Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Kamis, 06 Juni 2013

Lanud Supadio Kini Dilengkapi dengan Rudal QW-3

Prajurit Batalyon 465 Paskhas TNI AU melakukan ujicoba penembakan rudal QW-3 di Pantai Kura-Kura Singkawang, Kalimantan Barat

Pangkalan Udara Supadio, Kalimantan Barat memiliki alat utama sistem persenjataan baru yakni rudal QW-3. Uji coba sudah dilakukan di Kura-kura Beach Singkawang. Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga, Kamis (6/6/2013) menjelaskan, QW-3 akan memperkuat sistem alutsista Lanud Supadio. "Kami memiliki wilayah tanggung jawab hingga ke perbatasan dengan negara tetangga. Rudal ini akan meningkatkan sistem alutsista TNI AU di Kalbar," kata Novyan. Rudal QW-3 akan dioperasikan oleh Pasukan Khas TNI AU Batalion 465, Kalbar.


Sasaran tembak bergerak rudal QW-3 berupa pesawat drone tipe S-70 

Ini adalah jenis rudal untuk perlindungan obyek vital langsung, jika pesawat musuh masih bisa menembus pertahanan udara di dua ring sebelumnya. Uji coba rudal ini dilakukan di Singkawang Rabu kemarin. Rudal diuji coba untuk menembak pesawat drone S-70 dan umpan yang dilepaskan oleh S-70.

VITYAZ DT-30P Made In Rusia. Kendaraan Segala Medan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMUEuQfNBTASlJHi9kpD3x92QiODokx7eGoeaR_fbtCC2WwLsh5ia5MakigGBq4RBDcJ6DoeAPoXuJnQDh_qKDJQKYR159ObnqS0zVv-FlbIGOXI04KV-Q5fYV4FOibi5ouGzrIx6eos8/s1600/atv-dt-30-p%25286%2529.jpg

Vityaz ATV DT-30P adalah kendaraan segala medan (all-terrain vehicle-ATV) yang secara luas digunakan oleh tentara Rusia untuk dikerahkan di daerah-daerah menantang dan pulau-pulau guna mengangkut elemen militer, amunisi, peralatan, dan instalasi sistem senjata.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2ycwJfUV5PEjEWLQGfAM9xyoqh4B7f3VudfkKhmWo5okhaynBi4qNfmYP0YdYfSbk0yPdqvZ52uEOlHcDP2GReLBGcxFLDFDXv-0gUhtL1F3kQzD9WLg-fCCerKoiL5Nasm2JdNvgZT8/s1600/atv-dt-30-p%25287%2529.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj4TyTCD3neDi5xYvsEaxeuBwjhbKFS-0TQeaV_HjKE4VqB_5vLBaJk7ddK6zSMRmkyThlpSwd2cZXLJ_fI6KC6ENQlWWZy67wx1b8ZrTSp5gsO40EE6101mRneEU0MjJmE3hCAP8AgpA/s1600/atv-dt-30-p(1).jpg

DT-30P sangat efisien untuk dikerahkan dalam misi pencarian dan penyelamatan di kondisi ekstrim seperti jalan rusak, banjir, salju, dan situasi kehancuran yang parah. Kendaraan ini dapat digunakan untuk mengevakuasi penduduk, hewan, berbagai muatan hingga 30 ton, atau mengangkut tim penyelamat, tenaga medis, berbagai peralatan dan makanan ke daerah tujuan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifKpP60AwnNHsWgXPs-a5AJKrDeB05RysFvZqB-yEvcbqM_8fs_TfxFvadgw4RHthUoQ3hZ_6metqnWcKYhFJ3vxWYBzzBmzkfw4OoHPWrplOcYbngSY6oXhV6kWABF9YGmU-EuV9uCYY/s1600/atv-dt-30-p%25289%2529.jpg

