Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Rabu, 18 September 2013

Jet Tempur Sukhoi TNI-AU Kini Sudah di Pasang Rudal Zvezda Kh-31P / NATO AS-17 Krypton

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/09/skadron-11-sukhoi-tni-au.jpg

Skadron Udara 11 TNI-AU kini telah memasang rudal-rudal untuk pesawat tempur Sukhoi, antara lain Rudal Zvezda Kh-31P atau istlah NATO AS-17 Krypton. Rudal Krypton buatan Rusia ini dilengkapi sensor hybrid active-pasive guidance untuk menyergap sasaran darat maupun udara seperti,  sistem pertahanan musuh atau pesawat mata-mata seperti AWACS, dari jarak  200 km. Rudal anti-radar ini  bisa mematikan penjejaknya saat diserang.

Komponen paling menarik dari rudal Kh-31P adalah adanya kombinasi 5 roket, booster dan ramjet, yang dipadukan dalam dual roket pendorong (sistem propulsi ganda). Bentuknya mirip wahana antariksa Rusia, karena memang didisain oleh biro disain Soyuz di Turayevo.

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2012/05/Kh31Krypton.jpg

Pada tahap awal misil ini berakselerasi menggunakan solid-fuel rocket engine, untuk mendapatkan kecepatan 1,8 Mach. Setelah itu mesin pendorong pertama dilepas, digantikan 4 mesin jet pendorong, untuk mencapai kecepatan 5 Mach. Kecepatan tinggi ini berguna untuk mengurangi resiko tertembak, termasuk harus menerobos sistem pertahanan musuh untuk menghancurkan radar penjejak, drone maupun pesawat AWACS.

Karena rudal ini ditugaskan menghancurkan radar musuh atau pesawat AWACS, rudal Kh-31P tidak dibebani hulu ledak besar, melainkan hanya 90 Kg (Blast Frag). Rudal AS-17 Krypton memiliki panjang 5, 2 meter dengan berat 600 kg  dan dijuliki negara barat dengan nama “AWACS killer”.

Selasa, 17 September 2013

Pesawat Tempur Turki Tembak Jatuh Helikopter Suriah

http://icdn.posta.com.tr/editor/HD/16/9/2013/fft2mm3441967.jpg

Turki menyatakan pesawat tempurnya telah menembak jatuh sebuah helikopter milik Suriah, Senin (16/9). Heli tersebut ditembak lantaran melintasi wilayah udara mereka. Wakil Perdana Menteri Turki, Bulent Arinc, mengatakan jet tempur mereka melepas tembakan setelah helikopter asing itu menjelajahi wilayah udara di dekat kota perbatasan Yayladagi sejauh dua kilometer.

"Sebelumnya kami telah memberi peringatakan berkali-kali," kata Arinc. Rekaman video amatir menunjukkan helikopter itu berubah menjadi bola api raksasa ketika jatuh di wilayah Suriah. Turki, yang merupakan penentang keras Presiden Suriah Bashar Al Assad, sebelumnya telah mendorong sebuah intervensi militer terhadap Suriah dan semakin frustrasi atas ketidakpastian sikap negara-negara Barat belakangan ini.

Suriah Benarkan Helikopter Militernya Ditembak Jatuh Turki

http://www.guncopter.com/images/gallery/mi-17-helicopter-hr.jpg

Pernyataan itu lebih lanjut menjelaskan langkah Turki tersebut dan menyebut pemerintah Perdana Menteri Tayyip Erdogan sedang mencoba meningkatkan ketegangan dengan langkah tersebut. Tentara Suriah mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur Turki telah menembak jatuh sebuah helikopter militer Suriah. Selasa pagi, 17/09/13.

"Mengingat bahwa helikopter itu sedang dalam perjalanan kembali, dan itu bukan misi tempur, maka reaksi ketergesaan Turki adalah bukti maksud sebenarnya dari pemerintah Erdogan terhadap Suriah, yang menciptakan ketegangan dan meningkatkan situasi di perbatasan antara kedua negara," tambahnya.

Pernyataan itu juga mencatat, helikopter militer hilang saat dalam misi pengintaian untuk memantau infiltrasi teroris melalui perbatasan Turki. Pada hari Senin, Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc kepada wartawan mengatakan, helikopter Suriah MI-17 jatuh di provinsi selatan Hatay setelah tersesat dua kilometer di wilayah udara Turki.

