Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Kamis, 08 Agustus 2013

Amerika Minta Indonesia Tangkap Snowden

http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2013/6/23/1372015020195/Edward-Snowden-008.jpg


Kepala Divisi Hubungan Internasional Markas Besar Kepolisian, Inspektur Jenderal Boy Salamudin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat menjalin kerjasama interpol dengan Indonesia terkait penangkapan mantan intelijen AS, Edward Joseph Snowden, 30 tahun.

"Walau mereka sebagai negara super power, mereka membutuhkan kerjasama dengan Indonesia," kata Boy di Markas Besar Kepolisian, Kamis 8 Agustus 2013.

Amerika, lanjut Boy, meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk menangkap Snowden yang dituding sebagai pembocor rahasia negara. “Ada temen-teman dari sana meminta bantuan untuk melakukan penangkapan sementara yang kita sebut professional arrest. Professional arrest itu apabila Snowden transit di Indonesia. Apabila itu ya," ujarnya.

Keberadaan Snowden saat ini diduga tinggal di Rusia. Negara beruang merah itu memberikan suaka yang berlaku selama satu tahun kepada Snowden sejak 1 Agustus lalu. Rusia menolak permintaan Washington untuk mengekstradisi Snowden.

Berbeda dengan Negara Paman Sam, kata Boy, Rusia tidak meminta pemerintah untuk menangkap Snowden apabila dia transit di Indonesia. "Rusia belum meminta apapun dengan Indonesia dalam konteks ke-interpol-an ya. Hanya Amerika saja sementara ini," tuturnya.

Edward Snowden menjadi sorotan dunia karena telah membocorkan dua program rahasia badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA). Dua program itu meliputi pengumpulan rekaman telepon pelanggan Verizon dan penyadapan data ke server perusahaan raksasa internet Amerika seperti Google, Facebook, Microsoft, Apple dan sebagainya.

"Saya tidak ingin hidup dalam masyarakat yang melakukan hal semacam ini (penyadapan). Saya tidak ingin hidup di dunia di mana segala sesuatu yang saya lakukan dan katakan, direkam," kata Snowden, soal alasannya membocorkan program rahasia itu. Snowden adalah mantan kontraktor NSA dan pernah menjadi pegawai dinas rahasia Amerika, Central Intelligence Agency (CIA).

Aksi Snowden ini mengguncang politik Amerika. Sebagian menyebut sikapnya heroik dan menjadikannya sebagai whistleblower (peniup peluit) karena membongkar kebijakan pemerintah yang mengancam privasi warga Amerika. Namun lainnya mengatakan sebaliknya. "Dia pengkhianat," kata jurubicara DPR Amerika, John Boehner.

10 Fakta Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit AS

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFPwnCGX3wMVoccXns8B1A14SXyywZ2gf4ti3B2u2KJw7SGEyaz0dhV36rFSpaRW4cbHtMEzCVceVAn1JL1Ag3-Jc-q9ZUh5pHpN2ofokVjA1t04HsIFvLH3TBFzL9vN7l63cU6Z0nyfc/s1600/pembom-siluman-b-2-spirit%25283%2529.jpg
Northrop Grumman B-2 Spirit, lebih dikenal sebagai pesawat pembom siluman, adalah pesawat pembom lincah dan berteknologi canggih. B-2 Spirit merupakan salah satu pesawat pembom Amerika Serikat yang berdesain unik layaknya pesawat alien dan mudah dikenali, namun sulit dideteksi radar saat menjalankan misinya. Berikut 10 fakta pesawat pembom siluman B-2 Spirit.
  • B-2 Sprit yang diproduksi oleh Northrop Grumman ini merupakan pesawat termahal di dunia. Harga per unitnya sekitar US$ 737 juta pada tahun 1997 atau saat ini sekitar US$ 1,01 miliar. Harga untuk pengadaan lengkap per unit mencapai US$ 929 juta atau saat ini sekitar US$ 1,27 miliar, yang meliputi pesawat, suku cadang, peralatan, retrofitting dan perangkat lunak.

  • Pesawat ini tidak terdeteksi dan terlacak oleh radar konvensional, sehingga kemungkinan besar misi-misinya akan sukses. Fitur silumannya adalah kombinasi dari fitur low observable (LO) pasif dan emitter aktif seperti Low Probability of Intercept Radars, radio dan laser designator. Biasanya ini dikombinasikan dengan sistem pertahanan aktif seperti chaff, flare dan electronic countermeasure (ECM). Filosofi ini juga memperhitungkan tingkat panas, suara, dan emisi yang biasanya juga digunakan musuh untuk melacak/menemukan pesawat.

