Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Senin, 22 Juli 2013

Partai Hijau Protes Latihan Perang Yang Dilakukan Militer Australia dan AS

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/0.17592900-1374396903-4833788-3x2-700x467_043.jpg.jpeg

CANBERRA - Partai Hijau Queensland memprotes keras Militer Amerika yang menjatuhkan bom dalam latihan perang bersama  di Taman Karang Laut Nasional Great Barier Queensland. Partai Hijau menyebut aksi itu sangat keterlaluan. Senator dari Partai Hijau Larissa Waters mengatakan bukan begitu cara memperlakukan kawasan yang sudah dinobatkan sebagai warisan dunia. "Sangat keterlaluan dan gila mengijinkan Militer AS menjatuhkan bom di kawasan warisan dunia di Great Barrier Reef," katanya.

"Beginikah cara kita memperlakukan kawasan warisan dunia? Membiarkan asing menjatuhkan bom di kawasan itu?”

Seperti diketahui dua pesawat tempur AS yang terlibat dalam latihan perang bersama Talisman di Pantai Shoalwater  di Queensland Tengah menjatuhkan 4 bom setelah sejumlah serangan senjata dibatalkan. Kementrian Pertahanan Australia mengatakan senjata yang digunakan tidak berpeluru dan penggunaan US 7th Fleet telah memenuhi segala resiko terhadap publik dan lingkungan.

“Daerah yang dipilih sebagai lokasi penjatuhan bom berada jauh dari karang untuk meminimalkan kemungkinan kerusakan karang , "katanya dalam sebuah pernyataan. “Jaraknya kedalamanya sekitar 50-60 meter dan tidak berdampak bahaya bagi perkapalan atau navigasi laut.

Sebelumnya direncanakan 2 pesawat tempur AV-8B Harrier menjatuhkan bom di sejumlah pulau terdekat tetapi tidak berhasil meskipun beberapa upaya sudah dilakukan. Sekitar 28.000 personil militer Australia dan Amerika terlibat dalam latihan perang bersama, yang dimulai sejak 15 Juli 2013 dan akan berakhir 5 Agustus 2013 mendatang.

Kapal Perang KRI Barakuda-633 Bersandar Di Lampung

 http://www.tnial.mil.id/Portals/0/News/OPSLAT/juli/22%20KRI%20BKD-633%20di%20Lampung.3.jpg

Satuan Kapal Patroli Komando Armada RI Kawasan Barat, KRI Barakuda-633, Senin (22/7/2013) sandar di dermaga Pelabuhan Panjang Badar Lampung dalam rangka bekul ulang air tawar dan bahan basah. Kapal perang tipe FPB (Fast Patrol Boat) – 57, dengan Komandan Mayor Laut (P) Alfred Daniel Matheus ini tengah melaksanakan Operasi Rakata Jaya di perairan Selat Sunda, Teluk Lampung dan perairan Barat Sumatera.

Dalam kesempatan ini Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (E) Ir. Fery Sidjaja berkunjung ke KRI Barakuda-633 di Pelabuhan Panjang dan diterima oleh Komadan KRI Barakuda-633 di Lounge Room Perwira KRI BKD-633. Danlanal memberikan ucapan selamat datang di Lampung kepada Komandan, Perwira dan Prajurit KRI Barakuda dan tugas Lanal Lampung memberikan dukungan kepada KRI yang beroperasi di perairan Lampung.

Dalam keterangannya Komandan KRI Barakuda-633 Mayor Laut (P) Alfred mengatakan KRI Barakuda di Lampung untuk melaksanakan bekal ulang selama melaksanakan Operasi Rakata Jaya di perairan Selat Sunda, Teluk Lampung dan perairan Barat Sumatera, khususnya untuk mengantisipasi kejadian selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2013 ini di jalur pelayaran dan penyeberangan laut di perairan Jawa – Sumatera serta bagian dari gelar kesiapan Unsur TNI AL di laut.

Komandan KRI Barakuda-633 mengucapkan terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang diberikan oleh Lanal Lampung karena baru kali ini membawa KRI Barakuda-633 memasuki atau sandar di Pelabuhan Panjang serta mengharapkan kehadiran Perwira, Bintara dan Tamtama Lanal Lampung ataupun masyarakat dan pelajar Lampung untuk berkunjung ke KRI Barakuda-633.

