Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna.
Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.
Hadirnya beberapa pejabat tinggi UNIFIL (United Nations Interims in Lebanon) di Markas Indobatt (Indonesia Battalion) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-G/UNIFIL, memberikan kesempatan bagi Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto memamerkan produk Indonesia.
Setelah mempromosikan Seni Budaya Indonesia beberapa waktu lalu, Satgas Indobatt juga mempromosikan Alutsista yang digunakan prajurit TNI Konga XXIII-G/UNIFIL dalam Misi Perdamaian di Lebanon.
Beberapa di antaranya yang sempat dipamerkan adalah kendaraan tempur (Ranpur) jenis Anoa 6x6 dan Pistol G2 yang memenangkan kejuaraan menembak kelas dunia, yang semuanya merupakan hasil produksi dalam negeri Indonesia melalui PT Pindad.
Bertempat di Lapangan Soekarno Markas Indobatt UN Posn 7-1, Adshid al-Qusayr, Lebanon Selatan, Alutsista yang diproduksi PT Pindad digelar dan dipamerkan Satgas Indobatt kepada Komandan Sektor Timur Brigjen Fernando Lopez Del Pozo beserta rombongan, di antaranya Chief of Staff Sektor Timur Kolonel Jesus Jimenez saat melakukan kunjungan, Senin (3/6/2013).
Brigjen Fernandoyang sempat menerima penjelasan tentang Kendaraan Tempur jenis Anoa 6x6, juga berkesempatan mengendarai dan berkeliling Markas Indobatt bersama Letkol Inf Lucky Avianto.
"Indonesia melalui Satgas Indobatt, sudah dikenal kontingen lain tentang kesiapan dan alutsista yang digunakan, seperti Anoa dan senjata yang diproduksi sendiri di Indonesia," kata Brigjen Fernando. Brigjen Fernando memaparkan, Indonesia yang bisa memproduksi ranpur jenis Anoa dan senjata melalui PT Pindad, tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Apa yang dimiliki Indobatt sekarang, merupakan standar dalam melaksanakan misi perdamaian," ujarnya.
Sementara, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-G/UNIFIL Letkol Inf Lucky Avianto menyatakan, keunggulan Anoa sudah banyak dirasakan dan diakui dunia, yang juga sudah banyak memesan Anoa.
Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI yang menempati Hirarki tertinggi dalam jajaran Korps Marinir dan TNI-AL. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka merupakan satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.
Denjaka terdiri dari :
1. Satuan markas Detasemen
2. Satuan tim markas
3. Satuan tim teknik
4. Tiga tim tempur.
Segala aktifitas Denjaka bersifat rahasia dan sangat jarang dipublikasikan. Sebagai unsur pelaksana, prajurit Denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional, mobilitas, kecepatan, kerahasiaan, dan pendadakan yang tertinggi. medan operasi yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Disamping itu juga memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara.
Mereka dikenal sangat tangguh di medan operasi sebagaimana para “saudara” lainnya, pasukan khusus di matra darat dan udara. Kemampuan Denjaka tak hanya dapat bertempur, tapi juga berperan sebagai satuan intelijen tempur yang handal. Pendidikan hampir 9 bulan dihabiskan untuk menciptakan pasukan Intai Amfibi yang handal, cepat dan rapih dalam menyelesaikan suatu misi khusus.
Tak heran manuver dan gerakan personel Denjaka dalam operasi klandestein membuat musuh kewalahan. Denjaka mampu bertempur di darat, laut, udara dan bawah permukaaan air. Mereka juga memiliki skill yang dimiliki pasukan Kopaska dan Linud (setingkat Parako) untuk menjalankan misinya di TNI. Denjaka juga biasa di libatkan untuk pengamanan Presiden (Paspampres).
Suud Rusli
Mantan anggota Marinir yang sudah 2x berhasil kabur dari sel tahanan POM Lantamal II Jakarta merupakan salah seorang penyandang baret Denjaka. Karena itu, untuk meringkus Suud yang telah membunuh Direktur PT Asaba Boediharto Angsono dan pengawalnya Edy Siyep (prajurit kopassus) 19 Juli 2003 Jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut mengerahkan hampir satu peleton tim gabungan.
