Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Kamis, 22 Agustus 2013

Astros II Akan Perkuat Persenjataan TNI AD

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPYg1IPed57k9vtSQh-debSqD9wMTfXKBSsbKwxfW1XlH_bQd5Wa16bwyEjhQ3K-zxD5QUsOlcUJWV4RPVtquNThRnkXA25phuOfh2zEZ-l2mwKypCuHgQuoUk00rIYUdm_PA8B2guVRba/s1600/Avibras-Astros-II-Mk-6-2-milik-TNI-AD.jpg

Kesatrian Yonarmed 1/105 Tarik, Kodam V Brawijaya Malang, Malang, Jawa Timur akan diperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Multiple Launch Rocket System (MLRS) buatan Brasil atau Peluncur Roket Artillery Saturation Rocket System (Astros) II MK 6. Rencananya, pengiriman peluncur roket Astros II akan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama pengiriman paling cepat tuntas pada Desember 2014 mendatang. Komandan Yonarmed 1/105 Tarik, Letkol Arm. Aria Yudha, menuturkan, kesatuannya siap menerima Astros II. Baik kesiapan yang ditinjau dari segi sarana prasarana latihan, maupun pemberdayaan prajurit.

"Peran dari Kodam yang sudah lakukan penataran penggunaan dan pemeliharaan Astros kepada prajurit. Semua sudah dipersiapkan untuk dapat mengoperasikan Astros II," kata Yudha, Kamis (22/8). Sarana dan prasarana juga termasuk penyiapan tempat penyimpanan (garasi) yang mampu menampung hingga 18 peluncur roket, ruangan pemeliharaan dan lain-lain. Astros II MK 6 yang akan memperkuat Alutsista nasional merupakan Alutsista canggih buatan Brazil. Astros II MK 6 memiliki daya jelajah roket hingga 350 km.

http://www.avibras.com.br/img/CP%20PM%20%20SA%20ASTROS_AV_LMU.jpg

Persenjataan tersebut diyakini menjadi alutsista yang paling modern karena memiliki jarak jangkau yang jauh serta berdaya ledak besar (450 mm). Bahkan, pengoperasiannya sudah menggunakan sistem komputerisasi. Saat ini, alutsista yang dimiliki baru sebatas pada meriam 105 mm-M101A1 buatan Amerika tahun 1942, dan meriam 76/GN buatan Yugoslavia dengan tahun pembuatan 1949. Prajurit yang ada di Yonarmed 1/105 Tarik harus mengimbangi kecanggihan teknologi dari Astros II. Oleh karena itu, untuk mendukung hal tersebut, seluruh anggota TNI yang ada diwajibkan menguasai Bahasa Inggris.

Astros II memiliki kehandalan dan keakuratan cukup tinggi, terutama adaptabilitas terhadap karakteristik daerah operasi di Indonesia. Selain itu, Astros II memiliki daya tahan terhadap cuaca dan medan geografis sehingga sangat mendukung operasional dan taktis TNI AD. Hadirnya Astros II menjadikan kekuatan artileri medan (armed) TNI AD kini sejajar dengan AD Malaysia. Di negeri Jiran sendiri, telah jauh lebih dahulu mengoperasikan MLRS sejak 2001.

Latihan Bersama Kapal Perang TNI AL - Royal Australian Navy

http://static.liputan6.com/201308/130821bkri.jpg

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Bersama (Latma) dengan Royal Australian Navy (RAN) di perbatasan laut antara dua negara. TNI AL mengerahkan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari Satuan Kapal Patroli Koarmatim yaitu KRI Kakap-811 yang di komandani oleh Mayor Laut (P) Nurul Muhclis dan KRI Hiu -634 dengan Komandan Mayor Laut (P) Iwan Ridhwan. 

Kedua kapal perang yang dikirim pada, Rabu (21/08/2013) dari Koarmatim, Ujung, Surabaya itu telah tiba dan bersandar di dermaga Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kapal - kapal tersebut akan melaksanakan tugas latihan bersama dengan Angkatan Laut Australia di sekitar perbatasan laut kedua negara.

