Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Jumat, 06 September 2013

Obama Minta Pentagon Tentukan Target Penyerbuan Ke Suriah

http://patdollard.com/wp-content/uploads/2013/08/Obama-Pentagon-1-5-12.jpg

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memerintahkan Pentagon menambah daftar sasaran gempuran di Suriah, setelah laporan intelijen menyebutkan bahwa pemerintah Suriah telah memindahkan pasukan dan perlengkapan yang digunakan untuk mengerahkan senjata kimia di lokasi berbeda. Demikian laporan The New York Times, Kamis, 5 September 2013.

Guna mencegah dan menurunkan kemampuan pasukan Presiden Bahsar al-Assad menggunakan senjata kimia, serangan akan menghantam lebih dari 50 lokasi. "Tempat-tempat ini semula menjadi target gempuran pasukan Prancis," tulis koran Amerika Serikat ini. The New York Times juga menulis mengenai penggunaan jet tempur Amerika dan Prancis, serta tembakan misil dari kapal perang yang diawali dengan serangan Tomahawks.

"Unit-unit pasukan Suriah yang dituduh oleh Amerika menyimpan dan menyiapkan senjata kimia, serta menggunakannya dalam menghadapi pemberontak--akan menjadi sasaran serangan, termasuk markas besar Angkatan Bersenjata Suriah," kata pejabat militer Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya.

Dia menambahkan, serangan juga akan ditujukan terhadap unit roket dan artileri Suriah. Meskipun demikian, mereka, pejabat militer Amerika ini menjelaskan, serangan tidak ditujukan terhadap gudang penyimpanan senjata kimia demi menghindari munculnya bencana lebih besar.

Pada Rabu, 4 September 2013, Kepala Staf Gabungan Jenderal Martin Dempsey mengatakan kepada Kongres bahwa target gempuran Amerika lainnya termasuk perlengkapan yang digunakan Suriah untuk melindungi senjata kimia, misalnya pertahanan udara, misil jarak jauh, dan roket yang dapat juga untuk mengirimkan senjata (kimia).

Istri Mantan Tentara Inggris Mengatakan Putri Diana Dibunuh Pasukan Elite SAS

http://www.tabloidbintang.com/images/stories/img/barat/princess-diana-crash-2.jpg

Rumor pembunuhan Putri Diana kembali mencuat. Istri seorang veteran Pasukan Elite Angkatan Udara Inggris (SAS) mengungkapkan, klaim soal pembunuhan Putri Diana sangat meyakinkan. Ada tim khusus yang ditugaskan untuk menghabisi nyawa Diana saat itu. Mantan penembak jitu yang dikenal dengan sebutan Tentara N, meyakini bahwa kematian Putri Wales di Paris, Prancis 16 tahun lalu, bukan murni karena kecelakaan. Melainkan didalangi oleh pasukan khusus dari militer Inggris, yang kemudian menutupi perbuatannya.

Seperti dilansir Daily Mail, Jumat (6/9/2013), wanita ini menyatakan bahwa suaminya, Tentara N yang kini terpisah darinya, pernah diinterogasi oleh Kepolisian Metropolitan Inggris di lokasi yang dirahasiakan. Wanita ini juga meyakinkan kepada kepolisian bahwa suaminya memberi tahu yang sebenarnya. Tentara N mengklaim bahwa pengemudi mobil Putri Diana saat itu, Henri Paul disilaukan oleh kilatan cahaya terang sesaat sebelum dia kehilangan kontrol atas mobil Mercedes yang dikendarainya. Wanita ini menyatakan, suaminya sudah berulang kali memberitahunya soal pembunuhan Putri Diana ini.

"Wanita itu sangat yakin bahwa dia (tentara N) memberitahu yang sebenarnya ketika dia menuturkan bahwa SAS terlibat dalam kematian Diana dan Dodi," ucap seorang sumber yang memahami kasus ini kepada Daily Express. "Pernyataan ini dilontarkan ketika keduanya belum terikat pernikahan dan ketika mereka masih berteman," imbuh sumber tersebut.

Tentara N sendiri kini berada dalam penjara karena menyimpan senjata secara ilegal di kediamannya. Oleh tentara kerajaan Inggris dan kepolisian Metropolitan Inggris, klaim tentara N ini disebut tidak masuk akal. Namun klaim tentara N ini kembali mencuat pada persidangan kasus kepemilikan senjata secara ilegal oleh tentara lainnya, Danny Nightingale yang pernah tinggal serumah dengan tentara N. Sebuah surat yang ditulis oleh mertua tentara N pada September 2011 itu menyebutkan lebih jelas soal klaim pembunuhan Putri Diana.