TNI-AL sadar bahwa Suud adalah salah seorang prajurit Denjaka yang mempunyai kemampuan luar biasa, dan memiliki keahlian dalam menembak jitu. Sebagai anggota Denjaka, dia mempunyai pengalaman dalam berbagai operasi khusus. Untuk melukiskan kemampuan Denjaka, ada yang menganggap kemampuan satu pasukan Denjaka setara dengan sepuluh prajurit TNI biasa.
Para pemburu Suud tak mau gegabah, meski sasarannya sudah diketahui pasti. Kehati hatian tim pemburu yang sebagian juga anggota Denjaka tersebut berhasil menembak mati Suud di Jalan Sumbersari, Desa Sumbersari, Kota Malang, Tahun 2007 lalu. Pada saat penyergapan terjadi, Suud berhasil menembak 3 orang tim pemburu yang tergabung dalam unsur TNI/POLRI, dan beruntung masih bisa tertolong. Namun Suud sendiri tewas dengan luka tembak didada dan paha.
Menghadapi Suud bukanlah hal yang mudah karena dia mantan pasukan khusus yang mempunyai kemampuan lebih dari pada prajurit Marinir biasa. Itulah gambaran bahwa lulusan pendidikan Denjaka disegani sekaligus ditakuti. Mereka adalah pasukan inti di Kesatuan Marinir yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Kemampuan tersebut diraih setelah ditempah melalui pendidikan yang sangat ketat serta melewati ujian yang sangat berat.
Seleksi Pendidikan Denjaka
Video Latihan dan Pengrekrutan Denjaka
Tidak heran, di antara ratusan prajurit yang mengikuti seleksi pendidikan Denjaka, hanya sekitar 50 an orang yang diterima. Mereka akan dilatih keras di kawah candradimuka di Situbondo. Tahun-tahun sebelumnya, sering hanya belasan prajurit yang memenuhi syarat. Mereka yang tak lulus dikembalikan ke kesatuannya semula. Setelah masuk tahap seleksi ke II, Tidak semua yang mengikuti pendidikan tersebut lolos. beberapa di antara mereka dimungkinkan akan dikembalikan ke kesatuannya karena tidak mampu mengikuti pendidikan.
Selain fisik prima, calon Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Sebab, pasukan elite yang sering digunakan untuk penyusupan di daerah operasi itu harus mampu menghadapi berbagai masalah, baik secara individu maupun kelompok.
Selama menjalani pendidikan. Teori di kelas hanya 20 persen. Selebihnya di lapangan, seperti hutan, laut, bahkan udara. Mereka harus mempunyai kemampuan terbaik di darat, laut, dan udara. Mereka dituntut mampu melaksanakan tugas rahasia secara sempurna. Untuk mencapai semua itu, diperlukan pendidikan yang sangat keras dan ketat. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat.
Mereka ditempah di tengah ombak ganas di Laut Banyuwangi, yang biasanya menghanyutkan perahu nelayan. Dengan tangan dan kaki diikat, para prajurit tersebut dibuang ke laut ganas itu. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri.“Latihan mereka cukup berat. Kaki dan tangan diikat pun bisa hidup.
Kenapa sampai demikian? Bila sewaktu-waktu prajurit trimedia (menguasai medan darat, laut, dan udara) itu dibuang ke laut dalam keadaan tangan dan kaki terikat oleh musuh, mereka akan mampu menyelamatkan diri. Setelah melawan ombak besar di laut, mereka juga dituntut bertahan hidup di hutan tanpa perbekalan sedikit pun. Untuk menguji daya tahannya itu, para prajurit terpilih tersebut dilepas di tengah hutan dengan hanya bermodalkan garam. Air minum pun tidak diperkenankan dibawa. Selebihnya, cari sendiri di hutan. Latihan itu dilakukan di Alas Purwo. Di sana, mereka dilepas untuk melatih ketahanan fisik dan kemampuan per orangan.
Di tengah hutan, mereka harus bertahan berhari-hari. Mereka tak jarang hanya makan binatang buas, seperti ular. Bila mampu menangkap monyet, hewan itu pulalah yang disantap. Selama tiga hari tiga malam, mereka tidur di tengah hutan rimba tersebut. Kadang-kadang, juga lebih.
Itu semua belum cukup. Soal pukul-memukul oleh instruktur untuk melatih mental bukanlah hal aneh di kalangan mereka. Mereka benar-benar harus siap mental dan fisik. Begitu kerasnya, tidaklah heran kalau di awal pendidikan itu, ada yang mengundurkan diri.