Pesawat Hercules C-130 Lakukan Uji Terbang, Siap Perkuat TNI-AU

http://tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2013-07/australia%20hibah2.jpg
C-130 H RAAF A97-009 salah satu pesawat yang akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia saat mendarat disalah satu gurun di Australia dalam melaksanakan latihan.

Sebanyak empat unit C-130 Hercules tipe H hibah pemerintah Australia akan menjadi kekuatan TNI AU mulai oktober 2013 mendatang, dengan tail number A97-006, A97-001, A97-003 dan A97-009 yang kesemaunya milik Skadron 37 yang bermarkas di Richmond Barat Laut Sydney. Keempat pesawat C-130 H akan didatangkan secara bertahap dan yang pertama dengan tail number A97-006 akan tiba pada Oktober 2013, pesawat kedua April 2014, ketiga Agustus 2014 dan kempat pada Desember 2014.

MoU hibah empat pesawat C-130 Hercules ditandatangani antara pemerintah Indonesia dan Australia pada 2 Juli 2012, keempat pesawat tersebut masih digunakan oleh Royal Autralian Air Force (RAAF) dan sejak 31 Desember 2012 pesawat-pesawat tersebut sudah tidak diterbangkan lagi, karena pemerintah Australia menggatikannya dengan tipe terbarunya C-130 J.

http://tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2013-07/australia%20hibah1.jpg
C-130 H RAAF A97-006 saat melaksanakan latihan di salah satu gurun di Australia,
 Pesawat sudah siap dikirim ke Indonesia.

Salah satu pesawat A97-006 sudah dalam kondisi serviceable karena sudah dilaksanakan pemeriharaan tingkat berat di fasilitas Qantas Defence Service (QDS) yang dibiayai penuh oleh pemerintah Australia, dan siap dikirim ke Indonesia dengan Ferry Flight yang sebelumnya akan dilakukan pengecetan sesuai milik TNI AU. Sedangkan ketiga pesawat lainnya akan dilakukan juga pemeliharaan tingkat berat di fasilitas QDS di Richmond Base, sehingga pesawat tersebut dapat digunakan rata-rata 600 jam pertahun dan tiap-tiap pesawat akan memiliki sisa usia pakai diatas 30 tahun.

QDS satu-satunya perusahaan yang memiliki kemapuan mengerjakan dan melaksanakan perawatan tingkat berat seluruh pesawat C-130 H milik RAAF termasuk keempat pesawat yang akan diserahkan kepada Indonesia.

Kalimantan Menjadi Perhatian Khusus TNI

http://www.nusaduabalitours.com/images/map-kalimantan-3.jpg

Kasus kekerasan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, masih menjadi perhatian menarik jajaran TNI. Selain Wilayah Papua, daerah perbatasan yang masih rawan rawan konflik adalah wilayah kalimantan. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyebutkan 10 daerah di Pulau Kalimantan masih rawan konflik perbatasan atau outstanding boundary problems (ODP), beberapa waktu lalu. Dia mengatakan konflik-konflik di perbatasan umumnya dipicu oleh persoalan batas wilayah dan itu memerlukan upaya bersama untuk mengatasinya.

Ia menjelaskan terkait keberadaan daerah perbatasan rawan konflik tersebut, TNI mengirimkan pasukan guna membantu melakukan pengamanan di daerah tersebut. Standarisasi sarana dan prasarana pos pengamanan perbatasan (Pamtas), katanya, juga telah diterbitkan, sehingga penempatan ulang pos tersebut akan segera dilakukan dalam upaya peningkatan efektivitas pengamanan batas Negara oleh personel TNI.

Untuk pembangunan perbatasan, TNI membantu ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui peraturan presiden, seperti Papua dan Papua Barat. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan ada 11 lokasi prioritas yang menjadi perhatian utama dalam program BNPP untuk 2013.

Kementerian Dalam Negeri juga telah memiliki Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, guna membantu percepatan pembangunan di daerah perbatasan. Hingga TA 2013, pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan telah memasuki 50 lokasi prioritas (lokpri), yang 39 di antaranya sudah terjangkau pada 2012.