  • Dua puluh B-2 saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Pesawat ini dirancang pada tahun 1980 dan awalnya direncanakan untuk digunakan dalam skenario operasi Perang Dingin, namun B-2 baru digunakan pertama kali untuk menjatuhkan bom dalam pertempuran di Serbia saat Perang Kosovo pada tahun 1999. Kemudian B-2 digunakan kembali di Perang Irak dan Afghanistan dan selanjutnya di Perang Libya pada tahun 2011.

  • B-2 memiliki panjang 21 m, lebar sayap 52,4 m, tinggi 5,18 m, luas sayap 478m², berat kosong 71.700 kg, berat penuh 152.200 kg, maksimal berat lepas landas 170.600 kg. B-2 didukung oleh 4 mesin General Electric F118-GE-100 turbofan non-afterburning yang masing-masing menghasilkan daya dorong 77kN. Kapasitas bahan bakarnya 75.750 kg.

  • Dari laporan USAF, diketahui jangkauan B-2 adalah 11.000 km. Memiliki kecepatan maksimum 1.010 km/jam (Mach 0,95) di ketinggian 40.000 kaki, sementara kecepatan jelajahnya 900 km/jam (Mach 0,85) di ketinggian 40.000 kaki.

  • Pembom ini diawaki oleh dua kru dan mampu menjatuhkan 80 bom JDAM pandu GPS 230 kg atau 16 bom nuklir B83 1.100 kg dalam sekali serang yang melewati sistem pertahanan udara anti-pesawat yang ketat. B-2 adalah satu-satunya pesawat siluman yang mampu membawa senjata terbanyak.

  • Setiap B-2 yang diparkir akan membutuhkan hanggar yang besar untuk menampung lebar sayapnya yang 52 meter. Sayapnya yang besar terdiri dari material yang dibutuhkan untuk menyerap radar guna terus menjaga integritas operasional. Mesinnya terletak di dalam sayap yang dimaksudkan untuk menyembunyikan induction fans dan knalpot.

  • Saat B-2 dikembangkan, sekitar 13.000 orang diperkerjakan di sebuah pabrik khusus di Pico Rivera, California untuk rekayasa dan manufakturnya. B-2 pertama kali diperkenalkan di depan umum pada tanggal 22 November 1988 di Air Force Plant 42, Palmdale, California, dimana disanalah tempat ia dirakit. Penerbangan publik pertamanya pada 17 Juli 1989 di Palmdale.

  • Pada tanggal 23 Februari 2008, B-2 Spirit jatuh di landasan pacu setelah lepas landas dari Pangkalan udara Andersen di Guam. Sebelumnya B-2 telah melalui 5176 jam terbang, dan itu merupakan kecelakaan pertama yang dialami B-2. Dua orang awak selamat dari kecelakaan itu. Pesawat hancur, kerugian dinilai sekitar US$ 1,4 miliar. Penyebab kecelakan kemudian diketahui penyebabnya adalah kelembaban di Port Transducer Units saat kalibrasi data udara. Kelembaban mendistorsi informasi yang dikirim ke sistem data udara B-2. Akibatnya, komputer B-2 tidak akurat menghitung airspeed, dan sudut negatif serangan, menyebabkan pesawat jatuh saat lepas landas.

  • Pada tahun 1984, seorang insinyur Northrop, Thomas Patrick Cavanaugh, ditangkap oleh FBI yang menyamar sebagai agen Rusia di sebuah hotel di Commerce, California karena berusaha menjual informasi rahasia B-2 ke Uni Soviet. Cavanaugh terlilit utang, mengalami perceraian dan bersedia menerima US$ 25 ribu untuk menjual teknologi B-2 yang dikembangkan AS miliaran dolar. Cavanaugh akhirnya divonis dengan hukuman penjara seumur hidup, namun pada tahun 2001 ia diberi pembebasan bersyarat.

http://firm-guide.com/wp-content/uploads/2013/01/B-2-Spirit-12.jpg

Noshir Gowadia, seorang insinyur desain yang memiliki andil besar dalam pengembangan sistem propulsi B-2, juga ditangkap pada bulan Oktober 2005 karena menjual teknologi B-2 kepada negara luar (isunya dijual kepada China). Pada tanggal 24 Januari 2011, Gowadia dijatuhi hukuman 32 tahun penjara. Gowadia yang terlahir dari orang tua India dan Amerika ini dikenal sebagai "bapak teknologi yang melindungi B- 2 dari rudal pencari panas."