Untuk latihan udara, mereka bukan lagi dilatih terjun tempur seperti prajurit biasa. Kalau terjun tempur, begitu keluar dari pintu pesawat, payung sudah terbuka. Tapi, Denjaka dilatih terjun bebas. Yang menarik, terjun bebas itu tidak saja dilakukan siang, tapi juga tengah malam. Dengan begitu, bila sewaktu-waktu masuk ke sasaran musuh, mereka tidak harus lewat darat atau laut yang mudah dideteksi lawan. Para Denjaka juga bisa diturunkan dari pesawat dengan ketinggian yang sulit terdeteksi musuh.
Untuk menghindari pendeteksian musuh, mereka harus piawai menyelam. Dengan menggunakan kompas, sambil menghitung derajat daerah sasaran, para Denjaka harus bisa muncul di titik yang tepat. Itu baru tahap latihan. Bila pelantikan atau dikenal dengan pembaretan, mereka harus jalan kaki siang malam. Itu sering dilakukan Banyuwangi-Surabaya. Mereka dilepas di Banyuwangi dan diperintahkan kumpul di Surabaya dalam waktu yang ditentukan. Bila naik kendaraan dan ketahuan instruktur, hukuman berat bakal dirasakan. Baretnya pun bakal tak hinggap di kepala.
Kapal landing craft tank (LCT) Putera Mandar 07 yang mengangkut 26 ton solar di perairan Muara Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, ditangkap kapal patroli KRI Layang 805, TNI Angkatan Laut.
Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin Letkol Dato Rusman, Senin (3/6), mengungkapkan pihaknya telah menangkap sebuah kapal LCT yang mengangkut solar tanpa dokumen. "Kapal tersebut telah kita tahan sejak pekan lalu dan sekarang ditarik ke Pelabuhan Trisakti untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.
Penangkapan kapal yang mengangkut 26 ton solar ini dilakukan saat KRI Layang 805 milik TNI AL sedang melakukan patroli rutin di perairan Muara Satui, Tanah Bumbu. "Petugas melihat kapal yang berlayar mencurigakan dan melakukan pemeriksaan. Kemudian diketahui bahwa kapal tersebut berlayar tidak dilengkapi dokumen termasuk, muatan BBM yang diangkut tanpa dokumen," ucap Dato Rusman.
Saat ini petugas juga telah memeriksa seorang nahkoda dan tujuh orang anak buah kapal (ABK) LCT Putera Mandar 07 di markas Danlanal Banjarmasin. Sedangkan barang bukti kapal dan BBM solar sebanyak 26 ton juga diamankan di pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Hasil pemeriksaan sementara diketahui, kapal tersebut akan melakukan penjualan BBM kepada kapal-kapal yang berlayar di laut.
Latihan gabungan penanggulangan bencana yang diadakan TNI di pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Sentul, Bogor, turut mengundang tentara Amerika Serikat (AS) dan Australia. Jika dilihat dari letak geografis masing-masing negara, terdapat perbedaan tajam jenis bencana yang dialami.
Di Indonesia lebih banyak bencana gempa dan tsunami. Sementara di AS dan Australia banyak bencana angin tornado. Lantas mengapa TNI tetap menggandeng AS dan Australia dalam latihan gabungan?
"Di kita, sudah enam kali melakukan pelatihan seperti ini dengan Amerika Serikat. Kita juga pernah melakukan latihan dengan Jepang. Bukan tidak menutup kemungkinan nantinya juga bekerja sama dengan tentara di dunia manapun," kata Staf Ahli Panglima TNI Mayjen TNI Meris Wiryadi di Sentul Bogor, Senin (3/6).
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB, B Wisnu Widjaja mengatakan, Indonesia adalah laboratorium bencana. Sedikitnya literatur yang mengupas bencana di Indonesia mendorong militer asing untuk turun mempelajari langsung.
"Banyak pengetahuan dan pengalaman yang hanya ada di teman-teman. Kenapa ingin kerja sama? Karena ingin menggali ilmu, karena teman-teman kita enggak banyak yang menuangkan dalam buku," terangnya.
