Jumat, 20 September 2013
Pesawat Tempur Baru F-15SG Milik Singapura Resmi Beroperasi
Jet tempur F-15SG multiperan baru milik Angkatan Udara Singapura (RSAF) resmi operasional secara penuh. Hal ini ditandai dengan sebuah upacara yang diresmikan oleh Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen di Pangkalan Udara Paya Lebar, Rabu, 18 September 2013.F-15SG, yang dioperasikan oleh Skuadron 149, adalah salah satu varian tercanggih dari jet tempur F-15.
Angkatan Udara Republik Singapura menerima pesawat ini pada tahun 2009. Sejak saat itu, para pilot, petugas sistem senjata dan kru pemeliharan telah menjalani latihan secara intensif untuk mengoperasikan dan memelihara pesawat. Pesawat ini juga telah ikut serta dalam beberapa latihan tempur besar.
Kehebatan Tempur Pilot Sukhoi TNI-AU Diakui Australia

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia telah menerima enam unit pesawat Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK2 dari Rusia. Tambahan enam unit pesawat ini membuat kapasitas jet tempur Sukhoi Indonesia genap satu skuadron atau 16 unit.
Saat ini keenam pesawat baru itu sudah tiba di Skuadron 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. "Pekan depan kami akan serah-terima ke TNI AU," kata Purnomo kepada wartawan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat, 20 September 2013.
Purnomo mengaku gembira dengan lengkapnya satu skuadron pesawat Sukhoi campuran tipe SU-27 SKM dan SU-35 MK. Sebab, pesawat tempur buatan Rusia ini dinilai andal menjaga wilayah udara Indonesia. Bentuk pesawat yang besar dan punya tangki bahan bakar jumbo membuat Sukhoi mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Kebanggaan lain, dia melanjutkan, kemampuan tempur pilot AU mengendarai Sukhoi sudah diakui negara tetangga. Sebab, pada kesempatan latihan bersama Australia, pilot Indonesia sempat unjuk gigi kemampuan tempur Sukhoi.
Selain Sukhoi, dalam waktu dekat Indonesia bakal menerima pesawat CN295 buatan PT Dirgantara Indonesia. Mengenai jumlah, Purnomo hanya menyebutkan total CN295 Indonesia sesuai rencana strategis berjumlah sembilan unit. Pesawat ini akan menggantikan tugas angkut sedang F-27 yang sudah uzur. "Tapi kami akan ajukan sampai 16 unit, sedang diproses, jadi akan ada tambahan tujuh unit lagi," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan menyerahkan empat unit pesawat latih Grob G-120 TP buatan Jerman kepada Skuadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, pagi tadi. Pesawat Grob ini menggantikan AS-202 Bravo dan T-34C. Dari 16 unit pesawat senilai $ 72 juta, pabrikan Grob Aircraft mengirim empat pesawat. Sisanya akan dikirim secara berkala hingga 2014.
Saat ini keenam pesawat baru itu sudah tiba di Skuadron 11 Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. "Pekan depan kami akan serah-terima ke TNI AU," kata Purnomo kepada wartawan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat, 20 September 2013.
Purnomo mengaku gembira dengan lengkapnya satu skuadron pesawat Sukhoi campuran tipe SU-27 SKM dan SU-35 MK. Sebab, pesawat tempur buatan Rusia ini dinilai andal menjaga wilayah udara Indonesia. Bentuk pesawat yang besar dan punya tangki bahan bakar jumbo membuat Sukhoi mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Kebanggaan lain, dia melanjutkan, kemampuan tempur pilot AU mengendarai Sukhoi sudah diakui negara tetangga. Sebab, pada kesempatan latihan bersama Australia, pilot Indonesia sempat unjuk gigi kemampuan tempur Sukhoi.
