Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Sabtu, 14 September 2013

TNI Bentuk Satuan Pasukan Khusus Baru Gabungan dari TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU

http://img-static.riaupos.co/foto/seragam-baru-tni.jpg

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD Mayor Jenderal TNI Agus Utomo mengatakan, pihaknya akan membentuk satuan khusus dari berbagai Pasukan Khusus unsur TNI Angkatan Darat, Udara dan Laut. "Ide membentuk satuan khusus dari berbagai angkatan ini sudah lama ingin dilakukan , dan ini berdasarkan ide Pak Lodewijk Freidrich Paulus (mantan Danjen Kopassus)," kata Agus di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/9).

Dia mengatakan, ide ini akan disampaikan ke Panglima TNI. "Kami akan sampaikan kepada pimpinan supaya ide ini bisa digolkan," ujar jenderal bintang dua ini. Menurut Agus, dalam membentuk satuan khusus tentu harus ada payung hukum yang melindungi para pasukan tersebut, sehingga dalam melaksanakan tugas tidak disalahkan, dan ada pelaksanaan tugas yang jelas.

"Ini bentuk kerja yang dilakukan satuan khusus, dengan adanya kordinasi pasukan khusus dari TNI Kopassus, Pasukan Katak dan Paskhas. Apa yang dilakukan satuan khusus adalah upaya dalam menghadapi ancaman yang membahayakan negara," tuntas Agus Utomo.

TLDM Berkunjung Kemarkas TNI-AL

http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/9_September/kunjunganketuapaskaltldmdimakokormar2.jpg

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menerima kunjungan empat perwira peserta Senior Officer Exchange Programme (SOEP) Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM). Kunjungan empat perwira peserta SOEP yang dipimpin Letkol Mohamad Rodhi Bin Arifin tersebut diterima oleh Asisten Personalia (Aspers) Pangarmabar Kolonel Laut (P) Budi Jatmiko, S.T., mewakili Pangarmabar Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E.

Dalam sambutan Pangarmabar yang dibacakan Aspers Pangarmabar menyampaikan, Indonesia dan Malaysia adalah negara tetangga yang dibatasi oleh selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran internasioanal yang berpotensi terjadinya perompakan, illegal fishing, illegal logging, penyelundupan narkotika dan imigran gelap. Oleh karena itu kedua negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan maritim melalui kerjasama  bilateral.

Pangarmabar mengharapkan dengan adanya pertemuan ini, dapat memberikan dampak yang positif untuk meningkatkan hubungan baik dan kerjasama antara TNI AL dan TLDM terutama dengan Komando Armada RI Kawasan Barat di masa depan. Acara dilanjutkan dengan pemutaran profil Koarmabar, ramah tamah, diskusi dan pertukaran cinderamata. Turut hadir pada kegiatan tersebut Komandan Kolatarmabar Kolonel Laut (P) Yudo Margono dan Kepala Puskodal Koarmabar Letkol Laut (P) Sumantri.

Pasukan Khusus TNI-AU: Den Bravo-90

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7peH1BxCj9jGenqCxQGs4FT_ZgEMG3fI7HIaCSGLAHFia0K9A6Mdi58_e6sJb64oSAMSykoHuxXmD8rveB3Y6AWYfdJYOt5XFvLSfPFkYsPpwYPutkJdF613hemrmUrCJziko1bxiPzQ/s1600/LOGO+DENBRAVO.png

Detasemen Bravo 90 (disingkat Den Bravo-90) terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat dari pada harus bertempur di udara. Prajurit Den Bravo di rekrut berdasar kualifikasi dan merupakan prajurit terbaik dari beberapa Skuadron dari Paskhas TNI-AU.

Den Bravo-90 ini terdiri dari beberapa tim di dalamnya :

  1.     Tim Alfa 1, spesialisasi Intelijen
  2.     Tim Alfa 2, spesialisasi Perang Hutan dan Perang Kota
  3.     Tim Alfa 3, spesialisasi Counter Terrorism
  4.     Tim Bantuan Mekanik
  5.     Tim Khusus

http://teguh212.blog.esaunggul.ac.id/files/2012/08/poster-Detasemen-Bravo-90-Paskhas-TNI-AU.jpg

Dalam melaksanakan operasinya, Bravo dapat juga bergerak tanpa identitas. Bisa mencair di satuan-satuan Paskhas, atau seorang diri. Layaknya dunia intelijen Bukan main-main, Bravo-90 juga melengkapi personelnya dengan beragam kualifikasi khusus tempur lanjut, mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), para lanjut olahraga dan para lanjut tempur (PLT), dalpur trimedia (darat, laut, udara), selam, tembak kelas 1, komando lanjut serta mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan sarana multimedia. Pasukan elite ini juga kebagian jatah untuk berlatih menembak dengan menggunakan peluru tajam tiga kali lipat lebih banyak dari pasukan reguler lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melatih ketepatan dan kecepatan mereka untuk bertindak dalam waktu sepersekian detik.

