Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Sabtu, 14 September 2013

Ambisi Angkatan Udara Thailand Menjadi yang Terbaik di ASEAN

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/15/Royal_Thai_Air_Force_Seal.svg/240px-Royal_Thai_Air_Force_Seal.svg.png

Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) berambisi untuk menjadi kekuatan tempur udara terbaik di ASEAN. Hal ini terkait dengan pengadaan jet tempur Gripen untuk RTAF, Kantor Berita Thailand (TNA) melaporkan.

TNA mengutip pernyataan panglima tertinggi Thailand Jenderal Thanasak Patimapragorn yang mengatakan hal ini pada hari Rabu lalu, ketika ia mengucapkan selamat kepada RTAF atas pengintegrasian sistem pertahanan udaranya (Gripen). Jenderal Thanasak yakin bahwa RTAF akan menjadi kekuatan udara terkemuka di ASEAN pada 2019, seperti yang sudah direncanakan.

Jenderal Thanasak mengatakan kepada wartawan bahwa negara-negara lain telah memuji pengadaan jet tempur Gripen oleh Angkatan Udara Thailand, yang mana hal tersebut akan terintegrasi dengan sistem informasi dengan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Kerajaan Thailand di masa depan. Menurut Thanasak, pengadaan jet tempur Gripen ditujukan untuk pertahanan nasional terhadap ancaman di masa depan dan di masa damai.

http://www.saabgroup.com/Global/Documents%20and%20Images/About%20Saab/Newsroom/News/Thai_Gripen_Saab_340AEW_440.jpg

Dia mengatakan bahwa jet tempur (Gripen) itu akan menjadi bagian dari pasukan perdamaian ASEAN ketika pada saatnya ASEAN Community (AC) dibentuk pada tahun 2015. RTAF membeli jet tempur Gripen dari Saab, yang merupakan perusahaan kedirgantaraan Swedia, untuk mengantikan jet tempur F-5 buatan AS yang sudah dinonaktifkan sejak tahun 2007 silam.

Pengadaaan terjadi dalam dua tahap. Yang pertama terdiri dari enam jet tempur Gripen, satu pesawat kontrol dan peringatan dini Saab 340 AEW dan pesawat angkut Saab 340 B1 (saat ini dua unit aktif), yang secara bertahap diterima di 2010 dan 2011. Pada tahun 2012 kembali terima 1 unit pesawat kontrol dan peringatan dini Saab 340 AEW.

Sedangkan tahap kedua terdiri dari enam pesawat tempur Gripen yang akan rampung diterima Thailand pada tahun ini. Sebelumnya tiga jet tempur Gripen sudah diterima pada April lalu (masih sisa 3).

Latihan Gabungan TNI Sebagai Pernyataan Perang Terhadap Teroris

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikLkc0aPdjAJR9q25fnPsepeFjecODaGFEhwR9qpmFJzNgSnNanwUyqol7VxOyHtYWqEcalQT9-5QKOdTqU9vnG_DzTAlmWurJ0quoRVy-6GprUIXJjBnoF8wZ5K3VuG_W-tYkQukF-8M/s1600/latgab-tni.jpg

TNI menggelar latihan gabungan sebagai antisipasi marak penembakan polisi, akhir-akhir ini. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, latihan ini diikuti tiga matra. Ketiga satuan yang mengikuti latihan adalah Dansat-81 Gultor Kopassus (TNI AD), Denjaka (TNI AL), dan Denbravo Paskhas (TNI AU).

"Ini sekaligus pernyataan perang terhadap teroris," kata Menhan usai menutup latihan bersama penanggulangan terorisme tersebut, Jumat 13 September 2013. Latihan gabungan ini juga diikuti 18 negara anggota ASEAN Defence Minister's Meeting (ADMM-Plus) di Sentul, Bogor.

Tujuan latihan gabungan ini tak hanya menyiapkan personel dalam menghadapi kelompok-kelompok teror. "Kami juga mengatakan pada para teroris, kami telah siap melawan mereka," ungkapnya. Dalam latihan tersebut, peserta mempraktikkan pencegahan kasus per kasus, misalnya, pembebasan sandera di gedung, kapal laut, hingga pesawat udara.

