Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Sabtu, 09 November 2013

Radar Pasif Pencari Jejak UAV Hingga Pesawat Siluman Dari Jarak 600 km

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZYIeQmXCivpcRRVFhuE0fNYZm5UP3q0qRlx8AZ3KTCADA-RUpJlxSMiILcJhH8vfqVF9LQdOH6W-hsxYP74eeitxURqyIKCvPI2_wEMvudBgdofC9PiR9ea3vLiiogQTUEF8dH_4g_oE/s320/Radar+Pasif.jpg

Radar (Radio Detecting And Ranging) adalah sebuah peralatan elektronik yang umumnya digunakan untuk memantau suatu wilayah udara untuk kepentingan pengamatan dan pengendalian lalu lintas udara. Meskipun demikian radar juga digunakan untuk keperluan pengamatan cuaca, lalu lintas kapal laut dan bahkan mengamati kecepatan lalu lintas darat.

Prinsip kerja radar konvensional adalah memancarkan gelombang radio ke angkasa dan menangkap kembali pantulan akibat mengenai benda terbang. Besarnya sinyal pantulan dikenal dengan nama Radar Cross Section (RCS). Pesawat terbang konvensional akan menghasilkan RCS sesuai ukurannya, namun pada pesawat modern, khususnya pesawat militer generasi terkini memiliki nilai RCS kecil atau bahkan sangat kecil sehingga sulit terdeteksi radar konvensional sehingga disebut pesawat “Siluman”.

Kemampuan menjadi “Siluman” atau Stealth ini dihasilkan oleh pengembangan teknologi airfoil/airframe, material dan avionik pesawat. Teknologi airfoil/airframe menggunakan desain bentuk yang mengurangi pantulan radar. Teknologui material menggunakan penyerapan gelombang radar sehingga mengurangi pantulan sampai tidak memantul sama sekali.

Tehnologi avionik yang mengurangi pancaran elektromagnetik atau mengganggu pancaran elektromagnetik lawan. Jika teknologi ini digunakan pada pesawat tak berawak (UAV) maka akan sangat ampuh, ukuran UAV yang kecil dan tidak tertangkap radar akan menyulitkan untuk mengantisipasi ancaman, terelbih bila pesawat UAV memiliki kemampuan penyerang di samping pengintai berkemampuan tinggi.

Untuk menghadapi pesawat-pesawat yang sulit dideteksi maka dikembangkan peralatan “penjejak pasif” (passive sensor) atau radar pasif. Cara kerjanya adalah dengan menerima semua frekuensi elektromagnetik yang dipancarkan oleh pesawat dan UAV. Meliputi gelombang komunikasi, data link, radar altimeter, radar cuaca, radar early warning, radar deteksi, peralatan navigasi, transponder IFF, GPS, ADSB, dan aneka pancaran gelombang elektromagnetik yang terpancar atau diterima oleh pesawat tadi.

Diketahui prinsip radar pasif yang menggunakan 3-4 peralatan sensor penerima pada suatau jarak tertentu sanggup menggunakan prinsip triangulasi untuk menentukan posisi, ketinggian, kecepatan dan arah pergerakan sasaran yang di deteksi. Dengan makin canggihnya teknologi maka radar pasif makin peka dan makin canggih. Peralatan ini bisa menjadi alat deteksi, alat analisis, dan pengumpul data elektronis. Bisa menjadi alat Electronic Intelligent, Electronic Support Measures, dan Signal Intelligence.

Keuntungan menggunakan radar pasif adalah antara lain mampu mendeteksi sasaran secara tiga dimensi pada jarak 400-600 km tanpa diketahui sasaran (senyap) karena tidak memancarkan sinyal radar, mampu juga mendeteksi emisi di daratan dan lautan secara senyap, handal terhadap jammer, bekerja secara rahasia, relatif murah dan mudah dirawat, mudah diintegrasikan, mudah dilakukan alih teknologi, serta sangat ampuh bila digabungkan dengan sensor radar pertahanan udara aktif yang sudah ada.