Selain Sukhoi, dalam waktu dekat Indonesia bakal menerima pesawat CN295 buatan PT Dirgantara Indonesia. Mengenai jumlah, Purnomo hanya menyebutkan total CN295 Indonesia sesuai rencana strategis berjumlah sembilan unit. Pesawat ini akan menggantikan tugas angkut sedang F-27 yang sudah uzur. "Tapi kami akan ajukan sampai 16 unit, sedang diproses, jadi akan ada tambahan tujuh unit lagi," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan menyerahkan empat unit pesawat latih Grob G-120 TP buatan Jerman kepada Skuadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, pagi tadi. Pesawat Grob ini menggantikan AS-202 Bravo dan T-34C. Dari 16 unit pesawat senilai $ 72 juta, pabrikan Grob Aircraft mengirim empat pesawat. Sisanya akan dikirim secara berkala hingga 2014.
Menhan Yakin di 2014 TNI akan Lampaui 30 Persen MEF
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan keyakinannya bahwa kekuatan persenjataan Tentara Nasional Indonesia akan melebihi target 30% kekuatan pokok minimum (minimum essential forces). Pemerintah mempunyai agenda untuk memperkuat alustsista TNI mencapai MEF pada 2024.
Hal itu disampaikan Purnomo saat menyerahkan empat pesawat latih ke Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Udara (AU). Acara serah terima itu berlangsung di hanggar Skuadron Pendidikan 101 Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (20/9). “Lima tahun pertama (hingga 2014), cita-cita pemerintah kekuatan alutsista mencapai 30%, kita yakin melebihi MEF,” ujar Purnomo.
Ia mencontohkan, untuk kekuatan udara, akan segera datang ke Indonesia, beberapa persenjataan tempur. Misalkan, enam pesawat Sukhoi SU-30 dan SU-27, Kamis (26/9), sehingga melengkapi menjadi satu squadron Sukhoi. Kemudian, menerima kembali CN-295, pesawat angkut ringan pengganti Fokker-27, juga akan mendapatkan satu squadron penuh.
Selain itu, juga akan datang P-50, pesawat tempur ringan juga satu squadron. “P-50 ini saya sebut sebagai baby F-16, juga full satu squadron,” ujarnya. Kemudian, lanjut Purnomo, penambahan pesawat hercules dari hibah australia sembilan unit, akan hadir tahun depan. “Kita berharap, agenda ini terus dilanjutkan. Hingga 2024 nanti, kita akan menjadi first class air forces,” tegasnya.
Namun, lanjut Purnomo, tak hanya dari persenjataan saja yang perlu dibenahi, kemampuan prajurit juga harus ditingkatkan. Termasuk untuk para pilot yang ada sekarang, atau pilot masa depan. Purnomo menjelaskan, kehadiran pesawat latih Grob G120 TP-A buatan perusahaan Aircratf asal Jerman, juga dalam upaya untuk membangun kekuatan tempur yang disegani.
“Dengan kehadiran dan telah diserahkannya empat pesawat latih Grob tersebut, diharapkan akan dapat meningkatkan kuaitas penerbang yang dihasilkan TNI AU,” kata Purnomo.
Pesawat Grob G-120 TP-A tersebut telah dipesan pada 2011 lalu, dari perusahaan Grob Aircraft, Jerman. Akan menggantikan pesawat latih mula AS-202 Barvo dan pesawat latih dasar T-34C. Dalam kontrak senilai USD 72 juta sebanyak 18 unit, pembelian pesawat tersebut juga termasuk Initial Logistic Support, berupa suku cadang dan peralatan, pelatihan bagi pengajar dan pelatihan pemeiliharaan.
Berdasarkan kontrak, pengiriman 14 unit sisanya akan dikirim secara bertahap, rencananya enam unit akan dikirimkan Oktober 2013, empat unit pada Desember 2013 dan empat unit terakhir pada Februari 2014.
Kelebihan pesawat yaitu kecepatan maksimumnya 439 Km/jam atau 237 knot. Pesawat bermesin turbo prop menggunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima bilah baling-baling. Sebelum memutuskan mendatangkan pesawat tersebut, TNI AU melakukan pengkajian komprehensif. Mereka butuh pesawat latih yang dapat digunakan untuk jangka waktu lama.
