Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Minggu, 26 Mei 2013

167 Prajurit Indobatt Terima Medali dari PBB

Sosialisasi Tugas “Sector East Military Police Unit” Ke Indobatt

Sebanyak 167 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-B/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti), menerima penghargaan Medali PBB atas jasa dan pengabdiannya dalam misi perdamaian PBB di Haiti.

Hal ini adalah bentuk pengakuan atas kontribusi yang luar biasa dari 167 tentara penjaga perdamaian PBB dari Indonesia. Selain itu sebagai wujud terima kasih dari PBB untuk pengabdian yang telah diberikan bagi kepentingan perdamaian, stabilitas, dan rekonstruksi di Haiti. 

Penyematan Medali PBB / Medal Parade kepada 167 Prajurit TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH dilakukan dalam suatu upacara parade yang dilangsungkan di Lapangan Parade Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti, Jumat (23/5/2013).

Inspektur upacara adalah Deputy of Special Representative Secretary General (SRSG) MINUSTAH, Carl Alexandre.

Deputy SRSG Carl Alexandre mengucapkan selamat kepada setiap prajurit atas kontribusi yang konsisten terhadap pelaksanaan mandat misi PBB di Haiti, serta penghargaan atas loyalitas yang diberikan kepada perdamaian terlepas dari kesulitan yang dihadapi saat ini. Di samping itu juga usaha, kerja keras dan pengorbanan yang diberikan selama ini tidak akan sia-sia. 

"Dalam kehidupan dunia yang semakin mengglobal dan terhubung satu sama lain, kita harus mengakui bahwa tidak ada perdamaian dan keamanan bagi siapapun apabila tidak ada perdamaian dan keamanan bagi semua. Kehadiran anda disini hari ini menggambarkan komitmen Anda terhadap tujuan ini", kata Mr. Carl Alexandre di hadapan 500 personel yang hadir. 

Acara upacara dilanjutkan dengan penampilan kesenian khas yaitu Reog Ponorogo yang dibawakan oleh 18 personil Satgas Kizi TNI serta Tarian Tango yang dibawakan oleh dua personil dari Argentina Battalion. 

Sementara itu, Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/MINUSTAH, Letkol Czi Arief Novianto, mengatakan, selain mengemban tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB, Satgas Kizi TNI juga mengemban misi sebagai duta bangsa untuk mempromosikan budaya dan kesenian asli Indonesia di dunia Internasional.

"Pemberian penghargaan dari PBB merupakan wujud nyata pengakuan PBB atas hasil usaha dan kerja keras yang diberikan bagi misi perdamaian di Haiti," ujarnya.

Komurindo 2013 Akan Segera Digelar


Kompetisi Muatan Roket Indonesia (Komurindo) 2013 akan segera digelar. Kompetisi tahunan yang ke-6 tersebut akan berlangsung pada 30 Mei hingga 2 Juni 2013 di Balai Produksi dan Pengujian Roket Lapan, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Tahun ini, Institut Teknologi (IT) Telkom akan menjadi tuan rumah kegiatan ini.

Komurindo adalah ajang kompetisi rancang bangun muatan roket tingkat perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan bibit unggul calon peneliti, perekayasa, dan ilmuwan dalam bidang peroketan nasional. Ajang ini juga sekaligus untuk menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap teknologi keantariksaan.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam rancang bangun serta pengujian roket dan muatannya. Kompetisi ini juga akan meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi penginderaan jauh dan sistem otomasi robotika pada muatan roket. Dalam perlombaan ini, setiap tim peserta harus melalui beberapa tahap penilaian. Tahapan tersebut yaitu uji dimensi, uji fungsional, uji statik, integrasi muatan, dan uji terbang. Setiap tim terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembina.

Pada kompetisi tahun sebelumnya, hanya terdapat satu kategori penilaian yaitu payload (muatan roket). Namun, untuk meningkatkan kualitas lomba, maka tahun ini mahasiswa juga ditantang untuk berkompetisi dalam bidang roketnya. Tema untuk kategori muatan roket yaitu High Rate Attitude Data Monitoring and Surveillance Payload. Sementara itu kategori roket bertema Autonomous Low Speed EDF Rocket. Dalam kategori roket, setiap tim membuat disain roket dengan berat tidak melebihi 1,5 kilogram dan panjang maksimum 1 meter.

Sabtu, 25 Mei 2013

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4392.JPG

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi menutup Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tingkat Divisi tahun 2013 dengan upacara militer, di Dermaga Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur,  Jumat (24/5/2013).

