Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Sabtu, 01 Juni 2013

Satgas Indobatt Renovasi Beberapa Tempat dan Peralatan

renovasi indobatt 2

Setelah melakukan perbaikan di beberapa titik Pangkalan Indobatt (Indonesia Battalion) di UN POSN 7-1, beberapa waktu lalu Letkol Inf Lucky Avianto selaku Komandan Satgas Indobatt Kontingen XXIII-G/UNIFIL berinisiatif untuk melakukan perbaikan dan renovasi kembali di beberapa tempat dan beberapa peralatan.

Kamar mandi prajurit misalnya, dengan bantuan dari Tim Engineering Sektor UNIFIL, satu persatu kamar mandi prajurit yang dinilai sudah tidak layak pakai kini telah dibangun kamar mandi permanen yakni kamar mandi di Kimek – B/SEMR dan Kiban, dan pembangunan ini akan terus berlanjut.

Menurut Komandan Indobatt usia Pangkalan dan kendaraan kita ini tidak lagi muda sehingga perlu banyak dilakukan peremajaan dan perawatan, banyak perlengkapan yang sudah mulai usang maupun beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki. Dalam melakukan pembenahan Dansatgas menggunakan skala prioritas dan terus bertahap.

http://www.pkc-indonesia.com/images/pmpp/renovasi%20indobatt%201.JPG
 
Selain kamar mandi prajurit yang di bangun menjadi kamar mandi permanen, perbaikan juga dilakukan kepada kendaraan-kendaraan Indobatt, satu persatu kendaraan mulai dipercantik, mulai dari Mobil Ranri sampai dengan Ranpur dilakukan pengecatan ulang dan penggantian spare part yang sudah layak diganti. Dalam perbaikan kendaraan tersebut, Dansatgas Indobatt mempercayakan sepenuhnya kepada Kapten Cpl Hanapi sabagai Danton Harpal beserta Crew nya untuk menyelesaikan perbaikan dan perawatan terhadap kendaraan tersebut.

Pelan tapi Pasti, dengan adanya perbaikan dan perawatan tersebut maka Indobat sudah semakin siap untuk menghadapi COE (Contingent Owned Equipment) di bulan Juni mendatang, untuk itu Dansatgas menghimbau kepada semua agar peduli untuk menjaga dan merawat apa saja yang berada di Markas Indobatt ini, baik yang sudah dilakukan perbaikan maupun yang belum.

Torpedo SUT Buatan PT. DI

KRI Cakra 401

SUT Torpedo adalah Surface and Underwater Target Torpedo produksi PT Dirgantara Indonesia dibawah lisensi AEG (Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft) Jerman.


Uji tembak senjata taktis berupa Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari KRI Cakra-401 saat Latgab TNI Juni 2008 lalu, sukses menghantarkan eks KRI Karang Galang ke peraduan terakhirnya di dasar laut. Kapal ini jugalah yang menjadi sasaran tembak rudal C-802 yang diluncurkan KRI Layang-805. Dengan berat hulu ledak 260 Kg, torpedo SUT mampu menjangkau sasaran dengan jarak tembak efektif maksimal 40 Km.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg98znm8wliUL0WActNy7L2X4XWhermR8cvcOZkxn9O_wkiJYlnUPbm0XDQ1spB1asAY4kQXTZ06XGateBYUcGa4GJfuP1ZkZhq0wnmHz1SwvW-LnEys3czc1ynmEV7PzVTevbSqMmr0qQ/s1600/14+torpedo+kri+nanggala+tepat+mengenai+sasaran.1.jpg

Ada ciri khusus yang membedakan Torpedo SUT dengan Torpedo lainnya, yakni adanya kabel sebagai pemandu ketarget yang dituju. Kabel berfungsi memberikan data-data akustik guna mengendalikan arah tujuan torpedo, dan juga berfungsi sebagai penangkal jamming karena datalink dipandu dua arah.

Torpedo SUT digerakkan dengan motor listrik, dengan tingkat kebisingan rendah. Setelah torpedo dirasa aman dari reduksi jamming sonar lawan, kabel akan terlepas dan kendali diambil alih secara mandiri oleh data prosesor yang ada di dalamnya.


