Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Rabu, 10 Juli 2013

KRI Pati Unus-384 Naik Docking Untuk Perawatan Dan Pemeliharaan Di Belawan

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/a5f27b6c5ea20853e30af67438cb35e9.jpg

Kapal Perang milik TNI-Angkatan Laut berjenis KorvetkelasParchim yang namanya diambil dari nama Raja ke-2 Demak yaitu Pangeran Patiunus ini untuk pertama kali sejak dibeli dari Jerman Timur pada tahun 1993 naik Docking di Belawan guna pemeliharaan dan perawatan bawah air sekaligus pengecatan Kapal. Sebelumnya, Kapal Perang yang didesain untuk perang anti Kapal Selam di perairan Dangkal/Pantai ini pernah juga naik Dockinguntuk pemeliharaan perawatan pada tahun 2011 di PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari Jakarta Utara.

Pada kesempatan ini, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut I Belawan Laksamana Pertama TNI Didik Wahyudi, SE, yang di dampingi oleh Asisten Logistik Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut I serta Palaksa KRI Pati Unus-384 Mayor Laut (P) Ropitno yang mewakili Komandan Pati Unus Letkol Laut (P) Tubagus Budi Wahyudi turut mendampingi Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut I dalam meninjau pemeliharaan kapal di Docking Penggalangan Kapal, dalam hal ini pemeliharaan dan perawatannya dipercayakan oleh PT. Bina Adidaya,.

Pemeliharaan Kapal Perang yang baru pertama kali naik Docking di Belawan ini, direncanakan selesai dalam waktu 10 hari dan pekerjaan pemeliharaan kapal meliputi pengangkatan serta pembersihan tritip yang menempel di dasar bodi kapal sekaligus pengecetan kapal.

Dua Perwira TNI Menerima Penghargaan Dari Militer Philipina

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/penghargaan-tni-dari-tentara-filipina2.jpg

Dua orang Perwira TNI, yaitu Marsma TNI Prayitno yang menjabat Staf Khusus Panglima TNI dan Kolonel Laut (S) Ivan Yulivan, Koorspri Panglima TNI, menerima penghargaan "Chief of Staff of the Armed Forces of the Philippines Commendation Medal and Ribbon" dari Angkatan Bersenjata Philipina. Penyerahan secara langsung dilakukan oleh Panglima TNI Philipina, General Emmanuel T. Bautista dalam suatu kegiatan resmi bersamaan dengan pelaksanaan Upacara Bendera (flag raising ceremony) mingguan setiap hari Senin, di halaman depan Markas Besar Angkatan Bersenjata Philipina (AFP), Quezon City,Manila.

Upacara Penganugerahan tersebut selain dihadiri Pangab Philipina, Wapangab, para Asisten Pangab, para Pati, para Pamen dan Pama se-Mabes AB Philipina, juga dihadiri Wakil Menhan Philipina serta para Dirjen Kemenhan Philipina dan para pegawai negeri sipil Kemenhan Philipina lainnya. Penghargaan berupa Medali Kehormatan yang diberikan kepada Marsma TNI Prayitno dan Kolonel Laut (S) Ivan Yulivan, merupakan wujud apresiasi dari pihak Angkatan Bersenjata Philipina atas kontribusi nyata dari kedua Perwira TNI tersebut yang telah sungguh-sungguh memfasilitasi terselenggaranya hubungan yang erat antara kedua Angkatan Bersenjata - TNI dan AFP.

Di samping itu, kedua Perwira TNI tersebut juga dinilai telah mendorong terwujudnya kerjasama militer kedua Negara yang lebih erat selama ini, di antaranya memfasilitasi terselenggaranya perjanjian kerjasama antarkedua negara dalam wujud Nota Kesepahaman Philindo Military Cooperation (Philindo MC) yang ditandatangani kedua Pangab di Markas Eastmincom (Komando Wilayah Timur Mindanau), Davao, Philipina Selatan, pada bulan Desember 2012 yang lalu. Nota Kesepahaman di Bidang Kerjasama Militer tersebut meliputi kerjasama pencegahan konflik, pengamanan perbatasan, peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara, termasuk kerjasama bidang intelijen dan latihan militer bersama.