Latihan bersama Angkatan Laut kedua negara itu bersandikan Cassowary Exercise (Cassowek) 2013 yang akan memeragakan baik taktis maupun teknis secara bersama-sama di laut, serta meningkatkan Patroli Koordinasi (Patkor) antara Australia dan Indonesia (Aussindo). Latihan
bersama ini akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

Ratusan Tank Leopard Indonesia Tiba September 2013

http://www.military-today.com/tanks/revolution_l2.jpg

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menyatakan, Indonesia bakal segera menerima Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista) yang baru. Rencananya, alutsista baru itu bakal diterima pada September 2013 mendatang. “Mulai September dan Oktober ini sudah mulai berdatangan,” katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (21/08/2013). Sjafrie mengatakan, Tentara Nasional Indonesia bakal menerima ratusan tank berat Leopard. Rencananya, tank itu bakal ditempatkan di Jakarta sebagai strategi pertahanan ibu kota. “Akan masuk Jakarta dan disebarkan di satuan operasional,” kata dia.

Indonesia juga disebutnya bakal kedatangan puluhan tank jenis amfibi yang digunakan untuk menjaga garis pantai. Tank itu, kata Sjafrie, juga sebagian bakal ditempatkan di Jakarta. “Jadi kami informasikan juga ke Gubernur (Joko Widodo) misalnya bisa diberikan akses keluar masuk tank di Pantai Mutiara,” ujarnya. Selain tank, Indonesia juga bakal mulai menerima sejumlah unit roket untuk pertahanan jarak jauh dan beberapa unit pesawat tempur. “Semua dibeli sendiri oleh Indonesia, tidak diberikan pihak mana pun,” katanya.

Kementerian Pertahanan sendiri disebutnya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 150 triliun untuk kepentingan modernisasi alutsista. Anggaran itu diberikan pemerintah dalam kurun waktu lima tahun terakhir. “Tapi tidak terpakai semua karena syarat alutsista yang dibeli adalah daya pukul yang dahsyat ketersediaan fasilitas,” kata dia. Untuk diketahui, tank Leopard yang dibeli pemerintah Indonesia dari Jerman, sudah mengalami penyesuaian agar main battle tank (MBT) tersebut cocok digunakan untuk negara tropis.

Selain itu, menurut Menhan Purnomo Yusgiantoro, Indonesia cukup beruntung, karena dengan anggaran untuk 44 tank baru, akhirnya memperoleh hingga 150 tank, dengan 100 MBT Leopard dan sisanya tank medium Marder. “Kalau 44 itu brand new, tapi (yang sekarang) bekas. Tapi sudah dimodifikasi. Mereka itu terpakai untuk daerah tropis, karena itu namanya Leopard RI karena sudah di-adjusted yang bisa dipakai di daerah tropis,” kata Purnomo

“Tadinya dengan uang sama, kita hitung hanya dapat 44 brand new. Tetapi dengan uang yang sama, (dapat) 100 main battle tank, terus kita dapat lagi sekitar 50 medium battle tank, sehingga jumlahnya 150-an,” kata Purnomo lagi. Meskipun dilakukan penyesuaian terhadap negara tropis, namun kemampuan Leopard itu, kata Purnomo pula, akan tetap sama. “Ini malah menguntungkan,” tegasnya.

Inilah Belanja Militer Mesir dari Uang Bantuan AS

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/21/2305248-pasukan-mesir-menuju-perbatasan-dengan-gaza-780x390.jpg

Setelah jumlah demonstran sipil yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan militer Mesir terus naik pekan ini, anggota Kongres Amerika Serikat mempertanyakan bantuan luar negeri negara itu untuk militer Mesir yang sebesar US$ 1,3 miliar per tahun. Demokrat dan Republik, Minggu 18 Agustus 2013 lalu, menyebut kematian ratusan pendukung presiden Mesir terguling, Muhammad Mursi, tidak dapat diterima. "Kita perlu menggunakan pengaruh kita dengan mengatakan kita akan [menangguhkan bantuan] sampai Anda memulihkan demokrasi," kata Senator Partai Republik dari New Hampshire, Kelly Ayotte, dalam acara NBC "Meet the Press."