Selain itu, para peserta juga berdialog dan memaparkan pengalaman masing-masing dalam membebaskan sandera. TNI AL mencontohkan saat pasukan khusus Denjaka yang membebaskan kapal Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia.

Kopassus pun berbagi pengalaman. Mereka menceritakan proses pembebasan sandera dari pembajakan pesawat Woila dan pembebasan sandera di rimba Papua.

Jumat, 13 September 2013

Latihan Tembak TNI-AU Gunakan Bom Jenis MK-82

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHVV-VsStMG-OiZf8NZdEH-C0s_j6-CPV7PFoVElO3ojqxTvW5-FmDTihqq24sk7J1VTB6R9piGuzQ5pbyO7Egve14BMvqYJfuy_hHICrTnIFH0LC_1A9TKxBL6siHEwQ6eoP3P3Wu9yE/s1600/8+MK-82+Bombardir+Awrsiabu.jpg

Sebanyak delapan bom jenis MK-82 yang dibawa oleh empat pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12, membombardir sejumlah target yang berada di areal latihan penembakan “air to ground” AWR Siabu, Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (13/9). Misi latihan operasi udara yang menggunakan bom jenis MK-82 Live ini merupakan puncak latihan “Weapon Delivery” yang telah digelar oleh Skadron Udara 12 selama satu minggu ini.

Pada kesempatan latihan tersebut Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andtawan. M.P, S.IP menyampaikan bahwa latihan ini merupakan latihan profesiensi rutin yang dilaksanakan secara berkala dengan tujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan Roketing dan Bombing terhadap sasaran di darat yang berada di area latihan penembakan udara ke darat, AWR, Siabu yang berada di kabupaten Kampar, Riau.

Latihan yang dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 12, Letkol Pnb Reka “ice pack” Budiarsa tersebut melibatkan seluruh penerbang dan turut didukung oleh satu tim Demolisi dari Depo 60 Lanud Iswahyudi, Madiun. Selain menggunakan Bom MK-82 Live, latihan profesiensi ini juga menggunakan Bom Dummy Unit, Roket FFAR dan Bom Latih Asap atau BLA 250.

Miss Kansas, Tentara AS Wanita Berpangkat Sersan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXOcE1EOqFuYpMZhn3C8DTkxpYSAsK1wkIw0E9P-Rff6QdnJMn3jvh_7LZkvMO9tdJt0fco0QmJ1TVxfo_pWVdd9WyEaSTd_b6FoyWGxfpXmjJCRieWQ_uqRVeNxx9cfcgAgiNseE33ew/s1600/485596_10151421678990764_853783316_n.jpg

Untuk pertama kalinya pagelaran Miss America diikuti oleh seorang tentara. Lakonnya adalah Theresa Vail yang mewakili negara bagian Kansas. Ia tercatat sebagai seorang sersan di angkatan bersenjata Amerika Serikat. "Tak seorang pun menyangka tentara bisa mengikuti ajang ratu kecantikan ini," ujar Vail. "Tapi saya akan memecahkan pandangan tersebut," tambahnya.

 http://image.metrotvnews.com/bank_images/galeri/7238_16178.jpg

Selain sebagai tentara aktif, Vail juga meruntuhkan image ratu kecantikan yang selama ini memiliki kulit bersih dan mulus. Pasalnya Vail memiliki dua tato berukuran besar di tubuhnya. Pertama, tulisan kesatuannya U.S. Army Dental Corps di bahu sebelah kiri. Kedua untaian bait-bait doa "Serenity Prater" dibagian sebelah kanan bawahnya.