Rusia sudah memproduksi kendaraan DT sejak tahun 1982 hingga saat ini. Sudah 3 varian yang dikeluarkan yaitu DT-10, DT-25 da DT-30. Khusus DT-30, bobotnya adalah 58 ton dengan panjang 13,75 m, lebar 2,8 meter dan tinggi 2,7 meter. Hingga saat ini tercatat hanya Uni Soviet dan Rusia yang menggunakannya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizenb_hre7hI2x2pH8N42DtJNIc02V049Kl4W6aBf84l3Gb-evQJIiI17e0TiJxis3gqnmoSb-tM_rimwC8xcqH1vfa84R-aoVv3tNDkQCisYVKV9sqI0wWIfNRU-BjOq6YNi0aLLOkkg/s1600/atv-dt-30-p(2).jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbXCeGCBUVKbMC2HwT4EW7b6Cs5eVcAZcnjG-ifiVaw0woV35ct5EoAqQJivEQt1jBQEtju9kSVIGjyZyThO11S-QPoYP41OzAWdJ-bMUNR2f8mYCBut29JQqRtIHClbdDHIH318FfrLw/s1600/atv-dt-30-p%25283%2529.jpg

Saat ini, Vityaz CTV telah digunakan diseluruh wilayah Rusia, serta di Arktik dan Antartika. Mereka termasuk bagian penting dari layanan transportasi untuk perusahaan terkemuka Rusia seperi Gazprom JSC, Rosneftegazstroi, Rosneftegaz, dll.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj11NJU40CVZNx5xJ1FAObTq0R4sFL2viFz27rpxfVpmoG_UofIjjFHmp9lflUCjmJuqJhJzC5zY85uaRVB59he5eTTbUsuoXIoXjdH3jtfV9TnOND_KQWUQDWeIl5IgHqqiB8dUdMJ5x4/s1600/atv-dt-30-p(4).jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHZNh8ZUH8tmY6YoqhfDYGDqijkkY6eDHXgdPgYV3_Cixa0OoaYJmtMAdHjjVmu0IcWxdGTW9o6AEAe9SzW-A2Og7nxID-9qLrgAy2S0mRmkQ2liZwX1H-TGXbc5EC8rns936CdVf9pxc/s1600/atv-dt-30-p%25285%2529.jpg

Kendaraan yang diawaki oleh dua kru ini juga menjadi kendaraan transportasi utama bagi personel yang bertugas untuk jaringan pipa minyak dan gas di seluruh Rusia, ahli geologi dan ilmuwan yang meneliti daerah terpencil dan terisolasi. Karena desainnya yang unik, Vityaz ATV mampu beroperasi dalam kondisi yang tidak mugkin dilewati oleh kendaraan segala medan lainnya.

Tentara AS Mengaku Bersalah atas Pembantaian Di Afghanistan

http://kabartop.com/wp-content/uploads/2012/11/Sersan-Robert-Bales.jpg

Sersan Robert Bales, hari Rabu 5/6/2013 mengaku bersalah telah membunuh 16 warga sipil di Afghanistan. peristiwa tersebut terjadi pada tahun lalu. Iya mengaku bersalah atas tuduhan pembunuhan terencana, percobaan pembunuhan, dan penyerangan, serta tuduhan menggunakan alkohol dan narkoba. Robert Bales mengakui kesalahannya guna menghindari hukuman mati. Persidangan digelar di ruang pengadilan militer bagian kota Washington.

Pekan lalu kuasa hukumnya John Henry Browne mengatakan kesepakatan telah dicapai dengan pihak militer di mana Bales akan mengaku bersalah agar jaksa penuntut tidak mengupayakan hukuman mati.

Sersan Robert Bales, adalah seorang tentara kawakan dengan tanda jasa yang sudah empat kali bertugas di Irak dan Afghanistan, iya dituduh meninggalkan posnya di provinsi Kandahar Maret tahun lalu dan menembak mati warga desa tak bersenjata, kebanyakan wanita dan anak-anak, di rumah mereka.

Robert Bales menembak dan menikam beberapa warga sipil di dua desa pada bulan Maret 2012. Sembilan di antara korban yang tewas tersebut adalah anak-anak. Setelah membunuh warga sipil, ia kemudian membakar korbannya. Insiden pembunuhan itu merupakan kasus terburuk pembantaian sipil oleh seorang tentara Amerika sejak Perang Vietnam, dan semakin memperburuk hubungan Amerika Serikat-Afghanistan.


