Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Rabu, 09 Oktober 2013

Belanda Nyatakan Menyesal Karena Pembatalan Penjualan Tank Leopard ke Indonesia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg_VkiVNITLn-559yiF-dUzTTj4xyS1iHUy_PdW6H3wzLBLQ_vvqcQ8Hpk_vTnMJI-__8djjY2PyDJ4uGJ0kCSQI2-7pDnSD8PsTz63Nl0F4heqFeWkQo-IqOk-ToMCzdvFDRkFwo2FISR/s1600/vm3m.jpg

Kementerian Pertahanan Kerajaan Belanda menyesalkan dibatalkannya rencana penjualan tank Leopard ke Indonesia pada dua tahun lalu. Hal itu dikemukakan Menteri Pertahanan Kerajaan Belanda Jeanine Hennis Plasschaert saat mengunjungi Kementerian Pertahanan RI di Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Plasschaert mengaku menyesal atas keputusan parlemen Belanda untuk menolak keinginan pembelian tank oleh Indonesia kepada negara itu pada 2011 lalu. "Pendahulu saya mengalami waktu sulit ketika menghadapi masalah itu. Saya tak mau kejadian seperti ini terjadi lagi. Apalagi kalau kita bicara kerja sama dan partnership," ujarnya.

Pada 2011, parlemen Belanda menolak rencana penjualan sejumlah tank Leopard ke Indonesia karena dinilai rawan dengan aksi pelanggaran hak asasi manusia. Namun demikian, Plasschaert mengatakan penyesalan tersebut tidak lantas dapat diartikan bahwa Belanda akan kembali memroses penjualan tank ke Indonesia.

"Tidak ada deal yang spesifik saat ini," katanya. Dia menegaskan bahwa permohonan maaf yang ia lontarkan bukan atas proses di parlemen. "Saya tak bisa memohonkan maaf atas proses demokrasi yang terjadi," katanya. Lebih lanjut dia menyesal karena peristiwa penolakan penjualan tank ke Indonesia tidak menguatkan hubungan kedua negara.

"Saya menghargai kerjasama kedua negara. Tetapi merevisi keputusan atas [pembatalan penjualan] tank itu tak akan memberangus hubungan Indonesia - Belanda," tegasnya. Siang ini, Menteri Pertahanan Kerajaan Belanda Jeanine Hennis Plasschaert berkunjung ke Indonesia untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, menteri pertahanan kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama pertahanan secara lebih konkret yang dapat menguntungkan kedua negara. Kerja sama pertahanan tersebut antara lain mencakup bidang pendidikan dan pelatihan serta pengadaan peralatan pertahanan. Kerjasama pada sektor pengadaan peralatan dan industri pertahanan menjadi salah satu agenda penting.

"Kami di sini membahas masalah-masalah yang terkait masalah global, regional, dan hubungan bilateral Indonesia-Belanda. Kami baru akan bicarakan soal MoU kerjasama pertahanan ke depan. Kita bisa bicarakan di atas kertas apa yang kami butuhkan dan mereka bisa berikan," ujar Purnomo. Dalam waktu dekat, ujarnya, pihak Kementerian Pertahananan RI akan ke Belanda untuk memformulasikan nota kesepahaman (MoU).

Perwakilan Tentara Diraja Malaysia Berkunjung Kemarkas TNI-AU di Makasar

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/atm-17-11-11.gif

TNI Angkatan Udara menjamu perwakilan tentara Diraja Malaysia di Makassar, Sualwesi Selatan. Pertemuan keduanya untuk membahas kerja sama bilateral di bidang militer udara antara Indonesia dengan Malaysia, Rabu (9/10).

Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II Marsekal Muda Agus Supriatna menjamu Panglima Divisi I Tentara Diraja Malaysia Mayor Jenderal Datok Ansar Ali Majeth. Suasana akrab tampak di ruang lobi markas komando Angkatan Udara II.

Datok Ansar menyambut baik jamuan tersebut. Ia mengaku kedatangannya ke Indonesia untuk mempererat jalinan kedua negara. Keduanya pun berencana melakukan latihan bersama namun belum menentukan jadwalnya.

Itu bertujuan mengamankan perbatasan kedua negara dari wilayah udara. Koordinasi akan semakin digiatkan agar pengamanan tak memunculkan kesalahpahaman saat TNI bertugas di perbatasan masing-masing negara.