Kemampuan pertahanan udara yang mengandalkan radar aktif akan sangat terdongkrak dengan dilengkapi sistem radar pasif, sehingga tidak saja pesawat konvensional bisa lebih mudah tertangkap radar namun juga pesawat non konvensional berkemampuan stealth, termasuk pesawat tanpa awak dan rudal jelajah bisa terdeteksi dan bisa dilumpuhkan sedini mungkin.

Demi Pertahanan dan Keamanan, Negara Harus Miliki Satelit

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/08/satelit-militer.gif

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, dalam rangka pertahanan dan keamanan negara, negara membutuhkan satelit yang tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya penyadapan seperti yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat dan Australia.

"Jalan keluar yang paling baik, realistis, kita harus mempunyai peralatan yakni satelit. Negara harus punya satelit khusus yang didedikasikan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan," kata Agus di Jakarta. Komisi I DPR RI sendiri sudah membahas rencana pembelian satelit khusus tersebut.

"Kita sudah bahas di Komisi I DPR RI. Mitra kerja Komisi I DPR RI sudah diajak bicara dan sepakat. Tinggal dirumuskan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisir," kata Agus.

Dia mengatakan, satelit yang khusus dimiliki dan dibeli Indonesia, hanya digunakan untuk fungsi-fungsi pertahanan dan keamanan. "Disitu ada kegiatan mengcover kegiatan inteligen, melakukan counter kalau diintersep, ada kepentingan militer, cyber war," kata politisi Golkar itu.

Dikatakan, pembelian satelit tersebut adalah untuk mengimbangi perkembangan teknologi penyadapan yang dipergunakan oleh AS dan Australia, meskipun peralatan anti sadap yang dimiliki oleh Badan Inteligen Negara (BIN) dan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) mungkin memadai.
"Tapi adalah alat-alat yang memprotek komunikasi, data dan info dari kantor presiden dan wakil presiden. Saya kira, cukup memadai atau tidak, saya tidak tahu karena kita tak boleh menutup kemungkinan bahwa teknologi yang dipergunakan oleh AS dan Australia itu, teknologi penyadapan, teknologi inteligen, berkembangnya cepat sekali. Apakah kita mempunyai ritme yang sama dengan perkembangan teknologi itu, saya kira harus betul-betul kita pelajari," kata dia.

Selain itu, sekarang ini bukan hanya presiden dan wakil presiden yang disadap, tapi juga ada politisi, menteri dan ketua-ketua umum partai, termasuk pimpinan DPR. "Menurut pandangan saya, mereka cukup "telanjang" dan mudah disadap. Apakah mereka punya pengamanan yang cukup sehingga tidak disadap," ujarnya.

Jumat, 08 November 2013

Hacker Indonesia Gempur Situs Intelijen Australia

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/1378751_736302076383417_266167793_n.png

MAlam ini para hacker Indonesia membuktikan ucapannya bahwa mereka akan menyerang situs-situ vital negara itu. Dan sasaran yang pertama digarap adalah situs Badan Intelijen australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au.

Menurut pantauan Majalah ICT, situs ini diserang hacker-hacker dan sempat jatuh bangun alias semaput. Situs yang dibuat down oleh para peretas Indonesia sesekali hidup kembali. Kondisi situs ini bisa dilihat di status.ws untuk mengetahui situs-situs apa saja yang down dan terlihat situs vital Australia ini beberapa kali down.

Sebagaimana diketahui, persoalan memata-matai atau menyadap Indonesia, bagi hacker Indonesia perbuatan tersebut dinilai layaknya pencuri. Sehingga, harus ada permintaan maaf. Namun, permintaan maaf tidak kunjung terucap. Pemerintah yang diharapkan berbuat banyak melempem ketakutan. Alhasil, para peretas bersatu, yang di dunia nyata tentara kita tidak punya alutsista memadai, namun di dunia maya Indonesia tentu tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurut informasi yang beredar di kalangan hacker, para peretas merencanakan akan menyerang kembali Australia secara besar-besaran pada Jumat malam ke situs-situs pemerintah Australia yang berdomain .gov.au. Para hacker yakin bahwa banyak pasukan DDOS yang siap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Karena penyadapan itu ibarat mencuri," tegasnya.