Surat 8 halaman tersebut berisikan klaim tentara N bahwa SAS merencanakan kematian Putri Diana dan kemudian menutupinya. Namun ketika surat tersebut diserahkan kepada atasan tentara N dan kemudian diteruskan kepada jaksa, bagian yang menyebut keterlibatan SAS dihapus. Paragraf yang menyebut pembunuhan Putri Diana berbunyi: "Dia (tentara N) memberitahunya (istrinya) bahwa si XXX yang merencanakan kematian Putri Diana dan menutupinya."

Bertambah Lagi: KRI PARI-849 dan KRI SEMBILANG-850 Perkuat Armada Kapal Perang TNI AL

http://i392.photobucket.com/albums/pp8/reita84/DSCF2633_zps8c7552ce.jpg

Jajaran TNI Angkatan Laut kembali diperkuat dengan kehadiran dua kapal perang baru produksi dalam negeri jenis kapal patroli cepat PC-43, yakni KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850, produksi PT Palindo Marine Shipyard Batam. Menteri Pertahanan RI (Menhan RI) Purnomo Yusgiantoro meresmikan beroperasinya kedua kapal tersebut, di Batu Ampar, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (5/9/2013).

Peresmian tersebut merupakan hari bersejarah bagi perkembangan teknologi militer Bangsa Indonesia, khususnya bidang industri perkapalan yaitu dengan kembali diresmikannya buah karya putra-putri Bangsa Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI. Kapal patroli cepat PC-43 ini memiliki spesifikasi panjang 43 meter, lebar 7,4 meter, bobot 250 ton, dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, dan kecepatan ekonomis 15 knot. Dilengkapi dengan satu sekoci Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), dengan penggerak outboard engine 75 PK. Selain itu, kapal ini  memiliki ketahanan (endurance) dalam kemampuan berlayar selama empat hari.

http://static.pulsk.com/images/2013/04/27/f8a5160433ada2049af7b1388a99a02b.jpg

Menhan RI Purnomo Yusgiantoro seusai acara peresmian mengatakan, bahwa ini peresmian ini merupakan rangkaian pengadaan alutsista dalam rangka pembangunan kekuatan TNI. “Penambahan alutsista khususnya kapal perang TNI AL,  merupakan konsekuensi dari strategisnya posisi Indonesia serta luasnya perairan di negara ini,” kata Menhan.

Menhan juga menjelaskan, kapal patroli PC-43 secara fisik menyerupai dengan kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal KCR-40 milik TNI Angkatan Laut yang juga diproduksi oleh PT Palindo Marine Shipyard Batam, yaitu KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, dan KRI Beladau-643. “Baik jenis PC-43 maupun jenis KCR-40, keduanya sama-sama menggunakan bahan baja serta alluminium alloy. Yang membedakan antara PC-43 dan KCR-40 adalah kapabilitas menggotong senjata. Sebagai kapal patroli murni, PC-43 tidak dirancang untuk membawa peluru kendali,” jelasnya.

http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-frc1/400613_332037973566328_2107440591_n.jpg

Kapal patroli KRI Pari-849 akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Armada RI Kawasan Timur. Sedangkan kapal patroli Sembilang-850, akan memperkuat jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat, khusunya di jajaran Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, Sumatera Barat.

Sementara itu Kasal pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa sesuai dengan kebijakan pembangunan kekuatan yang diarahkan pada perwujudan kekuatan TNI Angkatan Laut menuju Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF), yaitu struktur kekuatan yang disusun berdasarkan kemampuan yang diperlukan (capability design), untuk menghadapi segala bentuk ancaman dalam rangka menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan segala risiko yang dihadapi, maka ke depan untuk peningkatan kemampuan sistem persenjataan, TNI Angkatan Laut akan terus melibatkan industri dalam negeri yang ada.