Tahap Pendidikan Pasukan Bravo-90
Pendidikan Bravo sekitar 6 bulan. Dilaksanakan di Wing III/Diklat Paskhas Satdik 02 Lanjut dan Satdik 03 Khusus. Anggotanya diseleksi dari siswa terbaik peringkat 1-40 lulusan sekolah komando Paskhas dan personel aktif di skuadron/Wing. Semua diseleksi ketat mulai dari IQ, kesemaptaan, keahlian spesialisasi militer yang dibutuhkan, serta kesehatan. Semua dengan asistensi lembaga TNI-AU yang berkompeten dengan bidang masing–masing. Tampaknya para pelatih Detasemen Penanggulangan Teror “ala” Pasukan khusus TNI-AU ini tak main–main. Peluru tajam digunakan dalam latihan tahap akhir. Alhasil para calon Bravo juga penuh perhitungan, cermat, cepat, sekaligus tepat dalam bertindak. Bertempur total dan habis – habisan. Itulah kesimpulan akhir pendidikan Bravo. Mereka tercetak menjadi prajurit elite Paskhas yang siap diterjunkan di mana saja di seluruh Indonesia. Setelah lulus, para personel Bravo muda ini berhak atas brevet bravo, lambang, Call Sign dan perlengkapan tempur standar Bravo lainnya. Mereka juga dibagi ke dalam 3 tim Alfa dan Tim Ban Nik. Bagi para personel Bravo yang telah dianggap senior, bisa dipindahkan ke Tim khusus yang tak lain “berisi” prajurit Bravo berkemampuan di luar matra udara yaitu Frogmens yang mampu melakukan infiltrasi lewat laut, Selam Tempur, UDT, EOD, Zeni Demolisi, Penerbangan, elektronika dll.

Ambisi Angkatan Udara Thailand Menjadi yang Terbaik di ASEAN

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/15/Royal_Thai_Air_Force_Seal.svg/240px-Royal_Thai_Air_Force_Seal.svg.png

Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) berambisi untuk menjadi kekuatan tempur udara terbaik di ASEAN. Hal ini terkait dengan pengadaan jet tempur Gripen untuk RTAF, Kantor Berita Thailand (TNA) melaporkan.

TNA mengutip pernyataan panglima tertinggi Thailand Jenderal Thanasak Patimapragorn yang mengatakan hal ini pada hari Rabu lalu, ketika ia mengucapkan selamat kepada RTAF atas pengintegrasian sistem pertahanan udaranya (Gripen). Jenderal Thanasak yakin bahwa RTAF akan menjadi kekuatan udara terkemuka di ASEAN pada 2019, seperti yang sudah direncanakan.

Jenderal Thanasak mengatakan kepada wartawan bahwa negara-negara lain telah memuji pengadaan jet tempur Gripen oleh Angkatan Udara Thailand, yang mana hal tersebut akan terintegrasi dengan sistem informasi dengan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Kerajaan Thailand di masa depan. Menurut Thanasak, pengadaan jet tempur Gripen ditujukan untuk pertahanan nasional terhadap ancaman di masa depan dan di masa damai.

http://www.saabgroup.com/Global/Documents%20and%20Images/About%20Saab/Newsroom/News/Thai_Gripen_Saab_340AEW_440.jpg

Dia mengatakan bahwa jet tempur (Gripen) itu akan menjadi bagian dari pasukan perdamaian ASEAN ketika pada saatnya ASEAN Community (AC) dibentuk pada tahun 2015. RTAF membeli jet tempur Gripen dari Saab, yang merupakan perusahaan kedirgantaraan Swedia, untuk mengantikan jet tempur F-5 buatan AS yang sudah dinonaktifkan sejak tahun 2007 silam.

Pengadaaan terjadi dalam dua tahap. Yang pertama terdiri dari enam jet tempur Gripen, satu pesawat kontrol dan peringatan dini Saab 340 AEW dan pesawat angkut Saab 340 B1 (saat ini dua unit aktif), yang secara bertahap diterima di 2010 dan 2011. Pada tahun 2012 kembali terima 1 unit pesawat kontrol dan peringatan dini Saab 340 AEW.

