Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Senin, 12 Agustus 2013

Wadansatgas Indobatt Kunjungi Pos-Pos Penjagaan di Lebanon




https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSQYUZzidUZWoGI-6AMsE9g5UktCqgZERR38XMyWx4AXeVCrYiV

Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Indonesia Battalion (Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Mayor Inf Pio L. Nainggolan mewakili Komandan Satgas (Dansatgas) Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto, melaksanakan kunjungan ke pos-pos penjagaan di Lebanon, Minggu (11/8/2013).

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dorongan moril kepada personel Satgas Indobatt yang pada saat merayakan Lebaran berada di pos yang menjadi tanggung jawabnya, karena kesibukannya harus berpatroli dan berjaga di pos-pos pemantauan dan perbatasan.

Kunjungan diantaranya diawali dari OP (Observation Post) dilanjutkan menuju Pos TP (Temporary Post) 37, B-78, TP-37, Panorama Point, XC-5  dan berakhir di Post M3 area Kompi Cheetah.

Enam Pesawat Tempur F-16 Meriahkan HUT Kemerdekaan RI

http://selebzone.com/wp-content/uploads/2009/09/f-16_002.jpg



Pesawat tempur F-16/Fighting Falcon saat keluar dari Shelter Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi untuk melaksanakan latihan fly pass bergabung dengan pesawat Sukhoi, 12 Agustus 2013.

Sebanyak enam pesawat tempur F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, yang akan memeriahkan peringatan HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana negara tinggalkan Home Basse menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (12/8).

Pesawat tempur F-16/Fighting Falcon tersebut akan bergabung dengan pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar untuk mengadakan latihan bersama/fly pass untuk memeriahkan HUT ke-68 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2013 mendatang.

Keberangkatan pesawat F-16/Fighting Falcon dalam rangka latihan fly pass yang akan dilaksanakan kurang lebih satu minggu tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Setiawan.

Minggu, 11 Agustus 2013

27 Negara Di Dunia Menggunakan Seragam Militer Produksi PT. SRITEX Indonesia

http://content.jakcity.com/cache/2012/01/29/2426.84425346.sritex-sukoharjo-450.jpg

Kebutuhan pakaian militer 27 negara dipenuhi oleh PT Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah, sementara 40 negara lainnya menjalin kerja sama perdagangan dengan perusahaan tekstil tersebut baik meliputi pakaian fishion dengan berbagai model, kain, dan benang.

PT Sritex yang bergerak dalam bidang tekstil mempunyai desain kain lebih dari 300 ribu desain, dan enam di antaranya yang merupakan desain pakaian militer yang telah dipatenkan di Dirjen HAKI, kata Direktur Garment PT Sritex di Solo. Sebanyak enam desain yang dipatenkan itu di antaranya jenis pakain militer Indonesia.

"Masih banyak disain kami yang belum dipatenkan dan ini akan terus dilakukan secara bergiliran sehingga hak cipta itu tidak akan dibajak oleh orang lain," katanya.

Pabrik tekstil PT Sritex di Sukoharjo itu berada di tanah seluas 150 hektare dengan karyawan mencapai total 18.000 orang. Sekitar 70 persen produksinya diekspor dan 30 persen lainnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menyinggung mengenai ekspor, Iwan mengatakan sebagian besar di lakukan ke Amerika Serikat yang nilainya total mencapai 300 juta dolar per tahun, sementara kedua ke kawasan Eropa yang nilainya mencapai 200 juta dolar Amerika Serikat.

Negara-negara yang kebutuhan tekstil baik benang, kain, maupun pakaian militernya yang dipasok oleh PT Sritex antara lain Jerman, Inggris, Malaysia, Australia, Timor Leste, Uni Emirat Arab, Kuwait, Brunei Darussalam, Singapura, Amerika Serikat, Papua New Guinea, Selandia Baru, Tunisia, Turki, dan anggota NATO.

SA-2 : Rudal Darat Ke Udara Legendaris AURI

http://indomiliter.files.wordpress.com/2011/06/69340_1542051602938_1584410304_31249820_5681877_n.jpg

Menyandang predikat sebagai ‘Macan Asia’ dalam sisi militer, Indonesia pada era 60-an menjelma sebagai kekuatan yang menggetarkan negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Dari seabreg perlengkapan tempur modern yang diperoleh dari Uni Soviet, unsur pertahanan udara (Hanud) nyatanya juga sangat diprioritaskan oleh Ir. Soekarno, Presiden RI pertama. Sebagai unsur Hanud, mulai dari pesawat tempur, rudal dan radar, apa yang Indonesia punya saat itu adalah produk tercanggih dimasanya.

