Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Sabtu, 29 Juni 2013

Rusia Siap Bangun 100 Pangkalan Militer

http://www.an-najah.net/media/2013/04/kaukas.jpg

Sekitar 100 fasilitas infrastruktur pertahanan baru, termasuk lapangan udara, pangkalan pasukan dan pemeliharaan Angkatan Darat serta Angkatan Laut akan dibangun di Rusia untuk mengakomodasi sistem persenjataan baru, kata seorang pejabat militer.

Pada tahun 2016, Sekitar 316 kota garnisun akan dibangun, dan jumlah itu akan ditingkatkan menjadi 495 pada tahun 2020, kata Jenderal Valery Gerasimov, kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia.

Dia menambahkan bahwa lebih dari 3.000 fasilitas, termasuk barak, tempat parkir, kafetaria, dan lain-lain akan dibangun di lokasi tersebut. Semua fasilitas itu akan dioperasikan beberapa bulan sebelum senjata baru dan peralatan militer dikirimkan, katanya.

Instalasi-instalasi lain yang dijadwalkan termasuk lokasi-lokasi uji angkatan udara, darat dan laut serta pusat pelatihan lanjutan. Semua itu akan membantu secara signifikan peningkatan standar pelatihan personel dan membuat Angkatan Bersenjata lebih efisien, kata Gerasimov.

Pada awal Mei, Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengatakan pangsa persenjataan baru dalam pelayanan pada angkatan bersenjata Rusia harus sampai 75 persen pada tahun 2020. Para pejabat Rusia sebelumnya dikutip mengatakan tujuan peremajaan persenjataan 30 persen pada tahun 2015 dan 70 persen pada tahun 2020. Pemerintah Rusia telah mengalokasikan 22 triliun rubel (730 miliar dolar AS) untuk program peremajaan persenjataan angkatan bersenjata sampai tahun 2020.

Militer AS Bangun Jaringan 4G Khusus

http://statik.tempo.co/data/2013/04/04/id_175650/175650_620.jpg

Militer Amerika Serikat sedang menyelesaikan pembangunan jaringan nirkabel 4G khusus dan juga mengenai pedomannya. Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Martin Dempsey mencontohkan, pemanfaatan teknologi digunakan bagi pilot pesawat tempur jika harus mengambil keputusan apakah akan menembakkan senjata ke arah musuhnya atau tidak.

“Kami sedang memperbarui peraturan kami untuk pertama kalinya, sejak tujuh tahun lalu,” ujar Dempsey. Dia mengatakan, dibangunnya teknologi ini juga untuk mengontrol adanya potensi serangan melalui dunia cyber.

“Banyak tugas yang harus kami lakukan, namun langkah penting ini sangat signifikan untuk memperkuat pertahanan negara melalui kecepatan jaringan,” ucapnya melalui pidato yang disampaikan di Brookings Institute, di Washington D.C.

Pejabat dengan pangkat tertinggi di militer AS ini menyatakan penguatan pertahanan merupakan bagian dari perlindungan keamanan yang dilaksanakan oleh Departemen Pertahanan AS. Dia menyebutkan serangan melalui dunia maya meningkat 17 kali lipat sejak 2011. Namun dia tidak mencontohkan kejahatan apa saja yang sudah menyerang Departemen Pertahanan.

Dempsey mengatakan, investasi yang dihabiskan bagi perlindungan terhadap kejahatan cyber ini senilai U$D 23 miliar selama empat tahun. Menurut dia, Departemen Pertahanan akan melakukan konsolidasi terhadap 15 ribu jaringan berbasis cloud.

Ia menyebutkan, pemerintah AS juga sudah mengadakan kerja sama dengan penyedia jaringan 4G yang dianggap aman, seperti perangkat iPad, iPhone, dan Android. “Perangkat yang kami kembangkan akan membuat Batman dan James Bond iri,” kata Dempsey berseloroh.

Awal tahun ini, Departemen Pertahanan AS merestui penggunaan perangkat berbasis iOS, Samsung Galaxy S yang dijalankan melalui pengoperasian Knox, dan BlackBerry 10 untuk mendukung kegiatannya.