http://worldshowbiz.info/wp-content/uploads/2013/08/Miss-Kansas-2013-Theresa-Vail.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOaiTS6qvRxnQuVkmtZkvb6EGILV2TpG0MRE5z3C5Rldtz84H3Z0RZYObij2uiOadwvsq3TgnEercYOKGNQwRjD0AxfOSZVu0RPvWLVzzmKFrtlg5jjZVQXp4FnGXUVhOZeUYn5zhPJ1s/s1600/1102472_10151520150165764_432337792_o.jpg
https://sphotos-b-ord.xx.fbcdn.net/hphotos-prn2/p480x480/1186230_10151530971141021_1888117854_n.jpg

Kedua tato ia tunjukan pada publik dan dewan juri saat mengikuti sesi kontes bikini minggu ini di Atlantic City. "Semuanya ini saya tunjukan agar wanita di seluruh dunia berani mengambil peran lebih. Bagaimana saya bisa mengatakan agar wanita jangan takut dan jujur terhadap dirinya sendiri jika saya menutupi tato tersebut," tegasnya.

Vail juga tercatat sebagai penembak jitu, mekanik, dan pandai melantunkan lagu-lagu opera. Mengomentari definisi kecantikan, Vail menjelaskan bahwa kecantikan terutama datang dari dalam diri seseorang. Ia menambahkan banyak wanita berparas cantik namun mereka tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Melalui ajang ini ia berharap kaumnya mengerti apa yang mereka jalani dan berani meraihnya.

Radar Scanter 4100 untuk KRI Fatahillah

http://images4.wikia.nocookie.net/__cb20110409160313/conworld/images/d/dd/TBU_TERMA_Radar.jpg

Perusahaan Ultra Electronics Command and Control Systems Inggris telah dikontrak oleh Kementerian Pertahanan RI untuk memodernisasi (upgrade) kapal fregat kelas Fatahillah milik TNI AL dengan Radar Scanter 4100 Terma, situs resmi Terma mengatakan.Radar Scanter 4100 Terma ini sengaja dipilih oleh perusahaan Ultra karena dinilai sudah memenuhi persyaratan sistem tempur baru untuk kapal-kapal perang. Pihak Ultra dan Terma sendiri berharap negosiasi dengan Pemerintah Indonesia bisa selesai pada musim gugur ini.

Sistem Scanter 4100 dianggap sebagai teknologi mutakhir dan dilengkapi dengan perangkat lunak dan elektronik terbaru. Radar ini mendukung untuk pengoperasian UAV dan helikopter dan memberikan gambaran rinci deteksi target-target kecil dalam jarak dekat hingga cakrawala radar (radar horizon) di semua kondisi cuaca.

http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/24/2203305p.jpg

Target udara akan terdeteksi pada jarak 96 nm (sekitar 178 km) dan rudal "skimming" laut ketika memasuki cakrawala radar. Gambar resolusi tinggi dari SCANTER 4100 memberikan kesadaran situasional dalam semua misi, mulai dari misi pencarian dan penyelamatan, dan mendeteksi rudal. Untuk melihat karakteristik dan kemampuan Scanter 4100, dapat Anda lihat disini.


Perusahaan Terma selama ini mengembangkan produk dan sistem untuk pertahanan, non-pertahanan, dan aplikasi keamanan, termasuk sistem komando dan kontrol, sistem radar, sistem perlindungan diri untuk kapal dan pesawat, teknologi ruang angkasa, dan aerostruktur canggih untuk industri pesawat terbang internasional. Perusahaan yang memiliki staf sebanyak 1.050 orang ini berkantor pusat di Aarhus, Denmark, dan memiliki anak perusahaan internasional dan kantor operasi di Belanda, Jerman, Singapura, India dan Amerika Serikat.

Freedom Flotilla berhasil masuk ke Indonesia

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/sites/default/files/imagecache/ra_article_feature/images/2013/09/12/4953236-3x2-700x467.jpg

Rombongan aktivis Australia yang menamakan diri Freedom Flotilla berhasil masuk ke wilayah teritori Indonesia dan melakukan persembahan air dan abu secara simbolis kepada pemimpin adat Papua.Kepada ABC, koordinator aktivis Izzy Brown menjelaskan, rombongan perahu layar itu menerobos wilayah Indonesia Kamis (12/9/2013) malam setelah menempuh pelayaran 5000 km dari Australia.