Arinc menjelaskan tidak ada informasi mengenai nasib awak karena helikopter itu jatuh di tanah Suriah. Penembakan itu terjadi hampir setahun setelah angkatan udara Suriah menembak jatuh sebuah pesawat perang Turki setelah memasuki wilayah udara Suriah. Pesawat jatuh di perairan Suriah dan dekat desa Um al-Touyour.

Menyusul insiden ini pada bulan Juni 2012, pemerintah Turki mengubah aturan militer dan terlibat aktif di Suriah. Sejak saat itu, setiap elemen militer yang mendekati perbatasan Turki dari Suriah akan dianggap sebagai ancaman.

India Sukses Uji Coba Tahap II, Misil Agni-V yang Bisa Menjangkau China

http://photo.outlookindia.com/images/gallery/20120419/Agni-V_20120419.jpg

India untuk kedua kalinya mencatat sukses dalam uji coba penembakan misil yang mampu membawa kepala nuklir. Misil ini bisa terbang dengan membawa hulu ledak nuklir yang bisa mengjangkau kota-kota besar di China seperti Shanghai dan Beijing.

Ravi Gupta, jurubicara Organisasi Pengembangan dan Riset Pertahanan India, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita AP, Minggu (15/9/2013) melaporkan, uji coba misil Agni V nantinya akan dimasukkan dalam jajaran persenjataan India pada tahun 2014 atau 2015.

Misil ini bisa menjangkau jarak 5.000 kilometer dan uji coba yang sukses ini merupakan yang kedua setelah keberhasilan uji coba pada bulan April tahun lalu.

Keberhasilan misil yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini memperlihatkan betapa India terus bertekad mengejar dominasi China dalam mengdominasi dan menjadi sebuah kekuatan militer di Asia.

China sejauh ini dilaporkan sudah mengungguli India dalam perlombaan misil. China juga memiliki kemapuan misil balistik antarbenua yang bisa mencapai wilayah apapun di India. Kedua negara sejauh ini pernah terlibat dalam pertikaian perebutan wilayah dan perbatasan di seputar Pegunungan Himalaya.

Israel Miliki 80 Rudal Nuklir

http://www.islamtimes.org/images/docs/000048/n00048517-b.jpg

Sebuah laporan menyebut Israel kini memiliki 80 rudal berhulu ledak nuklir. Pemerintah Israel selama ini menutupi kemampuan senjata nuklir yang dimilikinya. Laporan itu ditulis oleh dua pengamat senjata nuklir, Hans Kristensen dan Robert Norriss, di majalah Bulletin of Atomic Scietists. Kedua pengamat itu mengambil data dari dokumen milik Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA).

DIA merupakan lembaga intelijen milik militer AS. Lembaga tersebut melaporkan hasil intelijennya kepada panglima militer AS. “Israel tidak pernah berterus terang tentang kemampuan senjata nuklirnya. Namun, dokumen DIA yang dibuat pada 1999 menunjukkan, Israel memiliki setidaknya 80 rudal berhulu ledak nuklir,” tulis Kristensen dan Norriss, seperti dilansir Bulletin of Atomic Scientists, Senin (16/9/2013).

“DIA memperkirakan jumlah rudal berhulu ledak nuklir milik Israel tidak akan banyak berubah hingga 2020,” lanjut mereka. Sikap tertutup Israel membuat Negara Zionis itu dengan mudah mengecam program nuklir negara lain. Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu kerap mengutuk program nuklir milik Iran. Dia bahkan mengancam akan melakukan serangan jika Iran tidak menghentikan ambisi nuklirnya.

Sikap Netanyahu mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS). Presiden AS Barack Obama harus mengambil pelajaran dari isu senjata kimia Suriah. Pemerintah Suriah akhirnya bersedia memusnahkan senjata kimia yang dimilikinya di tengah ancaman serangan dari AS dan sekutunya.

Senin, 16 September 2013

Indonesia Butuh 24 Kapal Selam

http://m24digital.com/en/wp-content/uploads/2012/05/submarino-ingles.jpg


TNI AL idealnya memiliki 24 kapal selam untuk mengawal dan menjaga teritorial laut Indonesia yang cukup luas. Penguatan pertahanan dan militer akan memberi dampak luas di dunia internasional. "Jika ditilik dari geografis negara, Indonesia sebagai negara maritim membutuhkan pengawalan ekstra ketat untuk mengantisipasi invansi dari negara asing melalui laut," ujar pengamat militer Kusnanto Anggoro dalam sarasehan memperingati HUT ke-54 Kapal Selam di Jakarta, Minggu (15/9).

