Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Rabu, 11 September 2013

Profil Intelijen dan Pasukan Khusus Australia

http://www.applydirect.com.au/LOGO_IMAGES/LogoAsis.JPG

Kekuatan Angkatan Bersenjata Australia bukanlah satu-satunya kekuatan negara Kangguru yang harus diwaspadai. Badan Intelijen Luar Negeri Australia pun kiranya tak kalah penting untuk disorot. Tak banyak yang tahu bahwa selain Amerika dan Inggris, Australia pun merupakan negara yang memainkan peranan besar dalam menciptakan krisis berkepanjangan di Afghanistan dan Irak. Kalau tidak mau disebut sebagai penyebab utama Presiden George W. Bush menjadi mantap untuk melancarkan serangan militer ke Irak menggulingkan Saddam Husein.

Ceritanya begini. Melalui badan intelijen Australia bernama Australian Secret Intelligence Service (ASIS), Australia membantu Amerika untuk mencari informasi mengenai keberadaan nuklir Irak. Bagi Washington ketika menjelang serbuan militer ke Irak, adanya bukti keberadaan nuklir di Irak merupakan hal penting sebagai dalih untuk menggulingkan rejim Saddam Husein dari singgasana kekuasaan. Sehingga serangan militer Amerika dan sekutu-sekutunya mendapat pembenaran moral.

Dalam penyelidikan awal yang dilakukan CIA, temuan ASIS nampaknya menjadi acuan utama. Menurut laporan ASIS, ada perjanjian jual beli tabung alumunium berkode 7075-T6 antara Irak dan Cina. Perjanjian jual beli antara dua negara tersebut dilakukan melalui seorang bernamaq Garry Cordukes, direktur perusahaan Australia, International Alumunium Supply.Perusahaan ini merupakan rekanan perusahaan asal Cina pembuat tabung alumunium yang bernama Kim Kiu Property Limited.

Agen ASIS mencurigai perjanjian jual beli itu untuk memenuhi program penelitian nuklir di Irak. Dan inilah yang kemudian oleh ASIS data ini dikembangkan lebih lanjut sebagai dasar bagi CIA untuk dijadikan data intelijen bagi Bush untuk menyerang Irak.

Sejarah ASIS

ASIS bermula sebagai badan intelijen pemerintahan kerajaan Inggris. Yang bertanggungjawab mengumpulkan informasi intelijen dari luar negeri, melakukan tugas-tugas kontra intelijen  dan menjalin kerjasama intelijen dengan negara-negara lain. ASIS pada perkembangannyan memiliki kedudukan yang sama dengan CIA dari Amerika dan Secret Intelligence Agencies (M16) milik Inggris.

http://img.gawkerassets.com/img/17p5n2d7ymvl7jpg/original.jpg


Sesuia perundang-undangan, ASIS memfokuskan diri pada operasi intelijen luar negeri. Inilah yang membedakan ASIS dengan Australian Security Intelligence Organization (ASIO). Sehingga secara oganisasional, ASIS berada di bawah kendali Departemen Perdangan dan Luar Negeri (DFAT) yang bermarkas di Canberra.

Sebagai organisasi intelijen yang berada dalam komando Menteri Luar Negeri, ASIS sempat diberitakan pernah merekrut agen intelijend dari universitas-universitas yang ada di Australia untuk kepentingan mengawasi kegiatan spionase yang terjadi di Asia.

ASIS dan Pembebasan Papua
Selain Aceh, Papua atau Irian Barat merupakan provinsi Indonesia yang berpotensi besar untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekitar 1989 sampai 1991, ASIS dikabarkan melakukan sebuah penelitian terperinci dalam rangka tugas dan kegiatannya di Papua Nugini.

Ini ada kaitannya dengan keterlibatan ASIS dalam pelatihan pasukan di Papua Nugini. Sebuah pelatihan yang konon kabarnya dimaksudkan untuk memberikan dukungan terhadap gerakan kemerdekaan Irian Jaya dari tangan Indonesia dan Bougainvile dari Kepulauan Salomon Utara.

Sayang usaha ASIS tersebut gagal pada 1997. Meski operasi tersebut dinyatakan gagal, namun bukan berarti Australia akan berhenti begitu saja melepaskan permasalahan Irian Jaya. Apalagi belakangan santer terdengar kabar bahwa pasukan khusus Australia berada di dekat perbatasan  Papua dan Papua Nugini untuk melatih pasukan negara tetangga yang berbatasan dengan Indonesia itu.