Nah, bicara rudal pun banyak versi yang dimliki TNI, dua matra yakni AURI (TNI AU) dan ALRI (TNI AL) juga mengusung rudal-rudal dari varian anti kapal, udara ke udara dan udara ke permukaan yang terbilang mampu membuat negara tetangga dan NATO/AS sempat dibuat keder saat era tersebut.

 http://indomiliter.files.wordpress.com/2011/06/sa2-aerospaceweb-org.jpg

Lebih dalam lagi di segmen rudal darat udara atau bisa disebut rudal anti serangan udara, TNI AU punya ‘kenang-kenangan’ yang amat fenomenal, ini tak lain rudal SA-2 “Guideline” (kode NATO), di negara asalnya Uni Soviet rudal ini diberi kode V-75 “Dvina”. Saking populernya, karena banyak merontokkan pesawat tempur AS, rudal yang pertama kali dibuat oleh pabrik Lavochkin OKB pada tahun 1953 juga dikenal dengan sebutan SAM (Surface to Air Missile)-75.

SA-2 terbilang rudal yang punya reputasi tempur tinggi, dengan sosoknya yang terbilang besar, yakni berat 2,3 ton, panjang 10,6 meter serta diameter 0,7 meter menjadikan SA-2 adalah sosok rudal terbesar yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Dengan bobot hingga ukuran ton, sudah pasti daya jelajah rudal ini terbilang fantastis dan memang SA-2 digolongkan segai rudal darat udara jarak jauh.

Jangkauan SA-2 efektif bisa mencapai 45 km dengan kecepatan 3,5 Mach, sebuah kecepatan yang fantastis, mengingat sejak SA-2 Indonesia belum pernah memiliki rudal darat udara dengan kecepatan diatas 3 Mach (3 kali kecepatan suara). Walau terbilang rudal kelas berat, proses peluncuran SA-2 bisa dilakukan secara cepat bila telah mengunci sasaran. Saat pertama diaktifkan yang menyala adalah engine booster selama 4 sampai 5 detik dan kemudian engine utama akan aktif selama 22 detik dengan kecepatan 3,5 Mach dengan tingkat akurasi 65 meter.

Selain unggul dalam daya jelajah dan kecepatan luncur, jangkauan ketinggian SA-2 pun mengagumkan, yakni bisa mencapai 20.000 meter. Daya hantam SA-2 pun cukup menakutkan dengan hulu ledak high explosive fragmentasi seberat 200 kg. Dengan spesifikasi diatas, jelas SA-2 jadi senjata yang mujarab untuk merontokkan pesawat jet pengintai yang kerap terbang tinggi. Ini terbukti pada 1 Mei 1960 rudal ini dapat menembak jatuh pesawat mata-mata Amerika U-2 ‘Dragon Lady” pada ketinggian 15,24 Km dan berhasil menangkap pilotnya Francis “Gary” Powers.

http://indomiliter.files.wordpress.com/2011/06/auri-sa2exrussia.png
Parade rudal SA-2 dalam sebuah defile tahun 60-an di Istora Senayan

http://indomiliter.files.wordpress.com/2011/06/gaz_exmoda.jpg
Kondisi truck Zil 131 AURI, pembawa rudal SA-2

http://jasmeerah.files.wordpress.com/2011/02/sisa-sisa-sa-2-tni-au-auri.jpg
Sisa-sisa SA-2 TNI-AU (AURI)

Selain itu ada peristiwa lain yang mencatat keberhasilan rudal ini dari berbagai variannya adalah pada insiden U-2 Taiwan ditembak jatuh oleh tentara RRC di atas Narching. Lalu Pada bulan Oktober 1962, U-2 Amerika hilang ditembak oleh tentara Kuba di atas pangkalan angkatan laut Banes yang kemudian memicu krisis rudal Cuba. 

Berikutnya adalah di ajang Vietnam dengan korban pesawat tempur F-4C Phantom pada bulan Juli di tahun yang sama. Tak heran memang, SA-2 dihadirkan Uni Soviet sebagai kegeraman atas kehadiran pesawat intai U-2 yang kerap masuk ke wilayah Soviet. Dalam operasionalnya, SA-2 digunakan pada tahun 1957 oleh resimen PVO-Strany dan ditempatkan pada suatu daerah dekat kota Sverdiovsk.

Walau tampil menakutkan bagi armada tempur NATO, SA-2 tidak pas untuk menyergap pesawat yang terbang dengan ketinggian rendah yang bermanuver tinggi. SA-2 kodratnya adalah rudal untuk menghantam target pada ketinggian menengah dan tinggi yang bermanuver rendah seperti pesawat pembom dan pesawat mata-mata. Dalam bobot yang besar, SA-2 bukan rudal yang bersifat mobile, platform peluncurannya menggunakan ground mounted. Sedangkan untuk pengiriman rudal menggunakan moda truk.

SA-2 di Indonesia
Kedatangan SA-2 di Bumi Pertiwi tak lepas dari kebutuhan pada saat operasi Trikora. Dalam beberapa literatur diketahui TNI AU mulai mengirimkan teknisi ke Uni Soviet untuk dilatih mengoperasika rudal ini pada tahun 1960. Setiap angkatan siswa yang belajar rudal tersebut dinamakan Naya. 