Kapal Perang Israel Tembaki Nelayan Palestina

http://mariaenpalestina.files.wordpress.com/2013/03/pescadores-en-gaza-durante-una-protesta-contra-los-ataques-y-confiscacic3b3n-de-sus-lanchas-por-la-marina-israelc3ad-joe-catron.jpg

Kapal perang Israel dilaporkan telah menembaki para nelayan Palestina di Jalur Gaza pada Rabu (9/10/201) pagi. Demikian dilaporkan kantor berita Ma’an News, mengutip pengakuan sejumlah warga lokal. Saksi mata mengatakan kepada Ma'an News, bahwa pasukan Angkatan Laut Israel menembaki nelayan Palestina di lepas pantai Jalur Gaza.

Seorang Juru Bicara militer Israel mengatakan, perahu nelayan itu telah melenceng dari bidang perikanan yang ditentukan dan kapal perang Israel melepaskan tembakan peringatan ke udara. “Kemudian, perahu nelatan itu kembali ke wilayah yang telah ditentukan,” jelasnya.

Pada Mei silam, Pemerintah Israel memperluas zona penangkapan ikan bagi nelayan di Jalur Gaza menjadi 6 mil. Sebelumnya, selama bertahun-tahun, Israel hanya memperbolehkan nelayan Palestina melaut hingga 3 mil. Kondisi ini sangat menyulitkan para nelayan untuk mencari ikan.

Perluasan zona ini dicapai sebagai bagian dari gencatan senjata yang dimediasi Mesir yang mengakhiri konflik delapan hari antara Israel dan Hamas pada November silam. Namun sebenarnya, menurut Perjanjian Oslo, Israel setuju untuk menerapkan zona penangkapan ikan sejauh 20 mil laut lepas pantai Gaza.

Badan Tenaga Nuklir Nasional: Indonesia Miliki Cadangan Uranium 70.000 Ton

http://www.ristek.go.id/file/gallery/2012/02/nuklir.jpg

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70.000 ton Uranium dan 117.000 ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan. "Untuk Uranium potensinya dari berbagai kategori, ada yang dengan kategori terukur, tereka, teridentifikasi dan kategori hipotesis, sedangkan Thorium baru kategori hipotesis belum sampai terukur," kata Direktur Pusat Pengembangan Geologi Nuklir Batan Agus Sumaryanto di sela peluncuran Peta Radiasi dan Radioaktivitas Lingkungan di Jakarta, senin.

Sebagian besar cadangan Uranium kebanyakan berada di Kalimantan Barat, sebagian lagi ada di Papua, Bangka Belitung dan Sulawesi Barat, sedangkan Thorium kebanyakan di Babel dan sebagian di Kalbar. Kajian terakhir dilakukan di Mamuju, Sulbar, dimana deteksi pendahuluan menyebut kadar Uranium di lokasi tersebut berkisar antara 100-1.500 ppm (part per milion) dan Thorium antara 400-1.800 ppm.

Kecamatan Singkep, Kabupaten Mamuju juga menjadi kawasan yang laju dosis radiasi gammanya tercepat di Indonesia dibanding rata-rata nilai laju dosis radiasi Gamma di Indonesia yang 46 nSv per jam, kata Direktur Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Batan, Susilo Widodo.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyusun Peta Radiasi dan Radioaktivitas Lingkungan sebagai data dasar, sehingga kalau ada kenaikan radiasi yang disebabkan faktor bukan alami misalnya radiasi hasil lepasan industri atau kecelakaan nuklir, bisa diketahui dengan cepat. Susilo mengatakan, saat terjadi kecelakaan reaktor nuklir Fukushima pihaknya tidak mendeteksi adanya radiasi nuklir yang masuk ke wilayah Indonesia.

"Secara alamiah, radiasi nuklir dari Jepang di utara sulit menyebrang ke kawasan katulistiwa. Justru jika dilihat dari posisi dan arah angin potensi radiasi dari Jepang akan masuk lebih dulu ke Amerika Serikat dan terakhir China," katanya. Peta ini, ujarnya, juga penting untuk mengkaji efek kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah radiasi tinggi serta indikasi bahan tambang seperti Uranium, Thorium dan mineral sejenisnya.