Rabu, 07 Agustus 2013

Lima Anggota OPM Menyerahkan Diri

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/5e194a9a7afd1fd3512e58cc9c7e0d1a.jpg

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding menerima senjata Revolver dari 5 (lima) anggota sipil bersenjata yang mengaku anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Tiom, Selasa (6/8).

Sebanyak 5 (lima) orang sipil bersenjata yang mengaku sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara resmi menyerahkan diri dan menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kelima anggota ini sekaligus menyerahkan satu pucuk senjata laras pendek jenis Revolver beserta 4 (empat) amunisi kepada Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding di Tiom.

Kelima angota OPM yang diduga merupakan kaki tangan pimpinan tertinggi OPM, Goliat Tabuni ini diantaranya, Engga Kiwo alias Tola (26), Endokwi Kiwo (18), Abupak Kiwo (26) dan Petinus Kiwo (28).

Pada 5 Agustus 2013, 5 (lima) orang yang dipimpin langsung oleh Engga Kiwo keluar dari hutan dan bergabung ke NKRI. Ada informasi dari keluarga mereka yang mengatakan bahwa saudara Engga Kiwo memegang senjata, yang saat itu dia berada di distrik Malaganeri, Kabupaten Lani Jaya.

Dengan adanya informasi tersebut, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding memerintahkan Danramil untuk segera melakukan pendekatan-pendekatan, melaksanakan koordinasi dengan kepolisian, Pemda dan kepala suku dan pendeta, supaya yang bersangkutan bisa menyerahkan pistol kepada pihak aparat.

Mereka kembali kepangkuan NKRI dan itu terjadi Selasa (6/8), mereka datang dan dijemput, kemudian dibawa ke Koramil dan difasilitasi kebutuhan mereka seperti makan dan keperluan lain yang mereka butuhkan.

Mereka sudah turun dan perintah Pangdam XVII/Cenderawasih bahwa apabila ada saudara kita dari hutan yang ingin serahkan diri, kita siap terima dan siap membantu menolong mereka. Kita akan terima dengan tangan terbuka, tetapi apabila mereka membangkang, kita akan tumpas.

Puji Tuhan, Saudara kita sudah sadar dan kembali ke NKRI. Hal ini dilakukan oleh TNI Polri dan Pemda setempat, sehingga kini kelima eks kelompok sipil bersenjata ini sudah bisa berada ditengah-tengah masyarakat. Tidak lagi berselisih dengan aparat penegak Hukum.

Kembalinya kelima orang tersebut ke NKRI disimbulkan dengan dikembalikannya 1 pucuk senjata milik mereka dan juga TNI-Polri menyerahkan bendera Merah Putih dan Alkitab. Dalam bahasa Lanny Jaya menyatakan, bahwa kelompok ini sudah resmi kembali ke NKRI.

Sudah tidak jamannya lagi kita melakukan perlawanan, marilah saudara kita yang berbeda pandangan dengan kita, kembali ke NKRI bersama-sama membangun Papua ini dengan penuh suka cita.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lanny Jaya AKBP Jafar Sadik, Danyon 756/WMS Mayor Inf Tamimi Kusuma, Danramil Tiom Kapten Inf Yohanes T, Kadistrik Malageneri Lupas Wenda, Ketua II Wilayah Gereja Babtis Kab. Lanny Jaya Habel Yigibalom dan masyarakat setempat.

Filipina Sambut Kapal Perang AS

http://www.jpnn.com/picture/normal/20130806_215756/215756_478575_kapal_perang_filipina.jpg

Ketegangan antara Filipina dan Tiongkok gara-gara sengketa wilayah bakal semakin sengit. Kemarin (6/8) Filipina menyambut kehadiran kapal perang US Coast Guard di perairan barat daya Filipina.

Presiden Benigno Aquino III menyambut langsung kapal seberat 3.250 ton itu. Nama kapal tersebut lantas diubah menjadi fregat BRP Ramon Alcaraz. Kapal itu bersandar di Teluk Subic, barat daya Manila. Satu bagian dari bekas pangkalan Angkatan Laut AS tersebut segera disulap menjadi pusat militer Filipina setelah pemerintah menyetujui rencana untuk memindahkan sejumlah asetnya ke dekat kepulauan yang menjadi sengketa di Laut China Selatan.