BNPP sendiri telah mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendagri agar 61 lokasi prioritas yang belum mendapatkan alokasi PNPM Mandiri Perdesaan dapat ditangani pada 2014, dengan usulan besaran alokasi Rp3,5 miliar per lokasi. Sementara itu terkait daerah perbatasan dengan negara tetangga, masih ada wilayah rawan konflik yang memerlukan perhatian dan negosiasi dengan negara terkait.

Pada perbatasan RI-Malaysia, Panitia Nasional Joint Indonesia-Malaysia Boundary Comittee (JIM) sedang dalam proses berunding untuk penyelesaian lima daerah ODP di sektor timur. Patok batas negara RI-Malaysia sepanjang 2.004 kilometer telah diselesaikan 24 persen dan sedang diupayakan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan agar tercapai 30 - 50 km per tahun per sektor. Semoga semua wilayah perbatasan di tanah air menjadi perhatian khusus pemerintah untuk terus di perhatikan !!

SBY Meresmikan Monumen Perjuangan di Mabes TNI Cilangkap

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/7/22/61.jpg

Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden RI Boediono, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., meresmikan Monumen Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (22/7/2013). Pada kesempatan tersebut, Presiden RI juga melakukan peninjauan terhadap dinding relief yang terdapat pada monumen tersebut.

Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI merupakan salah satu monumen dalam jajaran Pusat Sejarah TNI (Pusjarah TNI) yang menyajikan visualisasi berbagai kisah pengabdian TNI terutama di bidang militer kepada NKRI, selain itu juga sebagai patung berkelompok terbesar di Indonesia yang  masuk kedalam Rekor Muri.

Monumen ini dibangun di atas tanah seluas 6000 meter persegi dengan luas bangunan 4680 meter persegi terletak di kompleks Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. Bangunan monumen ini terdiri dari dua bagian yakni: Foot Step monumen Sudirman dan dinding relief.

Foot Step monumen Sudirman yang berada di tengah-tengah monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI merupakan gambaran perjuangan Panglima Besar Sudirman dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI dari ancaman negara luar (penjajah) yang divisualisasikan dalam bentuk relief yang berjumlah 7 (tujuh) relief. Gambaran cerita tentang perjuangan Panglima Besar Sudirman ini dimulai saat pertama kalinya Panglima Besar Sudirman menyatakan untuk bergerilya dan berjuang bersama-sama anak buahnya melawan agresi Belanda sampai akhirnya harus menutup mata untuk selama-lamanya.

Dinding relief yang berbentuk setengah lingkaran dan berjumlah 21 (dua puluh satu) relief menggambarkan cerita perjuangan bangsa Indonesia dari mulai Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, hingga perjuangan bersenjata TNI dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dari ancaman baik yang datang dari dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri, sampai akhirnya kemerdekaan RI itu diakui oleh dunia internasional.Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden RI Boediono, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., meresmikan Monumen Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (22/7/2013). Pada kesempatan tersebut, Presiden RI juga melakukan peninjauan terhadap dinding relief yang terdapat pada monumen tersebut.

Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI merupakan salah satu monumen dalam jajaran Pusat Sejarah TNI (Pusjarah TNI) yang menyajikan visualisasi berbagai kisah pengabdian TNI terutama di bidang militer kepada NKRI, selain itu juga sebagai patung berkelompok terbesar di Indonesia yang  masuk kedalam Rekor Muri. Monumen ini dibangun di atas tanah seluas 6000 meter persegi dengan luas bangunan 4680 meter persegi terletak di kompleks Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. Bangunan monumen ini terdiri dari dua bagian yakni: Foot Step monumen Sudirman dan dinding relief.

Foot Step monumen Sudirman yang berada di tengah-tengah monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI merupakan gambaran perjuangan Panglima Besar Sudirman dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI dari ancaman negara luar (penjajah) yang divisualisasikan dalam bentuk relief yang berjumlah 7 (tujuh) relief. Gambaran cerita tentang perjuangan Panglima Besar Sudirman ini dimulai saat pertama kalinya Panglima Besar Sudirman menyatakan untuk bergerilya dan berjuang bersama-sama anak buahnya melawan agresi Belanda sampai akhirnya harus menutup mata untuk selama-lamanya.

Dinding relief yang berbentuk setengah lingkaran dan berjumlah 21 (dua puluh Satu) relief menggambarkan cerita perjuangan bangsa Indonesia dari mulai Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, hingga perjuangan bersenjata TNI dalam rangka mempertahankan kemerdekaan dari ancaman baik yang datang dari dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri, sampai akhirnya kemerdekaan RI itu diakui oleh dunia internasional.