Kedua Perwira TNI tersebut dipandang telah turut mendukung terselenggaranya pengiriman bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam yang terjadi di Mindanau, Philipina, yang diakibatkan  topan Pablo Desember 2012, melalui penyerahan bantuan berupa uang, selimut dan makanan-siap-sajiyang diterima langsung oleh Pangab Philipina terdahulu, yakni General Jessie D. Dellosa, dan Liza Mazo, Direktur Kantor Pertahanan Sipil (semacam BNPB Daerah) Wilayah 10, Philipina Selatan, yang menangani korban akibat bencana di wilayah tanggung-jawabnya.

Wamenhan Terima Kunjungan Delegasi PLA China

http://www.kemhan.go.id/kemhan/pages/articles/images/4a4fe18b54488db69024502d23543e3d.jpg

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Delegasi dari People’s  Liberation Army (PLA)  China yang dipimpin oleh Mayor General Shangguan Hui, Rabu (10/7) di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Kunjungan tersebut dimaksudkan dalam upaya mempererat dan meningkatkan kerjasama pertahanan kedua negara yang telah terjali erat selama ini.  Beberapa hal yang dibahas antara lain peningkatan kerjasama di bidang peralatan militer dan teknologi militer.

Turut mendampingi  Wamenhan RI dalam kesempatan tersebut, Penasehat Menhan bidang hubungan kerjasama pertahanan Indonesia – China Kiki Barki dan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI  Laksda TNI  Ir. Rachmad Lubis.

Selasa, 09 Juli 2013

Pesawat Tempur F-16 Israel Nyemplung ke Laut

http://cdn1.electronicintifada.net/sites/electronicintifada.net/files/artman2/1/f16483.jpg

GAZA - Jet tempur F-16 milik Angkatan Udara (AU) Israel dilaporkan jatuh ke laut. Pesawat itu jatuh di perairan dekat Jalur Gaza. “Pilot dan petugas navigasi berhasil keluar dari pesawat, mereka kini dirawat di rumah sakit,” ujar juru bucara militer Israel, seperti dikutip AFP, Senin (8/7/2013).

Pilot bersama petugas navigasinya hanyut selama satu jam sebelum ditemukan tim penyelamat. Pihak pemerintah menyebut kondisi mereka sudah stabil. Pada 2010, dua pilot Israel tewas setelah jet F-16 yang dikendarai mereka menabrak tebing. Kecelakaan saat ini diduga terjadi akibat kerusakan sistem

“Jet F-15 dan F-16 dikandangkan sampai penyebab kerusakan diketahui,” terang Kepala AU Israel Mayjen Amir Eshel. AU Israel sudah mengoperasikan model jet F-16 tersebut sejak 1998. Jet tempur F-16 adalah hasil buatan Amerika Serikat (AS).

Traffic Signal Addaise Diresmikan Dansatgas Indobatt

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/a12520d68987375112867530a1bbd6a6.jpg

Dengan berakhirnya proyek Traffic Signal (Marka Jalan), yang berada di Desa Al Addaise kini Jalan Raya Addaise sudah dilengkapi marka jalan dan diharapkan kepada para pengendara sekalian dapat mematuhi sesuai peraturan yang berlaku.

Bersama dengan Kepala Desa Al Addaise Mr. Ali Rammal dan perwkilan Pejabat dari Sektor Timur serta Tokoh Masyarakat sekitar, Komandan Satgas Yonmek XXIII-G/UNIFIL, Letkol Inf Lucky Avianto secara sah meresmikan Traffic Signal, Selasa (9/7).

