasanuddin Makassar. 2 pesawat tambahan akan tiba diperkirakan pada bulan Juni. Dan dalam waktu dekat, persenjataan untuk Jet Tempur sukhoi juga akan tiba.

Two-Ship Programme Firms Up for Indonesian PKR Frigate


Dutch shipbuilder Damen Schelde Naval Shipbuilding, working in partnership with Indonesia's PT PAL, has confirmed the programme and build strategy for the construction of the first two SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR) guided missile frigates for the Indonesian Navy (TNI-AL).

Damen Schelde and the Indonesian Ministry of Defence signed a contract for the engineering, construction, and delivery of a single PKR in June 2012, with the contract coming into force at the end of 2013. An option for a second ship has subsequently been exercised, with this contract coming into effect in the next few weeks, Damen Schelde confirmed at IMDEX Asia 2013 in Singapore.

Displacing 2,365 tons and with accommodation for 120 (100 crew plus 20 spare), the 105 m PKR will be the largest SIGMA variant built to date. While Damen Schelde is prime contractor for the programme, assembly and trials will be undertaken in conjunction with PT PAL in Surabaya under a transfer of technology arrangement.Each PKR will be assembled using six major block modules.

Kamis, 16 Mei 2013

Kapal Perang Amerika Berada di Pelabuhan Israel

http://indonesian.irib.ir/image/image_gallery?uuid=f5f7e8e0-7706-4a46-b435-9707d5c63c8d&groupId=10330&t=1368620983771

Kapal tempur Amerika Serikat, USS Kearsarge berlabuh di pelabuhan Eilat di Selatan wilayah Palestina pendudukan. Surat kabar rezim Zionis Israel, Yediot Aharonot sebagaimana dikutip Qodsna (15/5) menilai pengiriman kapal tempur amfibi multi-fungsi itu oleh Washington ke kawasan dalam kerangka aktifitas maritim militer Amerika di Teluk Persia dan Timur Tengah.

Juru Bicara militer Israel mengatakan, "Masuknya kapal tempur AS ke pelabuhan Eilat dilakukan dengan perencanaan dan koordinasi sebelumnya antara petinggi Amerika dan Israel." Ditambahkannya, "Bersandarnya kapal tempur AS itu di Israel bukan untuk mengikuti manuver militer gabungan pasukan Amerika dan Israel".

Kapal tempur USS Kearsarge mengangkut empat ribu pasukan Angkatan Laut AS dan beberapa pesawat V-22 Osprey. Sebagian pengamat politik menilai pengiriman kapal tempur ini oleh petinggi Washington ke wilayah Palestina pendudukan adalah untuk mengukur kemampuan Hizbullah, Lebanon dalam menghadapi pasukan AL rezim Zionis Israel.

Beberapa hari lalu, petinggi Tel Aviv mengumumkan, Hizbullah memperoleh  sejumlah persenjataan baru yang akan digunakan untuk menghadapi pasukan AL Israel dan untuk menghantam pusat-pusat minyak dan gas rezim itu di Laut Mediterania. Masalah ini sangat mencemaskan Tel Aviv.

Amerika Sukses Terbangkan Pesawat Robot Tempur Bertehnologi Siluman dari Kapal Induk

http://wordlesstech.com/wp-content/uploads/2012/01/New-View-of-stealthy-drone-X-47B-2.jpg
Pesawat Siluman robot tempur X-47B Combat Air System

Angkatan Laut AS berhasil meluncurkan sebuah pesawat tempur tak berawak dari geladak Kapal Induk USS George HW Bush (CVN 77), untuk pertama kalinya Selasa, (14/4/2013). Peluncuran ini disebut sebagai terobosan untuk penerbangan robot.

Juru bicara Angkatan laut AS mengatakan, pesawat Combat Air System (UCAS) yang diberi nama X-47B terbang ke udara setelah diluncurkan oleh ketapel kapal induk di lepas pantai Virginia. "Saya dapat mengkonfirmasikan berhasil diluncurkan pada pukul 11.18 (1518 GMT)," kata Letnan Angkatan Laut Katie Cerezo kepada AFP.


Pesawat melakukan beberapa penerbangan rendah selama 65 menit sebelum mendarat di Maryland di Stasiun Udara Angkatan Laut AS di Patuxent River. Uji terbang dinyatakan berhasil dan sebuah tonggak baru. Pesawat tak berawak cukup dikendaikan dari operator di laut.

