Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Minggu, 23 Juni 2013

Pameran Teknologi Pertahanan Keamanan Buatan Indonesia

http://images.detik.com/content/2013/06/21/1036/120105_tricopter.jpg
UAV-LCU 02 LAPAN

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menggelar pameran menyambut Hari Kebangkitan Tekonologi Nasional (Harteknas) ke-18 pada Senin tanggal 24 Juni 2013. Pameran itu akan menampilkan produk hasil riset bidang kedirgantaraan dan teknologi pertahanan keamanan asli karya putra-putri Indonesia.

Contohnya, Teknologi pesawat tanpa awak dengan konsep flying car. Ada juga tipe pesawat tanpa awak dengan bahan bakar listrik lainnya yang akan ditampilkan, seperti jenis hexarotor dan tricopter. Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Ristek Dadit Herdikiagung menuturkan selain pesawat tanpa awak tersebut, juga ditampilkan berbagai produk unggulan dari perusahaan pelat merah, lembaga riset, masyarakat dan perguruan tinggi.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/08/31/169258_model-satelit-a2-buatan-lapan_663_382.jpg
Satelit A2 LAPAN

"Dibanding tahun lalu, tema lain, ikonnya beda. Tahun lalu mobil listrik. Tahun ini roket, UAV (unmanned air vehicle/pesawat nir awak) dan satelit. Setiap tahun ikon yang kita angkat beda," ucap Dadit kepada wartawan di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jln MH Thamrin Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Untuk produk unggulan lainnya yang akan ditampilkan antara lain dari BPPT, seperti Pesawat Nir Awak (PUNA) tiga varian yaitu Wulung, Alap-Alap dan Sriti. Sedangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) siap memajang pesawat tanpa awak (UAV) LCU 02, Roket R-HAN 122 dan Satelit LAPAN A2. Untuk kedirgantaraan, PT Dirgantara Indonesia (Persero) siap menampilkan contoh pesawat N219, NC212, CN235 dan CN295.

"Nanti ada Kemenhan, lumayan banyak kerjasama dengan Pindad dan LEN, ada rantis Komodo, sniper rifle, ada combat management system, ada juga hexacopter, terus ada UAV sebagai model," kata Dadit. Didit menjelaskan, awalnya akan ada uji terbang pesawat tanpa awak tipe hexarotor dan flying car di Monas Jakarta. Namun akhirnya dipindahkan ke halaman BPPT karena tidak memperoleh izin terbang di area Monas. Uji terbang pesawat tanpa awak berbahan penggerak listrik itu, hanya dilakukan di halaman BPPT.

"Masih susah dapat izin. Itu harus memenuhi persyaratan tertentu. terbang pada kondisi ramai ada rosedurnya," sebutnya. Pameran Harteknas akan digelar di halaman kantor BPPT Jln MH Thamrin Jakarta pada Senin tanggal 24 juni 2013. Dimulai dari pukul 09.30wib-12.00wib. Acara ini, akan dibuka oleh Menristek Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Seluruh Dunia Dipantau Ketat Mata-mata Amerika "FBI" Termasuk Indonesia

http://cdn.slashgear.com/wp-content/uploads/2013/06/edward-snowden-580x326.jpg
Edward Snowden

Pemerintah Amerika Serikat, seperti di kutip berita harian Inggris, The Guardian dan Washington Post, mempunyai hak akses masuk ke dalam server utama berbagai perusahaan internet terbesar termasuk Microsoft, Apple, Google, Yahoo, Facebook. Sehingga, semua akses berkenaan dengan isi konten, email, live chat, audio, video akan selalu terawasi badan intelijen negara setiap saat.

Namun, Google maupun Facebook sempat menyanggahnya bahwa mereka hanya memberikan sebagian data penting pengguna.

Dengan adanya pengawasan ketat badan intelejen AS ini otomatis negara manapun di dunia termasuk Indonesia kena aksi "mata-mata" Amerika. Secara nyatanya kini perusahaan internet terbesar masih didominasi AS, artinya setiap kegiatan komunikasi internet pemerintah asing bisa terpantau langsung oleh badan intelijen FBI dan NSA.

