Senin, 13 Mei 2013
Anggota TNI Hentikan Kebrutalan Geng Motor di Makassar
Aksi brutal geng motor berhasil digagalkan oleh seorang anggota TNI dari Korem 142 yang kebetulan melintas di Jl Urip Sumoharjo, saat melihat Amin (19) warga BTN Pepabri Suding, tak berdaya akibat dikeroyok gerombolan tersebut, Minggu (11/05/2013).
Hendropriyono Ungkap Operasi Sandi Yudha
Mantan Kepala Badan Intelejen Negara, Hendro Priyono
Sosok AM Hendropriyono diingat publik sebagai Komandan Korem Garuda Hitam saat terjadi peristiwa Gerombolan Pengacau Keamanan Warsidi di Lampung, yang di kalangan aktivis hak asasi manusia disebut peristiwa Talangsari tahun 1989, dan kepemimpinannya di Badan Intelijen Negara. Dia sejatinya adalah prajurit Para Komando dengan kemampuan di bidang Sandi Yudha, yakni operasi intelijen tempur di garis belakang lawan pada 1969-1972 di belantara Kalimantan Barat- Sarawak.
Pesawat CN-295 Kantongi 121 Kontrak Pemesanan

Spesifikasi CN 295 :
Panjang: 24,50 meter
Tinggi: 8,66 meter
Rentang sayap: 25,81 meter
Berat maksimum: 23.200 kg
Daya angkut: 9,250 kg
- Personel: 71 orang
- Pasukan penerjun: 49 orang
- Evakuasi: 24 ranjang + 6 tenaga medis
Kecepatan: 480 km/jam
Mesin: 2 x PW-127G turboprop
Jarak jelajah: 5.400 km tanpa muatan
Tinggi: 8,66 meter
Rentang sayap: 25,81 meter
Berat maksimum: 23.200 kg
Daya angkut: 9,250 kg
- Personel: 71 orang
- Pasukan penerjun: 49 orang
- Evakuasi: 24 ranjang + 6 tenaga medis
Kecepatan: 480 km/jam
Mesin: 2 x PW-127G turboprop
Jarak jelajah: 5.400 km tanpa muatan
KRI Banjarmasin 592

KRI Banjarmasin 592 adalah kapal ke-3 jenis LPD yang dua kapal jenis ini sebelumnya dibuat di Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan, dan sekarang dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya.
Kapal ini dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang
memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur
beserta kelengkapannya.
Pindad APS-3 ANOA
Semenjak 9 April 2010 Tiga belas buah ANOA telah digunakan untuk mengawal misi
perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen
Garuda XXIII-D/UNIFIL.
ANOA 6x6 biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan
penting negara.
Minggu, 12 Mei 2013
Gandeng 40 Negara, AS Gelar Manuver Gabungan di Teluk Persia
_port_stern_view_2004x640.jpg)
Angkatan laut dari lebih dari 40 negara yang dipimpin oleh Amerika Serikat datang bersama-sama di Bahrain untuk menggelar manuver militer besar tahap kedua di Teluk Persia. Press TV Ahad (12/5) melaporkan, Amerika Serikat dan sekutunya memulai tahap pertama dari latihan perang gabungan, yang disebut "Manuver Penanggulangan Tambang Internasional", di Teluk Persia pada tanggal 6 Mei lalu.
Teroris Di Indonesia, Merampok Untuk Danai Latihan Militer
Jaringan teroris yang
baru-baru ini ditangkap Densus 88 ternyata juga pelaku perampokan di
sejumlah bank. Dana dari hasil merampok itu akan digunakan untuk
membiayai pelatihan militer bagi kader-kader mereka. "Memang
untuk itu (pelatihan militer). Terbukti mereka mencari uang untuk danai
latihan," ujar Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT),
Ansyad Mbai, di sela-sela acara Dialog Ormas-Ormas Islam dalam
Mempertahankan NKRI. Menurutnya, dana itu nantinya akan digunakan untuk
membeli peralatan militer seperti senjata dan bahan baku bom.
Banyak Teroris Tewas Ditembak, Kapolri: Itu Sangat Terpaksa
Sejumlah terduga teroris ditangkap hidup-hidup dalam operasi penggerebekan di Bandung dan Jawa Tengah, sebagian lainnya tewas ditembak. Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyebut penembakan yang menewaskan teroris, sangat terpaksa dilakukan. Demikian dilaporkan Detik.com.
Pejabat Libya Kaget soal Berita Intervensi Militer AS di Negaranya
Muhammad Abdul Qadir, salah satu anggota parlemen Libya menunjukkan reaksinya atas berita terkait intervensi militer Amerika Serikat di negaranya. MNA mengutip situs al-Youm al-Sabe menulis, Muhammad Abdul Qadir, ketua komisi keamanan parlemen Libya mengaku tidak mengetahui kemungkinan intervensi asing di negaranya.
Rudal Anti Udara Rusia Menuju Suriah
Rusia akan memasok rudal anti-udara bagi Suriah di tengah tekanan Washington dan sekutunya terhadap Moskow supaya menghentikan dukungannya terhadap Damaskus, terutama suplai senjata. Farsnews Sabtu (11/5) melaporkan, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam konferensi pers dengan sejawatnya dari Jerman mengklaim rudal pertahanan tersebut demi menjaga Suriah dari serangan udara ke negara arab itu.
Langganan:
Postingan (Atom)












