Komodo, Made In PT Pindad Indonesia

That was a name that given to PT Pindad latest 4×4 tactical vehicle.

SS2 Made In PT. Pindad Indonesia

SS2-V5 has a long barrel 252mm. compare with SS2-V1-V2= 460mm, SS2-V4=403mm and 460mm, with a shorter barrel.

Made In PT. Pindad Indonesia : APS-3 ANOA

Mesin Berkapasitas 7000 cc dan 320 tenaga kuda.

PT. Dirgantara Indonesia

Pesawat CN-295 Buatan Indonesia dan Spanyol memiliki Panjang: 24,50 meter, Tinggi: 8,66 meter, Rentang sayap: 25,81 meter.

Made In PT. PAL Indonesia

Kapal Perang jenis LPD Memiliki Kecepatan 15,4 knots, Panjang 125 m (410.10 kaki), Lebar 22 m (72.18 kaki) .

Torpedo SUT, Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Jarak operasional: 28 km, Kecepatan/ jarak: 35 knots/24,000 yd; 23 knots/ 56,000 yd, Hulu ledak: 225 kg, kedalaman menyelam: 100 m

SS4 Made In PT Pindad Indonesia

Amunisi GPMG FN MAG 58/7,62 x 51 mm, Kaliber 7,62 mm.

Daftar Pasukan Elite Tentara Nasional Indonesia

1.Denjaka, 2.YonTaifib, 3.Kopaska, 4.Kopassus, 5. DetBravo-90.

Kapal Perang Berteknologi Anti Radar Buatan Indonesia

Panjang 63 meter, Lebar 16 meter, Bobot 219 ton, Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK+ 4x waterjet MJP550.

SPR-1, SPR-2, SPR-3 Made In PT Pindad Indonesia

Senjata Sniper Buatan PT. Pindad Indonesia ini diberi nama Senapan Penembak Runtuk, Mampu menembak Baja setebal 3 cm.

KFX/IFX : Pesawat Tempur Buatan Indonesia - Korsel, Berteknologi Anti Radar (Pesawat Siluman)

Status : Proses pengerjaan telah selesai sampai Tahap II, Dan saat ini proyek pengerjaan telah di Tunda Sampai Juni 2014

Helikopter Gandiwa Made In : PT. Dirgantara Indonesia

Nama GANDIWA diambil dari nama senjata milik Arjuna yang didapat dari Dewa Baruna. Persenjataan : kanon laras tunggal kaliber 30 mm tipe M230 Chain Gun, roket Hydra 70 dan CRV7 kaliber 70 mm.

Selasa, 11 Juni 2013

Sebuah Refleksi, Tujuh Tahun Kontingen Garuda

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE9gURPyZO24PadPus2YrkVQuroY9WbpszeST3FnKGIdf02eZQs7Zls3U7LGVJrN8JskxI8H6yDxMzXKKbPB_1s0CHdRxIjuTJpU4ZZzu9yl7GyPLgm3eu2URT8aLn0zBXlwHh2-uydRAg/s1600/COMM+PATROL+TEAM%2316.jpg.jpg

Sudah tujuh tahun Pasukan Garuda tergabung dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon). Hal tersebut ditandai dengan pengiriman Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-A/UNIFIL pada September 2006 yang berjumlah 850 personil. Hingga pada akhirnya tahun 2013 terdapat sepuluh satuan penugasan terlibat didalamnya dengan total jumlah 1.288 personil.

Penugasan ini sebagai bentuk dari sistem politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif mendorong keterlibatan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Kontingen Garuda untuk ikut serta dalam menciptakan dan memelihara perdamaian dunia.

Dansatgas Indo FPC TNI Letkol Inf Yuri Elias Mamahi memaparkan tentang tugas pokok dan prestasi yang telah dilaksanakan selama enam bulan terakhir. Ia juga menyampaikan tentang refleksi menjadi dua bagian, yaitu kedalam tetap melaksanakan tugas pokok yang telah dibebankan dengan sebaik-baiknya, sedangkan keluar sebagai Kontingen terbesar di UNIFIL.

