Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Senin, 22 Juli 2013

Menhan AS: Awan Hitam Melanda Pentagon

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0c/The_Pentagon_January_2008.jpg


Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Chuck Hagel menyatakan pemotongan anggaran militer AS akan makin besar. Dia menyebutnya sebagai “awan hitam” yang harus dihadapi pihak militer. “Memang kenyataannya seperti itu. Saya tidak punya pilihan lain,” ujar Hagel dalam acara tanya jawab dengan petugas militer AS, seperti dikutip Associated Press, Senin (22/7/2013).

“Militer telah banyak menghamburkan dana selama ini,” lanjutnya. Banyak petugas militer AS yang dinonaktifkan untuk sementara akibat kurangnya dana. Hagel bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pengurangan jumlah petugas di tubuh militer. “Akan ada pengurangan jumlah petugas militer. Anda harus yakin tentang hal itu,” tegas Hagel.

Angkatan Darat AS berencana memecat 80 ribu tentaranya. Prosesnya akan dilakukan bertahap selama periode lima tahun. Pihak Angkatan Laut juga merencanakan hal serupa. Mereka akan mengurangi jumlah petugas di bagian administratifnya.

Minggu, 21 Juli 2013

KRI Banda Aceh-593 Lakukan Pemeliharaan

http://www.pikiran-rakyat.com/ffarm/www/imagecache/625x350/ffarm/www/2013/07/19/bandaaceh.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh21GKmAQ4odyHuR6W9xEr6n7-fVrnWn_7i5ahovg-flz19RUWJ_gLY0m7KDki4uDQjdlvxZ6LJ-uOnZFP5kYVNmwMt262UNv5sZythNF6gjQk5-rIeBdKcM45vaqUJy4yMeEm6AKbq6_Bg/s400/KRI+Banda+Aceh+593_Antara.jpg

Dalam mendukung persiapan angkut mudik lebaran, KRI Banda Aceh-593 sebagai salah satu KRI di bawah jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), terlihat tengah berbenah diri dengan mengadakan berbagai persiapan, Jumat (19/7), saat sandar di Dermaga Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara,

Menurut Komandan KRI Banda Aceh Letkol Laut (P) Yana Hardiyana, persiapan yang dimaksud antara lain melakukan perawatan kapal yang meliputi pengecatan dimulai dari pengetokan bagian-bagian yang mengalami karat dan  dilanjutkan dengan pengecatan bagian haluan, lambung kanan, lambung kiri kapal sampai dengan buritan.

Lebih lanjut Komandan KRI, mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan, tidak hanya pada pengecatan badan kapal (bakap) saja, namun juga persiapan lain antara lain melengkapi dalam penyedian sarana dan prasarana pendukung serta kesiapan pemantapan kondisi teknis KRI. “ Hal ini dimaksudkan agar perjalanan selama mudik lebaran terlaksana dengan aman dan lancar”, ujar Dan KRI.

Menanggapi suasana persiapan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan terutama pada pengecatan bakap, dimana anggota sedang berpuasa, dijelaskan Komandan KRI bahwa hal ini tidak menyurutkan anggotanya dalam menyelesaikan tugas.

“Hal perawatan itu penting dalam kita melaksanakan persiapan operasi terutama dari hal-hal terkecil secara detail, sehingga kita mengetahui sampai sejauh mana kekurangan dan kendala-kendala yang akan kita hadapi, terutama pada bagian yang terpenting sampai dengan sarana prasarana pendukung, dalam persiapan mendukung para pemudik lebaran tahun ini”, tandasnya.

Australia Akan Kirimkan Pesawat Hercules C-130H Pesanan TNI Mulai Oktober 2013

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXOG14nMMXnNhmOaUfEma6EsBNyGAA8q6z2eEluCeGAAg9F_O9S5MomyK5BwWlsMpSL1PZaJ9ZJXjY4cgPWsMVoU_SBHvAD_fgG30zPRJ8Xm5Zqj86p-GgpGA9blJtn3RSdEEjrDj0UTI/s400/C130_Qantas.jpg

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menandatangani perjanjian hibah pesawat militer pada Jumat, 19 Juli 2013. Sebanyak empat unit pesawat Hercules tipe C-130 dihibahkan oleh pemerintah Australia kepada pemerintah Indonesia. "Salah satu pesawat dengan tail number A97-006 saat ini sudah siap dikirim," ujar Purnomo seusai penandatanganan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan.