Indonesia Kembangkan Teknologi Laser dan Optoelektronik Berdaya Tinggi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcD1SH6sjKQqkJ10SXMSWKy2W90iu4KUSrrvhMZkI7utZu4zsG2Qoeye-0e-zYGYDI0tS0BpWjrF98NExIILo69KYEPT104yui1HeiTzQlyx7tEK7pjbWurpM4da6D9lDHl5H8N8hiKIU/s1600/laser.jpg

Sekelompok Dosen, mahasiswa, teknisi dan sejumlah pengusaha dari beberapa negara Asia tengah asyik berdiskusi di Serpong. Mereka tengah membahas teknologi tinggi yang
selama ini identik dengan negara maju: teknologi laser dan optoelektronik.

Sejauh mana perkembangan di Indonesia Implementasi teknologi ini, menurut Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Anung Kusnowo akan memiliki banyak manfaat bagi Indonesia. Namun untuk tahap awal, lebih ditekankan di sektor telekomunikasi.

Teknologi ini juga dapat dipakai dalam spectroscopy terapan, sebuah teknologi untuk mengukur kandungan material sampai skala terkecil. "Investasi untuk teknologi tersebut sangat mahal. Namun kemampuan sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan negara maju," ujar Anung.

Karena itu, untuk meningkatkan daya saing dengan negara maju, Puslitbang Fisika Terapan (P3FT)-LIPI bekerjasama dengan Kantor Menteri Negara Riset dan Telekomunikasi merasa perlu menggelar workshop regional tentang teknologi laser dan optoelektronik di Jakarta yang akan berakhir 6 Juli 2001. UNESCO juga berada dibalik penyelenggaraan acara ini.

Para peneli, dosen, mahasiswa dan kalangan pengusaha yang berasal dari Swiss, Australia, Jepang, Malaysia dan Filipina, Brunie Darussalam, Vietnam, Kamboja, Kuwait, dan Indonesia terlibat dalam workshop. Sejumlah prinsip dasar dan aplikasi teknologi laser dan optoelektronik diperkenalkan dalam bentuk kuliah, pengujian laboratorium, forum diskusi dan kunjungan langsung ke sektor industri.

Perkembangan di Indonesia

Kehadiran teknologi laser dan optoelektronik di Indonesia sudah cukup lama. Pada tahun 1977, Indonesia telah memiliki Program Pascasarjana Optoelektronik dan Aplikasi Laser di Universitas Indonesia. Ada empat program studi yang ditawarkan, meliputi Komunikasi Serat Optik, Spectroscopy Terapan, Instrumentasi dan Photonic, Pemetaan Citra dan Penginderaan Jarak Jauh.

Khusus di bidang Spectroscopy, Indonesia telah mampu menghasilkan sinar laser nitrogen berdaya tinggi. Dan mendapat penghargaan utama dalam pertemuan ASEAN Science and Technology kedua di Filipina tahun 1989. Dari laboratorium yang sama juga dihasilkan sinar laser karbon dioksida yang pertama di Indonesia.

Bank Dunia menjadi penyandang dana penelitian Spectroscopy di laboratorium tersebut. Dan sejak tahun 1986, penelitian dan pengembangan dilakukan bersama Universitas Fukui, Jepang, LIPI pernah terlibat kerjasama dengan NEDO, Jepang untuk melakukan aplikasi Light Detection and Ranging (LIDAR). Sistem laser ini dipakai untuk mengukur tingkat aerosol dan polutan di beberapa kota di Indonesia.

Perusahaan swasta di Indonesia pun sudah mengambil peranan dalam penguasaan teknologi ini. PT. Pura Nusapersada, misalnya, mampu menghasilkan produk-produk hologram komersial dan meterai. Sedangkan Jakarta Skin Centre dan Jakarta Eye Centre sudah menggunakan teknologi laser dalam perawatan medis. Sedangkan di sektor telekomunikasi, jaringan serat optik juga telah digunakan oleh PT.Telkom. Jaringan ini berguna untuk menunjang jaringan kabel tembaga yang terlebih dahulu ada. Bahkan PT. Indosat sudah menerapkannya untuk penyediaaan jalur komunikasi berbasis kabel laut. Contohnya, untuk antar pulau (Surabaya-Banjarmasin) dan antar negara (Jakarta-Singapura).