"Diharapkan Indonesia mampu menambah personil pada jabatan-jabatan penting dan strategis di UNIFIL," ujar Dansatgas pada acara sarasehan tujuh tahun Kontingen Garuda di UNIFIL bertemakan “ Sebuah Refleksi “ di Movenpick Hotel, Beirut, kemarin.

Sementara, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Libanon, Dimas Samodra Rum, berpesan untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih dan mengharapkan partisipasi tiap-tiap Satgas dalam kegiatan KBRI. "Karena Prajurit Garuda adalah duta-duta bangsa Indonesia maka pihak KBRI siap membantu apabila Satgas menemui kendala di lapangan," tuturnya.

Helikopter Latih Milik TNI Jatuh di Semarang


Helikopter latih jenis Hughes 300C milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) jatuh di taxiway. Belum diketahui penyebabnya. Instruktur dan siswa terluka. Peristiwa itu terjadi pada pukul 08.30 WIB, Selasa (11/6/2013). Saat kejadian, heli hendak kembali ke hanggar. Namun di taxiway, heli tiba-tiba mengalami crash.

"Lokasi (kecelakaan) di taxiway Charlie," kata Kasipam Lanumad Ahmad Yani Mayor Pnb Tony Syafrudin di Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad). Kondisi saat kejadian dilaporkan cerah. Namun beberapa saat kemudian, hujan turun. TNI masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

"Instruktur dan siswa terluka, hanya lecet. Dirawat di klinik Lanumad," jelas Tony tanpa menyebutkan nama kedua personel TNI itu. Pihak TNI melarang siapapun mendekat ke lokasi kecelakaan. Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung.

Hanya Berselang 1 hari, Bakorkamla Kembali Dapat Tambahan Kapal Patroli Baru Lagi


Kapal patroli baru yang diberinama KN Singa Laut 4802 secara resmi diluncurkan setelah satu hari sebelumnya KN Bintang Laut 4801 diluncurkan oleh Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut.

  • Dalam kegiatan ini, Kalakhar Bakorkamla didampingi oleh :
  • Seslakhar Bakorkamla,
  • Laksma Maritim Dicky R. Munaf 
  • Kepala Pusat Operasi Laksma Maritim Roedy Santoso,
  • Kepala Pusat Informasi
  • Hukum dan Kerjasama Laksama Maritim Tri Yuswoyo
  • Kepala Pusat Penyiapan Kebijakan Laksma Maritim Satrio F. Maseo
  • Beserta pejabat Bakorkamla yang lain

Meluncurkan Kapal Negara Bintang Laut 4801 di Batam. Pada prinsipnya, KN Singa Laut 4802 ini memiliki spesifikasi teknik yang hamper sama dengan KN Bintang Laut 4801. Kapal yang direncanakan akan beroperasi pada bulan Juli 2013, untuk mendukung operasi Bakorkamla.

Bakorkamla Luncurkan Kapal Patroli Baru Yang Bintang Laut-4801


Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut atau Bakorkamla Laksamana Madya TNI Bambang Suwarto di Batam, Sabtu meluncurkan Kapal Negara Bintang Laut 4801 untuk mendukung kepentingan patroli."Ini merupakan yang pertama, kita membuat sendiri menggunakan biaya APBN," kata Bambang Suwarto seusai peluncuran.

Ia mengemukakan bahwa KN Bintang Laut 4801 buatan PT Palindo Marine Batam, merupakan kapal patroli Bakorkamla pertama yang didanai APBN. Sedang kapal-kapal Bakorkamla yang lain merupakan bantuan dari instasi lain.

Menurut Bambang, kapal itu nantinya akan dilengkapi senjata di depan dan belakang. Senjata itu dinilai cukup, karena KN Bintang Laut hanya menjaga keamanan, bukan untuk pertahanan negara.Bambang menjelaskan bahwa kapal yang diperkirakan beroperasi mulai Juli 2013 itu dilengkapi kamera jarak jauh 20 km dan teknologi satelit sehingga kegiatannya bisa langsung dimonitor dari Jakarta. "Ini termasuk yang tercanggih, sudah terintegrasi dengan sistem di Jakarta," kata dia.