Adapun tiga pesawat lain, masing-masing dengan tail number A97-001, A97-003, serta A97-009, masih akan dilakukan peremajaan sebelum dikirim ke Indonesia. "Ketiga pesawat tersebut setelah diperbaiki rencananya dikirim bertahap mulai Oktober 2013 hingga Desember 2014," kata Purnomo.

Pengalaman Dua Taruna Australia Di Pusbahasa

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/01-Taruna-Pusbahasa.jpg

Melanjuti undangan Angkatan Laut Indonesia yang ditujukan kepada staf Angkatan Laut Australia untuk mengikuti pelatihan Bahasa Indonesia di negara Indonesia, dua anggota Angkatan Laut Australia dari Australian Defence Force Academy (ADFA), Taruna Shaun Mendez dan Shaun Stibbard, memulai lima bulan kursus di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan (Pusbahasa) terhitung sejak Februari hingga Juli 2013.

Undangan tersebut merupakan tawaran pertama yang diberikan oleh TNI-AL untuk Angkatan Laut Australia dan mendapatkan dukungan kuat dari kedua Kepala Staf Angkatan Laut, mencerminkan pentingnya hubungan bilateral yang kuat dan terus berkembang dalam hubungan Angkatan Laut Indonesia-Australia.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/02-Taruna-Pusbahasa.jpg

Kelas yang berukuran kecil – hanya terhimpun tiga siswa saja (mereka dan salah satu siswa dari Thailand) memberikan kesempatan untuk mendapatkan perhatian khusus terhadap setiap individu dari staf Pusbahasa. Seperti pada pelatihan bahasa, dimana ini merupakan tujuan utama dari kursus yang mereka ikuti, kelas dengan jumah siswa yang sedikit memberikan kontribusi besar terhadap kedua Taruna Australia tersebut, Mendez dan Stibbard untuk mencapai tingkat kemampuan bahasa yang tinggi selama mereka di Indonesia.

Selama belajar di Pusbahasa, Mendez dan Stibbard memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan siswa dari ketiga angkatan dalam TNI dari berbagai rentang pangkat dari Prajurit Dua ke Marsekal Pertama yang sedang turut mengikuti kursus di Pusbahasa seperti kursus Bahasa Inggris, Bahasa Korea, Bahasa Russia dan kursus Bahasa Inggris untuk persiapan studi lanjutan di luar negeri maupun tugas PBB multi-nasional. Hal ini memberikan kesempatan yang sangat baik untuk menjalin persahabatan serta memungkinkan berlatih Bahasa Indonesia mereka dalam percakapan sehari-hari dengan siswa Pusbahasa lainnya.

 http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/05-Taruna-Pusbahasa.jpg

Namun demikan, bahasa hanyalah satu bagian dari pemahaman yang lebih besar dan kesadaran akan suatu negara. Studi sejarah, budaya, adat dan tradisi, serta pengembangan persahabatan dan hubungan professional, sama ratanya, merupakan unsur yang sangat penting.

Terdapat banyak kesempatan untuk mempelajari lebih dalam mengenai beragam budaya dari negara megah seperti Indonesia baik yang tersedia dalam kurikulum Pusbahasa maupun melalui kegiatan pribadi saat melakukan liburan wisata. Monumen Nasional Monas, Taman Mini, Museum Nasional, Museum Pancasila Sakti, Universitas Indonesia, Taman Safari dan ini merupakan hanya beberapa tempat yang sempat dikunjungi yang diatur oleh Pusbahasa. Kedua Taruna Australia ini menyempatkan diri untuk melakukan tur wisata pribadi di luar Jakarta seperti mengunjungi kota Lembang,Bandung, Yogyakarta untuk melihat kemegahan Candi Borobudur, Gunung Bromo dan merasakan ketenangan di Kepulauan Lombok dan Gili.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/03-Taruna-Pusbahasa.jpg