Pemotongan bantuan militer Amerika Serikat ke Mesir lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Sebab, ini bisa membahayakan aliansi dekade panjang antara Washington dan Kairo. sekitar 80 persen penggunaan anggaran itu untuk pengadaan senjata, yang juga dibeli dari kontraktor pertahanan AS. Meskipun berita Senin 19 Agustus 2012 menyebutkan bahwa pemerintahan Barack Obama telah diam-diam menghentikan bantuan militer ke Mesir, catatan federal mengungkapkan bahwa militer AS masih menyetujui kesepakatan pengadaan senjata baru dengan Mesir.

Di bawah ini adalah beberapa kontrak pengadaan senjata terbesar militer Mesir dengan kontraktor pertahanan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

  • 125 M1A1 Tank Abrams, $ 1,3 miliar : Tanggal: Juli 2011; Kontraktor pertahanan: General Dynamics, Honeywell, Allison Transmission.
  • 24 pesawat tempur F-16, US$ 3,2 miliar : Tanggal: Oktober 2009; Kontraktor pertahanan: Lockheed Martin.
  • Enam kapal perang Frigate, US$ 210 juta : Tanggal: Juli 2010; Kontraktor pertahanan: VSC Global.
  • 6.900 rudal anti-baja, US$ 319 juta : Tanggal: September 2008; Kontraktor pertahanan: Raytheon
  • 12 helikopter Apache, US$ 820 juta : Tanggal: Mei 2009; Kontraktor pertahanan: Boeing.
  • 400 rudal Hellfire, US$ 51 juta : Tanggal: Desember 2009; Kontraktor pertahanan: Hellfire Limited.
  • 6 helikopter Chinook, US$ 308 juta : Tanggal: Agustus 2009; Kontraktor pertahanan: Boeing.
  • 2.000 rudal TOW, US$ 99 juta : Tanggal: Oktober 2007; Kontraktor pertahanan: Raytheon
  • 4 helikopter Blackhawk, US$ 167 juta : Tanggal: September 2008; Kontraktor pertahanan: Sikorsky.

Moeldoko, Jenderal TNI yang Buat DPR Terkesan

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/21/125649420130821-115546780x390.JPG

Calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko menjanjikan inovasi internal di tubuh TNI jika ia terpilih. Dengan kekuatan personel dan rasio penggunaannya, menurut dia, perlu komitmen tinggi untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI. Profesional karena terlatih dan terdidik, serta sejahtera sebagai prajurit TNI dalam melaksanakan tugas.

"Sebagai prajurit militer, kesejahteraan dapat diartikan bahwa prajurit dilengkapi dengan alutsista yang andal dan ergonomis, dan prajurit TNI juga dijamin hak-haknya untuk hidup layak dengan status sebagai prajurit TNI," kata Moeldoko, dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan, di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, JakartaSelain itu, Moeldoko juga mengungkapkan gagasan terkait inovasi teknologi dan manajemen terpadu dengan pemilihan alutsista yang memiliki teknologi serta ergonomis. Ia berpendapat, melengkapi prajurit dengan perlengkapan berteknologi canggih mungkin terlihat mahal dalam jangka pendek, tetapi efisien dalam jangka panjang. Pemilihan alutsista dengan teknologi tinggi, menurutnya, dapat mengurangi jumlah personel secara signifikan atau setidaknya bisa bertahan pada zero growth.

