Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Selasa, 28 Mei 2013

AM Putranto Komandan PMPP TNI

AM Putranto Komandan PMPP TNI

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memimpin upacara serah terima jabatan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI dan Komandan PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (27/5/2013).

Mayjen TNI Hotma Marbundi menyerahkan jabatannya sebagai Koorsahi, kepada Panglima TNI. Penyerahan jabatan itu dilakukan, karena Marbundi akan memasuki masa pensiun.

Sementara jabatan Komandan PMPP diserahkan Brigjen TNI Imam Edy Mulyono, kepada Kolonel Inf AM Putranto. Imam Mulyono selanjutnya menjadi Staf Khusus KSAD. Mutasi dan promosi ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/351/V/2013.

Komandan PMPP yang baru Kolonel Inf AM Putranto adalah alumni Akabri 1987. Sebelumnya, ia menjabat Paban II/Manajemen Staf Perencanaan di Mabes AD. Beberapa jabatan yang pernah disandangnya, antara lain Komandan Satgas Kontingen Garuda XXIII-B/UNIFIL Lebanontahun 2007, Danrem 061/Suryakancana, dan Komandan Brigif Linud-18/2 Kostrad.

Panglima TNI, sebagaimana diungkap dalam siaran pers Puspen TNI, mengatakan, perubahan tatanan pandangan terhadap sebuah organisasi di era globalisasi, menuntut adanya penerapan prinsip-prinsip manajemen yang membawa organisasi menuju ke sebuah misi yang lebih maju. Demikian juga TNI, sebagai institusi negara senantiasa terus dan harus terus bergerak menyempurnakan diri, untuk sebuah tujuan dalam satu koridor visi dan misibagi kemajuan TNI, seiring bergulirnya waktu dan perkembangan yang mengelilinginya.

Panglima TNI berharap, seluruh perwira TNI meningkatan dan mengembangan intelektualitas serta kapasita, sebagai generasi penerus pembangunan TNI di masa datang. Substansi sertijab di lingkungan TNI merupakan mata rantai yang utuh dari proses dinamika dan pembinaan organisasi TNI, yang berorientasi pada pembangunan kompetensi sumberdaya manusia.

Mata rantai proses tersebut, salah satunya dipegang oleh Koorsahli Panglima TNI beserta unsur di dalamnya, yang secara substansial meliputi seluruh gerak kehidupan TNI sebagai organisasi.

Rusia Bakal Larang Terbang Helikopter Mi-8

Vladimir Putin

Pihak berwenang Rusia bakal melarang terbang seluruh helikopter Mi-8. Pemicunya, kecelakaan pesawat jenis ini di kawasan Saratov pada Selasa (28/5/2013). Menurut warta Itar-TASS, insiden itu menewaskan seorang pilot. Sementara, dua penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Pihak militer Rusia dalam penyelidikan sementaranya mengatakan kalau penerbangan helikopter naas itu untuk pelatihan terbang. Helikopter itu milik Angkatan Udara (AU) Rusia. "Penyelidikan terus kami lanjutkan," kata pihak AU Rusia.

Sementara itu, Komandan AU Rusia Victor Bondarev sudah memerintahkan larangan terbang tersebut. "Selama penyelidikan seluruh Mi-8 dilarang terbang,"tegasnya. Kendati begitu, kebijakan itu tak berlaku bagi helikopter Mi-8 kepresidenan. "Presiden Vladimir Putin tetap menggunakan Mi-8 dalam tugas-tugasnya,"demikian Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Rusia Lakukan Pelatihan Militer

detail berita

Rusia menggelar pelatihan militer dalam skala besar. Pelatihan ini melibatkan pertahanan udara, transportasi militer, dan kekuatan tempur angkatan udara (AU) Rusia. Pelatihan ini dimulai tanpa adanya pengumuman besar-besaran.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia Valery Gerasimov di Moskwa mengatakan sedikitnya ada 8.700 serdadu ikut serta dalam pelatihan ini. Lalu, ikut terlibat pula 180 pesawat militer, dan 240 kendaraan perang.

"Pelatihan ini sesuai dengan pernyataan Presiden Vladimir Putin agar Rusia selalu mengecek kesiapan tempurnya guna menghadapi berbagai kondisi,"kata Gerasimov.