Upcara simbolis itu berlangsung di perairan selatan Papua, namun lokasi pastinya dirahasiakan demi pertimbangan keamanan. Pemimpin Aborijin Kevin Buzzacott bertindak mewakili rombongan dan menyerahkan air yang diambil dari Danau Eyre serta abu yang diambil dari sejumlah perkemahan aborijin. Air dan abu itu kemudian diterima para pemimpin adat Papua sebagai upacara simbolis mempertemukan kembali dua komunitas aborijin.

"Upacaranya sangat mengharukan," kata Izzy Brown. "Bagi Uncle Kevin, ini sangat mengharukan, dan begitu juga bagi orang Papua." Menurut Izzy, hal ini sudah lama direncanakan, dan apa yang mereka lakukan ini dinilainya sebagai sejarah tersendiri. "Fakta bahwa kami bisa bertemu para pemimpin Papua sangat mengesankan," katanya. Kelompok Freedom Flotilla terdiri atas 30 aktivis Australia dan Papua, pembuatan film, dan pemimpin aborijin.

Rencana kelompok ini selanjutnya belum jelas. Namun mereka berharap bisa berlabuh di Merauke sebelum apa yang mereka sebut upacara penyambutan yang direncanakan Sabtu (14/9/2013) besok. Menurut Izzy, pihak berwenang Indonesia tidak bersedia berkomunikasi dengan mereka. "Kami sudah berusaha mengontak pihak militer Indonesia," katanya, "Setidaknya tiga kali kami menelepon seorang kapten di Merauke dan menelepon jurubicara Angkatan Laut Indonesia".

Namun, kata Izzy, kedua pejabat itu tidak menjawab dan tiga kali pula menutup telepon. "Kami juga menggunakan komunikasi radio, namun sama saja, mereka tidak menjawab," jelasnya. "Sikap mereka ini menggambarkan bagaimana mereka memperlakukan rakyat Papua sehari-hari," kata Izzy Brown lagi.

Tim ECU Mengecek Lingkungan Markas TNI di Haiti

http://static.liputan6.com/201309/130912atni.jpg

Setiap 6 bulan sekali Tim ECU (Environmental Compliance Unit) sebuah unit bagian dari The Office of the Director of Mission Support Division (ODMS) yang memiliki tugas dalam penanganan masalah lingkungan melakukan pengecekan terhadap seluruh fasilitas yang dimiliki oleh Minustah (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti). Dengan tujuan untuk memberikan penilaian bagi seluruh kontingen sebagai penjaga perdamaian PBB di Haiti dalam usahanya turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Serta memberikan saran dan solusi apabila ditemukan hal-hal yang menonjol terkait persoalan lingkungan yang ditemukan selama pengecekan.

Untuk kedua kalinya Tim ECU melaksanakan pengecekan terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Tim yang diketuai oleh dr Fernando Munoz selaku Environmental Military Officer beserta dua stafnya tiba di Markas Satgas Kizi TNI, Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti, pada Selasa 10 September 2013 untuk melaksanakan pengecekan tempat para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI bertempat tinggal.

Setelah diterima di ruang kerja Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Arief Novianto, selanjutnya rombongan Tim ECU melaksanakan peninjauan ke lapangan. Adapun tempat-tempat yang menjadi obyek pengecekan, antara lain bengkel pemeliharaan angkutan dan alat berat, penyimpanan bahan bakar dan pelumas, pemeliharaan dan operasional generator, pengolahan limbah baik limbah organik maupun limbah padat, pengolahan air minum termasuk petugas logistik, dan personel lain yang berkaitan dengan penanganan limbah terhadap lingkungan.

Melihat secara langsung usaha yang telah dilakukan Satgas Kizi TNI dalam usaha turut serta menjaga kelestarian lingkungan, Tim ECU memberikan penilaian yang sangat baik karena tidak ditemukan hal-hal yang menonjol selama dilakukan pengecekan. Sementara itu, saat berita ini diturunkan, telah diperoleh hasil bahwa Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah memperoleh hasil yang terbaik. Hal ini berdasarkan berita elektronik yang disampaikan oleh Director of Mission Support Division (DMS) kepada Dansatgas Kizi TNI.