Dan tentunya bagian terpenting dalam jadwal mereka adalah perjalanan ke Surabaya dan kunjungan ke Armada Timur serta Akademi Angkatan Laut. Kadet Angkatan Laut Indonesia memberikan tur dalam Akademi untuk kedua Taruna Australia tersebut. Tur tersebut memberikan kesempatan untuk dapat mempelajari perbedaan pelatihan dari kedua negara dan juga perbedaan peraturan di Akademi Angkatan Laut. Sebagai bagian dari kunjungan ini, bersama dengan Atase Angkatan Laut, Kolonel Katja Bizilj, Taruna Mendez dan Stibbard turut menghadiri Parade Wisuda Kadet TNI 2013 yang diselenggarakan di Surabaya.

Kursus lima bulan di Pusbahasa menjadikan pengalaman yang sangat berharga bagi kedua Taruna. Tidak hanya dalam hal meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, namun juga dalam mengembangkan pemahaman budaya dan kesadaran akan tetangga terdekat Australia. Kedua Taruna mengatakan bahwa hubungan pribadi dan hubungan professional banyak terbentuk selama lima bulan di Jakarta – yang diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk kedua negara di tahun-tahun mendatang. Kursus selama lima bulan tersebut juga telah memberikan kontribusi besar untuk memulai karir mereka di Angkatan Laut Australia dan menanamkan keinginan untuk kembali ke Indonesia dan keinginan untuk mendapatkan kesempatan menjadi peserta dalam program pertukaran siswa.

Vietnam Beli Radar Vostok E untuk Mendeteksi Pesawat Siluman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcvhHsyXAivV5iWOmEQdGWKV8ihxE53dXk6PKpqVtA-t4FdufUNOi3rbND2ZJobKLjEb1g0yc9cSaHAG0yB_LgHlsVf2_d0XwNUyWCyVe-2D0Z8O8PY4NwA7MfPOLU7ZQrpAn4g9oMhnI/s1600/radar-Vostok-E-posisi-tempur.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf4gaA4m8o6UuaD4Jd9GdeiRYxVJHkYY-jBYiFzVEt64MS3zF12N40WaWedd_IPP-G3Jxkh3kp3k0Z1rfHhQGEJqr9mcJVVhOlvlo0orBGHAqNtozLXpZf3NGRzp45IH4yio02VGaPjqw/s1600/radar-vostok-E-saat-dipindahkan.jpg

Dikembangkan oleh KB Radar yang berbasis di Belarus, radar Vostok E VHF band merupakan radar pengganti dari sistem radar P-18 saat era Uni Soviet. KB Radar sendiri mengklaim radar Vostok E mampu mendeteksi pesawat tempur siluman seperti F-117A Nighthawk pada jarak 74 kilometer jauhnya saat kondisi electronic jamming (gangguan/kacau elektronik). Dalam kondisi tanpa gangguan, jarak deteksi bisa meningkat hingga 350 kilometer.

Dengan wideband "Kharchenko" square ring unik yang disusun dalam pola kisi berlian, kelincahan frekuensi radar Vostok E akan meningkat terhadap pesawat-pesawat tempur siluman. Dalam situasi tanpa electronic jamming, deteksi radar Vostok E untuk pesawat tempur non siluman seperti F/A 18 Super Hornet bisa sejauh 255 km. Bahkan ketika menghadapi pesawat tempur siluman seperti F-22, radar Vostok E dapat mendeteksinya pada jarak 57 kilometer dan lalu menembak jatuhnya dengan kombinasi sistem pertahanan udara S-300. Radar Vostok E dianggap sebagai penantang dominasi udara dari pesawat siluman Amerika.

Vietnam mungkin akan menjadi negara pertama yang menggunakan sistem radar Vostok E dalam strategi perang asimetris melawan pesawat tempur siluman dari China yaitu J-20 dan J-31 atas sengketa wilayah di Laut Cina Selatan. Pihak Belarus tidak hanya menyetujui akusisisi 20 radar Vostok E oleh Vietnam, tapi juga menawarkan kepada personel pasukan pertahanan udara Vietnam untuk dilatih di Minsk (ibukota Belarus) agar lebih efektif menggunakan sistem radar ini.