Menhan AS: Awan Hitam Melanda Pentagon

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0c/The_Pentagon_January_2008.jpg


Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Chuck Hagel menyatakan pemotongan anggaran militer AS akan makin besar. Dia menyebutnya sebagai “awan hitam” yang harus dihadapi pihak militer. “Memang kenyataannya seperti itu. Saya tidak punya pilihan lain,” ujar Hagel dalam acara tanya jawab dengan petugas militer AS, seperti dikutip Associated Press, Senin (22/7/2013).

“Militer telah banyak menghamburkan dana selama ini,” lanjutnya. Banyak petugas militer AS yang dinonaktifkan untuk sementara akibat kurangnya dana. Hagel bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pengurangan jumlah petugas di tubuh militer. “Akan ada pengurangan jumlah petugas militer. Anda harus yakin tentang hal itu,” tegas Hagel.

Angkatan Darat AS berencana memecat 80 ribu tentaranya. Prosesnya akan dilakukan bertahap selama periode lima tahun. Pihak Angkatan Laut juga merencanakan hal serupa. Mereka akan mengurangi jumlah petugas di bagian administratifnya.

Minggu, 21 Juli 2013

KRI Banda Aceh-593 Lakukan Pemeliharaan

http://www.pikiran-rakyat.com/ffarm/www/imagecache/625x350/ffarm/www/2013/07/19/bandaaceh.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh21GKmAQ4odyHuR6W9xEr6n7-fVrnWn_7i5ahovg-flz19RUWJ_gLY0m7KDki4uDQjdlvxZ6LJ-uOnZFP5kYVNmwMt262UNv5sZythNF6gjQk5-rIeBdKcM45vaqUJy4yMeEm6AKbq6_Bg/s400/KRI+Banda+Aceh+593_Antara.jpg

Dalam mendukung persiapan angkut mudik lebaran, KRI Banda Aceh-593 sebagai salah satu KRI di bawah jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), terlihat tengah berbenah diri dengan mengadakan berbagai persiapan, Jumat (19/7), saat sandar di Dermaga Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara,

Menurut Komandan KRI Banda Aceh Letkol Laut (P) Yana Hardiyana, persiapan yang dimaksud antara lain melakukan perawatan kapal yang meliputi pengecatan dimulai dari pengetokan bagian-bagian yang mengalami karat dan  dilanjutkan dengan pengecatan bagian haluan, lambung kanan, lambung kiri kapal sampai dengan buritan.

Lebih lanjut Komandan KRI, mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan, tidak hanya pada pengecatan badan kapal (bakap) saja, namun juga persiapan lain antara lain melengkapi dalam penyedian sarana dan prasarana pendukung serta kesiapan pemantapan kondisi teknis KRI. “ Hal ini dimaksudkan agar perjalanan selama mudik lebaran terlaksana dengan aman dan lancar”, ujar Dan KRI.

Menanggapi suasana persiapan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan terutama pada pengecatan bakap, dimana anggota sedang berpuasa, dijelaskan Komandan KRI bahwa hal ini tidak menyurutkan anggotanya dalam menyelesaikan tugas.

“Hal perawatan itu penting dalam kita melaksanakan persiapan operasi terutama dari hal-hal terkecil secara detail, sehingga kita mengetahui sampai sejauh mana kekurangan dan kendala-kendala yang akan kita hadapi, terutama pada bagian yang terpenting sampai dengan sarana prasarana pendukung, dalam persiapan mendukung para pemudik lebaran tahun ini”, tandasnya.

Australia Akan Kirimkan Pesawat Hercules C-130H Pesanan TNI Mulai Oktober 2013

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXOG14nMMXnNhmOaUfEma6EsBNyGAA8q6z2eEluCeGAAg9F_O9S5MomyK5BwWlsMpSL1PZaJ9ZJXjY4cgPWsMVoU_SBHvAD_fgG30zPRJ8Xm5Zqj86p-GgpGA9blJtn3RSdEEjrDj0UTI/s400/C130_Qantas.jpg

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menandatangani perjanjian hibah pesawat militer pada Jumat, 19 Juli 2013. Sebanyak empat unit pesawat Hercules tipe C-130 dihibahkan oleh pemerintah Australia kepada pemerintah Indonesia. "Salah satu pesawat dengan tail number A97-006 saat ini sudah siap dikirim," ujar Purnomo seusai penandatanganan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan.

