Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Selasa, 06 Agustus 2013

Pesawat Tempur Mata-mata China ke Rusia

http://www.aeroflight.co.uk/wp-content/uploads/2010/02/jh7-2.jpg

Lima pesawat tempur mata-mata China JH-7A bertandang ke Rusia dalam paket kerja sama militer bilateral. Menurut warta Xinhua pada Selasa (6/8/2013), pesawat itu terbang sekitar satu jam untuk melakukan pengintaian sekaligus menemukan target penembakan.

Satu dari pilot pesawat tempur itu, Wang Xiaoliang menceritakan pengalamannya dalam latihan bersama itu.
Dalam kerja sama itu, pihak Angkatan Udara (AU) China mendapat penjelasan soal prosedur bandara militer, kontrol udara, kondisi cuaca, dan pelatihan menggunakan landas pacu.

Kerja sama kedua negara berkode Misi Damai 2013. Pelatihan itu dihelat sejak 27 Juli hingga 15
Agustus 2013. Ada tiga fase tugas yakni penempatan pasukan, perencanaan perang, dan simulasi tempur.

China Akan Segera Menghadapai Pesawat Tempur dan Pembom AS Lainnya

http://www.hdwallpaperstop.com/wp-content/uploads/2013/02/F-35-A-Wallpaper.jpg

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya bekerja sama untuk memperingatkan China bahwa mereka menghadapi kekuatan besar dan tidak dapat sendirian tanpa biaya. Pesawat-pesawat tempur dan pembom Amerika terbaru akan ditempatkan mulai di Jepang hingga India, yang memberikan hantaman di semua wilayah maritim China, jelas Carlisle.

Persenjataan udara segala medan Amerika yang paling canggih, F-35, pertama kali akan digelar di Pasifik setelah pesawat itu mencapai Kemampuan Operasi Awal (IOC), kata Carlisle. F-35 mungkin akan diterbangkan menuju empat pangkalan militer: Misawa, Jepang; Kadena, Jepang; Osan Air Base, Korea, dan Kunsan Air Base, Korea.

Belum ada keputusan akhir yang dibuat namun Jendral AU Amerika, Jendral Herb “Elang” Carlisle memperjelas bahwa pangkalan-pangkalan militer itu adalah tempat yang yang terbaik. Di Australia, Angkatan Udara AS berencana untuk mengirimkan “pesawar-pesawat tempur, kapal-kapal tanker, dan pada beberapa titik di masa depan, mungkin pesawat-pesawat pembom yang dikirim secara rotasi,” kata Carlisle pada pertemuan Defense Writers Group.

Pesawat-pesawat itu akan beroperasi di dekat pangkalan Angkatan Udara Australia di Darwin. Singapura membeli F-35B. Pesawat tempur Amerika lainnya akan terbang dari Pangkalan Militer Korat di Thailand. Dan pesawat-pesawat Amerika dapat beroperasi dari Indonesia dan Malaysia, dan sebuah pangkalan militer di India, kata Carlisle.

Sebentar Lagi KCR-60 Akan Melaut (2013)

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2012/12/kcr60.jpg

PT. PAL optimis, kapal pertama KCR-60 bisa diluncurkan tahun 2013 sesuai target waktu yang ditetapkan. Pihak PT PAL belum bersedia menyebut jenis rudal yang akan diinstal pada Kapal Cepat Rudal 60 meter ini. Menurut salah satu pejabat PT PAL, peluru kendali untuk KCR 60, diupayakan produk dari Negara Barat/Eropa. Namun dia belum bisa memastikan.

Wah…terkejut juga mendengar kabar tersebut, karena yang terbayang selama ini, rudal yang dipasang di KCR60 adalah C-705 buatan China, karena Indonesia dan China terlibat kerjasama pengembangan rudal tersebut. Ketika saya tanya lagi, apa jenis rudal dan buatan negara mana, orang tersebut menghindar.”Masih penjajakan”, tuturnya.