Kerjasama antara Vietnam dan Belarus selama ini terdiri dari penelitian dan program pembangunan, pengembangan industri pertahanan dan pelatihan teknis. Dan kerjasama yang terpenting saat ini adalah soal akuisisi 20 radar Vostok E. Dengan kerjasama industri pertahanan dengan Belarus, Vietnam juga berniat meminimalisir ketergantungannya pada alutsista Rusia.

Dua Anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Tewas Ditembak

http://www.dcentronews.com/news/foto_berita/7274282_pasukan_organisasi_papua_merdeka_300_225.jpg

Dua anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, tewas tertembak. Keduanya terlibat kontak senjata dengan personel TNI Yonif 753/AVT dan Kodim 1741/PJ pada Jumat, 19 Juli 2013. Kontak senjata terjadi akibat upaya GPK masuk ke Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, dengan cara menyamar sebagai masyarakat setempat dan berupaya menyerang pos TNI di wilayah sekitar.

Sempat terjadi kontak senjata antara puluhan anggota GPK dan personel TNI. Namun, GPK berhasil disapu mundur dan kemudian melarikan diri ke arah hutan di wilayah sekitar. Satu pucuk senjata Revolver Caliber 38 Taurus Made in Brazil Nomor XK 256009 berikut delapan amunisi berhasil disita anggota TNI.

Kontak senjata antara TNI dan GPK dilaporkan terjadi di Kampung Karobate, Distrik Mulia, sekira pukul 16.25 WIT. Sebelum terjadi kontak senjata, sekira pukul 15.00 WIT, personel TNI gabungan mendapat informasi dari masyarakat sekitar adanya kelompok GPK berkeliaran dengan membawa sejata menyisir wilayah itu. “Dari situlah patroli gabungan melakukan penggeledahan di sebuah honai di samping gereja di Kampung Karobate. Lalu pada pukul 16.00 WIT, GPK mencoba melakukan tembakan hingga akhirnya baku tembak terjadi," terang salah seorang saksi di Kota Mulia yang enggan menyebutkan nama.

Tak lama kemudian, di salah satu sungai yang terdapat di Kampung Karobate, ditemukan dua orang dalam keadaan tewas. Salah satunya mengantongi satu pucuk sejata jenis revolver. Kedua jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Mulia. Pangdam XVII Cenderawasih, Christian Zebua, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. "Betul, sore kemarin ada kontak senjata antara anggota kami dengan Gerakan Pengacau Keamanan, saya menyebutnya GPK," ungkapnya, Sabtu (20/7/2013).

Menurut Pangdam, tewasnya kedua anggota GPK itu karena coba menyerang pos TNI yang ada di lokasi kejadian. Sehingga parajurit melakukan tembakan balasan. “Jadi memang mereka masuk ke wilayah kota sudah kami tahu. Namun, kami tidak mau bertindak gegabah, cukup antisipasi. Akan tetapi, tiba-tiba mereka mencoba menembak anak buah saya, dan jelas anak buah harus melakukan tembakan balasan,” tegasnya.

Iran Produksi Kapal Peluncur Roket Baru

http://indonesian.irib.ir/image/image_gallery?uuid=c5969936-d6db-4e84-8f11-620c342d7077&groupId=10330&t=1373996618990

Wakil Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran, Laksamana Gholamreza Bigham mengkonfirmasikan produksi kapal pelontar roket dan mengatakan bahwa kapal tersebut adalah kapal dari kelas Kaman. Bigham dalam wawancaranya. kapal tersebut memiliki keunggulan tersendiri dan akan dipamerkan dalam manuver maritim mendatang.

"Kapal peluncur roket baru itu akan kami gunakan sesuai dengan tuntutan kami di utara dan selatan negara," katanya. Ditambahkannya, "Model terbaru jenis kapal seperti ini adalah Darafsh yang saat ini sedang, meski demikian Kementerian Pertahanan sedang berusaha untuk memproduksi massal kapal Darafsh demi memenuhi tuntutan dalam negeri.

Menyinggung kriteria kapal peluncur roket kelas  Kaman, Bigham mengatakan, "Kapal ini multifungsi serta dilengkapi dengan pesenjataan anti-permukaan dan anti-udara.