Adapun tiga pesawat lain, masing-masing dengan tail number A97-001, A97-003, serta A97-009, masih akan dilakukan peremajaan sebelum dikirim ke Indonesia. "Ketiga pesawat tersebut setelah diperbaiki rencananya dikirim bertahap mulai Oktober 2013 hingga Desember 2014," kata Purnomo.

Pengalaman Dua Taruna Australia Di Pusbahasa

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/01-Taruna-Pusbahasa.jpg

Melanjuti undangan Angkatan Laut Indonesia yang ditujukan kepada staf Angkatan Laut Australia untuk mengikuti pelatihan Bahasa Indonesia di negara Indonesia, dua anggota Angkatan Laut Australia dari Australian Defence Force Academy (ADFA), Taruna Shaun Mendez dan Shaun Stibbard, memulai lima bulan kursus di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan (Pusbahasa) terhitung sejak Februari hingga Juli 2013.

Undangan tersebut merupakan tawaran pertama yang diberikan oleh TNI-AL untuk Angkatan Laut Australia dan mendapatkan dukungan kuat dari kedua Kepala Staf Angkatan Laut, mencerminkan pentingnya hubungan bilateral yang kuat dan terus berkembang dalam hubungan Angkatan Laut Indonesia-Australia.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/02-Taruna-Pusbahasa.jpg

Kelas yang berukuran kecil – hanya terhimpun tiga siswa saja (mereka dan salah satu siswa dari Thailand) memberikan kesempatan untuk mendapatkan perhatian khusus terhadap setiap individu dari staf Pusbahasa. Seperti pada pelatihan bahasa, dimana ini merupakan tujuan utama dari kursus yang mereka ikuti, kelas dengan jumah siswa yang sedikit memberikan kontribusi besar terhadap kedua Taruna Australia tersebut, Mendez dan Stibbard untuk mencapai tingkat kemampuan bahasa yang tinggi selama mereka di Indonesia.

Selama belajar di Pusbahasa, Mendez dan Stibbard memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan siswa dari ketiga angkatan dalam TNI dari berbagai rentang pangkat dari Prajurit Dua ke Marsekal Pertama yang sedang turut mengikuti kursus di Pusbahasa seperti kursus Bahasa Inggris, Bahasa Korea, Bahasa Russia dan kursus Bahasa Inggris untuk persiapan studi lanjutan di luar negeri maupun tugas PBB multi-nasional. Hal ini memberikan kesempatan yang sangat baik untuk menjalin persahabatan serta memungkinkan berlatih Bahasa Indonesia mereka dalam percakapan sehari-hari dengan siswa Pusbahasa lainnya.

 http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/05-Taruna-Pusbahasa.jpg

Namun demikan, bahasa hanyalah satu bagian dari pemahaman yang lebih besar dan kesadaran akan suatu negara. Studi sejarah, budaya, adat dan tradisi, serta pengembangan persahabatan dan hubungan professional, sama ratanya, merupakan unsur yang sangat penting.

Terdapat banyak kesempatan untuk mempelajari lebih dalam mengenai beragam budaya dari negara megah seperti Indonesia baik yang tersedia dalam kurikulum Pusbahasa maupun melalui kegiatan pribadi saat melakukan liburan wisata. Monumen Nasional Monas, Taman Mini, Museum Nasional, Museum Pancasila Sakti, Universitas Indonesia, Taman Safari dan ini merupakan hanya beberapa tempat yang sempat dikunjungi yang diatur oleh Pusbahasa. Kedua Taruna Australia ini menyempatkan diri untuk melakukan tur wisata pribadi di luar Jakarta seperti mengunjungi kota Lembang,Bandung, Yogyakarta untuk melihat kemegahan Candi Borobudur, Gunung Bromo dan merasakan ketenangan di Kepulauan Lombok dan Gili.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/03-Taruna-Pusbahasa.jpg

Dan tentunya bagian terpenting dalam jadwal mereka adalah perjalanan ke Surabaya dan kunjungan ke Armada Timur serta Akademi Angkatan Laut. Kadet Angkatan Laut Indonesia memberikan tur dalam Akademi untuk kedua Taruna Australia tersebut. Tur tersebut memberikan kesempatan untuk dapat mempelajari perbedaan pelatihan dari kedua negara dan juga perbedaan peraturan di Akademi Angkatan Laut. Sebagai bagian dari kunjungan ini, bersama dengan Atase Angkatan Laut, Kolonel Katja Bizilj, Taruna Mendez dan Stibbard turut menghadiri Parade Wisuda Kadet TNI 2013 yang diselenggarakan di Surabaya.