Ditambahkannya, keberhasilan membangun kapal PC-43 ini, merupakan wujud peran TNI Angkatan Laut dalam memberdayakan kemampuan industri dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.  Hal tersebut bertujuan guna mengoptimalkan segala sumber daya bangsa, dalam rangka mewujudkan kemandirian nasional di bidang industri strategis, khususnya industri pertahanan. “Diharapkan dengan terwujudnya kemampuan industri dalam negeri ini, maka visi untuk mewujudkan TNI Angkatan Laut berkaliber World Class Navy  dapat terealisasi,” ujar Kasal.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Ir. H. Azwar Abubakar, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman, Panglima Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum., Panglima Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E., dan para pejabat terkait lainnya.

Bangkitnya Kekuatan Militer Indonesia

http://statik.tempo.co/data/2012/10/05/id_143603/143603_620.jpg

Di era Presiden Soekarno, kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertumbuh pesat. Kepandaian Bung Karno dalam menjalankan politik luar negerinya membuat Indonesia banyak mendapat peralatan militer dari negara lain seperti Uni Soviet dan China. Tak heran, di era pemimpin besar revolusi itu, kekuatan yang dimiliki TNI sangat diperhitungkan negara lain. Saat itu, Bung Karno bahkan pernah mengirimkan kapal selam TNI AL untuk berpatroli di Laut Selatan saat konflik antara Pakistan dan India memanas.

Bung Karno juga meminjamkan sejumlah pesawat tempur Mig-19 AURI kepada Pakistan untuk memperkuat armada udara mereka kala itu. Namun, sejak Bung Karno lengser, armada militer yang dimiliki TNI tak bertambah, bahkan cenderung menurun. Hal itu berakibat pada menurunnya kekuatan TNI jika dibandingkan negara lain. Di era Presiden Megawati Soekarnoputri, upaya modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI dilakukan. Putri Bung Karno itu memulainya dengan membeli sejumlah pesawat tempur Sukhoi dari Rusia.

Langkah itu dilanjutkan di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di periode keduanya ini, modernisasi peralatan tempur TNI terus dilakukan.
Bahkan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yakin pada 2014 mendatang, TNI akan memiliki kekuatan terbesar alias menjadi macan di Asia Tenggara.

"Renstra pertama 2014, kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara," kata Purnomo saat meresmikan dua Kapal Republik Indonesia di Batam, Kamis (5/9). Menurutnya, banyak Alutsista TNI yang ditambah, di antaranya kapal patroli cepat untuk TNI AL, Tank Leopard untuk TNI AD dan penambahan pesawat Sukhoi untuk TNI AU. "Sukhoi akan diganti semua. Negara kita akan kuat, itu penting," kata Menteri.

Diketahui, TNI AD akan diperkuat 61 Tank Leopard RI, 42 unit Tank Leopard 2A4, dan 50 tank Marder. Tank produksi Pabrik Rheinmettal, Jerman ini tiba secara berangsur mulai Oktober 2013. Tank kelas berat tersebut akan ditempatkan di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Untuk artileri, TNI AD membeli MLS Astros II dari Brasil. MLS Astros II merupakan mobil tempur yang mampu meluncurkan 2 roket, 4 roket dan 16 roket. Jika dalam posisi laras peluncuran 2 roket, jangkauan yang dicapai hingga 300 km.

Astros II akan dioperasikan Yonarmed I/105 Tarik Ajusta Yudha, Singosari, Malang, Jawa Timur. TNI AD juga menambah daya gempur lewat udara dengan sejumlah helikopter serang. Kini Dinas Penerbang TNI AD mengandalkan 3 buah Mi-35 Hind E produksi Rusia, maka kini TNI AD telah membeli 8 unit Apache tipe AH-64E seharga USD 500 juta dari AS. Helikopter serang canggih ini akan ditempatkan di Laut China Selatan. Sejumlah panser dan persenjataan lain juga akan memperkuat TNI AD.

Sementara, untuk armada laut, TNI AL telah memesan 3 kapal selam dari Korea Selatan. Kapal itu diharap sudah bisa memperkuat Indonesia mulai tahun 2015, dan beberapa unit kapal selam canggih dari Rusia. TNI AL juga akan membeli 11 helikopter antikapal selam dan menghidupkan kembali skadron antikapal selam. Helikopter ini diharapkan sudah datang tahun 2014 dan ditaruh di Surabaya.

TNI AL berencana memesan 35 kapal cepat rudal (KCR) untuk mewujudkan kebutuhan minimum. 2 KCR, yakni KRI Celurit-641, dan KRI Kujang-642 telah memperkuat armada barat. TNI AL juga membeli 3 kapal frigat buatan Inggris. Kapal ini awalnya dipesan Brunei Darussalam, tetapi kemudian tidak jadi karena butuh personel banyak untuk mengawakinya.

