Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Rabu, 03 Juli 2013

Indonesia Bentuk Intelijen Geospasial yang Terintegrasi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/2004062.jpg

Badan Informasi Geospasial (BIG), TNI AL, TNI AU, TNI AD, Polri, dan Basarnas sepakat membentuk lembaga intelijen geospasial yang terintegrasi. Ini dalam rangka mendukung pertahanan keamanan negara.

Kepala BIG Dr Asep Karsidi mengatakan informasi geospasial sifatnya terbuka bagi publik. “Tapi sebenarnya, tak semua informasi keruangan itu boleh diketahui publik. Ada banyak hal yang seharusnya menjadi rahasia negara," katanya di sela Rapat Koordinasi Intelijen Geospasial di Jakarta.

Ia mencontohkan, Singapura yang memiliki informasi geospasial (peta) lengkap bagi publik, namun informasi tentang lokasi-lokasi strategis tidak bisa diakses. Misalnya, lapangan udara militer yang tidak bisa muncul di peta Singapura, demikian pula negara-negara lain.

Di sisi lain, lanjut dia, informasi geospasial yang bersifat strategis perlu ditingkatkan untuk kepentingan pertahanan keamanan negara. BIG sebagai penyedia informasi geospasial dasar (IGD) perlu melakukan sinkronisasi dengan institusi strategis negara yang menyediakan informasi geospasial tematik bersifat intelijen.

Pemutakhiran sistem melalui pengadaan citra terbaru dan penambahan informasi geospasial berskala besar, kata dia, akan menghasilkan informasi geospasial yang lebih lengkap dan andal dalam mendukung aplikasi Intelijen Geospasial (Geospatial Intelligence/Geoint) bagi pertahanan keamanan. Menurut dia, karena Indonesia sangat luas, sudah selayaknya Geoint segera dimulai di Indonesia. Ini adalah gabungan antara komponen citra, identifikasi citra, dan informasi geospasial yang diolah dan dianalisis untuk pengambilan keputusan.

Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Komjen Pol Suparni Parto mengatakan informasi geospasial sangat penting dalam pengambilan kebijakan dan sebagai penunjang dalam setiap operasi kepolisian. Informasi geospasial menentukan ketepatan atau akurasi dalam bertindak, mempermudah petugas beroperasi di lapangan, misalnya dalam kasus penyelundupan manusia, narkoba, atau terorisme, sekaligus meminimalisasi anggaran.

“Jangan sampai kami menembak lalat dengan meriam," katanya. Informasi geospasial, ujarnya, juga dipakai untuk melindungi hukum, seperti dalam sengketa tanah. Jika tanpa informasi geospasial, batas-batas keruangan yang merupakan hak dari masing-masing pihak tidak bisa terlihat.

Deputi V Bidang Teknologi Badan Intelijen Negara (BIN) Adiari mengatakan, saat ini teknologi informasi geospasial untuk kepentingan operasi intelijen di BIN sudah canggih. Teknologi itu dioperasikan oleh anak-anak muda bangsa Indonesia.

Dansatgas Indobatt Yang Berada Di Lebanon, Kunjungi Public School Elementary di Desa Addaise

http://data.tribunnews.com/foto/berita/2013/7/2/DEL_0073.JPG

Komandan Satgas (Dansatgas) Indobatt Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Letkol Inf Lucky Avianto beserta Pasi CIMIC (Civilians Military Coordination) Kapten Viki Herwandi dan beberapa Perwira Staf, beberapa waktu lalu mengunjungi Public School Elementary yang terletak di Desa Addaise, Lebanon Selatan.  Kunjungan Dansatgas Indobatt dan rombongan diterima langsung oleh Kepala Sekolah serta disambut hangat oleh siswa-siswi beserta guru di sekolah tersebut.

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, Selasa (2/7/2013), dalam kunjungan ini Dansatgas Indobatt juga menindak lanjuti program G-9 Sector East yang bekerjasama pula oleh Departemen Pendidikan Lebanon dalam hal ini diwakili oleh Kadisdik wilayah Nabatiyeh Bapak Ali Fayek untuk membagikan seperangkat alat Audio Visual seperti Proyektor, Barco, Sound System dan Laptop.

