Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kemhan Dorong PT DI Kembangkan Helikopter Serang Secanggih Apache

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/02/helikopter-gandiwa-ptdi.jpg

Kementerian Pertahanan akan mendorong PT Dirgantara Indonesia (DI) untuk mengembangkan helikopter serang, menyusul rencana pemerintah Indonesia membeli delapan unit helikopter serang Apache AH-64 dari Amerika Serikat untuk TNI Angkatan Darat. Yang dibutuhkan satu skuadron helikopter serang atau sebanyak 16 unit," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang ditemui sesaat setelah peluncuran buku yang ditulis anggota Komisi I DPR Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berjudul "Komunikasi dalam Kinerja Intelijen Keamanan" di Jakarta, Jumat (30/8) malam.

Ia lantas menjelaskan,"Kalau kita beli delapan unit helikopter Apache, berarti baru setengah skuadron. Mungkin ada kombinasi, seperti halnya pesawat tanpa awak (UAV), setengah skuadronnya merupakan buatan dalam negeri." Pengembangan helikopter serang yang dibangun oleh PT DI, kata dia, diharapkan spesifikasi dan kemampuannya tak jauh berbeda dengan helikopter Apache. "Mungkin spesifikasinya masih di bawah Apache, tetapi kemampuannya tak begitu jauh," kata Menhan.

Purnomo mengatakan bahwa pihaknya telah mengutus Sekjen Kemhan Budiman, yang saat ini telah dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), ke Amerika Serikat untuk mengetahui secara pasti detail spesifikasi helikopter serang Apache itu. "Spesifikasi teknologinya harus jelas betul, yang dibeli seperti apa. Terakhir yang berangkat ke AS adalah Sekjen Kemhan yang saat ini menjadi KSAD," katanya.

Menurut Purnomo, sistem persenjataan sebuah alat tempur sangat memengaruhi harga. Suatu peralatan tempur yang dilengkapi dengan sistem deteksi radar tentu lebih mahal daripada yang tidak ada. Ia menegaskan bahwa pembelian helikopter Apache merupakan rencana pertahanan jangka panjang. Oleh sebab itu, kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar diharapkan tidak akan berpengaruh banyak terhadap rencana pembelian itu.

Prajurit Indobatt Amankan Force Commander Mayjen Paolo Serra di Lebanon

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/8/30/UNIFIL1.jpg

Di tengah padatnya kegiatan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) Konga XXVI-E2/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dalam rangka pelaksanaan upacara Medal Parade yang akan berlangsung di Lapangan Soekarno, Desa Adshid al-Qusayr, UN Posn 7-1 Markas Indonesia Battalion, Lebanon Selatan,  prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo FPC masih mendapatkan kepercayaan dari UNIFIL untuk melaksanakan pengamanan Force Commander Mayjen Paolo Serra dalam rangka Tripartite Meeting bulan Agustus antara kedua negara Lebanon dan Israel dengan mediator UNIFIL di UNP 1-32 A, Lebanon, Kamis (29/8/2013).

Pada kegiatan tersebut, Dansatgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil Letkol Inf Yuri Elias Mamahi menunjuk Dantim Kawal 2 Kapten Laut Puadi Hasani sebagai Dantim pengawalan VVIP bagi Mayjen Paolo Serra, mulai dari pergerakan di gedung Head of Mission Naqoura sampai di UNP 1-32 A, Naqoura Lebanon Selatan.

Pada pengawalan ini Satgas Indo FPC menyiapkan 1 kendaraan Light Vehicle Strada yang bertindak sebagai kendaraan Reece (pengaman serta pembuka jalan bagi iring-iringan VVIP) dan 1 kendaraan Armed Personil Carrier (APC) ANOA. Dalam kegiatan ini, Satgas Indo FPC Konga XXVI-E2/Unifil didampingi oleh kontingen Srilangka Force Protection (SLFP) dengan mengerahkan 2 kendaraan APC.