Angkatan Udara dan Angkatan Darat AS telah memiliki armada besar pesawat robot tetapi Angkatan Laut berharap untuk mengejar ketertinggalan dengan membuat pesawat X-47B, helikopter tak berawak Fire Scout dan pesawat tak berawak lainnya yang dapat terbang selama berjam-jam untuk mengintai atau menyerang musuh.

http://www.richardcyoung.com/wp-content/uploads/2011/02/X47B.jpg

X-47B ini terlihat seperti versi kecil dari pesawat bomber siluman B-2. Bisa terbang mencapai ketinggian 40.000 kaki dengan lama terbang sekitar enam jam atau 2.100 mil laut (3.900 kilometer), dan memiliki dua ruang senjata yang dapat membawa muatan hingga 2.040 kilogram.

Dengan rentang lebih lama dibanding jet tempur berawak, bomber robot ini bisa mengubah peperangan di laut sama dengan yang dilakukan pesawat robot dalam peperangan darat. Pesawat dikendalikan oleh klik mouse dari perator misi. Pesawat memiliki lebih banyak otonomi dibanding pesawat robot yang ada, kata Northrop Grumman, yang memproduksi pesawat itu.

X-47B Drone Launch from carrier

Kelompok-kelompok HAM dunia telah menyuarakan keprihatinan atas munculnya pesawat tempur yang lebih otonom yang dapat memungkinkan robot berperang semi-independen.

Human Rights Watch telah mengatakan X-47B berpotensi mengkhawatirkan. Kelompok ini menyerukan larangan "pre-emptive" untuk senjata robot yang sepenuhnya otonom, yang dikatakan akan membahayakan warga sipil dan melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

TNI AU Tolak Hibah Pesawat F5 Korea Selatan

http://www.aviationspectator.com/files/images/Northrop-F-5-Tiger-070.preview.jpg
F5 Korsel

TNI Angkatan Udara menyatakan menolak tawaran hibah satu skuadron pesawat tempur F5 dari Korea Selatan."Kami sudah sampaikan kajian (penolakan hibah) ke Kementerian Pertahanan," ujar Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia saat ditemui wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2013.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro menyatakan menerima tawaran hibah pesawat F5 langsung dari pemerintah Korea Selatan. Purnomo mengaku sedang mempertimbangkan tawaran ini. Salah satu pertimbangan itu yakni meminta keputusan dari TNI AU selaku pengguna pesawat tempur.

Menurut Ida Bagus, pihaknya menolak hibah karena spesifikasi pesawat F5 milik Korea Selatan berbeda dengan yang dimiliki Indonesia. Pesawat F5 milik Indonesia sudah banyak dimodifikasi, baik persenjataan atau avioniknya. Sedang pesawat yang ditawarkan Korea Selatan minim modifikasi. Perbedaan spesifikasi, lanjutnya, justru menjadi beban di biaya perawatannya. "Kalau bisa kami diberi pesawat yang sama dengan yang kami punya." 

DPR Dukung TNI AU Tolak Pesawat Korea Selatan 
Jakarta - Anggota Komisi Pertahanan DPR, Mayor Jenderal Purnawirawan Yahya Sacawiria, mendukung penolakan TNI AU terhadap hibah pesawat F5 Korea Selatan. "Sebab, yang tahu detil spesifikasi pesawat itu kan TNI AU," ujarnya, Kamis, 16 Mei 2013.Menurut dia, TNI AU memang memiliki hak untuk menerima atau menolak tawaran pesawat dari Kementerian Pertahanan. Sebab, "TNI AU yang bakal mengoperasikan pesawat itu," katanya.Ia meminta pemerintah tidak memaksa TNI AU untuk menerima hibah pesawat tersebut.

Jika dipaksakan justru bisa merugikan. "Sebab, bakal jadi beban buat TNI AU yang sebelumnya menyatakan keberatan merawat pesawat itu," kata politikus Partai Demokrat itu.Karena itu, katanya, Komisi I DPR RI mendukung sikap TNI AU. "Keputusan KSAU ini kami (Komisi I) dukung."Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan menerima tawaran hibah pesawat F5 langsung dari pemerintah Korea Selatan.