Dansatgas Indobatt Letkol Inf Lucky Avianto sangat senang dan berharap apa yang sudah disampaikan dapat bermanfaat, khususnya bagi anak-anak warga Addaise dan sekitarnya. Hadir pula dalam kunjungan tersebut Komandan Sektor Timur Brigjen Fernando Lopez Del Pozo, perwakilan dari G-9 Sector East, Mr. Thomas dan Mr. Muhammad Abu Yahya serta Tokoh Masyarakat dan perwakilan orang tua murid.

http://www.poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2013/07/banon-tengah.jpg

Dalam ramah tamahnya Komandan Sektor Timur mengatakan, bahwa dirinya percaya Desa Addaise yang berada di bawah binaan Indobatt dapat memanfaatkan apa yang sudah dibagikan untuk kemudahan proses belajar mengajar.

Sementara itu, Kadisdik wilayah Nabatiyeh Bapak Ali Fayek mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang dilakukan antara UNIFIL yang diwakili oleh Indobatt dan wilayah Addaise khususnya demi kemajuan dunia pendidikan di Lebanon, Kadisdik pun yakin bantuan yang sudah diberikan ini akan sangat berguna sekaligus menambah pengetahuan siswa dalam bidang teknologi.

Kondisi Pengamanan KTT APEC di Nusa Dua

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3a/APEC_Logo_2003.jpg

Kodam IX Udayana meyakini hingga saat ini belum ada ancaman nyata yang akan mengganggu jalannya KTT APEC yang digelar di Nusa Dua, Bali. Menurutnya, situasi keamanan di wilayah Kodam IX Udayana masih kondusif, belum menunjukkan adanya kekhawatiran. Sejauh ini belum ada hal-hal yang mengkhawatirkan secara signifikan.

"Namun kita tetap waspada, kita tetap mencermati situasi nasional yang akan mempengaruhi daerah termasuk Bali," ujar Kepala Penerangan Kodam IX Udayana, Kolonel Arm Wing Handoko di Denpasar, Selasa (2/7/2013)

Pihaknya, akan terus meningkatkan kewaspadaan, meski situasi Bali masih terkendali atau belum menunjukkan adanya ancaman dan gangguan keamanan lainnya. Untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang hingga pelaksanaan KTT APEC, Kodam IX/Udayana yang membawahi tiga wilayah, Bali, NTB dan NTT akan terus bekerja ekstra keras.

Terkait antisipasi keamanan menjelang KTT APEC, pihaknya bersama jajaran kepolisian akan meningkatkan intensitas pengamanan di semua pintu masuk Pulau Dewata. Pengamanannya melibatkan unsur TNI mulai dari darat, laut dan udara dari berbagai kesatuan, termasuk di luar kesatuan Kodam IX seperti Armada Timur, KRI dan lain-lain.

Di Pelabuhan Gilimanuk, Padang Bai, Bandara Ngurah Rai  dan pelabuhan kecil lainnya akan mendapat pemantauan ketat. "TNI akan bergandengan tangan dengan kepolisian dan Muspida untuk memfilter setiap pendatang yang masuk dan terus memantau aktivitas mereka selama di Bali," tutupnya.

Negara Uganda Berencana Beli Produk Militer Buatan Indonesia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsF1gJmdLN_AjwpOb3Ufhyphenhyphen1YXeOYecL-kbacWds1C7IufX6ov_cebyaRwWK4VsTSRURGk7aazXjQxZaDv6zUCHpf6eezO1_DeuIwkxi315UhhPE-Ovv0A51i3rOOU4syCXo0C6DBK7pew/s1600/Crispus-Kiyonga.jpg

Menteri Pertahanan Uganda Kiyonga Cripus menyatakan tertarik dengan produk industri militer Indonesia termasuk pesawat angkut militer CN 295. "Industri militer Indonesia sudah maju. Saya tertarik dengan apa yang dipamerkan tadi," kata Kiyonga seusai pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kampala, Uganda.

Setelah pertemuan dilakukan pameran kecil tentang produk-produk industri pertahanan Indonesia seperti rompi antipeluru, helm prajurit, makanan tentara, senapan serbu SS1, dan model pesawat CN 235 dan CN 295 produksi PT Dirgantara Indonesia. Kiyonga yang didampingi Panglima Angkatan Bersenjata Uganda Katumba Wamala tampak antusias memeriksa barang-barang yang dipamerkan. "Saya akan datang ke Indonesia untuk melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana barang-barang militer itu diproduksi," kata Kiyonga.