Sehari sebelum pelaksanaan, seluruh staf yang terlibat melaksanakan tugas sesuai arahan Dansatgas Indo FPC dengan mengambil langkah-langkah persiapan dalam menghadapi kegiatan ini, yang diawali dengan pengecekan kendaraan APC dan Strada, persenjataan yang akan digunakan, alat komunikasi untuk koordinasi, sprint personel yang terlibat hingga latihan pendahuluan bersama dengan kontingen SLFP. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan individu maupun perlengkapan yang digunakan, serta menularkan pengalaman kepada kontingen Srilangka yang baru saja tiba di Lebanon yang merupakan pengalaman pertamanya.

Pengawalan berjalan lancar dan aman hingga Force Commander Mayjen Paolo Serra kembali ke HQ UNIFIL. Pada kegiatan debrifieng, perwakilan protokoler Force Commander menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas pengawalan yang sudah berjalan dengan lancar serta tidak ada kendala di lapangan kepada Satgas Indo FPC Konga XXVI-E2 dan kontingen SLFP.

Menurut Letkol Inf Yuri Elias Mamahi, pengawalan dengan menggunakan Panser ANOA yang dilakukan oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-E2 di Lebanon sangatlah membanggakan, karena produksi anak bangsa tersebut ikut serta bergabung dalam sistem pengamanan perjalanan Force Commander menuju UNP 1-32 A yang menjadi tempat pertemuan antara delegasi negara Lebanon, Israel dan United Nation yang diwakili oleh Force Commander.

Dansatgas Konga XXVI-E2 Letkol Inf Yuri Elias Mamahi mengucapkan terima kasih dan merasa bangga kepada seluruh personel Satgas Indo FPC TNI yang telah berhasil menjalankan tugas pengawalan tersebut, dan berpesan agar selalu memegang teguh Standard Operational Procedure (SOP) yang ada serta menjadikan kegiatan ini sebagai wahana menambah ilmu taktik pengamanan untuk meningkatkan profesionalisme diri kita masing-masing.

TNI AL Tunjukkan Keseriusannya Incar 10 Kapal Selam Rusia

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Amur_950.jpg/800px-Amur_950.jpg

TNI sangat serius dalam melakukan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Setelah TNI AD membeli MBT Leopard 2A6 dan helikopter serang Apache, TNI AU membentuk satu skuadron Sukhoi dan F-16, kali ini TNI AL bakal memperkuat armadanya. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah Republik Indonesia (RI) mendapat tawaran dari Rusia berupa bantuan 10 kapal selam. Saat ini, TNI AL hanya memiliki dua kapal selam yang terbilang berumur. Hingga tiga tahun ke depan, TNI AL bakal kedatangan tiga kapal selam baru hasil kerja sama dengan Korea Selatan.

Untuk mempercepat pencapain kekuatan pokok minimum (MEF), Purnomo tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintahan yang dipimpin Vladimir Putin itu. Meski begitu, Purnomo tidak merinci apakah kapal selam yang ditawarkan itu berbentuk hibah atau pembelian baru. Terkait spesifikasi juga ia mengaku kurang tahu lantaran baru tawaran awal dan perlu dilakukan kajian mendalam. Yang pasti, kata dia, kapal selam yang dijajakan ke Indonesia relatif baru.

“Kami akan kirim tim ke Rusia, terdiri Kemenhan, Mabes TNI, dan TNI AU untuk tahu lebih lanjut. Pak Marsetio (KSAL) pimpinan delegasinya,” kata Purnomo usai peluncuran buku ‘Komunikasi Dalam Kinerja Intelijen Keamanan’ di Jakarta, Sabtu (31/8). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio mengakui bakal berkunjung ke Rusia untuk melihat langsung galangan tempat bersandarnya kapal selam. Hal itu dilakukan agar kapal selam yang dibeli cocok dengan kondisi perairan Indonesia. Ia belum bisa menjelaskan secara detail lantaran belum melihat langsung barangnya.

“Yang Rusia belum. Harus disesuaikan dengan geografis Indonesia, apakah termasuk kapal selam samudera atau kapal selam kelas negara archipelago? Idealnya kapal selam kita memiliki kekhususan dan kekhasan dengan melihat kedalaman dan kontur laut,” ujar Marsetio.

TNI AL Akan Gelar Manuver Di Natuna

http://i.poskota.co.id/uploads/2011/09/KRI-BKD-814-GB-2-koran-070911.jpg

Kepala staf Komando Armada RI Kawasann Barat ( Kasarmabar) Laksma TNI M Atok Urrahman melepas keberangkatan sejumlah KRI   unsur jajaran Koarmabar dalam kegiatan  manuver lapangan Latihan Mako Koarmabar di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta , Sabtu (31/8).

