Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Kamis, 05 September 2013

Indonesia - Polandia Jajaki Produksi Bersama Membuat Alat Utama Sistem Pertahanan

http://images.detik.com/content/2013/09/04/10/203434_kerjasamanripolandia.jpg

Pemerintah Indonesia dan Polandia akan meningkatkan kerjasama di bidang industri pertahanan. Ada penjajakan kedua negara akan melakukan produksi bareng alat utama sistem pertahanan (alutsista). Kerjasama di bidang pertahanan menjadi salah satu dari sekian banyak bidang yang akan dikerjasamakan antara Indonesia dan Polandia. "Yang lain adalah kerjasama di bidang pertahanan, industri pertahanan. Banyak yang perlu dikerjasamakan," kata Presiden SBY saat jumpa pers bersama Presiden Polandia Bronislaw Komorowski di Istana Kepresidenan Polandia, Rabu (4/9/2013).

Mengenai kerjasama industri pertahanan, Menko Polhukam Djoko Suyanto menjelaskan akan ada penjajakan pembuatan pesawat, helikopter, dan kapal patroli. "Jadi lebih pada joint production, tidak beli dari sini," kata Djoko kepada wartawan di Hotel Hyatt Regency, Warsawa. Prinsip pengembangan alutsista pemerintah saat ini, selama bisa dibuat di dalam negeri, tidak perlu membeli dari luar negeri. "Jadi nanti tidak tertutup kemungkinan joint production," ujar Djoko.

Saat ini, aparat militer dan polisi menggunakan alutsista dari Polandia. "Polisi misalnya pakai sytruck dari Polandia. Ada juga kapal-kapal patroli kecil," kata Djoko. Saat ini kerjasama antara Indonesia dan Polandia dalam industri pertahanan sudah berlangsung. "Antara Kemenhan kita dengan Polandia sudah ada kerjasama. Nanti perlu dibahas lagi kira-kira jenis alutsista mana yang akan di-join product-kan. Jadi perlu perundinan terus," ujar dia.

Rabu, 04 September 2013

Pesawat Antonov Membawa Su-30MK2 TNI-AU Telah Tiba

http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/23/193777_pesawat-sukhoi-tiba-di-makassar_663_382.jpg

Rabu sekitar pukul 17:30 WITA, Pesawat raksasa Antonov AN-124 kembali mendarat di Lanud Hasanuddin Makassar. Tak lain tak bukan, pesawat ini membawa 2 buah Su-30MK2 terakhir pesanan Indonesia. Dengan Demikian, lengkap sudah Skadron 11 TNI-AU memiliki 16 buah Flanker.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXqfuqmAUuCS2S82KqArlgPY_vyQFrJc1QICJLdsAlM-fkWJ4QeCO5sAUURkl7F2wQ9UiUIT2olZNgQ5FliqAHY_7FnhdX8zMH-dRTWgHlBm8oNimUXJ4wf8GXB-tkOIRwsOgkO6zWNWqA/s320/sukhoi+new.jpg

Pertanyaannya kini, apakah ini merupakan seri Flanker untuk TNI-AU? tidak ada yang tahu pasti, meski konon TNI-AU melilirik Su-35BM untuk pengadaan selanjutnya. Semoga saja, Su-35BM nantinya bisa bergabung dengan keluarga TNI-AU.

Marinir Indonesia dan Marinir Amerika Lakukan Latihan Jungle Survival Dan Sea Survival

http://www.marinir.mil.id/images/Berita/2013/9_September/marinirindonesiaamerikalatihanjunglesurvival3.jpg

Dengan dipandu oleh para prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir, sejumlah Marinir Amerika (US MARSOC) menjelajahi Taman Nasional Meru Betiri, desa Rajegwesi, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan melakukan materi latihan Jungle Survival dan Sea Survival, Selasa, (3/9/2013).

Serka Marinir Tri Purwito dengan didampingi sejumlah pelatih dari Intai Amfibi-1 Marinir lainnya begitu bersemangat dalam memberikan penjelasan tentang tata cara bertahan hidup di hutan dan di laut dengan memperkenalkan sekaligus mempraktikkan cara menangkap dan memasak sejumlah binatang buas, antara lain: biawak, ular, dll serta memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak terlebih dulu). Selain itu juga diperkenalkan berbagai macam hewan laut yang bisa dimakan.