Hanya untuk penelitian Teknologi ini, awalnya, hanya diperbolehkan untuk penelitian. Dan jenis sinar laser yang dipakai adalah carbon dioksida, argon dan nitrogen oksida. Untuk kedua jenis terakhir lebih banyak dipakai untuk spectroscopy terapan. Namun dengan kandungan sumber daya alam yang cukup besar, spectroscopy terapan menjadi penting. Karena teknologi ini mampu menguraikan komposisi setiap material yang terdapat diperut bumi maupun yang ada di darat. Baik itu berupa tanah, mineral, air dan gas. Penembakan sinar laser dengan panjang gelombang tertentu membuat setiap material dapat diketahui struktur atom dan massa molekulnya. Pada akhirnya, setiap material dapat diketahui kegunaannya.

Contoh, Indonesia memiliki cadangan logam tanah jarang (rare earth) di pulau Bangka. Material ini merupakan limbah dari eksplorasi PT Timah. Meski secara kuantitas sedikit, tapi manfaatnya besar. Dengan bantuan teknologi spectoscopy ternyata material ini dapat dipakai untuk pembuatan semikonduktor dan serat optik. Ini hanya contoh kecil.

Diyakini masih banyak lagi kandungan material di bumi ini yang sebenarnya berguna untuk sektor industri. Namun Direktur LIPI Achiar Oemry, mengatakan proteksi negara maju terhadap teknologi ini sangat ketat. Walaupun negara berkembang memiliki dana besar untuk membelinya, namun teknologi ini tidak otomatis diberikan oleh negara-negara maju.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQLRW6mJoS8m5vhbE0eO0lSp0Fgh5Z9UsGN_vRNud-C7kiUD0A8psnBVGzYYfPPNgvbjkd25ylYtbHqumMZTUHOFyRAf0_gJU30l4GpXUhiFfETXl3eSC-aK2zzvv_5QRcPYkpBaQSuCc/s1600/8-phaser-laser-gun.jpg

pengembangannya dikuatirkan diarahkan ke sektor militer," ujar Achiar. "Selain itu, biaya untuk melakukan riset dan pengembangan juga mahal. Karena itu, kita harus berkolaborasi dengan negara-negara Asia lainnya," lanjut Achiar.

Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan bisa dihemat. Dengan adanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara maju kepada negara-negara Asia, khususnya ASEAN, kemajuan industri diharap bisa dipercepat. Adanya rangsangan dari perkembangan teknologi laser dan optoelektronik, diharapkan menggiatkan industri kecil dan menengah.

Robot Penembak Otomatis Karya Mahasiswa Unikom

http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/10/robot-penembak-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg


Muhammad Yazid Alqahar, mahasiswa Tekhnik Informarika Unikom, tengah merakit ulang robot penembak otomatis DU 116 SGR-V12 rancangannya di lab Divisi Robotika Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Jawa Barat,).

Robot penembak otomatis ini meraih medali emas dalam ajang Indonesia ICT Award (Inaicta) 2012 dan Robogames Amerika tahun ini. Senjata ini mampu menembak 20 target bergerak dalam waktu 10 detik.

Selain itu, Kelebihan robot senjata karyanya ini bisa mendeteksi target secara otomatis. Robot juga secara otomatis mengarahkan sasarannya dan bisa berputar 140 derajat.

Bahkan robot senjata ini bisa mendeteksi target yang bergerak. Karena itu, robot senjata ini bisa dimanfaatkan sebagai senjata antirudal. Robot ini bisa mendeteksi rudal dan menembaknya lebih dulu sebelum rudal mengenai sasaran.

Kernet Mobil Telah Berhasil Ditemukan Dalam Konflik Yang Menewaskan 1 TNI Distrik Jigonekme

https://sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash3/p480x480/1004415_565767046800118_1758008553_n.jpg



Jenazah Ilham, korban penembakan kelompok bersenjata tidak dikenal, diterbangkan dari Bandara Sentani, Jayapura dengan pesawat Lion Air ke Makassar, Jumat (28/6/2013) siang. Selanjutnya jenazah Ilham dikirim untuk dimakamkan di daerah asalnya di Desa Tana Moni, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Sebelumnya Ilham, yang berprofesi sebagai kernet mobil sempat dikabarkan menghilang pasca-penyerangan kelompok bersenjata. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Kombes I Gede Sumerta Jaya mengatakan, Ilham (19) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka tembak 200 meter dari lokasi kejadian, Kamis (27/6/2013) kemarin pukul 12.00 WIT.