Marching band militer memainkan lagu-lagu nasional dan ratusan murid sekolah melambai-lambaikan bendera Filipina yang berukuran kecil. Sebanyak 21 tembakan meriam mengiringi kemeriahan upacara penyambutan itu.

"(Kapal) ini akan mengintensifkan patroli kami di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina dan meningkatkan kemampuan kami untuk mengatasi berbagai ancaman dari luar, melakukan operasi penyelamatan, dan menjaga sumber daya laut," terang Aquino di depan hadirin, termasuk Dubes AS untuk Filipina Harry Thomas.

Pada 2001 kapal perang US Coast Guard lain telah lebih dulu tiba. Kapal tersebut menjadi yang terbesar dan paling modern saat itu. Dengan berat 3.390 ton, fregat yang lantas diberi nama BRP Gregorio del Pilar tersebut telah berpatroli intensif di wilayah sengketa dan sempat bersitegang dengan kapal-kapal Tiongkok di Scarborough Shoal, sebuah spot mencari ikan bagi para nelayan sekitar 260 kilometer dari Teluk Subic.

TNI AU Hibahkan Pesawat OV-10 Untuk Museum Soesilo Soedarman

http://tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2013-08/2013-08-06-mbau1.jpg

Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia didamping Asops Kasau Marsda TNI Bugus Puruhito, Aspers Kasau Marsda TNI Mawardi, Aslog Kasau Marsda TNI Ida Bagus Anom, Danjen Akademi TNI Marsda TNI Bambang Samoedro S.Sos, Kadispenau Marsma TNI S.B Supriyadi dan Kadismatau Marsma TNI Robert Soter Marut, menandatangani Prasasti penghibahan pesawat tempur OV-10 Bronco untuk museum Jendral Soesilo Soedarman yang berada di Cilacap disaksikan Ibu Soesilo Soedarnan di Mabesau, Cilangkap, Selasa (6/8).

Pesawat tersebut telah diserahkan sejak 19 Juni 2013 oleh Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang Marsma TNI Gutomo, S.IP kepada Bapak Misnem (Kepala Bidang kerjasama Museum Soesilo Soedarman) di Malang.

http://rentalmobilyogyakarta.net/wp-content/uploads/2012/02/1.jpg

Keberadaan pesawat tempur OV-10 Bronco TNI Angkatan Udara pada masanya telah banyak menorehkan tinta emas bagi perjalanan TNI Angkatan Udara khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, melalui berbagai operasi yang telah dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara, seperti Operasi Seroja dan Operasi Tuntas di Tim-Tim, Operasi Tumpas di Irian (Papua barat), Operasi Halilintar di Tanjung Pinang, Operasi Guruh di Maluku, Operasi Halau di Kepulauan Natuna, Operasi Rencong di Aceh, Operasi Oskar di Sulawesi dan operasi lainnya ini, telah dinyatakan grounded sejak Oktober 2007 silam.

Dengan adanya museum Soesilo Soedarman dan pesawat tempur OV-10 Bronco dari TNI Angkatan Udara ini Kasau mengharapkan nilai-nilai perjuangan bangsa dapat disimak kembali khususnya oleh masyarakat Cilacap dan sekitarnya, sehingga semangat pengabdian dan perjuangan tetap ada dihati para generasi muda untuk meneruskan perjuangan demi kejayaan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Ny Soesilo Soedarman yang didamping putranya Tri Haryo Susilo menghucapkan terima kasih atas hibah pesawat tempur TNI Angkatan Udara yang keperkasaanya telah melegenda ini, guna menambah koleksi benda bersejarah di museum.

