Sebagaimana dikutip dari Mashable, Senin (26/8/2013), AUV dilengkapi dengan alat pemindai sonar dan sistem pencitraan untuk membuat pemetaan dua dimensi dari kontur yang sudah dijelajahi. Terkini, robot bawah laut tersebut menemukan bangkai pesawat tempur di sekitar 500 mil wilayah perairan Filipina. Puing-puing itu nantinya akan dibawa pulang ke Amerika untuk dilakukan penelitian oleh tim peneliti Angkatan Laut Amerika Serikat.
Robot yang diciptakan hasil kerjasama University of California dengan San Diego Instituion of Oceanography dan University of Delaware ini difasilitasi dengan beberapa kamera, berbagai tipe sonar, dan sebuah baling-baling hexacopter agar bisa bergerak bebas dan tahan di dasar laut.