Apa ini murni pelatihan militer bagi PNG atau ada maksud-maksud tersembunyi, pihak TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) seharusnya waspada dan mengambil tindakan preventif. Apalagi ketika Australian Sabtu kemarin mencanangkan peningkatan kekuatan militer baik darat, laut dan udara secara besar-besaran.

4th Battalion Royal Australian Regiment

Satuan ini merupakan pasukan elit atau pasukan khusus Australia yang tergabung dalam Australian Special Operations Command. Pasukan ini mulai terbentuk sejak 18 Januari 1952. Pasukan ini berkemampuan multifungsui sebagai kekuatan penghancur, dalam peperangan hingga pengawal medis.

Pasukan ini tugas utamanya ketika era perang dingin adalah untuk melatih dan mengirimkan personil infanteri ke Korea Utara, ketika Amerika dan sekutu ketika membantu secara militer pasukan Korea Selatan melawan Korea Utara yang didukung oleh Cina.

Sejak Maret 1960, unit ini digabung dengan sekolah infanteri sebagai depot Company Royal Australian Regiment. Singkat cerita, unit inilah yang merupakan tulang punggung batalyon angkatan darat Australia yang mengadakan seleksi calon anggotanya selama satu bulan. Beberapa aspek yang menjadi bahan latihan antara lain:

1.    Special Forces
2.    Special Forces Roping
3.    Amphibious Operations.
4.    Demolitions
5.    Special Forces Parachute Operation
6.    ACQB (Advance Close Quarter Battle)
7.    Special Force heavy weapons.

Pasukan ini harus diakui cukup istimewa, bahkan dalam perang Irak, yang selama ini fokus perhatian tertuju pada Amerika dan Inggris, ternyata unit milik Austalia ini punya wibawa yang tak kalah dibanding pasukan Amerika. Meski dikirim ke Irak dalam jumlah kecil, 4th battalion Royal Australian Regiment ini bisa menggambarkan kekuatan dan kemampuan pasukan khusus Angkatan Darat Australia selama fase pertama operasi Baghdad Assist digelar.

Dengan kata lain, unit ini sudah cukup untuk menggambarkan kekuatan Angkatan Darat Australia yang sesungguhnya. Sejak 1982, pasukan khusus ini dirubah menjadi pasukan setingkat brigade yang berada dalam kendali komando pasukan Divisi Utama.

Selasa, 10 September 2013

Pesawat T-50i Golden Eagle Perkuat Armada Tempur Indonesia

http://www.ainonline.com/sites/default/files/uploads/kai_t-50_0.jpg

2 dari 16 unit pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle pesanan TNI AU akan tiba dari Korea Selatan ke Lanud Iswahjudi Rabu (11/9). Pesawat buatan Korea Aerospace Ind. Ltd (KAI) tersebut akan diterima langsung oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriyatna di Lanud Iswahjudi Madiun yang didampingi oleh pejabat Kemenhan, wakil Vice president KAI, Komandan Lanud Iswahjudi beserta Staf. Hiruk pikuk kedatangan pesawat tersebut, sudah terlihat sejak seminggu terakhir, dengan tibanya 29 kontainer yang berisi suku cadang dan alat pendukungnya ke Lanud Iswahjudi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAGI844tuLXqusMCYr7j9bdAYopoFmuHXLJ1fJdTs2B6mCKasBf77PKS8CYUMAx1E5pT1rEL74w2QOTKFzQDUBtsvYu7EaFTrd5uDAW88UP8EME29h6rWcezfWsHzacVUDbI3pRsXl9jsh/s1600/tt5004-5-9-fcte.jpg