KASAL Tinjau Pembangunan Kapal Perang di Batam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJMSZAFjtm5SpLAktnqiOYmWyvTbLLKwdTn_tj5N_EzdTBF7aZ0PyyEO6GHHJAVi6mX6OdzMGYcCDTfc1qpgcyWJeZ72tkZVuU9QReXX_N1WSBW_e3rKpdkkkgFVv8mb9EjKWATVRdYgg/s1600/06-08-13+kasal+ke+pt+palindo500.jpg

10 Agustus 2013, Batam: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio didampingi Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV (Danlantamal IV) Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Agus Heryana, S.E., melaksanakan kunjungan kerja di galangan kapal yaitu PT. Citra Shipyard dan PT. Palindo Marine Shipyard, Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Raiu. Dalam kunjungann diterima langsung oleh Direktur Utama Palindo Marine Bapak Harmanto. Selasa (06/08/13)

Kunjungan tersebut dalam rangka peninjauan KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850 salah satu kapal perang patroli cepat jenis PC 43 meter dan KAL-II-4-57 Nipa, yang merupakan produk PT. Palindo Marine Shipyard karya anak bangsa Indonesia. Turut hadir pada kegiatan tersebut; Danguskamlabar, Dandenma Mabesal, Asintel Danlantamal IV serta Danlanal Batam.

Selasa, 06 Agustus 2013

Pesawat Tempur Mata-mata China ke Rusia

http://www.aeroflight.co.uk/wp-content/uploads/2010/02/jh7-2.jpg

Lima pesawat tempur mata-mata China JH-7A bertandang ke Rusia dalam paket kerja sama militer bilateral. Menurut warta Xinhua pada Selasa (6/8/2013), pesawat itu terbang sekitar satu jam untuk melakukan pengintaian sekaligus menemukan target penembakan.

Satu dari pilot pesawat tempur itu, Wang Xiaoliang menceritakan pengalamannya dalam latihan bersama itu.
Dalam kerja sama itu, pihak Angkatan Udara (AU) China mendapat penjelasan soal prosedur bandara militer, kontrol udara, kondisi cuaca, dan pelatihan menggunakan landas pacu.

Kerja sama kedua negara berkode Misi Damai 2013. Pelatihan itu dihelat sejak 27 Juli hingga 15
Agustus 2013. Ada tiga fase tugas yakni penempatan pasukan, perencanaan perang, dan simulasi tempur.

China Akan Segera Menghadapai Pesawat Tempur dan Pembom AS Lainnya

http://www.hdwallpaperstop.com/wp-content/uploads/2013/02/F-35-A-Wallpaper.jpg

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya bekerja sama untuk memperingatkan China bahwa mereka menghadapi kekuatan besar dan tidak dapat sendirian tanpa biaya. Pesawat-pesawat tempur dan pembom Amerika terbaru akan ditempatkan mulai di Jepang hingga India, yang memberikan hantaman di semua wilayah maritim China, jelas Carlisle.

Persenjataan udara segala medan Amerika yang paling canggih, F-35, pertama kali akan digelar di Pasifik setelah pesawat itu mencapai Kemampuan Operasi Awal (IOC), kata Carlisle. F-35 mungkin akan diterbangkan menuju empat pangkalan militer: Misawa, Jepang; Kadena, Jepang; Osan Air Base, Korea, dan Kunsan Air Base, Korea.

Belum ada keputusan akhir yang dibuat namun Jendral AU Amerika, Jendral Herb “Elang” Carlisle memperjelas bahwa pangkalan-pangkalan militer itu adalah tempat yang yang terbaik. Di Australia, Angkatan Udara AS berencana untuk mengirimkan “pesawar-pesawat tempur, kapal-kapal tanker, dan pada beberapa titik di masa depan, mungkin pesawat-pesawat pembom yang dikirim secara rotasi,” kata Carlisle pada pertemuan Defense Writers Group.

Pesawat-pesawat itu akan beroperasi di dekat pangkalan Angkatan Udara Australia di Darwin. Singapura membeli F-35B. Pesawat tempur Amerika lainnya akan terbang dari Pangkalan Militer Korat di Thailand. Dan pesawat-pesawat Amerika dapat beroperasi dari Indonesia dan Malaysia, dan sebuah pangkalan militer di India, kata Carlisle.

Sebentar Lagi KCR-60 Akan Melaut (2013)

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2012/12/kcr60.jpg

PT. PAL optimis, kapal pertama KCR-60 bisa diluncurkan tahun 2013 sesuai target waktu yang ditetapkan. Pihak PT PAL belum bersedia menyebut jenis rudal yang akan diinstal pada Kapal Cepat Rudal 60 meter ini. Menurut salah satu pejabat PT PAL, peluru kendali untuk KCR 60, diupayakan produk dari Negara Barat/Eropa. Namun dia belum bisa memastikan.