Model sayap rendah (low wing) dan cantilever meningkatkan kelincahan pesawat berpadu dengan daya mesin putar mesin yang tinggi. Tangki bahan bakar diletakkan di dalam kedua sayap sebanyak 360 liter cukup untuk penerbangan selama lima jam dan cadangan 45 menit.
Pesawat ini dapat dioperasikan dalam suhu -20 derajat celcius dan maksimal 72 derajat celcius. Pesawat pun dilengkapi sistem evaluasi penerbangan menggunakan SD Card Recorder. Nantinya, rekaman dapat diunduh ke komputer jinjing sebagai bahan evaluasi.
Hal itu disampaikan Purnomo saat menyerahkan empat pesawat latih ke Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Udara (AU). Acara serah terima itu berlangsung di hanggar Skuadron Pendidikan 101 Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (20/9). “Lima tahun pertama (hingga 2014), cita-cita pemerintah kekuatan alutsista mencapai 30%, kita yakin melebihi MEF,” ujar Purnomo.
Ia mencontohkan, untuk kekuatan udara, akan segera datang ke Indonesia, beberapa persenjataan tempur. Misalkan, enam pesawat Sukhoi SU-30 dan SU-27, Kamis (26/9), sehingga melengkapi menjadi satu squadron Sukhoi. Kemudian, menerima kembali CN-295, pesawat angkut ringan pengganti Fokker-27, juga akan mendapatkan satu squadron penuh.
Selain itu, juga akan datang P-50, pesawat tempur ringan juga satu squadron. “P-50 ini saya sebut sebagai baby F-16, juga full satu squadron,” ujarnya. Kemudian, lanjut Purnomo, penambahan pesawat hercules dari hibah australia sembilan unit, akan hadir tahun depan. “Kita berharap, agenda ini terus dilanjutkan. Hingga 2024 nanti, kita akan menjadi first class air forces,” tegasnya.
Namun, lanjut Purnomo, tak hanya dari persenjataan saja yang perlu dibenahi, kemampuan prajurit juga harus ditingkatkan. Termasuk untuk para pilot yang ada sekarang, atau pilot masa depan. Purnomo menjelaskan, kehadiran pesawat latih Grob G120 TP-A buatan perusahaan Aircratf asal Jerman, juga dalam upaya untuk membangun kekuatan tempur yang disegani.
“Dengan kehadiran dan telah diserahkannya empat pesawat latih Grob tersebut, diharapkan akan dapat meningkatkan kuaitas penerbang yang dihasilkan TNI AU,” kata Purnomo.
Pesawat Grob G-120 TP-A tersebut telah dipesan pada 2011 lalu, dari perusahaan Grob Aircraft, Jerman. Akan menggantikan pesawat latih mula AS-202 Barvo dan pesawat latih dasar T-34C. Dalam kontrak senilai USD 72 juta sebanyak 18 unit, pembelian pesawat tersebut juga termasuk Initial Logistic Support, berupa suku cadang dan peralatan, pelatihan bagi pengajar dan pelatihan pemeiliharaan.
Berdasarkan kontrak, pengiriman 14 unit sisanya akan dikirim secara bertahap, rencananya enam unit akan dikirimkan Oktober 2013, empat unit pada Desember 2013 dan empat unit terakhir pada Februari 2014.
Kelebihan pesawat yaitu kecepatan maksimumnya 439 Km/jam atau 237 knot. Pesawat bermesin turbo prop menggunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima bilah baling-baling. Sebelum memutuskan mendatangkan pesawat tersebut, TNI AU melakukan pengkajian komprehensif. Mereka butuh pesawat latih yang dapat digunakan untuk jangka waktu lama.
Model sayap rendah (low wing) dan cantilever meningkatkan kelincahan pesawat berpadu dengan daya mesin putar mesin yang tinggi. Tangki bahan bakar diletakkan di dalam kedua sayap sebanyak 360 liter cukup untuk penerbangan selama lima jam dan cadangan 45 menit.