Uni Eropa bereaksi keras terhadap program pengintaian data telepon dan internet yang dilakukan Amerika Serikat, ke berbagai negara. Sebetulnya data apa saja yang dimonitor pemerintahan Obama, negara mana saja yang dimata-matai, dan apakah Indonesia termasuk di dalamnya?


Edward Snowden pembocor rahasia intelijen AS

Kasus pembongkaran aksi mata-mata intelijen negara pertama kali dilakukan oleh Edward Snowden, seorang ahli progamming komputer yg tak pernah tamat SMA, berita ini tersebar pada awal Juni 2013. Dialah pahlawan utama dibalik pembocoran dokumen NSA ke sebuah harian Inggris, The Guardian.

Berkat keahlian programmingnya ia dipercaya memegang berbagai posisi jabatan penting di badan intelijen pemerintah, termasuk menjabat sebagai tim ahli teknologi informasi di CIA. Terakhir kalinya sebelum kasus pembocoran terjadi ia menjabat sebagai tim analisis programming di Booz Allen Hamilton, yaitu perusahaan swasta aliansi pemerintah untuk menangani sistem program "mata-mata" AS.

Ia bersama teamnya mengontrol semua akses jaringan masuk internet duniIa, khususnya yg berasal dari luar negeri, terutama China & Iran. Kasus pembocoran rahasia intelijen oleh Edward Snowden ini lebih dashyat daripada kasus pembocoran dokumen penting perang Vietnam & Iraq.

Perlu kiranya ke depan, menurut saya, Pemerintah Indonesia membuat sendiri server mesin pencari semacam Google plus sistem operasi software buatan lokal ala Microsoft. Seperti mesin pencari pelopor pertama di Asia, Baidu, diprakarsai pemerintah Cina sendiri. Bila tidak cepat tanggap, saya yakin semua data informasi rahasia negara bocor ditangan Amerika.

Solusi sementara supaya terhindar aksi "mata-mata" intelijen AS Cs adalah hindari penggunaan media sosial, email, youtube, skype. Pokoe semua berbau produk US. Oya, DNS mungkin perlu di rubah haluan ke VPN non-US.

Latma Elang Thainesia XVI Akan Dimulai

http://sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/q77/s720x720/1141_10200939849011935_796796019_n.jpg

Rombongan Latihan Bersama antara TNI AU dengan Royal Thailand Ariforce mulai ditandai dengan datangnya rombongan tamu negara dari Negeri Gajah Putih.

Latihan yang sejatinya dibuka oleh Direktur Latihan Kolonel Pnb Andyawan MP pada 24 Juni 2013 mendatang, terdiri dari berbagai macam kegiatan dimana fokus pada operasi penerbangan antara lain, dissimilar air combat training antara pesawat Hawk 209 milik TNI AU melawan Alpha Jet dari RTAF, Close Air Support dan Surface Attack Tactic.

Rombongan pertama yang terdiri dari satu buah pesawat C-130 Hercules dan 35 personel, sedangkan rombongan kedua akan datang pada 24 Juni 2013 terdiri dari 4 buah Alpha Jet, 63 personel sehingga total personel RTAF adalah 98 orang.
Pada 5 Juli 2013,latihan akan ditutp oleh Kepala Staf Angkatan Udara dari kedua negara di Lapangan Upacara Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin. Sedangkan redeployment para tamu Negara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2013 dengan rute Pekanbaru-Kualalumpur-Thailand.

TNI AU Pamerkan Pesawat Tempur

http://adiewicaksono.files.wordpress.com/2009/01/f-16.jpg

TNI Angkatan Udara di wilayah teritorial Komando Sektor IV Pertahanan Udara Nasional Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengelar pameran (static show) kedirgantaraan, di Pangkalan Udara Manuhua, Minggu (23/6). Kegiatan static show kedirgantaraan ini menjadi bagian dari latihan Cakra dan Operasi Kosek IV Hanudnas Biak, di antaranya pameran empat pesawat tempur F16 dan hercules, serta Skadron 3 TNI AU.