Sabtu, 20 Juli 2013

Lulus Terjun Payung, 10 WARA TNI-AU Mandi Di Dalam Parit


http://2.bp.blogspot.com/-VcxmjeiKH1U/UI_K2Zf77gI/AAAAAAAAAJs/yaGIVQKSjfU/s320/photo_20031215_124212.jpg

10 Prajurit siswa Wanita Angkatan Udara (Wara TNI-AU) saat ini sedang mengikuti pendidikan Kursus Terjun Bebas Olahraga (TBO) Wanita TNI angkatan V. Mereka dinyatakan lulus setelah terjun 20 kali. Sebagai tradisi, mereka pun dimandikan di parit. "Acara tradisi tersebut bertujuan mempertebal rasa cinta dan kebanggaan sebagai Peterjun Wanita Angkatan Udara, serta menambah motivasi untuk melangkah ke tahap berikutnya," kata Kadispen Korpaskhas Mayor Sus Rifaid, Jumat (19/7).


http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/07/19/222978/540x270/lulus-terjun-payung-wanita-tni-au-disuruh-mandi-di-parit.jpg

Kegiatan Tradisi ini dilaksanakan di Droping Zone Lanud Sulaiman. Diawali dengan pemberian santiaji oleh para pelatih dan pembina dilanjutkan dengan acara mandi dan diakhiri dengan acara pemberian ucapan selamat kepada para siswa. Tradisi kelulusan tahap Terjun Bebas Dasar Olahraga ini merupakan tanda bahwa para siswa TBO telah mampu melaksanakan terjun solo tanpa didampingi oleh Jumping Master. Selanjutnya mereka melangkah ke tahap kedua yaitu Tahap Terjun Bebas Lanjut Olahraga.

Hekopter OH-1 Jepang

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ab/OH1M_KASM001.jpg/250px-OH1M_KASM001.jpg

Pada pertengahan tahun 1980-an badan pertahanan Jepang (JDA), mulai mempertimbangkan penerus Helikopter ringan OH-6D yang saat ini berada dalam layanan Angkatan Darat  bela diri Jepang.Pasukan Jepang membutuhkan heli pengintai dengan produk asli dalam negeri. Pada tahun 1992 kawasaki terpilih sebagai kontraktor utama.saat itu ada tiga perusahaan yang bersaing diantaranya Fuji dan Mitsubishi. Sampai dengan 2009 Helikopter OH-1 telah diproduksi sebanyak 28 unit.

http://www.tora9.com/air/060910oh-1.jpg
http://www.geocities.jp/pinealguy/airshow/iruma2009/DSC_0093-s.jpg
http://osprey26.c.blog.so-net.ne.jp/_images/blog/_e9b/osprey26/Small-100411-124826-A700-1-ba0b7.jpg?c=a1
http://rightwing.sakura.ne.jp/equipment/jgsdf/aviation/oh-1/oh1_21.jpg

  • Kru: two, pilot and observer
  • Panjang: 12.00 m (39 ft 4 in)
  • Diameter baling-baling:: 11.60 m (38 ft 1 in)
  • Tinggi: 3.80 m (12 ft 6 in)
  • Luas piringan: 105.6 m² (1,136 ft²)
  • Berat kosong: 2,450 kg (5,400 lb)
  • Berat maksimum saat lepas landas: 4,000 kg (8,820 lb)
  • Mesin: 2 × Mitsubishi TS1 Mesin Turboshaft, 660 kW (884 shp) masing-masing

Kinerja
  • Laju maksimum: 278 km/h (150 kn, 173 mph)
  • Laju jelajah: 220 km/h (120 kn, 137 mph)
  • Jangkauan: 540 km (292 nmi, 336 mi)
  • Langit-langit batas: 4,880 m (16,000 ft)

 http://blog-imgs-18.fc2.com/b/o/n/bonbontyan007/koburaOH1a.jpg

Ketiga perusahaan melakukan riset dan mulai bekerja secara terperinci pada tahun 1992. OH-1 yang dijuluki Ninja adalah konfigurasi helikopter konvensional yang relatif kecil dan khas.Strukturnya terdiri dari 40 persen plastik serat karbon yang diperkuat dengan fitur rotor ekor jenis fenestron. Kockpit dilengkapi dua LCD yang Multi fungsi.untuk penembak dilengkapi dengan display had-up,NEC kamera tv warna,NEC laser pengintai.