Menurut tim jaksa, Bales bertindak sendirian dan dengan perencanaan. Bersenjata sebuah pistol, senapan dan peluncur granat, ia meninggalkan posnya dua kali pada malam ia menyerang warga sipil. Ia katanya kembali ke pos ditengah penembakan itu dan mengatakan kepada rekannya: "Saya baru saja menembak beberapa orang".

Sidang yang akan menetapkan hukuman bagi Bales diperkirakan berlangsung bulan September, yang akan menentukan apakah suatu hari kelak ia berhak mendapat pembebasan bersyarat.

Angkatan Darat Amerika mengatakan ini adalah serangan balasan atas pemboman yang mengakibatkan luka serius pada prajurit lain. Browne mengatakan kliennya ketika itu menjalani tugas tempur keempat di Afghanistan dan menderita stress pasca trauma serta dampak gegar otak.

TNI Sweeping Di Perbatasan Sulsel-Sulteng

TNI Ikut Sweeping di Perbatasan Sulsel-Sulteng

Polisi dengan senjata lengkap bersiaga di ujung Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (7/11/2012). Sebanyak 200 personel gabungan TNI Polri selama tiga hari menyisir pegunungan Kalora untuk mencari sejumlah terduga teroris dan bahan-bahan peledak yang diduga masih disembunyikan.

Antisipasi jaringan teroris masuk di wilayah Sulselbar, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerjasama dengan pihak Kepolisian gencar melakukan sweeping di daerah perbatasan yang dinilai sebagai tempat keluar masuknya jaringan terorisme.

Demikian disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Komando Daerah Militer (Kodam) VII Wirabuana Letkol Inf Heri Steve Sinaulang, Rabu (5/6/2013).

Steve menilai, adanya pengamanan secara rutin itu terkait aksi teror melalui bom bunuh diri yang terjadi di antara pos penjagaan Mapolres Poso dan masjid di Poso, Sulawesi Tengah, Senin (3/6/2013) sekitar pukul 08.03 Wita yang mengakibatkan tubuh pria itu hancur beberapa hari lalu.

Menurutnya, meski kejadian tersebut berada di wilayah Poso, namun jaringan teror lainnya perlu diwaspadai. Sebab bisa saja jaringan teror ini berkeliaran. Dengan demikian warga diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati.

Namun dalam antisipasi yang dilakukan, Kodam VII Wirabuana tidak menambahkan jumlah personelnya di daerah perbatasan. "Untuk jumlah personel tetap sama seperti pengamanan biasa sesuai dengan kekuatan wilayah kesatuan. Namun untuk proses pengamanannya lebih ditingkatkan," tuturnya lagi.

Rabu, 05 Juni 2013

Jika Indonesia Perang, Artis Dan Pengusaha Juga Kena Wajib Militer


Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan mengatur wajib militer pada tiap warga negara yang berprofesi sebagai buruh, PNS dan mantan prajurit TNI. Namun, selain profesi itu, seperti artis, juga bisa dilibatkan dalam wajib militer.

"Tidak juga harus mencakup tiga elemen saja seperti yang disebut di pasal 8 ayat 182, tapi juga ditujukan kepada masyarakat luas dan draftnya sukarela, asalkan sudah memenuhi syarat yang disebutkan dalam UU. Semua profesi boleh ikutan seperti artis, pengusaha, tokoh masyarakat dan lainnya," kata anggota Komisi I DPR Nurul Arifin , Selasa (4/6).

Namun, wajib militer di luar tiga profesi tersebut bersifat sukarela dan tentunya telah memenuhi persyaratan. Dalam RUU ini, lanjut Nurul, anggota komponen cadangan (Komcad) hanya dibutuhkan ketika dalam keadaan perang dan digunakan berdasarkan strategi pertahanan melalui mobilisasi yang ditetapkan oleh Presiden (pasal 27).

Dan dalam keadaan perang juga anggota Komcad setelah dimobilisasi berstatus sebagai kombatan, (pasal 29) dan hukum yang berlaku bagi mereka adalah hukum militer (pasal 30). Dalam situasi selain perang, anggota Komcad hanya bertugas 30 hari dalam satu tahun di luar masa bakti, untuk menjalani masa pembinaan satuan. Setelah proses itu mereka bisa kembali lagi bekerja di tempatnya masing-masing.