Upacara diikuti oleh ribuan prajurit peserta Latgab TNI 2013, ditandai dengan penanggalan tanda peserta secara simbolis yang dilakukan oleh Panglima TNI terhadap 4 orang perwakilan peserta Latgab.

Latihan perang besar-besaran (tingkat Divisi) ini telah digelar di beberapa daerah, antara lain : Latihan Posko (15-19 April 2013) di Mako Divisi 1 Kostrad, Cilodong, Jawa Barat; Latihan Umum atau Latihan Pendahuluan di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir, Baluran, Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, selama dua hari (2-3 Mei 2013), yang kala itu dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI Boediono, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pejabat tinggi TNI lainnya.

Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4478.JPG

Sementara itu, untuk Latihan Lapangan telah digelar di Tarakan, Pantai Sekerat, Sangatta, Pulau Senupak, Pulau Senkuang, di Kaubun dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain latihan perang darat dan perang udara, TNI telah pula melancarkan latihan perang laut, di laut Jawa dan Sulawesi. Materi latihan yang telah dikembangkan adalah proses dan mekanisme pengambilan keputusan militer, proses dan mekanisme pengecekan, gelar kesiapan dan latihan pendahuluan serta komando pengendalian Kampanye Militer dan Operasi Militer Gabungan TNI.

Personil yang terlibat dalam Latgab ini berjumlah 16.745 prajurit, dan mengerahkan peralatan tempur antara lain : TNI AD: 14 Unit Tank Scorpio, 5 Unit Tank Stormer Apc, 2 Unit Tank Stormer Co, 13 Unit Tank Amx, 21 Pucuk Meriam (Mer), 12 Hely Mi 17, 12 Hely Bel, dan 3 Bolco. Sedangkan untuk TNI AL mengerahkan 36 KRI, 17 unit BMP-3F, 33 BTR-50, 6 Kapa K-61, 2 unit RM-70/Grad, 7 Unit LVT-7A1, 2 unit BVP-2, 3 CASA, 5 Hely, TNI AU: 5 Pesawat SU 27/30, 5 Pesawat Hawk SPO, 5 Unit F-16, 5 Unit Hawk PBR, 11 Pesawat C-130 Hs/H/B, 1 Pesawat C-130 BT, 2 Pesawat B-737 Intai, 2 Pesawat C-212 Cassa, 2 Unit Cn-235, 1 Unit Cn-235 MPA, 2 Helly Nas-332/Sa-330, 4 Helly Ec-120 Colibri.

 Prajurit Korps Marinir Ikuti Penutupan Latgab TNI Tahun 2013

Sejumlah 16.745 peserta Latgab TNI 2013 tersebut terbagi menjadi : Penyelenggara Latihan dari Kodiklat TNI. Sedangkan Pelaku Latihan dari Kostrad, Koarmatim, Koarmabar, Kohanudnas, Koopsau I, Koopsau II, Kolinlamil, Korps Marinir, Kopassus, Kodam Jaya, Kodam VI/MLW, Kodam IX/UDY, Korps Paskhas, Bais TNI, Satkomlek TNI, Penerbad, Puspen TNI, Babinkum TNI, dan Puskes TNI. Sementara itu untuk tim evaluasi dari Mabes TNI.

Sebagai Direktur Latihan (Dirlat) pada Latgab ini dipercayakan kepada Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar serta Wakil Direktur Latihan Dankodiklat TNI Mayjen TNI Chaidir Serunting Sakti, M.Sc.  Seluruh rangkaian kegiatan Latgab TNI 2013 telah berlangsung sesuai dengan rencana, dan tidak ada prajurit yang terluka, maupun material tempur yang rusak atau hilang.


Berdasarkan laporan pelaksanaan yang dibacakan oleh Dirlatgab TNI 2013 di hadapan Panglima TNI saat upacara penutupan, secara umum tujuan latihan dapat tercapai dengan baik, antara lain:  Pertama, terlaksananya proses pengambilan keputusan militer untuk perumusan rencana kampanye militer dan rencana operasi gabungan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku. Kedua, terlaksananya latihan umum di Asem Bagus, Jawa Timur, secara aman dan lancar. Ketiga, terwujudnya kerja sama antar matra dan keterpaduan satuan TNI yang tergabung dalam Kogab TNI pada pelaksanaan rangkaian operasi gabungan. Keempat, tercapainya uji doktrin dan teraplikasikanya doktrin kampanye militer, doktrin operasi gabungan dan doktrin masing-masing angkatan.