Peta tingkat radiasi dan radioaktivitas lingkungan di Indonesia ini, urainya, terdiri dari lima peta, yakni peta laju dosis radiasi gamma lingkungan dan peta tingkat konsentrasi radionuklida alam Thorium-228, Thorium-232, Radon-226, dan Kalium-40 dalam sampel permukaan. Batan juga meluncurkan URL monitor radiasi lingkungan kawasan reaktor nuklir Serpong dimana telah dipasang lima monitor gamma di kawasan itu selama 2012-2013 dan meluncurkan "GPS tracking" untuk transportasi limbah di Indonesia.

Indonesia dengan Mudah Membuat Senjata Nuklir
Indonesia kini telah mampu membuat teknologi nuklir dan itu pun berarti indonesia dengan mudah dapat membuat Senjata nuklir, tetapi indonesia telah berkomitment untuk tidak membuat nuklir sebagai senjata itu dikatakan oleh anggota DPR “Indonesia sudah berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir. Indonesia hanya akan menggunakan teknologi nuklirnya untuk hal-hal yang bermanfaat untuk manusia dan kemanusiaan,” ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib

Banyaknya ahli nuklir di indonesia dan SDM kita pun banyak di pakai oleh negara lain untuk menngembangkan teknologi nuklir. Indonesia mampu jika berniat membuat senjata nuklir, karena indonesia mempunyai SDA (Sumber Daya Alam) yang cukup seperti tambang uranium di mamuju, Sulawesi Barat yang merupakan terbaik di indonesia. tambang di mamuju inilah yang sedang di incar pihak asing. selain mamuju ada beberapa tambang Uranium seperti tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah. Kedua uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat.

Dengan adanya Sumber daya Alam dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang ahli dalam bidang nuklir, serta 3 pangkalan nuklir otomatis indonesia dengan sangat mudah mengembangkan Teknologi Nuklir menjadi senjata. Tetapi pemerintah pusat tidak menginginkan hal itu dilakukan karena bisa menjadi pemicu terjanya konflik antar negara. Pemerintah menyadari bahwa Indonesia telah di awasi dan disoroti oleh 3 negara besar.

Indonesia Targetkan Buat Persenjataan Perang Dengan Teknologi Tinggi

http://www.tubasmedia.com/wp-content/uploads/2011/11/011111-edutaiment3.jpg

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi mengatakan, saat ini, industri pertahanan di dalam negeri telah mampu menguasai teknologi untuk level menengah. Ke depan, penguasaan teknologinya akan ditingkatkan menjadi lebih tinggi lagi.

Pemerintah juga berambisi menaikkan level pemenuhan konten lokal industri tersebut di atas 35%. “Kami memacu pertumbuhan industri agar bisa memenuhi kandungan lokal 35%. Jadi, untuk pengadaan alutsista atau almatsus (alat material khusus), 35% di antaranya diserahkan untuk pengerjaan di dalam negeri,” tutur Budi.

Menurut dia, industri pertahanan di Tanah Air sebenarnya sudah bisa memproduksi berbagai jenis alat pertahanan dan pendukungnya. Tapi, alusista dengan level teknologi tertentu dan umumnya belum menggunakan teknologi tinggi. “Misalnya, untuk peluru dengan radar dan dengan waktu meledak yang sudah diatur, itu belum bisa kita buat,” kata Budi. .

Mengutip data Kementerian Riset dan Teknologi, masterplan pembangunan industri pertahanan nasional ditetapkan tahun 2010-2029. Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok matra darat, laut, dan udara TNI, sehingga bisa mandiri tahun 2029.

Selasa, 08 Oktober 2013

Kasum TNI Bertemu Perwakilan Militer Singapura di Hotel Borobudur

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/10/8/DSC_3323.JPG
http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/10/8/DSC_3377.JPG

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E.,  secara resmi membuka pertemuan TNI dengan Singapore Armed Forces (SAF) Annual Staff Meeting  (TSASM) di Belitung Room Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2013).

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, agenda pertemuan tersebut adalah membahas tentang kerjasama di bidang intelijen, operasi dan latihan, logistik serta pendidikan yang akan dilaksanakan oleh kedua Angkatan Bersenjata.