Kapal berkekuatan mesin tiga kali 1.400 horse power itu juga mampu memantau plankton untuk mengetahui daerah potensi ikan. "Jadi nanti bisa memberitahu HNSI daerah yang banyak ikan," kata dia.Pembuatan kapal negara itu, menurut dia, menghabiskan dana sekitar Rp58 miliar yang seluruhnya dianggarkan APBD 2013.

Hingga 2014, katanya, Bakorkamla berencana membuat enam kapal, tiga lainnya pada 2013, yaitu Bintang Laut 4801, Singa Laut 4802 yang masih dikerjakan di Citra Shipyard Batam dan akan diluncurkan Minggu (9/6) dan satu lagi baru akan selesai September 2013 oleh PT Palindo Marine. Direktur Palindo Marine Harmanto mengatakan pembuatan kapal itu memakan waktu sekitar setahun. Kapal dirancang dan dikerjakan oleh sekitar 35 orang yang seluruhnya warga Indonesia.

Menurut dia, stabilitas KN Bintang Laut 4801 merupakan yang terbaik, karena rangka lambung bawah menggunakan baja dan bagian atas terbuat dari alumunium."Bisa dilihat saat peluncuran tadi, tidak ada goyang, stabilitasnya bagus," kata dia.Menurut Harmanto, kapal itu memuat 60 persen konten lokal. Hanya mesin dan alat navigasi yang diimpor.

TNI Borong Rudal Anti-Tank Javelin Dari Amerika

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizceB7rdQSTX1OCnYXBPQ9xJico9bHXdzQ0x8PyUXLWiMU8SrifxEG40scExApHwfx5DIiZYd92DmOUtsHVilmzKn1cCEhdqH3NKpKaMR32nc9Dye2WuC1smLbp-d5UGfohAiEZAwITBU/s1600/rudal_anti_tank_javelin.jpg

Angkatan bersenjata Indonesia memborong peluncur rudal anti-tank (ATGM) canggih buatan Amerika Serikat. Rudal ini mampu mengunci sasaran dan mengikuti kemanapun target berjalan dengan daya ledak yang luar biasa. Anti tank baru bernama Javelin ini dipamerkan dan diperagakan penggunaannya usai pembukaan latihan gabungan Garuda Shield TNI Angkatan Darat dengan Tentara AS di Pasifik (USARPAC), Senin 10 Juni 2013.

Letnan Satu TNI Bonny Octavian yang memperagakan penggunaan Javelin mengatakan, jarak tembak rudal ini mencapai 2,5 kilometer. Javelin dilengkapi dengan pelacak canggih yang mampu mengunci dan menembak sasaran yang bergerak. "Waktu reload rudal ini cukup cepat, yaitu 40 detik saja," kata Bonny.

Bonny mengatakan, TNI telah memesan 25 alat pembidik dan 189 rudal anti tank Javelin buatan perusahaan Raytheon dan Lockheed Martin ini. Namun senjata ini masih dalam tahap produksi dan belum dikirim. Selain canggih, alat ini sangat ringan dan dapat ditempatkan di bahu penyerang. Menurut laman Inetres.com, rudal Javelin berbobot 11,8 kilogram sementara alat pembidik dan peluncur hanya 6,4 kilogram. "Senjata ini selain canggih juga simpel dan ringan," kata Bonny.

Senjata ini telah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh perusahaan Raytheon dan Lockheed Martin dengan nama proyek Javelin Joint Venture. Produksinya sendiri dimulai tahun 1994 dan dikirimkan ke barak militer di Fort Benning, Georgia pada tahun 1996.

Laman army-technology.com menuliskan, Javelin digunakan tentara AS dan Australia pada perang di Irak antara Maret dan April 2003. Saat ini, senjata ini digunakan di Afganistan. Lebih dari 2.000 rudal Javelin telah ditembakkan AS dan tentara koalisi di negara ini.

Negara asing pertama pembeli Javelin adalah Inggris pada Januari 2003 dengan pemesanan awal sebanyak 18 peluncur dan 144 rudal. Negara lainnya yang telah menggunakan ini adalah Taiwan, Lithuania, Yordania, Australia, Selandia Baru, Norwegia, dan Irlandia. Beberapa negara lainnya tengah mengantre untuk mendapatkannya.