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRH5Ie6qaJ6fyz2UqD_4V5QP4kMYi7pj2Gwoo8WDBOw0O_N-P3Q

Sesuai dengan petunjuk dari Mabes AURI bahwa pembelian itu bersifat dadakan, sehingga tim TNI AU juga tidak berlama-lama di negara tirai besi. Dalam kunjungan sekitar sebulan itu dibicarakan segala sesuatu mulai dari jumlah yang akan dibeli, bagaimana pengirimannya, bagaimana dan dimana pendidikannya hingga garansi lainnya yang mesti tertera di dalam kontrak.Sementara program pendidikan awak dan teknisi berjalan, di Tanah Air dilakukan persiapan, mulai dari pembangunan hanggar, shelter dan mess. Pada tahun 1962, ada seratus personel yang direkrut dari bintara-bintara yang bertugas di satuan-satuan radar AURI, untuk belajar sistem rudal. Pendidikan radar rudal dilaksanakan di Polandia. Di sana pendidikan khusus bagi calon operator radar di skadron rudal di laksanakan.

Kedatangan SAM-75 mewujudkan sebuah sistem pertahanan udara yang canggih kala itu. Ditambah lagi, puluhan pesawat tempur dan artileri-artileri pertahanan udara telah dimiliki AURI. SAM yang baru diproduksi 1956 dan ditempatkan dalam skala besar di beberapa titik di Uni Soviet pada 1958, tak pelak lagi menjadi pergunjingan sehebat Tu-16 dan MiG-21 yang telah hadir lebih dulu. Bahkan pada tahun-tahun itu, hanya negara Pakta Warsawa yang diijinkan menggelar alutsista tersebut. Maka sangat mencurigakan bila Indonesia yang jauh di seberang lautan, tiba-tiba berhasil mendapatkan persenjataan tersebut.SA-2 Sang Perisai Ibukota

Bila terjadi insiden pertempuran yang melibatkan operasi udara, sangat wajar bila target utama yang disasar adalah Ibukota RI, Jakarta. Dan SA-2 pun dihadirkan tak lain untuk mengamankan wilayah udara di beberapa instalasi strategis, termasuk Jakarta.

Dengan Skep Men/Pangau Nomor 53 Tahun 1963 tanggal 12 September 1963, dalam rangka mempertahankan wilayah kedaulatan udara nasional, dilakukan pembagian unsur-unsur rudal Hanud dalam pelaksanaan operasi, berada di bawah naungan Wing Pertahanan Udara (WPU) 100, membawahi 3 skadron peluncur dan 1 skadron teknik peluru kendali Yaitu :

1. Skadron 101 Peluncur peluru kendali darat ke udara SA-75 (di Cilodong)
2. Skadron 102 Peluncur peluru kendali darat ke udara SA-75 (di Tangerang)
3. Skadron 103 Peluncur peluru kendali darat ke udara SA-75 (di Cilincing)
4. Skadron Teknik 104 Penyiap Peluru Kendali (di Pondok Gede).

Tugas dari pada WPU 100 Peluru Kendali, pertama adalah mengatur, mengkoordinasikan dan memimpin langsung kegiatan-kegiatan dalam rangka pertahanan udara yang meliputi usaha penghancuran dengan peluru kendali terhadap sasaran-sasaran musuh/lawan, baik didalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia. Kedua adalah mengatur, mengkoordinasikan dan mengawasi latihan yang membawa semua kesatuan yang dibawahnya dalam keadaan siaga.

http://indomiliter.files.wordpress.com/2011/06/sa-2_guideline_towed_by_a_zil-131_truck-wikimedia-org.jpeg

WPU 100 Peluru Kendali berpangkalan di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Rencananya juga akan ditempatkan di Bekasi dan Surabaya, namun perangnya (Trikora) urung. Surabaya pertimbangannya karena di sana pusat Angkatan Laut. Kalau tiga skadron pertama merupakan skadron operasional, maka Skadron 104 merupakan skadron penyiap (Satpen) yang bertanggungjawab menyiapkan rudal-rudal yang akan ditempatkan di ketiga skadron operasional.

Nyaris Terjadi Insiden
Selama kampanye Trikora, SA-2 disiapkan membentengi Jakarta, tak banyak cerita seputar masa genting itu, mengingat pada 1962 Belanda dan Indonesia sepakat menyelesaikan pertikaian di meja runding. Namun satu peristiwa pantas disimak dengan keberadaan SA-2 adalah pada suatu saat radar rudal menangkap adanya target dalam jarak tembaknya.