Mereka yang ikut wajib militer, memiliki sejumlah hak seperti uang saku, asuransi jiwa, rawatan kesehatan serta perlengkapan lapangan. Mereka memiliki hak sebagaimana yang diterima oleh anggota TNI.

"Kelebihan lain adalah selama proses penugasan tidak terjadi putusnya hubungan kerja dengan tempat mereka bekerja sebagaimana mandat pasal 21, serta kewajiban bagi pimpinan di instansi/lembaga/perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada buruh atau pegawai guna mengikuti pendidikan," lanjutnya.

Selain kelebihan, penerapan wajib militer juga memiliki kekurangan. Seperti postur anggaran sektor pertahanan yang akan membengkak. "Seperti biaya perekrutan, biaya pelatihan dan biaya pembinaan yang dikenakan untuk 30 hari dalam se-tahun, dan itu rutin dilaksanakan tiap tahun. Masa bakti lima tahun sebagaimana dalam Pasal 17 bukanlah waktu yang singkat," terang Nurul.

Hingga kini RUU Komcad masih berada di Komisi I DPR. Pembahasan RUU ini terganjal oleh RUU Kamnas yang banyak menuai kritikan di masyarakat.

Kunjungan Komandan BNS Madhumati (BANGLADESH) Ke KRI Diponegoro-365


KRI Diponegoro (DPN)-365 tiba kembali di pelabuhan Beirut selesai melaksanakan patroli di Area of Maritime Operation (AMO), perairan Beirut-Lebanon. Selanjutnya Minggu tanggal 04 Juni 2013, KRI Diponegoro menerima kunjungan persahabatan dari Komandan BNS Madhumati Commander Akmafzal Hossain, yang saat itu sedang sandar di dermaga nomor 7 pelabuhan Beirut.

Kunjungan Komandan kapal perang Bangladesh yang mempunyai nomor lambung P-911 tersebut dalam rangka silaturahmi antara para komandan unsur MTF-448 dan menjalin persahabatan maupun persaudaraan sesama Angkatan Laut (Navy Brotherhood) serta sekaligus pamitan selesai penugasan sebagai Satgas MTF-CTF 448/UNIFIL tahun 2013. Penggantian Komandan BNS Madhumati beserta seluruh anggota awak kapal (Crewmen) akan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2013 di pelabuhan Beirut, Lebanon.

Kedatangan Commander Almafzal Hossain diterima langsung oleh Komandan KRI Diponegoro Letkol Laut (P) Hersan beserta staf di Lounge Room Perwira KRI Diponegoro. Acara berlangsung akrab dan penuh dengan kekeluargaan. Pada akhir acara, dilaksanakan pertukaran cindera mata dari kedua pihak.

Selanjutnya, selama dua hari sandar di pelabuhan Beirut, selain kegiatan bekal ulang (Bekul) logistik, para prajurit KRI Diponegoro memanfaatkan waktu untuk refreshing. Seluruh prajurit melaksanakan berbagai kegiatan olah raga, di antaranya sepak bola, sepeda santai, bulutangkis dan jogging di sekitar pelabuhan Beirut.

Setelah kebutuhan logistik terpenuhi, maka pada hari Selasa tanggal 04 Juni 2013 pukul 08.00 LT, KRI Diponegoro-365 kembali berlayar meninggalkan pelabuhan Beirut untuk melaksanakan tugas patroli/On Task ke-8 (04-09 Mei 2013) di Laut Mediterania disekitar perairan Beirut, Lebanon.

TNI AL Lakukan Pengobatan Gratis Di Pulau Terpencil


Guna membantu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, khususnya yang tinggal di pulau-pulau terpencil, TNI Angkatan Laut menggelar bakti sosial pengobatan gratis di Pulau Setokok, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (4/6).

Sebanyak 445 pasien yang merupakan penduduk pulau kecil tersebut mendatangi tempat pengobatan gratis ini dengan penuh antusias. Dari 445 pasien, 300 pasien ditangani dalam pengobatan umum, 100 pasien pengobatan gigi dan mulut, 30 anak melaksanakan khitan, serta 15 pasien melaksanakan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak.