Lebih rinci, Gerasimov mengatakan pelatihan itu melibatkan pesawat tempur MIG-31 dari Distrik Militer Timur. Pesawat-pesawat itu menembak dan menghancurkan target di Semananjung Kamchatka.

"Rakyat Rusia harus tahu kalau berbagai ancaman bisa masuk ke Rusia,"kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam telekonferensi dengan para pejabat militer.

Pertukaran Delegasi Militer untuk Perkuat Kerja Sama

Pertukaran Delegasi Militer untuk Perkuat Kerja Sama

Menteri Pertahanan Vietnam, Jenderal Phung Quang Thanh, dan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memandang perlu adanya usaha untuk makin memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara. 

Caranya, antara lain dengan pertukaran delegasi militer antara Indonesia dan Vietnam. Pandangan itu muncul dalam pertemuan antara Sjafrie dan Phung Quang, Senin (27/5/2013) di Hanoi Vietnam. Selain memperkenalkan pesawat CN-295 yang telah dipakai oleh TNI Angkatan Udara, kedatangan Sjafrie di Vietnam juga dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama bidang pertahanan dengan negara tersebut.

"Guru bangsa kita punya kebanggaan yang sama, yaitu sama-sama bangkit untuk kebanggaan nasional. Oleh karena itu, perlu pertukaran delegasi militer agar hubungan kedua negara menjadi lebih baik. Kami akan memikirkan untuk mempelajari dan membeli peralatan militer dari Indonesia," tutur Phung Quang, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas, M Hernowo.

Sementara itu, Sjafrie menawarkan Pusat Pelatihan Keamanan dan Perdamaian di Sentul, Jawa Barat, untuk digunakan oleh militer Vietnam yang ikut dalam kontingen Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa."Kami juga ingin militer Indonesia dapat menerima pengalaman historis dari Vietnam dalam operasi gerilya," tambah Sjafrie.

Sjafrie juga menawarkan peluang kerjasama antara pasukan khusus kedua negara. Pasalnya, jika pasukan khusus di suatu kawasan seperti Asean saling berinteraksi, kawasan itu akan semakin solid.

Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE

Mengapa Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE? - IMG_7785.JPG

Tim COE ( Contingent Owned Equipment )  MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) kembali menginspeksi alat dan perlengkapan Satgas Kizi TNI Konga XX-J/MONUSCO, Senin (27/5/2013). Kedatangan tim inspeksi diterima langsung oleh Komandan Satgas Letkol Czi Irfan Siddiq beserta perwira staf di Bumi Nusantara Camp.

Berbeda dengan inspeksi pertama pada bulan Februari lalu yang diketuai oleh Mr. James Boima (Senegal), Tim COE kali ini diketuai oleh Mr. Solomon Shock (Nigeria). Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi alat dan perlengkapan Satgas yang sudah digunakan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, terhitung mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2013.

Rangkaian inspeksi diawali dengan paparan singkat Perwira Seksi Logistik Kapten Czi Hanif Tupen tentang kondisi peralatan dan perlengkapan yang dimiliki oleh Satgas, dilanjutkan dengan pemeriksaan alat perlengkapan yang ada di Bumi Nusantara Camp maupun di lokasi pekerjaan. Obyek yang diinspeksi meliputi pemeriksaan perlengkapan perorangan (self-sustainment) dan beberapa alat utama Satgas (major equipment).

Mengapa Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE? - IMG_7808.JPG

Setelah menerima paparan, selanjutnya tim COE bergegas untuk memeriksa alat dan perlengkapan Satgas yang berada di camp maupun yang ada di lokasi pekerjaan. Bertepatan dengan kegiatan tersebut, Satgas Kizi TNI baru menerima beberapa jenis peralatan baru yang datang dari Indonesia, diantaranya, prime mover, excavator, backhoe loader, dan generator set. Hal ini mendapat tanggapan yang positif dari tim pemeriksa. Dihadapkan dengan pekerjaan yang semakin padat, alat yang baru ini diharapkan mampu membantu pekerjaan yang dihadapi oleh Satgas.