Sedangkan kegiatan lain atraksi terjun payung dari pesawat oleh Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, sosialisasi minat pemuda/pemudi menjadi prajurit TNI serta berbagai potensi kerdirgantaraan lainnya. Beberapa warga Biak mengakui, pameran kedirgantaraan dilaksanakan prajurit TNI AU merupakan sarana pembelajaran dan mengenal jatidiri prajurit hingga mendapatkan informasi menyangkut alat pertahanan udara TNI Angkatan Udara.

"Melalui pameran warga bisa melihat dari dekat kondisi pesawat tempur dan mengenal kinerja prajurit TNI AU dalam mengamankan wilayah udara NKRI," ujar Fatimah, warga setempat kepada Antara. Sebelumnya, Panglima Komando Sektor IV Pertahanan Udara Nasional Biak Marsekal Pertama TNI Asnam Muhidir mengatakan, kegiatan static show kedrigantaraan diharapkan lebih mendekatkan kemanunggalan TNI AU dengan rakyat.

"Melalui pameran kerdigantaraan masyarakat Biak mengenal lebih dekat terhadap potensi sistem alat pertahanan dan persenjataan TNI AU dalam mengawal serta mengamankan wilayah udara NKRI dari Sabng hingga Merauke," ujarnya. Empat pesawat tempur F16 dan Hercules dipajang di pangkalan operasi Lanud Manuhua Biak. Banyak, warga memanfaatkan untuk berfoto bersama dengan prajurit Skadron 3 TNI AU.

Kisah PETRUS Si Pembasmi Premanisme Di Tanah Air

 http://rakyatsulsel.com/wp-content/uploads/2013/02/25.2-BOX.jpg

Jumlahnya premanisme dan kriminalitas yang semakin meningkat saja dari tahun ke tahun. Sebut saja pemerkosaan, perampokan, pencurian, kerusuhan dan lain sebagainya. Memang aparat penegak hukum tidak lantas tinggal diam, namun sepertinya kurang bisa mengimbangi. Atau paling tidak mampu memberikan kepercayaan penuh kepada masyarakat bahwa lingkungannya aman. Situasi ini kembali mengingat kita pada tahun 1980-an.

Kisah tentang OPERASI CLURIT bentukkan militer rezim orba. Operasi militer ‘terselubung’ yang justru terkenal dijuluki Petrus. Kependekan dari Penembak Misterius. Sebenarnya terselubung banget sih nggak juga. Karena pada waktu itu penguasa militer pun secara tidak langsung ‘mengakui’ keberadaan Petrus secara tersirat maupun tersurat.

Sasaran dari Petrus adalah orang-orang yang dianggap meresahkan. Dianggap mengganggu. Dianggap sampah ketentraman rakyat. Tidak jelas, bagian dari militer mana yang ditugaskan untuk menjadi Petrus. Target utama Petrus adalah para pelaku kriminal residivis kambuhan langganan keluar masuk penjara yang sangat sulit di ‘insyaf’-kan dan premanisme. Walaupun terkadang konon ada juga pelaku kriminal ‘newbie’ yang apes meregang nyawa ditangan algojo Petrus.

Dalam melakukan aksinya, Petrus terkenal sangat rapi, profesional, berdarah dingin namun tepat sasaran. Semua korbannya kebanyakkan ‘dipertontonkan’. Ada yang dibungkus karung, dibuang ke selokan, didepan rumah warga, dan lain sebagainya. Ada pula yang ‘hilang’. Entah dibuang ke sungai, laut, kebun kosong bahkan hutan belantara.

Pada era itu, eksistensi Petrus banyak sekali menimbulkan kontroversi. Tidak hanya didalam negeri, pun diluar negeri. Terutama dari kelompok yang giat menyuarakan HAM (Hak Asasi Manusia). Namun dibalik pro dan kontra yang terjadi, Petrus telah sukses mengemban misi utamanya. Apakah itu? Memberikan efek shock therapy. Efek yang sangat ampuh memberikan rasa aman dan tenteram pada masyarakat luas.

Istilah beliau adalah ‘treatment’. “Tindakan tegas bagaimana? Ya, harus dengan kekerasan. Tetapi, kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan begitu saja. Yang melawan, mau tidak mau, harus ditembak. Karena melawan, mereka ditembak”. “Lalu, ada yang mayatnya ditinggalkan begitu saja. Itu untuk shock therapy”.