TNI Cek Kesiapan Pengamanan APEC

http://statik.tempo.co/data/2013/09/10/id_218324/218324_620.jpg

Tentara Nasional Indonesia terus mempersiapkan pengamanan jelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economy Cooperation (APEC) di Nusa Dua, Bali. Acara yang rencananya berlangsung 1-8 Oktober ini akan dihadiri banyak perwakilan negara-negara sahabat.

Untuk mengetahui langsung persiapan pengamanan, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Budiman, bertandang ke Bali, hari ini, Kamis, 12 September 2013. "Panglima dan KSAD meninjau Nusa Dua, tempat berlangsungnya APEC," kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer IX Udayana, Kolonel Wing Handoko, saat dihubungi Tempo hari ini.

Handoko melanjutkan, pengamanan APEC sendiri merupakan gabungan dari seluruh matra TNI, yakni: Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Selain itu, TNI juga dibantu pengamanan dari Polri, khususnya Polda Bali. "Tapi kendali utama pengamanan ada pada Panglima TNI," katanya.

Rencananya, masing-masing Angkatan diberikan tugas sesuai kemampuan. Misal, Angkatan Udara dipercayakan mengamankan wilayah bandar udara, Angkatan Laut dan Marinir diberi tugas mengawal perairan di sekitar pulau Bali. "Satuan pengamanan kelautan didukung Panglima Armada Timur, untuk udara didukung Panglima Koopsau Makassar," kata Handoko.

Untuk menambah 'sangar' pengamanan, TNI juga akan melibatkan pasukan khusus dari masing-masing Angkatan. Antara lain: Komando Pasukan Khusus (Angkatan Darat), Korps Pasukan Khas (Angkatan Udara) dan Komando Marinir (Angkatan Laut). "Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden), BIN (Badan Intelijen Negara), BAIS (Badan Intelijen Strategis)."

Untuk latihan gladi bersih, rencananya akan diadakan H-3 atau 28 September mendatang. Namun Handoko masih merahasiakan bentuk gladi bersih tersebut. Sebelumnya, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayor Jenderal Agus Sutomo, siap mengamankan KTT APEC. Menurut Agus, pasukan Kopassus akan melakukan latihan khusus di Bali beberapa hari sebelum pelaksanaan KTT APEC. "Ini acara penting, mata dunia akan tertuju ke Indonesia, kami tak boleh main-main," kata Agus pekan lalu.

Kamis, 12 September 2013

KASAD terima Brevet Komando kehormatan dari Danjen Kopassus

http://img.lensaindonesia.com/thumb/350-630-1/uploads--1--2013--09--47740-kasad-jenderal-tni-t-budiman-terima-brevet-komando-kehormatan-dari-danjen.jpg

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Tri Budiman mendapatkan Brevet Komando kehormatan yang dimiliki pasukan elite Kopassus ini diberikan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Agus Sutomo di Lapangan MakoKopassus ,Jalan RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/13)

“Baru saja saya mendapatkan brevet kehormatan dari Danjen Kopassus. Saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas penghargaan ini dan saya berkewajiban meningkatkan kemampuan pasukan khusus ini,”kata KASAD. Baca juga: Meriahkan Sail Komodo 2013, Jalasenastri beri 500 paket sembako dan Pangarmatim: Kapal Selam merupakan Alutsista strategis Kasad mengatakan, pemberian brevet kehormatan tersebut merupakan lambang kehormatan dan kebanggaan serta lebih bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai KASAD.

Kualifikasi kemampuan yang terkandung pada Brevet komando, bukanlah kualifikasi kemampuan standar, namun khusus yang diperoleh melalui latihan dan pengemblengan keras menantang profesionalisme. “Ini jadi kebanggaan sendiri bagi saya, kualifikasi yang sangat khusus yang diperoleh dari penggembelengan dari korps baret merah secara profesional yang menantang,”ujarnya.