Soal kemungkinan akan terjadinya cyber war atau perang cyber antara pihak hacker Indonesia dan hacker Australia, dikatanya bahwa mereka siap menghadapi kemungkinan tersebut. "Kalau cyber war siap karna kami pemuda pemudi INDONESIA tidak takut kpd siapapun kecuali kpd pencipta," yakinnya. Namun begitu, hingga saat ini, katanya, belum ada tanda-tanda peretas Australia akan melakukan serangan balik ke Indonesia.

Ratusan Situr Australia Diserang Hacker Indonesia


Hacker nasional, menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi isu adanya kegiatan penyadapan yang dilancarkan Pemerintah Australia. Tanpa dikoordinasi, tiba-tiba saja hacker Indonesia menghujani dunia maya Australia dengan berbagai serangan deface. Hal ini pun sempat menjadi tajuk utama di beberapa situs berita besar dunia lainnya. Memang, sebagai negara dengan sumber serangan cyber terbesar di dunia, Indonesia terbilang disegani dalam dunia peretasan.

Tak pelak, ancaman akan adanya serangan balasan dari hacker Australia pun mulai ditakutkan. Jika hal ini benar terjadi, maka perang dunia maya antara dua negara bertetangga ini tak dapat dielakkan. Serangan hacker, kata pengamat telematika Heru Sutiadi, perlu diwaspadai terjadinya serangan balik ke situs-situs Indonesia. "Kita harus waspada menjaga keamanan situs, terutama situs-situs pemerintah dan militer. Bukan tidak mungkin akan ada serangan balik, yang muaranya dapat terjadi perang cyber atau cyber war," pesan Heru.

Selagi menunggu apakah benar perang cyber ini akan terjadi, ada baiknya kita simak 5 fakta menarik di baliknya, apa saja?

1. Berawal dari pemberitaan di koran Australia
Kamis, 31 Oktober 2013, harian Australia, Sydney Morning Herald, mengulas keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Australia di Jakarta dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Hal ini pun mengagetkan karena ada nama Indonesia di dalamnya.

Kementerian Luar Negeri Indonesia pun tak tinggal diam. ?Kementrian yang dipimpin Marty Natalegawa ini langsung menuntut penjelasan dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengenai hal tersebut.

"Duta besar Australia di Jakarta telah diminta datang ke Kementerian Luar Negeri besok untuk dimintai penjelasan resmi dari pemerintah Australia terhadap berita yang dimaksud," seperti dilansir dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kamis (31/10).

2. Mulai menyulut kemarahan Hacker Indonesia
Atas alasan itu lah, hacker dari Indonesia yang menamakan dirinya hacker sakit hati dan Newbie xCrotz menyerang lima website asal Australia.

Website tersebut adalah :
  • http://www.misshumanityaustralia.com.au
  • http://australianprovidores.com.au
  • http://www.ecoislandwater.com.au
  • http://plapackaging.com.au
  • http://bioecof1foodware.com.au

Pada halaman muka http://www.misshumanityaustralia.com.au/, langsung tampil gambar seorang wanita bermata seram berambut merah panjang berlatar petir dan awan.

Penyusup tersebut yang menamakan dirinya hacker sakit hati, dan di bawahnya tertulis:
"Dont Touch my country INDONESIA, Stop Spying On Indonesian, your dog b*tch dog really, YOU MOTHER F****R !!!"

Sedangkan bila membuka http://australianprovidores.com.au/, terdapat gambar mata yang mengintip dari lubang kunci, dan di bawahnya terdapat tulisan "Stop Spying On Indonesian", hacker tersebut menamakan dirinya Indonesian Hacker Newbie dan menyematkan juga alamat email xCrotz@hacker-newbie.org.

3. Selang sehari, ratusan situs Australia jadi korban
Semakin menjadi-jadi, perilaku hacker saat ini sudah tak terbatas. Baru-baru ini sebuah laporan yang diterima Merdeka.com (4/11), menyebutkan bahwa ratusan situs Australia 'digarap' hacker dengan cara yang biasa disebut 'spoofing'.