Dahulu banyak juga pihak yang menyayangkan, target Petrus hanyalah bajingan-bajingan tengik kelas cere, kelas teri, bukan penjahat kerah putih. Penjahat berdasi. penjahat berdasi bukan urusan Petrus. Penjahat berdasi tidak langsung membuat ‘keonaran’ dalam kehidupan masyarakat. Rasa aman dan tentram dalam menjalani kehidupan dari pelaku kriminal-lah yang paling dibutuhkan oleh rakyat.


 http://img.lensaindonesia.com/uploads/1/2013/04/11441-preman-yang-ditangkap-resahkan-warga-36-di-senayan.jpg

Kasus-kasus penembakan misterius (petrus) pada 1982-1985 silam kini jadi bahan pembicaraan lagi. Pekan lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan ada pelanggaran HAM berat dalam pembunuhan sistematis atas para preman dan orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan.

Temuan ini sudah kami serahkan ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti,” kata Ketua Tim Adhoc Penyelidik Pelanggaran HAM dalam kasus Petrus, Stanley Adi Prasetyo. Penyelidikan Komnas HAM menemukan bahwa ada indikasi kuat pemerintah Orde Baru sengaja merestui sebuah program pembunuhan massal untuk mengatasi gangguan keamanan kala itu. Benarkah ?

Kesaksian Seorang Pria yang pernah Menjalankan Operasi Petrus di Pulau Jawa.


http://s2.bloggerscdn.com/media/t/12616579/12616579_l_1364996010.jpg

Namanya ******, bekas Komandan Kodim **** ****karta. Setelah menjabat komandan militer, dia sempat menjadi Bupati Boyolali sampai 1994. Kini Ketua Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI (Pepabri). Berikut ini petikan wawancaranya:

Apa latar belakang operasi Petrus pada 1980-an?
Kondisi keamanan masyarakat ketika itu sangat terganggu oleh keberadaan para gali. Anda tahu apa itu gali? Gabungan anak liar. Mereka sangat menganggu dan meresahkan masyarakat sehingga harus diberantas. Operasi Petrus itu mulai November 1982, saat saya bertugas di Yogyakarta sebagai Dandim.

Apa buktinya preman kala itu mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat?
Indikasinya sangat jelas, setiap malam hari para mahasiswa di Yogyakarta sudah tak berani keluar karena takut pada gali. Operasi petrus adalah shock therapy supaya tidak ada tindak kejahatan lagi.

Bagaimana awal mulanya Operasi Petrus dijalankan?
Saat kondisi keamanan terganggu, saya melapor ke Pangdam Diponegoro, Pak Ismail. Dia bilang, »Ya sudah diberantas saja.” Saya lalu bilang, »Siap laksanakan.” Saya segera berkoordinasi dengan polisi.

Untuk apa?
Kami membuat daftar nama preman. Sumber datanya berasal dari laporan masyarakat yang kemudian disaring di Badan Koordinasi Intelijen. Badan Koordinasi Intelijen ini berisi intel Kodim, intel polisi serta intel kejaksaan.

Berapa jumlah preman yang masuk dalam daftar Anda?

Saya lupa. Sudah lama kok.

Setelah didaftar lalu bagaimana?
Setelah itu, semua preman yang masuk daftar diumumkan dan dipanggil. Para preman diminta lapor untuk diberi Kartu Tanda Lapor (KTL). Semua preman yang sudah bisa menunjukan KTL akan aman.

Yang tidak bisa menunjukkan KTL?

Ya sesuai standar, ada operasi. Jika premannya malah lari maka diberi tembakan peringatan tiga kali. Jika tetap lari, akan ditembak kakinya. Tapi, kadang-kadang ya, tembakan itu malah kena kepala atau tubuh, karena medannya naik turun atau dia malah merunduk. Itu semua di luar dugaan.

Berapa preman yang tewas dalam operasi ini?

Saya tidak ingat. Sudah lama sekali.