Sainuddin, kakak almarhum yang ikut mengantar jenazah dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, mengaku pihaknya sudah mengambil jasad adiknya di Puskesmas Ilu, Kamis kemarin. Ia mengaku sempat menumpang mobil yang disewa pasukan Satuan Tugas (Satgas) Bantu Pos Maleo Ilu, namun turun sebelum ke lokasi kejadian karena ada keperluan.

Pada Kamis kemarin, jenazah almarhum Letda Inf I Wayan Sukarta, anggota Batalyon-32, Grup-3 Kopassus sudah dikirim ke Jakarta. Di hari yang sama, jenazah Hartono Hasanuddin, sopir mobil yang terbunuh dalam insiden penghadangan tersebut, juga sudah dipulangkan ke Makassar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIT rombongan pasukan Satuan Tugas (Satgas) Bantu Pos Maleo Distrik Ilu, dihadang dan ditembaki sekelompok orang bersenjata di sekitar kebun anggur di Kampung Jigonikme, Distrik Ilu, Selasa (25/6/2013) lalu.

Dalam insiden kontak tembak dengan kelompok bersenjata tidak dikenal, Letda Inf I Wayan gugur tertembak bersama Hartono Hasanuddin, sopir mobil yang mengangkut rombongan patroli.

Dua orang anggota lainnya, Pratu Suprioto dan Prada Andi berhasil meloloskan diri, namun saat kembali lagi bersama bantuan ke lokasi penyerangan, pelaku penyerangan sudah meninggalkan lokasi setelah sebelumnya merebut senjata dan membakar mobil.

Beberapa hari kemudian, kabar muncul ada seseorang yang belum diketahui identitasnya menghilang saat penyerangan terhadap anggota Batalyon 753 di Jigonikme, Distrik Ilu, Papua. Dia merupakan kernet dari sopir yang mengantar anggota TNI tersebut. Belakangan diketahui kernet dimaksud bernama Ilham dan ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Jumat, 28 Juni 2013

TNI Sediakan Dua Pulau Untuk Latihan Perang

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/pulau-sengketa-_120830161359-122.jpg

PULAU Babi dan Pulau Selaut di Simeulue akan dijadikan lokasi latihan perang gabungan Tentara Nasional Indonesia. Hal tersebut disampaikan Bupati Simeulue Riswan NS. Kedua pulau tersebut, kata dia, berada di kawasan perairan laut Kecamatan Teupah Selatan dan Kecamatan Alafan yang dinilai cocok dan jauh dari pemukiman penduduk. "Seperti harapan kita, dengan adanya latihan perang gabungan TNI mempunyai efek ke depan supaya tidak ada pihak luar yang coba-coba mengganggu perairan Simeulue, khususnya perairan Indonesia," katanya.

Wacana tersebut mencuat dan mendapat restu dari Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurla Koarmabar) Laksamana Pertama TNI Amarullah Oktavian. Sebelumnya diberitakan, pasukan Tentara Nasional Indonesia atau TNI diminta menggelar latihan perang gabungan di wilayah kepulauan Simeulue. Latihan gabungan tersebut terdiri dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut.

Demikian disampaikan Bupati Simeulue Riswan NS saat menerima kunjungan Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Pertama TNI Amarullah Oktavian pada Kamis, 27 Juni 2013. "Kita harapkan TNI dapat melakukan latihan perang gabungan di wilayah Simeulue supaya ada peringatan bagi negara lain yang mencoba (melakukan) infiltrasi atau penyusupan," ujarnya

Situs Resmi Pertahanan TNI-AD Dibajak

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos3/Azka/Mujahidin-kuasai-TNI-AD.jpg&h=235&w=355&zc=1

Markas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di dunia maya dikuasai “mujahidin.” Website resmi TNI AD  (www.tniad.mil.id) itu dihack oleh aktivis yang menamakan diri Mujahidin Indonesia Timur (MIT) untuk mendeklarasikan Divisi Media Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Dalam pantauan voa-islam.com, Situs yang dikelola oleh Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) ini tidak menampilkan informasi kegiatan militer TNI AD, sejak empat jam sebelum berita ini dirilis. Header situs TNI AD menampilkan keterangan “hacked By Divisi Media Mujahidin Indonesia Timur || MIT PRESS.”