 Megahnya Suasana Penutupan Latihan Gabungan Oleh Panglima TNI - DSC_4414.JPG

Sementara itu Panglima TNI dalam sambutannya pada upacara tersebut mengatakan, kebutuhan paling hakiki dari sebuah negara adalah eksistensi, yang harus diperjuangkan dan dipertahankan sehingga menjadi pijakan bagi suatu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Pada konteks kepentingan mempertahankan eksistensi itulah, maka Latihan Gabungan TNI tahun 2013 telah dilaksanakan selama lebih kurang 40 hari.

Mencermati paradigma militeristik, lanjut Panglima TNI, keamanan negara pada dasarnya dipandang sebagai keadaan di mana rakyat Indonesia secara penuh harus dilindungi pada setiap aspek kehidupan, termasuk ekonomi dan pemanfaatan sumber daya nasional dalam rangka menciptakan kesejahteraan bangsa. Dalam kaitan tersebut, usaha pertahanan negara harus pula diarahkan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif bagi keberlangsungan pembangunan nasional itu sendiri.

Dengan demikian, persoalan pertahanan keamanan bukanlah konsep yang mutually exclusive, yang dapat dipisahkan secara hitam-putih, namun merupakan kesatuan usaha dari segenap komponen bangsa untuk membangun kekuatan TNI, kekuatan pertahanan, dan ketahanan nasional, dihadapkan kepada tantangan dan ancaman yang bergulir seiring perkembangan lingkungan strategis, kata Panglima TNI.


Lebih lanjut dikatakan, gelar kekuatan dan kemampuan TNI yang telah kita latihkan ini merupakan salah satu national power,  yang ditujukan guna menjamin keberlangsungan hidup bangsa Indonesia di tengah persaingan global yang ketat dan kompetitif. Secara ekstrim dapat dikatakan, tanpa  national power adalah hampir mustahil bagi sebuah negara dapat mewujudkan kepentingan nasionalnya. Terlebih, dalam konteks hubungan internasional, national power  menjadi suatu hal yang kemudian sifatnya sangat esensial, karena national power tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan nasional, dan selamanya akan menjadi modal pokok bagi negara agar dapat menjadi pemeran utama di dalam hubungan internasional,  khususnya dalam penerapan soft power diplomacy. 

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh unsur dan para prajurit yang terlibat dalam Latgab TNI tahun 2013 ini, atas suksesnya penyelenggaraan Latihan Gabungan TNI tahun 2013.

Jumat, 24 Mei 2013

Helikopter Militer, Rekayasa Digital Buatan Warga Indonesia. Gemparkan China


Gambar hasil rekayasa digital bisa tampil begitu meyakinkan sehingga mampu mengecoh orang yang melihatnya. Salah satu contoh terbaru terjadi di Negeri Tirai Bambu, tempat situs online milik surat kabar Global Times keliru memuat gambar helikopter tempur palsu.

Seperti dikutip dari Kotaku, gambar hasil rendering 3D tersebut muncul di laman Huanqiu.com milik Global Times, lengkap dengan teks yang menyebutkan bahwa helikopter itu kemungkinan merupakan konsep mesin perang buatan Pasukan Beladiri Jepang.



Ditambahkan pula bahwa helikopter yang bersangkutan "terlihat seperti model dari film fiksi ilmiah karena teknologi untuk membuatnya belum tersedia". Galeri gambar-gambar helikopter ditampilkan di rubrik "militer". Berita tentang hal ini bahkan muncul juga lewat kantor berita Xinhua yang mengutip Global Times dan mengatakan bahwa helikopter futuristik itu merupakan konsep yang didesain oleh kalangan "profesional Jepang".

Padahal, gambar helikopter ini bukan dibuat oleh Negeri Sakura, melainkan seseorang warga Indonesia bernama Ridwan Chandra Choa yang pernah bekerja sebagai seniman digital Lucasfilm Animation di Singapura. Ridwan mengunggahnya ke situs DeviantArt.


Beberapa pengguna di situs jejaring sosial Weibo meragukan keaslian helikopter dalam gambar. "Tanpa baling-baling ekor, bagaimana caranya dia bermanuver?" tanya seorang pengguna. Beberapa pengguna lain berkomentar bahwa desain helikopter lebih mirip benda di buku komik ketimbang mesin perang sungguhan.