Wah…terkejut juga mendengar kabar tersebut, karena yang terbayang selama ini, rudal yang dipasang di KCR60 adalah C-705 buatan China, karena Indonesia dan China terlibat kerjasama pengembangan rudal tersebut. Ketika saya tanya lagi, apa jenis rudal dan buatan negara mana, orang tersebut menghindar.”Masih penjajakan”, tuturnya.

Jika benar rudal Eropa yang dipasang di KCR tersebut, tentu Armada tempur TNI AL, akan semakin menakutkan dan gahar. Kapal kecil tapi memiliki rudal yang mematikan. Pada tahap awal, TNI AL memesan 3 unit KCR-60 yang ditargetkan selesai seluruhnya pada tahun 2014.  Harga kapal Rp 500 miliar/unit. Jika produk PT PAL dianggap bagus, TNI AL akan memesan 13 KCR60 tambahan, sehingga jumlah totalnya 16 KCR-60.

Disain Kapal Cepat Rudal KCR 60 (photo: PT PAL)
Disain Kapal Cepat Rudal KCR 60 (photo: PT PAL)

Proyeksi KCR-60
Apa sebenarnya proyeksi TNI AL atas kapal cepat rudal 60 meter ini ?. TNI AL menargetkan KCR-60 akan dilengkapi  sistem persenjataan  anti surface warfare (ASUW), anti air warfare (AAW), electronic warfare (EW), naval gun fire support (NGFS), dan anti submarine warfare (ASW).

Indonesia sangat membutuhkan banyak kapal perang sekelas KCR 60 karena merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. KCR 60 meter ditargetkan mempunyai kemampuan olah gerak yang tinggi, lincah dalam posisi tembak dan mampu melaksanakan penghindaran dari serangan balasan lawan.

KCR-60 Mesir

Kapal Cepat Rudal 60 meter Mesir mengusung RAM Launcher dan 8 rudal RGM-84L Boeing Harpoon SSM Block II (photo:NAVSEA/USN)



Melihat proyeksi yang ditujukan kepada KCR-60 tersebut, saya jadi teringat dengan kapal sejenis milik Mesir yang juga memiliki panjang 60 meter, persisnya 63 meter. Fast Missile Craft (FMC) Mesir merupakan kapal perang berukuran kecil yang modern dan mematikan.

Dengan model yang “siluman” FMC Mesir ini memiliki radar cross section yang kecil sehingga bisa menghindari radar lawan. KCR Mesir juga dilengkapi infrared suppression devices atau infrared signature suppression (IRSS)  untuk mengurangi kerentanan kapal dari sasaran IR guided anti-ship missiles kapal lawan. Kapal itu juga memiliki  radiated noise untuk seluruh frekuensi komunikasinya. FMC ini memiliki kecepatan  34 knots dan dapat dipacu hingga 41 knots dalam kondisi muatan ringan. Awak kapal 38-4o peronel dan mampu berlayar hingga 15 hari.

Senjata utama FMC ini adalah 8 rudal Harpoon Block II dan  dilengkapi Oto Melara Super Rapid gun 76.2 mm sebagai senjata anti kapal permukaan dan pertahanan udara. Untuk mengatasi ancaman jarak jauh ataupun cruise missile, FMC Mesir dilengkapi Rolling Airframe Missiles (RAM) Mk 49 serta CIWS (Close-In Weapon System) Phalanx Block 1B. Senjata lainnya adalah M60 machine guns sebanyak 2 unit.

Rolling Airframe Missile (RAM) Launcher (photo:Raytheon)

Rolling Airframe Missile (RAM) merupakan misil supersonic dengan bobot yang ringan bersifat fire and forget dan bereaksi secara cepat untuk menangkis serangan rudal jelajah anti-kapal maupun ancaman asimetris dari udara maupun kapal permukaan, termasuk helikopter serta ancaman udara lainnya dan ancaman kapal permukaan. Menurut Raytheon RAM ini sudah uji tembak sebanyak 300 kali dengan tingkat kesuksesan 95 persen. Salah satu ujicobanya adalah menangkis dua rudal jelajah yang datang sekaligus. Versi terbaru dari RAm ini adalah RIM 116 yang merupakan kerjasama AS dan Jerman.