Disamping menerima Alberzi yang baru, pada COE inspection yang kedua ini Satgas Kizi TNI juga telah dapat meluluskan beberapa jenis perlengkapan baru yang dianggap layak untuk mendapatkan reimbursment dari United Nations. Perlengkapan baru tersebut adalah internet access (melalui V-Sat yang dibeli dari Bentley Walker, Inggris), basic fire fighting, dan field defence storage yang semuanya masuk dalam kategori self – sustainment.

Mengapa Peralatan TNI di Kongo Kembali Diperiksa Tim COE? - IMG_7764.JPG

Dari hasil pemeriksaan terhadap masing-masing bagian, keseluruhan peralatan dan perlengkapan yang dimiliki Satgas Kizi TNI mendapatkan kategori lulus sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang itu berjalan dengan lancar dan tertib. Diakhir acara tersebut, tim beserta seluruh perwira melaksanakan makan siang bersama sebelum  mereka meninggalkan Bumi Nusantara Camp menuju kediamannya di Logbase Dungu.

Senin, 27 Mei 2013

TNI Lakukan Latihan Militer Bersama Malaysia

 TNI Adakan Latihan Bersama Malaysia

“Manfaatkan momentum kegiatan Latihan Gabungan Bersama Malaysia-Indonesia (Latgama Malindo) Darsasa-8AB/2013 sebagai wahana pertukaran ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan keterampilan dan profesionalisme prajurit, demikian dikatakan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Widodo, pada Apel Kesiapan Gelar Latgama Malindo Darsasa-8AB/2013 di Mako Brigif-2/Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2013).

Selanjutnya Waasops Panglima TNI mengatakan, Indonesia sebagai tuan rumah dan kita sebagai prajurit TNI harus memberikan yang terbaik, tunjukan bahwa prajurit TNI adalah prajurit profesional yang terlatih dan berdisiplin tinggi. “Laksanakan latihan ini dengan semaksimal dan seoptimal mungkin sejalan dengan tujuan dan sasaran latihan yang sudah ditetapkan”, tegasnya.

Kepada para prajurit yang terlibat latihan, Laksma TNI Widodo menekankan, utamakan dan perhatikan faktor keamanan dalam setiap tindakan dan aktivitas serta eliminir semaksimal mungkin tindakan-tindakan yang akan menyebabkan kerugian baik materiil maupun personil, serta jalani hubungan baik yang harmonis dalam interaksi dan aktivitas kegiatan yang didasari oleh prinsip saling menghormati dan menghargai diantara sesama prajurit kedua angkatan bersenjata (TNI dan ATM).

Usai apel kesiapan, Waasops Panglima TNI melanjutkan pemeriksaan alat peralatan khusus yang akan digunakan untuk latihan seperti, senjata, nubika, kendaraan taktis selider milik Denjaka TNI AL dan kendaraan taktis milik Denbravo Paskhas TNI AU.

Sementara itu, Direktur Latihan Brigjen TNI (Mar) Bujung Lalana menekankan kepada para pelaksana latihan Malindo yang akan berlangsung di Medan tanggal 7 s.d. 12 Juni 2013, antara lain kita tidak boleh sombong dan harus santun, jangan memalukan, jadilah prajurit yang disegani, dirindukan dan jangan jadi prajurit gila atau orang melihat jadi benci, karena kalian adalah prajurit disegani, karena kalian adalah prajurit yang menumpas teroris.

650 Prajurit TNI-AD Yonif 407/Tegal Pulang Dari Perbatasan

 


Setelah bertugas selama tujuh bulan di perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia, akhirnya 650 prajurit Batalyon Infantri 407 kembali pulang, Minggu (26/5/2013).  Tiba di pelabuhan Tanjung Mas Semarang, para prajurit hendak kembali ke markas mereka di Slawi, Kabupaten Tegal. Lalu, sebagian dari mereka akan pulang dan bercerita kepada keluarga.

Komandan Rayon Letkol Infantri Ari Aryanto mengatakan, selama tujuh bulan pihaknya menjaga 1.038 kilometer garis perbatasan Indonesia-Malaysia. Ada tiga kabupaten yang mereka jaga, yaitu Nunukan, Malino dan Kutai Barat.