Sebenarnya gambar tersebut sudah dibubuhi alamat URL DeviantArt—berikut nama dan tanda tangan sang kreator—dalam alfabet latin yang menunjukkan bahwa helikopter 3D di dalamnya hanya dimaksudkan sebagai sebuah karya seni. Namun, agaknya mereka tidak menyadari hal ini.

ITB Membuka S2 "Cyber Security"

 

Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka program S2 yang berkonsentrasi di bidang cyber scurity. Program ini dibuka untuk menjawab kebutuhan keamanan di dunia digital atau teknologi komunikasi dan informasi ((Information and Communication Technology/ICT), di tengah makin gencarnya serangan hacker pada situs-situs pemerintah, swasta maupun personal.

Untuk angkatan pertama, program S2 di bawah naungan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini akan dimulai September 2013. Namun untuk angkatan pertama, S2 ini belum dibuka untuk umum, tetapi khusus bagi alumni STEI yang mengikuti program fast track di prodi yang punya background informatika. Tetapi ke depan, program pertama di Indonesia ini akan dibuka untuk umum, termasuk untuk mewadahi para hacker.

"Ke depan program S2 ini akan terbuka untuk umum, hanya untuk yang pertama ini khusus untuk alumni kemudian dari instansi yang mendesak," jelas Wakil Rektor ITB bidang Riset dan Inovasi, Prof Dr Wawan Gunawan Abdul Kadir, di Bandung, Kamis (23/5).

Wawan menuturkan, selama ini STEI ITB memang berkonsentrasi di bidang sekuriti ICT. Faktor keamanan ICT ini menjadi poin penting yang harus selalu terjaga dari ancaman pembobolan oleh hacker, virus, dan lain-lain. Contohnya dari situs Presiden RI hingga situs VPMBG Badan Geologi menjadi sasaran hacker.

Karena itulah STEI ITB membuka program S2 yang berkonsentrasi di bidang anti-hacker itu. Dalam pembukaan program, ITB mendapat bantuan dari Korea Selatan yang kini tengah konsentrasi mengatasi serangan para peretas dunia maya. ITB mendapat bantuan dana yang totalnya mencapai 5 sampai 6 juta dolar Amerika Serikat dari Korea Selatan.

Dana ini untuk membangun Center Sekuriti IT di Kampus ITB Jatinangor, Sumedang, yang terdiri dari kampus, labolatorium, dan fasilitas lainnya yang terkait dengan keamanan TI. ITB juga membuka kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara dan Kementerian Kominikasi dan Informatika.

Dekan STEI ITB Prof Dr Ir Suwarno menambahkan, S2 Cyber Security merupakan bagian dari Center Sekuriti IT yang kini masih dalam proses pembangunan di Kampus ITB Jatinangor. S2 Cyber Security memfokuskan diri pada keamanan TI. Di luar negeri, program ini sudah berkembang pesat. Tujuannya untuk menciptakan keamanan sekaligus menahan serangan 

Aceh Memang Jadi Intaian Amerika

http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/05/ilustrasi-intelijen-asing.jpg

Polemik pendaratan tanpa izin pesawat militer Amerika Serikat (AS) ke Indonesia pada Senin (20/5) lalu memang telah berakhir. Kepergian pesawat jenis Dornier-328 itu pada Selasa (21/5) dari Indonesia pun diiringi penjelasan mengenai sebab pendaratan itu terjadi oleh Kedutaan Besar AS untuk Indonesia.
Duta Besar (Dubes) AS untuk Indonesia, Scott Marciel menjelaskan pesawat berangkat dari Maladewa menuju Singapura. Hanya saja pesawat terpaksa mendarat di Indonesia karena mengalami kekurangan bahan bakar. Pernyataan dari Dubes AS ini justru mengundang tanya di benak pengamat intelejen sekaligus militer Negara, Wawan Purwanto. Menurut Wawan, "ada sesuatu yang wajib digaris bawahi dari insiden tersebut".

Titik berat yang terlibat dalam kejadian ini adalah Amerika, Negara adikuasa yang memiliki banyak agenda dan kepentingan di dunia, termasuk Indonesia. “Pergerakan mereka perlu diwaspadai, apalagi pihak militer yang melakukan pendaratan secara tiba-tiba tersebut.