Jika benar rudal Eropa yang dipasang di KCR tersebut, tentu Armada tempur TNI AL, akan semakin menakutkan dan gahar. Kapal kecil tapi memiliki rudal yang mematikan. Pada tahap awal, TNI AL memesan 3 unit KCR-60 yang ditargetkan selesai seluruhnya pada tahun 2014.  Harga kapal Rp 500 miliar/unit. Jika produk PT PAL dianggap bagus, TNI AL akan memesan 13 KCR60 tambahan, sehingga jumlah totalnya 16 KCR-60.

Disain Kapal Cepat Rudal KCR 60 (photo: PT PAL)
Disain Kapal Cepat Rudal KCR 60 (photo: PT PAL)

Proyeksi KCR-60
Apa sebenarnya proyeksi TNI AL atas kapal cepat rudal 60 meter ini ?. TNI AL menargetkan KCR-60 akan dilengkapi  sistem persenjataan  anti surface warfare (ASUW), anti air warfare (AAW), electronic warfare (EW), naval gun fire support (NGFS), dan anti submarine warfare (ASW).

Indonesia sangat membutuhkan banyak kapal perang sekelas KCR 60 karena merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. KCR 60 meter ditargetkan mempunyai kemampuan olah gerak yang tinggi, lincah dalam posisi tembak dan mampu melaksanakan penghindaran dari serangan balasan lawan.

KCR-60 Mesir

Kapal Cepat Rudal 60 meter Mesir mengusung RAM Launcher dan 8 rudal RGM-84L Boeing Harpoon SSM Block II (photo:NAVSEA/USN)



Melihat proyeksi yang ditujukan kepada KCR-60 tersebut, saya jadi teringat dengan kapal sejenis milik Mesir yang juga memiliki panjang 60 meter, persisnya 63 meter. Fast Missile Craft (FMC) Mesir merupakan kapal perang berukuran kecil yang modern dan mematikan.

Dengan model yang “siluman” FMC Mesir ini memiliki radar cross section yang kecil sehingga bisa menghindari radar lawan. KCR Mesir juga dilengkapi infrared suppression devices atau infrared signature suppression (IRSS)  untuk mengurangi kerentanan kapal dari sasaran IR guided anti-ship missiles kapal lawan. Kapal itu juga memiliki  radiated noise untuk seluruh frekuensi komunikasinya. FMC ini memiliki kecepatan  34 knots dan dapat dipacu hingga 41 knots dalam kondisi muatan ringan. Awak kapal 38-4o peronel dan mampu berlayar hingga 15 hari.

Senjata utama FMC ini adalah 8 rudal Harpoon Block II dan  dilengkapi Oto Melara Super Rapid gun 76.2 mm sebagai senjata anti kapal permukaan dan pertahanan udara. Untuk mengatasi ancaman jarak jauh ataupun cruise missile, FMC Mesir dilengkapi Rolling Airframe Missiles (RAM) Mk 49 serta CIWS (Close-In Weapon System) Phalanx Block 1B. Senjata lainnya adalah M60 machine guns sebanyak 2 unit.

Rolling Airframe Missile (RAM) Launcher (photo:Raytheon)

Rolling Airframe Missile (RAM) merupakan misil supersonic dengan bobot yang ringan bersifat fire and forget dan bereaksi secara cepat untuk menangkis serangan rudal jelajah anti-kapal maupun ancaman asimetris dari udara maupun kapal permukaan, termasuk helikopter serta ancaman udara lainnya dan ancaman kapal permukaan. Menurut Raytheon RAM ini sudah uji tembak sebanyak 300 kali dengan tingkat kesuksesan 95 persen. Salah satu ujicobanya adalah menangkis dua rudal jelajah yang datang sekaligus. Versi terbaru dari RAm ini adalah RIM 116 yang merupakan kerjasama AS dan Jerman.