Spoofing merupakan bagian dari teknik hacking yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya.

Dari laporan tersebut juga diketahui bahwa pelakunya menggunakan nama ISD_andreas. Sebanyak 265 situs 'rontok' akibat ulahnya. Adapun situs yang berhasil 'diobok-obok' adalah sebagai berikut:

  • http://www.smashingsites.com.au/
  • http://www.bynicholas.com.au/
  • http://brunswicksinhalalanguageschool.com.au/
  • http://gofarmer.com.au/
  • http://www.micronisedminerals.com.au/
  • http://www.canticum.org.au/
  • http://shaftesbury.org.au/
  • http://www.binscreens.com.au/
  • http://vlassisco.com.au/
  • http://www.alloverit.net.au/

Data di atas hanya menampilkan 10 situs saja, masih ada 255 situs lainnya yang masih dalam penguasaan hacker. Belum diketahui apakah ini adalah serangan susulan yang dilakukan oleh hacker Indonesia beberapa hari lalu.

4. Aksi sadap Australia perlahan terbongkar
Soal penyadapan, setelah sebelumnya dikabarkan komunikasi pemerintah RI disadap pihak Amerika Serikat, kini situs harian The Australian menuliskan bahwa pemerintah Australia juga menyadap satelit Palapa milik Indonesia.

Pihak yang diduga menyadap adalah Australian Signals Directorate (ASD), salah satu direktorat di Kementerian Pertahanan Australia yang bertanggung jawab atas signals intelligence (SIGNIT).

Informasi mengenai penyadapan satelit ini diungkap Des Ball, professor dari Australian National University's Strategic and Defence Studies Centre. Dalam artikel itu, Satelit Palapa disebut-sebut sebagai sasaran kunci penyadapan yang dilakukan Australia.

Sebelum isu penyadapan satelit Palapa, beredar juga informasi bahwa komunikasi Indonesia ternyata selama ini disadap Singapore Telecom (SingTel), operator telekomunikasi milik Pemerintah Singapura.

5. Potensi perang cyber bisa terjadi dalam waktu dekat
Penyerangan hacker dari Indonesia ke ratusan situs Australia diprediksi bisa memicu cyber war bila tidak diwaspadai pihak-pihak yang berkompeten di kedua negara, apalagi, bila ternyata penyerangan itu bukan dilakukan oleh hacker dari Indonesia.


Selain itu, setelah serangan ke Australia, bukan tidak mungkin akan terjadi serangan ke hacker Australia ke Indonesia dan bermuara pada perang cyber atau cyber war antara Indonesia dan Australia.

Pengamat telematika Heru Sutadi mengatakan kewaspadaan bahwa yang melakukan bukan hacker Indonesia atau hanya peretas dari Indonesia saja, karena jika dilihat bahwa hacker yang menggunakan akun @AnonNewsIndo juga memberikan control panel dengan alamat login di https://202.6.141.215:2083.

"Di linimasa akun twitternya, disana lengkap ada nama pengguna dan password-nya," kata heru yang juga juga Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute ini melalui akun Twitter-nya di @herusutadi.

Kamis, 07 November 2013

Jepang Persiapkan Rudal di Pasifik

http://livedoor.blogimg.jp/crx7601/imgs/4/6/461adcb5.jpg

Militer Jepang berencana untuk menempatkan peluru kendali di sebuah pulau yang menjadi pintu masuk ke Laut Pasifik. Penempatan rudal itu merupakan bagian dari latihan perang yang membuat China khawatir. Latihan perang yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Jepang di wilayah selatan. Sebelumnya Negeri Sakura sudah menempatkan sistem peluncur rudal dan sebuah pemuat rudal tipe-88 di Pulau Miyako.

"Ini untuk pertama kalinya sistem rudal tersebut ditempatkan ke Miyako. Latihan perang tersebut dirancang untuk melindungi pulau (Miyako)," ujar juru bicara Pasukan Bela Diri Jepang, seperti dikutip Associated Press, Kamis (7/11/2013). Meskipun militer Jepang memastikan bahwa rudal tersebut tidak dapat dioperasikan, langkah yang dilakukan Jepang seperti menjadi peringatan kepada saingannya mengenai kemampuan militer Negeri Sakura tersebut.