Empat tentara perempuan Israel telah didisiplinkan setelah foto semi bugil mereka diunggah di situs jejaring sosial, Facebook. Militer Israel, Minggu (2/6/2013), mengatakan para wanita itu didisiplinkan karena 'perilaku tak pantas'. Foto nakal para prajurit perempuan Israel itu, pertama kali diberitakan oleh situs berita Israel Walla. Di foto itu memperlihatkan dua prajurit perempuan, tengah menurunkan celana mereka.
Di foto lainnya memperlihatkan lima prajurit perempuan berpose hanya dengan pakaian dalam mereka, serta helm dan peralatan tempur mereka. Walla, yang mengaburkan wajah para wanita itu, mengatakan para tentara perempuan itu bertugas di sebuah pangkalan militer di Selatan Israel.
Insiden itu menyusul kontroversi sebuah foto prajurit wanita yang berpose di depan tahanan Palestina. Tentara Israel telah melarang anggota mereka menggunakan situs media sosial di pangkalan militer, setelah foto itu terungkap. Awal tahun ini, seorang prajurit lain ditegur untuk menulis tweet anti-Palestina dan mengunggah fotonya yang tengah telanjang sementara menggenggam pistol ke beberapa media sosial.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 22 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 12 Pati TNI Angkatan Darat, 2 Pati TNI Angkatan Laut dan 8 Pati TNI Angkatan Udara, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (3/6/2013). Pelaporan kenaikan pangkat tersebut didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor: Sprin/1328/VI/2013 tanggal 3 Juni 2013 tentang kenaikan Pangkat ke/dalam Golongan Pati TNI.
Pati TNI yang melaporkan kenaikan pangkat dari TNI Angkatan Darat yaitu Jenderal TNI Moeldoko (Kasad), Mayjen TNI dr. Komaruddin Boenjamin (Kapuskes TNI), Mayjen TNI Sumardi (Gubernur Akmil), Mayjen TNI Sentot Yuswandhono (Staf Ahli Bidang Hankam Setjen Wantannas), Mayjen TNI Eddy Rakhmat (Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemenko Polhukam).
Selain itu, Brigjen TNI I Wayan Cager (Dirpalad), Brigjen TNI I.G.B. Hery Atmika (Pati Ahli Kasad Bidang Manajemen Sishankamneg), Brigjen TNI Toto Rinanto Sudjiman (Kasgartap I/Jakarta), Brigjen TNI Cucu Sumantri (Kabinda Sumut BIN), Brigjen TNI A.M. Putranto (Dan PMPP TNI), Brigjen TNI Agus Rohman (Kasdivif-1 Kostrad) dan Brigjen TNI Subagio (Dir Pengerahan Ditjen Strahan Kemhan). Untuk TNI Angkatan Laut yaitu Laksma TNI A. Octavian (Danguspurlaamabar) dan Laksma TNI Seno Obor Nuso (Kadisinfolatal).
Mewakili TNI Angkatan Udara yaitu Marsdya TNI Ismoyo Wijayanto (Dansesko TNI), Marsda TNI Suparman (Staf Ahli Bid. Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam), Marsda TNI Herry Wibowo Eslah (Aspers Kasau), Marsda TNI D.F.O. Tambunan (Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kemenko Polhukam), Marsda TNI Zulhasymi (Aspam Kasau), Marsma TNI Suyadi Bambang S (Kadispenau), Marsma TNI Deddy (Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas) dan Marsma TNI Sri Pulung D (Danlanud Halim).
Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan, bahwa kenaikan pangkat merupakan sebuah anugerah, yang dalam kacamata spiritualitas, datang semata atas izin Tuhan Yang Maha Esa, kapan memiliki kesiapan dan kelayakan kualifikasinya untuk menerima anugerah bernama pangkat atau jabatan. "Pemahaman pandangan terhadap anugerah ini harus melekat pada setiap diri perwira, guna menghindari adanya kedangkalan apresiasi dan ketidakmampuan dalam menangkap sebuah esensi dari setiap peristiwa kenaikan pangkat atau jabatan di lingkungan TNI," ujar Agus Suhartono.
Yang pasti, lanjut dia, bahwa pangkat atau jabatan adalah amanah, yang menuntut setiap pengemban amanah untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan aktualisasi diri terhadap setiap peran, fungsi dan tugas, yang didedikasikan bagi kepentingan organisasi. "Mulai tahun ini hingga beberapa tahun ke depan, terbentang tantangan tugas yang harus dijawab oleh para perwira, dengan menghadirkan dan mengerahkan segala kreativitas, serta kerja cerdas, dan menuntut ketajaman cara pandang untuk secara intensif memperbaiki diri."