Inetres.com memaparkan, satu buah peluncur dan pelacak Javelin dibanderol US$126.000 atau sekitar Rp1,2 miliar, sementara rudal Javelin satuannya seharga US$78.000, setara Rp756 juta.

Pemotongan Anggaran Kemhan, Bisa Ganggu Target Modernisasi Alutsista

http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/201209/201209130714145.jpg

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengatakan, postur anggaran untuk program jangka pendek modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, dari 2010-2014, sudah disusun secara matang dengan penyesuaian kondisi keuangan negara.

Seperti diketahui, pagu anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan)pada APBN 2013 ini sekitar Rp 78 triliun. Kata Mardani, anggaran itu memang  sudah disesuaikan untuk mencapai postur pertahanan TNI yang memenuhi kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF). Jadi, kalau anggaran dipangkas lagi, pasti akan ada keterlambatan dalam pencapaian target 37-40 persen di tahap satu untuk modernisasi alutsista TNI ini yang direncanakan atau disusun hingga 2024.

Di sela-sela menghadiri raker Komisi I dengan Menhan Purnomo Yusgiantoro, membahas Perubahan APBN 2013 dan RAPBN 2014 di Gedung DPR, Senin (10/6), Mardani mengatakan, kebijakan pemerintah yang akan melakukan penghematan anggaran di seluruh Kementerian /Lembaga pada perubahan pembahasan APBN 2013 yang tengah berlangsung di DPR saat ini, dikhawatirkan akan memberi dampak gagal tercapainya road map menuju modernisasi alutsista TNI untuk jangka pendek 2010-2014.

"Karena, belanja pegawa tidak mungkin kita kurangi dengan semangat UMR. Justru kesejahteraan bagi prajurit TNI itu diperbaiki. Yang akan dikurangi pasti belanja modal atau belanja alutsista. Dan itu sama saja kita mengingkari komitmen bersama di awal, ketika dengan gegap gempita Presiden SBY pada 5 Oktober di 2011 menyampaikan akan membangun kekuatan TNI yang kuat dengan anggaran memadai," tegasnya seraya mengatakan karena itu Komisi I sepakat tidak ada pengurangan anggaran untuk 2013 ini.

Kata Mardani, yang lebih berat sebenarnya pagu anggaran Kementerian Pertahanan di 2014. Dari Rp 173 triliun anggaran TNI yang diajukan atau diusulkan Menhan, yang disetujui hanya sekitar Rp 80 triliun atau hanya naik Rp 2 triliun dari pagu anggaran Kemhan di 2013 ini.

"Jadi cuma naik Rp 2 trilunan saja. Jadi, jauh sekali usulan anggaran untuk TNI yang diajukan Menhan ke pemerintah. Padahal, di 2014 nanti kita berharap dapat tercapai dari perencanaan tahap satu dari program modernisasi alutsista TNI tersebut," ujarnya.

Senin, 10 Juni 2013

“ CROSSDECK Exercise” Helo LYNX Brazil Navy Landing di KRI Diponegoro

mtf 10 juni 2013 2Touch and Go dengan metode IMC dan VMC

Helikopter Angkatan Laut Brazil LYNX AH-11A, on board di KRI Diponegoro-365 dalam rangka serial latihan Cross Deck antara dua kapal perang unsur MTF, KRI Diponegoro-365 (Indonesia) dan BRNS Constituicao F-42 (Brazil) di Area of Maritime operation (AMO) Laut Mediterania, Lebanon.

Unjuk kebolehan pilot heli kedua negara tersebut ditunjukkan bersamaan dengan terbangnya kedua heli secara bersilang, dengan skenario BO-105 NV 409 (Indonesia) terbang dari KRI Diponegoro, melaksanakan landing di BRNS Constituicao. Sebaliknya Lynx AH-11A terbang dari BRNS Contituicao dan landing di KRI Diponegoro.

 mtf 10 juni 2013 3 Heli LYNX AH-11A Brazil landing di KRI Diponegoro-365
mtf 10 juni 2013 1 Profesionalisme dan Prosedural merupakan bagian dari kesuksesan tugas

Kedua heli tersebut melaksanakan kegiatan tiga kali “touch and go“ dengan metode recovery yaitu satu kali IMC (Instruments Meteorological Condition) dengan SCA (Ship Control Approach) dan dua kali VMC (Visual Meteorological Condition).