Latihan perang yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang dimulai selama 18 hari sejak 1 November 2013. Latihan melibatkan 34.000 personel militer, enam kapal perang dan 360 pesawat terbang. Apa yang dilakukan Jepang dalam bidang militernya menunjukkan kekhawatiran mereka dan negara lain di Asia, mengenai meningkatnya kemampuan militer China. Selain itu, Jepang sepertinya terus mempersiapkan diri menyusul perebutan kekuasaan Pulau Senkaku.

Angkatan Laut Thailand Minati 20 Pesawat PT DI

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVTLgie-BsfBK5bbmD7k8UO8ctwH_W7Olu7zJY9q6h9_ammKej4ThIdDeSc1yf0mbMqEAgeYeSLbgXccy6A_5P-rN4hK58966mUh88NT35DKXd2pQOdOmPMIBrvg6O9sLsiC-DOR7yk7c/s1600/n219(1).jpg

Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) saat ini dalam diskusi dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk kemungkinan pembelian hingga 20 pesawat transportasi twin-turbo N219, IHS Jane melaporkan.

Pejabat dari PT DI (tidak disebutkan namanya) menghadiri pameran Pertahanan dan Keamanan 2013 di Bangkok, dan pada 5 November mengatakan kepada IHS Jane bahwa pihak PT DI berharap kontrak dengan Thailand bisa ditandatangani pada tahun 2014, yaitu kontrak untuk membangun dan memasok pesawat N219 dengan bekerjasama dengan perusahaan lokal Thailand Aviation Industries (TAI).

Pejabat PT DI itu mengatakan bahwa kemungkinan kontrak ini adalah produksi pesawat tetap dilakukan di Indonesia, dan dengan transfer teknologi pemeliharaan dan perbaikan kepada Thailand Aviation Industries (TAI).

N219, pesawat transportasi dan kargo

Pesawat ini terbuat dari logam dan didesain untuk angkut penumpang maupun kargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini memiliki volume kabin terbesar di kelasnya plus pintu fleksibel yang memastikan N219 bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

N219 diawaki oleh 2 orang kru dengan kapasitas 19 penumpang (konfigurasi 3 sejajar). Pesawat dengan berat kosong 4.309 kg dan maksimum berat saat lepas landas 7.031 kg ini memiliki kecepatan jelajah 394 km/jam dengan jangkauan 1.111 km dan 2.930 km untuk terbang ferry. Harganya sendiri sekitar AS$ 4,5 juta hingga AS$ 5 juta.
N219 memiliki berbagai keunggulan dibanding pesawat sekelasnya. Pertama kemampuan lepas landas dan mendaratnya pendek, yaitu 450 meter. Landasan pun tidak harus di aspal atau beton tapi lapangan rumput juga bisa. Selain itu, daya angkutnya lebih besar 500 kg (total 2.500 kg) dari kompetitor.

Keunggulan lainnya tentu saja di harga yang murah, padahal teknologi yang diusungnya lebih canggih dari pesawat sejenis. Salah satunya adalah avioniknya yang sudah touch screen, sehingga tidak banyak tombol. Meskipun layarnya hanya ada 3, tapi semua informasi ada disitu dan dilengkapi dengan sistem keselamatan.

Program N219 yang penelitiannya dimulai pada 2006 ini merupakan program nasional, sinergi bersama antara BPPT, Ristek LAPAN, Kemenperin, dan Perhubungan. Investasi total pengembangan N219 mencapai AS$ 80 juta.

China Ungkap Pesawat Tak Berawak Buatannya


Sebuah pesawat tak berawak yang diyakini produksi China mengundang kehebohan di dunia maya. Pesawat tersebut menunjukkan upaya keras China untuk mengembangkan teknologi militernya.