Lokasi pendaratan pesawat tersebut di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh juga bisa menambah kuat indikasi adanya upaya mata-mata dari AS. Aceh dalam beberapa tahun belakangan ini masuk dalam radar bidikan AS untuk dijadikan wilayah perbantuan perang mereka. “Sabang (wilayah di Aceh) sempat diisukan mau jadi lokasi pembangunan pangkalan militer AS, jadi wajar kalau mereka mengintip Aceh.

Maka dari itu, Pemerintah harus lebih memperketat pertahanan di wailayah paling barat Indonesia dan jangan hanya berpusat di kawasan pulau Jawa saja. Karena akan menjadi sebuah penodaan martabat bila AS terus menerus melakukan pencurian informasi di wilayah kedaulatan Indonesia.

Aceh Dan Papua Menjadi Intaian Intelijen Negara Asing

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTJhRcQaBKNwEhh9TibqzHFrFamM-hQyzATnBRKYMgiHTxvCWIOFPgRlU73B_0aImDocjeltE7tSN2stUCxRzmkkuRHRqdLmqs6caxko9FL1eGpZ40GlhI2vshTpzN3PFdjbh4gsGjb2Y/s1600/intelijen.jpg

Pendaratan darurat pesawat militer milik Amerika Serikat (AS) di Aceh beberapa waktu lalu, menyedot perhatian sejumlah kalangan. Tak pelak, kejadian ini kemudian menimbulkan kecurigaan tentang adanya upaya intelijen asing yang berusaha masuk ke Indonesia. "Kegiatan (intelijen asing) ini patut diwaspadai semua pihak," kata Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan, Mayjen Hartind Asrin.

Ia mengungkapkan, sejak kejadian tersebut, pemerintah semakin meningkatkan kualitas pengawalan di daerah-daerah perbatasan. Termasuk berbagai pintu masuk, seperti bandar udara dan pelabuhan. Para aparat yang bertugas di tempat-tempat tersebut pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Hartind tak menampik adanya agen-agen asing yang masuk ke Indonesia. Mereka biasanya memiliki cover story dan cover job yang beragam. Ada yang bekerja sebagai wartawan, aktivis LSM, buruh, dan lain sebagainya. Tidak sampai di situ saja, lanjutnya, tidak terutup kemungkinan organisasi intelijen luar negeri juga merekrut WNI sebagai perpanjangan tangan mereka. "Merekrut orang-orang lokal adalah cara yang paling bagus buat mereka," ujarnya.

Sekitar satu dekade lalu, mantan pimpinan TNI Ryamizard Ryacudu pernah menyatakan, ada 60 ribu agen asing yang berkeliaran di Indonesia. Terkait hal tersebut, Hartind mengaku pemerintah sampai saat ini belum lagi mengantongi data pasti soal jumlah agen asing yang masuk ke negara ini.

"Karena tugas pendataan itu ada pada BIN (Badan Intelijen Negara-red), sedangkan pemerintah (kemenhan) hanya membuat kebijakannya," tuturnya. Menurutnya, isu yang berkembang sejauh ini umumnya masih sebatas opini publik saja. Intelijen asing dinilai membidik wilayah Aceh dan Papua. Sebab, dua wilayah itu merupakan wilayah perbatasan negara yang potensial akan sumber daya alam.

Karena itu, keberadaan pesawat militer Amerika Serikat (AS) di langit Kota Aceh, Senin (20/5) lalu, perlu mendapat perhatian serius. Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Hidayat Nur Wahid menilai, pemerintah harus lebih serius menjaga wilayah terdepan Indonesia, dalam hal ini Papua dan Aceh. “ Karena di wilayah Papua dan Aceh menjadi wilayah yang banyak intelijen asing,” kata Hidayat saat dihubungi Republika, Rabu (22/5).

Selain membidik kekayaan alam Indonesia, intelijen asing juga disebut Hidayat kerap mencampuri politik dalam negeri. Tak heran maka Papua dan Aceh kerap dilanda gesekan politik dan separatisme. “Ada dua motif asing di Indonesia ekonomi yakni mengeruk sumber daya alam. Selain itu ada motif politik,” ujarnya.

Menurut Hidayat, motif politik bisa saja dibawa agen asing untuk menghancurkan Indonesia. Sejumlah isu pun dijadikan kedok untuk merongrong kedaluatan bangsa, di antaranya soal HAM. “Mereka ini bisa saja memiliki motif politik yang berniat membuat kekisruhan di Indonesia,” ujar politikus PKS ini. Terkait dengan peristiwa pesawat militer AS yang memasuki wilayah Indonesia,  Hidayat pun angkat suara, “Bisa saja itu adalah intelijen.”