 Spesifikasi :
  •     Tipe: Heavyweight Torpedoe
  •     Diameter: 533 mm
  •     Panjang dengan kasket: 6,620 mm
  •     Panjang tanpa kasket: 6,150 mm
  •     Berat varian perang: 1,414 kg
  •     Berat varian latihan: 1,224 kg
  •     Jarak operasional: 28 km
  •     Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd
  •     Hulu ledak: 225 kg
  •     Maksimal kedalaman menyelam: 100 m
Torpedo SUT buatan PTDI menggunakan sistem pemandu sonar pasif, pengembangan kedepannya akan diintegrasikan juga dengan sonar aktif. Sejatinya torpedo SUT dibuat pertama kali oleh Jerman saat perang dunia II, namun kini sudah tidak diproduksi lagi.

Ada 2 varian Torpedo SUT.
  1. Dibuat Korsel, yakni White Shark (SUT/SST-3) dan Blue Shark (SUT/SST-4). Kisaran harga pasar internasional untuk kedua Torpedo ini antara 1,6 s/d 2 juta dolar, tergantung dari kuantitas dan kondisi pengiriman.
  2. Dibuat PTDI adalah varian SST4.
sut torpedo

Berikut negara (regional Asia-Australia) pengguna Kapal Selam (KS) dan jenis torpedo yang digunakan saat ini :
  •     Australia – Mk 48 Model 6/7 (KS Collins)
  •     Taiwan – SUT (produksi Indonesia) (KS Hai Lung)
  •     Indonesia – SUT/SST-4 (KS cakra/ 209 Type)
  •     Malaysia – Blackshark (KS Scorpene)
  •     Singapore – Type 617 dan 43X2 (KS Challenger) rumor akan diupgrade ke blackshark
  •     Korea Selatan – LG K731 Whiteshark/ SUT (KS Changbogo)
Saat ini perkembangan senjata torpedo sudah lebih maju, beberapa bahkan sudah mengaplikasi teknologi baru. Begitu pula dengan teknologi terbaru yang digunakan di kapal selam, seperti : sonar, mesin diesel elektrik, persenjataan dan torpedo.

Salah satunya MK-48 buatan AS yang telah menggunakan pemandu sonar pasif dan aktif, serta VA-111 Shkval buatan Rusia yang menggunakan efek pendorong motor ‘superkavitasi’, sehingga torpedo dapat mencapai kecepatan 200 knot atau 370 km/jam.

CN-295 Tuntaskan Rangkaian Tour Kawasan Asean


Rangkaian tur CN-295 hasil kerjasama PT DI dan Airbus Military ke negara-negara Asean berakhir pada Jumat (31/5) kemarin. Sehari sebelumnya, pesawat transpor militer itu melakukan persinggahan terakhirnya di Bandara Sultan Abdul Aziz Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam keterangannya yang diterima Jumat (31/5), Jubir PT DI Sonny Saleh Ibrahim menjelaskan pihaknya bersama Kementerian Pertahanan Indonesia telah memperkenalkan pesawat ini ke Philipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, dan Thailand sejak dua pekan lalu.
 
"Ini dalam rangka promosi mengenai kemampuan dan efisiensi pesawat. CN-295 merupakan sebuah pesawat serba guna berukuran sedang untuk kepentingan sipil maupun militer," katanya. Dalam kaitan tersebut, pihaknya juga menjelaskan kelebihan dari pesawat. Tak hanya itu, mereka juga sekaligus menerangkan pula keunggulan produk lainnya CN-235 dan NC-212i.

Ketiga segmen pesawat kecil dan menengah itu disebut sebagai solusi yang tepat untuk menjalankan misi di kawasan regional. Khusus AU Indonesia telah mengoperasikan dua unit CN-295 dari sembilan unit yang dipesan dari PTDI. Pada tahun 2014, seluruhnya sudah dapat dioperasikan.
 
Secara total,  lebih dari 120 unit C295 telah dipesan seluruh dunia dan hampir 100 unit pesawat telah dioperasikan di berbagai negara. CN-235 dan NC-212 masing-masing telah terjual lebih dari 270 unit dan 470 unit, serta telah beroperasi dengan sukses di lebih 50 negara.
 