Sejumlah prajurit Marinir Amerika pun cukup antusias dalam mengikuti materi latihan yang diberikan para pelatih andal dari Korps Marinir TNI AL tersebut. Meski mulanya terlihat agak geli, beberapa prajurit Marinir Amerika terus melakukan tekadnya untuk mencoba mencicipi sejumlah Botani dan Hewani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh para pelatih.

Bahkan beberapa diantara mereka ada yang mencoba menangkap ular dan biawak serta menelan telur biawak mentah. Untuk materi Sea Survival dilaksanakan di pantai Batu dan Teluk Hijau yang masih berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri desa Rajegwesi, kecamatan Pesanggaran, kabupaten Banyuwangi, Jatim

Kegiatan yang dikomandani oleh Letkol Marinir Edi Cahyanto tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan bersama Korps Marinir Indonesia–Amerika dengan sandi Lantern Iron 13–1 yang berlangsung hingga 6 September 2013.

Tentara Australia Berkunjung ke KRI Dewaruci di Fremantle

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/9/3/03_Kadet_AAL_dan_Kri_Dwr_(1).jpg

Sebanyak 80 Kadet Akademi Angkatan Laut berkunjung ke kapal perang Australia HMAS Sydney-03, Senin (2/9/2013), saat berada di Fremantle, Perth, Australia. Demikian keterangan pers yang diterima redaksi Tribunnews.com, Selasa (3/9/2013).

Rombongan Kadet AAL disambut oleh Komandan HMAS Sydney-03 Cmd Karl Brinkmann serta beberapa perwira di Lounge Room kapal. Di ruangan tersebut rombongan Kadet disuguhkan paparan mengenai seputar HMAS Sydney-03 dan kiprahnya. Kemudian personel HMAS Sydney-03 mengajak para kadet berkeliling untuk mengenal lebih dekat kondisi teknis kapal perangnya, mulai dari ruang Pusat Informasi Tempur HMAS Sydney-03, Anjungan serta ke ruang mesin.

Puas melaksanakan ship tour di HMAS Sydney-03, rombongan kadet AAL yang dipimpin oleh pendamping Kadet Mayor Laut (P) Arief Kurniawan menuju ke geladak hely untuk melaksanakan tukar menukar cindea mata dengan personel HMAS Sydney-03 dan foto bersama.

Pada siang harinya KRI Dewaruci menerima kunjungan balasan sebanyak 10 personel dari HRMS Sterling, Western Australian Naval Base. Rombongan HRMS Sterling yang terdiri dari perwira, bintara dan tamtama tersebut berkeliling KRI Dewaruci dengan didampingi Kadet AAL. Tak mau ketinggalan momentum baik ini, personel kapal perang Austalia tersebut mengakhiri kunjungannya dengan mengajak foto bersama para Kadet di geladak KRI Dewaruci.

Sebelumnya, tepatnya tanggal 31 Agustus 2013, KRI Dewaruci turut menyemarakkan peringatan Maritim Day yang diselenggarakan di kantor Fremantle Port dengan menggelar open ship bagi masyarakat sekitar. Dalam peringatan ini, pemerintah Australia mengadakan pameran kebaharian, peralatan persenjataan kapal permukaan dan kapal selam.

Penampilan marching band Genderang Suling Gita Jala Taruna mendapat sambutan yang sangat meriah pada acara tersebut. Termasuk tarian Rampak Bambu dan Reog Ponorogo mendapat simpati yang mendalam dari warga setempat.

Terlihat banyak diantara masyarakat turut menari Rampak Bambu bersama Kadet. Pertama menari, memang nampak susah, namun ini yang membuat mereka penasaran dan ingin terus mencoba. Setelah beberapa saat mencoba, mereka mulai menikmati irama maupun gerakan tarian. Ini pengalaman pertama bagi mereka menari dengan peralatan yang unik dan irama yang rancak. Kehadiran KRI Dewaruci di bumi Kanguru telah memberi warna dan makna bagi masyarakat setempat, khususnya mereka menjadi lebih mengenal ragam budaya bangsa Indonesia.