Pesawat ini dapat dioperasikan dalam suhu -20 derajat celcius dan maksimal 72 derajat celcius. Pesawat pun dilengkapi sistem evaluasi penerbangan menggunakan SD Card Recorder. Nantinya, rekaman dapat diunduh ke komputer jinjing sebagai bahan evaluasi.
Indonesia Cina Kerjasama Pertahanan Dan Antariksa
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto hari ini, Kamis, 19 September 2013, menerima tamu Dewan Negara Republik Rakyat Cina Yang Jiechi. Keduanya pun bertemu dan menjalin perbincangan di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan itu, Djoko Suyanto mengaku membicarakan kelanjutkan kerjasama kedua negara. "Salah satunya kerjas ama bidang pertahanan dan antariksa," kata Djoko usai pertemuan. Selain itu, mereka juga membahas kerjasama ekonomi meliputi: investasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga energi. Mengenai kerjasama di bidang pertahanan, Djoko tak mau banyak bicara. Dia hanya menyebut, Indonesia-Cina akan saling mendukung industri pertahanan antar kedua negara.
Untuk kerjasama bidang antariksa, dia melanjutkan, Indonesia akan mengedepankan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional untuk menimba ilmu dari Cina. Sebab, negeri Tirai Bambu ini jauh lebih maju ketimbang Indonesia. Sebagai bukti Cina telah berhasil pesawat luar angkasa.
"Kedua bagaimana kita adakan peluang kerjasama satelit, nanti biar LAPAN yang menindaklanjuti," kata Djoko. Sementara itu, Dewan Negara Republik Rakyat Cina Yang Jiechi menyambut baik rencana peningkatan kerjasama dengan Indonesia. Yang Jiechi juga menyebut Indonesia sebagai salah satu negara mitra terbesar Cina.
Selain membicarakan kerjasama, pertemuan Djoko Suyanto dan Yang Jiechi juga membahas rencana kedatangan Presiden Republik Rakyat Cina Xi Jinping awal Oktober 2013. Keduannya juga membicarakan persiapan pertemuan KTT APEC di Nusa Dua Bali 7-8 Oktober 2013.
Dalam pertemuan itu, Djoko Suyanto mengaku membicarakan kelanjutkan kerjasama kedua negara. "Salah satunya kerjas ama bidang pertahanan dan antariksa," kata Djoko usai pertemuan. Selain itu, mereka juga membahas kerjasama ekonomi meliputi: investasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, hingga energi. Mengenai kerjasama di bidang pertahanan, Djoko tak mau banyak bicara. Dia hanya menyebut, Indonesia-Cina akan saling mendukung industri pertahanan antar kedua negara.
Untuk kerjasama bidang antariksa, dia melanjutkan, Indonesia akan mengedepankan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional untuk menimba ilmu dari Cina. Sebab, negeri Tirai Bambu ini jauh lebih maju ketimbang Indonesia. Sebagai bukti Cina telah berhasil pesawat luar angkasa.
"Kedua bagaimana kita adakan peluang kerjasama satelit, nanti biar LAPAN yang menindaklanjuti," kata Djoko. Sementara itu, Dewan Negara Republik Rakyat Cina Yang Jiechi menyambut baik rencana peningkatan kerjasama dengan Indonesia. Yang Jiechi juga menyebut Indonesia sebagai salah satu negara mitra terbesar Cina.
Selain membicarakan kerjasama, pertemuan Djoko Suyanto dan Yang Jiechi juga membahas rencana kedatangan Presiden Republik Rakyat Cina Xi Jinping awal Oktober 2013. Keduannya juga membicarakan persiapan pertemuan KTT APEC di Nusa Dua Bali 7-8 Oktober 2013.
Pembuatan Kapal Selam TNI-AL Akan Mulai Dikerjakan Dalam Waktu Dekat di Korsel

Prospek pengembangan Angkatan Laut Indonesia semakin menjanjikan, setelah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Marsetio dijadwalkan mengunjungi Korea Selatan dalam waktu dekat, untuk menyaksikan pemotongan baja yang menandai dimulainya pembuatan kapal selam pesanan TNI AL.