Dalam deklarasi bertajuk “Statement dibentuknya Devisi Media Mujahidin Indonesia Timur” tersebut, MIT menyerukan umat Islam untuk menyadari adanya peperangan global yang sedang terjadi antara Islam dan kelompok kafirin. Umat Islam,  jelas MIT, adalah umat beriman yang menjalankan Syariat Allah SWT, sedangkan kelompok musuh adalah kaum batil yang ingin memberangus Islam berkedok ‘perang melawan terorisme.’

“Ummat Islam dalam menjalankan Syari’at Robbul ‘Alamin melawan Kebathilan yang berusaha memberangus dan melenyapkan Ajaran Islam beserta Para Pemeluknya yang dikomandani oleh Amerika laknatullah ‘alaihim dengan menggunakan istilah “Perang melawan Terror” yang kemudian didukung oleh sekutu-sekutunya dari Negeri-negeri Kafir serta juga diamini oleh para penguasa-penguasa Negeri Kaum Muslimin yang berkhianat terhadap rakyatnya,” tulis MIT.

Sampai berita ini diturunkan sudah lima jam situs TNI AD dihack, tapi belum ada penjelasan resmi. Selengkapnya, press releas MIT tertanggal Senin, 3 Juni 2013 (24 Rajab 1434 H) itu sebagai berikut:

“Segala Puji bagi Allah Ta’ala Rabb semesta Alam, Yang telah memancangkan langit tanpa tiang dan mendudukkan Bumi tanpa Gantungan, yang kesemuanya dan apa-apa yang ada diantara keduanya, semuanya bertasbih dan bersujud hanya kepada-Nya semata.

Shalawat dan Salam semoga akan senantiyasa terlimpah terhadap Junjungan kita, Penghulunya Para Nabi, Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga, para Sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti jejak langkah beliau hingga Yaumil Hisab kelak. Amma Ba’du.

Sesungguhnya di hadapan mata kita, telah terpampang sebuah Peperangan yang mengglobal antara Kebenaran yang diperankan oleh Ummat Islam dalam menjalankan Syari’at Robbul ‘Alamin melawan Kebathilan yang berusaha memberangus dan melenyapkan Ajaran Islam beserta Para Pemeluknya yang dikomandani oleh Amerika laknatullah ‘alaihim dengan menggunakan istilah “Perang melawan Terror” yang kemudian didukung oleh sekutu-sekutunya dari Negeri-negeri Kafir serta juga diamini oleh para penguasa-penguasa Negeri Kaum Muslimin yang berkhianat terhadap rakyatnya sendiri demi meraih Simpatik dan Pujian dari Negeri-negeri Kafir tersebut yang selanjutnya untuk bisa lebih memuaskan nafsu perut dan syahwat keduniaannya sendiri, walaupun itu semua harus mengorbankan Rakyat Negerinya sendiri.

Dalam posisi itulah Kaum Muslimin Dunia hari ini dikelilingi oleh para Penguasa Durjana nan Jahat bak laksana Bani Israel yang dijajah, ditindas dan dirampoki oleh Penguasa Jalut di era Modern. Tidak ada kata lain dan tiada pula cara lain dalam menghadapi Penguasa Jalut ini kecuali Bangkit, Angkat Senjata dan Melawan. Karena sesungguhnya Allah telah menurunkan kepada kita Besi, yang di dalamnya mengandung Kekuatan yang Dahsyat serta Manfaat bagi Manusia yang supaya digunakan oleh orang-orang yang Beriman untuk menolong Allah dan Rasul-Nya.

Secercah Perlawanan itu kini muncul di Nusantara ini, tepatnya dari Pulau Sulawesi, Pulau yang terkenal dengan kepahlawanan Mujahid Kahar Mudzakkar yang selama 15 tahun dengan idzin Allah eksis dalam memberikan Perlawanan yang sengit terhadap Penguasa Penkhianat Negeri ini. Dari bibit-bibit kepahlawanan Ummat Islam terdahulu inilah, muncul sekelompok Pemuda yang mengikrarkn diri menempuh Jalan Gerilya dalam menghadapi Keganasan dan Kebiadaban Jalut di Era Modern ini, dan mereka pun menamakan dirinya dengan “Mujahidin Indonesia Timur”.