Sedangkan tahap kedua terdiri dari enam pesawat tempur Gripen yang akan rampung diterima Thailand pada tahun ini. Sebelumnya tiga jet tempur Gripen sudah diterima pada April lalu (masih sisa 3).

Latihan Gabungan TNI Sebagai Pernyataan Perang Terhadap Teroris

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikLkc0aPdjAJR9q25fnPsepeFjecODaGFEhwR9qpmFJzNgSnNanwUyqol7VxOyHtYWqEcalQT9-5QKOdTqU9vnG_DzTAlmWurJ0quoRVy-6GprUIXJjBnoF8wZ5K3VuG_W-tYkQukF-8M/s1600/latgab-tni.jpg

TNI menggelar latihan gabungan sebagai antisipasi marak penembakan polisi, akhir-akhir ini. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, latihan ini diikuti tiga matra. Ketiga satuan yang mengikuti latihan adalah Dansat-81 Gultor Kopassus (TNI AD), Denjaka (TNI AL), dan Denbravo Paskhas (TNI AU).

"Ini sekaligus pernyataan perang terhadap teroris," kata Menhan usai menutup latihan bersama penanggulangan terorisme tersebut, Jumat 13 September 2013. Latihan gabungan ini juga diikuti 18 negara anggota ASEAN Defence Minister's Meeting (ADMM-Plus) di Sentul, Bogor.

Tujuan latihan gabungan ini tak hanya menyiapkan personel dalam menghadapi kelompok-kelompok teror. "Kami juga mengatakan pada para teroris, kami telah siap melawan mereka," ungkapnya. Dalam latihan tersebut, peserta mempraktikkan pencegahan kasus per kasus, misalnya, pembebasan sandera di gedung, kapal laut, hingga pesawat udara.

Selain itu, para peserta juga berdialog dan memaparkan pengalaman masing-masing dalam membebaskan sandera. TNI AL mencontohkan saat pasukan khusus Denjaka yang membebaskan kapal Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia.

Kopassus pun berbagi pengalaman. Mereka menceritakan proses pembebasan sandera dari pembajakan pesawat Woila dan pembebasan sandera di rimba Papua.

Jumat, 13 September 2013

Latihan Tembak TNI-AU Gunakan Bom Jenis MK-82

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHVV-VsStMG-OiZf8NZdEH-C0s_j6-CPV7PFoVElO3ojqxTvW5-FmDTihqq24sk7J1VTB6R9piGuzQ5pbyO7Egve14BMvqYJfuy_hHICrTnIFH0LC_1A9TKxBL6siHEwQ6eoP3P3Wu9yE/s1600/8+MK-82+Bombardir+Awrsiabu.jpg

Sebanyak delapan bom jenis MK-82 yang dibawa oleh empat pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12, membombardir sejumlah target yang berada di areal latihan penembakan “air to ground” AWR Siabu, Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (13/9). Misi latihan operasi udara yang menggunakan bom jenis MK-82 Live ini merupakan puncak latihan “Weapon Delivery” yang telah digelar oleh Skadron Udara 12 selama satu minggu ini.

Pada kesempatan latihan tersebut Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andtawan. M.P, S.IP menyampaikan bahwa latihan ini merupakan latihan profesiensi rutin yang dilaksanakan secara berkala dengan tujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan Roketing dan Bombing terhadap sasaran di darat yang berada di area latihan penembakan udara ke darat, AWR, Siabu yang berada di kabupaten Kampar, Riau.

Latihan yang dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 12, Letkol Pnb Reka “ice pack” Budiarsa tersebut melibatkan seluruh penerbang dan turut didukung oleh satu tim Demolisi dari Depo 60 Lanud Iswahyudi, Madiun. Selain menggunakan Bom MK-82 Live, latihan profesiensi ini juga menggunakan Bom Dummy Unit, Roket FFAR dan Bom Latih Asap atau BLA 250.

Miss Kansas, Tentara AS Wanita Berpangkat Sersan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXOcE1EOqFuYpMZhn3C8DTkxpYSAsK1wkIw0E9P-Rff6QdnJMn3jvh_7LZkvMO9tdJt0fco0QmJ1TVxfo_pWVdd9WyEaSTd_b6FoyWGxfpXmjJCRieWQ_uqRVeNxx9cfcgAgiNseE33ew/s1600/485596_10151421678990764_853783316_n.jpg

Untuk pertama kalinya pagelaran Miss America diikuti oleh seorang tentara. Lakonnya adalah Theresa Vail yang mewakili negara bagian Kansas. Ia tercatat sebagai seorang sersan di angkatan bersenjata Amerika Serikat. "Tak seorang pun menyangka tentara bisa mengikuti ajang ratu kecantikan ini," ujar Vail. "Tapi saya akan memecahkan pandangan tersebut," tambahnya.