Duta besar Korea Selatan, Kim Young-Sun mengatakan tiga kapal selam tipe U-209 telah dipesan oleh Indonesia dan akan dikirim tahun 2015 hingga tahun 2016. Dua akan dibangun di galangan kapal Daewoo di Busan, Korea Selatan, sementara yang ketiga akan dibangun di fasilitas galangan kapal milik negara PT PAL Indonesia di Surabaya.
Duta besar Korea Selatan, Kim Young-Sun mengatakan tiga kapal selam tipe U-209 telah dipesan oleh Indonesia dan akan dikirim tahun 2015 hingga tahun 2016. Dua akan dibangun di galangan kapal Daewoo di Busan, Korea Selatan, sementara yang ketiga akan dibangun di fasilitas galangan kapal milik negara PT PAL Indonesia di Surabaya.
Rencana keberangkatan KASAL ke Korea Selatan, disampaikan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Young-Sun, dalam acara 40 tahun sejarah hubungan diplomatik kedua negara, yang bertempat di Jakarta.
Kamis, 19 September 2013
Prajurit TNI dan Tentara Australia Gelar Latihan Tempur
Prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela dan Angkatan Darat Australia yang tergabung dalam latihan bersama Australia-Indonesia "Wirra Jaya Ausindo 2013" melaksanakan latihan teori dilanjutkan dengan praktek aplikasi taktik pertempuran tingkat Kompi Batalyon Infanteri Mekanis.
Bertempat di pusat latihan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor, Kamis (19/9/2013), pelaksanaan latihan teori dan praktek dilaksanakan selama 3 hari dan dibagi menjadi tiga kelas lapangan dengan materi berbeda.
Materi taktik yang dilatihkan secara umum meliputi, formasi pergerakan menggunakan kendaraan tempur, pelaksanaan chek point kendaraan tempur dalam operasi, pertempuran jarak dekat, dan teknik mengatasi korban pertempuran dalam suatu operasi.
Pelaksanaan latihan ini merupakan rangkaian kegiatan latihan bersama antara TNI AD dengan tentara Australia dengan tujuan mempererat hubungan kerjasama yang baik antar Angkatan Darat kedua Negara.
Pelaksanaan latihan ini merupakan rangkaian kegiatan latihan bersama antara TNI AD dengan tentara Australia dengan tujuan mempererat hubungan kerjasama yang baik antar Angkatan Darat kedua Negara.
Dua Kapal Perang Thailand Tinggalkan Indonesia
Dua Kapal Perang milik Angkatan Laut Thailand HTMS Sukhothai FSGM 422 dengan HTMS Khirirat PF 6, setelah sepuluh hari lamanya menyelenggarakan latihan bersama TNI AL dalam wadah Join Exercise Sea Garuda 17 AB/13. Rabu sore (18/9/2013), tolak dari Dermaga Madura Timur Ujung Surabaya, menuju negara asalnya.
“Latihan bersama antara Angkatan Laut Thailand dan TNI AL - khususnya dengan kekuatan Kapal Perang milik Armada RI Kaswasan Timur yang dinamai Join Exercise Sea Garuda 17 AB/13 untuk sementara selesai dan tidak menutup kemungkinan kami akan datang kembali ke Indonesia untuk menyelenggarakan latihan-latihan seperti ini, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih banyak atas segala yang telah diberikan kepada kami hingga latihan ini bisa berjalan dengan penuh kesuksesan,” ungkap Commander Pusit Kirdnaimongcol yang mengomandoi HTMS Sukhothai FSGM 422 disela-sela keberangkatannya.
Keberangkatan ke dua Kapal Perang HTMS Sukhothai FSGM 422 dan dilepas langsung oleh Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Irvansyah beserta Staf. Serta turut hadir Dansatkat Armatim, Dan KRI Hasanudin, Dan KRI AHP, Dan KRI Pandrong, Kadispotmar Lantamal V, Kadissyahal Lantamal V serta Kadisang Lantamal V.
