

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki menandatangani paket perjanjian pembelian senjata dengan Rusia senilai 4,2 miliar dolar saat kunjungannya ke Moskow pada Oktober 2012 lalu. Berdasarkan kesepakatan itu, Moskow akan menyuplai 30 helikopter serang Mil Mi-28NE yang mampu terbang di semua cuaca atau malam hari, dan 50 sistem pertahanan udara rudal jarak pendek Pantsir-S1.
Penyelidikan korupsi ditutup tak lama setelah itu, namun dibuka kembali pada bulan Mei. Para pejabat Irak mengatakan bahwa masa penyelidikan dan apapun hasil penyelidikan tidak akan mempengaruhi kontrak.