Primary Function: Ship Self Defense. RAM Launcher Specifications
Above-Deck Weight: 11,432 lbs. (5,196 kg)
(Including Rounds)
Below-Deck Weight: 2,069 lbs (940 kg)
Working Circle: 129 in. / 3.28 m
Train: +380?
Elevation: ?25? to +80?
Missile Capacity: 21
Contractor : Raytheon.
Date Deployed : Mid-1993.
Propulsion : Solid-propellant rocket.
Length : 9.3 ft 2.82 m
Diameter : 5 inches (12.70 centimeters)
Wingspan : 17.5 in / 44.5 cm
Weight : 162 lbs. (73.5 kilograms)
Speed : Supersonic
Platforms :
Amphibious Assault Ships (LHA/LHD)
Landing Platform Dock Ships (LPD)
Carriers (CVN)
Dock Landing Ships (LSD)
Littoral Combat Ship (LCS)
Warhead : 7.9 lbs. (explosive weight).
Empat unit fast missile craft (FMC) Mesir dikerjakan oleh Perusahaan VT Halter Marine yang bermarkas di Pascagoule, Mississippi, Amerika Serikat. Perusahaan VT Halter Marine memang telah banyak membuat kapal perang untuk AS, terutama untuk U.S. Coast Guard, US Navy dan American Bureau of Shipping. Kapal kedua dan ketiga diserahkan tahun 2013 ini, sementara kapal keempat pada tahun 2014.
Akankah KCR 60 produk Indonesia setangguh milik Mesir ?. Kita belum tahu. Tapi yang jelas, kapal perang dengan ukuran 60 meter pun, bisa mengusung senjata yang mematikan seperti Harpoon Block II maupun Rolling Airframe Missiles (RAM).

Spesifikasi KCR-60 :

60 Meter Fast Missile Craft KCR-60M) :
- Length Overall (LOA): 59.80 M
- Length waterline (LWL): 54.82 M
- Width: 8:10 M
- Height: 4.85 M
- Draft at full charge: 2.60 M
- Displacement: 460 Ton
Speed at Beaufort Scale Sea State 2 and 1:
- Maximum speed 28 knots
- Cruising Speed 20 knots
- Economical Speed 15 knots
Armament systems
1 X 57 mm cannon Home
2 X 20 mm guns
2 X 2 surface anti-ship missile launchers (SSM)
2 X Decoy Launcher
Navigation
Have the resilience to navigate in all weather up to Sea State 6
Endurance at sea: 9 days
Cruising range: 2,400 nm at a speed of 20 knots
Accommodation: 43 people
KCR 60m is designed by considering the eligibility criteria of the sea as follows:
Patrol duties until the sea state 3
Operation of the weapon up to sea state 4

Penampakan KCR-60 tahun 2013
Kita berharap KCR-60 milik TNI AL nanti merupakan kapal yang benar-benar siap tempur karena kapal itu diciptakan untuk bertempur. Jika perlu jumlah kapal dikurangi, namun dilengkapi senjata mematikan seperti “KCR 60″ Mesir. (JKGR).

Menhan AS Jamu Pejabat Rusia di Tengah Ketegangan Kedua Negara


http://gdb.voanews.com/FF75FFCB-4080-4EE5-B2E6-6779A65E306D_mw1024_n_s.jpg



Pembicaraan antar para pejabat tinggi AS dan Rusia akan mencakup diskusi tentang Suriah, Afghanistan, Iran dan traktat senjata START yang baru. Departemen Luar Negeri Amerika mengumumkan Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Pertahanan Chuck Hagel akan bertemu menteri luar negeri dan menteri pertahanan Rusia di Washington.

Juru bicara Deplu Amerika mengatakan pembicaraan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Menhan Rusia Sergei Shoigu akan mencakup diskusi tentang Suriah, Afghanistan, Iran dan traktat senjata START yang baru. Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan kepada harian The New York Times bahwa Kremlin mengharapkan pembicaraan yang sangat mendalam. Ia mengatakan ada sejumlah “pertanyaan tajam, kontroversial dan sulit” yang dihadapi kedua negara. Amerika mengatakan pihaknya sedang mengkaji ulang rencana KTT bulan depan antara Presiden Barack Obama dan Presiden Vladimir Putin di Moskow.

Amerika berang karena Rusia memberikan suaka sementara kepada mantan pekerja kontrak intelijen Edward Snowden, yang dicari karena membocorkan informasi program pengintaian rahasia oleh Amerika. Rusia dan Amerika juga berbeda pendapat mengenai Suriah, dimana Rusia mempersenjatai rezim Assad dan Amerika mendukung pihak pemberontak.