 http://image.metrotvnews.com/bank_images/galeri/7238_16178.jpg

Selain sebagai tentara aktif, Vail juga meruntuhkan image ratu kecantikan yang selama ini memiliki kulit bersih dan mulus. Pasalnya Vail memiliki dua tato berukuran besar di tubuhnya. Pertama, tulisan kesatuannya U.S. Army Dental Corps di bahu sebelah kiri. Kedua untaian bait-bait doa "Serenity Prater" dibagian sebelah kanan bawahnya.

http://worldshowbiz.info/wp-content/uploads/2013/08/Miss-Kansas-2013-Theresa-Vail.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOaiTS6qvRxnQuVkmtZkvb6EGILV2TpG0MRE5z3C5Rldtz84H3Z0RZYObij2uiOadwvsq3TgnEercYOKGNQwRjD0AxfOSZVu0RPvWLVzzmKFrtlg5jjZVQXp4FnGXUVhOZeUYn5zhPJ1s/s1600/1102472_10151520150165764_432337792_o.jpg
https://sphotos-b-ord.xx.fbcdn.net/hphotos-prn2/p480x480/1186230_10151530971141021_1888117854_n.jpg

Kedua tato ia tunjukan pada publik dan dewan juri saat mengikuti sesi kontes bikini minggu ini di Atlantic City. "Semuanya ini saya tunjukan agar wanita di seluruh dunia berani mengambil peran lebih. Bagaimana saya bisa mengatakan agar wanita jangan takut dan jujur terhadap dirinya sendiri jika saya menutupi tato tersebut," tegasnya.

Vail juga tercatat sebagai penembak jitu, mekanik, dan pandai melantunkan lagu-lagu opera. Mengomentari definisi kecantikan, Vail menjelaskan bahwa kecantikan terutama datang dari dalam diri seseorang. Ia menambahkan banyak wanita berparas cantik namun mereka tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Melalui ajang ini ia berharap kaumnya mengerti apa yang mereka jalani dan berani meraihnya.

Radar Scanter 4100 untuk KRI Fatahillah

http://images4.wikia.nocookie.net/__cb20110409160313/conworld/images/d/dd/TBU_TERMA_Radar.jpg

Perusahaan Ultra Electronics Command and Control Systems Inggris telah dikontrak oleh Kementerian Pertahanan RI untuk memodernisasi (upgrade) kapal fregat kelas Fatahillah milik TNI AL dengan Radar Scanter 4100 Terma, situs resmi Terma mengatakan.Radar Scanter 4100 Terma ini sengaja dipilih oleh perusahaan Ultra karena dinilai sudah memenuhi persyaratan sistem tempur baru untuk kapal-kapal perang. Pihak Ultra dan Terma sendiri berharap negosiasi dengan Pemerintah Indonesia bisa selesai pada musim gugur ini.

Sistem Scanter 4100 dianggap sebagai teknologi mutakhir dan dilengkapi dengan perangkat lunak dan elektronik terbaru. Radar ini mendukung untuk pengoperasian UAV dan helikopter dan memberikan gambaran rinci deteksi target-target kecil dalam jarak dekat hingga cakrawala radar (radar horizon) di semua kondisi cuaca.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/24/2203305p.jpg

Target udara akan terdeteksi pada jarak 96 nm (sekitar 178 km) dan rudal "skimming" laut ketika memasuki cakrawala radar. Gambar resolusi tinggi dari SCANTER 4100 memberikan kesadaran situasional dalam semua misi, mulai dari misi pencarian dan penyelamatan, dan mendeteksi rudal. Untuk melihat karakteristik dan kemampuan Scanter 4100, dapat Anda lihat disini.


Perusahaan Terma selama ini mengembangkan produk dan sistem untuk pertahanan, non-pertahanan, dan aplikasi keamanan, termasuk sistem komando dan kontrol, sistem radar, sistem perlindungan diri untuk kapal dan pesawat, teknologi ruang angkasa, dan aerostruktur canggih untuk industri pesawat terbang internasional. Perusahaan yang memiliki staf sebanyak 1.050 orang ini berkantor pusat di Aarhus, Denmark, dan memiliki anak perusahaan internasional dan kantor operasi di Belanda, Jerman, Singapura, India dan Amerika Serikat.