Menyusul aksi pesawat AS di Aceh, Pengamat intelejen Wawan Purwanto meminta pemerintah meminta penjelasan ke negara Paman Sam. “Tentu saja harus ada penjelasan yang kongkret (dari AS). Kalau karena kalau alasannya habis bahan bakar atau keliru soal izin, kurang bisa dicerna,” ujar dia ketika dihubungi, Rabu (22/5).

Wawan mengatakan, awak militer AS memiliki tingkat keterampilan tinggi dalam memperhitungkan segala hal, termasuk soal persedian bahan bakar. Di samping itu, pesawat militer AS juga bukan rahasia lagi sudah dilengkapi dengan ragam fitur teknologi super canggih. Sehingga, kealpaan soal perhitungan jarak dan bahan bakar yang tersedia hampir zero probability alias mustahil.

“Jadi besar kemungkinan ada yang dilanggar secara sengaja oleh pihak AS dalam aturan zona terbang di Negara kita,” ujarnya.

Wawan menambahkan, insiden soal pelanggaran zona terbang, seperti oleh AS,  sebenarnya bukan kejadian pertama. Tahun 2009 lalu, pesawat militer Indonesia jenis Sukhoi sedang melakukan peragaan armada perang di Makassar. Tiba-tiba ada benda asing yang dipastikan merupakan pesawat militer luar negeri, menjadikan Sukhoi itu sebagai sasaran tembak.

Beruntung, penembakan urung terjadi dan pesawat misterius kemudian menghilang. Hal itu menjadi bukti bahwa wilayah udara Indonesia rentan ditembus kekuatan asing. “Dulu pesawat kita di-lock (dibidik) oleh armada asing. Ya itu membuktikan ada pesawat pengintai sedang hilir mudik di langit Indonesia,” jelas dia.

AS sendiri telah mengakui kesalahan karena pesawat militer Dornier seri 328 miliknya melintasi wilayah Indonesia. Pihak AS mengaku terpaksa mendaratkan pesawatnya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. "Kesalahan mendaratnya pesawat itu ada di pihak kami," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel saat mendampingi Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman.

Pesawat militer AS sebelumnya berangkat dari Maladewa menuju Singapura, Senin (20/5).  Namun pesawat itu terpaksa mendarat di kawasan Indonesia karena mengalami kekurangan bahan bakar. Marciel menerangkan awak pesawat Dornier 328 semula menduga izin terbang di kawasan Indonesia masih berlaku. Namun ternyata izin terbangnya telah kadaluwarsa.

Aktivitas rahasia pihak asing, khsusnya AS, memang pernah diungkapkan oleh laman Wikileaks.  Pada tahyn 2010, Wikileaks pernah merilis 3.059 dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait Indonesia. Dari dokumem itu terungkap sisi kepentingan AS pada sejumlah isu dalam negeri, di antaranya soal Pemilu Presiden 2004, masalah Timor Timur, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Alkom Fiscor – 100 Ciptaan PT. LEN


Dalam dunia militer, alat komunikasi (Alkom) memiliki nilai penting bagi keberhasilan suatu kegiatan operasi militer. Alat komunikasi dibutuhkan antara lain untuk membantu pasukan yang ada di lapangan berhubungan dengan unit-unit lainnya yang berada di tempat berbeda.

Alat komunikasi yang banyak dipakai pihak militer di dunia sekarang ini adalah yang mudah dibawah ke mana-mana dalam berbagai medan. Saat ini, kebanyakan alat komunikasi untuk kegiatan militer diproduksi oleh perusahaan-perusahaan di luar negeri. Tentunya harga jual yang dipatok juga tergolong mahal.

Namun saat ini, Indonesia juga sudah mampu memproduksi alat komunikasi untuk dunia militer yang tidak kalah kualitasnya dengan produk-produk serupa buatan luar negeri. Adalah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) yang menggalang kerjasama dengan PT Len Industri (Persero) untuk membuat dan mengembangkan alat komunikasi untuk dunia militer. Kerjasama tersebut telah menghasilkan suatu produk alat komunikasi yang diberi nama Alkom Fiscor-100.

Kegiatan produksi Fiscor-100 telah mulai dilaksanakan PT Len Industri sejak Agustus 2010 lalu. Hingga Oktober 2010, sudah 30 unit yang diproduksi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Ke-30 unit Alkom Fiscor-100 itu telah diserahkan Menristek kepada Kementerian Pertahanan untuk dilakukan ujicoba oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai medan terhadap alat tersebut.