"serta melihat ke luar guna melindungi ke dalam, baik dalam konteks nasional maupun internasional, dihadapkan kepada perkembangan lingkungan yang terus bergerak secara dinamis," sambungnya.
Setelah
memperkenalkan senapan serbu ringkas model bullpup SS3 saat ini PT.
Pindad telah kembali memperkenalkan senapan perseorangan generasi baru
yaitu SS4. PT. Pindad menjelaskan bahwa senapan perseoaranagan SS4 ini
merupakan senapan jenis battle rifle dengan jarak tembak efektif
antara 300-600 meter.
Berdasarkan pada aturan yang dipakai oleh PT. Pindad terdapat pembagian produk senapan berdasarkan jarak tembaknya :
Senapan untuk riflemen dengan jarak tembak 100-300 meter.
Senapan untuk marksmen dengan jarak tembak 300-600 meter.
Senapan untuk sniper dengan jarak tembak 1000 meter.
Untuk
senapan SS4 ini masih merupakan mock up dan SS 4 ini mengadopsi peluru
dari jenis GPMG FN MAG 58 yaitu 7,62 x 51 mm. Senapan SS 4 ini
dirancang dengan menggunakan method reverse engineering yang artinya
senjata dibuat dari gabungan sejumalah produk persenjataan hasil kerjaan PT. Pindad maupun non Pindad.
Misalnya saja rumah mekanik dan penutup
diambil dari SS1. Kemudian bagian laras mengambil kepunyaan senapan
penembak runduk (sniper) SPR1. Selain itu picantinny rail mengambil
milik senapan FN SCAR.Namun
begitu SS4 tidak sepenuhnya berasal dari gabungan sejumlah komponen
senjata , beberapa diantaranya merupakan rancangan baru, salah satunya
adalah popor.
Dengan popor ini dapat dilipat. Selain itu juga panjang
popor juga bisa diatur sesuai dengan kondisi fisik penembak. Dalam
pengoperasiannya setiap pucuk senapan SS4 dilengkapi dengan magasine
berkapasitas 15 butir peluru. Dari jumlah peluru ini akan mengingatkan
kita dengan senapan mesin regu era Perang Dunia II Browning Automatic
Rifle (BAR) kaliber 7,62 mm yang dibekali magasine berkapasitas 20 butir
peluru.
Sampai saat ini Mabes TNI belum melansir rencana melengkapi satuan di tubuh TNI dengan senapan SS4. Akan
tetapi secara garis besar kemunculan senapan ini bisa dijadikan sebagai
salah satu barometer semangat pemerintah untuk memenuhi sendiri
kebutuhan peralatan militernya.
Melalui kompetisi olahraga yang digelar oleh WORLD VISION ORGANIZATION Attallah Sportive Club-Marjayoun, Serda Wahyudin anggota Kimek-A Indobatt XXIII-G berhasil menjadi juara pertama Kejuaraan Marathon, Minggu (2/6).
Kejuaraan Marathon yang digelar oleh WORLD VISION ORGANIZATION yang diselenggarakan di Marjayoun, Lebanon ini, dikuti oleh atlet Marathon diberbagai lapisan masyarakat Lebanon, mulai dari LAF (Lebanon Armed Forces), masyarakat sipil sampai dengan para pasukan Peacekeeper yang tergabung dalam UNIFIL termasuk Indobatt di dalamnya.
Komandan Satgas Indobatt XXIII-G Letkol Inf Lucky Avianto menyambut tantangan itu dengan menurunkan 8 (delapan) pelari terbaik Indobatt untuk berpartisipasi unjuk kemampuannya yakni Serda Wahyudin dkk, alhasil Serda Wahyudin yang saat itu turun di nomor 2.000 Meter dan 5.000 Meter berhasih finish di urutan pertama dengan catatan waktu 6 menit 20 detik, diikuti oleh pelari LAF (Lebanon Armed Forces) di urutan kedua dan ketiga pada nomor 2.000 Meter.