"Para operator CN-295, CN-235, dan NC-212 sangat puas dengan keandalan, kapabilitas dan ketangguhan dari pesawat-pesawat tersebut, yang sangat mudah dioperasikan di dalam situasi yang bergejolak dan medan yang sulit. Dan hasilnya pesawat tersebut saat ini menduduki posisi terdepan di kelasnya,".

Dislitbangau Lakukan Uji coba Teropong Night sight dan Thermal sight




Dislitbangau melaksanakan kegiatan Uji Statis dan Uji Dinamis 2 (dua) unit Teropong Bidik Malam (night sight) dan 2 (dua) unit Teropong Bidik Pendeteksi Panas (thermal sight), belum lama ini.

Pengujian dilaksanakan di Lorong Tembak Laboratorium Propelan Dislitbangau Lanud Sulaiman. Pengujian berlangsung baik, aman dan lancar yang dihadiri tim penilai dari instansi terkait seperti Srenaau, Spamau, Sopsau, Slogau, Koharmatau, Korpaskhas, Dislambangjaau, Disbangopsau, Disaroau, Dislitbangad, Dislitbangal, Dislitbangau, dan Depohar 60.

Peralatan ini merupakan generasi ketiga dan terbaru buatan USA yang terdiri dari tipe Magnum T135id Clip on Night Sight, Tactical T90id Clip on Night Sight, TWSid Advance Thermal Weapon Combat Sight, dan CNVD-T3 Clip on Night Vision Device Thermal 3 yang diperkenalkan oleh PT. Palawira Jaya Lestari. Kegiatan ini merupakan salah satu tugas Dislitbangau di bidang pengujian.

Jumat, 31 Mei 2013

Kasad Resmikan Penggunaan Area Latihan TNI di Simalungun, Provinsi Sumatera Utara

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnynpGERQfhinxu80B84tKzIvjdnZpGchtZFZ8moGbO7o_wF9qTuJBibFntE475T1N8AllXJARbCBR0C-tOLoUjtPOfCimtqGOICr6n_cikHsfD1c3U40OpAIq-Z73TyVcgBgIupZ9A1U/s1600/BMP3F_citrapersada.JPG

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI Letnan Jenderal Moeldoko meresmikan penggunaan area latihan prajurit di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Simalungun Military Training Area/Simtra) Kodam I BB, Kamis siang.

Peresmian di Dusun Bohoan Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Bupati Simalungun JR Saragih, Ketua DPRD Simalungun diwakili Ketua Komisi III Johalim Purba, Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik SIK, tokoh adat dan ratusan masyarakat.

Kasad mengatakan Simtra merupakan salahsatu upaya Angkatan Darat dalam menyiapkan medan latihan, sarana dan prasarana untuk mendukung kemampuan militer para prajurit.


Tanpa latihan yang terstruktur, tidak mungkin tercipta prajurit yang terlatih untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ujar Kasad yang mengatakan pihaknya juga akan menggelar latihan kemiliteran bersama dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

Untuk itu Kasad menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemkab yang telah menyediakan lahan hutan seluas 8.140 hektare sebagai tempat latihan prajurit, dan mengucurkan dana sebesar Rp9,6 miliar untuk karya bakti TNI untuk membuka dan melebarkan akses jalan di Kecamatan Silou Kahean dan Dolok Silou.

“Kepedulian Bupati untuk mewujudkan prajurit yang profesional sangat membanggakan,” ujarLetjend Moeldoko yang baru pertama kali melakukan perjalanan dinas pascadilantik sebagai Kasad TNI.

Kasad juga berpesan kepada prajurit di lokasi latihan untuk menjalin kerukunan dan keharmosian dengan masyarakat khususnya dalam upaya menjunjung adat budaya setempat, tidak sembarangan menebang pohon, mengotori sungai dan membuang sampah tapi juga ikut melestarikan lingkungan alam.

Ketika ditanya fasilitas sarana latihan di lokasi Simtra ini, Kasad menjelaskan pihaknya akan membuat perencanaan terlebih dahulu, membicarakan dengan petinggi TNI dan pemerintah. “Saya perkirakan empat atau lima tahun sudah ada,” ujar Letjend Moeldoko.

Bupati Simalungun memberitahukan pemkab telah menyiapkan keadministrasian penggunaan lahan hutan itu untuk sarana latihan TNI secara legal opini dan legal hukum. “Semua telah kita sampaikan ke pemerintah pusat dan disetujui Menteri Kehutanan. Tinggal menunggu rencana induk kegiatan latihan dari Kodam I Bukit Barisan,” sebut Bupati.