Apakah menurut Anda, penembakan misterius ini melanggar aturan?
Saya kira tidak melanggar. Buktinya, saat itu tak ada reaksi penolakan masyarakat. Gali-gali itu sudah sangat meresahkan masyarakat.

Apakah sekarang Anda menyesal karena berperan menghilangkan nyawa banyak orang?
Waktu itu, ada perintah dari atasan.

Apa kira-kira Pangdam Diponegoro juga mendapat perintah dari atasannya?

Saya tidak tahu, tapi saat itu yang jelas ada operasi Petrus di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Sabtu, 22 Juni 2013

Kelompok Abu Jahal Serang Markas Indobatt Di Lebanon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-7vU53V5CuIqw4nZm4-XQFlG3XV2y03a9yU2WinngaTKJuy-Sb_OPkvwPKJf8VsJ3q_SroBZB8kOp8EPGRDvwiZOdfbG_PTDqUsF1pjCqTaQMFr_b5w1vQYVkjSI3-mwVhYwBWH2pYBZl/s640/panser-anoa-indobat.jpg

Tepat Tanggal 21 Juni 2013 pukul 09.00 waktu Lebanon, Indobatt (Indonesia Battalion) melalui DO (Duty Officer) beberapa waktu lalu menerima laporan dari Sektor Timur bahwa wilayah Desa Kaferqila mengalami gangguan dari Kelompok Abu Jahal dan mungkin dapat meluas sewaktu-waktu. Untuk itu Sektor Timur segera menetapkan perubahan status dari Kuning menjadi Status Merah.

Kejadian tersebut segera ditindak lanjuti kepada Satuan Kompi-kompi dibawah agar meningkatkan status menjadi Waspada atau “Merah”. Sambil menunggu perkembangan yang terjadi segera Komandan Satgas Indobatt XXIII-G/UNIFIL, Letkol Inf Lucky Avianto memerintahkan Staff Intel untuk segera menelusuri penyebab dan perkembangan kejadian tersebut serta menghimpun data dan informasi sebanyak-banyaknya.

Dalam Status Merah tersebut Dansatgas juga segera memerintahkan agar penjagaan dilipat gandakan dan menarik semua personil yang sedang beroperasi agar segera merapat ke Pos UNIFIL terdekat sambil memonitor perkembangan situasi yang terjadi.

Masih dalam Status yang sama, Kompi Bantuan dan Kompi Delta yang menjadi satu komplek di dalam area Mako Indobatt juga segera menyiapkan senjata bantuan, kendaraan operasional serta ambulance. Sementara untuk jajaran Komunikasi dan Perhubungan juga telah siap kendaraan Jammer dan perlengkapan komunikasi untuk memudahkan berkordinasi kepada satuan bawah.

Selang 1 jam berlalu Kelompok Abu Jahal meluncukan roketnya ke arah Kompi Delta dan jatuh di Lapangan Bola Kompi Delta, segera perkembangan status disampaikan meningkat menjadi “Awan Hitam 1”, informasi tersebut juga diterima oleh DO dari Sektor Timur yang langsung di laporkan ke Komandan Satgas.

Menerima laporan tersebut Dansatgas segera memerintahkan Staff Personil untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kedutaan mengenai rencana Evakuasi. Kepada Staff Log dan jajarannya Dansatgas juga memerintahkan untuk segera mendistribusikan amunisi, memeriksa kesiapan shelter berikut dengan dukungan makan dan minum serta bekal ulang lainnya. Perintah langsung juga disampaikan oleh Dansatgas kepada Kompi Bantuan dan Kompi Delta agar senjata bantuan memasuki kedudukan dan menunggu perintah selanjutnya.

Situasi semakin mencekam setelah Sektor Timur menginformasikan Peningkatan Status menjadi “Awan Hitam 2” yang mengharuskan seluruh personil segera masuk shelter dan kedudukan sesuai posisi masing-masing. Termasuk warga sipil yang berada di Mako Indobatt seperti 2 orang Language Assistance (LA) dan 3 Personel Tentara Spanyol yang kebetulan memiliki pos komunikasi di dalam Mako Indobatt. Di dalam Shelter 1 Dansatgas beserta beberapa staffnya mengendalikan satuan di bawahnya  melalui alat komunikasi yang sudah terjaring lengkap keseluruh jajarannya sambil menunggu perkembangan selanjutnya.