Kursus lima bulan di Pusbahasa menjadikan pengalaman yang sangat berharga bagi kedua Taruna. Tidak hanya dalam hal meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, namun juga dalam mengembangkan pemahaman budaya dan kesadaran akan tetangga terdekat Australia. Kedua Taruna mengatakan bahwa hubungan pribadi dan hubungan professional banyak terbentuk selama lima bulan di Jakarta – yang diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk kedua negara di tahun-tahun mendatang. Kursus selama lima bulan tersebut juga telah memberikan kontribusi besar untuk memulai karir mereka di Angkatan Laut Australia dan menanamkan keinginan untuk kembali ke Indonesia dan keinginan untuk mendapatkan kesempatan menjadi peserta dalam program pertukaran siswa.

Vietnam Beli Radar Vostok E untuk Mendeteksi Pesawat Siluman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcvhHsyXAivV5iWOmEQdGWKV8ihxE53dXk6PKpqVtA-t4FdufUNOi3rbND2ZJobKLjEb1g0yc9cSaHAG0yB_LgHlsVf2_d0XwNUyWCyVe-2D0Z8O8PY4NwA7MfPOLU7ZQrpAn4g9oMhnI/s1600/radar-Vostok-E-posisi-tempur.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf4gaA4m8o6UuaD4Jd9GdeiRYxVJHkYY-jBYiFzVEt64MS3zF12N40WaWedd_IPP-G3Jxkh3kp3k0Z1rfHhQGEJqr9mcJVVhOlvlo0orBGHAqNtozLXpZf3NGRzp45IH4yio02VGaPjqw/s1600/radar-vostok-E-saat-dipindahkan.jpg

Dikembangkan oleh KB Radar yang berbasis di Belarus, radar Vostok E VHF band merupakan radar pengganti dari sistem radar P-18 saat era Uni Soviet. KB Radar sendiri mengklaim radar Vostok E mampu mendeteksi pesawat tempur siluman seperti F-117A Nighthawk pada jarak 74 kilometer jauhnya saat kondisi electronic jamming (gangguan/kacau elektronik). Dalam kondisi tanpa gangguan, jarak deteksi bisa meningkat hingga 350 kilometer.

Dengan wideband "Kharchenko" square ring unik yang disusun dalam pola kisi berlian, kelincahan frekuensi radar Vostok E akan meningkat terhadap pesawat-pesawat tempur siluman. Dalam situasi tanpa electronic jamming, deteksi radar Vostok E untuk pesawat tempur non siluman seperti F/A 18 Super Hornet bisa sejauh 255 km. Bahkan ketika menghadapi pesawat tempur siluman seperti F-22, radar Vostok E dapat mendeteksinya pada jarak 57 kilometer dan lalu menembak jatuhnya dengan kombinasi sistem pertahanan udara S-300. Radar Vostok E dianggap sebagai penantang dominasi udara dari pesawat siluman Amerika.

Vietnam mungkin akan menjadi negara pertama yang menggunakan sistem radar Vostok E dalam strategi perang asimetris melawan pesawat tempur siluman dari China yaitu J-20 dan J-31 atas sengketa wilayah di Laut Cina Selatan. Pihak Belarus tidak hanya menyetujui akusisisi 20 radar Vostok E oleh Vietnam, tapi juga menawarkan kepada personel pasukan pertahanan udara Vietnam untuk dilatih di Minsk (ibukota Belarus) agar lebih efektif menggunakan sistem radar ini.

Kerjasama antara Vietnam dan Belarus selama ini terdiri dari penelitian dan program pembangunan, pengembangan industri pertahanan dan pelatihan teknis. Dan kerjasama yang terpenting saat ini adalah soal akuisisi 20 radar Vostok E. Dengan kerjasama industri pertahanan dengan Belarus, Vietnam juga berniat meminimalisir ketergantungannya pada alutsista Rusia.