Komandan KRI Diponegoro Letkol Laut (P) Hersan, S.H., mengatakan latihan Cross Deck merupakan latihan muat dan angkut personel atau barang dengan sarana heli dari kapal satu menuju kapal lain karena suatu keadaan tertentu maupun kondisi darurat.

“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme pilot dan seluruh tim helideck party dalam melaksanakan peran heli dengan baik tanpa ragu-ragu dan untuk meningkatkan kerja sama serta tukar pengalaman di medan tugas,” jelas Komandan lulusan AAL 1994 tersebut.

Latihan tersebut terlaksana dalam waktu satu setengah jam dan berjalan dengan aman dan lancar. Setelah pelaksanaan latihan tersebut, kedua komandan saling memberikan apresiasi melalui email. Diharapkan latihan sejenis dapat dilaksanakan secara rutin di masa yang akan datang.

Pengirim :

Perwira Penerangan (Papen) KRI Diponegoro-365/Satgas Maritim TNI Konga XXIII-E UNIFIL 2013, Lettu Laut (P) Nursalim NRP. 17881/P.

Satgas YONMEK TNI KONGA XXIII-H/UNIFIL Dan Satgas MPU TNI KONGA XXV-F/UNIFIL Melakukan Kegiatan Agama Di Barak

http://www.pkc-indonesia.com/images/pmpp/yasinan%20di%20barak.png
 
Bertempat di lorong masing-masing barak PMPP TNI Sentul, para prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-H/Unifil dan Satgas MPU TNI Konga XXV-F/Unifil yang beragama Islam melaksanakan doa bersama agar dalam pelaksanaan Pre Deployment Training (PDT) dan pelaksanaan misi di Libanon nantinya para prajurit diberi kesehatan, keselamatan dan kelancaran.

Kegiatan doa bersama tersebut diawali dengan membaca Surat Yaasiin secara bersama-sama dilanjutkan dengan melaksanakan sholat Isya secara berjamaah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Wakil Komandan (Wadan) Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-H/Unifil Mayor Inf Ade Ronyyang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1998 dan Wadan Satgas MPU TNI Mayor Laut (PM) Candra Hermawan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2001.

Pelaksanaan kegiatan doa bersama Kamis malam tersebut dipimpin oleh Mayor Sus M. Toriq yang menjabat sebagai Perwira Pembinaan Mental sekaligus merangkap sebagai Interpreter Bahasa Arab dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-H/Unifil. Dengan keterbatasan tempat yang ada, para prajurit tampak khusuk berdoa. Kegiatan doa bersama tersebut sekaligus guna memperingati Isra’ dan Mi’raj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab atau Rabu, 5 Juni 2013.

Dalam kuliah tujuh menit (Kultum) yang disampaikan setelah melaksanakan sholat Isya, Mayor Sus M. Toriq menyampaikan bahwa penting bagi setiap prajurit TNI untuk senantiasa mengingat Tuhannya dengan cara melaksanakan sholat dalam kondisi apapun dan dimanapun.

“Apabila kondisi tidak memungkinkan untuk melaksanakan sholat sebagaimana mestinya, maka sholat dapat dilakukan dengan cara di-jamak dan di-qashar,” ujarnya.

Preman Pembacok Intelijen TNI AD Jalani Sidang Perdana Siang Ini

http://krjogja.com/news_image/img/165742
Sertu (Inf) Sriyono (kanan) saat bersama Dandim 0734 Yogyakarta

Empat pelaku pembacok anggota Intel Kodim 0734/Yogyakarta, Sertu Sriyono, siang ini akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta. Keempat terdakwa bernama :

  1. Marcel, 37 Tahun
  2. Zainal, 22 Tahun
  3. Januarius, 25 Tahun
  4. Sulhan, 23 Tahun

"Jadwal sidang akan berlangsung mulai Siang ini." kata Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Kapten Inf M. Munasik, Senin (10/6/2013).