Ia bersama timnya juga akan melihat bagaimana pusat pelatihan pasukan penjaga perdamaian dan kontra terorisme. "Pasukan penjaga perdamaian Indonesia sangat dikenal di Afrika," katanya merujuk pada peran Kontingen Garuda di Kongo yang dinilainya melegenda.

Sjafrie didampingi Dirjen Industri Pertahanan Mayjen TNI Sonny Prasetyo, Direktur Pemasaran PT DI Budiman Saleh, Direktur Afrika Kemlu Lasro Simbolon serta Dubes RI di Kenya dan Uganda Sunu Sumarno. Kiyonga juga memuji Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus.

Pemicu Konflik yang Bisa Terjadi Antara Indonesia VS Australia

http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/audio/video/2013/6/26/1372258020250/Kevin-Rudd-016.jpg

Perdana Menteri (PM) baru Australia Kevin Rudd menuding sikap pemimpin oposisi Australia Tony Abbott mengenai para pencari suaka berisiko menimbulkan insiden diplomatik dengan Indonesia. Dikatakan Rudd, Australia harus berhati-hati jika menyangkut hubungan internasional.

Hal tersebut disampaikan Rudd terkait rencana Abbott untuk memulangkan para pencari suaka ke Indonesia jika koalisi oposisi memenangkan pemilihan umum nasional. Dikatakan Rudd, rencana itu bisa menimbulkan konflik dengan Indonesia.

"Saya benar-benar heran apakah dia mencoba menimbulkan konflik dengan Indonesia," kata Rudd kepada wartawan di Canberra. "Anda benar-benar perlu memiliki tangan-tangan yang tenang pada kemudi saat Anda berurusan dengan hubungan Indonesia," imbuhnya.

Australia terus dihadapkan pada aliran para pencari suaka yang tiba dengan perahu-perahu, yang kebanyakan singgah di Indonesia sebagai pusat transit mereka. Abbott telah mengusulkan untuk menolak para manusia perahu itu dan mengembalikannya ke Indonesia. Namun hal ini ditolak keras oleh pemerintah Indonesia.

Dikatakan Rudd, jika hal tersebut dipaksakan Australia sementara pemerintah Indonesia tak bisa menerima, maka sudah pasti akan terjadi konflik diplomatik kedua negara.

Pernyataan Rudd ini sontak menuai kemarahan dari kubu oposisi Australia. "PM negeri ini telah secara keliru, jahat, semborono dan tak bertanggung jawab menyatakan bahwa koalisi akan memicu konflik dengan Indonesia," cetus juru bicara oposisi, Julie Bishop.

"Bukan kebijakan kami untuk melanggar kedaulatan wilayah Indonesia, juga bukan kebijakan kami untuk memicu konflik dengan Indonesia. Itu statemen yang benar-benar keterlaluan untuk disampaikan Kevin Rudd," tandasnya berang.Rudd hari ini rencananya akan berbicara dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono via telepon mengenai sejumlah isu keamanan bersama. Masalah pencari suaka ini juga akan dibahas.

Selasa, 02 Juli 2013

TNI AD dan KH-179 Produk Korea Selatan

http://arc.web.id/images/stories/kh-179a.jpg

Dalam waktu yang singkat, pemerintah mengumumkan rencana pembelian berbagai mesin perang canggih. Apabila pada pertengahan 2012 publik dimanjakan dengan kehadiran sistem artileri howitzer swagerak CAESAR dan roket ASTROS, rupa-rupanya artileri TNI AD belum lagi kehabisan amunisi untuk memboyong alutsista lain. Satu kabar baik lagi datang dari negeri ginseng Korea Selatan, yang kini tengah mesra-mesranya menjalin hubungan dengan Indonesia. Tidak hanya mengekspor K-pop yang kini jadi wabah dan berhasil meracuni dan menyesatkan muda-mudi Indonesia, satu yang sudah benar-benar direalisasikan adalah pembelian sistem howitzer tarik 155mm/L52 Kh-179. Laporan ekspor persenjataan PBB menyebutkan sebanyak 18 unit meriam Kh-179 ini rencananya akan diborong oleh TNI-AD.

Pembelian howitzer tarik 155mm ini memang sudah dianggap perlu, mengingat TNI AD juga tengah bertransformasi dengan menerapkan doktrin infantri mekanis yang mampu menjangkau jarak yang lebih jauh. Untuk itu tentunya diperlukan dukungan artileri yang lebih mumpuni.