Menurut Nurman Setiawan, bagian pemasaran PT Len Industri, kegiatan ujicoba itu dilakukan agar user (pengguna) bisa mencoba alat komunikasi tersebut sebelum membeli dan diharapkan adanya masukan-masukan dari user mengenai kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki pada alat itu.

Selain itu, ujicoba di lapangan dengan berbagai medan juga diperuntukkan agar produsen bisa mendapatkan bahan masukan bagi pengembangan alat tersebut di kemudian hari. Kegiatan ujicoba diperkirakan memakan waktu paling cepat tiga bulan dan paling lambat satu tahun.

Nurman menjelaskan, Alkom Fiscor-100 merupakan alat komunikasi yang dibuat oleh tenaga-tenaga ahli dari dalam negeri yang berasal dari Kemenristek dan PT Len Industri. Alat ini dibuat dengan mengkombinasikan teknologi yang ada pada alkom buatan Australia dan Prancis sehingga dipastikan Alkom Fiscor-100 lebih maju dari produk kedua negara tersebut.

Kandungan lokal yang dimiliki oleh alat itu kini telah mencapai 85%. Hanya komponen berupa handset, komponen elektronika dan conector yng masih harus diimpor. Menurut Nurman, kegiatan impor terhadap komponen-komponen itu terpaksa dilakukan karena di dalam negeri sendiri belum ada pabrik yang membuat komponen-komponen tersebut.

Karena dibuat oleh tenaga ahli dari dalam negeri, Alkom Fiscor-100 juga memiliki sejumlah keunggulan lainnya jika digunakan oleh pihak TNI. Keunggulannya itu antara lain siitem sekuriti nya bisa didesain oleh tenaga-tenaga lokal sehingga tidak sama dengan sistem yang digunakan di luar negeri. Alat ini juga bisa dicustomisasi sesuai keinginan.

Desain operasional dan maintenance dibuat sederhana sehingga mudah bagi pengguna dan teknisi untuk melakukan kegiatan operasional dan perawatan. Selain itu, di kelas HF, Alkom Fiscor-100 memiliki kecepatan hoping yang sangat tinggi sehingga bisa dipilih kecepatan 5 hope/second, 10 hope/second, 20 hope/second dan 50 hope/second.

Keunggulan lainnya adalah soal harga jual. Menurut perhitungan PT Len Industri, harga jual satu unit Alkom Fiscor-100 berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Harga itu jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk serupa buatan luar negeri yang mencapai Rp 250 juta hingga Rp 500 juta/unit.

Kemampuan Alkom Fiscor-100 untuk menembus pasar yang sangat potensial itu kini bergantung pada hasil ujicoba yang tengah dilakukan pihak TNI di sejumlah medan. Selain itu, kebijakan pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri juga memegang peranan penting bagi pengembangan Alkom Fiscor-100.(Sumber : Majalah Kina, Edisi 01 – 2011, Halaman 38-39)

http://syamsahawa.files.wordpress.com/2011/03/alkom-fiscor-100.jpg

Spesifikasi :
Technology Base:  Software Based Radio
Security System Base:  ISCOP100 (Integrated Secure Communication Protocol)
Hop Speed:  Programmable  5/10/25/50/Random hop/sec
Frequency Range:  2-30Mhz
Channel Capacity:  100 programmable Channel
Modulation Mode:  J3E (LSB;USB) ; J2A (CW); J2B (AFSK)
Tuning Step:  100Hz
Clarify Step:  10Hz
RF Output Power:  Max 20W PEP
Sensitivity:  -110 dBm for 10 dB S/N
Frequency Stability:  2ppm
Receiver Selectivity:  2.4kHz @-6db; 4kHz @-60dB
RF Connection:  Whip with internal ATU (selecable WHIP : W1.5, W3.0, Wire) & Dipole @50 Ω
Supply Voltage:  12-16.8 VDC
Average battery life:  24 hour
Audio Output:  250mW @8Ohm
Temperature Range:  -10C – 50C
IP Rating:  IP67
Vibration:  Ground Tactical
Immertion:  1 meter of water for 1 hour
Dimension:  250mm (width) x 90mm(deep) x 320mm (high)
Weight:  3.5kg (without battery pack), 5.5kg (with battery pack)
Standard:  MIL-STD-810F shock, vibration, dust & amp; spray

Kamis, 23 Mei 2013

Seorang Tentara Inggris Digorok di Jalanan

Seorang Tentara Inggris Digorok di Jalanan
Gambar dari rekaman video aksi pembunuhan terhadap seorang tentara Royal Artilerry Baracks di Woolwich, Inggris (22/5). Jasad korban (kiri) tergeletak di aspal dibunuh dua orang tak dikenal.
 