Rencananya dua pesawat tempur taktis T- 50i yang diterbangkan secara ferry ini akan menempuh perjalanan dari Bandara Sacheon Korea Selatan, Taiwan, Philipina, masuk ke Indonesia melalui Bandara Sepinggan Balikpapan lalu dilanjutkan ke Lanud Iswahjudi Madiun. Pesawat dengan nomor seri TT-5003 diterbangkan oleh Mr. Khang,Cheol (front) dan Mr. Kwon Huiman (rear) serta TT 5004 dipiloti oleh Mr. Lee, Dongkyu (front) dan Mr. Shin, Donghak (rear).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhloBJYYhwoszhFFYqLAkOKI-40USLmcKNK-F69-pzRIwKjqA1NorSR4VLsDeSoCa2OqJ5gWFolnHsMMoFKczVaoX-1_e7YS3WAXg3qwa9HTORavPVz07t4uKudFS4CxXg7vWDmQRfiR7vH/s1600/tt5003_20130910010352.jpg

Dengan datangnya dua Pesawat tempur taktis T-50i Golden Eagle pesanan pemerintah Indonesia ini, akan menambah kekuatan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi sebagai pesawat latih tempur menggantikan pesawat Hawk MK-53. Rencananya TNI Angkatan Udara akan memiliki satu skadron pesawat buatan Korea ini, yang akan datang secara bertahap hingga Desember 2013 mendatang.

India Bersiap Uji Coba Rudal AGNI-V Tahap II

http://www.thehindu.com/multimedia/dynamic/01058/20TH-OPEDAGNI_1058478e.jpg

Agni-V, rudal permukaan ke permukaan yang berkemampuan nuklir dengan jangkauan terjauh buatan India, akan diuji coba dari Pulau Wheeler di Odisha, India, pada 15 September 2013. Menurut seorang pejabat tinggi dari Badan Pengembangan dan Penelitian Pertahanan India (DRDO), persiapan tengah dilakukan dan uji coba kali ini untuk melihat perkembangan kedua dari rudal dengan jangkauan 5.000 km ini.

Uji coba penerbangan pertama rudal Agni-V terjadi pada 19 April tahun lalu dan hasilnya sukses. Ini menjadikan India masuk ke dalam kelompok negara-negara yang memiliki teknologi untuk mengembangkan rudal balistik antar benua (ICBM).

Uji coba 15 September nanti akan menjadi ujian ulang untuk menunjukkan kemampuan rudal Agni-V, ujar pejabat tersebut. Uji coba ke-3 dan ke-4 juga akan dilakukan sebelum rudal ini dilengkapkan pada Angkatan Bersenjata India pada tahun 2015.

Menurut pejabat lain dari DRDO, teknisi dan insinyur rudal Agni-V saat ini sudah berada di Pulau Wheeler dan sudah mulai memeriksa rudal. Dua kapal perang juga telah berlayar ke Samudera Hindia dan akan diposisikan di dekat titik sasaran penembakan.Rudal berbahan bakar padat dengan proses tiga tahap ini dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk sistem navigasi inersia yang berbasis laser gyro (RINS) dan sistem mikro navigasinya (MINS).

RINS dan MINS rudal ini akan memungkinkan rudal ini menjangkau jarak yang jauh dengan tingkat akurasi tinggi, kata pejabat itu. Rudal ini juga dilengkapi dengan sistem telemetri ganda. Rudal yang memiliki panjang 17 meter itu memiliki kemampuan untuk membawa hulu ledak seberat 1.000 kg dengan jangkauan 5.000 km lebih.

LAPAN dan LEN Siapkan Satelit Mutakhir Buatan Dalam Negeri A2 dan A3

http://lapanrb.org/images/stories/lapan_a2.jpg
LAPAN A-2

Deputi Penginderaan Jauh LAPAN Taufik Maulana mengatakan, Indonesia tengah mengembangkan satelit LAPAN A-2 dan LAPAN A-3. Untuk satelit LAPAN A-2 sudah selesai dibuat dan akan segera diluncurkan tahun depan. Peluncurannya akan bekerja sama dengan India karena roket yang dimiliki Indonesia belum sanggup meluncur jarak jauh.

http://lapanrb.org/images/stories/lapan%20a-3.jpg

“Ini kan jaraknya 600 kilometer. Diluncurkan sekitar Januari-Juni tahun depan,” kata Taufik. Satelit LAPAN A-2 berbobot 75-100 kilogram. Sementara itu, satelit LAPAN A-3 sedang dirancang oleh LAPAN bersama IPB. Sama seperti pendahulunya, satelit LAPAN A-3 juga akan diluncurkan dengan menumpang roket peluncuran satelit lain milik negara lain yang lebih besar.