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/08/21/173414020130821-162220780x390.JPG

Ia juga bertekad untuk mengurangi risiko ketergantungan pada alutsista dari luar negeri. Alasannya untuk menciptakan kemandirian pada jangka menengah dan jangka panjang sekaligus mencegah penyadapan oleh pihak lawan yang dapat berimplikasi pada jatuhnya korban prajurit TNI yang lebih banyak.

Menyongsong pemilihan umum 2014, Moeldoko menjamin TNI akan berdiri dalam posisi netral dengan tetap berkontribusi pada penyelenggaraannya sesuai undang-undang. Kepala Staf TNI AD ini juga berjanji TNI akan selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. "Dan yang lebih penting lagi, saya menjamin TNI tak akan lagi kembali ke Dwi Fungsi ABRI seperti di masa lalu," katanya.

TNI AD: Modernisasi Alutsista Sesuai Kebutuhan dan Geogafis

http://static.liputan6.com/201210/alutsista121007b.jpg



Tahun demi tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memodernisasi Peralatan Utama Sistem Persenjataan (alutsista) untuk menunjang tugas utama, menjaga kedaulatan dan wilayah Indonesia. Tak hanya TNI, Angkatan Darat pun turut membeli sejumlah peralatan tempur baik dari dalam dan luar negeri untuk menggantikan peralatan yang mulai berumur.

Peralatan tempur yang dibeli di antaranya seperti Tank Leoprad dari Jerman, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi geografis.

"Batalion Kaveleri 8/2 Kostrad di Pasuruan, Jawa Timur menjadi salah satu batalion yang akan menerima peralatan tempur baru, seperti Tank Leopard. Karena itu bisa dilihat langsung, di sana kebutuhan real TNI AD," kata Kasubdis Penum Dispenad, Kolonel Zaenal M dalam press tour di Malang, Jawa Timur.

Selain itu, ia menambahkan, Batalion Arteleri Medan (Yonarmed) 1Dam V/Brw di Malang juga akan menerima sejumlah rudal modern. Pada acara press tour yang diikuti sejumlah media dan dilangsungkan pada Selasa hingga Kamis (20-22 Agustus 2013) di Malang, Jawa Timur, TNI juga akan melakukan tinjauan mengenai kondisi peralatan tempur dan keluarga prajurit di daerah.

Rabu, 21 Agustus 2013

Jendral TNI-AD Moeldoko Janji Optimalkan Alutsista Produksi Dalam Negeri

http://assets.jaringnews.com//3/2013/07/24/73e18fb5b63ec7b55b5bc6d269cf753f_1.jpg

Calon Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memiliki cita-cita untuk mengoptimalkan penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) produksi dalam negeri. Sehingga dapat tercipta kemandirian, baik untuk jangka menengah dan jangka panjang.

"Seperti radar dan alat komunikasi. Untuk menjamin keamanan penggunaan, untuk mencegah penyadapan pihak lawan yang dapat berimplikasi jatuhnya korban prajurit yang semakin banyak," ujar Moeldoko dalam Rapat Fit and Proper Test calon Panglima TNI di ruang Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8).

Target Moeldoko disambut anggota Komisi I DPR dari fraksi PAN, Chandra Tirta Wijaya. Ia meminta komitmen Panglima TNI terkait masalah alutsista TNI di dalam negeri.

Menurut Chandra TNI harus memprioritaskan industri dalam negeri untuk produksi alutsista. "Apabila terjadi suatu hal, kemandirian alat pertahanan penting," ujarnya. Selain itu, Chandra menjelaskan, jika lebih banyak membeli peralatan dari luar negeru akan memberikan beban ke Indonesia. "Impor makin banyak," katanya.

Australia Lepas Tangan Jika Kru Freedom Flotilla Ditangkap di Indonesia

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/sites/default/files/imagecache/ra_article_feature/images/2013/08/20/Bob%20Carr%20dan%20Tony%20Burke.jpg

Pemerintah Australia tidak akan bertanggung jawab jika puluhan aktivis Australia yang ikut dalam pelayaran Freedom Flotilla ke Papua ditangkap oleh pihak keamanan Indonesia dan Papua Nugini. Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr menegaskan Australia tidak bisa mengintervensi hukum di Indonesia dan Papua Nugini jika ada warga negara lain melanggar hukum dan imigrasi kedua negara itu.