JR Saragih menandaskan Simtra ini merupakan kepentingan negara dan bangsa bukan untuk Bupati atau Pemerintah Kabupaten Simalungun. Selain itu perekonomian rakyat juga mulai meningkat ditandai dengan bukanya sejumlah kedai di pemukiman penduduk.

“Harapan kami kepada Pak Kasad, untuk pembangunan Kabupaten Simalungun yang lebih baik dan meningkat lagi, kami sangat mendambakan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) tahun 2014 dilaksanakan di daerah kami,” ujar Bupati.

Kasad TNI dan rombongan didampingi Pangdam I BB Mayjend TNI paulus F Lodewijk, Danrem 022 PT Kolonel Inf Restu Widiyantoro MDA, Dan Rindam I BB Kolonel Inf teguh Arif Indratmoko, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf martin SM Turnip dan jajaran TNI, datang untuk meresmikan Simtra dan meninjau karya bakti TNI di Simalungun.

Embarkasi Ranpur Malindo Darsasa 2013 Di Dermaga Kolinlamil


Bertempat di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Satgas Latihan Gabungan Bersama (Latgama) Malindo Darat Samudera Angkasa (Darsasa) tahun 2013 melaksanakan embarkasi kendaraan tempur (ranpur) yang akan dipergunakan dalam latihan ke KRI Makassar-590.

Kendaraan tempur dan perlengkapan latihan tersebut diantaranya Armour Halilintar, Rapid intervention Vehicle (RIV), Land Rover Commando/Ranger, kendaraan taktis, decco trailer, truk NPS serta beberapa truk berbagai ukuran.

Semua ranpur dan perlengkapan tempur tersebut diangkut dengan Landing Platform Dock KRI Makassar-590 yang bertolak dari dermaga Kolinlamil guna mengikuti kegiatan Latihan Gabungan Bersama yang akan digelar antara Malaysia-Indonesia (Latgama Malindo) Darsasa-8AB/2013 pada tanggal 7 sampai 12 Juni 2013 di Medan, Sumatera Utara.

Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Darsasa diselenggarakan sebagai implementasi strategi penanggulangan teror untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teroris yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah Malaysia dan Indonesia.

Latihan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kedua angkatan dari kedua negara untuk melaksanakan kerja sama dalam penanggulangan teror. Latihan ini untuk melatih komando yang dibentuk dalam rangka meningkatkan kerja sama, pengertian dan profesionalisme di antara kedua pasukan ATM dan TNI.

Northrop Grumman MQ-4C Triton UAV AS Terbaru


Angkatan Laut AS sukses melakukan ujicoba terbang pesawat pengintai tanpa awak, Northrop Grumman MQ-4C Triton, Rabu (22/05/2013). Pesawat yang dirancang untuk pengawasan dan pengintaian udara ini dapat beroperasi hingga 24 jam dan dengan ketinggian hingga 16 kilometer.Pesawat pengintai tanpa awak, Northrop Grumman MQ-4C Triton usai menjalani ujicoba terbang selama 80 menit.




Illustration of the BAMS unmanned aerial system
RoleSurveillance UAV
National originUnited States
ManufacturerNorthrop Grumman
First flight22 May 2013
StatusTesting
Primary userUnited States Navy
Number built68(planned) + 2 prototypes[1]
Program costUS$13,240.9m (as of FY13)
Unit costUS$137.907m (FY13)[1]
US$189.156m (inc R&D)[1]
Developed fromNorthrop Grumman RQ-4 Global Hawk

Pesawat Northrop Grumman MQ-4C Triton dirancang untuk pengintaian udara hingga 24 jam dengan ketinggian lebih dari 16 kilometer. Pesawat pengintai tanpa awak Northrop Grumman MQ-4C Triton usai menjalani ujicoba terbang selama 80 menit.

650 Prajurit TNI AD Dari Yon 403 Berangkat Ke Perbatasan Indonesia Malaysia


Sebanyak 650 orang Prajurit Batalyon 403/Wirasada Pratista berangkat dalam penugasan ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat dengan menggunakan  KRI Teluk Amboina. Acara pemberangkatan pasukan tersebut dipimpin oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo,  di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Selasa (28/5).