Dalam pengobatan ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan tenaga medis maupun nonmedis dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Lantamal lV) Tanjung Pinang, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam, Fasharkan Mentigi, Batalyon Infanteri-10 Korps Marinir, serta Dinas Kesehatan Kota Batam. Pelaksanaan bakti sosial ini diselenggarakan oleh Diskes Lantamal lV Tanjung Pinang yang dipimpin oleh Letkol Laut (K) Andi Sugeng Rawuh, serta ditinjau langsung oleh Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI Agus Heriyana, S.E.

Pada bakti sosial kesehatan ini diterapkan sistem jemput bola, yakni pasien yang karena kondisi fisik tidak mampu berjalan, dijemput dan digendong menuju tenda pos pelayanan kesehatan yang didirikan. Para prajurit Korps Marinir dari Batalyon-10 secara sigap dan cekatan membopong atau menggendong pasien yang tidak mampu berjalan dan membawanya ke pos pelayanan kesehatan. Setelah ditangani oleh tim dokter dan menerima obat-obatan, pasien kembali digendong menunju rumahnya kembali. Seperti dialami oleh seorang nenek bernama Janiah (62 th), yang jalan sempoyongan menuju pos pelayanan kesehatan, akhirnya dibopong oleh para prajurit Korps Marinir.

Sementara itu pada waktu yang bersamaan, sejumlah pelajar yang ada di Pulau Setokok dan sekitarnya, melakukan kunjungan ke sebuah kapal pintar yang sedang sandar di Pos Angkatan Laut (Posal) Tanjung Kertang yang berada di  Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riaui. Para pelajar yang umumnya siswa-siswi sekolah dasar ini mengerumuni kapal pintar dalam rangka memanfaatkan fasilitas perpustakaan keliling di kapal pintar tersebut guna meminjam buku-buku pelajaran dan pengetahuan umum yang ada di kapal.

TNI AL Bentuk Batalyon KORPS MARINIR Di Pulau Wilayah Perbatasan Negara


5 Juni 2013, Sebagai implementasi perencanaan strategis dalam pembangunan kemampuan, khususnya kemampuan pertahanan matra laut dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dan kontijensi yang dapat terjadi di wilayah perbatasan, TNI Angkatan Laut membentuk Batalyon Infanteri-10 Korps Marinir yang bermarkas di Pulau Setoko, perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio secara langsung meletakkan batu pertama pembangunan markas batalyon tersebut di Pulau Setoko, perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (5/6), disaksikan unsur Muspida dan tokoh masyarakat setempat. Selain peletakan batu pertama, peresmian juga ditandai dengan penandatanganan prasasti Batalyon Infanteri-10 Korps Marinir, dan pemberian tali asih kepada empat orang perwakilan dari empat desa sekitar lokasi pembangunan, yakni Desa Setoko, Desa Akar Sebrang, Desa Nipah, dan Desa  Pulau Panjang.

Acara peletakan batu pertama diwarnai dengan unjuk kemahiran terjun payung oleh para prajurit TNI Angkatan Laut itu. Hadir dalam acara, para Panglima Komando Utama (Pangkotama) TNI Angkatan Laut, Gubernur Kepulauan Riau Drs. H. Muhammad Sani, pejabat pemda setempat, serta sejumlah tokoh masyarakat. Turut hadir pula Ketua Umum Jalasenastri Ny. Peny Marsetio beserta sejumlah pengurus pusat dan pengurus daerah Jalasenastri, dan undangan lainnya.       

Pembangunan Batalyon Infanteri-10 Korps Marinir Pulau Setoko, kata Kasal dalam sambutannya, merupakan program prioritas TNI Angkatan Laut, sebagai tindak lanjut perintah Presiden Republik Indonesia untuk membangun dan membentuk satuan baru Korps Marinir di Kepulauan Riau, dengan kekuatan satu batalyon infanteri yang diperkuat. “Hal ini dimaksudkan untuk merespon perkembangan lingkungan strategis yang dinamis dan multidimensional, khususnya dalam mengamankan wilayah perbatasan,” kata Kasal.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan batalyon marinir ini, lanjut Kasal, beberapa hal perlu disiapkan sejak dini, antara lain software organisasi, personel terlatih dan material yang dibutuhkan. “Dengan demikian diharapkan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta diorientasikan untuk mengutamakan kualitas dalam aspek organisasi, alutsista dan profesionalisme prajurit Korps Marinir khususnya dan TNI Angkatan Laut pada umumnya,” tegas Kasal.