10 Perbandingan Kekuatan Militer AS dengan Suriah

http://a57.foxnews.com/global.fncstatic.com/static/managed/img/fn2/video/660/371/042012_fr_assad_640.jpg

Amerika Serikat menyatakan siap menyerang Suriah. Negara adi kuasa tersebut turut gerah setelah rezim Bashar al-Assad diduga memakai senjata kimia untuk membinasakan ribuan rakyat Suriah. AS menyatakan telah melakukan persiapan dan tinggal menunggu instruksi Presiden Barack Obama.

Diancam, Suriah tak gentar. Damaskus berujar bahwa kegagalan menunggu negeri Paman Sam itu jika nekat melancarkan serangan. Bashar al-Assad mengingatkan Washington atas kegagalan perang di Vietnam dan berbagai wilayah tempur lainnya.

Bashar begitu percaya diri menghadapi serangan AS. Sebenarnya seberapa besar kekuatan militer Suriah menghadapi pasukan AS? Bagaimana perbandingan kekuatan militer antara AS dan Suriah? Soal kekuatan militer itu, menarik untuk mengamati data yang dipotret oleh laman Global Firepower. Laman itu menyajikan perbandingan militer 68 negara. Data terbaru yang disajikan adalah tahun 2011 hingga 2012.

1. Personel
  • AS: 1.477.893 personel
  • Suriah: 304.000 personel

2. Personel militer cadangan
  • AS: 1.458.500 personel
  • Suriah: 450.500 personel

3. Anggaran Militer Pertahun
  • AS: US$ 689,591 miliar. 
  • Suriah: US$ 2,5 miliar.
Dari segi pendanaan, AS menjadi negara dengan anggaran militer terbesar di dunia. Berdasarkan data per 2011.

4. Tank
  • AS: 8.325 unit tank
  • Suriah: 4.150 unit tank

5. Senjata Artileri
  • Suriah: 2.150 buah
  • AS: 1.791 buah
Suriah menempati peringkat ke 10, sementara AS berada di peringkat 11 sebagai negara dengan senjata artileri terbanyak.

6. Kendaraan Tempur
  • AS: 18.539 unit
  • Suriah: 6.945 unit

7. Pelontar Roket
  • AS: 1.330 unit
  • Suriah: 1.336 unit

8. Pesawat Tempur
  • AS: 15.293 pesawat tempur 
  • Suriah: 695 unit pesawat tempur
Berdasarkan data tahun 2012, AS merupakan negara yang memiliki pesawat tempur terbanyak di dunia.

9. Helikopter Militer
  • AS: 6.665 unit helikopter 
  • Suriah: 176 unit helikopter.

10. Kekuatan Kapal Perang
  • AS: 290 unit 
  • Suriah: tidak punya satu pun armada kapal perang

Meskipun persenjataan ini sangat menentukan dalam sebuah peperangan, perlu dipertimbangkan konstelasi politik internasional yang berkembang saat ini. Sebab, rencana AS menyerang Suriah ini sudah nyata-nyata ditentang oleh Rusia dan China. Kedua negara ini merupakan negara dengan kekuatan yang sangat besar pula.

SBY: Indonesia Terus Berupaya Agar Suriah Tidak Diserang Militer AS

http://static.liputan6.com/201309/sby-kemanusiaan-130909b.jpg

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan Indonesia terus berupaya memberikan sumbangsihnya agar Suriah tidak jadi diserang oleh militer Amerika."Sungguh demikian secara moral kita wajib berikhtiar mencegah tragedi kemanusiaan, ini yang kita mainkan. Kalau urusan dalam negeri Suriah kita tidak campuri.

Tapi lebih 2 tahun, sementara armada Rusia dan Amerika Serikat sudah mendekat. Kalau tidak dicegah saya khawatir. Ini tentu membahayakan keamanan internasional," kata SBY sesaat setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur,

Presiden ke-6 RI ini menegaskan, Indonesia terus menempuh upaya-upaya diplomasi untuk menyampaikan alternatif penyelesaian masalah konflik di Suriah tanpa adanya penggunaan militer. Dalam sejumlah kesempatan, SBY mengatakan, Indonesia memandang penggunaan militer tidak tepat dalam penyelesaian konflik di Suriah, apalagi tanpa adanya mandat dari Dewan Keamanan PBB.