Untuk marinir, 17 Tank Amfibi BMP-3F dari Rusia telah datang sejak 2012. Idealnya korps baret ungu ini memiliki 95 tank BMP-3F. Kemhan berjanji akan terus melengkapinya secara bertahap. Di udara, kekuatan TNI AU semakin diperkuat dengan datangnya 16 Jet tempur Sukhoi. 16 Jet tempur ringan T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan juga akan memperkuat TNI AU. 1 Skadron ini direncanakan untuk menggantikan pesawat Hawk yang akan segera dipensiunkan.

Selain itu hibah 24 pesawat F-16 D Blok 52 dari Amerika Serikat diharapkan sudah datang pertengahan tahun 2014. Pesawat serang darat A29A Super Tucano dari Brazil juga sudah bertahap tiba di Indonesia. Pesawat dengan kualifikasi antigerilya dan serangan darat ini menggantikan OV-10 Bronco yang sudah dibebastugaskan. Untuk pesawat angkut, TNI AU dapat tambahan CN-295 dan 6 unit C-130  Hercules. Pesawat lain yang direncanakan akan hadir di antaranya Helikopter Cougar, Grob, dan pesawat latih KT-1.

Dalam ilmu hubungan internasional, sebuah negara harus memiliki kekuatan militer yang mumpuni agar disegani negara-negara lain. Sebab, kekuatan militer menjadi salah satu instrumen utama bagi diplomasi luar negeri sebuah negara. Meski peradaban manusia telah memasuki era modern, kekuatan militer tak bisa dipungkiri masih menjadi salah satu faktor utama sebuah negara dihargai oleh negara lain.

Dengan militer yang kuat, sebuah negara dapat memainkan peranan lebih di pergaulan internasional, yang tentunya akan membawa pengaruh kepada kepentingan ekonomi negara tersebut. Seperti Amerika Serikat, Rusia dan China.

Menhan dan Panglima TNI Resmikan Batalyon Raider di Banda Aceh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDz5ih4yh-FzCF7g5vXc4_IRigGpyURBVSqnYKQaQFUjlqFyhqPwzLE8tJcXUwwVWHTIKNDpFHRKVT2TkF_7RC89XXjk9sUJ6YIi3oLF2MfPMdHrvgseOrArgTkwtXqLsRBDk8SQsIUJA/s1600/TNI_batalyon_raider.jpg

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meresmikan Batalyon 111/Raider di Banda Aceh, Jumat, 6 September 2013. “Besok kita ke Banda Aceh, itu porsinya Panglima TNI atau KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat),” kata Purnomo Yusgiantoro kepada para wartawan di Wisma Tamu PT Arun, Batuphat, Lhokseumawe, Kamis petang tadi.

Purnomo Yusgiantoro kemudian meminta Panglima TNI Moeldoko memberi penjelasan kepada para wartawan. “Besok kita ke Banda Aceh akan meresmikan Batalyon Raider, Batalyon 111. Jadi karena posisi Aceh di Selat Malaka, kita akan perkuat satu Batalyon Raider lagi, biar penguatan sistem pertahanan di sini semakin mantap,” kata Moeldoko

Jenderal Moeldoko menambahkan, pihaknya juga merencanakan pembangunan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) pengembangan dari Lanal yang sudah ada di Lhokseumawe. “Di sini, diperkuat lagi. Terus yang kedua, ada pembangunan Kompi Kavaleri kemungkinan akan ditingkatkan menjadi detasemen,” katanya.

Ketika ditanyakan lokasi rencana pembangunan Lanal, Menhan Purnomo Yusgiantoro kembali menimpali. “Kalau itu (lokasi) makanya kita tinjau tadi. Dan, nanti malam (malam ini) kita dengar paparan dari Pertamina soal aset (lahan) yang ada di sini,” kata Purnomo.

Kamis, 05 September 2013

Panglima TNI Moeldoko : Militer Indonesia Ditargetkan Masuk Dalam 10 Daftar Terbaik Dunia

http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/01/29/144488/540x270/menhan-targetkan-2-tahun-militer-indonesia-bakal-039garang039.jpg

Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko menargetkan TNI masuk dalam 10 besar organisasi militer terbaik di dunia. Moeldoko mengaku akan mewujudkan target itu dalam waktu secepatnya.