"Kami disebar di 29 pos untuk menjaga perbatasan," katanya kepada Tribun Jateng. Selama bertugas, batalyonnya berhasil mengungkap 34 kegiatan ilegal seperti penyelundupan narkoban, sembako, dan pelintas batas dana. Pihaknya juga memeriksa patok-patok perbatasan antara Malaysia dan Indonesia.
Cerita TNI Menjaga Patok Perbatasan

Selama bertugas di perbatasan Kalimantan Timur-Malaysia, prajurit dari Batalyon Infantri 407 harus menjaga 13.544 patok penanda batas Indonesia-Malaysia. Upaya memeriksa patok itu ternyata tidak mudah. "Sepanjang penemuan kami tidak ada yang bergeser, tapi untuk mengecek kami harus masuk hutan," ujar Komandan Rayon Letkol Infantri Ari Aryanto di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Minggu (26/5/2013).

Untuk mengecek patok ternyata tidak mudah. Beberapa patok berada jauh di tengah hutan. Kadang beberapa prajurit harus menginap di hutan beberapa hari. Perjalanaan dari satu lokasi ke lokasi lainpun tidak mudah. Pernah, ia harus berjalan selama empat hari untuk sampai di tujuan.

Hasil pengecekkannya, tidak ada patok yang bergeser. Tapi beberapa patok hilang karena kejadian alam semisal longsor atau tertimpa pohon. Selebihnya ada program pembaharuan patok setiap tahun, jadi tidak perlu khawatir patok bergeser.

Minggu, 26 Mei 2013

167 Prajurit Indobatt Terima Medali dari PBB

Sosialisasi Tugas “Sector East Military Police Unit” Ke Indobatt

Sebanyak 167 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti), menerima penghargaan Medali PBB atas jasa dan pengabdiannya dalam misi perdamaian PBB di Haiti.

Hal ini adalah bentuk pengakuan atas kontribusi yang luar biasa dari 167 tentara penjaga perdamaian PBB dari Indonesia. Selain itu sebagai wujud terima kasih dari PBB untuk pengabdian yang telah diberikan bagi kepentingan perdamaian, stabilitas, dan rekonstruksi di Haiti. 

Penyematan Medali PBB / Medal Parade kepada 167 Prajurit TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH dilakukan dalam suatu upacara parade yang dilangsungkan di Lapangan Parade Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti, Jumat (23/5/2013).

Inspektur upacara adalah Deputy of Special Representative Secretary General (SRSG) MINUSTAH, Carl Alexandre.

Deputy SRSG Carl Alexandre mengucapkan selamat kepada setiap prajurit atas kontribusi yang konsisten terhadap pelaksanaan mandat misi PBB di Haiti, serta penghargaan atas loyalitas yang diberikan kepada perdamaian terlepas dari kesulitan yang dihadapi saat ini. Di samping itu juga usaha, kerja keras dan pengorbanan yang diberikan selama ini tidak akan sia-sia. 

"Dalam kehidupan dunia yang semakin mengglobal dan terhubung satu sama lain, kita harus mengakui bahwa tidak ada perdamaian dan keamanan bagi siapapun apabila tidak ada perdamaian dan keamanan bagi semua. Kehadiran anda disini hari ini menggambarkan komitmen Anda terhadap tujuan ini", kata Mr. Carl Alexandre di hadapan 500 personel yang hadir. 

Acara upacara dilanjutkan dengan penampilan kesenian khas yaitu Reog Ponorogo yang dibawakan oleh 18 personil Satgas Kizi TNI serta Tarian Tango yang dibawakan oleh dua personil dari Argentina Battalion. 

Sementara itu, Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH, Letkol Czi Arief Novianto, mengatakan, selain mengemban tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB, Satgas Kizi TNI juga mengemban misi sebagai duta bangsa untuk mempromosikan budaya dan kesenian asli Indonesia di dunia Internasional.

"Pemberian penghargaan dari PBB merupakan wujud nyata pengakuan PBB atas hasil usaha dan kerja keras yang diberikan bagi misi perdamaian di Haiti," ujarnya.

Komurindo 2013 Akan Segera Digelar


Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2013 akan segera digelar. Kompetisi tahunan yang ke-6 tersebut akan berlangsung pada 30 Mei hingga 2 Juni 2013 di Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Tahun ini, Institut Teknologi (IT) Telkom akan menjadi tuan rumah kegiatan ini.