Penjelasan itu terkait dengan perjalanan puluhan aktivis Australia dan sejumlah aktivis Papua Merdeka yang telah mendapat suaka serta pasport Australia sedang menuju ke Papua Nugini dan Merauke, Papua dengan kapal layar Freedom Flotilla. Menurut Carr Pemerintah Australia tidak punya kewajiban untuk memberikan bantuan konsuler sekalipun kalau mereka melanggar hukum Indonesia dan Papua Nugini.

“Mereka harus tahu resikonya dan hukumannya jelas yang akan diterapkan dan Australia tidak bisa mengintervensinya,” tegas Carr. Carr juga menyampaikan kementerian luat negeri telah memberikan peringatan surat resmi kepada semua orang yang ikut dalam pelayaran melalui juru bicara mereka.

“Mereka sudah mendapat peringatan dari media dan surat secara eksplisit dari kementerian luar negeri yang menyatakan, jika mereka melanggar hukum Indonesia dan PNG.. jangan harapkan pajak Australia dihabiskan untuk menangani kasus kalian, seperti penanganan warga negara Australia lainnya di Bali,” ujarnya. Carr dalam konferensi pers di sela pertemuan penanganan pencari suaka di Jakarta juga mengatakan apa yang dilakukan oleh puluhan aktivis itu tidak mendapat simpati dari Pemerintah Australia.

Dia bahkan menyebut Pemerintah Australia dari semua faksi, baik partai Buruh dan oposisi mengakui kedaulatan dan negara kesatuan Indonesia termasuk Papua Barat. “Australia mengakui itu juga merujuk pada ‘Lombok Treaty’,” lanjutnya. Sementara itu pelayaran Freedom Flotilla tetap berlangsung meski telah mendapat peringatan dari Pemerintah Indonesia dan tidak mendapat dukungan dari Australia.

Semalam, salah seorang aktivis yang ikut dalam pelayaran, Amos Waingai kepada Radio Australia mengungkapkan telah sampai di sekitar Cooktown, wilayah pesisir pantai timur Australia. Mereka berangkat dari Cairns, negara bagian Quenssland dan diperkirakan sampai di Papua Nugini dan Meraukae awal bulan depan.

Waingai, aktivis Papua Merdeka yang mendapat suaka di Australia 7 tahun lalu mengklaim perjalanan mereka tidak bermotif politik tapi sebuah perjalanan budaya. Perjalanan itu disebut mempunyai misi untuk memperingati pemisahan daratan Australia dan pulau Papua sejak zaman pencairan es 10 ribu tahun yang lalu dan era kolonisasi.

“Terserah orang mau bilang apa, tujuan saya cuma satu, saya jalan untuk connect dua tempat antara pulau dan daratan besar,” kata Waingai. Dia juga menyatakan tidak takut akan dihadang oleh otoritas keamanan Papua Nugini dan Indonesia bahkan ancaman penangkapan terhadap mereka. Kami sudah siap menghadapi semua resiko yang akan terjadi. Semuanya,” tantang Waingai.

Indonesia Bangun Kapal Induk Untuk Helikopter Militer

http://i43.tinypic.com/2dayixd.jpg

PT PAL Indonesia (Persero) berencana mengembangkan kapal induk versi militer. Kapal ini nantinya mampu didarati hingga 8 unit helikopter. Kapal induk versi Indonesia ini, merupakan pengembangan dari kapal tipe Double Skin Bulk Carrier, Star-50 dengan berat 50.000 ton bobot mati (DWT).