Sejumlah KRI lebih dari 6 unsur diantaranya jenis parchim, Fast Patrol Boat (FPB) 57 dan penyapu ranjau tipe Kondor dan yang tergabung dalam bentuk Komando Tugas laut gabungan dan sejumlah pesawat tempur dari Satuan Tugas Udara melaksanakan operasi laut  gabungan dengan daerah latihan mulai laut Jawa sampai dengan perairan Natuna.

Unsur KRI jajaran Komando Armada RI kawasan Barat  yang terlibat dalam latihan manuver  diantaranya  jenis parchim KRI Patiunus-384, KRI  Imam Bonjol 383,KRI Sutanto dam KRI Teuku Umar-385 serta jenis FPB 57 KRI Barakuda-633. Sedangkan unsur Udara dari sattuan Tugas Udara melibatkan pesawat Udara 2 Hawk dan pesawat Intai strategis.

Latihan manuver lapangan yang direncanakan sampai dengan 5 Agustus 2013 dalam bentuk Komando Tugas laut gabungan -13 tersebut bertugas melaksnakan operasi laut gabungan di mandala operasi di perairan laut natuna guna memutus   garis penghubung  laut lawan serta melaksanakan penyekatan dan pengendalian laut dalam mendukung tugas pokok TNI.

Unsur –unsur KRI yang tergabung dalam Komando Tugas Laut Gabungan 13 tersebut  melaksanakan  manuver  lapangan mulai dari pangkalan di Jakarta lintas laut menuju daerah operasi menuju petrairan Natuna  melaksanakan kegiatan latihan diantaranya manuver taktis, latihan pengembangan kerjasama taktis unsur laut dan udara, melaksanakan peperangan elektronika, peperangan anti udara dan peperangan anti kapal permukaan.

Jumat, 30 Agustus 2013

Uji Tembak Roket R-Han Buatan Indonesia Berhasil Diluncurkan Dengan Baik

http://www.jakartagreater.com/wp-content/uploads/2012/06/rhan341.jpg

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil meluncurkan sejumlah roket dengan daya jelajah hingga 100 kilometer. Peluncuran dilakukan di Kawasan Cilautereun, Garut, Jawa Barat. Dalam tayangan Liputan 6 Terkini SCTV, Kamis (30/8/2013), roket-roket dengan daya jangkau 30 dan 100 kilometer ini berhasil mengangkasa dengan baik.


Roket berjenis R-Han ini merupakan karya para ahli Indonesia dengan seluruh materialnya dari dalam negeri. Roket khusus ini diciptakan untuk memperkuat pertahanan dalam menjaga kedaulatan negara. Roket berhasil diciptakan berkat kerja sama para ahli dari Lapan, PT Pindad, serta Kementerian Riset dan Teknologi yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Teknologi Roket Nasional. Rencananya kemampuan roket akan ditingkatkan hingga memiliki daya jangkau 150 kilometer.

Peluru MU 3PB Kal 12,7 Milimeter Pindad Penembus Baja Tank

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSCZa56SFPSwIcTD3nIZi2vZ-iacQpYr3sSiZyFq616j0vnnhL1rQ

Indonesia sudah sejak lama mampu memproduksi senjata melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad (Persero). Salah satu produk inovasi Pindad adalah peluru yang mampu menembus tank baja. Engineer Produksi dan Desain Pindad, Budi mengungkapkan, peluru yang berjenis MU 3PB kaliber 12,7 milimeter tersebut diproduksi Pindad di Jawa Timur, daya ledaknya lebih kuat dibanding peluru yang selama ini biasa diproduksi perseroan.

"Peluru ini bisa tembus tank. Materialnya tetap alumunium dan tembaga, tapi daya ledaknya lebih besar," kata Budi di Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, dikutip Jumat (30/8/2013). Budi menjelaskan, pembuatan peluru dibedakan dari bahan peledak, ada yang hanya untuk melumpuhkan, bahkan ada yang mampu menghancurkan. Perbedaannya bisa dilihat dari warna di bagian runcing peluru yang diproduksi. Untuk peluru yang bisa menembus tank, berwarna perak di ujung bagian runcingnya.