Freedom Flotilla berhasil masuk ke Indonesia

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/sites/default/files/imagecache/ra_article_feature/images/2013/09/12/4953236-3x2-700x467.jpg

Rombongan aktivis Australia yang menamakan diri Freedom Flotilla berhasil masuk ke wilayah teritori Indonesia dan melakukan persembahan air dan abu secara simbolis kepada pemimpin adat Papua.Kepada ABC, koordinator aktivis Izzy Brown menjelaskan, rombongan perahu layar itu menerobos wilayah Indonesia Kamis (12/9/2013) malam setelah menempuh pelayaran 5000 km dari Australia.

Upcara simbolis itu berlangsung di perairan selatan Papua, namun lokasi pastinya dirahasiakan demi pertimbangan keamanan. Pemimpin Aborijin Kevin Buzzacott bertindak mewakili rombongan dan menyerahkan air yang diambil dari Danau Eyre serta abu yang diambil dari sejumlah perkemahan aborijin. Air dan abu itu kemudian diterima para pemimpin adat Papua sebagai upacara simbolis mempertemukan kembali dua komunitas aborijin.

"Upacaranya sangat mengharukan," kata Izzy Brown. "Bagi Uncle Kevin, ini sangat mengharukan, dan begitu juga bagi orang Papua." Menurut Izzy, hal ini sudah lama direncanakan, dan apa yang mereka lakukan ini dinilainya sebagai sejarah tersendiri. "Fakta bahwa kami bisa bertemu para pemimpin Papua sangat mengesankan," katanya. Kelompok Freedom Flotilla terdiri atas 30 aktivis Australia dan Papua, pembuatan film, dan pemimpin aborijin.

Rencana kelompok ini selanjutnya belum jelas. Namun mereka berharap bisa berlabuh di Merauke sebelum apa yang mereka sebut upacara penyambutan yang direncanakan Sabtu (14/9/2013) besok. Menurut Izzy, pihak berwenang Indonesia tidak bersedia berkomunikasi dengan mereka. "Kami sudah berusaha mengontak pihak militer Indonesia," katanya, "Setidaknya tiga kali kami menelepon seorang kapten di Merauke dan menelepon jurubicara Angkatan Laut Indonesia".

Namun, kata Izzy, kedua pejabat itu tidak menjawab dan tiga kali pula menutup telepon. "Kami juga menggunakan komunikasi radio, namun sama saja, mereka tidak menjawab," jelasnya. "Sikap mereka ini menggambarkan bagaimana mereka memperlakukan rakyat Papua sehari-hari," kata Izzy Brown lagi.

Tim ECU Mengecek Lingkungan Markas TNI di Haiti

http://static.liputan6.com/201309/130912atni.jpg

Setiap 6 bulan sekali Tim ECU (Environmental Compliance Unit) sebuah unit bagian dari The Office of the Director of Mission Support Division (ODMS) yang memiliki tugas dalam penanganan masalah lingkungan melakukan pengecekan terhadap seluruh fasilitas yang dimiliki oleh Minustah (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti). Dengan tujuan untuk memberikan penilaian bagi seluruh kontingen sebagai penjaga perdamaian PBB di Haiti dalam usahanya turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Serta memberikan saran dan solusi apabila ditemukan hal-hal yang menonjol terkait persoalan lingkungan yang ditemukan selama pengecekan.

Untuk kedua kalinya Tim ECU melaksanakan pengecekan terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Tim yang diketuai oleh dr Fernando Munoz selaku Environmental Military Officer beserta dua stafnya tiba di Markas Satgas Kizi TNI, Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti, pada Selasa 10 September 2013 untuk melaksanakan pengecekan tempat para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI bertempat tinggal.

Setelah diterima di ruang kerja Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Arief Novianto, selanjutnya rombongan Tim ECU melaksanakan peninjauan ke lapangan. Adapun tempat-tempat yang menjadi obyek pengecekan, antara lain bengkel pemeliharaan angkutan dan alat berat, penyimpanan bahan bakar dan pelumas, pemeliharaan dan operasional generator, pengolahan limbah baik limbah organik maupun limbah padat, pengolahan air minum termasuk petugas logistik, dan personel lain yang berkaitan dengan penanganan limbah terhadap lingkungan.

Melihat secara langsung usaha yang telah dilakukan Satgas Kizi TNI dalam usaha turut serta menjaga kelestarian lingkungan, Tim ECU memberikan penilaian yang sangat baik karena tidak ditemukan hal-hal yang menonjol selama dilakukan pengecekan. Sementara itu, saat berita ini diturunkan, telah diperoleh hasil bahwa Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah memperoleh hasil yang terbaik. Hal ini berdasarkan berita elektronik yang disampaikan oleh Director of Mission Support Division (DMS) kepada Dansatgas Kizi TNI.