 
Seorang Tentara Inggris Digorok di Jalanan
Dua orang pelaku pembunuhan. Pelaku pertama (kiri) sempat berbicara serta menunjukkan ke kamera tangan dan pisau yang digunakan untuk membunuh korban. Pelaku kedua (kanan) sempat berbicara dengan seorang warga yang melintas.
 
 
 Seorang Tentara Inggris Digorok di Jalanan
Polisi setempat menangkap kedua pelaku pembunuhan tentara di Woolwich, Inggris (22/5). Menurut saksi di TKP, pelaku menggorok leher korban dengan pisau daging sambil berseru Allahuakbar. 
 
Seorang pria diduga personel militer Inggris tewas dengan leher digorok di jalanan dekat barak militernya. Peristiwa itu terjadi di lokasi yang terletak sekira 400 meter dari Barak Royal Artileri di Wollwich, London. Perdana Menteri David Cameron langsung mendeskripsikan serangan itu sebagai serangan teror yang bermotif politik.

Bahkan pelaku pembunuhan sempat direkam dengan kamera video dan menyampaikan pesan-pesannya, sebelum akhirnya ia dilumpuhkan polisi.

Pasukan Inggris itu diserang oleh dua pelaku dengan senjata berupa golok. Usai menyerang korbannya, pelaku langsung berbicara di depan kamera menyuarakan ancaman ke Inggris, jenazah pasukan Inggris tersebut tampak tergeletak di jalanan.

"Kami bersumpah, akan terus memerangi kalian. Alasan kami melakukan ini adalah karena warga Muslim tewas setiap hari. Pasukan Inggris ini menerima balasan yang setimpal," ujar pelaku dalam videonya, seperti diberitakan ITV, Kamis (23/5/2013).

"Kalian semua (warga Inggris) takkan pernah selamat. Gulingkan pemerintahan kalian, mereka tidak peduli pada kalian semua." Saat ia melakukan pembunuhan itu, seorang wanita melihatnya, pria inipun meminta maaf kepada saksi mata itu. "Saya meminta maaf karena ada perempuan yang harus menyaksikan peristiwa ini," imbuhnya.

Pria berkulit hitam itu berbicara sambil memegang golok dan pisau yang berlumuran darah. Namun beberapa jam setelah peristiwa itu berlangsung, dua pria bersenjata itu ditembak oleh polisi.

Kepolisian pun menutup lokasi kejadian perkara yang terletak di bagian selatan Kota London. Helikopter juga terbang mengelilingi wilayah itu.

Pesan Panglima TNI untuk KSAD TNI AD Yang Baru

http://cache.daylife.com/imageserve/0fb72Iz19o7Vy/x500.jpg?center=0.5,0

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengimbau Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Moeldoko agar melakukan manajemen yang baik terhadap kemampuan prajurit TNI AD. Hal itu dikatakan Agus saat menyampaikan sambutannya pada serah terima jabatan (sertijab) dari Pramono Edhie ke Moeldoko, di Markas Besar TNI AD, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Moeldoko menggantikan posisi Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo yang telah memasuki masa pensiun. Agus mengungkapkan, sebagai salah satu angkatan, TNI AD memiliki banyak tugas penting, di antaranya menjaga kedaulatan negara dan integritas wilayah nasional, serta  memberdayakan kewilayahan dalam lingkup nasional.

"Menurut hemat saya, kesinambungan ini akan menjadi faktor kunci membangun TNI AD dan guna mewujudkan kekuatan baik kekuatan terpusat maupun kekuatan kewilayahan," kata Agus. Selain itu, Panglima TNI juga meminta agar KSAD yang baru dapat meningkatkan kemampuan prajurit TNI AD, terutama dalam hal penggunaan teknologi.

"Maka, sumber daya manusia harus menjadi prioritas seiring dengan perkembangan teknologi yang demikian pesat. Untuk itu, diperlukan komitmen yang kuat dalam rangka mewujudkan hal itu," ujarnya.

Dalam acara sertijab tersebut, sejumlah pejabat juga turut hadir, di antaranya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, KSAL Laksamana TNI Marsetio, KASAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.