Panglima Jenderal Moeldoko: Jangan Seret TNI ke Medan Politik

http://statik.tempo.co/data/2013/08/21/id_211843/211843_620.jpg

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengingatkan semua pihak untuk tidak menarik TNI ke dunia politik. Pernyataan itu disampaikan Moeldoko melalui pidato serah terima jabatan Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur."Saya mengimbau kepada semua elemen untuk tidak menarik TNI ke 'medan' politik praktis yang dapat menjadikan TNI tidak netral," kata Moeldoko, Rabu (4/9/2013).

Moeldoko resmi menjadi Panglima TNI setelah dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat 30 Agustus 2013. Dia menjadi satu-satunya calon yang diajukan SBY ke DPR untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang memasuki pensiun.

Dalam upacara serah terima jabatan, Lakasamana Agus Suhartono menyerahkan tongkat komando kepada Jenderal Moeldoko. Setalah itu, keduanya menandatangani surat keputusan. Serah terima jabatan disaksikan oleh para pejabat TNI, Polri, Menteri Kabinet Indoesia Bersatu Jilid II, dan pimpinan lembaga negara lainnya.

Israel Akui Uji Coba Rudal Balistik di Laut Mediterania

http://www.surabayapost.co.id/gambar/93725c373c20a5da5d84c31e16114a4c.jpg

Israel akhirnya mengakui meluncurkan dua rudal balistik di kawasan Mediterania. Israel menyatakan melakukan uji coba rudal bersama Amerika Serikat di Laut Mediterania hari ini (03/09) guna menguji pertahanan udara Israel. Kepastian itu diungkap oleh Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataan tertulis.

"Kementerian Pertahanan Israel dan Badan Pertahanan Rudal Amerika (MDA) pada Selasa pagi pukul 09.15 berhasil meluncurkan satu rudal radar tipe Ankor," pernyataan Kementerian Pertahanan seperti dilaporkan kantor berita AFP. "Uji coba diluncurkan dari Mediterania dan dikendalikan dari pangkalan militer di Israel tengah."

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan tujuan uji coba gabungan itu adalah untuk menguji kemampuan pertahanan udara Israel. Pemerintah Israel semula membantah meluncurkan rudal balistik. Namun mereka kemudian mengakui bahwa dua rudal balistik itu diluncurkan sebagai target uji coba untuk sistem pertahanan negara.

Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa peluncuran rudal itu sebagai bagian dari latihan bersama-sama dengan Amerika Serikat. Namun Angkatan Laut AS menegaskan bahwa tidak ada satupun rudal yang diluncurkan dari kapal yang sedang disiagakan di Laut Mediterania.

Adapun Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Pengungsian (UNHCR) mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua juta warga Suriah terdata sebagai pengungsi. Enam bulan terakhir pengungsi Suriah masih terdata di angka satu juta jiwa.

Selasa, 03 September 2013

Alat Pendukung Dan Spare Part Pesawat T-50i GE Tiba Di Lanud Iswahjudi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-8AAcv9bPaS6C-7hyQcKXKgq0lReU3IxyEv8gNQ_olSNxwiiMTrvg77jESW20eqayDuU7NaWEZTc85MWWx9JhcvIbpgpmvHuHXH3sOz3tdmIuhBiK3Vb-UCl8ef8JnUve1JIM_RqSPZY/s1600/.......................................................................aaaaaas.jpg

Menjelang kedatangan pesawat T-50i Golden Eagle, yang akan menggantikan peran pesawat HS Hawk Mk-53 Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, sebanyak 29 kontainer yang berisi suku cadang/spare part dan alat pendukung pesawat T-50i tiba di Lanud Iswahjudi, Selasa (3/9).