Artileri tarik yang ada di arsenal TNI AD hanyalah M101 kaliber 105mm, yang walaupun populer serta kenyang makan asam garam di berbagai belahan dunia, mulai uzur dan tak lagi sanggup mendukung gerak maju pasukan mekanis. Menjadi menarik juga adalah pilihan terhadap Kh-179, dimana lima tahun lalu, ketika TNI AD menerima hibah meriam FH-2000 sebanyak delapan unit dari Singapura, tidak banyak antusiasme yang ditunjukkan.

Lalu kenapa TNI AD akhirnya memboyong Kh-179? Kemungkinan besar rencana pembelian CH-47D Chinook dari Negeri Uwak Sam menjadi pembeda kali ini, dimana hanya heli sekelas Chinook yang dianggap mampu mengangkut meriam howitzer tarik kelas 155mm. Armada helikopter tulang punggung angkut Penerbad mayoritas memang masih sekelas UH-1D yang hanya sanggup menarik M101.

Sementara untuk Kh-179 sendiri dikembangkan oleh KIA Machine Tool Company (sekarang bernama Hyundai-WIA) berdasarkan sistem howitzer tarik M114A1, yang banyak dipergunakan dalam Perang Vietnam.

Korea Selatan memiliki lebih kurang 1.700 sistem M114A1. KIA memodifikasi sistem pembawa M114A1 agar dapat dipasangi meriam 155mm/L39 baru yang memiliki jarak jangkau yang lebih jauh. Meriam L39 ini terbuat dari baja monoblok yang menawarkan ketahanan panas yang lebih baik sehingga memperpanjang umur laras.

Rifling dari meriam ini adalah 1:20 dengan 48 ulir (groove). Pengoperasian meriam ini sendiri tak banyak berubah dari versi M114A1, dimana butuh dua awak untuk mengubah arah meriam, prajurit awak penembak di kiri memutar roda untuk mengubah arah horizontal (traverse), sementara prajurit di kanan sebagai asisten penembak memutar roda untuk mengubah elevasi vertikal moncong meriam.

Satu prajurit lagi bertugas sebagai pengarah dan membidik melalui teleskop dengan pembesaran 4x dan dial sight, atau bila diperlukan, mengoperasikan Kh-179 untuk dukungan tembakan langsung (direct fire) menggunakan teleskop khusus lainnya yang memiliki pembesaran 3,5x.

Sistem Kh-179 menerapkan dua tabung yang berbeda untuk penahan kejut (hydraulic dampers/ hydropneumatic shock absorber) dan satu tabung lain untuk pengembali kedepan (recuperator), yang dianggap mampu memperpanjang umur pakai meriam. Pada saat penembakan, ada pasak yang bisa diturunkan untuk ditanam dan menambah kestabilan penembakan.

http://image.2daum.net/g4bbs/com12/2009907522_qE3pRYhM_kh-179_155mm_howitzer_biollante.jpg

Dari segi amunisi, Kh-179 menikmati kompatibilitas dengan munisi NATO dan AS, satu keunggulan dari produk-produk Korea Selatan. Hal ini berarti Kh-179 mampu menembakkan seluruh munisi 155mm termasuk munisi khusus berpendorong roket (RAP: Rocket Assisted Projectiles). Jarak jangkaunya adalah 22km, atau 30km apabila menggunakan munisi RAP.

Kecepatan tembaknya apabila digunakan secara kontinyu maksimal 4 peluru per menit. Untuk kemudahan transportasi, Kh-179 dapat dilengkapi dengan sistem carriage yang dilengkapi APU (Auxillary Power Unit) sehingga dapat bergerak dengan tenaga sendiri.

Saat ini Korea Selatan tercatat menawarkan dua varian calibre untuk Kh-179, yaitu L39 dan L45, dengan varian ketiga, yaitu L52, kelihatannya juga mulai dipasarkan. Pembeli tinggal memilih varian yang ada sesuai jarak jangkau yang diinginkan. Tercatat selain Korea Selatan, Iran membeli Kh-179 dan mengopinya sebagai HM-41 yang dipasang diatas sasis truk DIO.