Meski menempuh segala jalur diplomasi dan pendekatan, SBY mengatakan, pihaknya akan realistis atas hasil yang dicapai dari upaya itu mengingat masalah Suriah merupakan masalah internasional yang melibatkan begitu banyak negara dan juga sarat kepentingan politik. SBY menegaskan, Indonesia tidak akan tinggal diam dan berpangku tangan dalam masalah konflik di Suriah, apalagi dalam beberapa pekan ini mendekati fase genting dan ancaman intervensi militer.

Senin, 09 September 2013

Malaysia Tolak Campur Tangan di Kasus Bom Kimia Suriah

http://static.liputan6.com/201309/anifah-aman-130905b.jpg

Berbeda dengan negeri barat yang berencana melakukan intervensi militer dalam konflik Suriah --serangan bom kimia yang menewaskan ratusan orang, Malaysia justru tak sependapat. Pemerintah Negeri Jiran itu justru sangat menentang adanya campur tangan yang dilakukan pihak militer untuk mengakhiri konflik tersebut. "Intervensi militer di Suriah, sebagai solusi politik untuk mengakhiri konflik di Suriah sangat ditentang negara saya," ujar Anifah Aman, Menteri Luar Negeri Malaysia pada Rabu, 4 September 2013 dan dimuat dalam Xinhua.

Anifah menjelaskan, intervensi militer tidak bisa memecahkan masalah dan hanya akan mengakibatkan hilangnya nyawa tak berdosa dan kerusakan properti. "Kami tidak pernah percaya intervensi militer akan memecahkan masalah. Kami telah melihat apa yang terjadi di banyak negara. Apa yang terjadi di Libya, Irak, Afghanistan. Hal ini (intervensi militer) tidak menyelesaikan masalah apa pun," katanya seperti dimuat kantor berita Bernama.

"Posisi kami sangat jelas, bahwa kita harus memberikan kesempatan kepada kelompok yang bertikai untuk duduk bersama, melalui dialog dan konsultasi. Dan menemukan solusi yang membawa manfaat bagi masyarakat dari negara tertentu," urai Anifah dalam konferensi pers ketika dimintai untuk mengomentari potensi serangan militer oleh Amerika Serikat terhadap Suriah untuk diduga menggunakan senjata kimia.

Terkait hal itu, Anifah juga menyerukan kepada Liga Arab untuk memfasilitasi negosiasi dan diskusi politik untuk menemukan solusi terhadap konflik di Suriah. Serangan di Damaskus Timur yang terjadi pada Rabu, 21 Agustus 2013 menewaskan banyak warga sipil tak berdosa. Anak-anak pun turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Menurut data dari sebuah yayasan medis yang turut serta merawat para korban serangan bom kimia itu, 355 orang meninggal dunia. Namun setelah dilakukan penyelidikan, pihak Amerika yang telah memiliki fakta-fakta dari PBB menyatakan korban meninggal dunia bertambah 1.074 orang. Atau dengan kata lain jumlahnya mencapai 1.429.

Malaysia Belum Rencanakan Beli Pesawat Tempur Baru

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYTcaTM_j2uCUfNAngq0vNrM1zLeEoPaXQZHUszZhLFavo18_R_QFZCY6Up2DPOsaXfmKDAjpSmSWbSQ6HwIHupJunhP0JUX6uePAA3kOF_HZBB43Izz_hvJtI7OKWhYdlpL1kqFzwNp0/s1600/mig-29-malaysia.jpg

Pemerintah Malaysia belum berencana untuk mengganti armada jet tempur MiG-29 dan Sukhoi dengan jet tempur model terbaru.Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Hishamuddin Hussein mengatakan bahwa penggantian dan pembelian jet tempur baru harus mengacu pada pada konteks keamanan dan ancaman yang ada pada negara. "Untuk saat ini, pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengantikan jet tempur MiG-29 dan Sukhoi yang ada saat ini".

"Kami lebih mencari pada kemungkinan untuk melengkapi armada (helikopter) Agusta dengan senjata atau meg-upgrade helikopter Nuri," katanya setelah perayaan Merdeka Raya 2013 di konstituensi parlemen Sembrog kemarin. Tercatat saat ini Tentera Udara Diraja Malaysia memiliki 14 unit jet tempur MiG-29, 18 unit Sukhoi Su-30MKM dari Rusia dan 8 unit F/A-18 Hornet dari Amerika Serikat.