“Latihan bersama antara Angkatan Laut Thailand dan TNI AL - khususnya dengan kekuatan Kapal Perang milik Armada RI Kaswasan Timur yang dinamai Join Exercise Sea Garuda 17 AB/13 untuk sementara selesai dan tidak menutup kemungkinan kami akan datang kembali ke Indonesia untuk menyelenggarakan latihan-latihan seperti ini, dan tidak lupa mengucapkan terimakasih banyak atas segala yang telah diberikan kepada kami hingga latihan ini bisa berjalan dengan penuh kesuksesan,” ungkap Commander Pusit Kirdnaimongcol yang mengomandoi HTMS Sukhothai FSGM 422 disela-sela keberangkatannya.
Keberangkatan ke dua Kapal Perang HTMS Sukhothai FSGM 422 dan dilepas langsung oleh Asops Danlantamal V Kolonel Laut (P) Irvansyah beserta Staf. Serta turut hadir Dansatkat Armatim, Dan KRI Hasanudin, Dan KRI AHP, Dan KRI Pandrong, Kadispotmar Lantamal V, Kadissyahal Lantamal V serta Kadisang Lantamal V.
Pesawat Grob G120TP-A Buatan Jerman Akan Diresmikan TNI-AU

Jumat (20/9/2013) rencananya akan berlangsung acara penyerahan empat unit pesawat Grob G120TP-A dari Grob Aircraft Company Germany kepada Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro yang kemudian diserahkan kepada pihak TNI AU. Acara penyerahan berlangsung di Pangkalan Udara TNI AU Lanud Adi Sucipto dengan dihadiri oleh CEO Grob Company, Ka Baranahan Kemhan, Aslog Pangti serta Aslog Kasau.
Rencananya, acara penyerahan akan diisi dengan sejumlah agenda seremonial. Antara lain, serah terima log book pesawat dan penandatangan berita acara, penyerahan log book pesawat secara simbolis dari Grob Aircraft kepada Ka Baranahan Kemhan, acara pembukaan selubung pesawat oleh Menteri Pertahanan RI, pembukaan cover lambang Skadron 101 pada pesawat Grob G120 TP-A oleh Menteri Pertahanan RI serta penandatanganan naskah berita acara serah terima Pesawat Grob G120 TP-A oleh Ka Baranahan Kemhan kepada Aslog Pangti dilanjutkan dari Aslog Pangti kepada Aslog Kasau.
Adapun pesawat Grob 120 TP ini merupakan pesawat latih generasi terbaru yang didatangkan untuk menggantikan pesawat latih AS 202 Bravo dan T-34 Charlie. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 439 Km/jam (237 knot), dan telah bermesin turbo propeller mengunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima bilah baling baling. Dengan model sayap rendah (low wing) dan cantilever meningkatkan kelincahan pesawat berpadu dengan daya mesin putar mesin yang tinggi.
Sesuai rencana untuk tahun 2013 TNI AU/Lanud Adisutjipto akan kedatangan empat Grob G120TP langsung dari negeri Jerman. Serta pada tahun berikutnya akan berturut-turut menyusul tahun 2014 hingga total 16 pesawat.
Rencananya, acara penyerahan akan diisi dengan sejumlah agenda seremonial. Antara lain, serah terima log book pesawat dan penandatangan berita acara, penyerahan log book pesawat secara simbolis dari Grob Aircraft kepada Ka Baranahan Kemhan, acara pembukaan selubung pesawat oleh Menteri Pertahanan RI, pembukaan cover lambang Skadron 101 pada pesawat Grob G120 TP-A oleh Menteri Pertahanan RI serta penandatanganan naskah berita acara serah terima Pesawat Grob G120 TP-A oleh Ka Baranahan Kemhan kepada Aslog Pangti dilanjutkan dari Aslog Pangti kepada Aslog Kasau.
Adapun pesawat Grob 120 TP ini merupakan pesawat latih generasi terbaru yang didatangkan untuk menggantikan pesawat latih AS 202 Bravo dan T-34 Charlie. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 439 Km/jam (237 knot), dan telah bermesin turbo propeller mengunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima bilah baling baling. Dengan model sayap rendah (low wing) dan cantilever meningkatkan kelincahan pesawat berpadu dengan daya mesin putar mesin yang tinggi.