Senin, 01 Juli 2013

TNI AU Akui Peluru Nyasar di Gunungkidul Dari Senjata Wara "Wanita Angkatan Udara"

http://tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/galeri_big/photo_2005519_8564.jpg

TNI AU mengakui adanya kecelakaan dalam latihan prajurit Wanita Angkatan Udara (Wara) hingga menyebabkan insiden peluru nyasar. Terkait adanya kerusakan rumah warga akibat peristiwa ini, TNI siap bertanggung jawab mengganti biaya perbaikan.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Mayor Sur Hamdi Londong Allu menyatakan insiden peluru yang mengenai rumah warga adalah muntahan dari peluru yang ditembakkan para Wara. Lokasi latihan di perbukitan Kemuning Pathuk sebenarnya berjarak hampir 4 km dari pemukiman warga. Namun karena prajurit bergerak hingga mencapai 1 km dari pemukiman, kecelakaan hingga berujung peluru nyasar itu terjadi.

"Kemungkinan ada rekoset (pantulan) sehingga sampai ke rumah warga. Sebab peluru yang digunakan memiliki daya jangkau maksimal 1,5 km sementara jarak dari lokasi tembakan ke pemukiman jika ditarik garis lurus hanya 1 km," katanya saat menggelar pertemuan dengan warga, Senin (01/07/2013).

Londong menjelaskan, latihan dengan sandi Prayudha dimulai sejak 27 Juni dan diikuti 36 prajurit Wara. Para siswi angkatan udara itu menggunakan senjata mesin ringan berpeluru kaliber 12,7 mm. Latihan dimulai pukul 08.00 WIB dan direncakanan 6 kali latihan dengan lokasi berpindah-pindah. Latihan pertama sampai ke empat lancar.

"Saat rombongan kelima, kami menerima laporan ada peluru menjangkau pemukiman warga. Akhirnya dihentikan sementara dan kita telusuri," tambahnya. Dari keterangan Polsek Playen, peristiwa peluru nyasar ini mengakibatkan kerusakan sedikitnya 16 rumah di Dusun Gading IV dan Dusun Gading III. Tapi dari data yang disampaikan pihak TNI AU, peluru nyasar hanya mengenai 10 rumah. "Itu (peluru) berasal dari satu senjata. Data sementara, ada yang kena genteng, meteran listrik dan asbes," tambahnya.

Atas rusaknya rumah warga di dua dusun ini, pihak TNI AU siap mengganti biaya perbaikan. "Latihan akan kita evaluasi tapi tetap akan dilanjutkan sesuai rencana. Yang penting, keselamatan warga terjamin dan kita akan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga," pungkasnya.

Kopaska, Dalam Menghadapi Tentara Malaysia Di Perbatasan Dua Negara

http://3.bp.blogspot.com/-NuJfjFPzK6Y/UV6vnF5fNLI/AAAAAAAAXHY/z5SPZ1g4WEE/s1600/kopaska+serbu-02.jpg

Konflik antara Indonesia VS Malaysia di blok ambalat beberapa tahun yang lalu dimana kapal-kapal perang Malaysia sering di ketahui keluar masuk perbatasan Indonesia dengan sesekali melakukan manuver tajam ke beberapa kapal perang TNI yang saat itu sedang menjaga di perbatasan ambalat.

Untuk menunjukkan bahwa wilayah tersebut adalah milik kedaulatan Indonesia maka di buatlah mercusuar tepatnya di perairan karang unarang. Wilayah tersebut di jaga oleh lima prajurit TNI matra laut dari korps Komando Pasukan Katak (Kopaska) bersenjata lengkap dengan sebuah speedboat jenis stinger sebagai alat transportasi. Disaat mercusuar tersebut sedang dalam tahap pembangunan beberapa kali kapal perang milik Malaysia kerap mengganggu para pekerja mercusuar dengan melakukan pengereman mendadak sehingga ombak yang ditimbulkannya mempersulit para pekerja merampungkan kerjaannya.

Tentunya hal ini membuat prajurit TNI yang ditugaskan untuk menjaga mercusuar tersebut sangat terganggu dan marah. Kelima prajurit TNI yang menjaga mercusuar tersebut kemudian mencari cara untuk membalas tindakan kapal perang Malaysia dan mengusirnya dari daerah tersebut.

Setelah selesai mengganggu, kapal perang malaysia kemudian beristirahat di tengah laut tidak jauh dari mercusuar. Beberapa awak kapal diketahui tengah bersantai dan kurang siaga diatas kapal.