"TNI sekarang di dunia masih ranking ke-15. Saya ingin meningkatkan sekuat tenaga secepatnya dalam posisi top 10," kata Moeldoko dalam wawancara di Mabes TNI, Jakarta. Agar target itu tercapai, Moeldoko ingin membuat terlebih dulu prajurit TNI seperti layaknya gadis manis yang disukai semua orang, baik di dalam negeri maupun internasional. Untuk itu, selain terus melakukan modernisasi alutsista dan meningkatkan kesejahteraan prajurit, kultur prajurit juga perlu diperbaiki.

"Saya ingin prajurit TNI ibarat gadis manis. Semua orang ingin mendekati, ingin memiliki, mungkin ingin memberi sesuatu. Kita akan memberikan senyuman kepada semua orang. Kita akan pada posisi yang pas menghadapi negara-negara sahabat. Persahabatan adalah kebutuhan yang sangat penting. Tapi, kepentingan nasional di atas segala-galanya," ucapnya.

Polandia Tampilkan Konsep Tank Tempur Baru

http://chivethebrigade.files.wordpress.com/2013/09/premiera-pl-01-tank-500-3.jpg
http://chivethebrigade.files.wordpress.com/2013/09/premiera-pl-01-tank-500-4.jpg

Perusahaan Pertahanan Polandia (PDH) bekerjasama dengan BAE Systems menampilkan konsep tank baru dalam pameran pertahanan internasional MSPO 2013. Tank ini dibuat di OBRUM, sebuah pusat penelitian dan pengembangan untuk perangkat mekanik di Gliwice, Polandia. Tujuan pembuatan tank yang merupakan hasil kerjasama PDH dan BAE Systems ini adalah untuk menciptakan sebuah platform tank baru. Konsep tank ringan/tank tempur infanteri ini dibuat sebagai persyaratan Angkatan Darat Polandia di masa-masa mendatang. Tank ini diberi nama PL-01.

Kendaraan ini disajikan dalam versi dan fitur layaknya tank, namun turret-nya (kubah) tak berawak dengan meriam 105mm atau 120mm yang terpasang pada chassis. Berat maksimum tank 35 ton, lengkap dengan armor dan perlindungan anti ranjau. Mesin menggunakan mesin diesel F-54.

http://chivethebrigade.files.wordpress.com/2013/09/premiera-pl-01-tank-500-13.jpg
http://chivethebrigade.files.wordpress.com/2013/09/premiera-pl-01-tank-500-7.jpg

Kecepatan off-roadnya diharapkan akan mencapai 50 km/jam sementara di jalanan mulus diharapkan mencapai 70km/jam. Kecepatan tembak untuk kedua kaliber diatas (105mm dan 120mm) adalah 6 putaran/menit dengan 16 putaran siap tembak.

Tank ini dibuat untuk bersaing dengan ratusan tank tempur infanteri dan tank ringan yang akan melengkapi Angkatan Darat Polandia. Bila sesuai rencana, pengiriman pertama untuk Angkatan Darat Polandia diharapkan bisa terjadi pada 2018. Spesifikasi resmi untuk tank baru ini belum diketahui secara pasti, produsen belum akan mengumumkannya hingga akhir tahun ini.

Pameran Pertahanan Internasional MSPO yang ke-21 kali ini diadakan di kota Kielce Polandia mulai tanggal 2 hingga 5 September 2013. Disini ditampilkan berbagai teknologi militer terbaru, persenjataan dan berbagai kelengkapan untuk tentara. MSPO juga menjadi wadah bertemunya produsen pertahanan dan pembeli potensial.

Indonesia - Polandia Jajaki Produksi Bersama Membuat Alat Utama Sistem Pertahanan

http://images.detik.com/content/2013/09/04/10/203434_kerjasamanripolandia.jpg

Pemerintah Indonesia dan Polandia akan meningkatkan kerjasama di bidang industri pertahanan. Ada penjajakan kedua negara akan melakukan produksi bareng alat utama sistem pertahanan (alutsista). Kerjasama di bidang pertahanan menjadi salah satu dari sekian banyak bidang yang akan dikerjasamakan antara Indonesia dan Polandia. "Yang lain adalah kerjasama di bidang pertahanan, industri pertahanan. Banyak yang perlu dikerjasamakan," kata Presiden SBY saat jumpa pers bersama Presiden Polandia Bronislaw Komorowski di Istana Kepresidenan Polandia, Rabu (4/9/2013).