Dalam sambutannya Komandan di depan para hadirin sekalian mengatakan bahwa dengan berakhirnya pembuatan Marka Jalan tersebut diharapkan kepedulian para pengendara dan pengguna jalan lainnya dapat lebih memahami dan mentaati bersama sehingga angka kecelakaan lalu lintas yang mungkin terjadi dapat ditekan bahkan menjadi tertib.

Komandan juga menambahkan bahwa salah satu bentuk kecintaan antar sesama khususnya para pengguna jalan di sepanjang Jalan Raya Addaise, maka dibuatlah Marka Jalan agar pengguna jalan sekalian lebih waspada dan tertib berlalu lintas dan ini dalam pendanaan adalah sepenuhnya merupakan dukungan dari UNIFIL yang kemudian dipercayakan kepada Indobatt dalam hal ini melalui Kegiatan Cimic (Civil Military and Coordination) Indobatt, sebagai pengembangannya, mengingat Desa Addaise ini adalah merupakan salah satu desa binaan Indobatt yang kesehariannya di percayakan kepada Kompi Alpha dibawah kendali Komandan Kompi Alpha, Lettu Inf Yahya Ginting.

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala Desa Addaise, Bapak Mr. Ali Rammal, dirinya yang mewakili warga Addaise menyambut baik dengan di resmikannya Traffic Signal ini, pasalnya dengan semakin padatnya lalu lalang kendaraan yang melintas di Jalan Raya Addaise ini diharapkan para pengendara dapat tertib berlalu lintas sehingga dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

Khusus kepada Komandan Satgas Indobatt beserta Jajarannya, Kades Addaise juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungannya hingga saat ini. Kades pun berjanji apa yang sudah diupayakan oleh Indobatt seperti saat sekarang ini akan dikelola dengan baik dan dimanfaatkan demi kemajuan Masyarakat Desa Addaise tentunya.

Tim Artileri Pertahanan Udara Belajar Simulator Artileri Pertahanan Udara Di Australia

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/02-ALR.jpg

Kedatangan lima anggota Korps Arhanud ke 16 Air Land Regiment (ALR)  di Woodside, Australia Selatan,  pada 9 Juni 2013 telah membuka babak baru yang menarik dalam hubungan bilateral TNI-AD dan Angkatan Darat Australia. Kominalitas dalam alutsista arhanud antara TNI-AD dan Angkatan Darat Australia merupakan kesempatan emas untuk memperluas hubungan bilateral.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/01-ALR.jpg

Kelima personil TNI-AD tersebut, yang terdiri dari anggota Pussenarhanud, Pusdikarhanud dan Divsi 2 Kostrad, dipimpin oleh KAPT Naharuddin, menghabiskan minggu tersebut di 16 ALR dengan mengikuti berbagai macam kegiatan pelatihan.

Setelah sambutan dan arahan mengenai peran, misi dan struktur 16 ALR oleh Wadan 16 ALR, Mayor Marc Plummer, kontinjen TNI-AD diberi pengarahan orientasi dan demonstrasi tentang penggunaan Advanced Air Defence Simulator (AADS) yang terletak di pangkalan 16 ALR.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/05-ALR.jpg

 Kelompok TNI-AD tersebut sangat terkesan dengan bagaimana AADS memungkinkan mereka meningkatkan keahlian mengoperasikan satbak arhanud buatan Swedia tersebut, sebagaimana juga keahlian dalam kesiagaan prioritisasi target dan situasi. “Sistem ini telah mengijinkan kami untuk melatih segala segi satbak rudal arhanud” kata KAPT Nahruddin, “karena sangat realistik dan sangat berharga dibandingkan dengan pelatihan simulator standar” tambahnya.