Melihat kapal perang malaysia sedang lego jangkar, kelima prajurit Kopaska melihat adanya kesempatan untuk melakukan “surprise attack”. Dipimpin seorang perwira kelima prajurit Kopaska kemudian mengarahkan speedboatnya secara senyap tak terdeteksi mendekati kapal malaysia.

Dua diantaranya kemudian naik ke atas kapal dan tiga lainnya tetap siaga diatas speedboatnya tanpa di ketahui oleh prajurit Malaysia. Setelah berhasil naik kedua personel Kopaska mengarahkan senjatanya ke beberapa personel awak kapal Malaysia dengan kondisi siaga (siap tembak).

“SIAPA PEMIMPIN DISINI!!” teriak salah satu prajurit Kopaska menanyakan pemimpin kapal.

Mendengar adanya teriakan dari luar kapal semua personel kapalpun tersentak kaget karena tiba – tiba sudah ada personel TNI diatas kapalnya sambil mengarahkan senjata.  Tidak lama kemudian seorang perwira kapal malaysia keluar dari dalam dek control sambil mengangkat tangan “saya” jawabnya dengan sedikit gugup.

“Pergi dari sini jauh jauh atau saya tembak dan ledakkan kapal ini!!” Kata siorang prajurit TNI.

Tanpa berpikir panjang Kapal Malaysia segera menarik sauh, menghidupkan Kapal kemudian menjauh dari Mercusuar. Setelah itu kedua prajurit TNI segera turun kembali ke beberapa rekannya yang sudah menunggu di atas speedboat dan kembali ke mercusuar. Paska kejadian tersebut kapal perang Malaysia tidak pernah kembali mengganggu pembangunan mercusuar di wilayah karang unarang.

Kejadian ini sempat jadi pembicaraan hangat di Kota Tarakan dan sempat diberitakan pada koran lokal pada tahun 2011. Walaupun insiden ini cukup beresiko tapi masyarakat di perbatasan cukup mengapresiasi keberanian para prajurit TNI.

Helm Tercanggih Untuk Pilot Pesawat Tempur

http://www.flightgear.ch/Pictures/CH%20JHMCS/JHMCS%2090%20CH%20Bo%20Main.jpg
Helm JHMCS

Perubahan besar dalam revolusi pertempuran udara ini belum banyak dipublikasi karena saat ini memang sudah langka sekali kita temui pertempuran antara dua pesawat tempur. Namun dalam simulasi latihan perang, terdapat banyak perbedaan bagi yang menggunakan dan yang tidak menggunakan helm ini. Hal ini telah didokumentasikan secara rinci (dan diklasifikasikan) di Amerika Serikat karena sejak tahun 1970-an, pilot pesawat tempur Amerika telah melakukan latihan reguler di ruang udara instrumentasi, di mana setiap gerakan pesawat dan keputusan yang diambil oleh pilot dicatat. Dokumentasi ini menyediakan segala macam data tentang perkembangan pesawat dan kinerjanya selama beberapa dekade.

http://i48.tinypic.com/3fmag.jpg

Salah satu contoh terbaik dari helm jenis ini adalah versi terbaru dari JHMCS (Joint Helmet Mounted Cueing System) Amerika Serikat yang baru diperkenalkan tahun lalu. Adalah helm JHMCS II yang memungkinkan pilot menembak kemanapun mata mereka tertuju, tidak peduli ke arah mana helm itu menghadap. Versi helm baru ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih baik untuk melacak gerakan mata pilot. JHMCS baru lebih seimbang dan lebih nyaman dipakai dan digunakan, lebih andal sekaligus lebih murah dari versi sebelumnya. Versi baru JHMCS ini dihargai sekitar satu juta dolar. Sebuah cara menutup kepala yang sangat mahal. Biaya ini tentu saja bukan biaya helmnya saja tapi sudah termasuk peralatan tambahan untuk dipasang pada kokpit pesawat tempur, pelatihan dan dukungan teknis.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbPPzH4C5qm2LgCDXPIfk0H2_rL8SyOGEp7K-9U3Hzn60M2X0vCNn9T05DMJROGq8Oyzz3yaknsdqRJKFHuV_MRy_aKlO8FlRBXy5mCn8WS-Tt7R_oLsHaQioX9WrkdHzsmHUM72UU3EsO/s400/1.bmp
http://dc312.4shared.com/img/tQbTHJYV/s7/JHMCS.jpg
Helm JHMCS

JHMCS juga memungkinkan pilot untuk melihat informasi penerbangan dan navigasi yang ditampilkan langsung pada kaca helmnya. Semacam monitor komputer tembus pandang atau Head Up Display. Ini membuat pilot bisa melihat sesering mungkin tanpa harus melihat melalui bagain bawah kaca helm. Helm ini jelas memberikan kebebasan bagi pilot sekaligus memberikan keunggulan tamabahan dalam mencari pesawat tempur musuh atau target atau manuver agar bisa masuk ke posisi yang menguntungkan guna melancarkan serangan. JHMCS juga berguna untuk serangan dari udara ke darat.