KASAD menjelaskan, korps baret merah merupakan pasukan yang disegani di seluruh Indonesia bahkan dunia. Untuk itu pasukan khusus tersebut perlu ditingkatkan dan harus menjadi kebanggaan bagi korps baret merah. “Kita ketahui bersama bahwa Kopassus tetap percaya dan yakin dengan tekanan-tekanan akan menjadikan lebih dewasa, lebih matang. Kopassus harus kita tingkatkan dengan kemampuan teknologi bagi prajurit Kopassus,”jelasnya.

Pangarmatim: Kapal Selam Adalah Alutsista Strategis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3GTt_uvR5sdLFK3jCLUFOtYnHa3GPUPpJbIYl561tvydQ9RcKtv6rN7o6FWJMyj5GNXBQAEfah87RPK3rUsWwDvlVC6jMiOUnH3hzj0DewwB2CqgviN6-pKLtbSQWvwEDABEsCg-OUHRV/s1600/kapalselams.jpg

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono mengatakan kapal selam merupakan alat utama sistem senjata (alutsista) strategis yang dimiliki TNI AL untuk melaksanakan tugas operasional. "Baik pada masa perang maupun masa damai, kapal selam adalah alutsista yang sangat strategis," kata Pengarmatim dalam sambutan yang dibacakan Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Laksma TNI Ari Soedewo saat peringatan HUT ke-54 Korps Hiu Kencana di Surabaya.

Menurut ia, dalam peperangan, kapal selam adalah kapal perang yang sulit untuk dideteksi sehingga dapat menjadi ancaman terhadap setiap pergerakan kapal musuh, selain kemampuannya yang mampu menyusup hingga ke garis belakang pertahanan musuh dan menghancurkannya. Sedangkan pada masa damai, kehadiran kapal selam memberikan dampak penangkalan yang besar bagi pihak lain sehingga mampu memperkuat upaya diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Di masa mendatang, tentu kita berharap program penambahan unsur kapal selam segera dapat direalisasikan agar tekad untuk kembali meraih kejayaan kekuatan kapal selam seperti pada masa lalu dapat diwujudkan," ujar Agung Pramono. Saat ini, TNI Angkatan Laut hanya memiliki dua armada kapal selam, yakni KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402, serta berencana menambah lagi beberapa armada kapal selam baru.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio saat peresmian dimulainya pembangunan gedung Submarine Training Center (STC) di Surabaya pada awal Juli lalu, mengatakan Indonesia telah menandatangani kontrak pembuatan tiga kapal selam dengan Korea Selatan yang direncanakan selesai pada akhir 2016 atau awal 2017. Untuk pembuatan dua kapal selam dilaksanakan di Korea Selatan, sedangkan untuk kapal selam ketiga, Indonesia telah merekrut para teknisi dari PT PAL dalam rangka transfer Teknologi di Korea Selatan sehingga nantinya kapal selam ketiga dapat dibangun di Indonesia.

"Dengan demikian, pada tahun 2017 Indonesia akan memiliki lima armada kapal selam, termasuk dua kapal selam sudah ada saat ini, yaitu KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402," kata KSAL. Sementara itu, upacara peringatan HUT ke-54 Hiu Kencana yang dipimpin Laksma TNI Ari Soedewo, diikuti para perwira, bintara dan tamtama, serta mantan petinggi dan awak kapal selam yang tergabung dalam Korps Hiu Kencana.

Dalam menyambut peringatan tersebut, digelar sejumlah kegiatan lomba yang melibatkan anggota Korps Hiu Kencana, antara lain lomba tarik tambang laut, renang laut estafet, pukul bantal laut, dan bulutangkis. Tim ABK KRI Cakra-401 tampil sebagai juara tarik tambang laut dan renang laut estafet. Sementara lomba pukul bantal laut dan bulu tangkis dimenangkan ABK KRI Nanggala-402.