"Kalau misalnya yang sudah tahu pasti hafal, warna merah, oh untuk ini, perak untuk ini," katanya. Dikatakan Budi, peluru tersebut digunakan khusus untuk senjata laras panjang berjenis sniper yang diproduksi oleh PT Pindad. Sniper tersebut memiliki jangkauan tembak hingga 1,8 kilometer. "Biasanya untuk ditaruh di helikopter," katanya. Namun, dia belum bisa menyebutkan, siapa yang sudah memesan baik peluru atau senjata canggih made in Bandung tersebut.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko : Jangan Sampai Alutsista Bagus, Prajuritnya Memble

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/30/115749820130830-101035780x390.JPG

Jenderal (TNI) Moeldoko resmi menjabat Panglima TNI setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8/2013). Apa yang akan dilakukan Moeldoko untuk TNI ? Langkah pertama, Moeldoko mengatakan, ingin melakukan konsolidasi internal untuk memahami organisasi TNI. Ia memperkirakan tidak akan lama waktu untuk konsolidasi untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) TNI.

"Prajurit-prajurit TNI harus profesional. Di sisi lain harus militan. Jangan alutsistanya bagus, prajuritnya memble," kata Moeldoko seusai pelantikan. Secara khusus, Moeldoko ingin memperbaiki secara serius kultur di TNI agar seluruh prajurit dapat memahami kehendak rakyat. Menurutnya, kultur menjadi persoalan utama di TNI lantaran masih adanya prajurit yang ugal-ugalan.

Langkah selanjutnya, Moeldoko ingin terus memodernisasi alutsista. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin baik sehingga alutsista semakin kuat. Alutsista terbaru yang masih berproses, kata dia, yakni pengadaan Helikopter Apache buatan Amerika Serikat. Ketika disinggung persiapan menjelang Pemilu 2014, Moeldoko menekankan prajurit TNI harus menjunjung tinggi netralitas. Terkait pengamanan rangkaian pemilu, ia akan membicarakan lebih detail terkait teknis dengan Kepala Polri.

"Saya harus dapat menjamin seluruh prajurit saya netral. Ini yang harus kerja keras. Kami juga dapat berkontribusi dalam pemilu agar tidak ada hambatan apapun. Dari sisi (distribusi) logistik kami siap membantu," pungkas lulusan terbaik Akabri tahun 1981 itu.

Presiden SBY Resmi Melantik Panglima TNI yang Baru

http://gdb.voanews.com/89F921CB-38FB-4AAD-9D77-68146349815D_w640_r1_s.jpg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (30/8) di Istana Negara melantik Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI dan Letjen Budiman sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Jenderal Moeldoko yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun, sementara Letjen Budiman sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Usai pelantikan, Jenderal Moeldoko mengatakan, prioritas utama yang akan dilakukan setelah menjabat sebagai Panglima TNI adalah penguatan sumber daya manusia. “Langkah-langkah saya yang pertama adalah penguatan SDM agar prajurit-prajurit TNI profesional, tapi di sisi yang lain dia juga harus militan. Jangan alutsista-nya bagus tapi prajuritnya memble, kita tidak mau itu,” ujarnya.

Selain itu, Moeldoko juga menjelaskan, ia akan terus melakukan modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk meningkatkan sistem persenjataan TNI. Ia juga menambahkan akan menjamin netralitas prajurit TNI dalam pemilihan umum yang akan datang. Sementara itu Letnan Jenderal Budiman mengatakan sebagai KASAD yang baru ia akan meneruskan apa yang telah dijalankan oleh pendahulunya.

“Prioritas saya tentu melanjutkan kepemimpinan yang lama, yang sudah berjalan. Kemudian kita lebih menyempurnakan, agar prajurit kita lebih profesional tetapi tidak meninggalkan jati dirinya,” ujarnya. Ia juga menginginkan agar prajurit angkatan darat dapat menjadi prajurit yang dicintai rakyat dan disegani oleh semua elemen bangsa.