Dalam menjalani Sunnah Kauniyah Gerilya ini, Mujahidin Indonesia Timur membentuk Devisi Media yang akan menyuarakan Publikasi dan Seruan dari balik Pegunungan Poso dan sekitarnya, serta dalam berinteraksi terhadap Ummat Islam seluruhnya, baik yang ada di Nusantara ini maupun yang ada di seluruh Penjuru Dunia. Dalam menjalankan aktifitas publikasinya, Devisi Media Mujahidin Indonesia Timur menunjuk Forum Islam Al-Busyro sebagai satu-satunya Sumber Publikasi yang Resmi.

Akhir kata, kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla untuk senantiyasa memberikan Kesabaran dan Keistiqomahan kepada kami dalam memberikan Pembelaan terhadap Ummat Islam ini dan diberikan Pertolongan dan Kemenangan dari sisi-Nya.

Dan Kemuliaan itu milik Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang yang Beriman, akan tetapi orang-orang Munafik tidak mengetahuinya. Dan Allah itu Maha Menang atas segala urusan-Nya, akan tetapi kebanyakan Manusia tidak mengetahuinya.

Kamis, 27 Juni 2013

3 Senjata Konvensional Yang Mematikan

http://cureacnesafely.com/wp-content/uploads/2013/02/danger.jpg

Ini Bukan senjata Terbaru, Tapi ini adalah senjata yang oleh kaum militer di anggap sebagai senjata Konvensional namun tidak di ragukan lagi ke ampuhannya dalam memusnahkan manusia dan telah di uji coba di dunia nyata. seperti perang Irak, Afganistan, Timor-Timur dan di gunakan oleh Israel dalam Pembantaian massal di Palestina.

senjata-senjata seperti bom cluster, Bom fosfor, napalm, peluru DU (Depleted Uranium), ranjau darat sangat populer untuk digunakan di dalam pertempuran karena selain harganya terjangkau bahkan untuk militer negara miskin sekalipun, senjata ini juga memiliki efek merusak yang cukup hebat, akan tetapi dalam perkembangannya senjata-senjata ini justru menjadi bom waktu karena justru efeknya sangat terasa pada masa-masa pasca perang.

beberapa senjata seperti bom cluster dan ranjau darat memang telah dilarang oleh PBB untuk diproduksi dan digunakan dalam peperangan, namun kepentingan bisnis negara-negara produsen seperti AS, Israel, Perancis, RRC, Russia dan sebagainya telah menutup mata hati para politikus dan ahli militer di banyak negara untuk tetap menggunakan dan memproduksi senjata-senjata tersebut.

Berikut senjata-senjata kontroversial :

1. DU (Depleted Uranium)
http://static.ddmcdn.com/gif/green-glossary-depleted-uranium0-1.jpg

http://www.mindfully.org/Nucs/2005/Depleted-Uranium-Ethics9may05p12.jpg

Peluru Depleted Uranium adalah jenis peluru yang dikembangkan dari limbah Uranium hasil pelucutan bom nuklir. secara harafiah depleted uranium berarti uranium yang dilemahkan radiasinya. Peluru ini sangat handal dan menjadi standar senjata meriam gatling GAU-8 Avenger yang dibawa pesawat A-10 serta canon bushmaster pada APC Bradley.

http://www.gulflink.osd.mil/du_ii/images/fig01.gif

DU juga digunakan untuk membuat inti peluru anti material pada tank Abrams. efektifitas senjata ini adalah mampu menembus bahan baja tank setebal apapun dan ini terbukti pada perang Iraq dimana ratusan tank Iraq menjadi korban senjata ini. yang menjadikan senjata ini kontroversial adalah kandungan uranium yang ternyata menurut penelitian masih memancarkan radiasi dalam tingkatan yang membahayakan manusia.

http://feww.files.wordpress.com/2012/10/du-babies.jpg
Para Korban Depleted Uranium AS, di Irak 2003

Ini tebukti pada kasus di Bosnia saat beberapa tentara Itali menderita leukemia beberapa hari setelah menggunakan peluru tersebut. di Iraq, tank-tank yang hancur terkena peluru ini ternyata memancarkan radiasi yang membuat tank-tank rongsokan tersebut tidak aman untuk didekati.