Rangkaian kejadian di atas adalah merupakan scenario latihan “Blue Porcupine” yang dilatihkan sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku. Menurut Dansatgas Indobatt XXIII-G/UNIFIL, Letkol Inf Lucky Avianto latihan tersebut selain merupakan kegiatan rutin sekaligus mengantisipasi perkembangan situasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, mengingat ketegangan antara Suriah dan Israel yang mengakibatkan banyak pengungsi asal Suriah yang masuk ke wilayah Lebanon yang tidak menutup kemungkinan dapat berimbas kepada stabilitas keamanan khususnya di wilayah Lebanon Selatan yang menjadi wilayah operasi Indobatt. Turut hadir dalam pelaksanaan latihan tersebut Wadan Satgas Indobatt XXIII-G/UNIFIL, Mayor Inf Pio L Nainggolan, Tim Medis dan seluruh personil Indobatt.

Kelompok Hacker Anonymous Akan Bocorkan Informasi Rudal Korea Utara

http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/About/General/2013/4/15/1366015492728/Anonymous-hacktivist-008.jpg

Organisasi peretas internasional Anonymous mengklaim berhasil membongkar sistem informasi Korea Utara (Korut). Mereka pun akan membocorkan informasi militer dan persenjataan negeri komunis Korea itu. "Kami sukses, kami akan membagi informasi ini secara parsial dengan dunia," demikian pernyataan Anonymous di Youtube, seperti dikutip Yonhap.

Peretasan terhadap situs Korut bukan menjadi hal pertama. Pada awal April lalu, organisasi peretas juga berhasil menyerang situs propaganda Korut, Uriminzokkiri. Akun Twitter jejaring sosial itu juga berhasil dibobol dan muncul foto Kim Jong-Un berbadan siluman babi.

Beberapa peretas pun mengatkaan, Anonymous sudah berhasil menjebol sistem informasi Korea Utara secara keseluruhan. Selain rudal, mereka berhasil melacak informasi-informasi mengenai pejabat-pejabat tinggi di negara tersebut.

Sejauh ini, Pemerintah Korea Utara belum mengeluar kan komentar untuk menanggapi peretasan itu. Kemarin, mereka masih disibukkan dengan munculnya laporan dari salah satu situs berita milik pembelot Korea Utara. Laporan dari portal berita itu mengatakan bahwa Jong-Un membagikan buku karangan Adolf Hitler ke pejabatnya.

Sehari setelah laporan itu muncul, Korea Utara pun berang. Mereka mengancam akan membunuh orang yang bertanggung jawab atas publikasi laporan itu.

Kodam I Bukit Barisan Terima 1 Helikopter BELL-412EP Terbaru

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVRLWE-l24T6Qi3VSYFxcDiqRuzveQhCp7HN9-R7epdZ2P4CHQyijpnjYC91Hql6W8cBvg_QYM1LQKTapq2ilMD07xEhovE_ilGrYCO9YmuPLNEA63ZmScS-LwJIcAjHeygQr5K_Dpr6ol/s1600/1.jpg

Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan mendapat bantuan berupa satu unit Helikopter Bell 421-EF dari Markas Besar TNI-AD. Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Burhanuddin Siagian di Medan, Kamis, mengatakan helikopter tersebut telah diterima dan akan dimanfaatkan untuk membantu kelancaran dalam melaksanakan tugas di daerah ini.

Bantuan Helikopter itu, menurut dia, sebelumnya direncanakan akan diberikan Markas Besar TNI-AD kepada Kodam I/Bukit Barisan sebanyak enam unit helikopter. Namun, kata Jenderal bintang dua itu, yang diterima Kodam I/Bukit Barisan hingga kini baru satu unit helikopter dan lima unit lagi masih belum datang.

"Kita masih menunggu lima unit helikopter lagi. Dan semoga secepatnya dapat diterima Kodam I/Bukit Barisan," kata mantan Danseskoad itu. Panglima Kodam I/Bukit Barisan menyebutkan, helikopter yang cukup canggih dan moderen ini juga dilengkapi peralatan tempur. Helikopter tersebut dibawa dari Jakarta oleh enam prajurit penerbang dari TNI- Angkatan Darat.