Menhan Purnomo: Indonesia Tingkatkan Kekuatan Militer

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/0.19227600-1375670104-0_rv_yqanewjq_0.jpg.jpeg

Bukan hanya Amerika Serikat dan Cina yang terus membangun kekuatan militernya di Asia Pasifik. Indonesia dan India juga semakin diperhitungkan sebagai kekuatan regional yang signifikan. Dalam wawancara dengan Australia Network News pekan lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Australia semakin membaik.

Bahkan, kerjasama dalam penanganan pencari suaka juga menunjukkan peningkatan. "Dalam periode Januari hingga Juli tahun ini, kami telah bekerja sama sebanyak 53 kali (dalam penanganan pencari suaka)," kata Menhan Purnomo. Ia mengakui, masalah yang dihadapi Indonesia bukan hanya menolong pencari suaka tapi juga membantu rakyat Indonesia sendiri. "Angkatan Laut kami sangat sibuk membantu (mengatasi masalah ini)," katanya.

Senin, 05 Agustus 2013

Pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 11 Dibersihkan


SEJUMLAH pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12 dibersihkan dengan melakukan pencucian body pesawat dan bagian-bagian lainnya di tempat pencucian lohpesawat Skatek 045, Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (5/8/2013).o

Turut membersihkan pesawat tempur taktis tersebut, Danskadron Udara 12, Letkol Pnb M. Yani Amrullah beserta sejumlah personel lainnya.

Menurut Danskadron, saat ini Skadud 13 Stand By operasi pertahanan udara. Hal tersebut berarti setiap saat Skadron Udara 12 siap tempur apabila dibutuhkan.

"Oleh karenannya seluruh pesawat harus kita siapkan termasuk kebersihannya," ujar Danskadron Udara 12, “Gangster”.o

Polisi dan TNI Memperketat Pengamanan Wilayah Untuk Mengantisipasi Aksi Terorisme

http://gdb.voanews.com/1D557525-C757-4A6B-9B47-4A9EE5459EA8_w640_r1_s_cx0_cy10_cw0.jpg

Dua kendaraan tempur milik polisi dan militer terparkir di sudut kompleks Kepolisian Resor Solo, Jawa Tengah, Senin siang (5/8). Aparat gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian kemudian mengendarai kendaraan tempur tersebut melakukan patroli kota. Juru bicara Kepolisian Solo AKP Sis Raniwati mengatakan pihak keamanan di kota itu siaga dan waspada mengantisipasi aksi terorisme.

“Ya penting untuk wilayah Solo tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk terorisme. Ini ada empat panser, kendaraan tempur TNI, yang melakukan patroli kota di Solo, kita intensifkan patroli wilayah,” ujarnya.

Aksi teror penyerangan pos polisi pengamanan Lebaran terjadi tahun lalu. Pos Polisi di Gladak dilempari granat, pos polisi di pusat perbelanjaan diserang orang tak dikenal dan menewaskan seorang polisi. Pos polisi di Gemblegan ditembaki dan melukai dua polisi. Pasukan anti-teror Kepolisian, Detasemen Khusus (Densus) 88, kemudian mengungkap, menangkap dan menembak mati pelaku penyerangan pos polisi tersebut yang ternyata kelompok teroris.

Kepala Kepolisian di Solo, Kombes Pol. Asjimain mengatakan aksi terorisme, termasuk penyerangan pos polisi yang terjadi saat Lebaran di Solo tahun lalu, dan teror bom di Jakarta Minggu malam (4/8) menjadi dorongan utama antisipasi aparat keamanan di Solo.

Vihara Ekayana di Jakarta dibom orang tak dikenal, tiga orang mengalami korban luka. Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut. “Tahun kemarin kita gelar 10 pos pengamanan Lebaran, kita tidak kira akan ada aksi terorisme pada pos polisi maupun personel polisi. Dulu kita berpikiran pos pam Lebaran bersifat kemanusiaan membantu pemudik bisa selamat di daerah asal, pelayanan masyarakat. Ternyata ada kasus terorisme itu,” ujar Asjimain.

Menurutnya, Lebaran tahun ini pos pengamanan dikurangi menjadi empat pos namun ada delapan truk dan satu bus polisi yang siap bergerak kapan pun.