Dalam amanatnya Pangdam IV/Diponegoro berpesan kepada para prajurit yang akan bertugas,  Jagalah kehormatan, Bawalah kehormatan  dan tunjukkan bahwa prajurit Kodam IV/Diponegoro yang terbaik. Sebanyak 650 orang Prajurit Batalyon 403/Wirasada Pratista berangkat dalam penugasan ke daerah perbatasan di daerah operasi. Menurut Pangdam “Tugas adalah kehormatan dan tugas adalah segala-galanya”.

Disamping itu Pangdam juga berpesan agar menjaga keamanan personel dan materiil, jaga kesehatan dan apabila pulang nanti  bisa bertemu dengan anak istri dalam keadaan sehat dan bagi yang belum berkeluarga agar bisa bertemu dengan keluarganya. Tak lupa pula harus  profesional, ’’Ingat saudara disana punya sector, dan ingat saudara disana tugasnya membina masyarakat di perbatasan’’,tegasnya. Sebelumnya sudah ada yang datang dan pergi, maka Pangdam mengharapkan para prajurit 403/Wirasada Pratista harus bisa membina masyarakat di perbatasan tersebut lebih baik, harus rela, iklas, bersemangat dan berhasil.

Hadir dalam acara  pemberangkatan tersebut  Kasdam IV/Diponegoro, Danrem 072/Pmk, Dan Pomdam IV/Diponegoro, Dan Lanal, Para Asisten Kasdam IV/Diponegoro, Para Kabalak, Danyon 403/WP, Dan Yonarhanudse- 15, Dansat Brimob, Ibu Ketua Persit dan istri serta keluarga anggota Batalyon 403 yang akan bertugas.

Pemerintah Tambah Rp 750M anggaran alutsista dari utang negara

TNI


Pemerintah telah melakukan peminjaman luar negeri untuk biaya operasional beberapa Kementerian dan Lembaga sebesar Rp 29,2 triliun dalam APBN Perubahan 2013. Dana tersebut dipinjam dari bank dunia dan Japan International Corporation Agency (JICA).

Data yang diterima merdeka.com dari Ditjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan, Jumat (31/5), total pinjaman luar negeri tersebut dialokasikan ke 23 K/L dengan enam K/L memiliki utang di atas Rp 1 triliun.

Dalam data tersebut yang paling banyak menggunakan utang luar negeri tersebut adalah Kementerian Pertahanan dengan penambahan utang sebesar Rp 12,7 triliun. Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 7,8 triliun. Kepolisian RI sebesar Rp 2 triliun. Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp 1,6 triliun. Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp 1,5 triliun dan Kementerian Perhubungan sebesar Rp 1,3 triliun.

Sedangkan dari pinjaman dalam negeri, pemerintah menambah utang sebesar Rp 750 miliar yang digunakan untuk pembelian Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan Kepolisian RI. Dengan rincian Rp 600 miliar untuk Kementerian Pertahanan dan TNI, sedangkan Kepolisian RI mendapatkan Rp 150 miliar.

Utang tersebut dialokasikan Kemenhan/TNI untuk membeli sebagian besar senjata, amunisi, Panser Anoa, serta kapal angkut tank dengan total Rp 334 miliar. Sedangkan, utang dalam negeri sebesar Rp 150 miliar yang dialokasikan untuk kepolisian paling banyak digunakan untuk pengadaan alat apung polsek sungai sebesar Rp 45 miliar.

Kamis, 30 Mei 2013

S-300 Pesanan Pertama Telah Tiba Di Suriah


Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, Damaskus telah menerima paket pertama sistem pertahanan rudal, S-300, dari Rusia. Hal itu disampaikan Assad dalam wawancaranya dengan televisi al-Manar Lebanon, Kamis (30/5).

Ia menambahkan, pengiriman paketkedua akan segera dikirim ke Suriah. Lebih lanjut Assad menandaskan, Damaskus akan merespon setiap agresi rezim Zionis Israel terhadap Suriah.

Pada tanggal 28 Mei, Rusia menyatakan akan tetap mengirimkan sistem anti-rudal S-300 ke Suriah meskipun Israel mengancam akan mengambil tindakan untuk mencegah pengiriman sistem tersebut.