Primary Function: Ship Self Defense. RAM Launcher Specifications
Above-Deck Weight: 11,432 lbs. (5,196 kg)
(Including Rounds)
Below-Deck Weight: 2,069 lbs (940 kg)
Working Circle: 129 in. / 3.28 m
Train: +380?
Elevation: ?25? to +80?
Missile Capacity: 21
Contractor : Raytheon.
Date Deployed : Mid-1993.
Propulsion : Solid-propellant rocket.
Length : 9.3 ft 2.82 m
Diameter : 5 inches (12.70 centimeters)
Wingspan : 17.5 in / 44.5 cm
Weight : 162 lbs. (73.5 kilograms)
Speed : Supersonic
Platforms :
Amphibious Assault Ships (LHA/LHD)
Landing Platform Dock Ships (LPD)
Carriers (CVN)
Dock Landing Ships (LSD)
Littoral Combat Ship (LCS)
Warhead : 7.9 lbs. (explosive weight).
Empat unit fast missile craft (FMC) Mesir dikerjakan oleh Perusahaan VT Halter Marine yang bermarkas di Pascagoule, Mississippi, Amerika Serikat. Perusahaan VT Halter Marine memang telah banyak membuat kapal perang untuk AS, terutama untuk U.S. Coast Guard, US Navy dan American Bureau of Shipping. Kapal kedua dan ketiga diserahkan tahun 2013 ini, sementara kapal keempat pada tahun 2014.
Akankah KCR 60 produk Indonesia setangguh milik Mesir ?. Kita belum tahu. Tapi yang jelas, kapal perang dengan ukuran 60 meter pun, bisa mengusung senjata yang mematikan seperti Harpoon Block II maupun Rolling Airframe Missiles (RAM).

Spesifikasi KCR-60 :

60 Meter Fast Missile Craft KCR-60M) :
- Length Overall (LOA): 59.80 M
- Length waterline (LWL): 54.82 M
- Width: 8:10 M
- Height: 4.85 M
- Draft at full charge: 2.60 M
- Displacement: 460 Ton
Speed at Beaufort Scale Sea State 2 and 1:
- Maximum speed 28 knots
- Cruising Speed 20 knots
- Economical Speed 15 knots
Armament systems
1 X 57 mm cannon Home
2 X 20 mm guns
2 X 2 surface anti-ship missile launchers (SSM)
2 X Decoy Launcher
Navigation
Have the resilience to navigate in all weather up to Sea State 6
Endurance at sea: 9 days
Cruising range: 2,400 nm at a speed of 20 knots
Accommodation: 43 people
KCR 60m is designed by considering the eligibility criteria of the sea as follows:
Patrol duties until the sea state 3
Operation of the weapon up to sea state 4

Penampakan KCR-60 tahun 2013
Kita berharap KCR-60 milik TNI AL nanti merupakan kapal yang benar-benar siap tempur karena kapal itu diciptakan untuk bertempur. Jika perlu jumlah kapal dikurangi, namun dilengkapi senjata mematikan seperti “KCR 60″ Mesir. (JKGR).

Menhan AS Jamu Pejabat Rusia di Tengah Ketegangan Kedua Negara


http://gdb.voanews.com/FF75FFCB-4080-4EE5-B2E6-6779A65E306D_mw1024_n_s.jpg



Pembicaraan antar para pejabat tinggi AS dan Rusia akan mencakup diskusi tentang Suriah, Afghanistan, Iran dan traktat senjata START yang baru. Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Pertahanan Chuck Hagel akan bertemu menteri luar negeri dan menteri pertahanan Rusia di Washington.

Juru bicara Deplu Amerika mengatakan pembicaraan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Menhan Rusia Sergei Shoigu akan mencakup diskusi tentang Suriah, Afghanistan, Iran dan traktat senjata START yang baru. Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan kepada harian The New York Times bahwa Kremlin mengharapkan pembicaraan yang sangat mendalam. Ia mengatakan ada sejumlah “pertanyaan tajam, kontroversial dan sulit” yang dihadapi kedua negara. Amerika mengatakan pihaknya sedang mengkaji ulang rencana KTT bulan depan antara Presiden Barack Obama dan Presiden Vladimir Putin di Moskow.

Amerika berang karena Rusia memberikan suaka sementara kepada mantan pekerja kontrak intelijen Edward Snowden, yang dicari karena membocorkan informasi program pengintaian rahasia oleh Amerika. Rusia dan Amerika juga berbeda pendapat mengenai Suriah, dimana Rusia mempersenjatai rezim Assad dan Amerika mendukung pihak pemberontak.