“Sikap kita sekarang apabila pelaku kejahatan melakukan tindakan membahayakan nyawa anggota polisi maupun masyarakat umum, saya instruksikan tembak ditempat. Semua personel di pos pengamanan Lebaran kita persenjatai semua. Terorisme saat ini terus terjadi, kemarin di Tulungagung, Jawa Timur, terus di daerah lain lagi. Ini bukti teror akan terus mengancam. Kita antisipasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Minggu, 04 Agustus 2013

Robot Ubur-ubur Buatan AS untuk Militer

http://www.beritateknologi.com/wp-content/uploads/2013/04/robot-ubur-ubur-cryo.jpg

Para Insinyur dari Virginia Tech College of Engineering baru saja menciptakan sebuah robot yang menarik. Robot tersebut merupakan sebuah robot autonomus yang berbentuk seekor ubur-ubur.

Proyek ini pun merupakan sebuah riset yang didanai oleh US Navy dan telah berjalan selama 6 tahun. Nantinya, robot ini pun dapat digunakan sebagai sarana untuk mengamati kondisi di lautan. Robot ini pun memiliki bentuk yang mirip dengan ubur-ubur dan bahkan gerakannya pun mirip.

Penelitian mengenai robot ini pun sudah berjalan cukup lama. Versi pertama robot yang disebut Robojelly ini diperkenalkan pertama kali pada tahun lalu. Selanjutnya, mereka memperkenalkan versi kedua yang disebut Cryo. Robot Cryo ini pun memiliki selimut waterproof yang menghubungkan delapan lengan yang bisa digerakkan.

Para peneliti tersebut pun masih akan terus melanjutkan pengembangan robot ini. Baik dari desain ataupun kemampuannya. Saat ini, robot ubur-ubur ini mampu bertahan selama empat jam. Dengan waktu masih 3 tahun lagi, pengembangan robot ini pun masih sangat memungkinkan.

KRI Dewaruci Docking Di Semarang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhisEbTBueT9v83ud_5k9yFd2yPqfX9XtASwtn07HmdEUb-POqSLfcT8svanvcKIbOMiiUnBvGoJsXTcBNdB4zaiwtzbPsbqQS7HOEXKmE5TVQoGX1CdyOCMi6V8ffy1gghZPJugL9zU340/s1600/kri+dewaruci.jpg


Pelabuhan Tanjung Emas kedatangan tamu istimewa. Sejak Senin, 1 Juli lalu, kapal perang pengemban misi diplomasi dan budaya internasional milik TNI AL, KRI Dewa Ruci, singgah untuk yang kali pertama. Kehadiran kapal yang meraih banyak penghargaan internasional itu jauh dari ingar bingar pemberitaan media. Walhasil, banyak masyarakat Kota Semarang yang tidak mengetahuinya. Kapal itu sedang docking untuk perbaikan ringan.

”Di Semarang kami docking selama empat hari sejak 1 Agustus lalu. Kami hanya melakukan perbaikan ringan, selanjutnya akan menghadiri undangan peringatan HUT Ke-100 Royal Australian Navy (RAN) di Sydney, Australia,” ungkap Komandan KRI Dewa Ruci, Letkol Laut (P) Anung Sutanto kepada Suara Merdeka di salon kapal, Kamis (1/8).

Sekitar pukul 14.00, kapal buatan Jerman 1952 itu bertolak ke Markas TNI AL di Surabaya untuk persiapan selanjutnya. Di Sydney, kapal yang telah menjelajah negara-negara di seluruh dunia itu juga akan mengikuti lomba Tall Ships Race rute Sydney (Australia)-Auckland (New Zaeland). Dalam berbagai event yang digelar di banyak negara, KRI itu selalu meraih prestasi, di antaranya predikat kapal yang paling bersahabat (friendship).

”Hal itu tidak lepas dari penampilan, kreativitas, dan keramahan ABK kepada pengunjung. Sebagai Goodwill Ambassador di Amerika Serikat, tahun lalu, tingkat kunjungan rata-rata 16.000 orang per hari,” tutur Anung Sutanto didampingi Kepala Departemen Bahari (Kadepbah) Kapten Laut (P) Su­geng Haryanto.
Tenaga Angin

Dalam lawatannya ke Australia, KRI yang diawaki 88 pernonel TNI AL itu, menempuh waktu 134 hari. ”Dengan kebutuhan BBM sekitar 360 ton solar. Kebutuhan BBM lebih irit karena kapal juga menggunakan tenaga angin untuk mendorong layar,” tambah Danlanal Semarang, Kolonel Laut (P) Rakhmawanto SE.