Sistem helm seperti JHMCS versi sebelumnya sebenarnya sudah sangat efektif, tapi versi terbarunya JHMCS II jauh lebih ringan dan lebih mudah untuk dipakai (berat merupakan masalah utama JHMCS sebelumnya), lebih mudah dioperasikan, dan lebih dapat diandalkan (jika anda tidak terbentur kanopi).

Perusahaan pertahanan Elbit Israel memimpin dalam pengembanan teknologi ini dan membuat berbagai terobosan teknis dengan sistem mereka sebelumnya yaitu DASH (Display and Sight Helmet). Elbit bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan Amerika guna mengembangkan dan memasarkan JHMCS, yang sebagian besar teknologinya berdasarkan sistem DASH yang telah dimutakhirkan. Helm baru ini akhirnya telah berubah menjadi sebuah inovasi besar dalam pertempuran udara.

  http://www.elbitsystems-us.com/sites/default/files/imported/airborne/ihadds-21-helmet.png     
  http://alstoys.files.wordpress.com/2011/09/ihadss-41.jpg
Helm IHADSS

Helm semacam ini pertama kali dikembangkan di Afrika Selatan pada tahun 1970-an. Rusia sendiri telah mengalami kepahitan kehilangan beberapa jet tempur mereka di Angola karena berhadapan dengan pilot Afrika Selatan Selatan yang menggunakan helm ini. Sejak itu, Rusia mulai mengembangkannya dan baru pada lima tahun kemudian helm mount display bisa mereka ciptakan. Helm Rusia ini tebukti sangat efektif dan Angkatan Udara NATO takut ketika helm Rusia ini digunakan oleh pilot pesawat tempur Jerman Timur (Jerman Timur dan Barat bersatu pada tahun 1991) terhadap pilot F-16 Amerika. Israel adalah angkatan udara Barat yang pertama mengembangkan helm semacam ini dan hingga kini masih memimpin dalam teknologinya.

Dalam tiga dekade terakhir, helm ini akhirnya bisa menangani data yang lebih banyak dan lebih mudah untuk dipakai. Tapi meskipun begitu, helm masih terlalu berat. Itulah sebabnya munculnya JHMCS II menjadi sangat penting. Sehingga, enam tahun lalu Angkatan Udara AS memperkenalkan mesin latihan untuk memperkuat otot leher di gym angkatan udara yang sering dikunjungi oleh pilot-pilot pesawat tempur. Ini karena helm baru ini masih berbobot 2 kg, yang sekitar 50 persen lebih berat daripada helm biasa.

Mungkin kita pikir 2 kg itu memang tidak cukup berat, yang menjadi masalah adalah bagaimana jika sang pilot melakukan manuver atau gerakan-gerakan lainnya? Tarikan gravitasi akan menjadikan helm 2 kg itu seperti helm yang berbobot 17 kg. Oleh karena itu diperlukan otot leher yang kuat untuk menghadapi hal itu. Dalam dekade terakhir, kebanyakan pilot pesawat tempur harus menghabiskan banyak waktu untuk membangun kekuatan tubuh bagian atas di gym, agar mampu mengatasi kekuatan gravitasi. Jika tidak, pilot akan grogi, otot tegang atau bahkan pingsan dalam penerbangan.

http://www.f-16.net/attachments/2_hmds_131.jpg
http://www.aviationnews.eu/blog/wp-content/uploads/2010/03/ELEC_HMD_F-35_HMDS_Testing_lg.jpg
Helm HMDS untuk F-35 Lightning II

Sebelum helm mount display dan sistem terkait hadir, pilot harus terus menerus mengecek instrumen di kokpit dan menggunakan sistem penargetan tetap. Cenderung tidak memiliki kesempatan untuk melihat melalui kokpit dalam pertempuran udara yang biasanya hanya berlangsung hingga 10 detik saja. Latihan tempur (dan pertempuran yang sesungguhnya) antara pilot yang menggunakan helm ini dan yang tidak menggunakan helm jelas-jelas berbeda. Ini merupakan perkembangan revolusioner dalam pertempuran udara.