TNI AD tetap membantu pihak kepolisian dalam pengamanan. Baik itu pengamanan tertutup maupun terbuka. Terlebih, di tempat yang sama (PN Kota Yogyakarta) akan berlangsung aksi simpatik dari beberapa elemen masyarakat yang menolak tindakan premanisme.

http://krjogja.com/news_image/img/166317
Sertu (Inf) Sriyono

Seperti diberitakan, penganiayaan terhadap korban oleh empat terdakwa terjadi pada Rabu, 20 Maret lalu sekira pukul 14.30 WIB. Setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit, Sriyono yang pernah menjadi pasukan elit TNI di Group 2 Kandang Menjangan Kartosuro itu sembuh dari luka bacok di kepala. Kini, eks Kopassus itu sudah beraktifitas seperti sedia kala di Kodim Kota Yogyakarta.

Minggu, 09 Juni 2013

Seperti Inilah Pesawat F-16 Yang Akan Di Hibahkan Ke Indonesia

F-16 serial number 84-1281 yang akan dihibahkan ke Indonesia.

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/06/84-1281.jpg
F-16C block 32 yang akan dihibahkan ke Indonesia saat
masih bergabung dengan Skuadron 113th TFS

8 dari 24 pesawat F-16 C (single seater) block 25 hibah Amerika Serikat akan tiba di Indonesia pada tahun 2014. Pesawat tersebut sedang di-upgrade di depo pemeliharaan pesawat tempur Angkatan Udara Amerika, 309th Maintenance Wing di Hill Airforce Base, Utah. Pemerintah memilih 24  F-16 eks Air National Guard dari pada membeli 6 pesawat baru, dengan alasan untuk menutupi jumlah minimum pesawat yang dibutuhkan. 16 pesawat itu, akan mengisi satu skuadron (16 pesawat) F-16 di Pekanbaru dan 8 sisanya di Madiun bersama F-16 A/B block 15 OCU TNI AU.

Penambahan 1 skuadron tempur di Pekanbaru sesuai dengan rencana strategis (Renstra I) periode 2005-2014. TNI AU akan menambah lagi 3 skuadron pesawat tempur pada Renstra II (2015-2024) hingga memiliki 11 skuadron tempur di tahun 2024. Yang menjadi pertanyaan. Pesawat yang akan dihibahkan ke Indonesia, antara lain F-16C Block 25D serial number: 84281.

Pesawat ini pertama kali diserahkan dari pabriknya ke USAF Tactical Fighter Squadron 33, bulan Januari 1986. Awal tahun 1991 pesawat ini ikut operasi Desert Storm di Irak.Usai operasi Desert Strom, F-16C block 25 s/n 84-1281 ini dipindahkan ke Skuadron 113 Tactical Fighter. Tujuh bulan kemudian pesawat tersebut dialihkan ke Skuadron 112 Ohio Air National Guard.

Setelah dua tahun, pesawat ini dilepas dari Ohio Air National Guard (April 1994), untuk ditampung ke Skuadron 62 LF, Arizona karena Skuadron 112 Ohio AGN telah menerima pesawat lebih baru, F-16C/D block 42. Terakhir 5 Agustus 2009, pesawat F-16C block 25 s/n 84-1281 di-non-aktif-kan dan disimpan di USAF AMARC (Aerospace Maintenance and Regeneration Center), Tucson, Arizona.

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/06/amarc.jpg 
http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/06/amarg2.jpg

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/06/amarg1.jpg
http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/06/aaj.jpg
http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2013/06/aif.jpg
Sekitar 4500 pesawat sipil dan militer non-aktif di AMARC Arizona, disimpan di Aerospace Maintenance and Regeneration Group (AMARG)

Kini pesawat F-16C Block 25 s/n 84-1281 sedang diupgrade/refurbish di Hill Air Force Base, Utah, untuk dikirim ke Indonesia tahun 2014. Indonesia mengeluarkan 700 juta USD, untuk meningkatkan performa 24 F-16 Block 25, termasuk upgrade: Radar, Electronic Warfare, Fire Control (EEFC), Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), Sniper/Litening dan sebagainya.

Dengan sisa +1500 jam terbang, usia pesawat hibah F-16C Block 25, kira-kira 5 tahun lagi dengan masa terbang 20 jam/bulan. Jika upgrade/refurbish meliputi air-frame, maka life time pesawat bisa lebih lama.