Aktivitas bongkar suku cadang/spare part dan alat pendukung lainnya, di gudang transit Gudang Persediaan Pangkalan (GPL) Lanud Iswahjudi sedang berlangsung mulai hari senin kemarin. Satu persatu suku cadang/spare part, diteliti dengan seksama oleh personel GPL.

 http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/54ab92703e72c9eb2dca322a77e19c96.jpg

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Minggit Tribowo, S.IP., didampingi Kadislog Lanud Iwj Letkol Tek Hevry Yanto dan pejabat terkait menyaksikan langsung kedatangan suku cadang di gudang transit GPL.

Pesawat latih lanjut T-50i pesanan Indonesia sukses melakukan terbang perdana tanggal 14 maret lalu. Uji terbang dilakukan di Korea Selatan dengan pilot uji dari KAI selaku produsen T-50. Indonesia sendiri memesan sebanyak 16 buah. Pesawat T-50i direncanakan akan tiba di Lanud Iswahjudi awal bulan September ini yang diterbangkan langsung dari Korea Selatan. Keterangan Gambar : Personel GPL melakukan aktivitas bongkar suku cadang pesawat T-50i dari kontainer di gudang transit GPL Lanud Iswahjudi.

Tiga Pasukan Khusus TNI Siap Berantas Terorisme

http://images.detik.com/content/2010/12/12/464/GULTOR-2.jpg

Tiga pasukan khusus TNI menyatakan siap diterjunkan untuk memberantas terorisme di Indonesia. Ketiga pasukan khusus TNI adalah :

  1. Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
  2. Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)
  3. Detasemen Bravo 90 (Den Bravo-90).

Mewakili ketiga pasukan elite tersebut, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal Agus Sutomo mengatakan, pihaknya memiliki kualifikasi untuk diturunkan memberantas dan menangkap teroris. Menurutnya, keterlibatan ketiga pasukan khusus TNI, hanya menunggu kebijakan.

"Kami dari pasukan khusus, dalam hal ini  Sat-81/Gultor (Satuan 81/Penanggulangan Teror) memang punya kapasitas dan kemampuan, tinggal kebijakan," ujar Agus saat mendampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, meninjau persiapan latihan bersama 18 negara penanggulangan terorisme di Indonesia Peace and Security Centre, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/9/2013).

Sebetulnya, lanjut Agus, sudah ada instruksi dari presiden, yakni Keppres Nomor 2 Tahun 2013, yang merupakan kelanjutan dari payung hukum Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Pasal 7b 14 menyebutkan item tugas atau kegiatan TNI yang masuk dalam operasi militer selain perang. "Di antaranya adalah penanggulangan terorisme. Kami selaku satuan operasional 24 jam, siap oprasional bila ada kebijakan dan di manapun berada, khususnya kami Kopassus punya kemampuan operasional di darat laut, dan udara," paparnya.

"Kami juga punya partner dari Denjaka dan Denbravo. Sehingga, sebetulnya kami sudah siap tinggal tunggu kebijakan. Payung hukum kebijakan sudah ada, tinggal aksi yang sekarang masih dalam proses," papar pria yang mengaku paling bertanggung jawab atas penyerbuan 11 Pasukan Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartasura, ke Lapas Sleman Yogyakarta.

TNI-AL Akan Bangun Pangkalan Militer di Balikpapan

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/kapal-pkr-10514-yang-dibeli-tni-al-dari-belanda-_120625090107-281.jpg



TNI Angkatan Laut berencana membangun pangkalan berupa pelabuhan khusus di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah timur Indonesia. "Sudah kami paparkan rencana pembangunannya di depan Asisten II Sekretaris Kota Balikpapan," kata Mayor Kusnanto, Kepala Seksi Pembinaan Potensi Maritim (Paskotmar) Pangkalan TNI AL Balikpapan, Selasa (03/9).

Selama ini pelabuhan bagi kapal-kapal TNI-AL adalah Pelabuhan Semayang, yang juga berfungsi sebagai pelabuhan penumpang dan pelabuhan bongkar muat barang dan peti kemas. Menurut Mayor Kusnanto, TNI-AL juga kerap meminjam Pelabuhan Pertamina. "Kapal-kapal kita kan sering kemari. Ya kalau dermaga di Semayan lagi kosong, merapat di situ. Atau juga ke Pelabuhan Pertamina. Kalau TNI AL punya sendiri kan kita jadi lebih leluasa. Fungsi pelabuhannya nanti untuk mendukung logistik pasukan dan fungsi-fungsi lainnya," ujar Kusnanto.