Tim Arhanud juga ambil kesempatan untuk melakukan pembahasan profesional terkait dengan penggunaan sistem rudal arhanud RBS-70 pada khususnya, dan hal-hal arhanud pada ummumnya dengan perwira dan bintara arhanud Angkatan Darat Australia. Selama satu minggu kontingen TNI-AD tinggal di mess perwira 16 ALR, dengnan pertukaran keahlian arhanud yang lumayan banyak atara pakar arhanud TNI-AD dan Angkatan Darat Australia.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/03-ALR.jpg

Disamping  AADS, kontingen TNI-AD juga diberi kesempatan untuk menggunakan Sistem Simulasi Pelatihan Senjata Weapons Training Simulation System (WTSS). Sistem simulasi persenjataan ringan tersebut digunakan untuk melatih personil Angkatam Darat Australia dalam cara menembak dan pemakaian senjata senapan dan senapan mesin.

 Kontigen TNI-AD melakukan beberapa latihan tembak dengan menggunakan F-88 Austeyr dan senapan mesin MAG 58. Latihan tersebut dilengkapi dengan pelaksanaan latihan skenario dimana petembak-petembak harus menampik serangan infantri terhadap sebuah posisi defensif. Mereka juga ikut olahraga militer dengan prajurit 16 ALR, termasuk menjalani halang rintang di atas kolam renang.

Namun kunjungan mereka tidak selalu diisi dengan pelatihan. Mereka juga menjalani beberapa kegiatan kultural, termasuk tamasya ke sebuah desa bersejarah bernama Hahndorf yang tidak jauh dari pangkalan 16 ALR di Woodside.

http://ikahan.com/wp-content/uploads/2013/07/04-ALR.jpg

Mereka juga mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat cagar alam Australia dengan kunjungan ke Cleland natural wildlife park. Kelompok tersebut sangat menikmati waktu berinteraksi dengan binatang-binatang khas Australia seperti kangguru, koala, emu dan wombat.

Pada hari Jumat, Kontingen TNI-AD melaksanakan Sholat Jumat di mesjid tertua di Australia yaitu Central Adelaide Mosque, yang dibangun pada tahun 1888. Mereka juga diberi kesempatan menikmati budaya lokal Australia yaitu makan malam barbeque di sebuah pertanian khas Australia di Adelaide Hills. Mereka memasak barbeque dimana setelah itu mereka duduk mengelilingi api unggun dan menikmati roti dampa.

Personel Lantamal IX Latihan Intelijen

 http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQr-Zi8by3YCvEmbdTGUXZ5eMHoN3QdxSxV4yFHiiWJBPld1ONhKg

Staf Intelejen Lantamal IX menyelenggarakan Latihan Dinas Dalam (LDD) Intelejen Maritim (Intelmar) di Gedung Manggala Loka. LDD adalah proses pembinaan personel secara menyeluruh yang saling terkait antara aspek personel dan perkembangan situasi organisasi yang dihadapi. Saat ini tantangan tugas TNI AL dari waktu ke waktu semakin kompleks dan berat. Untuk itu diperlukan pengawak organisasi TNI AL yang handal serta professional.

Acara LDD Intelmar secara resmi dibuka oleh Asintel Danlantamal IX Kolonel Laut (P) Arif Sumartono. Dalam sambutan Asintel Danlantamal IX menyampaikan LDD Intelmar merupakan suatu latihan yang diberikan kepada para personel Lantamal IX, agar mampu membantu staf intelejen dalam memperoleh data dan fakta. Diikuti oleh 17 personel Lantamal IX, LDD Intelmar dilaksanakan untuk menambah ketrampilan Intelejen, sehingga para peserta dapat mengerti serta memahami tugas- tugas Intelejen.

Senin, 08 Juli 2013

Indonesia - Singapura Latihan JOIN MINEX-16/2013

http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/01/12959447231466891739.jpg

Indonesia sebagai negara kepulauan yang banyak berbatasan dengan negara tetangga, perlu menjalin kerjasama bilateral maupun multilateral khususnya dalam bidang militer agar keamanan kawasan tetap terjaga. Hal ini disebabkan wilayah perairan Indonesia memiliki potensi kerawanan terhadap berbagai bentuk dan jenis ancaman melalui laut. Salah satu ancaman yang paling berbahaya di laut adalah bahaya ranjau, terutama jika terjadi pada jalur-jalur strategis yang berhubungan dengan Alur Pelayaran Internasional.