Harapan Masyarakat Nias : Bangun Pangkalan Militer TNI-AL Dikepulauan Nias

http://gancangpml.files.wordpress.com/2010/12/34o6o7a.jpg?w=260&h=300

Menurut Bupati Nias Selatan, karena Kepulauan Nias terletak di wilayah Samudra Indonesia, permasalan kelautan di wilayahnya sangat menonjol, mulai penjualan atau penyewaan pulau oleh orang asing, illegal fishing, illegal migrant, illegal logging, termasuk rawan gempa bumi dan tsunami, sehingga dibutuhkan kehadiran institusi TNI Angkatan Laut yang representatif di kepulauan tersebut untuk melaksanakan pengawasan dan pengamanan. “Kehadiran institusi TNI Angkatan Laut  berupa kantor  Pangkalan TNI Angkatan Laut sangatlah diharapkan oleh masyarakat kami,” kata Bupati Nias.

Dijelaskan oleh Bupati, bahwa Kabupaten Nias Selatan secara geografis berada di sebelah barat Pulau Sumatera dengan jarak sekitar 92 mil laut dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Terdiri dari 35 Kecamatan, 459 Desa, dan 2 Kelurahan, dengan total jumlah penduduk sebanyak 375.698 jiwa. “Kabupaten Nias Selatan memiliki 104 pulau, 21 pulau berpenghuni, sedangkan sisanya 83 tidak dihuni, sehingga pulau-pulau tersebut rawan kalau tidak diawasi,” ujar Bupati.

Selain banyaknya pulau-pulau yang tidak dihuni, menurut Bupati Nias Selatan, potensi laut di wilayahnya sangat besar, baik ikan pelagis besar, pelagis kecil, udang, cumi-cumi, rumput laut, hingga pariwisata. “Hal inilah yang menjadikan wilayah kami menjadi tujuan para illegal fishing,” tandasnya. “Oleh karena itu kami memohon kepada Bapak Kasal untuk segera dibentuk sebuah Pangkalan TNI Angkatan Laut di Pulau Nias untuk menjaga wilayah kami dari kegiatan-kegiatan illegal tersebut,” katanya.

Menanggapi keinginan kepala daerah Nias Selatan ini, pada kesempatan tersebut Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio memerintahkan Panglima Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Arief Rudianto agar menginstruksikan unsur-unsur kapal perang di jajaran Koarmabar untuk lebih sering melakukan patroli dan singgah di wilayah Kepaulauan Nias. Sedangkan mengenai keinginan Pemda perihal pembentukan Pangkalan TNI Angkatan Laut di Pulau Nias, menurut Kasal, direspon positif dan tentu membutuhkan proses waktu.

http://www.tnial.mil.id/Portals/0/News/SEREMONIAL/Juli/18%20nias.jpg

Dalam kunjungannya untuk bersilaturahmi dengan Kasal, Bupati Nias Selatan Drs. Idealisman Dachi, M.Sc. didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Nias Selatan Budieli Laia, para anggora DPRD masing masing Sidiadil Harita, Wisnu Duha, Kariaman, Sio Taro Gaho, dan Yurisman Laia, Asisten 2 Fabonusa Laia, Kabankesbangpol B. Noruru dan Kadis Perikanan dan Kelautan Samolala Lase.

Sedangkan dalam menerima tamunya Kasal didampingi oleh Asisten Pengamanan (Aspam) Kasal Laksamana Muda TNI Ir. I Putu Yuli Adnyana, M.H., Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Panglima Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, Komandan Lantamal II Brigjen TNI (Marinir) Sudarmin Sudar, Kepala Dinas Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Kadishidros) Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos., Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan Angkatan Laut (Kadisfaslanal) Laksamana Pertama TNI Lefrand Tuelah, Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Laksamana Pertama TNI Kingkin Suroso, S.E., Kepala Dinas Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) Kolonel Laut (KH/W) Yuti Subarliani Halilin, S.H., dan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Ivan.