Seperti biasa, anggota Skadron Peluncur 102 bersiaga seperti hari-hari sebelumnya. Namun, tiba-tiba keluar perintah yang menegangkan, bahwa sebuah pesawat intai strategis U-2 Dragon Lady melintas di Teluk Jakarta. Kejadian itu segera dilaporkan ke Panglima Kohanud. Oleh panglima diteruskan kepada Presiden lewat jalur ‘telepon merah’ untuk menunggu perintah selanjutnya. Sementara operator radar sudah mengunci posisi U-2. Bisa dibayangkan bila Bung Karno saat itu ada di tempat ketika telepon berdering dari Panglima Kohanud, tidak seorang pun bisa membayangkan bagaimana perang yang akan terjadi kemudian. Namun saat itu, RI-1 sedang tidak ada di tempat dan target kemudian melarikan diri. Menurut sumber dari Wikipedia, hingga saat ini rudal SA-2 sudah diproduksi sekitar 4600 unit dalam berbagai varian. Sebagian besar penggunanya jelas para negara-negara sahabat Uni Soviet/Rusia. Di lingkungan ASEAN, tercatat hanya Vietnam yang juga pernah mengoperasikan rudal ini. 

http://buletininfo.com/?com=news&task=banneritem&view=raw&id=22474
S-300

Sebagai rudal yang dikendalikan lewat gelombang radio, SA-2 rawan menghadapi aksi jamming, untuk itu pihak Rusia berhenti menggunakan rudal ini pada tahun 1980, dan kini mengadopsi rudal anti serangan udara yang superior, yakni SA-10/SA-12, atau juga dikenal dengan subutan keluarga rudal S-300.

Spesifikasi SA-2
 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/32/SA-2_Guideline.JPG
Pabrik : Lavochkin OKB
Berat : 2.300 kg
Panjang : 10,6 meter
Diameter : 0,7 meter
Penggerak : Solid fuel booster dan liquid fuel upper stage operational
Hulu ledak : 200 kg
Daya jangkau : 45 km
Batas ketinggian: 20.000 meter
Kecepatan : 3,5 Mach
Pengendali : radio

Jumat, 09 Agustus 2013

Satgas INDO FPC Melaksanakan Guard Of Honour

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/e54a228288baf4cab8cb430526aee53f.jpg

Guard of Honour (GoH  adalah kegiatan protokoler UNIFIL untuk penyambutan  tamu kehormatan dari kontingen negara yang tergabung dalam misi perdamaian di Libanon maupun dari pihak PBB sendiri yang berasal dari HQ di New York atau bila kita menyebutnya jajar kehormatan.  Satgas Indo FPC XXVI E-2 kembali mendapatkan kepercayaan untuk  pelaksanaan GoH menyambut tamu kehormatan UNIFIL yaitu Kepala Staf Angkatan Darat Malaysia Jendral Zulkifeli Muh Zain bertempat di gedung Head of Mission ( HoM ), Naqoura, Selasa (6/8).

Pasimin Satgas Indo FPC, Kapten Inf Yanuar mengirimkan 3 orang personil dibawah pimpinan Sertu Setiaji beserta Praka Fahril dengan Praka Wahyono untuk bergabung dengan kontingen Srilangka, Ghana, Tanzania  serta Malaysia. Ketiga personil tersebut  sebelumnya telah dilatih dengan materi PBB  (Peraturan Baris Berbaris ) dalam bahasa Inggris dengan tujuan personel tidak melakukan kesalahan dalam pelaksanaan nantinya.

Setibanya Jenderal berbintang 4 Malaysia ini di gedung HoM langsung diterima oleh protokoler Force Commander (FC) Mayor Park kemudian beliau menerima penghormatan dari pasukan Guard of Honour. Kepala Staf Angkatan Darat Malaysia langsung bertemu Force Commander Mayjend Paolo Serra beserta staf kurang lebih 1 jam. Kegiatan ini berjalan dengan lancar serta mendapatkan apresiasi ucapan terimakasih yang disampaikan melalui protokol FC Diakhir kegiatan seluruh personil yang terlibat melaksanakan foto bersama di tugu Cenotaph.

Rusia Musnahkan 75% Stok Senjata Kimia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii4kAOERxPckUiLIJtEfX1JPgWKBOR0mZEznkX8d5DuIaPcMwH6alIZgiyo3n0X0a6waUTHFCID3ooRr3aiAiMIvgvFp5i-b8qkpUNj2Er-Sr1Ib0Ey3g1Uh2uyUxlP2BnC-FgODddC7M/s1600/senjata-kimia-rusia.jpg

Rusia memusnahkan lebih dari 30 ribu metrik ton senjata kimia, atau sekitar 76 persen dari total stok senjata kimia yang dimiliki Rusia, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Denis Manturov, mengatakan kepada RIA Novosti pada hari Kamis, 8 Agustus 2013.

Rusia merupakan negara yang memiliki senjata kimia terbanyak dan Rusia telah banyak memusnahkannya sejak diberlakukannya Konvensi Senjata Kimia pada tahun 1997, Manturov mengatakan saat mengunjungi fasilitas pembuangan senjata kimia di wilayah Bryansk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina dan Belarus.