Serda Wahyudin mengaku, dirinya sangat bangga dengan hasil yang dicapainya, latihan keras yang dilakukannya selama ini telah membuahkan hasil yakni mampu menundukkan pelari dari tuan rumah Lebanon, dirinya juga sangat bangga karena telah membawa nama harum Kontingen Garuda Indobatt XXIII-G dan Indonesia.
Komandan Satgas Indobatt XXIII-G Letkol Inf Lucky Avianto menyatakan, sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak asuhnya, tugas dan tanggung jawab di dalam melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon tidak menjadi halangan bagi prajuritnya dalam berprestasi, justru para atlet agar terus berlatih dan membina fisik, jika terdapat kegiatan serupa Indobatt bisa terus mengharumkan nama Indonesia di Lebanon."
Bertempat di Security Section Training Hall UNIFIL HQ Naqura, kemarin, personil Satgas Indobatt yang diwakili oleh Kapten Caj Popon, Kapten Chk Tjetjep Djanu S, SH, dan Lettu Inf Dili Murtiawan mengikuti briefing tentang penanganan masalah kebakaran.
Briefing yang dipimpin langsung oleh Mr. Victor sebagai kepala keamanan dan penanggung jawab masalah penanganan kebakaran di seluruh unit/Kontingen yang ada di UNIFIL, dihadiri oleh bebebrapa perwakilan dari tiap-tiap Kontingen UNIFIL.
Briefing yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut menekankan kepada semua Perwira penanggung jawab masalah kebakaran harus memahami dan melaksanakan semua petunjuk yang ada dalam Fire Safety Guidelines Policy yang menjadi referensi bagi seluruh Kontingen di UNIFIL yang sudah distandarisasikan oleh para ahli di bidang kebakaran dunia.
Rapat tersebut juga membahas tentang prosedur penyerahan laporan bulanan kepada Force Fire Marshal Unit, sesuai dengan format yang sudah disosialisasikan. Mr. Victor juga menginfokan bahwa Fire Officer akan segera melaksanakan serah terima dari Fire Officer lama ke baru.
Sementara menurut Komandan Satgas Yonmek XXIII-G/UNIFIL, Letkol Inf Lucky Avianto menjelaskan bahwa peran Force Fire Marshal sangat penting untuk dijadikan pedoman dalam menangani masalah kebakaran, apalagi sekarang sudah memasuki musim panas, sehingga kita sudah memiliki pedoman dalam penanganan bila terjadi kebakaran. Komandan Indobatt juga berpesan agar prosedur penanganan masalah kebakaran ini segera disosialisasikan kepada seluruh jajaran Indobatt agar setiap unsur dapat mengambil tindakan yang benar dan tepat bila terjadi kebakaran.
Masyarakat Indonesia harus lebih berhati-hati dan sebaiknya tidak mudah terprovokasi. Pengamat intelijen Wawan H Purwanto menyatakan saat ini di Indonesia banyak agen-agen asing yang bermain. "Agen asing itu paling banyak berada di Jakarta, namun di Aceh dan Papua juga ada". Para agen asing itu, menurut dia tidak bermain sendirian, mereka juga sering memanfaatkan orang-orang lokal yang bekerja untuk agen tersebut.
Indonesia, terang Wawan, merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, penduduk muslim terbanyak. Ini menjadi daya tarik bagi asing untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang melimpah itu, makanya mereka sering membuat gerakan demi kepentingan mereka.
Bangsa Indonesia, ujar Wawan, juga sudah dipetakan oleh orang-orang asing sebagai bangsa yang suka perang. Warga juga sangat mudah dihasut dan dimainkan oleh agen-agen asing. Karena itu, kata Wawan, warga harus selalu bersikap waspada terhadap gerakan-gerakan yang dilakukan agen asing untuk membenturkan antar umat beragama.
Saat ini ia memperkirakan agen asing juga berupaya membenturkan kepentingan antarumat dalam internal agama itu sendiri seperti suni dan syi'ah. "Masyarakat harus waspada, jangan sampai konflik suni-syi'ah ala Timur Tengah merembet ke Indonesia. Ini merupakan agenda asing untuk memecah-belah bangsa Indonesia," ujar Wawan.
Wawan meminta agar masyarakat secara bersama menurunkan tensi, jangan mudah tersulut emosinya.Dengan belajar sabar dan waspada, maka berbagai konflik bisa dicegah.