Tahun 2015 Pabrik Pembuatan Kapal selam Indonesia Mulai Dikerjakan

http://www.acig.org/artman/uploads/sub.jpg

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen kapal militer dan niaga, PT PAL (Persero), siap memproduksi kapal selam di dalam negeri mulai 2015. Kapal selam pesanan Kementerian Pertahanan RI ini merupakan bagian kerjasama dengan perusahaan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME).

"Tahun 2015 kan kita sudah mulai. Kita sekarang siapkan orang dan fasilitasnya," ucap Direktur Utama PAL Firmansyah kepada detikFinance seperti dikutip Selasa (8/10/2013).

Produksi kapal type DSME 209 ini dilakukan saat proses pembuatan 2 unit kapal selam di Korsel. Saat ini PAL secara bertahap sedang menugaskan para karyawan untuk belajar proses perencanaan hingga produksi kapal selam di Korsel.

"Saat kapal selam 1 dan 2 dibangun di sana (Korsel). Orang kita belajar di sana untuk mempersiapkan kapal yang ke-3. Total 206 yang belajar. Kirimnya bertahap. Ada silabus pelajarannya dan itu semua karyawan PT Pal," jelasnya. Selain mempersiakan para ahli di Indonesia, PAL juga membangun lokasi pembuatan dan perawatan kapal selam senilai US$ 150 juta (Rp 1,5 triliun) di Surabaya, Jawa Timur.

"Workshop atau tempat membangun section dalam negeri. Investasi di dalam negeri US$ 150 juta. Termasuk untuk peralatan, kapal selam kan perlu dirawat, perlu fasilitas sendiri. Selama ini mahal perawatan ke luar negeri," sebutnya. Ditargetkan pada tahun 2017, Indonesia sudah memiliki kapal selam asli karya putra-putri Indonesia. "Tahun 2017 Indonesia sudah punya kapal selam buatan PAL," katanya.

Alutsista Standat Minimum Tahap I Milik TNI Akan Lengkap pada 2017

http://statik.tempo.co/data/2013/10/05/id_225926/225926_620.jpg

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Rukman Ahmad, mengatakan seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru untuk angkatannya paling lambat datang ke Tanah Air pada 2017 mendatang. "Paling lambat tahun 2017 semua alutsista baru tahap awal, termasuk helikopter Apache, sudah datang," kata Rukman, di halaman Monumen Nasional, Jakarta, Senin, 7 Oktober 2013. "Ini hasil konfirmasi saya kepada staf logistik Angkatan Darat."

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menyatakan, Indonesia bakal segera menerima sejumlah alutsista baru. Rencananya, alutsista baru itu bakal diterima pada September 2013 mendatang. "Mulai September dan Oktober ini sudah mulai berdatangan," katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2013, lalu.

Alutsista baru itu antara lain ratusan tank berat Leopard, puluhan tank jenis amfibi yang digunakan untuk menjaga garis pantai, dan sejumlah unit roket untuk pertahanan jarak jauh. Selain itu, akan datang beberapa unit pesawat tempur. "Semua dibeli sendiri oleh Indonesia, tidak diberikan pihak mana pun," katanya.

Rukman menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan sendiri mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 150 triliun untuk kepentingan modernisasi alutsista. Anggaran itu diberikan pemerintah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Ratusan Prajurit TNI-AL Jalani Seleksi Pasukan Elite

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlbpMBcCyh0sprhZ2WC2oTCyR3eSkB-a8HROx7G3t_xFqFOBAAGnx4sQN9KSqPu3F8fiC30B6zCmRE2IeVE55_U8ZnTzmUjvy4y8UdVOZYZAsiYebw4P5vncWpIlWhfTrKsqFRPNFi-2w/s1600/DopperMarinir220410-1.jpg



Sebanyak 189 orang prajurit menjalani proses seleksi perekrutan masuk pendidikan pasukan elite TNI Angkatan Laut, masing-masing sebagai awak kapal selam, Pasukan Katak, juru selam, dan pasukan Intai Amfibi Marinir. Seleksi yang dijadwalkan berlangsung selama satu minggu itu, dipusatkan di Gedung Moeljadi, Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Bumimoro, Surabaya, mulai Senin (7/10).