Sudah ada lebih dari 500 inspeksi atas stok senjata kimia Rusia sejak konvensi mulai diberlakukan, pejabat tersebut menambahkan. Tahun lalu, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Georgy Kalamov mengatakan bahwa Rusia berencana untuk memusnahkan semua senjata kimia pada tahun 2015.

Senapan Serbu Amfibi Terbaru Buatan Rusia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPxrsIPMcYX23Xqx0sWA5b3ihA9XQs6KzIonesNiZtMzhPBjmYJlQ43wgFIDVyrYA155p4UK9ASf9vEjSsDAOnEcD5joTNIx6CN52BucYE3ajc0pRrg_cMUVLIld_SX-GoEZFvBZD7TSk/s1600/senapan-serbu-amfibi-ADS(3).jpg


ADS adalah senapan serbu pertama di dunia yang mampu ditembakkan dengan baik di udara dan di dalam air. Senapan serbu ini terbilang memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan senapan Kalashnikov model terbaru, namun ukurannya sedikit lebih kecil. Pada tahun 2007, pabrik senjata yang berbasis di Tula, Rusia, membuat senapan serbu amfibi, hasil dari penelitian dan pengembangan selama hampir 6 dekade. Proses pembuatan senapan amfibi ini telah memakan waktu yang lama.

Kembal dulu ke sejarah senapan amfibi, upaya untuk menciptakan senapan bagi personel tempur di dalam air sebenarnya sudah dimulai ketika angkatan-angkatan laut di dunia kala itu mulai menyebarkan personel saboteurs(penyabot) dalam air. Dengan kata lain ini terjadi saat dan selama Perang Dunia II. Namun hanya Uni Soviet yang berhasil menciptakan senapan otomatis dan pistol yang mampu ditembakkan dari dalam air.

 http://img11.nnm.me/1/a/6/d/1/b1e4467ad34f9b0297873a2e13d_prev.jpg

Setelah setengah abad kemudian, muncullah pistol SPP-1 4,5mm dan senapan serbu APS 5,6 mm dan mulai digunakan oleh pasukan pengintai khusus Angkatan Laut Uni Soviet. Senjata tersebut cukup efektif di bawah air, meskipun tidak untuk di darat. Tentu saja dengan kehadiran senjata ini tentara Uni Soviet menjadi mudah untuk memukul mundur personel musuh di dalam air, meskipun efektif hanya pada jarak dekat.

Kelemahannya, senjata-senjata ini tidak akurat untuk jarak 164 meter atau lebih, dan daya tahan senjata-senjata ini pun cepat sekali menurun. Bayangkan, usia pakai senapan ini hanya 180 kali tembakan saja (ditembakkan di udara). Untuk melakukan misinya, setiap penyelam tempur Rusia harus membawa 4 senjata sekaligus, dua senjata bahwa air APS dan SPP-1 dan dua senjata konvensional yaitu senapan serbu Kalashnikov dan pistol Makarov. Untuk saat ini, entah apakah karena memang belum mampu atau tidak mau, belum ada negara di dunia ini yang berhasil mereplika/membangun kembali teknologi senjata otomatis bawah air Rusia tersebut. 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgQfoMfe971ChTS0nsAyl-uL333m5U3Is_EkStOVLerBchazMILofvpKNqn0gMIMlF_xkXaaRSe3De_Huu2hkkJzyovyVR5QP2Pg9gb28hokwOaxG2pJ1qAiKg1cgZE_HitzSp8ZPFuZ8/s1600/senapan-serbu-amfibi-ADS(4).jpg


Senapan amfibi semacam ini jelas akan memberikan banyak keuntungan, namun rasanya akan sulit, karena sangat sulit untuk menciptakan senjata yang bisa menembak sama baiknya di dua alam yang berbeda. Namun, Pabrik senjata di Tula, Rusia, ini telah berhasil mencapai tujuan yang dianggap mustahil ini.

Senapan serbu amfibi ADSIde dan desain awalnya dirancang oleh desainer senjata kecil terkemuka, Vasily Gryazev. Kemudian, senapan serbu ini dikembangkan lagi oleh rekan-rekan dan mahasiswanya yang bekerja di Pusat Desain dan Biro Penelitian Senjata Olahraga dan Berburu Rusia. Biro ini merupakan bagian dari Biro Desain Instrumen KBP, yang terkenal dengan peluru kendali dan senjata rapid-fire-nya. 

http://army-news.ru/images_stati/avtomat_ADS.jpg

ADS memiliki cartridge air yang unik, berukuran sama dengan amunisi standar senapan serbu. Tujuan pengembangannya tentu saja agar senapan ini mampu beroperasi di dua lingkungan. Amunisinya menggunakan 5,45 mm, dikenal dengan singkatan ADS ((Avtomat Dual-medium Special), dan diselesaikan pengembangannya di Tula pada tahun 2007. Sengaja senapan ini tidak dinamai dengan nama desainer individu seperti halnya Kalashnikov dan Makarov, karena senjata baru ini merupakan hasil pengembangan bersama.