Purnomo mengaku sedang mempertimbangkan tawaran ini. Salah satu pertimbangan itu, yakni meminta keputusan dari TNI AU selaku pengguna pesawat tempur. Namun, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia menolak tawaran tersebut. Dia beralasan ada perbedaan spesifikasi pesawat F5 milik Korea Selatan dengan Indonesia. Perbedaan itu berpotensi jadi beban dalam biaya pembiayaan. 

3 Kapal Selam Akan Dibuat PT. PAL Indonesia

 http://www.acig.org/artman/uploads/sub.jpg
PT. PAL Type DSME 209

Baru-baru ini terjadi polemik tentang pengadaan Kapal Selam dari Korea Selatan. Untuk menjawabnya Kementrian Pertahanan menyatakan, akan mengamandemen kontrak dengan pihak DSME Korea Selatan.

Salah satu amandemen adalah jika sebelumnya kapal selam pertama dan kedua dibuat di Korsel, dan kapal selam yang ketiga dirakit di PT. PAL (Indonesia).

Maka pada perubahan amandemen kali ini, kapal selam tersebut seluruhnya akan dibuat di Indonesia. Sehingga mulai dari modul, bagian-perbagian hingga perakitan sepenuhnya dilakukan PT. PAL.


Kementrian BUMN sudah mengajukan dana sebesar US$ 150 Juta untuk menambah fasilitas di PT. PAL. Pasalnya fasilitas produksi yang ada tidak dirancang untuk membangun kapal selam, tetapi kapal permukaan saja. DSME sendiri dikabarkan setuju dengan amandemen kontrak, dengan syarat Kementrian Pertahanan menjamin PT.PAL mampu melaksanakannya. Tiga Kapal selam yang akan dibuat ber T
ype DSME 209 dibangun di Surabaya. 

Ini adalah pembuatan kapal selam Pertama PT. PAL dan Indonesia.  Saat ini Indonesia baru memiliki 2 buah kapal selam yang masih beroperasi. Dari Idealnya 12 Kapal Selam Yang Harus Dimiliki Indonesia Di Asia Tenggara, Saat ini hanya Indonesia yang punya industri lengkap untuk ketiga matra pertahanan : laut, udara, dan darat. Dengan Kemampuan tersebut Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan Kemampuan Industri Militernya agar tidak sepenuhnya bergantung kepada negara-negara asing.

KFX / IFX Ditunda, Indonesia-Korsel Ingin Buat se Level F-35

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe2jUOXymoqQ7UWxesg6D4Y3ktwPoHKMcHTc3bgvK8CkC3to2XpzuxWjDd15L2wk6mjwNreTiumAOPOLyl2rhh-7agDVq2wmpjf0nY7-QmQFxw7M5ObiZesv5xBg2freJ2TJBadLw8PyKP/s1600/kfx_2.jpg

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, proyek kerja sama pembuatan pesawat tempur siluman dengan Korea Selatan tetap berjalan. Hanya, proyek kerja sama pembuatan pesawat Korean Fighter Experiment (KFX) memang ditunda sampai 1 setengah tahun dana akan dilanjutkan pada tahun. "Tidak ada kata-kata batal atau gagal. Proyek ini akan dilanjutkan pada Bulan Juni 2014, karena pemerintahannya (Korsel) lagi transisi," kata Purnomo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/5/2013).



Pramono mengatakan, Pemerintah Korsel bahkan berpikir kerja sama dapat ditingkatkan dengan membuat pesawat yang lebih canggih. Pasalnya, kata dia, kedua negara berpikir kebutuhan jangka panjang hingga 15 tahun mendatang. "Mereka bahkan berpikir untuk meningkatkan (selevel) pesawat F-35 (buatan Amerika Serikat). Kita sudah sampaikan ke pihak Korea, apa pun yang akan dikembangkan, kita ikut. Kita share 20 persen (modal)," kata Purnomo.

Salah satu Design KFX / IFX

selain kerja sama dengan negara lain, pemerintah juga tengah menambah investasi di PT Dirgantara Indonesia. Seperti diberitakan, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyebut, pembatalan proyek KFX telah merugikan Indonesia sekitar Rp 1,6 triliun. Proyek itu ditandatangani pada 15 Juli 2012 di Seoul, Korsel.


Anggaran itu disebut untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan. Sudah ada sekitar 30 orang dari PT DI yang dikirim ke Korsel untuk ikut mendesain pesawat KFX. Dari kerja sama ini, Indonesia awalnya berharap dapat memiliki 50 unit KFX pada 2020.