Helikopter Serang Pertama China Berhasil Luncurkan Rudal AAM

http://3.bp.blogspot.com/-g0gnAnQihug/TebpJrh80XI/AAAAAAAAEtI/AGl0W7v8M4A/s1600/WZ-10+wz10.jpg

Helikopter WZ-10 yang merupakan helikopter serang pertama yang dikembangkan oleh China telah berhasil meluncurkan rudal udara-ke-udara (AAM) dan berhasil mengintersep target di ketinggian rendah untuk yang pertama kalinya. WZ-10 yang merupakan akronim dari "Wuzhuang Zhishengji 10" yang berarti "helikopter bersenjata", melakukan penembakan rudal itu saat latihan tempur yang melibatkan personel dari pasukan penerbangan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di perairan timur Provinsi Guangdong, China Selatan, pekan lalu.

Latihan tersebut, yang merupakan latihan tempur skala besar sejak dibentuknya pasukan penerbangan, diadakan untuk mempelajari metode pertempuran masa kini. Ada enam operasi yang dilakukan dalam latihan tersebut yaitu penembakan, dukungan penembakan jarak dekat, serangan khusus, airlanding di sisi sayap, intersepsi tembakan dan bergerak dengan "leapfrogging".

Helikopter serang WZ-10 atau biasa juga disebut Z-10 dirancang untuk misi anti tank, menetralkan pasukan dan kekuatan mobile di darat, dan misi sekunder untuk pertempuran udara-ke-udara. Helikopter ini pertama kali terlihat di hadapan publik pada saat China International Aviation and Aerospace Exhibition ke-9 di selatan kota Zuhai, Guangdong 2010 lalu. WZ-10 dirancang dan diproduksi oleh Perusahaan Changhe Aircraft Industries Corporation (CAIC) dari China, namun seorang engineer Rusia mengatakan bahwa WZ-10 adalah desain Rusia.

Kenaikan Mata Uang Dolar tak Ganggu Program Latihan Prajurit TNI-AD

http://korem172.files.wordpress.com/2008/02/tni-ad.jpg

Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah sampai saat ini belum mempengaruhi program latihan prajurit TNI-AD yang menggunakan alusista produk luar negeri. Kalaupun pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar berkepanjangan, TNI-AD akan melakukan kangkah-langkah penyesuaian. "Sampai saat ini belum ada pengaruhnya. Program latihan tetap berjalan seperti biasa. Kami yakin pemerintah akan menempuh kebijakan yang berdampak positif terhadap penguatan rupiah," kata Komandan Kodiklat TNI- AD, Letjen TNI Lodewijk F Paulus kepada para wartawan.

Menurut Lodewijk, program latihan dengan penggunaan persenjataan yang dijalankan di lingkungan TNI-AD selama 2013 merupakan hasil kontrak setahun sebelumnya. Dalam kontrak tersebut asumsi dolar terhaap rupiah di kisaran angka Rp 9.000. Jadi, kata dia, program- program latihan yang melibatkan persenjataan baik ringan maupun berat yang dibeli dengan dolar tidak ada pengaruhnya. "Baru akan terasa kalau berlanjut sampai 2014. Tapi saya yakin Bapak Presiden akan melakukan langkag- langkah tepat untuk mengatasi masalah nilai tukar rupiah ini," ujar dia.

Kodiklat merupakan lembaga latihan, doktrin, dan pendidikan TNI- AD. Kodiklat membawahi 20 pusat pendidikan, empat di antaranya yaitu Pusdik Infanteri, Kavaleri, Alteleri, dan Zeni bersentuhan langsung dengan alusista yang diproduksi di mancanegara. Dengan demikian, pengadaan alusista baik ringan maupun berat harus menggunakan mata uang dolar. "Ada sejumlah persenjataan yang didatangkan dari luar negeri," kata dia usai sertijab Wadan Kodiklat serta dua direktur di lingkungan Kodiklat.

Wadan Kodiklat diserahterimakan dati Mayjen TNI Mulyono kepada Brigjen TNI Dodi Usodo Hargo. Sedangkan Direktur Pendidikan diserahterimakan dari Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak kepada Kol Inf Gede Kusuma  Arta, sedangkan Direktur Latihan dati Brigjen TNI Prihadi Agus kepada Brigjen TNI Tatang Adi Cahyono. Serahterima jabatan tersebut berlangsung di Sula Kodiklat Jl Aceh Bandung.