Di bawah air, ADS akan menembakkan amunisi 5,45x39mm, dan di udara (luar air) akan menggunakan cartridge biasa dari kaliber yang sama. ADS juga dilengkapi dengan peluncur granat di bawah laras yang melontarkan granat VOG-25 dan VOG-25P 40mm. Senapan ini juga bisa dilengkapi dengan berbagai peredam taktis dan sight (teleskop).  Senapan serbu ini memiliki fitur yang lazim digunakan di persenjataan Rusia. Pengembang ADS juga berhasil mengurangi ukurannya secara substansial, disamping tetap mempertahakan panjang larasnya. ADS tidak menggunakan popor konvensional, melainkan popor sandar pada bahu dengan bagian yang disebut backplate. 

http://img11.nnm.me/9/d/b/7/d/f25ec844676e42fed8fd25f8f7b.jpg

ADS sebagian besar dibuat dengan menggunakan material komposit, sehingga akan menguragi beratnya sekaligus untuk meningkatkan daya tahan terhadap korosi. Regulator gas juga ditambahkan ke dalama sistem gas, untuk memudahkan peralihan dari mode tembak di dalam air ke mode biasa atau sebaliknya.

Senapan serbu ADS ini dianggap sebagai desain revolusioner. ADS memang dikembangkan untuk personel tempur bawah air, namun dengan desainnya yang unik, menjadikan senapan ini bisa digunakan secara universal artinya tidak hanya untuk pasukan bawah air saja tetapi juga bisa digunakan oleh pasukan khusus, marinir dan angkatan darat. Senapan serbu ADS ini telah diuji coba penuh dan banyak menerima reaksi positif dari berbagai kalangan. Kita tunggu saja apakah senapan ini nantinya bisa masuk ke Angkatan Bersenjata Rusia atau tidak.

Kamis, 08 Agustus 2013

Amerika Minta Indonesia Tangkap Snowden

http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2013/6/23/1372015020195/Edward-Snowden-008.jpg


Kepala Divisi Hubungan Internasional Markas Besar Kepolisian, Inspektur Jenderal Boy Salamudin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat menjalin kerjasama interpol dengan Indonesia terkait penangkapan mantan intelijen AS, Edward Joseph Snowden, 30 tahun.

"Walau mereka sebagai negara super power, mereka membutuhkan kerjasama dengan Indonesia," kata Boy di Markas Besar Kepolisian, Kamis 8 Agustus 2013.

Amerika, lanjut Boy, meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk menangkap Snowden yang dituding sebagai pembocor rahasia negara. “Ada temen-teman dari sana meminta bantuan untuk melakukan penangkapan sementara yang kita sebut professional arrest. Professional arrest itu apabila Snowden transit di Indonesia. Apabila itu ya," ujarnya.

Keberadaan Snowden saat ini diduga tinggal di Rusia. Negara beruang merah itu memberikan suaka yang berlaku selama satu tahun kepada Snowden sejak 1 Agustus lalu. Rusia menolak permintaan Washington untuk mengekstradisi Snowden.

Berbeda dengan Negara Paman Sam, kata Boy, Rusia tidak meminta pemerintah untuk menangkap Snowden apabila dia transit di Indonesia. "Rusia belum meminta apapun dengan Indonesia dalam konteks ke-interpol-an ya. Hanya Amerika saja sementara ini," tuturnya.

Edward Snowden menjadi sorotan dunia karena telah membocorkan dua program rahasia badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA). Dua program itu meliputi pengumpulan rekaman telepon pelanggan Verizon dan penyadapan data ke server perusahaan raksasa internet Amerika seperti Google, Facebook, Microsoft, Apple dan sebagainya.

"Saya tidak ingin hidup dalam masyarakat yang melakukan hal semacam ini (penyadapan). Saya tidak ingin hidup di dunia di mana segala sesuatu yang saya lakukan dan katakan, direkam," kata Snowden, soal alasannya membocorkan program rahasia itu. Snowden adalah mantan kontraktor NSA dan pernah menjadi pegawai dinas rahasia Amerika, Central Intelligence Agency (CIA).

Aksi Snowden ini mengguncang politik Amerika. Sebagian menyebut sikapnya heroik dan menjadikannya sebagai whistleblower (peniup peluit) karena membongkar kebijakan pemerintah yang mengancam privasi warga Amerika. Namun lainnya mengatakan sebaliknya. "Dia pengkhianat," kata jurubicara DPR Amerika, John Boehner.