Namun, lanjut dia, kekuatan alutsista TNI AL masih pada kebutuhan mendasar. Sekarang ini, TNI hanya memiliki dua kapal selam yang sudah sangat tua. Sedangkan, 3 unit yang dibeli dari Korea Selatan baru akan masuk memenuhi kekuatan Alutsista TNI AL hingga awal tahun 2017. "Sebelum sampai memiliki 18 unit kapal selam, saya kira semua orang harus kritis," kata dia.

Sementara itu, delegasi Indonesia diberangkatkan ke Moskow untuk menyurvei langsung 10 kapal selam yang akan dihibahkan Rusia. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio memimpin delegasi yang beranggotakan dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. "Kita (tim-Red) akan memastikan langsung spesifikasi teknis kapal, kondisi, dan mekanisme kerja sama," ujar Marsetio. Tim berangkat Minggu (15/9) malam.

Marsetio mengungkapkan hibah kapal selam ditawarkan pemerintah Rusia kepada Indonesia melalui Kementerian Pertahanan. TNI AL sendiri sebagai rencana pengguna, belum mengetahui detail atau spesifikasi kapal selam yang ditawarkan tersebut. "Karena itu kita ke Rusia untuk memastikan kapal selam yang akan didatangkan cocok dengan kondisi perairan Indonesia atau tidak," kata Marsetio, taruna peraih predikat Adhi Makayasa Akademi Angkatan Laut 1981.

Doktor lulusan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (UGM) ini memastikan kapal selam yang dibutuhkan TNI AL harus lolos kualifikasi, di antaranya meliputi kesesuaiannya dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Kapal selam ideal untuk Indonesia adalah yang memiliki kekhususan dan kekhasan dengan melihat kedalaman dan kontur laut. "Kita akan lihat apakah itu kapal selam samudra atau archipelago. Indonesia ini archipelago di mana kondisi perairan kita kedalamannya berbeda-beda," jelas Marsetio.

Asisten Perencanaan (Asrena) KSAL, Laksda TNI Ade Supandi memastikan hibah 10 kapal selam dari Rusia tidak mengintervensi rencana pengadaan alutsista TNI AL dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang sesuai dengan kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) hingga tahun 2024. "Selain dua kapal selam KRI Cakra dan KRI Nanggala yang sudah ada, TNI AL sudah memesan 3 kapal selam dari Korea Selatan. Ditargetkan akhir tahun 2016 atau paling lambat awal tahun 2017 sudah selesai dan masuk ke dalam kekuatan tempur TNI AL," kata dia.

Satu dari tiga kapal selam yang dipesan akan dikerjakan di PT PAL, Surabaya. Indonesia akan memaksimal transfer teknologi dari pengerjaan di industri pertahanan dalam negeri. "Sesuai dengan kesepakatan kerja sama akan ada ToT (Transfer of Technology-red). Kapal ke-3 akan dibangun di PAL degan memaksimalkan ToT," ujar Ade. Anggaran yang dikeluarkan Indonesia untuk pembelian tiga kapal selam menggunakan pinjaman luar negeri (kredit ekspor) senilai 1,07 miliar dolar AS.

Idealnya sampai tahun 2016, menurut Marsetio, Indonesia memiliki 10 kapal selam untuk memperkuat armada tempur TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut RI. "Idealnya punya 10 (kapal selam) hingga akhir tahun 2016," kata Marsetio. Mantan Kepala Staf TNI AL, Laksamana (Purn) Sumardjono mengingatkan pengadaan alutsista tetap harus fokus pada transfer teknologi. Industri pertahanan yang dimiliki Indonesia diberdayakan maksimal untuk menciptakan alutsista yang dibutuhkan TNI dan Polri.

"Deterence effect itu sebenarnya jika kita mampu membangun alutsista canggih yang kita butuhkan, bukan mengadakan alutsista yang diimport dari negara lain," ujar dia.