Sesuai rencana untuk tahun 2013 TNI AU/Lanud Adisutjipto akan kedatangan empat Grob G120TP langsung dari negeri Jerman. Serta pada tahun berikutnya akan berturut-turut menyusul tahun 2014 hingga total 16 pesawat.
Pensiunkan F-16 Belanda Beli 37 Unit Jet Tempur F-35 JSF dari AS
Belanda akan membeli 37 jet tempur F-35 JSF (Joint Strike Fighter) dari perusahaan Lockheed Martin yang bermarkas di Amerika Serikat dengan nilai 4,5 miliar dolar AS untuk menggantikan pesawat tuanya F-16 pada tahun 2019, kata Menteri Pertahanan Belanda, Selasa. Menhan Jeanine Hennis-Plasschaert mengumumkan pembelian yang mengalami perdebatan panjang itu dalam sepucuk surat ke parlemen saat pengajuan anggaran belanja pemerintah tahun 2014 dalam pembukaan resmi sidang Majelis Rendah di Den Haag.
"Sehubungan dengan rencana kami sekarang, pesawat F-35 yang dikenal sebagai JSF itu akan mulai masuk dalam jajaran angkatan udara pada tahun 2019 beroperasi dari dua pangkalan angkatan udara Belanda," katanya, seperti yang dilaporkan AFP. "Setelah melakukan evaluasi para pesaing tahun 2001 dan 2008 dan dengan data yang relevan tahun 2013 yang telah diperbarui, kabinet memutuskan, atas dasar pertimbangan operasional dan keuangan, memilih F-35 sebagai pesawat tempur baru bagi angkatan bersenjata Belanda," katanya.
Pemilihan itu telah diperkirakan sejak awal , karena Belanda terlibat dekat sebagai salah satu dari negara-negara yang menyumbang pembangunan JSF. Pada awal tahun 1997, JSF telah disetujui sabagai calon yang diunggulkan untuk menggantikan armada F-16 Belanda karena keistimewaan silumannya, yang membuatnya hampir tidak kelihatan pada radar. Pada tahun 2002, Belanda dan delapan negara lain bergabung pada tahap pembangunan pesawat tempur itu.
Tetapi penyelesaian persetujuan pembelian oleh Belanda ditolak di parlemen, terutama oleh Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah (PvdA) ketika berada sebagai kelompok oposisi. Akan tetapi keputusan itu berubah setelah partai Buruh membentuk satu koalisi mayoritas di majelis Rendah dengan Partai Liberal (VVD) Perdana Menteri Mark Rutte setelah pemilu September.
"Sehubungan dengan rencana kami sekarang, pesawat F-35 yang dikenal sebagai JSF itu akan mulai masuk dalam jajaran angkatan udara pada tahun 2019 beroperasi dari dua pangkalan angkatan udara Belanda," katanya, seperti yang dilaporkan AFP. "Setelah melakukan evaluasi para pesaing tahun 2001 dan 2008 dan dengan data yang relevan tahun 2013 yang telah diperbarui, kabinet memutuskan, atas dasar pertimbangan operasional dan keuangan, memilih F-35 sebagai pesawat tempur baru bagi angkatan bersenjata Belanda," katanya.
Pemilihan itu telah diperkirakan sejak awal , karena Belanda terlibat dekat sebagai salah satu dari negara-negara yang menyumbang pembangunan JSF. Pada awal tahun 1997, JSF telah disetujui sabagai calon yang diunggulkan untuk menggantikan armada F-16 Belanda karena keistimewaan silumannya, yang membuatnya hampir tidak kelihatan pada radar. Pada tahun 2002, Belanda dan delapan negara lain bergabung pada tahap pembangunan pesawat tempur itu.