China Beli Pesawat Tempur Su-35 Dari Rusia

http://4.bp.blogspot.com/-PHlYBdKvQic/TbeeH42CPiI/AAAAAAAAAHs/Aqrj1aqvD6U/s320/su35_large_152.jpg

Moskow dan Beijing berharap untuk mengesahkan kesepakatan atas penjualan jet-jet tempur Su-35 Rusia ke China pada 2014, kata seorang pejabat senior pada perusahaan monopoli ekspor senjata Rusia, "Pembicaraan sedang berlangsung, tetapi kesepakatan tidak mungkin disahkan sebelum akhir tahun. Penandatanganan kemungkinan besar akan berlangsung tahun depan," kata Viktor Komardin, wakil kepala Rosoboronexport yang dikelola oleh negara.

"Perunding China membahas prospek teknis pesawat," kata Komardin kepada RIA Novosti. Dia tidak mengatakan berapa banyak jet tempur multirole yang ingin dibeli China, tetapi menambahkan bahwa Beijing juga tertarik untuk membeli persenjataan untuk mereka.

“Pasti akan ada persenjataan terpadu, tetapi kami akan membahas senjata eksternal," kata Komardin. "Mereka ingin senjata jenis baru yang kita miliki, termasuk dari Tactical Missiles Corporation (yang berbasis di Wilayah Moskow). Tetapi itu "akan menjadi kesepakatan yang terpisah," katanya.

Perundingan-perundingan tentang pembelian Su-35 China dari Rusia adalah untuk modernisasi Su-27m, yang oleh Angkatan Udara Rusia dibuka pada tahun 2010, tetapi dibekukan tahun lalu. Namun, kepala Rosoboronexport Anatoly Isaikin mengatakan kepada sekelompok pilot China selama MAKS Airshow di Rusia pekan lalu, bahwa mereka akan "segera" punya kesempatan untuk menerbangkan Su-35.

Australia : Pemerintah dan Rakyat Indonesia Layaknya Tentara Bayaran yang Rela Melakukan Pekerjaan Kotor Demi Uang

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/perdana-menteri-australia-tony-abbott.jpg

Perdana Menteri Australia yang baru terpilih, Tony Abbott, dinilai sudah melecehkan kedaulatan dan meremehkan Pemerintah Indonesia. Bahkan, Guru Besar dan pakar hukum Universitas Indonesia Profesor Hikmahanto Juwana SH LLM PhD mengatakan, pemimpin Koalisi Liberal-Nasional (aliansi sayap kanan) ini seperti menganggap Pemerintah Indonesia layaknya "tentara bayaran."

"Melalui rencana program penanganan penyelundupan manusianya, Abbott seperti menganggap pemerintah dan rakyat Indonesia layaknya tentara bayaran yang rela melakukan pekerjaan kotor demi uang," tegas Profesor Hikmahanto, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Tribunnews.com, Minggu (8/9/2013). Dalam kampanyenya, Tony Abbott memang menjanjikan bakal menggelontorkan dana 420 Juta Dolar Australia untuk penanganan penyelundupan manusia.

Tapi, kata Hikmahanto, kalau didedah, program itu melecehkan kedaulatan Indonesia. Sebab dalam kampanyenya, Tony menjelaskan pemerintah Australia akan menggunakan uang itu untuk membeli kapal-kapal nelayan, memberi insentif uang kepada masyarakat, dan kepala desa yang memberi informasi. Bahkan, sambungnya, Abbott ingin menggunakan dana itu untuk menempatkan polisi Australia di Indonesia.

"Abbott membuat program tersebut, seolah Indonesia bagian dari negara Australia yang tidak memiliki kedaulatan," tutur Hikmahanto.  Seharusnya, kata dia, Tony Abbott harus mengajak pemerintah Indonesia terlibat dalam pelaksanaan program penanganan penyelundupan manusia tersebut.

Karenanya, sambung Hikmahanto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera memberikan respons terhadap rencana program Abbott tersebut. "Bila ini (program Tony Abbott) terjadi dan tak direspons, sungguh disayangkan karena Presiden SBY di masa-masa akhir pemerintahannya akan mendapat label negatif," tandasnya.