Mengenai kerjasama industri pertahanan, Menko Polhukam Djoko Suyanto menjelaskan akan ada penjajakan pembuatan pesawat, helikopter, dan kapal patroli. "Jadi lebih pada joint production, tidak beli dari sini," kata Djoko kepada wartawan di Hotel Hyatt Regency, Warsawa. Prinsip pengembangan alutsista pemerintah saat ini, selama bisa dibuat di dalam negeri, tidak perlu membeli dari luar negeri. "Jadi nanti tidak tertutup kemungkinan joint production," ujar Djoko.

Saat ini, aparat militer dan polisi menggunakan alutsista dari Polandia. "Polisi misalnya pakai sytruck dari Polandia. Ada juga kapal-kapal patroli kecil," kata Djoko. Saat ini kerjasama antara Indonesia dan Polandia dalam industri pertahanan sudah berlangsung. "Antara Kemenhan kita dengan Polandia sudah ada kerjasama. Nanti perlu dibahas lagi kira-kira jenis alutsista mana yang akan di-join product-kan. Jadi perlu perundinan terus," ujar dia.

Rabu, 04 September 2013

Pesawat Antonov Membawa Su-30MK2 TNI-AU Telah Tiba

http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/23/193777_pesawat-sukhoi-tiba-di-makassar_663_382.jpg

Rabu sekitar pukul 17:30 WITA, Pesawat raksasa Antonov AN-124 kembali mendarat di Lanud Hasanuddin Makassar. Tak lain tak bukan, pesawat ini membawa 2 buah Su-30MK2 terakhir pesanan Indonesia. Dengan Demikian, lengkap sudah Skadron 11 TNI-AU memiliki 16 buah Flanker.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXqfuqmAUuCS2S82KqArlgPY_vyQFrJc1QICJLdsAlM-fkWJ4QeCO5sAUURkl7F2wQ9UiUIT2olZNgQ5FliqAHY_7FnhdX8zMH-dRTWgHlBm8oNimUXJ4wf8GXB-tkOIRwsOgkO6zWNWqA/s320/sukhoi+new.jpg

Pertanyaannya kini, apakah ini merupakan seri Flanker untuk TNI-AU? tidak ada yang tahu pasti, meski konon TNI-AU melilirik Su-35BM untuk pengadaan selanjutnya. Semoga saja, Su-35BM nantinya bisa bergabung dengan keluarga TNI-AU.

Marinir Indonesia dan Marinir Amerika Lakukan Latihan Jungle Survival Dan Sea Survival

http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/9_September/marinirindonesiaamerikalatihanjunglesurvival3.jpg

Dengan dipandu oleh para prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir, sejumlah Marinir Amerika (US MARSOC) menjelajahi Taman Nasional Meru Betiri, desa Rajegwesi, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan melakukan materi latihan Jungle Survival dan Sea Survival, Selasa, (3/9/2013).

Serka Marinir Tri Purwito dengan didampingi sejumlah pelatih dari Intai Amfibi-1 Marinir lainnya begitu bersemangat dalam memberikan penjelasan tentang tata cara bertahan hidup di hutan dan di laut dengan memperkenalkan sekaligus mempraktikkan cara menangkap dan memasak sejumlah binatang buas, antara lain: biawak, ular, dll serta memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak terlebih dulu). Selain itu juga diperkenalkan berbagai macam hewan laut yang bisa dimakan.

Sejumlah prajurit Marinir Amerika pun cukup antusias dalam mengikuti materi latihan yang diberikan para pelatih andal dari Korps Marinir TNI AL tersebut. Meski mulanya terlihat agak geli, beberapa prajurit Marinir Amerika terus melakukan tekadnya untuk mencoba mencicipi sejumlah Botani dan Hewani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh para pelatih.

Bahkan beberapa diantara mereka ada yang mencoba menangkap ular dan biawak serta menelan telur biawak mentah. Untuk materi Sea Survival dilaksanakan di pantai Batu dan Teluk Hijau yang masih berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri desa Rajegwesi, kecamatan Pesanggaran, kabupaten Banyuwangi, Jatim

Kegiatan yang dikomandani oleh Letkol Marinir Edi Cahyanto tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan bersama Korps Marinir Indonesia–Amerika dengan sandi Lantern Iron 13–1 yang berlangsung hingga 6 September 2013.