"Helikopter yang dipesan Pemerintah Indonesia dari Amerika Serikat dan dirakit di PT. Dirgantara," ucap Burhanuddin. Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan mendapat jatah satu unit heli serbu terbaru yang dilengkapi fasilitas senjata serbu dan alat navigasi terbaru. Heli jenis Bell 412 EP buatan Amerika itu akan dioperasikan oleh Kodam I/Bukit Barisan dibantu pilot dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat.

Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal Burhanuddin Siagian mengatakan, Kodam I/BB beruntung mendapat satu unit heli canggih yang bisa digunakan terbang malam. "Keluarga besar Kodam I/Bukit Barisan berterimakasih kepada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat atas kepercayaan ini," kata Siagian saat memperkenalkan heli itu kepada wartawan, Kamis 20 Juni 2013.

Co-pilot yang bertugas mengoperasikan heli itu, Letnan Dua Sofyan Gusti menjelaskan, heli Bell 412 EP selain untuk pertempuran juga bisa digunakan untuk penerbangan very importan person." Heli ini dilengkapi senjata di kedua sisi badan heli yang mampu terbang 2,5 jam tanpa henti," kata Gusti. Dalam keadaan diluar perang, heli buatan tahun 2013 itu kata Gusti nantinya akan digunakan Kodam I/Bukit Barisan untuk terjun pass roofing dan operasi penyelamatan.

"Yang canggih dari heli ini adalah kemampuan terbang malam dengan alat navigasi udara yang sangat lengkap," tutur Gusti.Tentara Nasional Indonesia, Gusti mengatakan, saat ini memiliki 27 Bell 412 EP." Dan Kodam I/Bukit Barisan termasuk yang beruntung memperoleh satu unit," ujar Gusti. Nantinya, kata Gusti, heli itu akan di parkir di heli pad milik Batalion Raider 100 di Binjai, Sumatera Utara.

TNI-AL Akan Segera Memiliki 11 Helikopter Anti Kapal Selam Baru

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwkkgfMNW4glSLs0YwPWxJl5Cg2VJBxrQrvbxbG8Pq3zcYdi3dxMz92_oA7D2UyOcCCnJ_Mq_N1HbEEiQ_9Pum9ePQhzNnPs93WHV3aHL5T0nqpSsU3D84sTMh3O5VWtOl6u005WTFKB0/s1600/SH2G.jpg

Jajaran TNI-AL patut berbangga. Dalam waktu dekat, mereka akan memiliki 11 helikopter anti kapal selam dan 4 buah pesawat latih ini untuk melengkapi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio mengatakan, helikopter jenis ini terakhir dimiliki oleh TNI-AL pada tahun 1965.

"Kita dulu pernah punya heli anti kapal selam pada tahun 1960an. Dari tahun 1965, baru kali ini kita punya heli seperti ini lagi," tuturnya saat berbincang dengan wartawan seusai acara serah terima brevet penerbang kehormatan di apron Base Operasi Markas Komando Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda.

Rencananya, TNI-AL akan mendatangkan 11 helikopter anti kapal selam tersebut secara bertahap. "Tahun depan, paling lambat tanggal 5 Oktober 2014 kesebelas heli itu akan datang dan melengkapi persenjataan (alutsista) TNI-AL," ujar Marsetio.

Pemegang kekuasaan tertinggi di jajaran Angkatan Laut tersebut juga menjelaskan bahwa proses pengadaan helikopter anti kapal selam sudah berlangsung. "Sekarang masih dalam proses. Masih ada dua calon penyedia barang. Kita lihat nanti akan di lelang secara internasional," ucapnya.

Untuk menyambut kedatangan persenjataan (alutsista) baru tersebut, persiapan pun telah dilakukan pihak Pusat Penerbang Angkatan Laut Juanda yang akan menjadi penerima kedatangan-kedatangan persenjataan (alutsista) tersebut.