2. CLUSTER BOMB
 http://blog.cleveland.com/world_impact/2008/12/large_20081203_Cluster_bombs.jpg

Bom Cluster atau bom tandan atau bom curah adalah bom yang memiliki mekanisme unik dimana setelah diluncurkan dari pesawat tempur atau bomber, bom akan pecah menjadi ratusan bom kecil berupa kaleng. Pada awalnya bom ini diciptakan untuk menghancurkan landasan pacu pangkalan udara, konvoi kendaraan lapis baja atau untuk membubarkan konsentrasi pasukan darat.
 
http://static.tvtropes.org/pmwiki/pub/images/cluster-bombs.jpg 
 http://im.rediff.com/news/2010/jul/31slide3.jpg 
 http://www.veteranstoday.com/wp-content/uploads/2012/07/cluster-bomb.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil_KQbCT2P7WC2X45b1X9HEqxJWpqhmIYsu38ozmMiiEHeUOpmfa0HrQSPhtcmIMB1givPKWUiWcM6Jc-TdxJZzJftgftQc537KZ9L31A8s65F9vijKBlocN6Lolxo8ckm-GM5X9OmdVk/s320/White-Phosphorus-001.jpg

Senjata ini diproduksi banyak negara, dengan berbagai nama seperti :
  1. CBU/Cluster Bomb Units (Amerika Serikat)
  2. Belouga (Perancis)
  3. Excalibur (Amerika Serikat)

Secara efektif bom ini digunakan dalam perang Iraq, Afganistan dan perang arab-israel.

3. NAPALM BOMB
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/16/Napalm_bombs_at_Bien_Hoa_AB_Vietnam_1962.jpg

Banyak negara protes saat Indonesia menggunakan bom Napalm dalam operasi Seroja yang ditujukan untuk para pemberontak di Timor-Timur tahun 70-an, Tapi dalam sekala yang lebih besar AS menggunakan bom ini dalam konflik di Vietnam serta Israel dalam perang Yom Kippur, namun tidak banyak negara yang protes.

 http://noclipmode.com/wp-content/uploads/2010/09/napalm-bombing.jpg
 http://www.globalsecurity.org/military/systems/munitions/images/napalm-DM-SD-04-00733.jpg

Secara teknis Napalm adalah bom bakar yang berisi zat kimia berbentuk pasta tertentu yang akan terbakar begitu bom pecah di darat. pasta yang cair akan menyebarkan nyala api ke berbagai arah dan bom ini sangat efektif untuk menghancurkan pasukan darat yang bersembunyi di parit-parit atau hutan.

Alasan Korsel Batasi Indonesia Pelajari Kapal Selam

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/05/chanbogo-korea-sub.jpg

Kementerian Pertahanan membantah jika pemerintah Korea Selatan setengah hati memberikan transfer of technologi pembuatan kapal selam kepada Indonesia. Korea Selatan punya alasan kuat menolak perwakilan dari PT. PAL ikut mengerjakan kapal selam pesanan Indonesia.

"Menurut mereka pembangunan kapal selam punya resiko sangat tinggi," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, saat ditemui di kantor Kementerian Riset dan Teknologi.

Korea Selatan menyebut kapal selam merupakan produk alat utama sistem persenjataan dengan standar kualitas tinggi. Berbeda dengan kapal perang biasa, kapal selam diwajibkan punya kemampuan menyelam hingga 350 meter dari permukaan laut sehingga tak boleh ada sedikit pun kesalahan. Jika tidak, nyawa dan reputasi produsen kapal selam jadi taruhan.

"Rusia yang ahli kapal selam saja pernah gagal, apa lagi orang yang belum punya keahlian, resikonya sangat tinggi, rawan kecelakaan," terang Rachmad.