"Star 50 dirancang untuk kapal induk. Kita siapkan rancangan. Dirancang untuk 8 helikopter. Belum termasuk yang disimpan di hanggar," ucap Petugas Penjaga Stand PAL Utario EP  di acara Kongres Diaspora, JCC Senayan Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Kapal ini nantinya diproduksi berdasarkan permintaan pemerintah Indonesia. Induk dari kapal ini yakni varian STAR 50 merupakan kapal angkut curah yang hanya dijual untuk pasar internasional. Kapal Induk yang nantinya dibuat dan dirancang di Surabaya, Jawa Timur, namun tidak dikonsep untuk didarati jet tempur.

"Kalau jet tempur kapalnya susah manuver di Indonesia karena laut kita nggak dalam," jelasnya. Kapal Induk buatan Indonesia ini nantinya akan menjadi kapal angkut helikopter atau helicopter carrier. Untuk versi pendahalunya STAR-50 telah diproduksi sejak tahun 2005 untuk angkutan curah.

Pasukan Marinir Indonesia dan Pasukan Marinir Amerika Gelar Lantern Iron 13-1

http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/8_Agustus/marinirindonesiaamerikagelarlatma2.jpg

Asisten Operasi Komandan Korps Marinir (Asops Dankormar) Kolonel Marinir Purwadi mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington secara resmi membuka latihan bersama Korps Marinir TNI AL dengan United States Marine Corps (USMC) di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jatim.

Latihan bersama dengan nama Lantern Iron 13-1 yang diikuti oleh prajurit Batalyon Taifib-1 Marinir dan US MARSOC tersebut berlangsung mulai 20 Agustus 2013 hingga 6 September 2013.

Dalam amanatnya yang dibacakan Asops Dankormar, Komandan Korps Marinir mengatakan bahwa situasi global khususnya keamanan maritim menuntut kesiapan Korps Marinir secara optimal. Untuk mencapai tingkat kesiapan yang optimal, prajurit Korps Marinir yang profesional dituntut untuk memiliki standar tertinggi dalam hal teknik dan taktik guna menangani berbagai situasi yang berkembang, sehingga dengan pelaksanaan latihan Lantern Iron 13 – 1 semua tuntutan dapat terpenuhi.

Latihan kali ini, lanjutnya, memfokuskan pada permasalahan pertempuran di darat dan di laut mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya. Kedua belah pihak akan saling bertukar pengetahuan, khususnya materi kemampuan Intai Amfibi, perang hutan dan sniper melalui metode teori hingga praktek di lapangan.

Sementara itu, Letkol Marinir Edy Cahyanto selaku Komandan Satgas Latihan mengatakan tujuan latihan Lantern Iron 13 – 1 yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerjasama/persahabatan dengan prajurit US MARSOC dalam bidang militer.


http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/8_Agustus/marinirindonesiaamerikagelarlatma3.jpg

Materi yang dilatihkan, lanjutnya, meliputi teori di kelas dan praktek di lapangan, untuk teori di kelas meliputi pertolongan pertama korban perang (Medical/Tactical Combat Casualty Care), dan identifikasi serta tindakan terhadap bahan peledak (Demolition Identification dan reaction), sedangkan untuk praktek dilapangan, materinya meliputi menembak sniper, operasi renang rintis (scout swimmer operation), raid amfibi, pengintaian pantai (beach landing technique), jungle and sea survival dan berganda (full mission profile).

“Latihan Bersama Lantern Iron 13 – 1 melibatkan 77 prajurit, 66 prajurit Taifib-1 Mar dan 11 prajurit US MARSOC, dengan menggunakan daerah latihan di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran untuk materi teori dan menembak, sedangkan untuk materi lainnya dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Lampon Banyuwangi,” tambahnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, Dandim Situbondo Letkol Arm Sugeng Riyadi, Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan, Paban Sops Pasmar-1 Letkol Mar Amir Kasman, Komandan PLP Baluran Letkol Mar Agus Gunawan Wibisono dan beberapa pejabat TNI/Polri diwilayah Situbondo.