"Nanti akan ada skuadron baru, yaitu skuadron 100. Komandan Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) juga sudah menyiapkan kaderisasi calon mekanik, calon penerbang, gedungnya, dan lain-lain," pungkasnya.

PT PAL dan ITS bangun Kapal Selam Indonesia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdHDFjyY0urKZnkSK9vdEDeWbXlRN89s7SNqi7LhjeK6WyUpA0TUMzIG-g-L_e6uURlY8wlcIGh5-yD0RFwE44Kj0VxIPRXwTCdOriN17zbZ2jZ8WSOBRvIgNzufHkzvzIvgojwgJV4o8/s400/PT+PAL+Logo.jpg     http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSZJQo1LnKjj7xunnaH-WOdxliIw8f5YqCpTEBV2BykiEh3Ez79

 PT PAL bersama ITS berencana mengembangkan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dengan membangun sebuah proyek kapal selam nasional. Terobosan PT PAL yang patut diacungi jempol setelah bertahun-tahun pasca era Orde Baru terkesan tiarap. Komitmen bersama antara ITS dan PT PAL dalam membangun kapal selam nasional dikukuhkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani ke dua belah pihak,di Gedung Rektorat ITS Surabaya.

Dalam nota kesepahaman, disepakati empat hal yang akan menjadi poin kerja sama kedua pihak. Selain mengadakan kajian teknologi kapal selam, ketiga poin lainnya adalah dalam bidang pendidikan, lingkungan dan penyelamatan lingkungan hidup.

Direktur Utama (Dirut) PT PAL (Persero), Ir M Firmansyah Arifin MM, menyebutkan bahwa kerja sama kedua belah pihak akan membawa kemajuan bagi Indonesia. Saat ini, teknologi kapal selam telah menjadi kebutuhan utama dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

Firmansyah membandingkan, saat ini, Malaysia telah memiliki unit kapal selam dengan teknologi getaran kecil. Dengan teknologi tersebut, kapal selam Malaysia tidak akan bisa terdeteksi radar kapal-kapal Indonesia ketika melanggar batas negara.  “Karena itu, teknologi kapal selam adalah upaya untuk mempertahankan kedaulatan bangsa,” ucap Firmansyah.

 http://i.imgur.com/u3003.jpg

Kini, PT PAL juga tengah melakukan kerja sama transfer teknologi kapal selam dengan perusahaan asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co. Sebanyak 206 tenaga ahli PT PAL akan dikirim untuk mempelajari proses pembangunan kapal selam di sana. Firmansyah merinci, sebanyak 186 orang tenaga ahli akan mempelajari proses produksi kapal. “Sisanya, sebanyak 20 orang khusus mempelajari masalah desain kapal selam,” terang Firmasnyah

Sayangnya, pada proses transfer teknologi ini, Daewoo Shipbuilding and MarineEngineering Co, tidak akan membuka seluruh teknologinya kepada PT PAL. Pasalnya, tenaga PT PAL yang dikirim tidak diperkenankan untuk menyentuh alat-alat produksi. Mereka hanya diperkenankan untuk menyaksikan proses pembangunan kapal.  “Kalau saya bahasakan, mereka di sana akan learning by seeing,” ujar Firmansyah yang juga alumnus ITS ini.

Untuk itu, Firmansyah akan menyisipkan beberapa tenaga akademis dari ITS untuk turut serta dalam proses transfer teknologi dengan Daewoo. Tenaga akademisi ini akan lebih banyak mengkaji mengenai pilihan-pilihan teknologi yang diberikan oleh Daewoo.   “Belum ada kesepakatan mengenai jumh tenaga TS yang akan disisipkan,” tegasnya.

Kerja sama ini disambut baik  rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA.   Dirinya mengatakan, kerja sama dengan PT PAL merupakan sebuah kebanggaan bagi ITS. Sejak berdirinya ITS, PT PAL telah menjadi mitra kerja sama dalam menyediakan tenaga dosen bagi Fakultas Teknik Perkapalan ITS.
“Kerja sama dengan PT PAL tidak akan berakhir sampai kapan pun. Kami bangga bisa ikut membangun industri maritim di negara kepulauan ini,” kata Tri Yogi.