Selain itu, faktor keselamatan pekerja Indonesia juga menjadi alasan Korea Selatan. Sebab produksi kapal selam menggunakan peralatan yang beresiko keselamatan besar, terlebih untuk orang yang belum punya kemampuan. Alasan lain, Korea Selatan takut target produksi mereka molor karena harus memberi pelajaran kepada Indonesia. "Sementara kalau produksinya telat, kan mereka kena denda."

Meski begitu, saat ini pemerintah sedang melobi Korea Selatan untuk memaksimalkan proses alih teknologi. Minimal, jika perwakilan PT PAL benar-benar cuma diberi kesempatan belajar dengan melihat (learning by seeing), Korea Selatan mau memperlihatkan secara detil. "Jadi diharapkan kapal selam ketiga kita bisa buat sendiri di Indonesia, tentu atas bimbingan langsung Korea Selatan," kata Rachmad.

Indonesia memesan tiga unit Kapal selam kelas Changbogo dari Korea Selatan, dengan harga sekitar 350 juta Dollar Amerika Serikat per unit. Dalam perjanjian pembelian, Korea Selatan menawarkan alih teknologi kepada Indonesia. Sesuai rencana dua kapal selam akan diproduksi di galangan Daewoo Shipbuilding Marine Engineering co Ltd. Kapal selam ketiga akan dikerjakan oleh ahli Indonesia di galangan PT PAL.

Sebelumnya, Ketua Pusat Kerja Sama dan Promosi IPTEKS Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, mengingatkan Kementerian Pertahanan menekankan lebih serius mengenai kesepakatan transfer of teknologi dalam pengadaan kapal selam dari Korea Selatan. Indonesia sebagai pemilik uang berhak mendapatkan manfaat lebih dari kerja sama ini. “Pemerintah harus bernyali karena masih lebih besar uang kita dan kepentingan nasional harus dibela,” kata Saut saat dihubungi, Rabu 26 Juni 2013.

Saut menilai realisasi penguatan alat utama sistem pertahanan lebih menguntungkan kepentingan asing dan berpotensi menjadikan alutsista Indonesia dikendalikan para korporasi asing. Dalam jangka panjang dampaknya akan sangat berbahaya bila bergantung pada negara lain.

Menurut Saut, kerja sama pembelian kapal selam dengan Korea Selatan berpotensi sangat merugikan Indonesia. Itu, kata dia, tampak dari detail teknis yang tidak adanya komponen kapal selam yang dibuat di Indonesia dan minimnya keterlibatan tenaga ahli Indonesia dan hanya boleh melihat (learning by seeing).

Analis : Tahun 2021 Anggaran Militer Asia Pasifik Lampaui Amerika Utara

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOXIZoqE9ZH6DQsbBseEYct_z4T8WJlDOe40RvXX2Y647cH04yiua0B_ddlDc6aroDvr5TL5bsyDpOEDDiDfcTffcbjMjBcFNM06UuehMX2aQ7HiBK3QUxxaiTsZg2fkhyphenhyphen9-OpcR-BuS8/s1600/mar6.jpg

Anggaran pertahanan di kawasan Asia Pasifik akan mengambil alih posisi Amerika Serikat dan Kanada pada 2021, menurut sebuah studi oleh analis terkemuka IHS Jane yang dipublikasikan pada Selasa. Belanja senjata di China dan negara-negara Asia Pasifik lainnya diperkirakan akan naik 35 persen di atas tingkat 2013 menjadi 501 miliar dolar AS (383 miliar euro) pada 2021, melampaui Amerika Utara, sebuah studi "Neraca Perdagangan" menyimpulkan.

Secara keseluruhan, perdagangan global senjata -- terdiri dari impor dan ekspor senjata -- meningkat 30 persen antara 2008 dan 2012, dari 56,5 miliar dolar AS menjadi 73,5 miliar dolar AS. "Pada tingkat ini, perdagangan pertahanan antara negara-negara akan menjadi lebih dari dua kali lipat pada 2020," kata studi tersebut.

Amerika Serikat tetap menjadi eksportir senjata terbesar di dunia pada 2012 dengan nilai 28,5 miliar dolar AS, naik dari 20,1 miliar dolar AS empat tahun sebelumnya. Sementara India adalah importir senjata terbesar di dunia pada 2012, menunjukkan lompatan besar 70 persen sejak 2008, dari 3,1 miliar dolar AS menjadi 5,3 miliar dolar AS.