Minggu, 15 September 2013

Pangdam Wirabuana: Anggota TNI Harus Jaga Pulau agar Tidak Hilang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXAtRZjcpu1Odh1lriWL0Adr3CLshdhApHcaedStYHn4bMLADVRMXjaR0NhXcFpGeP5QOgvr6LokVN_V_f3MVTuu0Qqsb2NeGRt9PxOvzciKwaguVuQwYYYh0D_hNZlD4YyEa19TmmF67G/s640/kostrad.jpg

Panglima Komando Militer (Pangdam) VII/Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar SIP MAP mengingatkan kepada angotanya yang ditugaskan di daerah perbatasan agar terus menjaga pulau-pulau terluar agar tidak hilang dan jatuh ke negara lain. Penegasan itu disampaikan Bachtiar ketika melihat langsung keberadaan anggota TNI yang bertugas di tiga pulau terluar yang berada dalam wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Utara. Ketiga pulau yang dimaksud adalah Pulau Miangas dan Marampit di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Pulau Marore di Kabupaten Kepuluan Sangihe.

"Kunjungan kerja Pangdam selama dua hari ke tiga pulau tersebut untuk memberikan motivasi langsung kepada anggota TNI yang bertugas di sana serta memberikan berbagai bantuan baik kepada anggota TNI maupun kepada masyarakat setempat," ujar Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana, Letkol Inf H Steve Sinaulan, Minggu (15/9/2013).

Kepada Kompas.com yang ikut dalam kunjungan tersebut, Bachtiar mengatakan bahwa masih banyak pulau kita yang tidak terdata dan berpotensi hilang. "Saya mengingatkan kepada pihak-pihak terkait agar segera memberi tanda patok di pulau-pulau yang belum terdata, dan segera memberikan nama pulau-pulau tersebut," ujar Bachtiar.

Menurut Bachtiar, keberadaan anggota TNI di pulau-pulau terluar merupakan bagian dari tugas TNI menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta juga merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat. Dirinya merasa bangga setelah melihat langsung keberadaan anggotanya di tiga pulau tersebut.

"Sebab selama bertugas di sana, anggota kami juga ikut menutupi kekurangan tenaga guru dengan mengajar di sekolah, menjadi tenaga kesehatan, memberikan pengetahuan bertani, serta ikut membantu pembangunan desa," jelas Bachtiar. Selain memberikan pengarahan kepada anggota TNI, Pangdam juga berkesempatan berinteraksi dengan masyarakat setempat dan menerima berbagai keluhan serta masukan dari warga. Keluhan yang paling utama yang disampaikan oleh warga adalah masalah minimnya sarana transportasi.

Provinsi Sulawesi Utara sendiri mempunyai 11 pulau terluar. Di beberapa pulau terluar yang berpenghuni, didirikan Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan yang diisi oleh anggota TNI-AD. Selain itu ikut pula menjaga perbatasan satuan Marinir TNI-AL, Polri, serta Imigrasi dan Bea dan Cukai.

Pangdam berharap, kehadiran anggota TNI di pulau-pulau terluar tersebut semakin memperkuat hubungan tentara dengan rakyat, sebab menurutnya tentara hanya bisa bekerja secara maksimal jika didukung penuh oleh rakyat. "Diperlukan sinergitas dan kerja sama yang saling mendukung antara TNI, masyarakat, serta pemerintah daerah agar pulau-pulau terluar tersebut tetap menjadi bagian utuh dari negara kita," tutur Bachtiar.

Semua Armada Kapal Perang Iran Dilengkapi Pesawat Tanpa Awak

http://media.defenceindustrydaily.com/images/AIR_UAV_ScanEagle_BCAS_lg.jpg

Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran menyatakan, "Semua armada tempur angkatan laut (Iran) telah dilengkapi pesawat tanpa awak."

Tasnimnews (14/9) melaporkan, Laksamana Habibollah Sayyari menjawab pertanyaan para wartawan tentang kelengkapan sistem armada tempur Iran mengatakan, "Semua armada kami telah dilengkapi pesawat tanpa awak."

Menjelaskan kriteria pesawat tanpa awak tersebut, Sayyari mengatakan, "Semua pesawat tanpa awak kami mampu terbang di laut dan seluruh armada maritim telah dilengkapi dengan pesawat tersebut."

Di bagian lain pernyataannya, Sayyari menyinggung pameran kapal selama Fateh dan mengatakan, "Kapal selam ini akan segera dipamerkan akan tetapi waktunya masih belum jelas."

8 Tahun Lagi: Penempatan 60% Tentara Angkatan Laut AS di Australia

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/Abraham-Lincoln-battlegroup.jpg

Langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus mereka ke Asia akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia. Keterlibatan AS di Asia yang mendukung negara-negara sekutunya akan membuat konflik semakin panas. Penambahan pasukan AS di Asia juga membuat ketegangan meningkat.