Meski selama ini fungsi-fungsi itu tetap bisa jalan dengan menggunakan Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Pertamina, menurut Mayor Kusnanto, keterbatasannya juga cukup banyak. Pelabuhan Pertamina, misalnya, adalah pelabuhan obyek vital dengan peraturan keselamatan yang sangat ketat sementara Pelabuhan Semayang selalu sibuk sebagai pelabuhan penumpang. Wali Kota Rizal Effendi menyambut baik keinginan pembangunan pangkalan ini. "TNI-AL sudah menunjuk lahan bekas Pelabuhan Petikemas Semayang, itu yang kita lagi koordinasikan karena lahan itu kan milik Adpel atau Pelindo," kata Wali Kota Rizal Effendi.

Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong pun mendukung penuh rencana pembangunan pangkalan ini. "Penting untuk menjaga keutuhan NKRI,? tegas Ketua Solong penuh semangat. Pemkot Balikpapan, kata Solong, bisa membantu pembangunan pangkalan tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. "Secara aturan, APBD bisa bantu TNI seperti diatur dalam UU 32 Tahun 2011," sambung Solong. Dia pun meminta Pemkot untuk segera mengambil langkah-langkah termasuk menyiapkan lahan untuk pembangunan pangkalan. "Jangan dibiarkan mereka tidak memiliki prasarana dan sarana," katanya.

Kendaraan Operasional Tentara Indonesia Mulai Gunakan BBG

http://www.mitrainvestor.com/wp-content/uploads/2013/06/BBG.jpg

PT Pertamina (Persero) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) sepakat untuk bekerjasama memanfaatkan bahan bakar gas (BBG) 'Pertamina Envogas' sebagai bahan bakar kendaraan operasional di lingkungan TNI. Penggunaan BBG ini sebagai permulaan akan dilakukan di Jakarta dan Surabaya terlebih dahulu. Hadir dalam acara tersebut Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Menteri ESDM Jero Wacik, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, dan Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan penggunaan BBG ini merupakan langkah penting dalam rangka pengalihan beban konsumsi bahan bakar transportasi. Estimasi total konsumsi bahan bakar gas yang dibutuhkan di sektor ini dinilai cukup signifikan.

"Penggunaan energi ramah lingkungan ini pernah digerakkan sebelumnya merupakan program yang berkesinambungan dengan program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden No.64 tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga BBG CNG (compressed natural gas) untuk transportasi," ujar dia di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (2/9).

Dengan diluncurkannya program penggunaan BBG di lingkungan TNI, diharapkan ke depannya kebutuhan bahan bakar transportasi bagi armada TNI dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Langkah TNI ini juga diharapkan dapat memotivasi institusi dan lembaga-lembaga lainnya untuk beralih dari BBM ke BBG.

Menurutnya, penggunaan BBG bermanfaat agar udara lebih bersih, keberlanjutan pasokan bahan bakar dari ketersediaan gas yang berlimpah, serta mendukung program dunia dalam menahan laju pemanasan global. "Tentunya, Pertamina juga akan terus melakukan upaya serius untuk mengembangkan SPBG dan infrastruktur yang diperlukan guna mendukung program diversifikasi ini," ungkapnya.

Untuk menyukseskan program diversifikasi BBM ke BBG, ketersediaan infrastruktur adalah salah satu faktor kunci kesuksesan. Saat ini, penyebaran SPBG telah ada di Jabodetabek, Palembang, Surabaya.

Sebagai informasi, tahun ini, Pertamina akan membangun 6 (enam) unit SPBG baru di wilayah Jabodetabek dengan alokasi gas khusus transportasi sebesar 35.5 juta standar metrik kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dalam pelaksanaannya, Pertamina bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Pemprov DKI Jakarta sebagai pusat konsumsi BBM nasional, Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian dalam pengadaan dan pendistribusian converter kit.