Salah satu kerja sama bilateral tersebut adalah latihan tentang bahaya ranjau yang digelar antara TNI AL dan Republic of Singapura Navy (RSN) pada tanggal 1 hingga 8 Juli 2013 di Changi Naval Base dan Perairan timur Pulau Bintan dengan sandi Joint Minex 16/2013. Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmatim yang mempunyai kemampuan dalam menyelenggarakan peperangan ranjau turut serta dan berperan aktif dalam Latma bilateral Joint Minex. Latihan dibuka oleh Commander Maritime Security Task Force (MSTF) Rear Admiral (RADM) Harris Chan dan dihadiri oleh delegasi angkatan laut Indonesia dan Singapura di Changi Naval Base (CNB).

Latihan Joint Minex 16/2013 ini melibatkan 3 KRI dari TNI AL yaitu KRI Pulau Rengat-711, KRI Pulau Rupat-712 dari Satran Koarmatim dan KRI Pulau Rangsang-727 dari Koarmabar. Sedangkan dari pihak AL Singapura melibatkan 2 kapal perangnya yaitu RSS Bedok (M-105) dan RSS Punggol (M-108). Joint Minex 16/2013 ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kerja sama, interoperabilitas serta pemahaman antara TNI AL dan RSN khususnya mengenai peperangan ranjau serta pertukaran informasi tentang kemampuan dan perkembangan teknologi dari masing-masing negara sekaligus sebagai wadah untuk menguji doktrin Taktik Peperangan Ranjau (TPR) dan peranjauan serta kemampuan alat utama (Alut), peralatan dan personel Satran Koarmatim dan Koarmabar secara terintegrasi untuk mendapatkan kemampuan peperangan ranjau yang optimal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVGlHxYIJC_yt8cn1WHVcx7eb2Jq1rNKjHIuA-R8yYb01uHXxUJSocvYGUy4BKB89DpNMfNyIcRXh-mrNQuGspudS71xeXtIjPTOC_GRaTVVAUlFhnyPy3PjRKhVqg9Iqy4wZqnaWmzLQ/s1600/0+00025+droping+dummy+mine.jpg

.Dalam latihan ini peserta latihan mendapatkan cakrawala baru tentang kemampuan dan peralatan peperangan ranjau yang dimiliki oleh masing-masing negara serta kesempatan praktek melaksanakan kerjasama taktis perlawanan ranjau  yang meliputi kegiatan : Exploratory Hunting, Clearance Hunting, Mineshape Recovery (Diving ops) ,  MDC Firing antar dua negara melalui manuver lapangan.

KRI Fatahillah-361 Di Upgrade ULTRA ELECTRONICS Di Inggris

http://adiewicaksono.files.wordpress.com/2009/03/fatahillah-361.jpg

Setelah KRI kelas Van Speijk dan Parchim, kini giliran korvet kelas Fatahillah menjalani modernisasi. Kepastian modernisasi Korvet kela Fatahillah ini didapat dari press release dari Ultra Electronics yang berkedudukan di Inggris. Dalam rilis tersebut, disebutkan nilai modernisasi sebesar 32 juta poundsterling. Jumlah ini untuk memodernisasi kapal pertama saja. Untuk kapal selanjutnya, masih dalam tahap didiskusikan namun diharapkan sudah dimulai pada akhir tahun ini. Namun demikian, tidak disebutkan kapal mana yang pertama akan menjalani modernisasi.