Adapun tahapan seleksi yang harus dijalani calon siswa pasukan elit itu, meliputi tes kesegaran jasmani, kesehatan lengkap, psikologi tertulis dan wawancara, mental ideologi, dan kesehatan jiwa. Direktur Personel Kobangdikal Kolonel Laut (E) Catur Budi Susanto selaku Ketua Panitia Penerimaan, menjelaskan dari 189 prajurit tersebut, sebanyak 62 orang mengikuti seleksi calon siswa Pendidikan Pasukan Katak, Pendidikan Juru Selam (44 orang), Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (22 orang), dan 61 orang sisanya di Pendidikan Intai Amfibi Marinir.

"Seluruh rangkaian seleksi penerimaan calon siswa pendidikan pasukan elit TNI AL akan menguras tenaga dan pikiran dari prajurit. Mereka yang lolos seleksi akan diketahui saat sidang penentuan akhir pada 18 Oktober mendatang," katanya. Ia menjelaskan dalam kalender pendidikan tahun 2013, TNI AL sudah menetapkan kuota kursi untuk calon siswa dari masing-masing pendidikan pasukan elit tersebut.

Pendidikan Pasukan Katak dan Intai Amfibi Marinir masing-masing mendapatkan kuota sebanyak 30 orang siswa, kemudian Pendidikan Juru Selam 20 orang, dan Pendidikan Awak Kapal Selam 15 orang. "Lokasi pendidikan bagi siswa prajurit yang dinyatakan lulus seleksi akan disebar di sejumlah tempat," tambah Catur Budi.

Siswa calon awak kapal selam menjalani pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), kemudian siswa Pasukan Katak di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) dan siswa Juru Selam di Sekolah Penyelam (Seselam), yang ketiganya di bawah komando Pusat Pendidikan Khusus Kodikopsla. Sedangkan siswa Intai Amfibi menjalani pendidikan di Sekolah Khusus Pusat Pendidikan Infanteri yang berada di bawah Komando Pendidikan Marinir, Kobangdikal.

Senin, 07 Oktober 2013

Indonesia dan Papua Nugini Sepakati Kerjasama Keamanan Perbatasan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVEpuAZa5837aVT32Fgjbjiz7RciLGz15M-ZxsUe2jkbTdkWgtevJxLO-ahlFXX1Q3eFXz5WzvWqpEdqhoDlPWOgyTvkUlyRLCGxBWdBXsD2z1yVJlZMAU7tKDXs8OT3Qpo97iq5oHUw4/s640/pasukan-Yonif-Linud-431-Kostrad-1.jpg

Indonesia dan Papua Nugini adalah dua negara yang berbatasan darat dan laut. Pemimpin dua negara sepakat menjalin kerja sama bilateral untuk saling menjaga keamanan di sepanjang wilayah perbatasan. Nota kepakatan kerjasama ditandatangani di sela KTT APEC oleh Menlu Marty Natalegawa dan Menlu Papua Nugini Rimbink Pato, di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013). Presiden SBY dan PM Papua Nugini Peter Charles O'Neill menyaksikannya.

Menurut Marty nota kesepakatan ini berisi langkah yang akan ditempuh Indonesia dan Papua Nugini untuk membangun kemitraan komprehensif bidang politik, keamanan, sosial, ekonomi dan hubungan antar masyarakat. "Dengan target yang jelas, dengan mudah bisa kita ukur kemajuannya. Dan kami kira, karena kedua negara ini adalah negara yang penting bagi Indonesia, ini menjadi dokumen yang strategis sifatnya," ujar Marty di Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013).

Nota kesepahaman ini diteken di tengah-tengah gelaran pertemuan puncak KTT APEC. Turut hadir sejumlah pejabat yang menyaksikan jalannya proses penandatanganan, antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sharif Sutardjo, Meneg BUMN Dahlan Iskan, Menperin MS. Hidayat, dan Seskab Dipo Alam

Selain dengan Papua Nugini, Indonesia juga meneken kerjasama bilateral dengan Vietnam. Presiden SBY bersama Presiden Vietnam Truong Tan Sang menyaksikan penandatanganan MoU Rencana Aksi Tahun 2014-2018. MoU berisi Penerapan Kerja Sama Strategis. Perjanjian ditandatangani oleh Menlu RI Marty Natalegawa dan Menlu Republik Sosialis Vietnam Pham Binh Minh.