10 Fakta Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit AS

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFPwnCGX3wMVoccXns8B1A14SXyywZ2gf4ti3B2u2KJw7SGEyaz0dhV36rFSpaRW4cbHtMEzCVceVAn1JL1Ag3-Jc-q9ZUh5pHpN2ofokVjA1t04HsIFvLH3TBFzL9vN7l63cU6Z0nyfc/s1600/pembom-siluman-b-2-spirit%25283%2529.jpg
Northrop Grumman B-2 Spirit, lebih dikenal sebagai pesawat pembom siluman, adalah pesawat pembom lincah dan berteknologi canggih. B-2 Spirit merupakan salah satu pesawat pembom Amerika Serikat yang berdesain unik layaknya pesawat alien dan mudah dikenali, namun sulit dideteksi radar saat menjalankan misinya. Berikut 10 fakta pesawat pembom siluman B-2 Spirit.
  • B-2 Sprit yang diproduksi oleh Northrop Grumman ini merupakan pesawat termahal di dunia. Harga per unitnya sekitar US$ 737 juta pada tahun 1997 atau saat ini sekitar US$ 1,01 miliar. Harga untuk pengadaan lengkap per unit mencapai US$ 929 juta atau saat ini sekitar US$ 1,27 miliar, yang meliputi pesawat, suku cadang, peralatan, retrofitting dan perangkat lunak.

  • Pesawat ini tidak terdeteksi dan terlacak oleh radar konvensional, sehingga kemungkinan besar misi-misinya akan sukses. Fitur silumannya adalah kombinasi dari fitur low observable (LO) pasif dan emitter aktif seperti Low Probability of Intercept Radars, radio dan laser designator. Biasanya ini dikombinasikan dengan sistem pertahanan aktif seperti chaff, flare dan electronic countermeasure (ECM). Filosofi ini juga memperhitungkan tingkat panas, suara, dan emisi yang biasanya juga digunakan musuh untuk melacak/menemukan pesawat.

  • Dua puluh B-2 saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Pesawat ini dirancang pada tahun 1980 dan awalnya direncanakan untuk digunakan dalam skenario operasi Perang Dingin, namun B-2 baru digunakan pertama kali untuk menjatuhkan bom dalam pertempuran di Serbia saat Perang Kosovo pada tahun 1999. Kemudian B-2 digunakan kembali di Perang Irak dan Afghanistan dan selanjutnya di Perang Libya pada tahun 2011.

  • B-2 memiliki panjang 21 m, lebar sayap 52,4 m, tinggi 5,18 m, luas sayap 478m², berat kosong 71.700 kg, berat penuh 152.200 kg, maksimal berat lepas landas 170.600 kg. B-2 didukung oleh 4 mesin General Electric F118-GE-100 turbofan non-afterburning yang masing-masing menghasilkan daya dorong 77kN. Kapasitas bahan bakarnya 75.750 kg.

  • Dari laporan USAF, diketahui jangkauan B-2 adalah 11.000 km. Memiliki kecepatan maksimum 1.010 km/jam (Mach 0,95) di ketinggian 40.000 kaki, sementara kecepatan jelajahnya 900 km/jam (Mach 0,85) di ketinggian 40.000 kaki.

  • Pembom ini diawaki oleh dua kru dan mampu menjatuhkan 80 bom JDAM pandu GPS 230 kg atau 16 bom nuklir B83 1.100 kg dalam sekali serang yang melewati sistem pertahanan udara anti-pesawat yang ketat. B-2 adalah satu-satunya pesawat siluman yang mampu membawa senjata terbanyak.

  • Setiap B-2 yang diparkir akan membutuhkan hanggar yang besar untuk menampung lebar sayapnya yang 52 meter. Sayapnya yang besar terdiri dari material yang dibutuhkan untuk menyerap radar guna terus menjaga integritas operasional. Mesinnya terletak di dalam sayap yang dimaksudkan untuk menyembunyikan induction fans dan knalpot.

  • Saat B-2 dikembangkan, sekitar 13.000 orang diperkerjakan di sebuah pabrik khusus di Pico Rivera, California untuk rekayasa dan manufakturnya. B-2 pertama kali diperkenalkan di depan umum pada tanggal 22 November 1988 di Air Force Plant 42, Palmdale, California, dimana disanalah tempat ia dirakit. Penerbangan publik pertamanya pada 17 Juli 1989 di Palmdale.

  • Pada tanggal 23 Februari 2008, B-2 Spirit jatuh di landasan pacu setelah lepas landas dari Pangkalan udara Andersen di Guam. Sebelumnya B-2 telah melalui 5176 jam terbang, dan itu merupakan kecelakaan pertama yang dialami B-2. Dua orang awak selamat dari kecelakaan itu. Pesawat hancur, kerugian dinilai sekitar US$ 1,4 miliar. Penyebab kecelakan kemudian diketahui penyebabnya adalah kelembaban di Port Transducer Units saat kalibrasi data udara. Kelembaban mendistorsi informasi yang dikirim ke sistem data udara B-2. Akibatnya, komputer B-2 tidak akurat menghitung airspeed, dan sudut negatif serangan, menyebabkan pesawat jatuh saat lepas landas.