Badan pesawat itu sekilas mirip pesawat tak berawak milik Amerika Serikat (AS) Global Hawk, hanya ukurannya lebih kecil. Namun tetap ada perbedaan dari pesawat milik China ini dengah Global Hawk, khususnya pada bagian sayap. Demikian diberitakan Reuters, Kamis (7/11/2013).

Kemampuan China untuk membuat pesawat tak berawak atau biasa disebut drone ini, tentunya membantu kerja militer Negeri Tirai Bambu. Berdasarkan ukurannya, pesawat tersebut sepertinya ditujukkan untuk penerbangan jarak jauh.

Drone pada dasarnya adalah pesawat kecil yang dikendalikan dari jauh. Pesawat ini bisa digunakan sebagai pesawat mata-mata atau pun dilengkapi dengan senjata dan menyerang target terpencil tanpa diketahui musuh.

Pesawat kali ini memiliki desain sama yang diungkap oleh Chengdu Aircraft Industry Corporation. Mereka menyebut pesawat itu dengan Soar Dragon dan sempat muncul di media dua tahun lalu.

Produksi pesawat yang baru beredar di internet ini, memang jauh lebih kecil dibandingkan Soar Dragon. Tetapi badan pesawat sepertinya lebih mirip dengan drone milik AS.

China terus berupaya keras membuat desain drone yang baru. Diperkirakan, drone milik China ini akan dipasarkan ke luar negeri.

Pengiriman Batch Ke-4 Pesawat T50i GE Tiba Di Lanud Iswahjudi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXkHHM2ufhtwu3ybqi2MNaAnZF2aBcykEj3b-izv7QRyLphHAZ92HuqBz56D0PPlS0GRMSq26xvlDbCq5ldX-yqw3TTuOFmyWHzl-vvD-Q-UCFvsFte2jdush9vTDT79kQFiZQ-LHWx3U/s1600/T-50i.jpg

Hingga awal bulan November 2013, PT Korean Aerospace Industries (KAI), sudah mengirimkan 8 unit pesawat tempur T-50i Golden Eagle, ke Lanud Iswahjudi, dari 16 yang dipesan oleh pemerintah Indonesia, setelah dua pesawat yang diterbangkan langsung dari Korea Selatan mendarat mulus di runway Lanud Iswahjudi, Rabu (6/11).

Kedatangan dua pesawat tersebut di sambut oleh Kepala Dinas Operasi Kolonel Pnb Djoko Hadipurwanto, Kadispers Letkol Pnb Ian Fuadi dan Komandan Skadron Udara 15, Letkol Pnb Wastum, di main aprron Skadron Udara 15.

Dalam pengadaan pesawat tempur T-50i Golden Eagle dari Korea, direncanakan pada akhir tahun 2013 sudah genap berjumlah 16 unit, dan pesawat tersebut akan menggantikan peran dan fungsinya pesawat HS Hawk MK 53, yang akan habis masa pakainya di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. 

Keterangan Gambar :Para pejabat Lanud Iswahjudi menyambut kedatangan Penerbang KAI yang baru tiba di main aprron Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Kamis (7/11).

Rabu, 06 November 2013

NATO Ragukan Kualitas Sistem Rudal Cina

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg52WjHOk2twLpv0CuRIuIMpD1fxnoV-aB_Nqnhsxx1ipEgTTzbS8Bc_7fWBnqLiFc0OW6ZPJ9wz6jrmIKUoKsEnGRvxOaAUA-8prmmI1AKEpKBMSRnGxCdHUMgaZu-OYS-RE7pXjCNa3s/s1600/FD2000_HQ-9.jpg

Komandan militer NATO mendesak Turki pada hari Rabu (6/11) untuk membeli sistem pertahanan rudal yang kompatibel dengan sistem NATO lainnya. Dia meragukan kualitas sistem rudal Cina yang akan dibeli oleh Turki.

Komentar Panglima Angkatan Udara AS Jenderal Philip Breedlove, yang juga Panglima Tinggi Militer NATO, menambah tekanan pada Ankara untuk memikirkan kembali keputusannya soal pembelian sistem pertahanan rudal Cina. Turki, anggota aliansi militer NATO, mengumumkan pada September lalu bahwa mereka telah memilih sistem pertahanan rudal FD-2000 dari perusahaan ekspor impor mesin presisi Cina (CPMIEC).