Tetapi penyelesaian persetujuan pembelian oleh Belanda ditolak di parlemen, terutama oleh Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah (PvdA) ketika berada sebagai kelompok oposisi. Akan tetapi keputusan itu berubah setelah partai Buruh membentuk satu koalisi mayoritas di majelis Rendah dengan Partai Liberal (VVD) Perdana Menteri Mark Rutte setelah pemilu September.
Kementerian Jamin Alat Sadap TNI tak Diselewengkan
Kementerian Pertahanan membantah jika alat sadap baru yang dibeli untuk Badan Intelijen Strategis rawan penyalahgunaan. Kementerian pun menjamin peralatan intelijen akan digunakan secara bijak oleh TNI, terutama untuk mendukung pertahanan negara. "Ini hanya modernisasi alutsista TNI," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Sisriadi Iskandar saat dihubungi Tempo, Kamis, 19 September 2013.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti khawatir alat sadap ini disalahgunakan TNI untuk memata-matai urusan dalam negeri. Kekhawatiran semakin meningkat jika peralatan intelijen itu digunakan untuk kepentingan partai politik tertentu dalam Pemilihan Umum 2014.
Menanggapi pernyataan Poengky, Brigjen Sisriadi Iskandar menjawab enteng. "Pemilu bukan urusannya TNI. Pengamanan Pemilu 'kan' Polri. TNI hanya mem'back-up'," kata dia. Sisriadi meminta masyarakat dan penggiat hak asasi manusia tidak khawatir dengan penyalahgunaan intelijen TNI. Dia meminta masyarakat memegang pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang sering berjanji netral dalam Pemilu 2014.
Sisriadi mencontohkan kekhawatiran masyarakat terhadap TNI yang tak terbukti. Pada 2004, masyarakat sempat khawatir dengan Undang-Undang TNI yang baru. Pegiat hak asasi khawatir dengan undang-undang baru, TNI bakal merasuk lagi ke ranah sipil. "Tapi buktinya sampai sekarang TNI netral 'kan', tidak ada bukti TNI berkuasa lagi. Jadi jangan berlebihan khawatir," kata Sisriadi.
Menurut rencana, Kementerian Pertahanan bakal menerima peralatan intelijen baru dari pabrikan Gamma TSE Ltd pada akhir 2013. Nantinya, peralatan senilai Rp 70 miliar ini akan diberikan kepada BAIS-TNI. Pembelian alat sadap ini masuk dalam skema modernisasi alat utama sistem persenjataan Indonesia.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti khawatir alat sadap ini disalahgunakan TNI untuk memata-matai urusan dalam negeri. Kekhawatiran semakin meningkat jika peralatan intelijen itu digunakan untuk kepentingan partai politik tertentu dalam Pemilihan Umum 2014.
Menanggapi pernyataan Poengky, Brigjen Sisriadi Iskandar menjawab enteng. "Pemilu bukan urusannya TNI. Pengamanan Pemilu 'kan' Polri. TNI hanya mem'back-up'," kata dia. Sisriadi meminta masyarakat dan penggiat hak asasi manusia tidak khawatir dengan penyalahgunaan intelijen TNI. Dia meminta masyarakat memegang pernyataan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang sering berjanji netral dalam Pemilu 2014.
Sisriadi mencontohkan kekhawatiran masyarakat terhadap TNI yang tak terbukti. Pada 2004, masyarakat sempat khawatir dengan Undang-Undang TNI yang baru. Pegiat hak asasi khawatir dengan undang-undang baru, TNI bakal merasuk lagi ke ranah sipil. "Tapi buktinya sampai sekarang TNI netral 'kan', tidak ada bukti TNI berkuasa lagi. Jadi jangan berlebihan khawatir," kata Sisriadi.
Menurut rencana, Kementerian Pertahanan bakal menerima peralatan intelijen baru dari pabrikan Gamma TSE Ltd pada akhir 2013. Nantinya, peralatan senilai Rp 70 miliar ini akan diberikan kepada BAIS-TNI. Pembelian alat sadap ini masuk dalam skema modernisasi alat utama sistem persenjataan Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)