AS menurunkan 60 persen kekuatan Angkatan Lautnya ke Asia. Sebanyak 500 tentara AL AS akan tugas bergilir di Darwin, totalnya akan berjumlah 2.500 tentara dalam beberapa tahun ke depan. Adu kepentingan kemudian terjadi di tubuh ASEAN.

Salah satu contohnya adalah dengan tidak tercapai komunike dalam KTT ASEAN tahun 2012 lalu. Saat itu, Kamboja yang menjadi ketua ASEAN menolak komunike yang mendesak China menyelesaikan konflik perairan tersebut.Seperti telah diketahui bahwa Kamboja adalah salah satu sekutu China di Asia Tenggara.

Tahun 2014 TNI-AU Ditargetkan Sudah Diperkuat 88 Pesawat Baru

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfqkX8OB0dQw2dMDQ-heDnnbYzeUuQJbdgCQ07OoysXv1UvlLxKWi0lNhMM12-BR9jn9rO1WWO9IwzyRuS0AaxmRJlmweAaP5nor3sGXh5c1x65ygHTNTG4ZNYVTUFwUV03MS4xMK5ICJX/s400/pesawat+tempur+sukhoi.jpg

TNI Angkatan Udara (AU) menargetkan penambahan 88 pesawat tempur Seperti pesawat angkut, Pesawat Tempur dan Pesawat latin pada 2014. Pesawat-pesawat tersebut akan melengkapi alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang sudah ada saat ini. pesawat-pesawat yang akan memperkuat persenjataan TNI-AU di tahun 2014 antara lain :

  • Pesawat latih T50i Golden Eagle Indonesia kini sudah menerima 2 dari 16 unit yang dipesan TNI-AU
  • Untuk pesawat tempur Sukhoi yang dipesan dari Rusia kini sudah lengkap 16 unit (1 skuadron)
  • 24 unit Pesawat tempur F16 TNI-AU direncakan akan tiba pada pertengahan tahun 2014, 
  • Kini TNI-AU sudah menerima 4 unit pesawat Super Tucano dari 16 unit yang dipesan pemerintah RI
  • pesawat jenis angkut CN295 dan Hercules
  • Pesawat pengintai tanpa awak. (UAV)
  • Pesawat rotor

TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar pertahanan udara, peluru kendali jarak sedang, dan 6 Unit Perisai udara Oerlikon SkyShield pabrikan Swiss.

Strategi lain dalam membangun kekuatan TNI AU, yakni mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista tersebut. TNI AU menargetkan setiap tahun ada 40 penerbang baru, baik berasal dari lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) maupun prajurit sukarela dinas pendek (PSDP). Selain mendidik di sekolah penerbang (Sekbang), TNI AU juga mengirim prajurit ke luar negeri.

Selain Pesawat, TNI juga membeli Helikopter militer yang di peruntukkan TNI-AD, seperti :
  • 40 unit Helikopter Bell 421 EP yang dipesan dari PT. DI untuk TNI-AD
  • 8 unit Helikopter Apache AH-64E yang dibeli dari AS, dan akan diterima TNI-AD secara bertahap  tahun 2014

Sabtu, 14 September 2013

TNI Bentuk Satuan Pasukan Khusus Baru Gabungan dari TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU

http://img-static.riaupos.co/foto/seragam-baru-tni.jpg

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD Mayor Jenderal TNI Agus Utomo mengatakan, pihaknya akan membentuk satuan khusus dari berbagai Pasukan Khusus unsur TNI Angkatan Darat, Udara dan Laut. "Ide membentuk satuan khusus dari berbagai angkatan ini sudah lama ingin dilakukan , dan ini berdasarkan ide Pak Lodewijk Freidrich Paulus (mantan Danjen Kopassus)," kata Agus di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/9).

Dia mengatakan, ide ini akan disampaikan ke Panglima TNI. "Kami akan sampaikan kepada pimpinan supaya ide ini bisa digolkan," ujar jenderal bintang dua ini. Menurut Agus, dalam membentuk satuan khusus tentu harus ada payung hukum yang melindungi para pasukan tersebut, sehingga dalam melaksanakan tugas tidak disalahkan, dan ada pelaksanaan tugas yang jelas.

"Ini bentuk kerja yang dilakukan satuan khusus, dengan adanya kordinasi pasukan khusus dari TNI Kopassus, Pasukan Katak dan Paskhas. Apa yang dilakukan satuan khusus adalah upaya dalam menghadapi ancaman yang membahayakan negara," tuntas Agus Utomo.