  • Pada tahun 1984, seorang insinyur Northrop, Thomas Patrick Cavanaugh, ditangkap oleh FBI yang menyamar sebagai agen Rusia di sebuah hotel di Commerce, California karena berusaha menjual informasi rahasia B-2 ke Uni Soviet. Cavanaugh terlilit utang, mengalami perceraian dan bersedia menerima US$ 25 ribu untuk menjual teknologi B-2 yang dikembangkan AS miliaran dolar. Cavanaugh akhirnya divonis dengan hukuman penjara seumur hidup, namun pada tahun 2001 ia diberi pembebasan bersyarat.

http://firm-guide.com/wp-content/uploads/2013/01/B-2-Spirit-12.jpg

Noshir Gowadia, seorang insinyur desain yang memiliki andil besar dalam pengembangan sistem propulsi B-2, juga ditangkap pada bulan Oktober 2005 karena menjual teknologi B-2 kepada negara luar (isunya dijual kepada China). Pada tanggal 24 Januari 2011, Gowadia dijatuhi hukuman 32 tahun penjara. Gowadia yang terlahir dari orang tua India dan Amerika ini dikenal sebagai "bapak teknologi yang melindungi B- 2 dari rudal pencari panas."

Rabu, 07 Agustus 2013

Lima Anggota OPM Menyerahkan Diri

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/5e194a9a7afd1fd3512e58cc9c7e0d1a.jpg

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding menerima senjata Revolver dari 5 (lima) anggota sipil bersenjata yang mengaku anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Tiom, Selasa (6/8).

Sebanyak 5 (lima) orang sipil bersenjata yang mengaku sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara resmi menyerahkan diri dan menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kelima anggota ini sekaligus menyerahkan satu pucuk senjata laras pendek jenis Revolver beserta 4 (empat) amunisi kepada Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding di Tiom.

Kelima angota OPM yang diduga merupakan kaki tangan pimpinan tertinggi OPM, Goliat Tabuni ini diantaranya, Engga Kiwo alias Tola (26), Endokwi Kiwo (18), Abupak Kiwo (26) dan Petinus Kiwo (28).

Pada 5 Agustus 2013, 5 (lima) orang yang dipimpin langsung oleh Engga Kiwo keluar dari hutan dan bergabung ke NKRI. Ada informasi dari keluarga mereka yang mengatakan bahwa saudara Engga Kiwo memegang senjata, yang saat itu dia berada di distrik Malaganeri, Kabupaten Lani Jaya.

Dengan adanya informasi tersebut, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Yusuf Sampetoding memerintahkan Danramil untuk segera melakukan pendekatan-pendekatan, melaksanakan koordinasi dengan kepolisian, Pemda dan kepala suku dan pendeta, supaya yang bersangkutan bisa menyerahkan pistol kepada pihak aparat.

Mereka kembali kepangkuan NKRI dan itu terjadi Selasa (6/8), mereka datang dan dijemput, kemudian dibawa ke Koramil dan difasilitasi kebutuhan mereka seperti makan dan keperluan lain yang mereka butuhkan.

Mereka sudah turun dan perintah Pangdam XVII/Cenderawasih bahwa apabila ada saudara kita dari hutan yang ingin serahkan diri, kita siap terima dan siap membantu menolong mereka. Kita akan terima dengan tangan terbuka, tetapi apabila mereka membangkang, kita akan tumpas.

Puji Tuhan, Saudara kita sudah sadar dan kembali ke NKRI. Hal ini dilakukan oleh TNI Polri dan Pemda setempat, sehingga kini kelima eks kelompok sipil bersenjata ini sudah bisa berada ditengah-tengah masyarakat. Tidak lagi berselisih dengan aparat penegak Hukum.

Kembalinya kelima orang tersebut ke NKRI disimbulkan dengan dikembalikannya 1 pucuk senjata milik mereka dan juga TNI-Polri menyerahkan bendera Merah Putih dan Alkitab. Dalam bahasa Lanny Jaya menyatakan, bahwa kelompok ini sudah resmi kembali ke NKRI.

Sudah tidak jamannya lagi kita melakukan perlawanan, marilah saudara kita yang berbeda pandangan dengan kita, kembali ke NKRI bersama-sama membangun Papua ini dengan penuh suka cita.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Lanny Jaya AKBP Jafar Sadik, Danyon 756/WMS Mayor Inf Tamimi Kusuma, Danramil Tiom Kapten Inf Yohanes T, Kadistrik Malageneri Lupas Wenda, Ketua II Wilayah Gereja Babtis Kab. Lanny Jaya Habel Yigibalom dan masyarakat setempat.