Dalam pertempuran udara, inovasi terkadang memang menjadi faktor penentu kemenangan dan, bagi mereka yang tidak berinovasi, merupakan suatu kerugian. Untuk memperoleh keunggulan semacam ini juga tidak hanya bergantung pada helm dan instrumen terkait, sang pilot juga harus menghabiskan ratusan jam latihan di udara dengan meggunakan helm ini. Inilah salah satu alasan mengapa China dan Rusia mengadopsi gaya pelatihan pilot Barat yang lebih mahal untuk melatih pilot mereka dalam beberapa dekade terakhir.

Minggu, 30 Juni 2013

Malaysia Beli 32 Unit Panser Anoa Buatan PT. Pindad Indonesia

http://image.tempointeraktif.com/?id=97583&width=620

PT Pindad (Persero) semakin sibuk menerima tawaran atau pesanan mobil tembur Panser Anoa, salah satunya dari Malaysia. Negeri Jiran ini berharap bisa segera memboyong 32 unit seharga miliaran rupiah itu.

Panser Anoa merupakan salah satu produk kendaraan berlapis baja unggulan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbasis di Bandung. Pindad sendiri merupakan perusahaan manufaktur yang menyediakan berbagai produk mesin seperti generator, senjata, kendaraan tempur, amunisi untuk militer.

Menurut Direktur Utama Pindad, Adik Avianto Soedarsono, proses kesepakatan order dengan Malaysia telah melewati tahapan mulai dari konsep, pengiriman delegasi Malaysia ke Indonesia, uji coba, sertifikasi hingga tahapan negosiasi.

"Jadi tinggal satu proses lagi, yaitu proses administrasi. Kami tinggal menunggu legal binding, dan kontrak penawaran tanpa syarat (unconditional letter of offer) dari pihak Malaysia," ungkap dia saat dihubungi, Jakarta, Minggu (30/6/2013).

Lebih jauh Adik menjelaskan, pihaknya tidak bisa memproduksi Panser Anoa pesanan Malaysia bila proses terakhir itu belum terlaksana. Pasalnya ini menyangkut prosedur atau perizinan dalam pembelian perlengkapan militer antar negara.

"Malaysia memang minta 32 unit Panser Anoa tersebut bisa dikirim tahun ini. Tapi kami tidak mau kalau proses administrasi belum dipenuhi, sebab produksi Panser paling cuma perlu waktu 2 bulan. Yang lama itu mendatangkan onderdil, pelek dengan waktu 8 bulan," papar dia.

Selain Malaysia, Adik bilang, Afghanistan pernah memesan Panser Anoa buatan Bandung. Dia mengaku, kebutuhan spesifikasi Panser masing-masing negara sangat beragam tergantung strategi penyerangan yang dianut.

"Kebutuhan setiap negara berbeda satu sama lain. Afghanistan misalnya, di dalam Panser yang mereka pesan, kami harus tambahkan dengan alat yang bisa memproduksi air minum. Adapula yang perlu radio tape dan lainnya," tandasnya.

Lantaran perbedaan kebutuhan itulah, dia menyebut, harga jual yang dibanderol untuk kendaraan tempur ini pun beragam. "Tapi kami tidak bisa disclose harganya karena berbeda-beda. Yang pasti harga Panser Anoa untuk kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saja sebesar Rp 8 miliar per unit," pungkas Adik.

Panser Anoa memiliki beberapa varian tipe. Contohnya saja Panser Anoa 6x6 diproduksi dengan sistem penggerak 6 roda simetris dan dirancang khusus untuk kebutuhan ALUTSISTA TNI Angkatan Darat khususnya satuan kavaleri.

Didesain dan diproduksi oleh anak bangsa, ukuran dan operasional Panser disesuaikan dengan bentuk tubuh TNI, doktrin dan taktik tempur TNI. Panser yang dilengkapi dengan mounting sejata 12,7 milimeter (mm) dan dapat berputar 360 derajat ini dapat mengangkut 10 personil dengan 3 kru, 1 driver, 1 commander dan 1 gunner.