Pada kesempatan tersebut Kasal juga menginstruksikan agar para prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dapat menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, pemerintah daerah, maupun aparat TNI dan Polri lainnya. “Hindari segala perbuatan yang dapat mencederai hati rakyat dan adakan penyesuaian diri, kenali lingkungan sekitar serta jaga nama baik organisasi TNI Angkatan Laut,” tandas Kasal.

Sementara itu pada hari yang sama, Kasal Laksamana Dr. Marsetio juga meresmikan dimulainya pembangunan Trauma Center Rumkital dr. Midianto Suratani Lantamal lV Tanjung Pinang, yang dirangkaikan dengan penandatangan Piagam Kesepakatan Bersama (PKB) antara TNI Angkatan Laut dengan Pemerintah Kepulauan Riau tentang pengoperasian kapal pintar KAL Pintar Mandiri-1, dan pemanfaatan lahan TNI Angkatan Laut untuk pembangunan instalasi SEA Water Reverse Osmosis (SWRO) guna kepentingan masyarakat setempat. Penandatanganan piagam kesepakatan bersama tersebut dilakukan oleh Kasal bersama Gubernur Kepulauaan Riau Drs. H. Muhammad Sani.

37 Tank Asal Rusia Segera Perkuat Pasukan Marinir TNI AL


http://hanyanomorsatu.files.wordpress.com/2011/12/bmp-3f.jpg

Sebanyak 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut akan tiba tahun ini. Saat ini, Korps Marinir telah punya 17 unit kendaraan angkut militer kelas berat ini.

"Marinir TNI AL kini sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah 37 unit lagi," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (5/6/2013).

Tak hanya tank, tahun depan sejumlah pesanan alat utama sistem senjata (alutsista) akan terus datang. "Aakan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," tutur Marsetio.

Ia mengatakan, Markas Besar TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis dari dalam dan luar negeri, antara lain 3 kapal selam dari Korea Selatan, 4 Landing Ship Tank (LST) dari PT PAL, Kapal Cepat Rudal (KRC) dari Palindo Marine Batam dan kapal fregat dari Inggris.

"Selain itu, masih ada kapal hidrografi, 11 helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci," papar Marsetio.

Australia siap Kirim Pesawat Hercules Untuk Indonesia

http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1554493.jpg

Kementerian Pertahanan tetap melanjutkan proses hibah empat unit pesawat C130 Hercules dari Australia. Kementerian mengatakan pihak Australia saat ini sedang mengerjakan perbaikan dan peremajaan pesawat angkut itu.

Kementerian menyebutkan salah satu pesawat Hercules selesai diperbaiki dan siap dikirim ke Tanah Air. "Setidaknya satu unit pesawat akan datang dalam waktu dekat," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, kepada Tempo, Selasa, 4 Juni 2013.

Rachmad melanjutkan, perbaikan empat unit pesawat buatan Lockheed Martin merogoh kantong Indonesia sebesar US$ 63 juta atau sekitar Rp 620 miliar. Tiga sisa pesawat Hercules akan dikirim pemerintah Australia paling lambat awal tahun depan.

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara masih bimbang menanggapi tawaran hibah empat unit pesawat Hercules dari Australia. Sebab, Angkatan Udara menilai Indonesia lebih banyak rugi ketimbang untung menerima hibah pesawat angkut dari Negeri Kanguru itu. Salah satunya biaya perawatan yang terlalu mahal.

Menurut TNI AU, duit yang harus digelontorkan Indonesia untuk biaya perbaikan empat unit Hercules Australia mencapai US$ 150 atau sekitar Rp 1,48 triliun. Angka itu hampir separuh dari biaya pembelian empat unit pesawat Hercules baru.

Kerugian lain, spesifikasi Hercules Australia tersebut berbeda dengan Hercules milik Indonesia. Hingga kini, TNI AU memiliki C 130 Hercules tipe J dan L, sementara milik Australia bertipe M dan Q. Dengan demikian, suku cadang harus dibeli baru.