Dalam kontrak tersebut Ultra electronic akan mengembangkan, menginstal serta mengintegrasikan sistem manajemen tempur. Dalam pengerjaannya, Ultra juga akan menggandeng sejumlah partner termasuk asal Indonesia. Jika kontrak sudah efektif, maka proyek pengerjaan akan berlangsung selama 28 bulan. Diduga, modernisasi hanya mencangkup sistem sensor dan pengendali tempur saja, dan tidak menyentuh persenjataan. Hal ini patut disayangkan, lantaran senjata utama KRI kelas Fatahillah yaitu exocet MM-38 sudah tidak layak lagi.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3U41DhBU9Y55TlbIuoZk-omGXF-MkcNH6Ed4a74l2S6zajTotSJmRmgUD3LdfxFh1heYG2XjLuenhQE4U__9wxY2vyf8NIgWIrOKpiZDQjn0Vc5JU_Vnn_hyQPNEGwuFMGGdzQt9tgbd4/s1600/ultra+1.jpg

TNI-AL saat ini mengoperasikan 3 buah kapal kelas Fatahillah. Masing masing adalah KRI Fatahillah, KRI Nala, serta KRI Malayahati. Meski sekelas korvet, kapal ini cukup berotot. Ia diantaranya dipersenjatai meriam 120mm, Rudal exocet MM-38, torpedo hingga mortir anti kapal selam.

Lapan Mengembangkan Pesawat Terbang N219

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpCUC799IZaT9EfDjdJDjP_oCaamZqzv6LIkJzgRSDF0oKqUSWqRuf5P4k-oaItAkIAYrwKBftlveYOH8ZsfOsXRKjOIsOOPpF9sVCbF7I-J6jljlOXWUQyA1d00nFpQeTG9nWXDX917s/s400/N219_Defense+Studies.JPG

Lapan saat ini sedang mengembangkan pesawat terbang N219. Program pengembangan pesawat ini menjadi salah satu dari berbagai program prioritas Lapan tahun depan. Hal ini dipaparkan oleh Sekretaris Utama Lapan, Sri Kaloka Prabotosari, dalam Forum Sekretaris Utama LPNK Kementerian Riset dan Teknologi di kantor pusat Lapan, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (8/7).

Sekretaris Utama Lapan menjelaskan bahwa N219 merupakan pesawat berpenumpang 19 orang. Pesawat yang tidak berukuran besar ini memiliki potensi yang besar untuk digunakan di wilayah kepulauan Indonesia.

Hal ini disebabkan, pesawat ini dapat menggunakan landasan udara yang kecil dengan demikian dapat menjadi alat transportasi yang sesuai bagi daerah-daerah yang tidak memiliki bandar udara.

Pengembangan N219 dilatarbelakangi oleh tugas Lapan dalam bidang penelitian, pengembangan, dan perekayasaan penerbangan serta pemanfaatannya. Sri Kaloka mengatakan, selain itu pesawat ini dibangun terkait dengan Lampiran Perpres 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional dalam kelompok industri kedirgantaraan. Dalam naskah tersebut, Lapan bertugas sebagai pusat research and development produk kedirgantaraan.

Kebijakan jangka menengah industri kedirgantaraan dalam lampiran perpres tersebut juga mencakup pengembangan pesawat berpenumpang 30 orang. Pesawat ini berpotensi sebagai alat pemersatu bangsa karena selain menjadi alat transportasi juga akan menghubungkan ribuan pulau-pulau kecil di Indonesia.

Program pengembangan pesawat N219 juga terkait dengan strategi utama Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI). Sri Kaloka mengatakan, program tersebut akan mengembangkan potensi ekonomi melalui koridor ekonomi. Selain itu, N219 juga terkait dengan upaya penguatan konektivitas nasional serta penguatan kemampuan SDM dan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.

"Keberadaan pesawat perintis akan sangat membantu percepatan pembangunan khususnya di bidang ekonomi masyarakat pedalaman yang sama sekali belum terjangkau oleh transportasi darat ataupun laut," ujarnya.

Forum Sekretaris Utama tersebut dihadiri antara lain oleh Sekretaris Menristek dan para Sekretaris Utama dari LPNK Kementerian Riset dan Teknologi .