Komurindo adalah ajang kompetisi rancang bangun muatan roket tingkat perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan bibit unggul calon peneliti, perekayasa, dan ilmuwan dalam bidang peroketan nasional. Ajang ini juga sekaligus untuk menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap teknologi keantariksaan.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam rancang bangun serta pengujian roket dan muatannya. Kompetisi ini juga akan meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi penginderaan jauh dan sistem otomasi robotika pada muatan roket. Dalam perlombaan ini, setiap tim peserta harus melalui beberapa tahap penilaian. Tahapan tersebut yaitu uji dimensi, uji fungsional, uji statik, integrasi muatan, dan uji terbang. Setiap tim terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembina.

Pada kompetisi tahun sebelumnya, hanya terdapat satu kategori penilaian yaitu payload (muatan roket). Namun, untuk meningkatkan kualitas lomba, maka tahun ini mahasiswa juga ditantang untuk berkompetisi dalam bidang roketnya. Tema untuk kategori muatan roket yaitu High Rate Attitude Data Monitoring and Surveillance Payload. Sementara itu kategori roket bertema Autonomous Low Speed EDF Rocket. Dalam kategori roket, setiap tim membuat disain roket dengan berat tidak melebihi 1,5 kilogram dan panjang maksimum 1 meter.

Sabtu, 25 Mei 2013

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4392.JPG

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi menutup Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tingkat Divisi tahun 2013 dengan upacara militer, di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur,  Jumat (24/5/2013).

Upacara diikuti oleh ribuan prajurit peserta Latgab TNI 2013, ditandai dengan penanggalan tanda peserta secara simbolis yang dilakukan oleh Panglima TNI terhadap 4 orang perwakilan peserta Latgab.

Latihan perang besar-besaran (tingkat Divisi) ini telah digelar di beberapa daerah, antara lain : Latihan Posko (15-19 April 2013) di Mako Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat; Latihan Umum atau Latihan Pendahuluan di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir, Baluran, Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, selama dua hari (2-3 Mei 2013), yang kala itu dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI Boediono, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat tinggi TNI lainnya.

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4478.JPG

Sementara itu, untuk Latihan Lapangan telah digelar di Tarakan, Pantai Sekerat, Sangatta, Pulau Senupak, Pulau Senkuang, di Kaubun dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain latihan perang darat dan perang udara, TNI telah pula melancarkan latihan perang laut, di laut Jawa dan Sulawesi. Materi latihan yang telah dikembangkan adalah proses dan mekanisme pengambilan keputusan militer, proses dan mekanisme pengecekan, gelar kesiapan dan latihan pendahuluan serta komando pengendalian Kampanye Militer dan Operasi Militer Gabungan TNI.

Personil yang terlibat dalam Latgab ini berjumlah 16.745 prajurit, dan mengerahkan peralatan tempur antara lain : TNI AD: 14 Unit Tank Scorpio, 5 Unit Tank Stormer Apc, 2 Unit Tank Stormer Co, 13 Unit Tank Amx, 21 Pucuk Meriam (Mer), 12 Hely Mi 17, 12 Hely Bel, dan 3 Bolco. Sedangkan untuk TNI AL mengerahkan 36 KRI, 17 unit BMP-3F, 33 BTR-50, 6 Kapa K-61, 2 unit RM-70/Grad, 7 Unit LVT-7A1, 2 unit BVP-2, 3 CASA, 5 Hely, TNI AU: 5 Pesawat SU 27/30, 5 Pesawat Hawk SPO, 5 Unit F-16, 5 Unit Hawk PBR, 11 Pesawat C-130 Hs/H/B, 1 Pesawat C-130 BT, 2 Pesawat B-737 Intai, 2 Pesawat C-212 Cassa, 2 Unit Cn-235, 1 Unit Cn-235 MPA, 2 Helly Nas-332/Sa-330, 4 Helly Ec-120 Colibri.