Padahal, CPMIEC mendapat sanksi AS karena terlibat transaksi dengan Iran, Korea Utara, dan Suriah. Seraya menekankan bahwa Turki bebas untuk memilih, Breedlove menambahkan keprihatinannya adalah bahwa semua anggota NATO mengambil keputusan untuk membantu pertahanan kolektif organisasi ini dan peralatan yang dipilih sesuai dengan sistem NATO lainnya.

"Dalam pembicaraan saya dengan para pejabat militer Turki, poin penting adalah bahwa kita memiliki sistem yang benar-benar cocok untuk menghubungkannya ke jaringan NATO," ujarnya. Breedlove tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan kecocokan, tetapi beberapa diplomat NATO mengatakan, penggunaan peralatan Cina dalam sistem NATO akan meningkatkan kekhawatiran keamanan cyber.

AS Tempatkan Pertahanan Rudal di Polandia

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/rudal-jelajah-iran-_110928195046-839.jpg

Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan rencana pertahanan rudal di Eropa meski hubungan dengan Iran, salah satu ancaman utama yang ingin ditangkal oleh sistem ini, perlahan membaik. AS berharap dapat menempatkan sistem pencegat rudal itu di utara Polandia pada 2018, atau tiga tahun sesudah suatu situs serupa di Rumania beroperasi. Pangkalan baru di Polandia akan melindungi Eropa dan AS dari potensi serangan rudal balistik Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry hari Selasa, saat singgah di Polandia menjelang lawatan ke Timur Tengah. Di Polandia, ia ditanyai soal apakah elemen sistem pertahanan di negara Eropa Timur itu bisa ditanggalkan, mengingat diplomasi dan negosiasi internasional terkait program nuklir Iran terus berlanjut.

“Tak ada kesepakatan dengan Iran,” demikian jawab Kerry dalam konferensi pers di Warsawa. “Tak ada yang berubah. Rencana pertahanan rudal sesuai sasaran,” tegasnya.

Kerry menambahkan, “Kami berniat mempersiapkan tahap berikutnya untuk 2018 dan akan mendirikan situs [antirudal] tersebut pada periode itu. Tak ada yang berubah pada saat ini dan saya memperkirakan tak akan berubah pada masa depan.”

Babak baru perundingan nuklir antara Iran dan negara-negara terkuat dunia dijadwalkan bergulir pada Kamis ini di Jenewa. Teheran menghadapi tekanan dari masyarakat internasional yang ingin menginspeksi fasilitas nuklir Iran. Lembaga pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa menyatakan Iran telah mengundang direktur jenderal organisasi itu ke negara mereka. Undangan masih dipertimbangkan.

Pesan Kerry dalam program pertahanan rudal Polandia sudah jelas. Ia menegaskan Washington tak akan mengabaikan rencana tanggap darurat guna menangkal ancaman Iran. Kementerian Luar Negeri Rusia belum merespons pernyataan Kerry. Yang pasti, Rusia telah lama menentang program pertahanan rudal AS yang berpangkalan di dekat Polandia dan Rumania.

Di bawah rencana pertahanan rudal bagi Eropa—yang dirancang mantan Presiden AS George W. Bush—Polandia bakal menjadi area pertahanan regional pada 2015. Rencana tersebut memicu kemarahan Rusia. Negeri Beruang Merah mengancam bakal menempatkan lebih banyak rudal di daerah perbatasan Kaliningrad. Sebabnya, Rusia meyakini sistem pertahanan rudal di Polandia—yang berdekatan dengan perbatasan Rusia—bakal memperlemah kemampuan Moskow.
Dihadapkan pada kegusaran Rusia yang pernah menjadi penguasa komunisnya, Polandia berencana menginvestasikan sekitar $45 miliar pada 2022 dalam sektor peralatan militer. Kerry menyatakan perusahaan AS akan “bersaing keras” mendapatkan kontrak pengadaan peralatan untuk program itu.