Kehadiran KRI yang hanya empat hari itu, ternyata tak luput dari perhatian seorang warga Tembalang, Agus Kristianto (40). Dia bersama istri dan dua anaknya pun melihat-lihat kapal itu dari dekat.

”Wah sayang ya singgahnya di Tanjung Emas kok sebentar. Padahal, banyak warga yang ingin menyaksikan kapal bersejarah ini,” ungkapnya.

Diketahui, KRI Dewa Ruci dibuat pada 1952 di Galangan HC Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman Barat dan diluncurkan 24 Januari 1953. Kapal perang pengemban misi diplomatik dan budaya itu tercatat sebagai armada TNI AL pada 1 Oktober 1953, diresmikan sebagai kapal latih Taruna TNI AL di Surabaya.

Tipe kapal itu Barquentin atau kapal tiga layar tiang tinggi di depan, kecepatan maksimal 11,5 knot dengan kapasitas BBM 43,9 ton solar.  Adapun panjang kapal dengan cocor 58,30 m, draft  4 meter, dengan jumlah layar 16 buah. Kapal itu hanya dilengkapi persenjataan ringan, salon, ruang rapat, dan bar mini. Interior kapal hampir semua menggunakan kayu jati yang cukup indah.

F-35A Unit Ke-100 Memasuki Tahap Akhir Perakitan

http://www.flightglobal.com/blogs/wp-content/uploads/mt/flightglobalweb/blogs//the-dewline/bf2.jpg

Unit ke 100 F-35 Lightning II yang akan ditempatkan di pangkalan udara Amerika Serikat (AFB) Luke di Glendale, Arizona, telah memasuki tahap terakhir proses perakitan. Pesawat ke 100 yang memiliki kode produksi AF-41 ini merupakan F-35 versi lepas landas dan mendarat konvensional (CTOL), dan dijadwalkan tiba di Luke AFB pada tahun depan. Proses perakitan tahap akhir ini meiputi pemasangan sistem kelistrikan dan hidrolik pada struktur pesawat, sekaligus melakukan pengujian sistem-sistem tersebut sebagai persiapan untuk pengujian mesin dan sistem bahan bakar.


Tahap akhir meliputi serangkaian penerbangan uji untuk memastikan kelayakan pesawat, harus dilakukan sebelum suatu unit F-35 diterima oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dan memulai dinas aktif. AF-41 merupakan salah satu dari 126 unit F-35 yang saat ini sedang diproduksi di seluruh dunia. Pada bulan Juni, USAF mengeluarkan keputusan untuk meningkatkan jumlah skuadron F-35 di Luke AFB menjadi enam skuadron dengan jumlah total 144 unit pesawat, keputusan tersebut akan membuat Luke AFB menjadi pangkalan udara yang mengoperasikan F-35 dengan jumlah terbesar di dunia.


Selain sebagai tempat pelatihan calon pilot F-35A USAF, Luke AFB juga akan menjadi tempat pelatihan Internasional bagi calon pilot dari negara-negara lain pengguna F-35A. Saat ini, keberadaan Luke AFB memberikan kontribusi pemasukan ekonomi sebesar $ 2,17 Miliar kepada negara bagian Arizona. Selain itu, sebanyak 14 perusahaan pemasok komponen F-35 juga berlokasi di negara bagian tersebut, memberikan tambahan pemasukan sebesar $ 98 juta.

Berkantor pusat di Bethesda, Maryland, Lockheed Martin adalah perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan global yang saat ini mempekerjakan sekitar 116.000 pegawai di seluruh dunia, bergerak dalam bidang penelitian, desain, pengembangan, manufaktur, integrasi dan pemeliharaan berbagai produk dan jasa serta berbagai sistem teknologi canggih. Hasil penjualan bersih perusahaan pada tahun 2012 adalah sebesar $ 47.200.000.000.