 Prajurit Korps Marinir Ikuti Penutupan Latgab TNI Tahun 2013

Sejumlah 16.745 peserta Latgab TNI 2013 tersebut terbagi menjadi : Penyelenggara Latihan dari Kodiklat TNI. Sedangkan Pelaku Latihan dari Kostrad, Koarmatim, Koarmabar, Kohanudnas, Koopsau I, Koopsau II, Kolinlamil, Korps Marinir, Kopassus, Kodam Jaya, Kodam VI/MLW, Kodam IX/UDY, Korps Paskhas, Bais TNI, Satkomlek TNI, Penerbad, Puspen TNI, Babinkum TNI, dan Puskes TNI. Sementara itu untuk tim evaluasi dari Mabes TNI.

Sebagai Direktur Latihan (Dirlat) pada Latgab ini dipercayakan kepada Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar serta Wakil Direktur Latihan Dankodiklat TNI Mayjen TNI Chaidir Serunting Sakti, M.Sc.  Seluruh rangkaian kegiatan Latgab TNI 2013 telah berlangsung sesuai dengan rencana, dan tidak ada prajurit yang terluka, maupun material tempur yang rusak atau hilang.


Berdasarkan laporan pelaksanaan yang dibacakan oleh Dirlatgab TNI 2013 di hadapan Panglima TNI saat upacara penutupan, secara umum tujuan latihan dapat tercapai dengan baik, antara lain:  Pertama, terlaksananya proses pengambilan keputusan militer untuk perumusan rencana kampanye militer dan rencana operasi gabungan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Kedua, terlaksananya latihan umum di Asem Bagus, Jawa Timur, secara aman dan lancar. Ketiga, terwujudnya kerja sama antar matra dan keterpaduan satuan TNI yang tergabung dalam Kogab TNI pada pelaksanaan rangkaian operasi gabungan. Keempat, tercapainya uji doktrin dan teraplikasikanya doktrin kampanye militer, doktrin operasi gabungan dan doktrin masing-masing angkatan.

 Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4414.JPG

Sementara itu Panglima TNI dalam sambutannya pada upacara tersebut mengatakan, kebutuhan paling hakiki dari sebuah negara adalah eksistensi, yang harus diperjuangkan dan dipertahankan sehingga menjadi pijakan bagi suatu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Pada konteks kepentingan mempertahankan eksistensi itulah, maka Latihan Gabungan TNI tahun 2013 telah dilaksanakan selama lebih kurang 40 hari.

Mencermati paradigma militeristik, lanjut Panglima TNI, keamanan negara pada dasarnya dipandang sebagai keadaan di mana rakyat Indonesia secara penuh harus dilindungi pada setiap aspek kehidupan, termasuk ekonomi dan pemanfaatan sumber daya nasional dalam rangka menciptakan kesejahteraan bangsa. Dalam kaitan tersebut, usaha pertahanan negara harus pula diarahkan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif bagi keberlangsungan pembangunan nasional itu sendiri.

Dengan demikian, persoalan pertahanan keamanan bukanlah konsep yang mutually exclusive, yang dapat dipisahkan secara hitam-putih, namun merupakan kesatuan usaha dari segenap komponen bangsa untuk membangun kekuatan TNI, kekuatan pertahanan, dan ketahanan nasional, dihadapkan kepada tantangan dan ancaman yang bergulir seiring perkembangan lingkungan strategis, kata Panglima TNI.


Lebih lanjut dikatakan, gelar kekuatan dan kemampuan TNI yang telah kita latihkan ini merupakan salah satu national power,  yang ditujukan guna menjamin keberlangsungan hidup bangsa Indonesia di tengah persaingan global yang ketat dan kompetitif. Secara ekstrim dapat dikatakan, tanpa  national power adalah hampir mustahil bagi sebuah negara dapat mewujudkan kepentingan nasionalnya. Terlebih, dalam konteks hubungan internasional, national power  menjadi suatu hal yang kemudian sifatnya sangat esensial, karena national power tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan nasional, dan selamanya akan menjadi modal pokok bagi negara agar dapat menjadi pemeran utama di dalam hubungan internasional,  khususnya dalam penerapan soft power diplomacy. 

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh unsur dan para prajurit yang terlibat dalam Latgab TNI tahun 2013 ini, atas suksesnya penyelenggaraan Latihan Gabungan TNI tahun 2013.